Uang Bahagia dan Uang tidak Bahagia

June 12, 2021
afi

Ketika Ken memegang dompet yang dikembalikan oleh wanita itu, dia berpikir…

Wah beruntung sekali… semua uang yang aku dapatkan selama bertahun-tahun ini adalah dari orang-orang yang bahagia dan penuh rasa syukur.

Dia kemudian berpikir bagaimana dia menerima uang yang dimilikinya.

Dia menerimanya lewat pelayanan. Dia membantu orang lain menjadi sukses, sejahtera dan berdaya.

Dia membantu orang lain mendapatkan perasaan damai, bahagia dan juga syukur.

Dia membayangkan bagaimana orang sudah membayarnya lewat buku-buku dan juga training/seminar/workshop yang dia selenggarakan.

Kemudian dia berpikir tentang buku-bukunya dan bagaimana banyak orang sudah merubah hidup mereka sendiri.

Ada yang berganti pekerjaan, menikah, punya anak bahkan meninggalkan hubungan yang tidak sehat. Dia juga mendengar banyak dari pembaca bukunya yang memulai bisnis. Bahkan ada yang memulai dari nol kemudian menjadi perusahaan terbuka.

Ken merasa dia telah banyak membantu orang. Walaupun alat yang digunakan sebenarnya sudah ada di dalam diri mereka sendiri, untuk bisa menyembuhkan hidup dan hubungan mereka dengan uang.

Kemudian dia berpikir… tentu saja… uang akan menjadi bahagia jika diberikan oleh orang yang bahagia menerima produk/jasa yang kita ciptakan untuk mereka. Uang akan menjadi energi kebahagiaan.

Ken berdiri di sana beberapa detik untuk kemudian menyadari… Banyak sekali emosi yang terkandung di dalam uang yang beredar.

Ada orang yang beranggapan bahwa uang itu hanyalah kertas/logam. Tapi sebenarnya lebih dari itu. Uang membawa berbagai macam emosi di dalamnya.

Seperti saat kita merasa stress mendapatkan berbagai macam tagihan yang tidak ada habisnya, gaji kita yang kecil, ataupun kekurangan tabungan untuk masa depan. Seringkali di kondisi-kondisi seperti itu kita merasa lemah, tidak ada harapan dan suram. Bahkan merasa marah dan iri terhadap orang lain yang punya lebih dibanding kita. Banyak orang yang terjebak di dalam energi negatif ini. Bahkan tidak sedikit yang menganggap uang sebagai sebuah penghalang untuk mendapatkan hidup yang bahagia yang mereka inginkan.

Sangat sedikit dari kita yang bisa melihat potensi bahwa uang bisa membawa kebahagiaan, rasa syukur, suka cita. Terutama ketika kita memberikannya dengan penuh kasih kepada orang lain, yang kemudian akan kembali kepada diri kita dengan energi yang sama.

Begitu banyak uang yang ada di dunia yang menyebarkan kebahagiaan dan cinta kasih. Tapi juga begitu banyak yang menyebarkan kesedihan dan rasa takut.

Bersama-sama kita akan mencoba menjawab pertanyaan berikut:
– Bagaimana saya bisa berhubungan secara sehat dengan uang?
– Apakah saya bisa memiliki uang lebih banyak tanpa berkorban dengan sangat besar?
– Dapatkan saya mendapatkan kedamaian saat saya hidup?
– Apa yang bisa saya lakukan untuk menciptakan kehidupan yang bahagia, sejahtera, penuh dengan tujuan yang mulia?

(bersambung)

(silahkan klik t.me/awansg kalau ingin dikabarin untuk sambungan berikutnya)

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *