Cianjur Hari ke 4 Gempa

Cianjur Gempa

Saya kemarin berangkat bersama dengan
rekan2 Komunitas Tangan Di Atas. Kami bekerja sama dengan relawan lokal Batarapala. Bertempat di Posko SMAN 2 Cianjur.

Kondisi di hari Ke 4 ini kalau di kota tidak banyak yg rusak.

Justru yg banyak rusak justru di desa2 yg di perbukitan2. Sehingga membuat akses sulit.

Di kota juga aktifitas sudah kembali normal. Banyak tempat2 jualan sudah buka.

Titik pertama yg kami kunjungi adalah: Kampung Serpong, Cianjur Utara.

Sekitar 150 an KK.
Sekitar 30% bangunan rumah hancur.

Estimasi singkat kalau 1 KK ada 4 org, berarti ada 200an org tinggal di tenda2 pengungsian.

Titik kedua yg kami kunjungi adalah Kampung Gasol, Cugenang.
Sebagian besar rumah hancur.
Di sini lebih banyak lagi yg tinggal di tendaw pengungsian.

Ketika kami ke sana jam 16.00.Traffic menuju lokasi sangat padat. Karena banyak kendaraan yg menuju ke sana untuk memberi bantuan.

Selanjutnya sambil menunggu logistik tambahan kami kembali ke Posko SMAN2 untuk memasak makanan.

Waktu pengantaran berikutnya dijadwalkan jam 23.00 agar traffic sudah mereda untuk menjangkau titik selanjutnya: Kampung Kutakulon.

Di sana sebagian besar rumah juga hancur.

Banyak titik di Kampung Kutakulon ini yg berada di gang gang yg tak terlihat dari jalan.

Itu sebabnya di sana banyak yg belum terjangkau bantuan.

Tenda2 dibuat seadanya dari plastik2 yg diambil kandang ayam. Dihuni berdesak2an untuk 6 keluarga. Didirikan di pinggir sawah. Tidak akan tahan ketika hujan, dan juga angin.

Ada keluarga yg kami temukan membangun tenda dgn plastik seadanya di pinggir kandang kambing.

Proses pengantaran hari itu dicukupkan hingga 01.00 dini hari agar para relawan bisa istirahat untuk persiapan hari berikutnya.

Para pengungsi itu…
Selama rumah belum bisa ditinggali mereka akan terus berada di tenda2 pengungsian.

Tidak bisa kerja.

Stamina mereka juga diuji, terkena angin dan rentan air hujan.

Sampai rumah terbangun kembali, mereka harus bertahan di tenda2 itu.

Tapi berapa lama membangun rumah? Dan dibutuhkan berapa dana?

Lalu dari mana dananya jika tidak bisa bekerja dan tidak ada pemasukan?…

Sementara waktu berkejaran dengan stamina kesehatan yg setiap malam terpapar angin dan kemungkinan hujan.

Cianjur alam nya sangat indah…

Akan tetapi banyak warga Cianjur saat ini sedang gundah…

Hanya kepadaMulah kami memohon pertolongan Ya Allah… Yang Maha MengHidupkan dan Maha Memberi Kekuatan🙏🙏🙏

Bisnis Ideal

Bisnis ideal adalah bisnis yg bisa mengantarkan kepada keselamatan di dunia dan akhirat.

Kriterianya adalah:

  1. Semakin dijalani bisnis ini semakin menambah kecintaan dan ketakjuban kepada Allah.
    Ilmu-ilmu di bisnis ini membuat semakin dekat hubungan denganNya. Semakin rindu kepadaNya. Semakin merasakan kehadiranNya di setiap langkah bisnisnya.
  2. Bisnis yang semakin dijalani maka semakin menambah teman dan saudara.
    Bermanfaat untuk pelanggan2nya. Mempererat silaturrahim dengan partner2nya, apapun hasil dari bisnis tersebut. Uang bisa hilang, tapi akan sangat disayangkan jika hilang pertemanan dan persaudaraan. Karena sejatinya silaturrahim jauh lebih berharga daripada uang.
  3. Bisnis yang semakin dijalani maka semakin mendekatkan dengan keluarga.
    Pria yg keren adalah pria yang semakin sukses bisnisnya semakin harmonis dengan istrinya, semakin dalam kedekatannya dengan anak2nya. Semakin hormat dan bertambah hikmat kepada orang tuanya. Wanita yang terbaik adalah yang ketika berbisnis tidak melupakan amanah utamanya. Membersamai suami dan mendidik anak2nya. Bahkan bisnis sebagai sarana pendidikan nilai2 untuk anak2nya.
  4. Bisnis ini semakin dijalani maka semakin menambah pengetahuan akan kelemahan diri.
    Semakin dalam pemahamannya tentang batasan2 yang ada pada diri. Karena tambah paham tentang kelemahan2 diri maka tidak akan muncul kesombongan, justru muncul kerendahan hati. Pikirannya bukan untuk kompetisi, tetapi kolaborasi. Membentuk partnership-partnership untuk saling melengkapi kekurangan dan menyatukan kekuatan.
  5. Bisnis yang semakin dijalani maka semakin melunturkan kecintaan terhadap dunia.
    Membuat hidup tambah sederhana, bukan tambah rumit. Bukan berpikir tentang kepemilikan, tetapi berpikir tentang kebermanfaatan. Bukan berpikir untuk mengambil dan menumpuk, tetapi berpikir untuk berbagi dan memberi. Semakin sukses bisnisnya, semakin sederhana hidupnya. Tidak cinta dunia bukan berarti tidak boleh kaya. Tetapi kaya karena Allah menakdirkan kaya, bukan karena menjadi tujuan bisnisnya.

Setuju atau sepakat? 😀