Happy Money Tipe Gatal Belanja

June 23, 2021
afi

Seri Happy Money Part 8: Tipe Gatal Belanja

Ada yang bilang bahwa orang biasa bisa jadi hebat karena satu hal: menghadapi kesulitan demi kesulitan… menghadapi kegagalan demi kegagalan… tanpa kehilangan semangat dan antusiasme.

Sesuatu yg hebat, memang banyak halangannya. Kesulitan, kegagalan, rintangan, kekecewaan, pertentangan dari orang2 terdekat, dlsb. Tetapi bagaimana tetap menjaga semangat dan antusiasme walaupun melewati hal-hal itulah yang menentukan kualitas pribadi seseorang.

Sama halnya seperti bahasan kita sekarang, tentang tipe-tipe manusia berdasarkan pola emosionalnya terhadap uang.

Bisa jadi setelah kita menyadari tipe seperti apa kita ini, maka kita akan menemui berbagai kegagalan dan kesulitan untuk bisa mengarahkan diri menjadi lebih baik. Tapi akankah kita terus berusaha? ataukah sekali mencoba, sekali gagal kemudian menyerah?

Di tulisan sebelumnya kita telah membahas tipe 1 yaitu THK (Tipe Hemat Kebangetan).
Kalau kamu belum baca tentang THK ini, kamu bisa join di t.me/awansg

Selanjutnya di tulisan kali ini kita akan membahas ke pola emosional tipe ke 2: Tipe Gatal Belanja (TGB).

TGB ini punya pola emosional yang sangat khas yaitu tidak bisa melihat uang nganggur. Sama seperti rasa gatal yang bikin tidak betah, bawaannya pengen digaruk aja. TGB ini juga sama… kalau punya uang, selalu langsung berpikir mau dibelikan barang apa.

Ketika pikirannya sedang santai, dia pasti teringat bahwa dia punya uang sekian, dan akan sangat nikmat jika dibelikan barang x.

Tipe Gatal Belanja ini kalau ngecek ke aplikasi hp nya maka bakal ditemukan banyak apps marketplace maupun apps order makanan. Bahkan biasanya notifikasi apps2 ini juga diaktifkan. Pokoknya jangan sampai kelewatan jika ada pengumuman penawaran khusus, voucher, diskon sehingga punya pembenaran untuk membeli sekarang. Mumpung lagi diskon.

Hobby jalan2nya seputar mall, foodcourt, pasar, trade center dlsb.

Walaupun sudah hidup ber puluh2 tahun, biasanya TGB ini tidak pernah punya tabungan. Alasannya, nabung kan buat beli barang, buat dinikmati. Atau…uangku habis buat makan. Padahal jika mau jujur, ketertarikan terhadap kepemilikan barang lebih besar daripada memiliki cadangan keuangan sebagai bahan di saat kehidupan sedang sulit.

Pola emosional Tipe Gatal Belanja ada yang dibentuk dari masa kecil di dalam keluarga yang sulit keuangan. Ketika mau beli sesuatu, orang tuanya sering bilang: kita tidak punya uang untuk membelinya. Kondisi kekurangan ini terbawa ketika dirinya dewasa. Sehingga sewaktu sudah punya uang hasil kerja dia sendiri, dia berpikir untuk menikmatinya. Dengan dalih, kan dulu waktu kecil mau beli apa-apa tidak bisa, sekarang saatnya aku menikmatinya.

Seringkali TGB ini terjebak oleh kesulitan keuangan. Karena tidak pernah punya tabungan, maka saat terjadi hal2 yang tidak terduga: sakit, kebutuhan kritis mendadak, maka dia terpaksa cari hutang. Hutang ini nanti akan melilit dirinya sendiri sehingga dia akan mencari hutang berikutnya. Gali lobang tutup lobang. Tanpa sadar lobang yang dia gali semakin dalam.

TGB biasanya akan mencari pasangan yang berkebalikan dengan dirinya. Karena TGB membutuhkan sumber daya yang tidak ada pada dirinya. Nanti pilihannya ada dua, apakah dia yang mendominasi pasangannya, atau pasangannya yang bisa mengarahkan dirinya. Kalau pasangannya yang di dominasi oleh TGB maka rumah tangga mereka akan dipenuhi dengan permasalahan keuangan. Tanpa dia sadari pasangannya akan dia bawa dalam kesulitan ekonomi. Karena dia tidak bisa menentukan prioritas membeli sesuatu dan tidak bisa membuat perencanaan kapan paling tepat membeli sesuatu. Tetapi jika TGB mau diarahkan oleh pasangannya dalam menentukan prioritas dan perencanaan pembelian maka biasanya kondisi finansial mereka akan lebih tahan terhadap dinamika kehidupan.

Bisa jadi dia belanja bukan untuk dirinya sendiri. Bisa jadi dia belanja untuk barang-barang pasangannya, atau untuk anaknya, atau untuk orang tuanya. Tetapi di sini dia tidak punya prioritas. Apa yang penting untuk dibeli sekarang. Apa yang butuh disabarkankan dulu… sekarang sudah cukup… nanti saja…

Tanpa skala prioritas dan tanpa perencanaan pembelian maka TGB akan sangat impulsif dalam membeli barang. Sehingga nanti diapun akan menghadapi kejutan-kejutan tidak mengenakkan dalam perjalanan kehidupannya. Karena tidak selamanya hidup berjalan mulus. Pasti nanti akan ada saat2 sulit datang.

Tipe Gatal Belanja tidak menyadari bahwa pembelian barang2 secara impulsif tidak akan pernah bisa memuaskan dahaganya. Ada yang bilang, kamu tidak akan pernah merasa cukup dalam mengkonsumsi apa yang tidak kamu butuhkan. Karena rasa cukup itu datangnya dari kesadaran atas apa yang dibutuhkan. Kalau mengkonsumsi yang tidak dibutuhkan ya bakal terus aja tidak akan pernah ada rem nya 🙂

Karena membeli barang-barang tidak pernah memuaskannya. Maka seringkali setelah membeli sesuatu dia akan kecewa. Kurang ini…kurang itu…Kemudian mencari barang yang lainnya. Kalaupun dia puas, maka kepuasan itu tidak akan bertahan lama. Begitu ada sesuatu yang baru, sesuatu yang lain, maka dia akan berusaha membelinya. Fokus TGB biasanya tertambat pada kesulitan hidupnya yang dikira akan bisa diselesaikan jika membeli barang. Fokus TGB biasanya pada apa yang dia tidak miliki, alih2 menciptakan waktu untuk mensyukuri apa yang dia miliki.

Walaupun kondisi masa kecil yang serba kekurangan akan mengarahkan seseorang menjadi TGB, tetapi saya pernah bertemu dengan orang yang dari keluarga kekurangan namun tidak menjadi TGB. Orang ini bahkan bisa mengapresiasi hal-hal kecil dan fokus terhadap pengalaman dari pada kepemilikan barang2. Dia cenderung menyukai aktifitas-aktifitas yang memberikan kesan dan kenangan, daripada membeli barang2. Jadi hal ini membuktikan bahwa bagaimanapun kondisi kita di masa kecil, kita akan tetap punya pilihan untuk menentukan ingin menjadi orang seperti apa.

Penting untuk menyadari pola emosional kita terhadap uang. Sehingga kita bisa mengambil pilihan apakah akan terus berada dalam pola emosional itu, atau memutuskan untuk menjadi seseorang yang berbeda dari sebelumnya.

Apakah kamu kenal orang yang masuk ke dalam pola emosional Tipe Gatal Belanja?

(bersambung…)

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *