KERJA ITU BUAT APA?

KERJA ITU BUAT APA?

Pertanyaan itu sering menghampiri diriku dari dulu.

Sejak aku kerja di Bali, di Aceh, di Jakarta….
Bahkan waktu aku belajar di Belanda, London dan Kuala Lumpur pun pertanyaan ini menghampiri dalam bentuk yg lain…ngapain sih aku ngerjain ini di sini?

Pada dasarnya…semua orang bekerja.

Mau dipanggil sebagai investor, dia juga sebenarnya bekerja.

Bekerja buat milih2 perusahaan mana yg prospeknya bagus, bekerja menganalisa laporan keuangan, bekerja untuk menganalisa profil orang2 yg ada dalam sebuah bisnis… dan lain sebagainya.

Mau dibilang pengusaha, dia juga sebenarnya bekerja.

Bekerja buat mencari modal. Bekerja buat membangun tim. Bekerja untuk mempresentasikan hasil untung/rugi usahanya kepada investor. dlsb.

Jadi semua orang itu bekerja.

Bahkan semua orang adalah karyawan.

Karena karyawan itu = karya-wan.
Orang yang berkarya.

Apa karya mu di dalam pekerjaan?

Itu yg seharusnya kita tanyakan kepada diri kita masing2.

Di dalam tim ada bagian2nya.

Bagian advertising, karyanya adalah mendapatkan leads yg banyak, murah dan tertarget.

Bagian CS, karyanya adalah meningkatkan konversi penjualan, memuaskan pelanggan. Karena pelanggan yang puas akan kembali lagi dan lagi.

Lalu buat apa kita berkarya?
Buat apa kita bekerja?

1. Yang paling umum adalah bekerja itu untuk mendapatkan uang.

Hal ini tidak salah.
Karena kita perlu uang untuk membiayai hidup kita.
Biar kita tidak kelaparan.
Biar kita bisa menjaga kehormatan diri, keluarga bahkan agama… sehingga tidak mengemis dan meminta2.

Namun kalau berhenti di sini, sangat sayang.

Karena ada hal2 lain yg bisa dicapai dengan bekerja dan berkarya.

Yaitu next levelnya adalah:

2. Bekerja untuk mendapatkan mimpi

Ada orang yg bekerja di bidang yg tidak dia sukai.

Tidak menjadi masalah.

Karena nanti waktunya bisa dibagi.

Dia tidak perlu lagi pusing memikirkan uang.

Sehingga ada waktu2 senggang yg dia tidak perlu diisi dengan kekhawatiran bakal makan dari mana.

Waktu senggang itu bisa dieksplorasi untuk mimpi2 yg dia ingin capai.

Ada yang punya keinginan untuk jadi penulis.

Menulislah di waktu senggang.

Ada yg punya keinginan untuk membuat yayasan yg bermanfaat jadi orang banyak.

Bantulah orang lain di waktu senggang.

Ada yg punya keinginan untuk belajar lagi di bidang yg dia sukai.

Ambil lah training2 atau pendidikan di bidang2 yg disukai.

Ada yg punya keinginan untuk punya usaha sendiri.

Di waktu senggang eksplorasi peluang2 yg ada di perusahaan tempatmu bekerja.

Apa yg kurang? coba cari cara buat memenuhinya.
Coba pikirkan sebuah karya buat memenuhinya.

Bentuk tim baru, tambahkan dan kembangkan.
Nanti tim yang berkembang ini sangat berpotensi menjadi perusahaan2 baru.

Jadikan pekerjaanmu sekarang, sebagai komponen untuk mendukung mimpi2mu. Apapun itu.

Aku punya mimpi untuk bisa merealisasikan 1000 mimpi orang2 yg ada di dalamnya. Firli Group bagiku adalah tempat mewujudkannya.

Tapi jangan berhenti di sini…

Karena kalau berhenti di sini maka akan sangat rugi.

Level yg lebih tinggi lagi adalah:

3. Bekerjalah untuk mendapatkan mimpi dunia dan lebih penting lagi… mimpi di akhirat.

Karena kalau terbatas di mimpi dunia, maka akan sangat rugi.

Setelah dunia yg sebentar ini ada akhirat yang abadi.

Orang yg beruntung adalah orang yang menjadikan dunia nya sebagai bekal di akhirat.

Jadi sangat penting untuk mengevaluasi secara berkala setiap mimpi dunia yg ingin kita capai…

Apakah memiliki kriteria 3B ?
a. Baik untuk diriku ? (kebutuhan saat ini dan masa depan)
b. Baik untuk orang lain ? (keluarga, sosial, rekan satu tim)
d. Baik menurut Allah ? (ridho Nya adalah sebaik2nya ridho)

Kalau tidak terpenuhi tiga kriteria di atas… jangan dilakukan.

Karena kalau dilakukan pasti akan membawa keburukan.

Contohnya…
Mimpi ingin punya mobil.
Tetapi waktu dihabiskan untuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk menjaga hubungan keluarga.
Baik buat diri, tapi tidak baik buat orang lain.
Nanti mobilnya didapat, tapi hubungan keluarga berantakan.
Percuma, sengsara.
Apalagi kalau mobilnya gak dapat, keluarga juga hilang. Sengsara dua kali.

Contoh yg lain…
Terlalu fokus ingin mendapatkan keuntungan.
Kemudian menggunakan fasilitas kantor untuk berjualan barang sendiri.
Padahal fasilitas kantor itu ada hak2 anggota tim yg lain.
Pasti nanti akan menimbulkan ketidak percayaan.
Akan dikenal sebagai orang yg tidak amanah.
Sehingga akan menyulitkan langkah ke depan.
Membawa kehancuran untuk masa depan diri sendiri.

Contoh ketiga…
Mimpi ingin jadi orang kaya.
Tapi melupakan pembentukan wadah spiritual.
Melupakan latihan2 untuk mendekatkan diri dengan Allah.
Maka kalaupun jadi orang kaya, dijamin pasti kekayaannya akan membawa kerusakan untuk diri, keluarga dan orang2 sekitarnya.
Bisa2 dugem tiap hari, gonta ganti pasangan akhirnya kena penyakit aids, atau narkoba terus dipenjara. Menghancurkan kehormatan diri dan keluarga.
Contohnya sangat banyak, tinggal buka saja berita2 tentang selebritis.

Maka mimpi kita pun harus kita panjangkan.
Jauh melewati batas kematian kita.
Karena setelah kematian ada kehidupan yang lebih panjang, dan abadi.
Akhirat.

Orang yg beruntung adalah yang menjadikan mimpi dunia adalah sebuah pijakan untuk mimpi akhirat.

Selalu tanyakan apakah hal ini baik menurut Allah ?

Ketika kita bermalas2an untuk bekerja dan berkarya…tanyakan apakah untuk ini aku diciptakan Allah?
Guling2 di tempat tidur, rebah2an dan socmed-an sepanjang hari?
Bahkan semut di pinggir tempat tidur pun memenuhi hakikat ciptaannya kepada Allah…

Selalu ajukan ketika kita bermimpi, Apakah dengan mimpi ini aku akan mendapatkan ridho Allah?

Maka sangat penting untuk bersikap sensitif kepada Allah…
Sering2 sapa Allah…
Sering2 tanyakan dalam momen berdua sama Allah…apakah mimpi ini keinginan Allah, ataukah sekedar keinginan nafsuku?

Tulisan ini adalah sebuah pengingat diri sendiri.
Karena pada dasarnya semua orang adalah pekerja.
Karya-wan.
Pengusaha.

Bedanya adalah…
Untuk apa seseorang bekerja?
Untuk mendapatkan apa seseorang berkarya ?
Apakah dia itu pengusaha dunia, ataukah pengusaha surga yg sedang mengusahakan ridho Allah akan dirinya?

Kalau kita bisa saling mengingatkan tentang hal ini. Sepertinya hidup kita akan bisa tenang, damai dan penuh keindahan. Damai di dunia, damai di akhirat.

Fi dunnya hasanah, wa fil akhirati hasanah…

Salam,
Awan…
pekerja…
karya-wan…
pelayan kehidupan…

HUBUNGAN HATI DAN PIKIRAN – TEKNOLOGI KESELAMATAN

Yang aku pahami dan rasakan saat ini, hati adalah sumber energi yang bisa mempengaruhi pikiran. Pikiran kemudian akan berubah menjadi tindakan. Namun sayangnya hati tidak selalu bisa diakses.

Kenapa?

Kalau banyak melakukan perbuatan2 yg mengotori hati, maka hati akan mengeras.
Kalau mengeras maka dia akan sulit untuk diakses, tertutup oleh kotoran dan lapisan yg mengeras.

Saat hati sulit untuk diakses maka pikiran bebas bertindak sesuka2nya.
Bebas dipengaruhi oleh hal2 eksternal.

Karena pikiran itu vibrasi/gelombang.
Yang sangat mudah dipengaruhi oleh vibrasi2 lain.

Darimana vibrasi2 yg mempengaruhi pikiran kita sehingga jadi kacau vibrasinya?
Dari ke 5 indera kita.

Apa yg kita lihat.
Apa yg kita makan.
Apa yg kita cium.
Apa yg kita raba/sentuh.
Apa yg kita dengar.

Jadi wajar kalau temenku bilang dia bisa merasakan pikiran jadi tenang ketika berpuasa.
Karena puasa itu memfilter apa2 yg bisa mengacaukan vibrasi pikiran.
Puasa itu salah satu teknologi untuk membuat pikiran tenang…damai…sehingga bisa selamat di dunia dan akhirat…

Seperti salah satu cerita temenku yg ketika berdzikir kemudian emosi meluap2 dan akhirnya tangis tertumpah tidak berhenti2.

Itu adalah proses mengakses hati dan emosi yg terpendam selama bertahun2.
Malah bisa muncul pas saat dzikir.
Karena dzikir itu salah satu teknologi detoksifikasi untuk membuat pikiran tenang…damai…sehingga bisa selamat di dunia dan akhirat…

Dengan dzikir maka emosi2 yg sebelumnya ditekan dan dipendam, terurai.
Diproses dengan kalimat2 suci.

Ya suci… mensucikan dan menyelaraskan kembali vibrasi yg kacau.
Mensucikan lagi apa yg mengeras menjadi lembut.

Teknologi yg lain adalah haji, travelling…
Travelling kemanapun, termasuk travelling ke alam

Karena travelling di alam itu juga salah satu cara untuk terhubung kepada vibrasi yg suci.
Karena alam itu selalu berdzikir kepada Allah.
Maka seringkali ketika kita berinteraksi dengan alam kita merasakan ketenangan dan kedamaian. Kejelasan arah dan rasa syukur.

Yang mahal itu sebenarnya bukanlah keinginan kita yg tercapai.
Yang mahal itu keikhlasan kita atas keinginan Allah yg kita terima.
Yang mahal itu sebenarnya adalah ketenangan yang kita capai.

Makanya berkaitan dengan bahasan “keinginan” dari Kang @andrikuatkait
Aku jadi teringat salah satu fase hidupku…

Ada salah satu fase hidupku yg disiksa oleh keinginan.
Ingin A, ingin B, ingin C, ingin D…
Tidak ada habis2nya…

Bahkan aku melompat2… dari mengerjakan A, kemudian belum selesai dan tuntas, aku kerjakan B.
B belum beres, aku kejar C.

Di akhir hari tidak ada yg aku capai.
Kalau aku terus2kan… mungkin sampai akhir hidupku juga tidak ada yg aku capai. Mati dalam penyesalan karena tidak berbuat apa2 yg bermanfaat.

Aku akan ditarik2 oleh berbagai keinginan, kemudian tersiksa karena belum mencapainya.

Fase hidupku yg itu penuh mimpi2 besar, namun juga penuh penyesalan…
Minim kesadaran, minim hal2 kecil yang dilakukan dengan penuh kualitas, apalagi cinta kasih.

Akupun kemudian merasa semua hal membatasiku.
Punya istri jadi membatasiku meraih keinginan2.
Punya anak jadi membatasiku karena resource yg aku punya dianggap tersedot oleh mereka.
Tidak ada kebebasan apa2, yg ada adalah penjara2 dan jalan buntu.
Sementara keinginan merajalela…

Titik balik terjadi ketika aku berefleksi ulang.
Kemudian sadar ada banyak indera yg aku umbar.

Mulainya dari sebuah kebiasaan kecil.
Kebiasaan kecil yg dilakukan secara konsisten akan membesar.
Menguat dan kemudian jadi musuh besar yg sulit untuk dihentikan.

Kebiasaan berlebihan yg berkaitan dengan indera ini punya sifat:
– tidak puas terhadap apa yg dimiliki
– mencari apa yang belum dimiliki
– terus mencari apa yg belum dimiliki
– membiasakan mencari apa yg belum dimiliki
– sehingga pikiranku dipenuhi oleh apa2 yg belum aku miliki
– sehingga pikiranku terbiasa untuk memikirkan apa yg belum aku miliki
– terus menerus berputar2 di dalam keinginan yg tidak terealisasi, keterbatasan, penyesalan, kesedihan, kesengsaraan…

Yang menyelamatkanku dari fase itu adalah 5 framework:
1. Belajar mereview kembali hubungan tentang Tuhan. Siapa Yang Memiliki Kenikmatan Yang Lebih dari yg dinikmati indera? Siapa Yang Maha Damai, Yang Maha Mencukupi? Kemudian siapa representasiNya yang ditunjuk untuk berbicara bahasa manusia di dunia ini?
2. Belajar menyelaraskan vibrasi pikiran dengan kalimat2 yg suci.
3. Belajar untuk berani mengerem, tidak melakukan apa yg ingin aku lakukan walaupun aku bisa melakukannya. Juga belajar untuk berani melakukan apa yang perlu aku lakukan, walau hal itu tidak ingin aku lakukan, walau hal itu tidak bisa aku lakukan.
4. Belajar untuk memberikan apa yang aku cintai. Belajar mengetahui bahwa apa yg aku cintai itu nantinya akan berpisah juga. Kenapa tidak belajar untuk memberikannya kepada orang lain sebelum nantinya akan berpisah dariku?
5. Belajar untuk memindahkan diriku dari sesuatu yg nyaman, kepada sesuatu yg tidak nyaman. Belajar untuk melakukan perubahan sekaligus menikmati perubahan.

Orang yg sedang melakukan 5 framework itu adalah orang yg sedang bekerja untuk menyelamatkan dirinya, dan juga menyelamatkan orang lain. SeLaMat – iSLaM. Hidupnya pun akan selamat, damai, tenang.

Orang yg sedang bekerja untuk menyelamatkan dirinya dan menyelamatkan orang lain sering disebut muslim.

Orang yg sedang tidak melakukan hal itu adalah orang yg menutup diri. Tutup = cover (inggris). Bahasa arabnya kufur, kafir. Orang kafir adalah orang yg orang yg sedang bekerja untuk menutup dirinya dan nantinya sadar/tidak akan menutup orang lain.

Sedang 5 framework yg digunakan untuk menyelamatkan diri sendiri dan orang lain itu sering disebut sebagai rukun(dasar2) (teknologi)islam.

