Mas Bejo dan Pesta Wirausaha

September 09, 2022
Awan Rimbawan

Suatu hari di tahun 2009, Mas Bejo datang di Pesta Wirausaha.
Waktu itu PW diadakan di Gedung BPPT Jakarta.

Mas Bejo tidak kenal siapa2.
Datang untuk mencari ilmu, mencari pencerahan di tengah2 kebingungan.

Sudah satu tahun lamanya sejak dia resign dari United Nations.
Meninggalkan gaji yang besar, fasilitas yang wah dan mobil dinas double cabin yg siap mengantarnya kemanapun dia mau.
Resign untuk sebuah desakan hati… ingin belajar untuk berwiraswasta.

Namun idealisme bertemu jua dengan realita.
Satu tahun lamanya berjibaku belum juga ketemu jalan keluarnya.
Sudah jualan macem2… sendal wanita, mukena, batik dlsb.
Membuahkan hasil yg tidak seberapa.

Siang itu di baris terakhir panggung Pesta Wirausaha…
Mas Bejo menitikkan air mata.
Bukan karena motivasi yang menyentuh kalbu dari Kek Jamil Azzaini di pusat panggung.
Tapi karena muncul sebuah pemikiran…
“Segini banyaknya manusia…segini banyaknya pengusaha…masak tidak ada jalan usaha yang cocok buatku?” begitu pikir Mas Bejo.
Untung bangku penonton gelap, hanya dia dan Tuhan yang tahu tumpahnya air mata itu.

Mas Bejo pulang dari Pesta Wirausaha merasa tidak mendapat apa2.
Hanya segepok brosur dari berbagai sponsor.
Dia belum menyadari bahwa ada bibit2 yang tertanam.
Yang kemudian akan tumbuh subur dan membuahkan hasil…
Saat itu dia tidak merasa lebih pintar, hanya merasakan bahwa ini adalah jalan perjuangannya.

Frustrasi yang saat Mas Bejo rasakan itu karena belum muncul kesadaran dalam batinnya.
Bahwa mungkin dalam belajar usaha, yg dikejar bukan sukses, terkenal ataupun banyak harta.
Bukan juga adu cepat, adu scale up, tanpa ada kejelasan arah kehidupan.
Tapi belajar usaha sejatinya adalah bagian dari proses belajar tentang keikhlasan untuk mendekat kepada Sang Maha.

Pemahaman seperti itu akan datang bertahun2 kemudian.
Sebagai bentuk istiqomah atas jalan yg dipilih.
Serta latihan kesadaran untuk melepaskan pikiran2 yang tidak mendukung untuk hidup di dunia dan bekal di akhirat.

Bulan berganti tahun, waktupun berlalu…
Jalan hidup mengantarkannya pada sebuah operasi lutut di mana dia harus bedrest selama 6bln.
Namun jalan hidup itu pulalah yang membawanya ke sebuah usaha IT Outsourcing.
Melayani klien dari berbagai tempat di luar negri.

2011 Mas Bejo lanjut sekolah lagi.
2013 kembali full di dunia wirausaha…
Namun kemudian baru tahun 2015 dia kembali menyambung silaturrahmi di komunitas TDA.
Karena dia mulai menyadari bahwa berwirausaha itu tidak bisa sendiri.
Banyak sekali godaan, dan butuh lingkungan positif untuk berbagi dan saling menyemangati.

Lingkungan yang positif itulah yang menguatkannya melewati banyak gelombang halangan dan rintangan.
Mentor, sahabat, bahkan keluarga semuanya Mas Bejo temukan di TDA.
Alhamdulillah berkat izin Allah sampai dengan 2022 Mas Bejo masih setia di jalur wirausaha…

Besok akan digelar Pesta Wirausaha Bandung.
Pasti diantara pengunjungnya akan ada Mas Bejo – Mas Bejo baru yg sedang kebingungan.
Yang sedang mencari jalan.
Yang hampir putus harapan.
Yang pusing krn banyak utangan.

Tapi seperti halnya Mas Bejo yg tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Bisa jadi bibit yg tertanam di acara besok, akan menjadi kebermanfaatan bertahun-tahun setelahnya.
Bibit yang tumbuh dengan akar yg dalam menghunjam ke tanah, ranting yang menaungi dan buah2 yang merekah memberikan manfaat.
Karena sukses sejati bukan dihitung berdasarkan bulan atau tahun…tapi generasi dan bahkan peradaban.
Manusia hanya diperintahkan syariat berusaha.
Namun hakikat hasil ada di dalam genggamanNya.

Untuk itu terima kasih Mas Bejo haturkan kepada paketu panitia @Soleh TDA 7 beserta seluruh panitia PW.
Yang ikhlas bekerja untuk menebar sebanyak2nya manfaat.🙏

Terima kasih juga Mas Bejo haturkan kepada Ketua TDA Bandung @Angga Gumilang dan jajaran pengurus TDA Bandung.
Juga untuk pengurus2 yg terdahulu.
Tanpa adanya kepengurusan, tidak akan lahir program2 untuk melahirkan para pejuang TDA.🙏

Terima kasih Mas Bejo haturkan kepada Pak Presiden @Ibrahim bafagih dan pengurus TDA Nasional.
Baik yang sekarang maupun yang terdahulu.🙏
Tanpa adanya pengurus2 yang penuh keikhlasan tidak akan ada acara2 yg memberikan manfaat.

Insya Allah lelah-lelahnya akan hilang namun pahala kebaikan akan terus mengalir lewat ilmu yang bermanfaat…🙏

Al Fatihah untuk para panitia PW dan pengurus TDA semuanya…🙏🙏

*cerita Mas Bejo hanya fiksi dan rekaan belaka.
*tapi kerja keras para pengurus dan panitia nyata adanya. 👍😊

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *