RAKUSLAH TERHADAP ILMU, PELITLAH TERHADAP NAFSU

Jangan sampai terbalik.

Nafsu diumbar, ilmu malas buat dikejar.

Orang jadi mulia karena memiliki ilmu.
Orang jadi hina karena mengikuti nafsu.

Mengikuti nafsu makan, yang didapat adalah penyakit.
Banyak makan pedas, lambung sakit.
Banyak makan manis, diabetes.
Banyak makan di malam hari, segudang penyakit mengancam.

Mengikuti nafsu tidur, yang didapat adalah ketertinggalan.
Yang lain sudah sampai mana, diri sendiri jauh tertinggal.

Mengikuti nafsu berjam2 di sosial media…
Ngecek2 status orang lain, tayangan2 yg tidak berfaedah.
Iri hati timbul.
Merasa orang lain selalu lebih dari sendiri.
Hati akan selalu mengeluh,
rasanya orang lain punya hidup lebih baik,
punya barang lebih baik, punya apapun yg lebih baik.

Dorong diri untuk cari ilmu.
Dorong diri untuk mencari lebih banyak.
Dorong diri untuk membayar lebih banyak.
Dorong diri untuk menghabiskan waktu lebih banyak lagi… untuk ilmu.

Kemarin aku baru saja disentil oleh salah seorang guru.
Adabnya orang belajar: kurangi tidur, kurangi makan2 enak.
Terlalu banyak tidur, terlalu banyak makan2 enak akan melemahkan kecintaan terhadap ilmu.
Melemahkan semangat untuk mencari ilmu.

Jarak antara keinginan dan kenyataan adalah ilmu dan tindakan.
Cuman ingin saja, tanpa ada ilmu dan tindakan berarti angan2 kosong.

Punya uang, dibelikan gadget…percuma nanti juga rusak.
Kalau servis juga ngeluarin uang lagi.

Punya uang, dibelikan makanan enak…percuma nanti juga kenikmatannya cuman sebentar saja.

Kalau ingin makan enak, ga perlu uang.
Tinggal puasa saja.
Puasa melezatkan rasa.
Coba saja rasakan sewaktu buka puasa, apa saja pasti jadi enak.

Rakuslah terhadap ilmu.
Pelitlah terhadap nafsu.

Catatan pengingat untuk diri sendiri…

Salam,
Awan

LAPORAN KEGIATAN TDA BANDUNG BULAN AGUSTUS 2020

Bismillahirrahmanirrahim…

Assalamualaikum para suhu dan rekan2 seperdjoeangan…😊🙏😊

Bulan Agustus kemarin TDA Bandung melaksanakan beberapa program.

Salah satunya adalah KMB: Kelompok Mentoring Bisnis.

Untuk tahap awal, program ini dibuka khusus untuk pengurus TDA Bandung (TDA Warrior). Tahap berikutnya Insya Allah akan dibuka kepada Registered Member.

Mekanismenya peserta KMB membuat kelompok masing2 5 orang. Kemudian memilih ketua dan juga nama kelompoknya.

Lucu2 namanya, ada BTS (Bandung Timur Squad), Pandawa Lima, Marema, Titik Temu, Irama Group, dll.

Sebenarnya KMB ini selain ditujukan untuk belajar kepada mentor yg sudah lebih berpengalaman, juga untuk mengeratkan hubungan antar member TDA.

Tidak jarang yang kemudian bertemu dengan partner bisnis karena interaksi ini.

Bahkan denger2 banyak juga yang berpartner dengan mentor bisnisnya.

Secara kultur di TDA, partnership bisnis memang terjalin secara organik.

Mulai dari kenal biasa, kemudian karena sering berinteraksi maka selanjutnya bisa mengenal karakter masing2. Apalagi dengan adanya kesamaan visi, maka jalan bareng membuka bisnis baru atau berkolaborasi dapat terlaksana.

Saya bahkan pernah mendengar cerita di TDA.
Ada dua orang yang berpartner, tapi kemudian bisnisnya tidak berjalan sesuai harapan.

Namun karena didasari niatan silaturrahim dan terus menjaga hubungan baik, maka di akhir kerja sama bisnis malah saling ingin menanggung kerugian lebih banyak dari partnernya.

Kemudian baru saja beberapa menit beres pembagian harta gono gini, eh malah lanjut ngobrolin peluang bisnis baru lagi yg bisa dikerjakan bersama.

Memang tidak semua cerita partnership bisnis berjalan indah.

Tetapi secara umum jika kita sering berinteraksi dan mengenal karakter, maka kita akan lebih kecil kemungkinannya untuk berpartner dengan orang yg tidak pas dengan diri kita.

Di TDA kesempatan berinteraksi ini dibangun lewat banyak program2 dan kegiatan2.

Salah satunya adalah program bernama Mendoan: Mentoring Dan Silaturrahim Online 2 Pekanan. Diadakan setiap Kamis sore. Di sini secara online interaksi bisa dibangun. Nantinya jika akan menyambung silaturrahim lebih lanjut bisa japri langsung saja.

Ada juga Sharing Santai di Telegram. Yang tadinya dibuat 3 kali seminggu, mulai bulan Agustus diubah frekuensinya menjadi seminggu sekali… Biar lebih ngangenin katanya 😀

Program lain yang terus digerakkan adalah TDAbox. Program bagi2 nasi box yang dananya digalang tiap pekan.

Alhamdulillah semakin banyak member TDA yang mensupport program ini.
Bulan Aguustus ini Dapur ke-2 mulai dibuka di Cimahi, berkat support salah satu member.
Selain itu ada juga member yang mensupport pembuatan box nya dengan memberikan harga hpp, bayar mundur pula.
Lalu ada member yang menyumbangkan peralatan masak untuk dapurnya.
Ada juga member yang rajin sharing flyer TDAbox ke group2 WA/sosmed pribadi nya.
Alhamdulillah… sekecil apapun support yg diberikan Insya Allah akan diberikan balasan yang sebaik2nya. Kecil2 kalau dikumpulkan, Insya Allah akan memberikan kebermanfaatan yg lebih besar.

Pencapaian tiap pekan juga bervariasi.
Pekan 11 kemarin mencapai 472box
Pekan 12 kemarin mencapai 360box
Dengan donasi 10rb/box saja, mudah2an bisa terus bertambah kebermanfaatannya.
Silahkan bagi yg berminat donasi bisa WA ke 081222888380

Beberapa kerjasama yang dilakukan oleh Divisi Eksternal juga berjalan.
Diantaranya yang sudah fix di bulan Agustus kemarin adalah:
– Kerja sama untuk pengadaan workshop dan sertifikasi digital marketing.
– Bekerja sama dengan klinik Prodia untuk mendapatkan diskon khusus member.
– Support kompetisi bisnis Lokalate untuk coaching mahasiswa yang berbisnis. Peluang bagi temen2 kuliner untuk promosi ke kampus2.

Merefleksikan program dan kegiatan2 yang terjadi di bulan Agustus kemarin, saya menganggap TDA bukan sekedar komunitas bisnis. Tetapi sebuah ladang amal. Sekecil apapun bisa melakukan kontribusi.

Mau beramal secara dana bisa.
Secara waktu bisa.
Sharing secara keilmuan juga bisa.
Kalau merasa belum punya ilmu bagaimana?

Salah satu suhu memberi tips… ya udah, jadikan TDA sebagai tempat belajar… setelahnya sharingkan resume pembelajarannya kepada yang lain. Insya Allah bakal jadi kebaikan.