Aku baru belajar secuil permukaannya saja…

Pikiranku masih sering kacau.
Inderaku masih sering tidak bisa aku berhentikan, atau aku gerakkan sesuai dengan maksud penciptaannya.
Emosiku masih sering tidak stabil dalam menghadapi anak, istri, maupun pekerjaan dan orang lain.
Hatiku masih banyak yg tidak bisa aku akses…

Moga2 bersama2 kita bisa mempelajari hal ini… agar selamat, tenang dan damai di dunia… selamat, tenang dan damai di akhirat… fid dunnya hasanah… wa fil akhiroti hasanah…

LAPORAN KEGIATAN TDA BULAN JULY 2020

 

“Jika belum bisa melakukan yang ideal, jangan ditinggalkan semuanya…”

Itu kalimat yang terngiang2 di bulan july kemarin ketika membersamai kegiatan2 komunitas TanganDiAtas Bandung.

Alhamdulillah, di tengah2 kondisi kesehatan dan bisnis yang tidak menentu ini… member TDA Bandung masih aktif melakukan berbagai kegiatan.

Yang paling baru kemarin adalah TDAQurban.

Lokasinya di atas gunung. Di tempat yang jarang ada qurban. Yang berbeda adalah kali ini pesertanya dibatasi. Dari TDA hanya 20 orang saja. Padahal biasanya bisa ratusan orang member TDA yang datang.

TDAQurban tahun ini sangat menarik bagi saya. Karena dalam mengadakan sebuah acara banyak perhatian dari para member. Perhatian ini muncul dalam bentuk berbagai usulan pendapat. Mulai dari usulan tempat pelaksanaan, pemilihan sapi jawa/sapi madura, pengumpulan dana maupun teknis pelaksanaan di lapangan.

Di sini saya belajar bahwa diskusi mengenai pelaksanaan acara, sebaiknya bukan dipakai untuk memaksakan usulan siapa yang paling benar. Tetapi juga digunakan sebagai bahan latihan untuk bersikap rileks dan lentur.

Sebagaimana di dalam keluarga ada peran seorang ayah dan juga seorang ibu. Ayah yang tegas, keras, visioner. Perlu didampingi oleh ibu yg lembut, penuh kehatian2, memperhatikan perasaan anggota2 keluarga lainnya dan penuh kasih sayang.

Dalam keluarga, jika sang ayah terlalu dominan maka banyak prestasi dicapai, tetapi kemudian banyak korban berjatuhan karena hanya berfokus pada pencapaian. Jika sang ibu terlalu dominan, keadaan nyaman, adem/ayem, tapi tidak ada progress kemajuan.

Ayah dan ibu yg bersedia lentur di dalam sifat keunikan masing2lah yang akan menghasilkan anak2 tangguh sekaligus penuh kasih sayang.

Begitu juga dalam komunitas. Semuanya perlu saling mengisi dan menghormati. Untuk melihat ini bukan hanya tentang pencapaian tetapi proses transformasi individu2 di dalamnya. Sehingga komunitas bisa menjadi tempat belajar yang kemudian menjadi bekal di dalam kehidupan personal dan bisnis2 masing2.

Selain TDA Qurban, saya juga belajar untuk mengapresiasi konsistensi temen2 TDA di dalam membawakan acara Sharing Santai di Telegram.

Sharingnya macam2. Ada yang sharing digital marketing, branding, cara membangun bisnis dari nol, sampai ke masalah kesehatan.

Ternyata Program Sharing Santai di Telegram ini sudah memasuki episode ke #45.

Saya sangat faham, gampang sekali membuat ide program. Tetapi sulit sekali menjaga konsistensinya.

Konsistensi yg tercipta ini besar kemungkinan karena melihat bahwa di dalam sebuah program, yang terpenting bukan hanya terlaksananya program tersebut dengan baik.

Tetapi juga potensi2 silaturrahim yg tercipta.

Program itu hanyalah sebuah wadah, media, momen untuk saling mengenal satu sama lain. Kalau sudah mengenal, maka bermacam2 potensi bisa terwujud.

Orang yg saya temui dan saya layani di dalam komunitas bisa jadi adalah partner bisnis saya di masa depan.

Bisa jadi akan menjadi saudara yg sanggup menyemangati saat saya mungkin sedang terpuruk dalam pengalaman kegagalan. Atau bisa juga jadi supplier yang tepat di masa depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi juga orang2 yg bakal berjasa dalam kisah naik turunnya roda kehidupan saya.

Di dalam pelaksanaan program2 ini…saya belajar bahwa yang namanya sedekah itu bukan hanya berupa uang. Tetapi juga berupa waktu dan kemauan untuk berbagi.

Ketika mengadakan sebuah majlis ilmu, maka panitia pelaksananya pun kemudian mendapatkan pahala dari ilmu yg bermanfaat. Mengalir terus walau maut memisahkan. Ikut bantu menyebarkan flyer kegiatan pun bisa jadi mendapat pahala. Karena kalau belum bisa melakukan yang ideal, jangan ditinggalkan semuanya.

Karena tidak ada balasan dari kebaikan, selain kebaikan… sekecil apapun bisa jadi itu adalah wasilah diturunkannya kemudahan2 di urusan2 yg seharusnya sulit. Atau mungkin kesehatan di kala pandemi sedang menyebar.
Ah entahlah… biar Allah yg memberikan sebaik2 balasan. Kita hanya melaksanakan apa yang bisa kita lakukan.

Selain dari program2 di atas berikut saya sampaikan program2 lain yg berjalan selama bulan July kemarin:

JumaTDAbox
Berbagi nasi box di masjid dan di jalanan.
Alhamdulillah sudah mencapai 2.062 box.
Artinya sudah ada 2.062 orang yang makan nasi tdabox.
Hanya 10 ribu saja bagi yg tertarik untuk berkontribusi.
https://wa.me/6281222888380
Kontak: Ketua Divisi Sosial Kang Angga
Koordinator progam: Kang Ilham

MarkeTDA – 60menit punya bisnis
Program untuk mempertemukan peluang2 bisnis.
Bagi yg belum punya bisnis atau ingin memulai bisnis baru.
Diadakan tiap minggu hari sabtu sore.
Kontak Ketua Divisi Badan Usaha Kang Randy

Kelompok Mentoring Bisnis.
Sementara ini dibuka untuk TDAWarrior (pengurus)
Ada 5 mentor yang dipasangkan dengan 5 kelompok.
Kolaborasi divisi Epik dan Eksternal.
Koordinator Program: Teh Eci

Kerja Sama Eksternal x TDA Bandung
– Kerjasama dengan Lokalate Nutrifood untuk Marketing Business Competion di Kampus2 Bandung
– Kerjasama dengan Klinik Prodia untuk program diskon 10% untuk member TDA Bandung
Kontak kerjasama eksternal: Kang Ipul

KamisAN
Kamis Ask & Share Anything
Curhat, tanya, sharing tentang apa aja.
2 minggu sekali bergantian di group TDA Warrior dan group reg member
Koordinator: (sementara masih Awan)

MENDOAN – Mentoring Dan Silaturrahim Online
2 pekan sekali via Zoom/Google Meet.
Alhamdulillah sudah mencapai episode ke #4
Formatnya dibuka dengan ayat quran, kemudian ada materi dari salah satu member.
Kemudian juga update2 kabar dari member2 yg lain, dilanjutkan dengan diskusi dan ngobrol santai.
Undang salah satu suhu buat webinar.
Moderator Kang Naufal dan Kang Deden.

Haturnuhun aku ucapkan terima kasih atas kerja sama, doa dan dukungannya…

Aku tutup dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, untuk memohon doa dan dukungannya agar acara2 TDA Bandung di bulan Agustus ini lancar terlaksana ๐Ÿ™‚

Salam,
Awan
Pelayan TDA Bandung ๐Ÿ™‚