Uang, Kepemilikan & Kenangan

June 18, 2021
afi

Seri Happy Money (Part 6)

Uang, Kepemilikan dan Kenangan

Ada banyak pembahasan mengenai bagaimana mendapatkan lebih banyak uang.
Tapi belum banyak pembahasan mengenai bagaimana kita menggunakan uang yang dimiliki agar mendapatkan kebahagiaan.

Mari kita perhatikan, bagaimana orang-orang menggunakan uangnya.

Ada tipe orang yang menggunakan uang untuk membeli barang-barang.
Coba dibedah…apakah barang2 itu dibutuhkan atau diinginkan?
Karena kebutuhan itu sedikit. Tetapi keinginan itu tidak ada batasnya.
Kebutuhan hidup itu murah.
Keinginan dan gaya hidup, itu yg bikin mahal.

Apalagi keinginan yang disebabkan oleh perbandingan.
Misal kita punya motor, umurnya sudah 5 tahun.
Lalu tetangga kita beli motor baru.
Kemudian muncul pikiran… wah, motorku sudah tua…saatnya ganti motor.
Padahal sebelum tetangga kita beli motor baru, tidak terpikirkan keinginan untuk ganti motor.
Masalahnya jika hal ini tidak disadari maka akan merembet kepada hal2 lain.

Lihat tetangga ganti motor, pengen motor baru.
Lihat teman punya hp terbaru, pengen juga.
Lihat selebgram pamer rumah, merasa rumah yg sekarang ditinggali jelek.

Keinginan yg seperti ini yang jika tidak disadari maka tidak akan ada batasnya.
Kemudian kita akan bekerja lebih keras, untuk mendapatkan uang lebih banyak.
Uang itu akan kita gunakan untuk bisa memiliki lebih banyak barang2, yg lebih baru, yg lebih canggih.
Setelah kita mendapatkan barang itu… eh…muncul barang lain yang lebih baru, lebih canggih, lebih hebat.
Untuk membelinya kita perlu lebih uang lebih banyak.
Sehingga kita bekerja lebih keras lagi.
Begitu seterusnya tanpa henti.

Ada yg bilang…kita sudah bahagia dengan apa yang kita miliki, sampai kita tahu ada barang lain yang kelihatannya lebih baik dari yg kita punya.

Namun ternyata ada yang lebih baik dari kepemilikan.
Yaitu pengalaman.
Sehingga ada ungkapan yang berkata: Don’t buy things, but buy experience.

Disadari atau tidak, hidup kita adalah kumpulan pengalaman dan memori.
Jika kita mempergunakan uang kita untuk hal2 yang bersifat pengalaman maka hidup kita akan kaya oleh memori.
Bahkan seringkali hal-hal yang bersifat pengalaman ini tidak butuh banyak uang untuk menikmatinya.
Ngobrol panjang dengan pasangan, jalan-jalan di alam, atau travelling ala backpacker dengan biaya yg murah meriah, dlsb.
Pengalaman dan memori seperti ini akan membuat kita tersenyum bahagia saat mengenangnya bertahun-tahun kemudian.

Jadi yuk kita coba refleksikan bersama-sama…
Selama ini, uang yg kita dapatkan, lebih banyak dipakai buat membeli barang2 ataukah dipakai buat mengalami hal2 baru yg memperkaya kenangan?

(bersambung…)

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *