Pelajaran Dari 2 Musisi Yang Didepak Dari 2 Band Besar

Konon pada suatu saat ada seorang pemain gitar bernama DM.
Dia tergabung ke dalam sebuah band yang baru mulai naik daun.
Mereka mulai mendapatkan perhatian dari komunitas musik dan sedang memulai tour di kota2 lain.

Namun ketika manggung di sebuah kota, DM dipanggil oleh teman2 satu band nya.
Mereka bilang: “DM, mulai dari sekarang kamu dikeluarkan dari band ini. Kamu bukan lagi anggota band ini”

DM pun bingung dan shock.

Dia pulang ke kota asalnya kebingungan, tidak mengerti apa yang terjadi.
Dalam perasaan frustrasi dan kecewa, dia pun bertekad untuk membuat band baru yg lebih hebat dari band sebelumnya.

Selanjutnya hari2nya dipenuhi dengan latihan keras, siang dan malam.
Lalu dia cari orang2 yang jago2 musik untuk diajak bergabung ke band barunya.
Dia salurkan kemarahan, frustrasi dan ambisinya lewat lagu2 barunya.

Dia terus lakukan hal itu siang dan malam.
Tujuannya adalah untuk mencapai ketenaran dan mengalahkan band lamanya.

Setelah puluhan tahun, kerja kerasnya membuahkan hasil.

Dia berhasil mencapai ketenaran yang dia idam2kan.
Band nya berhasil menjual 25juta copy.
Nama lengkap dari DM adalah Dave Mustaine , gitaris pemrakarsa berdirinya band Megadeth.
Megadeth dianggap sebagai band terbaik di genre Heavy Metal.
Dave Mustaine sendiri dianggap sebagai musisi yg sangat brilian dan berpengaruh di genre tersebut.

Trus gimana kabarnya band lamanya?

Nah, band lama yang mengeluarkan Mustaine bernama… Metallica.
di saat Megadeth berhasil menjual 25 juta copy, Metallica sudah menjual 180 juta copy.
Metallica sering dianggap sebagai Band Rock paling sukses sepanjang sejarah.

Pada tahun 2003, dalam sebuah interview terungkap pernyataan yg sangat menyedihkan.
Terlepas dari nama besar Megadeth dan pencapaiannya, Dave Mustaine masih menganggap dirinya sebagai orang yg gagal.
Di dalam benaknya, dia masih menganggap dirinya sebagai orang yang didepak dari Metallica.

Kita simpan kisah Mustaine, dan kemudian kita coba lihat cerita yang senada.

Ini adalah seorang musisi berinisial PB.

PB adalah drummer dalam sebuah band yang juga sedang naik daun.
Menurut para fans wanita-nya, PB ini yg paling ganteng diantara ke empat anggota band tersebut.
Bahkan wajahnyalah yg muncul di majalah2 ketika band ini mulai dilirik media cetak.
PB juga yang paling professional diantara anggota band lainnya.
Dia tidak menggunakan obat2an terlarang, dan punya pacar tetap.

Tepat tiga hari sebelum peluncuran album pertama, tiba2 PB dipanggil oleh manajernya.
Manajernya bilang, “Kamu dikeluarkan dari band ini”
PB pun bingung, “Kenapa…apa salah saya?”
Manajernya tidak mengatakan alasan apapun, selain bilang bahwa anggota member yg lain ingin dia keluar.

PB pun meninggalkan band tersebut dengan hati remuk dan kecewa.

Sepeninggalan PB, band itu meroket drastis.
Terkenal dengan gaya potongan rambut unik yang kemudian membuat demam generasi pada era 60an dengan potongan rambut poni mereka.
Hasil karya2 band ini melegenda dan mempengaruhi banyak musisi sampai dengan sekarang.

Anda pasti sudah bisa menebak siapa band ini?

Ya, inilah “The Beatles”
nama lengkap PB adalah Pete Best, drummer pertama The Beatles sebelum digantikan oleh Ringo Starr

Apa yang terjadi dengan Pete setelah dikeluarkan dari The Beatles?

Dia pun tenggelam dalam minum2an keras dan mengalami depresi.
Dia kecewa dan frustrasi melihat band lama nya mencapai ketenaran yang tidak pernah dibayangkan oleh band2 lainnya.

Namun lambat laun… dia mulai bangkit lagi…
Tetapi kebangkitannya tidak dilandasi oleh semangat membalas dendam seperi Dave Mustaine.
Kebangkitannya karena dia menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada ketenaran dan uang.

Pada awal 90-an dalam sebuah wawancara dia berkata…
“Sepertinya saya lebih bahagia saat ini dibanding jika saya tetap di The Beatles”

Loh kok bisa?

Ternyata setelah melewati masa2 depresinya, dia bertemu dengan wanita yg jadi istrinya.
Kemudian dia menikah, punya anak dan membina keluarganya.

Nilai2 yg dia kejar pun berubah.
Ketenaran dan uang memang menyenangkan, tetapi dia memutuskan bahwa ada yang lebih penting dari itu semua:
Keluarga yang saling mencintai,
kehidupan pernikahan yang harmonis,
kebahagiaan dalam hidup sederhana.

Sesuatu yang tidak dimiliki oleh personel Beatles yg lain, bahkan sampai akhir hayat mereka.

Dave Mustaine dan Pete Best sama2 dikeluarkan dari band yang kemudian sukses luar biasa.
Tetapi mereka kemudian memilih respon yg berbeda.

Efeknya…walaupun pencapaian duniawi Dave Mustaine jauh melebihi Pete Best, namun kondisi batin mereka sangat berbeda.
Dave Mustaine menganggap dirinya orang gagal walau telah menjual 25juta album dan berpengaruh di dunia musik.
Sementara Pete Best merasa sangat bahagia walau pencapaian di dunia musiknya jauh lebih kecil daripada Dave Mustaine.

Standar kesuksesan Mustaine adalah sesuatu yg eksternal di luar diri (ketenaran, penjualan album, mengalahkan band lamanya)
Pete merubah standar kesuksesan nya menjadi sesuatu yg internal di dalam diri (relationship, happiness, appreciation of simple life)

Saya rasa ada sebuah pelajaran berharga yg bisa diambil ke dalam dunia usaha.

Bahwa ketika saya sebagai pengusaha terlalu berfokus standar kesuksesan eksternal, maka bisa jadi saya akan menempuh jalan seperti Dave Mustaine.
“Saya sukses kalau saya sudah mendapat omset sekian.”
“Saya sukses kalau saya sudah bisa mempunyai rumah mewah, tas branded, mobil terbaru,dll.”
“Saya sukses kalau bisnis saya sudah lebih gede dari bisnis teman saya.”
“Saya sukses kalau sudah membuktikan pada keluarga saya tentang pencapaian saya.”

Jika begitu ceritanya, maka bisa jadi puluhan tahun kedepan hidup saya dipenuhi dengan dengan kepahitan dan cap bahwa saya tidak sukses.
Hanya karena ada parameter eksternal kesuksesan yang belum saya capai.
Parameter kesuksesan eksternal yg saya buat sendiri.

Padahal ada hal2 lain yg lebih penting dan bersifat internal.
Relationship, kebermanfaatan, banyak kawan dan saudara… yang ternyata membuat hidup jadi lebih indah.

Beruntungnya saya nemu komunitas yang nggak melulu ngomongin bagaimana menggapai pencapaian eksternal tetapi juga mementingkan latihan nilai2 internal.
Silaturahmi, learning, grow together, sharing…

Nggak perlu nunggu super duper kaya dulu buat berbagi.
Yang bisa berbagi 1jt ya silahkan, yg bisa berbagi 250rb ya silahkan.

Kalau belum ada kelonggaran dana, bisa berbagi tenaga.
Bahkan berbagi waktu untuk sekedar datang dan meramaikan.

Karena pada akhirnya kebahagiaan ternyata muncul bukan dari seberapa banyak saya menerima, tetapi seberapa sering saya memberi…

Apalagi aksi2 berbagi secara sosial ini sering banget diadakan oleh TDA Bandung.

Ada yang kebanjiran, cepet bergerak.
Ada yang sakit, buru2 nengokin.
Ditambah lagi kegiatan2 yang peduli sama penduduk2 marjinal yang jauh dari keramaian…

Kegiatan2 sosial TDA, ternyata setelah saya ikuti… di sana ada nilai2 internal yang membuat hidup lebih bahagia dan bermakna.

Oleh karena itu, yuk hari Senin besok kita bareng2 meluangkan waktu.
Bersama2 bareng sedulur2 di TDA kita melakukan kegiatan sosial.

Sementara kita tinggalkan dulu kejar2an hal2 yg bersifat material dan eksternal.
Kita copot dulu gengsi-gengsi yg membatasi persaudaraan.
Tidak ada yang usahanya lebih berhasil, tidak ada yg bisnisnya masih kecil.
Yang ada adalah kita bersama2 menebar manfaat, di tempat di mana banyak orang enggan mendatangi…

See you next Monday, brother/sister πŸ™‚

Program Wakaf Quran Ramadhan

Assalamualaikum ….

Punten, nuwunsewu… mau berbagi informasi…
Komunitas 90 Tahajud (bit.ly/90tahajud) sedang bikin program sosial nih.
Namanya Wakaf Quran Ramadhan.

Rencananya Wakaf Quran itu mau disalurkan ke:
– Masjid2 yg masih kurang fasilitas quran nya
– Panti-panti yatim
– Daerah-daerah asal anak yatim (biasanya di pelosok2)
– Rumah singgah anak jalanan
– Daerah2 kurang mampu
– dlsb

Ternyata banyak banget dari mereka yang menganggap bahwa Al Quran merupakan barang mewah.
Boro2 beli Al Quran, buat hidup sehari2 aja susah.
Tp akibatnya mereka jadi jauh dari membaca Al Quran πŸ™ πŸ™

Nah, berkaca dari hal itu… aku pengen ngajak buat berwakaf Al-Quran bareng2.

Keuntungannya dalam wakaf adalah, selama Al Quran itu dipakai Insya Allah pahala nya bakal mengalir terus.
Kemudian kalau orang itu menghafalkan Al Quran dari wakaf kita, kan bakal jadi ilmu yg bermanfaat tuh.
Nah selama dia membaca hafalannya itu, Insya Allah pahala nya juga akan mengalir terus.

Apalagi momennya pas Ramadhan, siapa tahu pahala wakaf kita dilipat gandakan sama Allah…. Amin πŸ™‚

Paket wakaf per Al Quran nya 55rb.
Sudah termasuk biaya operasional buat distribusinya.

Monggo, bebas mau wakaf jumlahnya berapa aja.

Nanti bisa transfer ke:
BCA 1320 3480 36 a.n Awan Rimbawan
Jangan lupa konfirmasi klo udah transfer yaa…
Contact Person: Nita 081395840205

Oh ya, boleh dong minta bantuannya buat share informasi ini juga ke temen2 dan sodara2 yg lain.
Siapa tahu dengan jadi jalan pahala buat orang lain, kita bisa ikutan dapet pahala juga.

Ditunggu kabar baiknya yaaa πŸ™‚

Salam,
Awan
bit.ly/90tahajud

Kenikmatan Dunia VS Kenikmatan Spiritual

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh my brother/sister semuanya πŸ™‚

Hari kemarin aku reset lagi, padahal baru aja mulai #1.
Alhamdulillah hari ini diberi kekuatan dan kesempatan untuk memulai #1 lagi.

Kemarin, yang ada di pikiran adalah ketika reset maka yang perlu aku lakukan adalah 2 hal:
1. Mengganti dengan ibadah yang lain
2. Melakukan sesuatu yang berbeda sehingga bisa mulai bangun malam lagi.

Untuk yang nomor 1, aku menggantinya dengan dzikir.
Biasanya agenda dzikir sehari 1 jam, karena tidak bangun malam maka dzikir kemarin jadi 2 sesi x 1 jam.

Untuk yang nomor 2, yang berbeda adalah sholat Isya.
Sewaktu reset itu, sebelumnya sholat Isya tidak berjamaah, nah kemarin aku jadi sholat isya berjamaah.

Kebetulan kemarin bertemu secara virtual dengan seorang sahabat.
Dia membahas tentang perbedaan antara kenikmatan dunia vs kenikmatan spiritual.

Kenikmatan dunia pada umumnya mempunyai sifat:
– Sementara. Nikmat sebentar, habis itu hilang.
– Bikin ketagihan, tidak tahu batas dan terus menerus diinginkan
– Panas, menggelora.
– Jumlahnya terbatas.
– Kenikmatan ini berujung pada penderitaan.

Kenikmatan spiritual mempunyai sifat:
– Lebih tahan lama
– Memberikan perasaan cukup dan damai
– Sejuk, tenang.
– Jumlahnya tak terhingga.
– Kenikmatan ini berada dalam kebahagiaan.

Kenikmatan dunia, dinikmati lewat panca indera.
Kenikmatan spiritual, dinikmati lewat hati.

Kenikmatan dunia, saya tidak punya kontrol atasnya.
Kapanpun bisa hilang, habis, atau musnah begitu saja.
Ketika hilang, maka saya akan menderita.
Ketika dipuaskan, sifatnya sebentar, mood membaik, tp dalam waktu sebentar juga akan hilang.

Kenikmatan spiritual, saya bisa akses kapan saja.
Saya bisa berdzikir di mana saja dan kapan saja.
Saya bisa ubah bingung menjadi tenang dengan mengakses kenikmatan spiritual.

Saya di sini tidak berkata bahwa seseorang tidak boleh menikmati kenikmatan dunia.
Tetapi, sangat penting untuk mengetahui karakter dari kenikmatan dunia dan bagaimana bedanya dengan kenikmatan spiritual.

Kuncinya disini bukanlah untuk meninggalkan kenikmatan dunia seketika dan seluruhnya.
Tetapi sedikit demi sedikit mencicipi kenikmatan spiritual, sehingga hidup bisa penuh ketenangan dan kedamaian. Jika sudah terlatih maka, tenang dan damai ini akan dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Proses ibadah, sejatinya adalah bukan sekedar menjalankan kewajiban.
Tetapi adalah sebuah latihan untuk bisa mencicipi kenikmatan spiritual ini.

Malam2… indera saya menginginkan kenikmatan dunia.
Tempat tidur yg empuk…
Lelap yang nyaman…
Selimut yg nyaman…

Bisakah di sela2 malam hari, saya mencicipi kenikmatan spiritual?
Sejuknya hati berdzikir di dalam senyapnya malam.
Tenangnya pikiran ketika meletakkan kepala di atas sajadah.
Damai terasa ketika melantunkan ayat-ayat Al Quran di dalam tahajud?

Mengikuti jejak para kekasih Allah… yang lebih memilih kenikmatan spiritual daripada kenikmatan dunia…

Salam,
Your brother… Awan

Sharing KMM di Epik Nasional

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Mohon ijin para suhu dan rekan2 seperdjoeangan..

Perkenalkan nama saya Awan dari TDA Bandung.

Beberapa hari yang lalu ane di kontak sama suhu ane, Wadir @agung
Diminta cerita2 tentang Epik Bandung.

Sebenarnya belum banyak kegiatan yg dilakukan oleh Epik Bandung.
Jadi sampai saat ini yg udah dilakukan baru:
– 8 WS 2x
– Kulgram 5x
– Webinar 3x
– Sharing Epik 3x
– Webinar 3x
– Epik Mentoring 1x
– KMB periode 3bln untuk reg member (baru mulai bulan ini dgn peserta 30 orang)

Disamping kegiatan untuk registered member di atas… kami di Bandung punya program Epik internal (untuk anggota divisi).
Diantaranya adalah:
1. Bangunin tahajud (90 days tahajud challenge)
2. Mastermind

Untuk kali ini, ane pengen sharing tentang program Mastermind yg dijalankan.

