Saya bukanlah peran saya…

Peran saya sebagai anak…
Peran saya sebagai suami…
Peran saya sebagai CEO…
Peran saya sebagai pebisnis…
Peran saya sebagai investor…
Peran saya sebagai orang tua…

Tapi saya bukanlah peran saya…
Saya sudah ada jauh sebelum peran saya ada…
Dan saya akan tetap ada bahkan setelah semua peran2 itu selesai masanya…

Saya lebih besar daripada peran saya…
Saya adalah sesuatu yg stabil di dalam dinamis naik turunnya peran-peran kehidupan

Peran saya adalah sebuah cara saya untuk mengalami dunia…
Juga bagaimana hubungannya dengan sisi-sisi diri saya…

Peran saya adalah tugas yg perlu saya laksanakan sebaik2nya…
Tanpa perlu terbebani dengan hasilnya…
Seperti nafas yg terjadi secara natural.
Jalani saja…
Toh jikapun peran itu sudah usai, maka saya akan diberikan peran yg lain…
Begitu seterusnya silih berganti…
Seperti nafas yg datang dan pergi silih berganti
Sampai waktunya peran sebagai manusia selesai… Dan nafaspun terhenti…

Saya memiliki peran saya…
Tapi peran saya tidaklah memiliki diri saya…
Sama seperti saya memiliki motor, tapi motor itu tidaklah memiliki diri saya.
Jika peran itu hilang, saya tidak perlu kehilangan diri saya.

Saya memiliki motor, berarti motor itu bukan diri saya.
Saya memiliki rumah, berarti rumah itu bukan diri saya.
Saya memiliki peran, berarti peran itu bukan diri saya…
Karena sesuatu yg saya miliki, berarti bukanlah diri saya…

Kemelekatan terhadap sebuah peran… Keharusan mendapatkan hasil tertentu dalam sebuah peran… Adalah resep penderitaan, kecemasan, penyesalan…

Semua orang punya perannya masing2.
Punya tanggung jawab masing2.
Untuk meningkatkan kesadarannya.
Bahwa dirinya bukanlah perannya.
Semua orang, termasuk saya dan orang tua saya. Termasuk anak2 dan istri saya. Juga saudara2 saya…Karena peran2 itu saling bergantian. Agar aku bisa mengalami kehidupan ini sepenuh2nya…sedalam2nya…

Ah…jadi teringat kata-kata Rumi:
Aku mati sebagai mineral dan menjelma tumbuhan,
Aku mati sebagai tumbuhan dan terlahir binatang,
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
Kenapa aku mesti takut, maut tak menyebabkanku berkurang….
Namun sekali lagi aku harus mati sebagai manusia…
Dan melambung bersama malaikat; dan bahkan setelah menjelma malaikat aku harus mati lagi; segalanya kecuali Tuhan, akan lenyap sama sekali.
Apabila telah kukorbankan jiwa malaikat ini, Aku akan menjelma sesuatu yang tak terpahami.
O,..biarlah diriku tak ada!
Sebab ketiadaan menyanyikan nada-nada suci,

KepadaNya kita akan kembali.”

Experiment with Food – Experiment with Truth

Gandhi pernah menulis sebuah autobiografi berjudul The Story of My Experiments with Truth.

Waktu membacanya aku jadi tahu ternyata banyak sekali eksperimen2 yang beliau lakukan dalam hidup agar bisa mengalami kebenaran.

Gandhi orang besar, dan beliau sangat terinspirasi oleh Jalaludin Rumi. Bahkan Gandhi pernah berandai-andai. Andaikan saja Mussolini dan Hitler pernah membaca dan mengerti karya-karya Rumi maka kemungkinan besar dunia tidak akan pernah mengalami kejadian yang sangat mengerikan: Perang Dunia I & Perang Dunia II.

Dalam skala individu perang selalu terjadi. Terutama di dalam batin manusia. Peperangan itu tidak terlihat, tetapi nyata adanya. Seringkali aku mengalami perang batin, sudah tahu apa yang sebaiknya aku lakukan, tetapi kok tetap saja melakukan hal yang lain. Atau kebalikannya aku tahu itu seharusnya aku hindari, tetapi kok tetap aku lakukan.

Karena itu aku mencoba bereksperimen. Tulisan ini juga sebagai laporan untuk menutup sebuah periode eksperimen yang aku lakukan dua bulan terakhir.

Eksperimen yg aku lakukan berkaitan dengan makanan. Sebelum aku menceritakan bagaimana eksperimen ini dilakukan, aku akan menceritakan kenapa aku melakukannya.

Tujuan pertama aku melakukannya adalah untuk mendapatkan hasil yg berbeda. Karena kalau terus melakukan hal yg sama, maka akan mendapatkan hasil yg sama. Kalau ingin hasil yg berbeda, pastinya perlu melakukan hal yg berbeda pula.

Bagaimana kalau tidak mendapatkan hasil yg berbeda? Ya sudah tidak apa-apa, anggap saja eksperimen just 4 fun 🙂

Tujuan kedua dari eksperimen juga ditujukan untuk lebih memahami diri. Terutama hubungan diri ini dengan kehidupan. Ada orang bijak yg berkata bahwa penguasaan kehidupan, sejatinya adalah tentang penguasaan diri (Self Mastery). Siapa yg bisa menguasai dirinya, maka akan bisa menjalani kehidupan dengan baik. Kebalikannya, siapa yang tidak bisa menguasai dirinya maka kehidupannya akan berantakan.

Aku sendiri masih merasa di level yg sangat rendah berkaitan dengan penguasaan diri / Self Mastery ini. Terbukti dari tidak selarasnya antara apa yg aku ketahui baik buatku tapi malah melakukan apa yg tidak baik buatku 😀

Maka dari itu aku mencoba bereksperimen lewat makanan. Sanggupkan aku hanya makan makanan yg aku tentukan? Bukan sesuatu yg lidahku inginkan?

Aku menyadari bahwa aku sudah terprogram untuk makan pada waktu-waktu tertentu. Sehingga ketika waktu itu datang, aku pun memasukkan makanan ke dalam tubuhku. Walaupun pada saat itu, kemungkinan tubuhku belum membutuhkan makanan.

Selain dari itu aku juga menyadari bahwa aku sudah terprogram kepada rasa-rasa tertentu. Contohnya adalah rasa pedas. Sehingga kalau ketemu dengan rasa itu, maka aku terus memasukkan makanan ke dalam tubuhku. Walaupun mungkin tubuhku sudah berkata stop, tapi aku lanjutkant terus. Sehingga aku kekenyangan, ngantuk dan akhirnya malas mengerjakan apa2 yg penting aku kerjakan. Ironis karena makanan yang seharusnya memperkuat tubuh, malah membebani tubuh.

Program dan pola itu kata halus dari candu. Karena candu adalah saat aku tidak bisa berhenti melakukan sesuatu padahal itu tidak baik buatku.

Jadi bagaimana eksperimen yg aku lakukan?

Aku melakukan 3 hari Water Detox. Istirahat 1 hari makan bebas, kemudian lanjut 6 hari Diet Bumi.

Prosesnya bagaimana? Untuk Water Detox simpel saja. Tidak makan apapun, hanya minum air putih. Harapannya agar air putih bisa mendetoksifikasi racun2 yg tertimbun di dalam tubuh.

Untuk Diet Bumi juga simpel. Minum hanya air putih. Makanannya bebas, asalkan berasal dari dalam bumi. Yaitu umbi2an dan kacang2an. Contohnya singkong, ubi, kacang, kentang, wortel, bengkoang, dll. Tidak digoreng, tetapi dikukus, direbus atau jika memungkinkan dimakan mentah seperti bengkoang.

Untuk melakukan hal ini godaannya banyak sekali. Contohnya saat pagi s.d siang di kantor bisa tahan. Tapi sampai di rumah ternyata tergoda oleh masakan di rumah. Itu terjadi berulang-ulang. Ada juga hari-hari yg lain, ketika malam2 ada yg ngajakin makan dimsum, pizza, nasi padang, dlsb. Oleh karena itu eksperimen ini aku berulang kali gagal untuk menyelesaikan periode yg sudah ditargetkan. Baru dapat sehari trus gagal. Atau sudah 2 hari tapi kemudian tergoda.

Karena berulang kali gagal, maka aku bereksperimen dengan cara lain.

Aku pernah membaca bahwa manusia ini mahluk yg lemah ketika berkomitmen kepada diri sendiri. Tapi bisa menjadi sangat kuat ketika berkomitmen dengan orang lain.

Salah satu cara berkomitmen dengan orang lain adalah lewat bantuan seorang coach/mentor.

Aku pernah melakukan ini. Salah satunya dari seorang coach dari switzerland yg punya MBA & PhD. Hasilnya cukup efektif. Kalau tidak salah sekitar $100/jam.

Namun kali ini aku ingin eksperimen sesuatu yg berbeda. Aku akan cari temanku.

Kalau aku fail, maka aku bayar ke mereka 100rb. Aku cari 5 orang. Sehingga kalau fail sehari maka aku perlu bayar 500rb. Karena targetku 3 hari detox bumi + 6 hari Diet Bumi maka total 9 hari. Kalau fail terus2an maka aku akan menghabiskan uang 500 x 9 = 4,5jt.

Apakah aku punya budget sebanyak itu? Tentu saja tidak. Tapi apakah kalau aku fail aku harus membayar itu? Tentu saja iya. Karena bagiku hutang haruslah ditepati.

Pada periode yg lain aku melakukan modifikasi. Mekanismenya jadi begini:

– kontak 5 orang teman
– kalau aku fail aku bayar ke mereka
– kalau aku berhasil, uangnya aku sumbangkan ke organisasi sosial.

Dengan cara ini, teman2 ku tidak lagi menggoda aku untuk fail. Tapi mereka malah membantuku karena mereka tahu bantuan mereka akan membuat aku bisa menyumbang ke org sosial. Mereka kan jadi dapat pahala juga hehehe….

Akhirnya akupun melakukan hal itu. Aku kontak 5 orang temanku. Setiap kali mau ada godaan aku teringat janjiku kepada mereka. Aku tidak mau punya hutang.

Oleh dari itu aku bereskan s.d selesai.

Alhamdulillah, eksperimen ini aku selesaikan dengan periode berikut

– 3 hari water detox – DONE
– 6 hari diet bumi – DONE
– eksperimen tambahan bonus 3 hari diet bumi – DONE

Sebenarnya aku mau lanjut eksperimen, tp ada protes dari istri. Katanya aku jadi kurus. Ya sudah kalau begitu aku pause dulu eksperimennya, recovery dulu biar badan tidak terlalu kurus hehe….

Lemas tidak? tentu saja lemas. Lapar tidak? tentu saja lapar. Tapi aku belajar bahwa tubuh itu mengikuti pikiran. Itu juga kenapa di dalam Islam niat adalah hal yang sangat penting. Niat akan menguatkan pikiran. Pikiran juga nanti akan mengatur dan menguatkan tubuh.

Pikiran juga punya erat kaitannya dengan perasaan. Aku merasakan kedamaian saat aku tidak direpotkan oleh makanan. Tidak repot mencari. Tidak repot memproses.

Tidak repot mengeluarkan sisa2 makanan yg tidak bisa aku proses.

Aku juga merasakan sensitifitas ku meningkat. Emosi2 yg selama ini aku kubur dalam-dalam muncul ke permukaan. Aku baru menyadari, selama ini aku mengalihkan perasaan-perasaan ini salah satunya dengan makanan. Aku jadi menyadari punya pola menjadikan makanan sebagai pengalihan atas emosi yg datang. Bosan, sedih, kecewa, khawatir, takut, cemas, banyak sekali emosi yg aku alihkan lewat makanan.

Di dalam eksperimen ini, aku belajar untuk membersamainya. Membiarkan emosi2 itu datang, tinggal, dan kemudian pergi pada waktunya masing2. Pengamatanku ini membawaku pada pemahaman… Bahwa di dalam hidup ini, semuanya muncul, ada dan tenggelam. Tidak ada yang terus menerus ada. Mungkinkah ini berkaitan dengan apa yg diceritakan di Ar Rahman? Semuanya fana, yg kekal adalah wajah Tuhan yg Maha Agung.

Tidak ada yg perlu dilekati. Tidak ada yg perlu dipaksa untuk dipegang erat2

Karena semuanya akan muncul dan tenggelam.Hidup ini hanyalah permainan besar yang sepertinya akan terus timbul dan tenggelam.

Di eksperimen bonus, hari ketiga aku mendengar Puisi Dari Singkong… begini bunyinya…

……

Hai Awan…

Akulah singkong di atas piring…

Aku yg mengucapkan hal ini kepadamu…

Hidupmu takkan selamanya mulus.

Kadang di atas, kadang di bawah.

Maka berlatihlah, bereksperimenlah…

Sekarang mungkin kamu bisa makan padang,

bisa makan pizza, bisa makan nasi kuning dan gorengan…

Tapi mungkin nanti ada saatnya kamu makan cuman bisa singkong, cuman bisa minum air saja.

Maka jika saat itu tiba, berlatihlah.

Latihlah dirimu agar kuat.

Latih jiwamu agar tidak mengambil apa yg bukan hakmu

Latih dirimu untuk bersikap jujur dan tetap lurus.

Ingatlah bahwa kamu bisa sedih.

Tapi Allah akan membersamaimu.

Kalau kamu selalu mengingatNya.

Menjadikan Dia sebagai niat persembahan hidupMu.

Kamu mungkin meraa terluka.

Tapi luka itu tempat masuknya Cahaya…

Kamu mungkin merasa sakit…

tapi sakit itu tempat memahami makna…

Semoga engkau selamat di dunia dan akhirat…

Tertanda,

Singkong di atas piring.

Uzlah

Uzlah, menyepi itu diperlukan…

Agar seseorang bisa mengambil jarak…

Menyadari kemelekatan…

Menyadari penderitaan…

Menyadari apa yang benar-benar penting dalam kehidupan…

Sehingga bisa mengantarkan fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah

Begitupun dalam menulis…

Sudah sekian lama Uzlah dan berpuasa untuk posting di blog ini…

Bismillah… aku kembali…

Mas Bejo dan Pesta Wirausaha

MAS BEJO DAN PESTAWIRAUSAHA

Suatu hari di tahun 2009, Mas Bejo datang di Pesta Wirausaha TDA . Waktu itu acaranya diadakan di Gedung BPPT Jakarta.

Di acara itu Mas Bejo tidak kenal siapa2.
Datang untuk mencari ilmu, mencari pencerahan di tengah2 kebingungan.

Sudah satu tahun lamanya sejak dia resign dari United Nations. Meninggalkan gaji besar, fasilitas mewah dan mobil dinas Double Cabin yang siap mengantarnya kemanapun dia mau.

Mas Bejo resign untuk sebuah desakan hati… ingin belajar berwirausaha.

Namun idealisme harus bertemu dengan realita.

Satu tahun lamanya berjibaku di dunia wirausaha, belum juga ketemu jalan terang.

Padahal sudah jualan macem2… sendal wanita, mukena, baju batik, seprai batik dlsb. Semuanya membuahkan hasil yg tidak seberapa.

Siang itu di baris terakhir panggung Pesta Wirausaha…Mas Bejo menitikkan air mata.

Bukan karena motivasi yang menyentuh kalbu dari Kek Jamil Azzaini di pusat panggung.

Tapi karena muncul perasaan… “Segini banyaknya manusia…segini banyaknya pengusaha…masak tidak ada jalan usaha yang cocok buatku?” begitu pikir Mas Bejo.

Untung bangku penonton gelap, hanya dia dan Tuhan yang tahu jatuhnya bulir2 air mata dari rasa itu.

Mas Bejo pulang dari Pesta Wirausaha merasa tidak mendapat apa2.

Hanya segepok brosur dari berbagai sponsor.

Dia belum menyadari bahwa ada bibit2 yang tertanam. Yang kemudian akan tumbuh subur dan membuahkan hasil…

Pada saat itu dia tidak merasa lebih pintar, hanya merasakan bahwa berwirausaha adalah jalan perjuangannya.

Bertahun2 kemudian dia baru menyadari bahwa frustrasi yang dirasakan itu adalah karena belum munculnya kesadaran dalam batinnya.

Kesadaran bahwa dalam belajar usaha, yg dikejar bukan sukses, terkenal ataupun banyak harta. Bukan juga adu cepat, adu scale up, tanpa ada kejelasan arah kehidupan. Tapi belajar wirausaha sejatinya adalah bagian dari proses belajar tentang keikhlasan untuk mendekat kepada Sang Maha.

Pemahaman seperti itu akan datang bertahun2 kemudian. Sebagai bentuk istiqomah atas jalan yg dipilih. Serta latihan kesadaran untuk melepaskan pikiran2 yang tidak mendukung untuk hidup di dunia dan bekal di akhirat nantinya.

Bulan berganti tahun, waktupun berlalu… Jalan hidup mengantarkannya Mas Bejo pada sebuah operasi lutut di mana dia harus bedrest selama 6bln. Namun dasar Bejo… ternyata jalan hidup itu pulalah yang membawanya ke sebuah usaha IT Outsourcing. Melayani klien dari berbagai negara.

2011 Mas Bejo mendapatkan Netherland Fellowship Award untuk beasiswa Master nya.

Sepulang dari sana di tahun 2013 kembali full di dunia wirausaha…

Namun kemudian baru tahun 2015 dia kembali menyambung silaturrahmi di komunitas TDA. Karena dia mulai menyadari bahwa berwirausaha itu tidak bisa sendiri. Banyak sekali godaan, dan butuh lingkungan positif untuk berbagi dan saling menyemangati.

Lingkungan yang positif itulah yang menguatkannya melewati banyak gelombang halangan dan rintangan. Mentor, sahabat, bahkan keluarga semuanya Mas Bejo temukan di TDA.

Alhamdulillah berkat izin Allah sampai dengan 2023 Mas Bejo masih setia di jalur wirausaha…

Pesta Wirausaha Nasional 2023 akan digelar pada tanggal 21 – 22 Januari 2023 di Youth Centre Sport Arcamanik Bandung.

Pasti diantara pengunjungnya nanti akan ada Mas Bejo – Mas Bejo baru yg sedang kebingungan. Yang sedang mencari jalan. Yang hampir putus harapan. Yang pusing krn banyak utangan.

Tapi seperti halnya Mas Bejo yg tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa jadi bibit yg tertanam di acara Pesta Wirausaha itulah yang akan menjadi kebermanfaatan bertahun-tahun setelahnya.

Bibit yang akan tumbuh subur dengan akar yg dalam menghunjam ke tanah, ranting yang menaungi dan buah2 yang merekah memberikan manfaat.

Karena sukses sejati bukan dihitung berdasarkan bulan atau tahun…tapi generasi dan bahkan peradaban.

Manusia hanya diperintahkan syariat berusaha. Namun hakikat hasil ada di dalam genggamanNya.

Semoga Pesta Wirausaha Nasional nanti bisa menjadi momentum silaturrahim kita semua, untuk tumbuh melenting lebih tinggi lagi…

Al Fatihah untuk para panitia PW dan pengurus TDA semuanya…🙏🙏

*cerita Mas Bejo hanya fiksi dan rekaan belaka.
*tapi kerja keras para pengurus dan panitia nyata adanya. 👍😊

Mau jadi Soros atau Buffet ?

Berkaitan dengan cara mendapatkan uang, tiap2 orang punya gaya masing-masing.

Gaya ini disesuaikan dengan bakat/personalitynya.

Misalkan gaya Buffet ini adalah tipe akumulator. Akumulator adalah orang yang menimbun aset. Begitu dia menemukan ada aset yang menurut dia akan meningkat terus maka dia akan membelinya. Setelah dibeli dan dimiliki maka aset itu tidak akan dilepaskan selama mungkin.

Orang tipe Buffet ini, bisa sebagai professional atau juga bisa sebagai pebisnis. Mereka biasanya setia terhadap satu hal. Konsisten melakukan itu terus menerus.

Ada tipe yang lain, yaitu Tipe Soros. Soros ini adalah tipe yang sensitif terhadap timing. Dia bukan orang yang suka mengumpulkan aset dan memegangnya selama-lamanya. Dia adalah tipe orang yang punya kepekaan terhadap timing. Dia tahu kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual.

Pada suatu waktu ada yang bertanya bagaimana George Soros bisa mengetahui untuk menjual sebelum market jatuh. Dia bilang “Saya tidak tahu… Saya hanya merasakan ada sensasi di bagian belakang punggung saya. Kemudian saya punya dorongan untuk menjual.”

Orang tipe Soros ini sensitif dalam melihat peluang. Dia bisa berganti2 profesi ataupun bidang bisnis.

Yang saya ingin bagikan adalah penting untuk mengetahui tipe seperti apa diri Anda. Karena ini sangat berpengaruh dalam gaya Anda mendapatkan uang.

Kalau tipe Buffet, jangan memaksakan belajar menjadi Soros. Cukup konsisten dan pelan-pelan membangun pondasi. Jangan iri melihat orang lain mendapatkan kesukesan yang cepat.

Kalau tipe Soros, jangan berjalan pelan. Ikuti intuisi Anda dan bergeraklah cepat seiring dengan cepatnya pergerakan market. Anda punya sensitifitas dan intuisi, gunakan secepat2nya.

Namun meskipun Anda mengetahui tipe Anda sendiri dan bergerak sesuai dengan bakat Anda, jangan mengharapkan kesuksesan akan datang dengan instan. Semua perlu latihan, semua perlu pemahaman, dan semua butuh proses.

Untuk tipe Buffet, kesabaran dan analisa mendalam adalah latihan yang perlu diasah.

Untuk tipe Soros, dinamika naik dan turun adalah proses yang perlu dinikmati.

Nah saatnya sekarang berefleksi, dari pengalaman dan hasil-hasil di masa lalu. Anda lebih condong ke yang mana? Semoga bisa menjadi panduan untuk melatih skill dan mengasah bakat yang selama ini ada pada diri Anda.

Uang dan Sedekah

Apakah ada kaitannya antara sedekah dengan datangnya uang?

Secara logika, ketika kita mengeluarkan uang maka uang kita akan berkurang. Tetapi tidak sama hasilnya jika dikaitkan dengan sedekah.

Sedekah adalah proses memberi kepada orang lain, di mana orang itu tidak bisa membalas kepada kita. Biasanya yang diberi adalah orang-orang yang kondisi nya dibawah kita.

Sebenarnya proses sedekah ini akan memberikan keyakinan ke dalam diri bahwa kita ini kaya. Kita ini punya lebih untuk diberikan kepada orang lain. Kita ini kondisinya lebih baik dari kondisi orang yang kita beri.

Ketika keyakinan itu tertatanam dalam diri, maka akan muncul rasa syukur. Ketika muncul syukur maka akan muncul rasa bahagia. Ketika kita bahagia maka hati kita dipenuhi dengan kedamaian. Lalu kita bisa bertindak dengan pikiran yang jernih. Ide-ide brilian berdatangan, dan eksekusi tuntas pun menjadi hal yang natural.

Seringkali ada pikiran “Ah sedekahnya nanti saja kalau sudah punya sekian rupiah”. Kalau ada pikiran seperti itu, lebih baik tidak kita ikuti. Karena pikiran itu akan memberikan kesimpulan bahwa saat ini saya tidak punya. Ada rasa cemas di sana. Ada rasa takut. Berarti saat ini saya miskin. Lalu muncul kesedihan, iri hati dan sifat-sifat jelek lainnya. Sehingga ketika melakukan action juga setengah-setengah karena diliputi keraguan. Bagaimana kalau saya gagal? Bagaimana kalau saya sudah mengeluarkan uang, tenaga, pikiran, waktu tapi kemudian tidak berhasil? Akhirnya karena diliputi kecemasan, ketakutan, kekhawatiran pastinya tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal. Atau bahkan tidak ada hasil sama sekali.

Oleh karena itu penting sekali untuk meluangkan sedekah. Sesedikit apapun. Sedekah bisa apapun. Kalau punya uang, sisihkan sedikit. Kalau tidak punya uang, bisa waktu, pikiran maupun tenaga. Semakin kita berkontribusi terhadap orang lain, hukum alam akan membawa kembali kebaikan yang berlipat-lipat ke dalam diri kita.

Tulisan ini, adalah pengingat pada diri sendiri. Kalau berat untuk bersedekah, bisa-bisa saya sedang terjebak dalam pemikiran miskin, ketakutan, kecemasan, keragu-raguan. Solusinya: lakukan sedekah.

Raja dan Sebutir Gula

Suatu ketika ada raja yang sangat kaya luar biasa. Istananya terbuat dari emas permata. Bahkan singgasananya juga terbuat dari berbagai bebatuan yang langka dan indah luar biasa. Raja ini terkenal sangat kaya raya dan juga cerdas luar biasa. Beliau bahkan bisa mengerti bahasa hewan-hewan sangking cerdasnya.

Suatu ketika raja ini sedang berkuda bersama rombongan pasukannya. Di depan jalur kuda tersebut ada barisan semut. Lalu pemimpin semut itu berkata: ayo minggir ada pasukan kuda raja mau lewat. Kalau kita tidak minggir nanti kita akan diinjak2 oleh kuda2 itu.

Sang Raja karena mengerti bahasa semut memahaminya. Maka sang raja mengalihkan rombongan pasukannya lewat jalur lain sehingga tidak memotong jalur semut-semut tersebut.

Karena pemimpin semut tersebut tahu bahwa raja tersebut mau mengalihkan pasukannya hanya agar semut2 tidak terinjak, maka diapun berinisiatif untuk berterima kasih.

Pemimpin semut datang ke istana raja dengan membawa sesuatu miliki kaumnya yang sangat berharga: sebutir gula.

Sepanjang jalan semut itu ditanyai oleh hewan2. Hei mau kemana engkau? Dan kenapa membawa sebutir gula itu?
Aku mau ketemu sang raja, aku mau berterima kasih kepadanya dengan memberikan gula ini.
Diapun ditertawakan oleh hewan2 tersebut, Raja itu sangat kaya raya kamu membawa gula cuman sebutir lagi apa ada gunanya?

Semut itu menjawab, kalau dia tidak berterima kasih terhadap sebutir gula yang aku bawa maka dia memang raja yang kaya raya.
Tetapi kalau dia berterima kasih dengan gula ini, maka dia bukan hanya raja yang kaya raya tapi juga orang yang sangat bijaksana.

Lalu semut itu pun bertemu dengan raja di singgasananya.

Raja kemudian bertanya, apa yang semut butuhkan dan bagaimana dia bisa membantunya?

Semut bercerita bahwa dia ingin berterima kasih atas apa yang raja lakukan, dan membawa hadiah untuk raja berupa sebutir gula.

Raja kemudian mempersilahkan semut untuk maju dan memberikan hadiahnya.

Semut kemudian mendekat sampai ujung kaki raja.

Raja kemudian berkata silahkan engkau naik tubuhku untuk kemudian memberikan secara langsung gula itu ke mulutku.

Lalu semut pun naik, sedikit demi sedikit sampai akhirnya di mulut raja dan menaruh butiran gula itu di lidah sang raja.

Raja pun merasakan sebutir gula itu. Tanpa dikira semut melihat raja itu mengeluarkan air mata dari kedua matanya.
Dari raut mukanya terlihat sangat bahagia.

Raja berkata, terimakasih wahai semut karena telah menempuh perjalanan sedemikan jauh dan sulitnya hanya untuk memberikan hadiah untukku.

Kita ini sama2 makhluk miskin di hadapan Tuhan, sudah sepantasnya saling memberi dan saling membantu…
Terima kasih atas pemberianmu ya…

Nah kawan2… kalau raja yang sangat kaya raya saja bisa merasa bersyukur karena diberikan sebutir gula, pernahkah kita merasa bersyukur atas apa yang datang pada hidup kita?

Dalam buku Happy Money karangan Ken Honda ada konsep Arigato In dan Arigato Out.

Arigato In artinya berterima kasih atas uang yang masuk akan membuat hati menjadi damai dan bahagia.
Ini adalah praktik yang sangat baik untuk kebahagiaan kita. Seperti contohnya yang dilakukan oleh raja tadi.

Arigato out.
Berterima kasih ketika uang keluar.
Bersyukur ketika uang keluar itu bisa kita bayangkan sebagai rasa terima kasih atas jasa yang kita berikan kepada orang lain.

Misal kita memberikan uang kita untuk membeli makanan. Berarti ada jasa memasak di sana. Kita ucapkan terima kasih kepada orang lain karena sudah memberikan jasanya kepada kita.
Ketika kita membayar pajak, kita ucapkan terima kasih kepada orang2 yang dengan uang pajak ini membangun berbagai fasilitas umum dan kemudahan untuk kita. Jalan raya, rumah sakit, jasa administrasi dan lain sebagainya.

Kemudian saat uang keluar, kita bisa berkata terima kasih… terima kasih… silakan berkelana dan nanti kalau mau kembali lagi bisa ajak teman2mu yg lain ya 😀

Itu juga sebuah praktek yang melihat bahwa uang sebagai aliran energi.
Energi syukur yang kita sirkulasikan keluar, akan menciptakan kekosongan yang nantinya akan terisi dengan energi baru yang masuk kembali.

Jika kita mengantarnya dengan rasa syukur, maka nanti akan kembali masuk dengan syukur juga.

Nah…temen2 yuk kita praktekkan arigato in dan arigato out ini dalam kehidupan kita.

Gratis, dan pastinya semakin bersyukur akan semakin bahagia hidup kita 🙂

Bersyukurlah Masih Punya Masalah Uang.

Masalah Uang adalah permasalahan yang bisa diselesaikan dengan uang. Misalkan saja mau makan, lapar, tapi tidak ada uang. Kalau ada uang maka permasalahan itu bisa diselesaikan. Contoh yang lain adalah mau bayar cicilan motor, tapi tidak ada uang, pusing kepala. Itu adalah masalah yang bisa diselesaikan dengan uang.

Jika Anda sedang mengalami masalah ini, solusinya simpel. Cari uang.

Permasalahannya bagaimana cari uang? Ingat rumusnya: uang adalah sebuah tanda bukti bahwa kita sudah memberi manfaat kepada orang lain. Manfaat yang orang lain hargai.

Sehingga carilah permasalahan, kemudian belajarlah untuk memecahkan permasalahan tersebut. Kalau masalahnya bisa kita selesaikan, maka kita akan diberikan imbalan berupa uang. Semakin besar permasalahan yang kita selesaikan, semakin banyak imbalan uang yang akan kita dapatkan.

Di atas kita bahas contoh-contoh permasalahan yang bisa diselesaikan dengan uang. Selain itu ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan adanya uang.

Misalkan gini…
Kita terlahir sebagai anak orang kaya.
Tentu saja kita tidak akan merasakan ingin makan, tidak ada uang, terus merasakan kelaparan. Masalah orang kaya adalah, uangnya ada. Tapi mau makan apa ya? Mau makan ini bosan… mau makan itu bosan… Akhirnya bingung sendiri tidak makan-makan. Nah ini adalah contoh masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan uang.

Baru-baru ini ada kabar bahwa anak dari milyuner di Indonesia yang terjerat kasus narkoba. Besar dugaan saya bahwa sebelum terjerat kasus tersebut, mereka mengalami permasalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan uang: kebosanan, tujuan hidup, kebahagiaan, dlsb.

Masalah Non-Uang lebih kompleks untuk diselesaikan. Karena jawabannya lebih absurd. Lebih mengawang-awang. Masalah ini memerlukan tingkat berpikir yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

Jadi syukurilah kalau sekarang kita masih merasakan masalah uang. Karena bisa jadi kalau kita diberikan masalah non-uang, kita tidak akan lulus ujian 🙂

UANG DAN PUASA

Puasa yang dipahami oleh sebagian besar orang adalah menahan untuk tidak makan dan minum dalam rentang waktu tertentu.

Namun kata kuncinya adalah menahan. Kata menahan ini bisa diartikan dengan sangat luas. Menahan emosi. Menahan keinginan. Menahan kata-kata. Menahan perasaan sombong. Menahan nafsu. Menahan uang.

Ternyata ketika kita belajar menahan, maka kita akan memiliki. Ini yang seringkali terlupa. Banyak orang berusaha untuk mendapatkan lebih. Tetapi tidak pernah belajar untuk menahan. Sehingga dapatnya banyak, keluarnya juga banyak. Pada akhirnya sangat sedikit yang tersisa. Atau lebih parah lagi, malah tekor. Itu disebabkan oleh besar pasak daripada tiang. Lebih besar pemasukan daripada pengeluaran.

Ketika dalam kondisi kekurangan uang, penting sekali untuk belajar menahan. Menahan keinginan. Menahan gaya hidup. Menahan tabungan. Menahan pengeluaran. Menahan makan enak. Menahan pemborosan.

Dengan latihan menahan ini maka kita akan bisa memiliki lebih. Praktek ini juga akan menghindarkan kita dari jebakan besar pasak daripada tiang.

Latihan puasa sangat penting untuk dilakukan. Mulai dari yang paling gampang, puasa Ramadhan. Nanti berlanjut menjadi puasa senin kamis. Berlanjut lagi jadi Puasa Daud. Atau puasa-puasa yang sunnah yang lain.

Dimulai dari menahan makanan, nanti berlanjut menahan saat buka puasa. Ada yang bilang bahwa kualitas puasa seseorang ditentukan saat berbuka tiba. Apakah dia mengumbar nafsu dengan makan apa saja? Ataukah dia bisa melanjutkan menahan. Makan secukupnya saja. Maka itu saat-saat berbuka adalah latihan sebenarnya untuk belajar menahan.

Latihan menahan ini akan bisa mendidik jiwa kita sehingga tidak gampang diombang-ambingkan oleh godaan. Salah satunya dari godaan makanan. Banyak makanan enak yang menggoda, tapi apakah baik untuk kesehatan?

Dengan latihan menahan ini maka tubuh kita akan jadi sehat. Kalau tubuh sehat maka pikiran akan jernih. Kalau pikiran akan jernih ide-ide kreatif bermunculan. Kita akan bisa menyelesaikan banyak permasalahan. Sehingga tidak mungkin tidak uang akan datang.

Tapi kalau dari makanan saja kita tidak bisa menahan. Maka pasti pengeluaran kita besar untuk makanan. Belum lagi efek kesehatan yang muncul dari makanan-makanan yang merusak fisik. Kalau sudah tidak punya uang, kemudian badan sakit pasti sengsara sekali. Kalau punya uang tapi badan sakit, masih lumayan. Walaupun tetap akan kehilangan uang.