Alhamdulillah, banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan di TDA Bandung.
Semoga semua member TDA yang berbuat kebaikan di berbagai program dan kegiatan kemarin, dibalas juga oleh kebaikan kembali.
Seperti janji Allah… Hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān (QS Ar-Rahman : 60)

Mohon doa dan supportnya untuk kegiatan2 TDA di Bulan September yaaa 😊🙏😊

Salam,
Awan

PS: Ada selipan foto badminton di belakang. Refreshing nepak bareng di kelompok kecil dulu ya… karena kondisi masih covid tinggi… Mudah2an covid segera reda kegiatan TDAsport seperti Foodsal bisa segera dimainkan rame2 lagi 😀

facebook.com/awanrmb99/posts/10222025229918367
https://www.instagram.com/p/CEvedPzpNKV/

Raih Dunia Untuk Melampauinya

Boleh nggak sih bekerja untuk meraih dunia?
Untuk dapetin uang, rumah, motor, mobil dll…

Menurutku sih…boleh aja…
Allah menciptakan dunia, masak tidak boleh diraih dan dinikmati.

Tapi… jangan berhenti sampai di situ.
Rugi.

Kenapa rugi?

Karena semua yang ada di dunia itu fana.
Semua yang ada di dunia sifatnya cuman sementara saja.

Misalkan saja uang.

Pernah dapat uang?
Apakah uang itu sampai sekarang masih ada?

Misal pernah dikasih uang fisik 50rb.
Sampai sekarang uang fisik itu masih ada?
Pasti sudah nggak ada, dibeliin sesuatu.
Kalaupun masih ada, pasti nanti akan berpisah.

Apalagi uang di rekening bank.
Yang kita ga pernah lihat wujudnya.
Tiba2 Indonesia inflasi itu uang sudah tidak ada nilainya.
Krisis melanda, jadi hilang.
Ada sejuta skenario uang itu bisa lenyap.

Motor…
Sebagus2nya motor, nanti kan bakal jadi jelek.
Kalau motornya awet, kita bakal punya keinginan baru.
Ada model yg lebih baru.
Jadi motor kita kelihatan jelek.

Semuanya seperti itu.
Rumah.
Mobil.
Hubungan2.

Semua bakal berhenti, rusak, hilang, usang.

Karena semua yang punya awal, selalu punya akhir.

Oleh karena itu boleh saja menginginkan dunia.
Tetapi jangan berhenti di situ.
Raih dunia untuk melampauinya…

Gunakan dunia itu untuk kepentingan akhirat.
Jadikan dunia itu untuk membuat kita lebih dekat kepada Allah.
Pelajari kenikmatan dunia itu, pahami karakter kenikmatannya… agar kita bisa tertarik kepada kenikmatan spiritual.

Karakter kenikmatan2 dunia:
1. Terbatas, sementara.
2. Tidak akan memuaskan.
3. Membuat ketagihan. Jika terus dituruti tanpa rem, maka akan minta dipenuhi lagi dan lagi.
4. Merusak jika berlebihan.

Kalau kenikmatan spiritual gimana?
Ya kebalikannya.
1. tahan lama
2. membuat merasa cukup
3. memberikan kebermanfaatan
4. menguatkan

Jadi silahkan raih dunia.
Bikin target pendapatan, target kepemilikan, target impian2.

Tapi jangan berhenti di sana.

Gunakan dunia untuk kepentingan akhirat.
Gunakan dunia untuk memahami spiritual.
Gunakan dunia untuk memahami diri, mengembangkan diri.

Oh iya ya… saya punya sifat malas
Oh iya ya… saya punya sifat penakut…
Oh iya ya… saya punya sifat iri dan dengki…

Boleh banget menggunakan dunia sebagai iming2 agar saya bisa berubah.
Boleh bikin target2 uang, mobil dan rumah, agar karakter bisa berkembang.
Dari pemalas menjadi pekerja keras…
Dari benci buku jadi pencinta ilmu.
Dari penakut menjadi kuat dalam kepasrahan kepada Allah.
Dari punya dengki menjadi punya cinta kasih.

Sebenarnya hadiah sebenarnya bukanlah target2 dunia itu.
Hadiah sebenarnya adalah adalah perubahan diri kita.
Hadiah sebenarnya adalah pengenalan diri yg fana ini…

Dan barang siapa mengenal dirinya.
Maka akan mengenal Tuhannya…

Eh, jangan2… Dia menciptakan segala kenikmatan2 dunia ini…
Cuman sekedar agar kita bisa mengenal Dia…

Salam,
Awan