Program ini, didasari oleh pemikiran…
Anggota Epik harus mendapat manfaat ketika bergabung di dalam divisi Epik.

Jadi selain memikirkan peningkatan bisnis registered member, juga ketika bergabung di dalam Epik harusnya bisnisnya meningkat juga.

Oleh karena itu, dibuatlah Kelompok Master Mind khusus divisi epik.
Dimana tiap2 anggotanya saling support untuk meningkatkan bisnis masing2.

Eh tapi enggak cuman di bisnis aja ding…
KMM kami, berfokus di 3 hal penting di dalam kehidupan:
1. Bisnis
2. Relationship/Family
3. Spirituality

Jadi kami saling bantu buat meningkatkan 3 bidang ini di tiap2 member Epik.

Mekanismenya gimana?

Tiap 2 minggu sekali setor laporan dalam bentuk tertulis ke group WA.
Isinya adalah:
A. Progress saat ini
B. Target yg ingin dicapai dalam 2 minggu kedepan
C. Kesulitan yang dihadapi.

Poin A, B dan C di atas, dilaporkan tiap bidang kehidupan: Bisnis, Relationship/Family, Spirituality.

Namun sebelumnya ada aturan yang harus disepakati: Apa yang diceritakan di KMM, stay at KMM πŸ˜€
Jadi harus saling menjaga kerahasiaan dan ga boleh sampe bocor keluar dari KMM.

Nah setelah dilaporkan progressnya via tulisan, kita bakal setup waktu buat ketemu.
Pada saat ketemu itulah kita brainstorming untuk kesulitan masing2.
Di sesi tersebut, biasanya banyak air mata tertumpah hihihi…
Tapi efeknya adalah kami merasa dekat satu sama lain… dan muncul komitmen untuk saling bantu dan berprogress bersama.

Nah KMM ini udah berjalan dari awal kepengurusan Epik Bandung.
Dan terus terang saat kami ketemuan… 70% membahas masalah yg dihadapi, saling lempar solusi, dan juga ngasih challenge satu sama lain buat 2 minggu kedepan.
30% sisanya kami bahas program2 yg mau dilaksanakan oleh Epik.

Yg ane rasakan…
Setelah merasa mendapat manfaat sebagai anggota Epik, mereka akan dengan semangat juga menjalankan acara2 yang memberi manfaat ke reg member.
Jadi ketika kedekatannya dibangun… Insya Allah semangat untuk berbaginya juga mulai tumbuh kepada para registered member.
Sehingga bisa punya motivasi untuk berkontribusi dalam acara2 Divisi Epik.

Harapannya, di akhir kepengurusan… temen2 di divisi epik bisa sama2 memandang kebelakang…
Kemudian membandingkan perbedaan antara sebelum dan sesudah bergabung di divisi epik.
Kemudian bisa berkata pada diri sendiri… What a great progress in the last 2 years
Bukan hanya di Bisnis, tetapi juga di bidang2 lain dalam kehidupan seperti Relationship/Family dan juga Spirituality.

Karena belajar sendirian ga enak, enaknya rame2 πŸ˜€

Mungkin sampai di sini dulu sharing ane…
Kalau ada pertanyaan atau ada hal yg ingin di diskusikan bersama…monggo πŸ™‚

Mengendalikan Emosi

#10

Jika ada orang yg berbuat kesalahan dan membuat saya marah, maka saya punya dua pilihan:
.
1. Melampiaskan emosi saya dan menuntut orang itu untuk berubah.
2. Belajar arti sabar dan kasih sayang. Sehingga saya bisa meningkatkan diri saya.
.
Kira2 Allah lebih suka saya melakukan yang mana?
.
Jika saya mengambil pilihan no:1 maka saya akan melatih sifat emosional saya menjadi lebih kuat.
Saya akan berlatih mengembangkan sifat emosional saya lewat satu hal. Lalu lewat hal lain…
Tak terasa waktu berlalu…satu tahun… dua tahun… 5 tahun… bertahun2 latihannya.
.
Apa yang saya latih, itulah yg akan menjadi kuat.
Sehingga tanpa sadar saya akan menjadi orang berumur yang punya sifat emosional meledak2.
Saya tidak bisa mengendalikannya lagi, karena sudah sedemikian kuatnya.
Sifat emosional itulah yang akan memiliki diri saya.
.
Bagaimana dengan menuntut orang lain untuk berubah?
Hehehe… jangankan merubah orang lain…
Merubah diri sendiri aja sulit πŸ˜€
.
Badan sendiri, pikiran sendiri, dibawa2 kemana2… coba deh dirubah.
Ga usah yg susah2… coba bangun lebih pagi dari biasanya… bisa merubah diri sendiri?
.
Kalau merubah diri sendiri aja susah, bagaimana bisa menuntut orang lain untuk berubah?
.
Yang ada adalah frustrasi, karena apa yang saya tuntut tidak tercapai.
.
Bagaimana jika saya mengambil pilihan no:2 ?
Bukannya ini susah?
.
Memang lebih susah, tetapi semua ada ilmunya.
.
Jalannya akan lebih simple kalau saya mau menggali lebih dalam lagi tentang pertanyaan ini:
– saya berasal dari mana?
– saat ini apa tugas saya?
– tujuan saya kemana?
.
Salah satu guru saya menyampaikan… orang yang tidak bisa sabar, itu karena mikirnya hanya dunia ini. Tetapi kalau dia berpikir tentang akhirat yang abadi, maka apa yang terjadi di dunia ini sangatlah sebentar.
.
Sabar bukan berarti memendam emosi.
Tetapi memahami dengan seksama, apakah hal tersebut layak untuk dipertikaikan atau tidak?
.
Apakah hal itu pantas untuk menghabiskan waktu hidup saya yg sebentar ini?
Pantas untuk menguras emosi saya?
Pantas untuk mengguncang jiwa saya?
Pantas untuk merusak hubungan saya dengan orang2 di sekitar saya karena terpengaruh dengan hal itu?
.
Ataukah saya bisa menggunakan waktu, pikiran, emosi untuk hal2 lain yang lebih produktif?
.
Sabar dan kasih sayang bukanlah kelemahan.
Justru itu adalah jalur penghubung kita dengan Yang Maha Sabar… Yang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi…
.
Kalau kita sudah terhubung dengan Yang Maha… apa sih yg gak dikasih buat kita? πŸ™‚

β€œDemi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran
dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
.
Wallahu ‘alam Bishawab…
Semua ilmu hanyalah milikNya…

————–
Pesan sponsor: gimana progress tahajudnya bro/sist? πŸ™‚

Beban Masa Lalu

Setiap orang pasti punya beban masa lalu.
Beban-beban ini jika terlalu lama dipegang maka akan menghasilkan luka batin.
Beban masa lalu dan luka batin ini disadari atau tidak, akan menghasilkan respon otomatis terhadap hidup keseharian.

Ada satu orang ketika makan di sebuah restoran ternyata pelayannya mendahulukan pesanan orang lain.
Padahal dia datang lebih dulu.
Responnya: gebrak meja… marah2 dan ngamuk.

Ada orang kedua, ketika mengalami hal yang sama memberikan respon yg berbeda.
Dia bisa menegur dengan cara yang santun dan rilex.

Kejadian yang sama, respon yg sangat berbeda.

Pada kasus yg lain…
Ada satu orang, ketika berinteraksi dengan orang lain permasalahan uang maka cenderung mengikhlaskan.
Ya udahlah… duit bisa dicari lagi… biarin aja.
Yg penting next time jaga2 aja.
Ada ya dikasih, ga ada ya bilang seadanya.

Ada orang kedua, ketika hutangnya tidak dibayar2 marah2 luar biasa.
Nagih2 sampai debt collector dibawa2.
Kalau perlu diperkarakan.

Kejadian yang sama, respon yg sangat berbeda.

Kalau kejadian nya sama, tp responnya berbeda… berarti yang membuat sesorang marah/emosi/bingung/stress bukanlah kejadiannya.
Tetapi sesuatu di dalam diri.

Menengok dua kasus di atas, kita bisa berkaca…
Hidup tidak pernah memberikan kejadian yang selalu sesuai dengan keinginan saya.

Orang lain tidak bisa saya kontrol.
Juga tidak semua keadaan bisa berjalan sesuai keinginan saya.

Kalau di setiap kejadian yg tidak sesuai keinginan saya maka respon saya adalah marah2, bingung, stress…
Maka pasti ada beban2 yang saya bawa dari dulu, sehingga menimbulkan luka di dalam diri.
Luka itu jika disentuh, maka akan sakit dan saya akan meradang.
Karena kalau kulit saya tidak ada lukanya maka, disentuh juga tidak ada masalah.

Dengan memahami hal ini, maka yg perlu saya lakukan bukanlah menyalahkan orang dan keadaan diluar diri saya.
Tetapi berkaca lagi ke dalam…
Apa sih yang Tuhan inginkan dari diri saya?

Bukankah Tuhan Maha Pemaaf?
Lalu kenapa saya tidak mau memaafkan kesalahan orang lain?

Bukankah Tuhan Maha Pengasih?
Lalu kenapa saya tidak mengedepankan kasih sayang malah mengumbar emosi?

Bukankah Tuhan Maha Sabar?
Mungkinkah Dia ingin mengajarkan kesabaran kepada saya lewat peristiwa ini?

Karena kesabaran tidak bisa dipelajari lewat kondisi yang mudah, hal itu hanya bisa dijalani lewat kondisi yang sulit.
Kesabaran tidak bisa dipelajari ketika saya bertemu dengan orang yang sabar, kesabaran dipelajari ketika saya dipertemukan dengan orang yang emosional.

Gimana caranya?

Kemampuan manusia terbatas.
Godaan setan sedemikian kuat.
Nafsu yang dibentuk dari habit bertahun2 sudah sedemikan mencengkeram jiwa.

Satu2nya cara adalah meminta pertolongan kepada Yang Maha Kuat dan Yang Maha Tak Berbatas.
Mohon pertolongan agar dilapangkan dada saya…
Mohon pertolongan agar diturunkan beban yang jika dibawa terlalu lama maka akan menimbulkan luka…

Maka jika beban2 itu sudah lepas dari punggung…
Seseorang akan bebas untuk bisa berkerja dan berkreasi di muka bumi ini…
Otomatis maka kesuksesan pun akan datang karena mampu mencipta tanpa beban.

Setiap ada kesulitan yang datang, tidak akan membebani… orang itu pun dengan ringan akan memilih action lain yg lebih produktif.
Maka setelah kesulitan akan ada kemudahan…

Orang seperti ini, mampu terlihat tidak punya rasa capek.
Staminanya luar biasa, pencapaiannya banyak.
Setelah beres mengerjakan satu project, maka dia akan bisa dengan sigap membereskan project yg lain.

Dan orang2 seperti ini… tidak akan berharap banyak kepada manusia lain.
Karena dia tahu, manusia itu adalah makhluk yg terbatas.
Gampang berbuat kesalahan, gampang berbuat error.
Dia hanya akan berharap kepada Tuhan…

————-
“Bukankah kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?”
“Dan kami pun telah menurunkan beban darimu,”
“yang memberatkan punggungmu,”
“dan kami tinggikan sebutan mu bagimu.”
“Maka sesungguhnya berama kesulitan ada kemudahan,”
“sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”
“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yg lain)”
“dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap”

>>> ada yg tahu surat apa ini? πŸ™‚