Proses ini perlu dilakukan bertahap, sedikit demi sedikit. Sehingga tidak kaget. Kata orang soleh, amalan yang paling disukai adalah yang kecil namun konsisten. Terus berprogress.

Semoga kita bisa latihan bersama-sama ya 🙂

Uang dan Dzikir.

Apakah berdzikir bisa mendatangkan uang? Apakah tujuan berdzikir adalah untuk mendatangkan uang?

Saya bukan ustadz. Bahkan kalau mengenang masa lalu saya, banyak sekali dosa dan maksiat. Sekarang juga masih sering melakukan dosa. Jadi sepertinya kurang cocok kalau saya menjelaskan tentang dzikir dan agama. Jadi apapun yang saya tulis di sini, silahkan dikonfirmasi dengan ustadz yang Anda percayai. Kalau beliau berkata berbeda, kemungkinan besar beliau yg benar. Saya sendiri masih perlu banyak belajar.

Di tulisan kali ini saya ingin bercerita bahwa di barat ada teknologi yang bernama subliminal dan afirmasi. Saya coba jelaskan satu-satu ya…

Afirmasi adalah proses pengulangan sebuah kata-kata positif berkali-kali. Salah satu tokohnya yang terkenal adalah Louise Hay.

Afirmasi ini sangat efektif kalau pikiran kita seringkali dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang negatif. Misal rasa pesimis, kurang percaya diri, mudah galau dlsb.

Dengan melakukan afirmasi, atau pengulangan kata-kata positif, maka pikiran kita pun akan mengikuti. Semacam mengarahkan kembali pikiran yang kacau dan liar. Di selaraskan dengan kata yang sama berulang-ulang. Karena pikiran adalah gelombang, dan kata-suara juga merupakan gelombang. Maka gelombang pikiran diselaraskan lagi dengan gelombang yang sama dan berulang-ulang dari kata/kalimat afirmasi yang kita ucapkan.

Ada juga subliminal. Yang menggunakan gelombang-gelombang tertentu dan diperdengarkan secara audio. Biasanya dipakai untuk orang-orang yang sulit konsentrasi atau menaikkan mood. Subliminal banyak menggunakan teknologi audio untuk mempengaruhi pikiran dan perasaan. Bahkan beberapa yang berusaha untuk mengakses pikiran-pikiran bawah sadar sehingga bisa memprogram ulang belief-belief yang sudah lama berada di dalam diri manusia.

Saya merasa ada kemiripan antara afirmasi, subliminal dan dzikir. Walaupun saya tidak mengerti 100% dimensi dzikir yang mungkin lebih dipahami oleh pak ustadz, tapi di banyak kesempatan dzikir inilah yang membereskan pikiran saya, menjernihkan mental dan memberikan ketenangan batin.

Apakah serta merta memberikan uang? tentu saja tidak. Tetapi dari pikiran yang jernih, dari hati yang tenang dan dari jiwa yang bersih kemudian bisa muncul ide-ide yang membuat saya keluar dari himpitan finansial. Tentu saja bukan berhenti di tataran ide, tetapi juga harus diwujudkan dengan tindakan. Yang menarik dari pikiran yang tenang muncul kemantapan hati untuk melakukan sebuah tindakan. Dalam pengalaman saya, kemantapan hati itulah yang sangat berharga. Ketenangan batin itulah yang sangat dinantikan oleh orang-orang. Sehingga apa yang dilakukan nanti akan bisa dinikmati. Kalau kita menikmati prosesnya maka kebingungan, ketakutan dan kekhawatiran tidak akan membayangi lagi.

Pada suatu saat saya ada dalam kondisi finansial yang sulit. Bekerja 18 jam sehari sepertinya tidak pernah cukup waktu. Mau ngerjain apapun sepertinya tidak ada hasilnya. Beberapa peluang, sedikit lagi bisa menghasilkan ternyata gagal. Sampai bingung sendiri.

Di titik itulah saya memulai sebuah ritual baru. Berdzikir di pagi hari. Hanya satu kata: alhamdulillah. Saya menyebutkan semua hal yang saya syukuri. Alhamdulillah masih diberi mata. Alhamdulillah diberikan kesehatan. Alhamdulillah diberikan kesempatan hidup hari ini. Alhamdulillah jempol saya tidak sakit. dan seterusnya. Saya coba disiplinkan pikiran saya minimal 30 menit. Kadang hingga satu jam.

Setelah dirutinkan, saya bisa bekerja dengan pikiran jernih. Saya bisa bersikap tenang. Saya kemudian bisa punya ide dan tindakan yang mantap di hati.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, memulai praktik dzikir bahkan sangat mudah. Ada momen-momen di mana saya buka youtube dan mencari dzikir yang saya sukai artinya. Di sana diulang2. Saya tinggal mendengarkan dan mengikuti. Metode ini efektif jika masih malas dzikir sendirian.

Berdasarkan pengalaman saya, ketika kondisi sedang tidak baik2 saja, justru itu kondisi yang sangat ideal untuk saya mengarahkan pikiran saya. Bisa dengan afirmasi, subliminal atau dengan dzikir.

Silahkan dicoba kalau tidak percaya 🙂