OLEH-OLEH DARI UK Part 1 – KOMERSIALISASI TEKNOLOGI

Para suhu dan rekan2-rekan seperjalanan…
Mohon ijin buat sharing cerita yang kebetulan baru saja saya alami.

Saat ini kita hidup di jaman yang penuh kesempatan.
Indonesia sedang getol2nya membantu para pengusaha muda untuk bisa maju.
Salah satunya lewat kemenristek dikti, pemerintah membuat program yang namanya Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) dan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT).
Setiap tahun program ini diadakan dan seleksinya antara bulan2 November/Desember.
Untuk yang tertarik mengikuti, silahkan browsing2 dengan kata kunci IBT kemenristek dikti untuk mengetahui proses seleksi selanjutnya.

Dari ribuan proposal yang masuk, tahun 2017 kemarin dipilih sekitar 500an yang akan mengikuti pembinaan selama 7 bulan.
Selanjutnya dari 500 itu ditawarkan siapa yang berminat untuk mengikuti training di Inggris.
Sewaktu angkatan saya, ada sekitar 100 yang berminat dan mengirimkan lamaran.
Dari 100 itu akan dipilih 25 peserta untuk presentasi di Embassy Inggris.
Kemudian dari 25 orang yang presentasi, akan dipilih 12 orang untuk berangkat training 2 minggu ke Inggris.
Kebetulan saya ada diantara 12 orang yg berangkat di awal tahun 2018 kemarin.

Training ini terselenggara dengan dukungan dana dari Newton Fund.
Nama programnya adalah Leadership Innovation Fellowship.
Yang mengadakan adalah Royal Academy of Engineering UK dengan dibantu oleh Oxentia.
Oxentia sendiri adalah perusahaan konsultan Oxford University yang fokus di bidang komersialisasi teknologi.

Apa itu komersialisasi teknologi?
Ini adalah tema besar yang diusung selama training 2 minggu di Inggris.

Komersialisasi teknologi adalah proses untuk mengkomersialisasikan hasil-hasil riset yang ada di universitas.
Jadi hasil-hasil riset itu tidak hanya berakhir dengan buku jilid yang berdebu di rak-rak perpustakaan.
Tetapi bisa menjadi produk komersial yang dinikmati oleh masyarakat luas.

Secara peradaban masyarakat diuntungkan karena kehidupan sehari2nya terbantu oleh teknologi ini.
Kemudian untuk universitas/peneliti, akan ada dana keuntungan yang bisa dipakai untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mempermurah biaya perkuliahan, maupun mendanai riset2 lanjutan.

Oxentia sebagai perusahaan yang melakukan komersialisasi teknologi dari Oxford University mempunyai track record yang sangat baik.
Tahun 2016 kemarin mereka mampu membukukan Revenue 22,2 juta Poundsterling (sekitar 422 milyar rupiah), menciptakan 21 perusahaan baru, dan mempatenkan sebanyak 2873.

Penciptaan perusahaan baru dan paten merupakan 2 cara untuk mengkomersialisasikan teknologi.

Ini adalah model bisnis yang menarik, karena kita sebagai orang yang berkecimpung di dunia bisnis mengetahui bahwa USP adalah salah satu kunci penting kesuksesan bisnis.
Unique Sales Proposition (USP) yang kuat merupakan pembeda produk kita dengan produk sejenis di pasaran.
Tanpa adanya USP maka usaha kita akan menghasilkan produk yang sama2 saja.
Efeknya akan susah sekali untuk mendongkrak sales karena pelanggan tidak merasa penting untuk berpindah ke brand baru.

Nah ternyata USP ini bisa dihasilkan dari hasil riset yang dilakukan oleh universitas.
Inovasi dan teknologi hasil riset ini memungkinkan untuk mendapatkan margin gila2an.
Salah satu peneliti yang saya ajak ngobrol di program itu membocorkan tentang hpp dan harga jual.
Dia jual sebuah zat dengan harga 20-30x dari hpp.
Ada yang beli?
Ada dong… karena dengan inovasi yg dia kerjakan, maka harga jualnya bisa dibandrol lebih murah dengan zat sejenis yg ada di pasaran dan kualitas yg sama.

Namun “duit gede”nya sebenarnya bukan dari jualan produk.
Tetapi dari model bisnis yg lain, yaitu jualan lisensi dan jualan perusahaan.

Hasil riset itu jika diubah menjadi lisensi, maka akan memungkinkan untuk dijual ke perusahaan lain.
Misal, rumus-rumus yang menghasilkan zat yg lebih murah dengan dengan kualitas yg lebih baik itu dijual ke perusahaan lain yg sudah memproduksi zat yg sama.
Maka tiap kali produk nya keluar bisa diminta royalti atas penggunaan rumus tersebut.

Rute yang lain, hasil riset itu dibuatkan perusahaan.
Istilah yang mereka gunakan adalah “spin-out”.
Spin out ini adalah perusahaan terpisah yang menggunakan hasil riset sebagai “core product” nya.
Perusahaan spin out ini, bisa jadi perusahaan publik (IPO) sehingga sahamnya bisa dimiliki banyak orang.
Atau rute yang lain adalah dijual ke perusahaan lain yg lebih besar.

Contoh kasusnya adalah hasil penelitian dari departemen zoology.
Zoology ini adalah cabang dari biology yg mempelajari tentang hewan-hewan.
Pada tahun 2000 beberapa peneliti di departemen tersebut, mempelajari tentang bagaimana hewan bergerak.
Penelitian nya dibuatkan sebuah software simulasi tentang pergerakan.

Hasil penelitian tersebut kemudian dibuatkan sebuah perusahaan spin-out bernama Natural Motion.
Awalnya Natural Motion memilih masuk ke industri game.
Dia membuat sebuah engine untuk memproduksi game.
Ditawarkan engine tersebut ke perusahaan2 pembuat game.
Namun tidak ada yang tertarik.
Lalu berubah membuat animasi2 film dan iklan.
Sayangnya belum menghasilkan revenue yg baik.

Banting setir, akhirnya membuat game sendiri.
Ternyata di sini boomingnya.
Salah satu game nya CSR Racing mendapatkan 180jt download.
Game berbayar yang sangat laris untuk iPhone.
Diikuti dengan game2 lain yang meledak di pasaran seperti Clumsy Ninja, My Horse dan Back Breaker.

Tahun 2014, Natural Motion dibeli oleh Zynga sebesar 527 juta US dollar.
47 juta pound dikembalikan ke Oxford University.
Bisa digunakan oleh universitas untuk membiayai riset2 yang lain, dana awal pembuatan spin out company yg lain, ataupun meningkatkan kualitas pendidikan di sana.

Jadi, buat temen2 yg bergelut di dunia usaha.
Mungkin ini momen yg baik untuk mulai bersilaturahmi ke universitas2.
Siapa tahu ada hasil2 riset di sana yang bisa jadi peluang.
Bisa untuk meluncurkan produk baru, menambah value dari existing product atau bahkan bikin perusahaan baru lagi.

Selama 2 minggu kemarin, kami diperkenalkan dengan berbagai materi mengenai komersialisasi teknologi.
Pesertanya bukan hanya dari Indonesia tetapi juga ada dari negara lain yaitu Thailand dan Filipina.
Materinya ada tentang Business Model, Presentation/pitching for investor, Finance for beginner, Mindfullness, Leadership, Intellectual Property, Product Design, Digital Marketing, Negotiation, dlsb.

Ada beberapa hal menarik di materi2 selama 2 minggu kemarin.
Mungkin jika ada rekan2 yang berminat, bisa saya sharingkan untuk tulisan-tulisan selanjutnya.

Biar tidak terlalu panjang, sementara saya sudahi dulu cerita kebetulan saya.
Mudah2an bermanfaat dan selamat berkarya untuk hari ini 🙂

Salam,
Awan

Hidup Adalah Bentangan Masalah

Ceramah Ibu Khairati beberapa hari yang lalu bagus banget.

Judulnya: Hidup adalah bentangan masalah.

Di dalam ceramahnya beliau menyampaikan sebuah hadis yang kurang lebih berisi begini…
Kalau Allah ingin menaikkan derajat seseorang, tetapi amal ibadahnya tidak cukup, maka Allah akah memberikan masalah/ujian. Jika orang itu bisa sabar dan ikhtiar maka Allah akan menaikkan derajatnya.

Nah ketika mendapatkan masalah ini, seringkali orang berfokus pada orang lain atau kondisi permasalahannya. Padahal ada sesuatu yg lain yg lebih penting yaitu mendekat kepada Allah.

Seolah-olah Dia berkata… “Nih aku kasih kamu masalah, biar kamu ingat sama Aku… biar kamu sadar bahwa Aku lah yang mengontrol dan mentakdirkan segala hal… bisakah masalah yang Aku berikan kepadamu membuat kamu lebih dekat kepadaKu?”

Tujuannya adalah itu.

Sehingga Ibu Khairati mengatakan bahwa seharusnya kita berterima kasih kepada orang yg kita kira membawa masalah dalam hidup kita. Karena dia itu adalah jalan untuk kita lebih dekat dalam Allah.

Masalah merupakan peluang untuk mendekat kepada Allah, dan mengembangkan diri.

Namun sayangnya banyak yang menyikapi masalah dengan dosa. Malah menjauh dengan Allah. Tidak mau introspeksi diri, bagaimana ibadahnya… malah berfokus pada orang dan kondisi. Atau bahkan menyatakan “saya sudah capek berdoa, tidak menyelesaikan masalah”. Atau kata2 lain yang menyalahkan “Ya Allah… masalah kok gini-gini amat”

Padahal Allah menurunkan masalah itu adalah untuk membuat seseorang mendekat kepadaNya… untuk meningkatkan kualitas diri seseorang…

Mendekat kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, menjaga yang wajib dan menambah yang sunnah…
Tingkatkan kualitas diri dengan membaca buku, ikut training, temui orang2 pintar yang bisa mengupgrade diri…

Ceramah Ibu Khairati ini bagus banget, bikin adem dan mengubah mindset dalam memandang masalah. Jadi pengen diulang2 mendengarnya. Alhamdulillahnya setelah dicari2 dikasih info sama temen2 dan ketemu rekamannya. Buat yang pengen dengerin mindset2 yang bikin adem dalam menyikapi masalah, bisa dengerin lengkapnya di sini http://bit.ly/2F5aLL0

Moga2 bermanfaat 🙂

4 Hari Lagi Menuju Tahun Baru

Apa sih yang sudah aku lakukan di tahun 2017 ?

Ngikutin coach ane, berikut ane coba inventarisir apa aja yang udah ane lakuin selama tahun 2017
Tujuannya biar tahu assessment dan di mana posisi saat ini dan apa yang bisa diperbaiki kedepannya.
So here we go…

>> What were the top three movies and/or TV shows you saw this year?

Yang keinget dan ditunggu2… Game of Thrones :p Klo film yg bagus keinget itu ada Inside Out (analogi cerdas tentang apa yg ada di dalam pikiran) sama The Arrival (konsep keren tentang ruang dan  waktu), Dr Strange (bikin pengen belajar out of body experience biar bisa tetep belajar walau sambil tidur hehehe)

 

>> What were your favorite books, articles, or other reading during the year?

Oh well… baca banyak buku, tp krn ga ditulis resensinya jadi lupa tahun ini baca apa aja. Yang pasti ada Snowball Effect biography nya Warren Buffet.

 

>> What other creative works did you enjoy and how did they inspire?

Nah ini di bidang art masih kurang… paling dengerin penyanyi2 yang bagus2 di level kompetisi idol :p

 

>> What physical accomplishments did you achieve, or body changes encountered?

Hmm, ikut pilates buat tulang belakangku. Tp skrg ga dilanjutin lagi. Kayaknya mau ganti renang.

 

>> What lessons from this week do you want to remember for next year? Life?

Insight… bahwa berikan usaha terbaik untuk mendapatkan dunia. Tetapi kalaupun tidak diberikan di dunia, nantinya akan diberikan ganjaran yg lebih baik di akhirat. Kuncinya, tetap sabar dan tetap berusaha. Istri adalah ladang ibadah. Anak adalah ladang ibadah. Mencari rezeki adalah ladang ibadah. Akan banyak cobaan dan tantangan di dalamnya. Tetapi semuanya adalah ladang ibadah untuk hadiah di akhirat nantinya.

 

>> Did you grow any hobbies?

Engga euy, ini harusnya bisa ditingkatkan di masa depan. Pengen belajar alat musik kayak piano/organ gitu.

 

>> Were you active politically?

definitely not, have no interest either.

 

>> How did your career grow or change over the year?

Jatuh di awal tahun, make a big mistake in my IT outsourcing business… omset terjun bebas. Berjuang lagi untuk cari jalan baru. Proses bangkitnya ini yang memberikan banyak pelajaran. Alhamdulillah kondisi di akhir tahun berbeda dengan di awal tahun. Ini tidak lepas dari seminar/training/give to community yg diberikan sepanjang tahun, juga change my habit…

 

>> What’s the top habit that you added to your daily routine?

Definitely, bangun pagi…

Aku memberanikan diri buat memulai group 90 days tahajud challenge. Peraturannya simple, mulai dari hari #1 , goalnya berturut2 sampai #90. Kalau bolong sehari, ulang lagi hitungannya.
Berkali2 reset, rekor tertinggi #34 hari berturut2
Ini sebuah pencapaian karena seumur hidup seorang Awan, belum pernah sebulan lebih Tahajud engga putus.
Awal berdirinya group ini karena frustrasi nyobain bangun pagi gak bisa2.
Jadi karena ga bisa sendirian, ane buka aja borok ane di sosmed hihihi…
Maksudnya biar malu sekalian klo bangun siang
Dan Alhamdulillah cara ini berhasil.
Moga2 ini dicatat sama Allah bukan sebagai riya dan sombong.
Tetapi sebagai jalan berlomba2 menuju kebaikan, dan mengajak bersama2 menuju kebaikan… amiiin…

Di sini juga aku belajar tentang habit polyphasic

Bangun pagi, tahajud dan polyphasic bener2 bikin produktifitas meningkat… game changer!

 

>> Did you attend any meetings, conferences or trainings?

Graduate Leadership Program Asiaworks : 3 bulan yang mengerikan, penuh tantangan dan juga sense of achievement. Di sini aku ngalamin peak performance. Mencapai hal2 yang belum pernah aku capai sebelumnya di 3 bidang kehidupan: Bisnis, Relationship dan Spiritual. Salah satu ritual daily declare, masih ane pertahankan sampai hari ini bersama beberapa orang GLP. Banyak banget bikin perbedaan dalam performanceku.
– Mastery Asiaworks: Training gokil yang memberikan awareness terhadap perbedaan me and my mind. Pengalaman-pengalaman spiritual dari aliran2 besar di dunia dicoba dipadatkan dalam 5 hari training. Keren!
– Mastery Retreat Asiaworks: Samurai Game, aku ditaruh di dalam kondisi antara hidup dan mati… memberikan review terhadap arti hidupku.
– 2 Days Coaching workshop Asiaworks: Keren ngajarin coaching dengan praktek juggling 3 bola.
Financial Literacy IIBF: Akhirnya ketemu langsung sama pak teguh dan memberanikan diri untuk makan satu meja dengan pak heppy juga
– Seminar Magnet Rezeki Ust. Nasrullah : Seminar bagus banget buat mindset rezeki. Penggabungan antara The Secret dan ilmu2 sekuler lainnya dengan ayat-ayat Islam. Sampai sekarang audio nya masih menjadi teman setia dan bawa banyak perubahan mindset dalam diri.
– Training 4 days Millionaire Mindset Bootcamp (Mardigu Wowiek) : Beliau punya banyak ilmu, sayang pelaksanaannya kemarin terkesan kurang maksimal. Panitianya terkesan tidak siap menghadapi 400 orang peserta. Namun di sini aku ketemu banyak orang2 hebat dan seneng bisa berinteraksi dengan mereka. Lagipula 400 * 4jt = 1,6 M … not bad for a weekend revenue 😀
Mukernas Bali : Keren konsepnya, ketemu banyak orang, skalian bawa anak istri liburan jg 😀

 

>> How did your relationships grow during the year?

Satu hal yang menyenangkan juga bisa membantu mengantarkan istri dari Basic, Advance, Leadership Program dan Mastery. Senangnya bisa bertumbuh bersama. Alhamdulillah dikasih budget biar bisa belajar bareng2. Moga2 ini bisa jadi bekal memperkuat hubungan kami dan juga

Di akhir tahun, berkenalan dengan Human Design lewat Fernando Urmeneta. Ilmu sakti keren bangetsss bukan hanya buat sendiri tetapi juga kaitannya energi pasangan dan anak yang saling menguatkan. Kembali mengingatkan bahwa walaupun kelihatannya yg jualan suami, tp ternyata energi nya dari istri. Tanpa istri, suami gak akan bisa jualan. Josh Gandooshh… (y)

 

>> What did you create this year?

Yang pertama adalah mendaftar ke program Inkubasi Bisnis Teknologi.
Awalnya takut, karena apa iya ide yg biasa ini bisa diterima di program tersebut?
Sempet gak pede, tetapi dicoba ajalah…
Beruntung bisa kenal dengan Coach T yang mensupport.
Dulu cerita kenalnya dari Om Agung, waktu kita berencana mau bikin Restrukturo.

Kayaknya ide yg mau diajukan ke IBT terlalu sederhana…
Ternyata bener… ga diterima alias ditolak.

Eh, tp cerita belum berakhir…
2 minggu setelah surat resmi penolakan, terdengar kabar dari inkubator…ternyata diterima
Alasan diterimanya juga aneh, bukan alasan yang bisa dibikin manusia.
Inget banget ini awal2 bikin group Tahajud.
Pasti ada tangan Allah yang menggerakkan.
Ane akhirnya ada diantara 300 lebih tim yang mendapatkan dana hibah dari kemenristek dikti.

Cerita ga berhenti sampai situ…
konon kabarnya dari semua tim itu, nanti akan ada yg dipilih buat berangkat ke UK

Ane sih ga kepikiran…
Kayaknya ga mungkin ide yg biasa banget ini bakalan terpilih…
Pas presentasi monitoring dan evaluation terakhir juga masih grogi berat…
Khawatir, jangan2 setelah dipresentasikan kemenristek menyesal telah mengucurkan dana ke startup macam ane.
Ga sangka… malah dapet pujian dari para reviewer…
Malah direkomendasiin buat ikut ke UK, masa siiih?

Ternyata kemudian, ane kepilih jadi 24 tim yang presentasi di kedutaan besar UK.
Presentasi di depan 3 orang judges UK, pake bahasa inggris (ya iyalah masak bahasa sunda)
Ditambah satu juri dari kemenristek.
Presentasinya cuman 5 menit. 5 menit berikutnya tanya jawab.

Dari 24 orang itu, nantinya 12 orang akan dipilih berangkat ke UK.
Ehhh ternyata jebul ane katut…

Kelimpungan, paspor belum jadi.
Kesana kemari lobby ke pihak imigrasi.

Alhamdulillah akhirnya paspor beres… visa juga beres.

Sempet ada drama diantara aku dan istri, karena kami saling cinta.
Aku mau berjuang demi keluarga, istri tak tahan jauh dariku…
Tapi Alhamdulillah kami bisa bekerja sama melewati ujian ini..

Insya Allah tanggal 13 January ane berangkat ke UK.
Dengan doa dan dukungan istri.
Ini yang penting…

Nah truuuss…
Ane juga mencoba hal baru bernama: FB Ads

Nah ini ceritanya panjang sejak di GLP Asiaworks.
Tapi terealisasi berkat dukungan temen2…

Sampe sekarang mainan fb ads, spent udah lebih dari 100jt-an
Alhamdulillah bisa jadi jalan rejeki kepada 4 CS
Walaupun bulan desember turun dibanding bulan2 sebelumnya, tp tetep semangat buat belajar dan explore lagi 😉

Selain itu kemarin bikin online training buat Ruby on Rails. Sesuatu yg terpending selama 2 tahun. Alhamdulillah responnya bagus, dapet skitar 60an orang.

 

>> What did you fail to create this year? Why?
– Dveloop : bingung sama2 bingung, mungkin kurang komitmen di ane nya :p
– Restrukturo : udah rapat banyak, tp stuck… mau bikin seminar, jg akhirnya failed krn yg daftar ga ada
– KampusUKM : udah syuting lama, tp blom dimarketingin atau dipackage

 

>> How else did you participate on a community level?

Aku yg inget ada interview dua orang, yaitu Mas Baim dan juga Pak Hendra… buat di share di komunitas.

Kedepannya aku pengen bisa interview lebih banyak orang lagi, biar bisa di share ke komunitas.

Trus…

Aku ambil role lebih banyak dengan jadi kadiv epik tda bandung, walau awalnya engga pede juga.

Trus ini barusan aku post di group tda, walaupun maluuu… tulisannya jeleek wkwkw…

Awan Rimbawan, [27.12.17 22:25]
[Forwarded from Awan Rimbawan]
5 hari lagi…

Terinspirasi dari suhu @myasmuufy yang membuat tulisan tentang 10 hari lagi… ane pengen deh bisa nulis sejago beliau.

Tapi apa daya, yang bisa newbie ketikkan hanyalah curcol2 dari kegalauan kids jaman now. Tapi ga apa2 lah ya, suhu..numpang lewat…newbie izin belajar 😀

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu, ane dapet surat cinta dari Coach ane. Beliau bilang… it’s the end of the year, so take assessment of what you did throughout 2017. Bahasa simplenya, jangan bikin resolusi kalau ga tau di mana posisi saat ini. Itu bagaikan menargetkan dapet pasangan sementara ga sadar bahwa posisinya hanya teman biasa 😀

Nah untuk bisa mengetahui apa aja yg udah dilakukan di 2017, coach ane memberikan guidelines dengan mengajukan pertanyaan2 berikut:

– What were the top three movies and/or TV shows you saw this year?
– What were your favorite books, articles, or other reading during the year?
– What other creative works did you enjoy and how did they inspire?
– What did you create this year?
– What did you fail to create this year? Why?
– What’s the top habit that you added to your daily routine?
– What physical accomplishments did you achieve, or body changes encountered?
– How did your relationships grow during the year?
– What lessons from this week do you want to remember for next year? Life?
– How did your career grow or change over the year?
– Did you attend any meetings, conferences or trainings?
– Did you grow any hobbies?
– Were you active politically?
– How else did you participate on a community level?

Humm… pertanyaan yang kemudian bikin ane bulak balik buka halaman diary plus klak klik blog yang isinya postingan campur aduk…

Namun kalau boleh menjawab pertanyaan yang terakhir, involvement di TDA memainkan peranan besar buat ane di tahun 2017 ini….

Sebelum kenal TDA, seorang Awan yang naif berpikir bahwa dia bisa menyelesaikan segala sesuatunya seorang diri. Diperparah lagi… dalam pikirannya melulu berupa pertanyaan “how can I get more…more and more?”

Namun hal itu sedikit demi sedikit terkikis ketika bertemu dengan suhu2 di TDA… komunitas yang kental dengan atmosfer give…give…and give…

Termasuk ketika sekjen @Achmad_faisal pada kepengurusan sebelumnya mencetus “Om awan, bantuin di divisi mana?”
Dengan plonga-plongo newbie ini menjawab… “Yg mana yg masih butuh bantuan?”
“Edukasi aja yah…” pungkas beliau.
Ane pun manggut–manggut…

Lalu dimulailah petualangan ane bertemu dengan para suhu2 nan sakti, dermawan juga rupawan..

Salah satunya adalah suhu Agung…

Kadiv edukasi di kepengurusan saat itu..
Ane kemudian banyak kopi darat, banyak ngobrol dengan beliau dan mulai belajar hal2 baru.

Bahkan sempet bikin beberapa bisnis, yang engga jalan :p

Tapi dari situ, ane dikenalin sama seseorang yang menginformasikan ane untuk ikut program dana hibah inkubasi bisnis teknologi kemenristek dikti.

Jalan nya engga mulus… masih banyak halangan.. terutama dari internal ane sendiri…
Ane punya mindset yang parah banget… diantaranya… suka menunda2 kerjaan, udah tau harus melakukan apa, tp malah melakukan yang lain… maunya perfect, tp akhirnya malah ga jalan2…

Sampai kemudian ketika ikut KMB Mas @Ruliyanto , ane diperkenalkan oleh mindset2 yg bagoess banget…

Sewaktu KMB tersebut, Mas Ruli juga sering menyebut2 nama Pak Teguh, yang konon kabarnya Mas Ruli banyak belajar dari beliau.

Nekat ane message Pak Teguh di telegram. Setelah ane perkenalkan diri, ane tanya adakah training yg bagus tentang mindset?

Beliaupun menyebut sebuah training, sebut saja A (bukan iklan, suwer ^_^). Nah di training ini ane bener2 digojlok abis2an… bukan hanya mental, tapi juga kantong karena bayarnya juga termasuk mahal buat ane :p
Tapi dalam perjalanannya, ane belajar banyak banyak banyak banget… tentang diri ane dan mindset yang lebih efektif…
Di tengah2 ikut training itu, ane jadi bisa nyelesaikan proposal kemenristek dikti walaupun dihimpit tugas yang seabrek2.

Awan Rimbawan, [27.12.17 22:25]
[Forwarded from Awan Rimbawan]
Alhamdulillah… berkat izin Allah… akhirnya ane ketrima jadi salah satu dari 300 tim penerima dana hibah kemenristek dikti.

Eh ternyata masih berlanjut, beberapa bulan yg lalu 24 orang diminta buat presentasi di kedutaan besar inggris karena kemenristek dikti ada program kerja sama dengan pemerintah UK.

Trus kemudian dari 24 orang yang presentasi, bakal dipilih 12 orang buat berangkat workshop 2 minggu di UK untuk bidang komersialisasi teknologi.

Kalau Allah mengizinkan, 13 january nanti… ane akan diterbangkan ke tanah di mana Daniel Craig dan Pierce Brosnan beraksi dalam balutan tuksedo klimis. Cerita action mata-mata yang selama ini cuman bisa ane tonton di bioskop aja.

Jadi…
…mengakhiri curcol ga jelas ini, ane ingin menanyakan pertanyaan terakhir dari coach ane…

“How else did you participate on a community level this year?”

Because it’s true that we make living by what we get… but we make a life by what we give…
And our life in the future, is the reflection of what we committed to give…

Awan,
Pelayan di Epik
Haturnuhun suhu2 TDA yg tak bisa aku sebutkan satu persatu… aku tanpamu butiran debu…???

*ditemani teh manis dan tahu asin pedas

Kondisi di level survival dan pengumuman rekruitasi div membership tda bdg

Assalamualaikum para suhu dan rekan2 seperdjoeangan…

Ada banyak sekali pencerahan yang saya dapat di sesi Mastermind Divisi Epik kemarin, untuk kesempatan kali ini mohon izin untuk mensharingkannya…

Salah satunya adalah tentang kondisi bisnis yang ada di “survival mode”

Dalam kondisi survival, naluri bertahan kita akan mencoba sebanyak mungkin… mencari peluang-peluang baru… bertemu dan berkolaborasi dengan orang-orang baru dll… namun ketika ada hal-hal yang kemudian mulai membuahkan hasil, maka tantangannya bukanlah lagi mencari peluang baru… but learn to say no…

Sama seperti ketika sebelum menikah, cari prospek sebanyak2nya. Tetapi setelah menikah, say no to others. 😀

Bisnis pun seperti itu, ada kondisi2 di mana kita harus say no untuk peluang yang datang. Pakai kaca mata kuda dan belajar untuk fokus. Karena peluang itu tak terbatas adanya, namun waktu dan resource kitalah yang terbatas.

Kalau tidak belajar buat say no, maka resikonya adalah tidak ada yang beres pada akhirnya. Seperti kata mendiang Bruce Lee…

Bahkan ketika sudah bisa fokus di satu bidang bisnis, di situ muncul godaannya lagi. Salah satu godaannya adalah… apakah mau bermain menjadi produsen, ataukah mau bermain sebagai marketing…

Ketika semua peluang di ambil semisal bermain menjadi marketing, produsen, menyasar produk dengan segmen atas, bawah, bahkan menyasar pasar rebranding… yang terjadi kemudian adalah resourcenya terbagi2 ke dalam semua lini tersebut.

Kuncinya adalah mengetahui, apa DNA bisnis saya. Apakah saya ahli sebagai produsen, ataukah saya ahli sebagai marketing?

Kalau saya ahli sebagai produsen, senang ngulik, bisa bikin produk dengan hpp 5000 dan bisa jadi produk seharga 100rb, maka bisa jadi DNA bisnisnya adalah produsen.

Kalau begitu maka perbanyaklah partner marketing.

Bisa dengan model bisnis keagenan/reseller/dropshipper. Bisa juga dengan sistem franchise/business opportunity. Bisa juga dengan menjual secara white label dan brand dimiliki oleh orang lain.

Lalu beri insentif sebesar2nya pada partner marketing, pada agen/reseller, pada pembeli franchise…

Bahkan di bisnis model software yang umum di luar negri, pembagiannya 30% vendor(produsen) dan 70% marketer. Setiap bulan ada kontes dengan hadiah premium seperti macbookpro.

Loh kok marketernya dapet lebih banyak? kan saya yang bikin produk…

Memang… tapi produsen juga diuntungkan dengan nilai kali… semakin banyak marketer yang jualan produk itu maka keuntungannya bakal lebih besar, dengan effort yg lebih terfokus.

Karena akan lebih profitable dapet 30% dari 100 marketer, daripada dapet 100% tapi jualan sendiri.

Kalau saya tidak suka mendevelop produk, tp suka jualan berarti DNA bisnis saya mungkin ada di marketing. Maka perbanyak partner produksi. Cari produk yg berkualitas, jangan develop produk sendiri.

Untuk mengetahui apa DNA bisnis ada ilmunya. Dalam ilmu branding butuh satu bahasan khusus. Tetapi yang paling simple adalah bermusahabah, menanyakan kepada diri sendiri:
– apa pengalaman yang saya miliki ?
– apa keahlian yang saya miliki…?
– apa sih yang saya enjoy untuk saya lakukan…?

Bagaimana kalau merasa tidak punya keahlian/pengalaman?

Masa sih? mungkin belum teliti melihatnya… itulah perlunya muhasabah dan introspeksi diri… What I have done for over 20+ years / 30+ years…?

Hmm… bagaimana kalau saya masih merasa tidak punya kemampuan apa2 ?

Kalau begitu…saya akan mengucapkan congratulation…

Loh kok bisa?

Yes, because you’re like a blank sheet of paper…

Anda bisa memulai dari sekarang, kemudian menanyakan ingin ahli di bidang apa… Ingin enjoy melakukan apa…

You can start clean… to design the life that you want…

….

Ah begitu banyak mutiara yang saya dapat di Mastermind divisi Epik…

Di sana saya mendapatkan pencerahan2 dari coach yang omsetnya terancam milyaran perbulan, a bright young lady with passion in education dreaming to build the next big thing, ahli IT dengan pengalaman 8+ tahun, bahkan ada juga alkemis yang bisa menciptakan produk dengan hpp sangat kecil…

Sebenarnya… Divisi Epik saat ini membuka kesempatan untuk bergabung… 2 orang saja…
Orang yang merasa biasa2 saja, tetapi ingin berkembang menjadi luar biasa…bersama-sama…
Bukan untuk seorang superstar, tetapi untuk seseorang yang belajar bareng untuk menjadi bintang…
Orang yang percaya bahwa melayani dan berbagi adalah jalan untuk menjadi besar…
Orang yang bersedia memegang kunci, untuk bisa membuka gembok akses agar bisa belajar dengan para suhu2 yg ada di TDA

Divisi Epik kumpul seminggu sekali. Misal minggu ini Mastermind, maka minggu berikutnya meeting program2 untuk melayani member TDA. Begitu saja selang seling. Karena melayani komunitas dan membesarkan bisnis harus bisa dijalani secara berbarengan.

Sehingga nanti, 2 tahun dari sekarang… kita bisa sama2 menengok ke belakang dan melihat… seberapa besar kita telah berkembang selama bergabung dalam keluarga TDA ini…

Tertarik buat bergabung?
– syarat: registered member tda dan sudah install tda passport
– perkenalkan diri dan kondisi bisnis sekarang
– sebutkan alasan mengapa ingin bergabung ke divisi Epik dalam 300 kata
– cv
– bisa dikirimkan ke awan@21clouds.com

Sharing untuk TDA: Inovator Inovasi Indonesia Expo 2017

Assalamualaikum para mastah, suhu dan rekan2 seperdjoeangan 😀

Mohon ijin pagi ini untuk melaksanakan Sharing Epik #3: Inovator Inovasi Indonesia Expo – Kemenristek Dikti

Powered by Div Epik (Edukasi dan Pengembangan Ilmu serta Kapasitas) TDA Bandung: @jargus , @Muji_ono , @vickyoktrya , dan saya sendiri…

Semenjak hari Rabu kemarin, saya ada di Surabaya.
Bukan untuk jalan2, tetapi mengikuti sebuah pameran bertajuk Inovator Inovasi Indonesia Expo.
Dari namanya, bisa ketauan bahwa yang dipamerkan adalah produk2 Inovasi.
Pesertanya pameran nya dari berbagai kota di Indonesia, dari sabang sampai merauke.
Tetapi mempunyai kesamaan, yaitu tenant binaan yang pengembangan produknya dibiayai oleh Kemenristek Dikti.

Produknya bermacam2. Ada yang membuat mini tank tanpa awak. Klien nya jelas, Angkatan Darat. Karena produk yang sensitif seperti ini, tim pembuatnya sudah menandatangani kontrak untuk tidak mempunyai social network account. Tetapi tidak mengapa, karena pihak militer sudah menyiapkan budget untuk kontrak2 pemesanan.

Ada yang meriset produk di teknologi Beacon. Salah satu keunggulan produk ini adalah bisa meningkatkan proses data transfer. Kita tahu teknologi RFID yg sekarang ini digunakan pada kartu tol hanya bisa berfungsi di jarak dekat (kita harus menempelkan kartu ke sensor pintu tol). Dengan teknologi Beacon maka dalam jarak ratusan meter juga sudah bisa di deteksi. Juga tidak perlu satu2, tetapi bisa melakukan identifikasi ratusan mobil dalam satu waktu. Jika ini bisa diterapkan, akan menjadi solusi kemacetan gerbang pintu tol karena mobil2 hanya tinggal lewat saja tanpa perlu menempelkan kartunya.

Di bidang pangan, ada yang mengembangkan produk karena melihat kondisi daerahnya. Misalkan seorang pemuda di Banyuwangi mengetahui bahwa daerahnya adalah produsen buah kakao. Buah itu hanya diambil biji nya saja, sedang kulitnya dibuang dan jadi limbah pertanian. Setelah dilakukan riset maka diketahui bahwa kandungan oksidan nya tinggi sehingga bisa digunakan sebagai supplemen pencegah kanker. Oleh karena itu dibuat ekstraknya dan dikemas dalam bentuk kapsul yg tahan lama. Bahan baku yang murah, melimpah merupakan daya saing yang besar untuk produk yang berkualitas.

Stand di samping saya, Batian merupakan produk pencatatan keuangan untuk usaha mikro. Standnya diserbu ratusan orang tiap harinya karena simplisitas penggunaannya. Selepas pameran sudah ada pihak yang siap bekerja sama untuk menyebarkan dan memasarkan produk ini untuk wilayah jawa timur.

Total ada 450+ produk inovasi yang dipamerkan, tersebar di kategori pangan, energi, material maju, transportasi, pertahanan keamanan, teknologi informasi komunikasi, dlsb.
Di tengah2 segala pemberitaan miring tentang kondisi Indonesia, event ini adalah sebuah bukti bahwa ibu pertiwi masih terus melahirkan para pejuang.

Nah terus, apa manfaatnya buat temen2 TDA?

Yang pertama, dari sini saya melihat bahwa banyak sekali peluang kerja sama yang bisa dikolaborasikan. Komunitas bisnis yang cenderung praktis, bisa bekerja sama dengan tim2 inovator ini, untuk mengkomersialisasikan hasil riset dan inovasi mereka. Temen2 bisa browsing di bagian peserta di website ini i3expo.id untuk melihat kira-kira apa saja yang match dengan domain yang dikuasai.

Yang kedua, pemerintah terutama dari kemenristek dikti saat ini sedang gencar-gencarnya membiayai pengembangan produk inovasi yang mempunyai potensi pasar yg bagus. Kalau ada dari teman2 yang punya ide pengembangan produk, bisa mengikuti program IBT CPPBT (Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi). Tahun lalu yang ketrima bisa mendapatkan dana sampai 325jt per tenant. Ini dana hibah dari kemenristek, jadi tidak ada embel2 minta saham ataupun harus dikembalikan.

Ada salah satu tips sakti yang ane dapat ketika mengikuti program ini. Yaitu menyusun proposal nya jangan seperti menyusun karya ilmiah, tetapi disusun mengikuti flow nya Smart Business Map.

Smart Business Map sendiri adalah sebuah tool yang bisa digunakan untuk menganalisa dan merancang bisnis. Simpel dan aplikatif namun sangat powerful. Dibuat oleh Pak Budi Isman yang sukses menaikan valuasi PT. Sari Husada (lebih dikenal dengan brand SGM), dari 4 Trilyun menjadi 22 Trilyun hanya dalam waktu 2 tahun saja.

Untuk tulisan mengenai Smart Business Map sudah saya kumpulkan di sini http://bit.ly/awanSBM

So, kesempatan ada di depan mata… monggo buat yang ingin memanfaatkan sebaik2nya.

Kalau ada temen2 yang ingin tanya2 lebih lanjut mengenai program ini, jangan ragu buat kontak2 ane. Buat yang pengen daftar tapi gak punya ide…ane juga punya daftar ide2 yg bisa dieksekusi hehehe… 😀

Good luck and have a wonderful morning, Bismillah… 🙂

Ilmu Permen

(QS. Alam Nasyroh: 5)
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

(QS. Alam Nasyroh: 6)
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan seorang ustad yang bercerita tentang ilmu permen.

Maksudnya seperti apa ilmu permen itu?

Jadi misalkan saya punya sebuah permen di kantung celana saya.

Permen itu tidak ada bungkusnya.

Lalu saya ambil di kantung celana saya dan kemudian saya berikan kepada Anda.

Maukah Anda menerima dan memakannya?

Tentu saja tidak…

Anda mungkin akan berpikir, jijik, kotor, dlsb…permen di saku celana dan tidak ada bungkusnya kok mau dikasihin ke orang lain.

Nah bagaimana misalkan di kantung celana yang lain ternyata ada permen juga yang masih ada bungkusnya. Jika saya berikan pada Anda, kemungkinan besar Anda mau menerimanya.

Padahal jika Anda terima… Anda akan buka bungkusnya, dibuang dan kemudian dimakan permennya.

Nah kemudahan/rezeki datang kepada kita juga sama, tidak pernah tanpa bungkus.

Padahal kita tidak butuh bungkusnya, tetapi secara mekanismenya dia akan datang dengan bungkus.

Bungkus nya adalah berupa kesulitan.
Bungkus nya adalah rasa sakit.
Bungkusnya adalah apa yang selama ini kita sebut musibah.

My brother/sister…
Seringkali ketika sebuah kejadian yang sulit, menyakitkan, atau kita anggap sebagai musibah… kita serta merta menolaknya.
Menggerutu.
Mengeluh.
Menyebarkan kabar ke sosial media dan semua friendlist kita.
Padahal ini adalah cara tercepat untuk menolak rezeki dan kemudahan yg akan datang bersamanya.

Namun jika kita sabar, menerima dengan ikhlas…
Sambil berpikir… “Wow..bungkusnya aja segede ini (sesulit dan semenyakitkan ini), apalagi nanti isinya?? Alhamdulillah…terima kasih Ya Allah… saya ikhlas atas segala ketentuanmu…”
Maka rezeki dan kemudahan akan datang bersamanya.
Ayatnya pun jelas… sesudah kesulitan ada kemudahan.
Bahkan diulang dua kali untuk mengingatkan lagi.
Sesudah bencana ada keberuntungan.
Sesudah kerugian ada profit.
Sesudah kegagalan akan ada kesuksesan.

Saya punya teman yang sikap mentalnya selalu positif.
Hidup tidak selalu mudah untuknya.
Tetapi dia tidak pernah sekalipun berbicara yang negatif ataupun mengeluh.
Baik di kalangan teman2nya sendiri, apalagi di sosial media.

Jika berkunjung ke timeline nya dipenuhi dengan kalimat2 yang menginspirasi.
Jika menyapanya di WA akan didapatkan semangat.
Walaupun bisa jadi kondisinya lg terlihat semrawut.
Sejak dulu saya tahu banyak hal yang harus diurus, urusan keluarga, urusan adik2nya…
Belum lagi isi kepalanya dipenuhi dengan bagaimana agar bisnisnya bisa survive, cara gaji karyawan, memotivasi team, menyusun strategi, dll.
Saya bisa mengerti bahwa dia juga punya rasa takut, ketidakpercayaan diri, kebingungan, kekecewaan apalagi ketika usahanya tidak berjalan seperti yg dia inginkan.
Saya sangat tahu bahwa dia bangun jam 2 pagi sementara suaminya masih tidur lelap.
Saya sangat tahu bagaimana dia membangun bisnis untuk menghidupi keluarga sementara suaminya bersikap “santai” dan “jangan ganggu me time aku yah!”

Tetapi saya amat salut dengan sikap mental positif yg dia miliki.
Maka dia pun kemudian menarik orang2 positif ke dalam hidupnya.
Dia menarik rejeki2 ke dalam hidupnya.
Bukan hanya berupa uang, tetapi juga kesempatan dan kelapangan hati.
Karirnya melesat dan dikelilingi oleh sahabat2 yang siap membantunya.

Karunia besar adalah memiliki karakter untuk tetap bisa tersenyum, bersyukur dan menikmati proses yg diberikan Tuhan di depan prahara kehidupan.

Dia adalah saksi hidup bahwa barang siapa yang bersyukur maka akan Ku tambahi, dan barang siapa yang tidak bersyukur /mengingkari nikmatku maka siksaKu amat pedih.
QS. ‘Ibrahim [14] : 7

Tulisan ini untuk diri saya sendiri, semoga saya bisa mengingat bahwa yang memberikan bungkus itu Tuhan… dan yang memberikan permen itu juga Tuhan.

Ketika saya mengeluh tentang “bungkus”, pada hakikatnya adalah saya juga menyalahkan Tuhan. Bungkus ditolak, isi juga akan hilang.

Ketika saya menerima dengan ikhlas “bungkus”, maka Tuhan pun akan membukakan dan memberikan isi nya yang manis kepada saya…

Dosa dan Tahajud

DOSA DAN TAHAJUD

Assalamualaikum men temen…

Pengen cerita sedikit tentang kondisi tadi malam. Berkaitan dengan analisa mengapa itu bisa terjadi.

Tadi malem aku coba pakai 2 teknik. Yang pertama minum air dari om Matori dan juga foto ember alarmy.

Sebelum tidur, aku minum air putih 4 gelas.

Dengan harapan kebangun biar bisa ke belakang.

Nah bener aja bisa bangun jam setengah 2.

Tp sampe kamar mandi, setelah menyelesaikan hajat engga sekalian wudlu tp balik lagi ke kasur.

“bentar baring2 dulu deh… masih setengah 2”, pikirku.

Trus jam 2 nya kebangun karena dibangunin sama istri.

Alarmy bunyi, dan ga berhenti sebelum foto ember merah di kamar mandi.

Ya udah deh jalan ke kamar mandi, foto ember.

Engga sekalian wudlu… balik lagi ke kasur.

Bangun2 udah denger qomat subuh. Bahkan adzan aja ga kedengeran…

Akhirnya reset lagi.

Nah dari experience yang aku alamin, aku coba instrospeksi dan mempelajari kenapa hal ini bisa terjadi.

Setelah dilihat-lihat Ini persis sama sepertii waktu awal2 aku bentuk group ini.

Jadi ketika aku membentuk group ini, kondisinya bukan karena aku udah bisa rajin tahajud secara konsisten.

Tetapi justru karena engga berhasil2 untuk melakukan tahajud.

Karena frustrasi gak bisa2, setelah lama nyobain sendirian ga berhasil2…akhirnya ga ada jalan lain… selain ngajakin orang lain, walaupun diri sendiri belum bener. Harapannya akan bisa saling mengingatkan dan menyemangati untuk bisa melaksanakan tahajud. Alhamdulillah rekor berturut2nya #38 walaupun belum sampai #90. Alhamdulillah begitu ga tahajud semalam, langsung disambung lagi dengan malam berikutnya engga perlu nunggu berminggu-minggu atau berbulan-bulan kemudian baru mulai lagi.

Tapi itu merupakan lompatan besar, karena waktu group ini dimulai, aku selalu kelewatan. Bukan hanya tahajud, tetapi juga subuh.

Subuhnya selalu bernuansa dluha…Astaghfirullah…

Waktu itu segala teknik sudah dicoba, segala tips sudah dilaksanakan tetap engga bisa.

Ternyata yang memberatkan aku untuk tahajud walaupun sudah berulang kali bisa bangun adalah: dosa

Dosa adalah pemberat aku melakukan tahajud.

Jadi walaupun sudah bangun, tetap mode otomatisnya adalah matiin beker dan tidur lagi.

Setelah aku browsing2, dengerin ceramah2 di youtube maupun dengerin pengajian secara langsung…, dosa ini punya dua sisi.

Yang pertama sisi psikologis dan kedua sisi spritual.

Sisi psikologis dari melakukan dosa adalah diikuti dengan rasa bersalah.

Rasa bersalah itu bisa menghalangi untuk melakukan ibadah2 yg lain.

Ada pikiran gini: “ah kamu munafik banget… habis melakukan dosa trus ibadah…”

“Udah lah, ga usah…”

“Masak habis melakukan dosa trus sholat, gak malu apa sama dosa2 yg kamu lakukan tadi?”

Akhirnya ibadah2 yg lain pun tidak dilakukan.

Bayangkan saja, ketika kondisi sadar 100% saja untuk melakukan ibadah saja berat dengan pikiran seperti itu.

Apalagi kondisi belum sadar 100% misalnya seperti bangun tidur.

Padahal pikiran2 itu berasal dari bisikan2 setan untuk menghalangi orang2 beribadah lebih banyak lagi.

Justru yang seharusnya dilakukan setelah berbuat dosa adalah bertaubat, ibadahnya ditambah, berbuat baiknya juga ditambah.

Bahkan ketika dosa itu sudah menjadi habit, jangan pernah berhenti untuk bertaubat dan jangan berhenti untuk menambah ibadah.

Jangn berhenti untuk meminta ampunan, meminta perlindungan dan terus menambah ibadah serta berbuat kebaikan.

Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla,

Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla,

أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَبْدِى أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ

“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.”( HR. Muslim no. 2758). An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.

Lebih lanjut dari sisi psikologis… setiap dosa itu punya trigger.

Trigger ini bisa berkaitan dengan 5 panca indera: apa yg dilihat, didengar, dicium atau disentuh.

Trigger ini bisa juga berkaitan dengan situasi.

Nah untuk menghindar dari dosa2 yang sudah sering dilakukan, pertama2 adalah mengidentifikasi trigger2 ini.

Waktu melakukan dosa, sebelum nya ngapain, situasinya gimana.

Misal dosa orang yang kecanduan alkohol… trigger nya apa? melihat film action dan di salah sastu adegannya ada orang yg minum2an keras sambil ngumpul sama teman2nya… dll.

Lalu dia tertrigger untuk minum2 dan melakukan hal2 yang lebih berdosa lagi.

Nah trigger2 ini setelah diidentifikasi, maka harus dihindari atau diubah.

Apa yang dilihat mata, apa yang didengar, apa yang dicium, kondisi2 yang memungkinkan untuk berbuat dosa…

Semua trigger, setelah di identifikasi…harus dihindari…

Nah temen2… tulisan ini sebenarnya sebagai pengingat buat diriku sendiri.

Tujuannya agar terus mengurangi dosa, menambah ibadah serta berbuat kebaikan.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Puasa dan Kehidupan Sehari-hari

#33
Cara saya menjalani hidup, bisa tercermin dari bagaimana saya Sholat…

Apakah ketika sholat pikiran lompat kemana2 ?
Besar kemunginan pada saya mengerjakan sesuatu hal juga sulit untuk fokus.

Apakah ketika sholat saya terburu2 ?
Besar kemungkinan juga pekerjaan inginnya buru2 dan sekedar beres kewajiban saja.

Kalau ketika sholat saya sekedar membaca bacaannya tanpa meresapi maknanya…
Besar kemungkinan apapun yg saya lakukan di dalam kehidupan tidak pernah berdoa dengan khusyuk, terhubung kepada kekuatan Sang Maha mewujudkan segala sesuatu….

Apakah ketika sholat saya teringat tentang apa-apa yang belum atau harus saya kerjakan?
Besar kemungkinan bahwa di kehidupan saya juga sulit untuk berada “di sini – di saat ini” untuk memberikan hasil terbaik.

Apa yang saya lakukan pada saat saya sholat, itu juga apa yang saya lakukan dalam kehidupan saya.

Sehingga jika saya ingin kehidupan saya lebih baik, maka saya perlu berlatih untuk lebih baik di dalam sholat saya.

Terburu-buru, tidak khusyuk, terlempar di pikiran masa lalu dan masa depan yang penuh kekhawatiran dan penyesalan, tidak terhubung kepada kekuatan Yang Maha mewujudkan… akan berakibat kepada pemilihan keputusan yang buruk…. pemilihan keputusan yang buruk akan berakibat pada tindakan yang buruk… tindakan yang buruk…keji dan munkar…

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ

… dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar

Ada tips nggak klo pas puasa jadi lemes dan males kerja?

Ada temen nanyain, apakah ada tips kalau pas puasa jadi lemes dan males kerja?

Aku jawab gini…

[5:49 AM, 10/1/2017] +62 856-2442-2245: Klo kata guru ane gini bro…

Puasa itu pada hakikatnya latihan mengendalikan keinginan badaniyah.
Dalam hal ini yg paling kuat adalah seks dan makan/minum.
Karena keinginan ini kalau engga bisa kita kendalikan, bakal bikin masalah buat hidup/badan kita.

Seks yang tidak terkontrol bisa bawa banyak banget masalah.
Kalau duit kita udah banyak dan engga bisa mengontrol keinginan seks ini, maka godaan2 yang datang bisa bikin hancur hidup kita.
Karena laki2 itu lebih banyak lagi cobaannya kalau lagi banyak duit.
Beda sama perempuan, cobaannya ketika lagi ga punya duit masih tetep setia ga dia sama lakinya 😀

Keinginan makanan juga gitu.
Makanan/minuman yang engga kita kontrol bakal bawa penyakit berbahaya.
Kalau nanti kita udah banyak duit tp kita gak kontrol ini, maka duit itu habisnya buat pengobatan.

Nah untuk menjaga hal2 itu, maka dilatih ruhiyah nya dengan cara puasa (salah satunya).

Pada saat puasa badan kita dilemahkan.
Kita akan mudah ngantuk, lemes.

Tetapi itu sebenernya ngomong sama mind/nafsu kita.
“Nih, aku udah set mind ga makan, ga berhubungan seks.
Memang bakal lemes, memang bakal ngantuk.
Tapi aku yang set mind, aku yang pegang kendali, bukan kamu yah mind/nafsu”

Jadi nanti kalau di kemudian hari ada kejadian, yang menggoda nafsu atau mind bilang itu bakal menyenangkan banget…”aku” nya udah terlatih
Apakah ini cukup atau berlebihan?
Apakah ini bakal membawa kebaikan atau malah kehancuran?

Bagi mind yang gak terlatih, dia tahu apa yg dipilih bakal bawa kehancuran.
Tetapi karena yang mengendalikan itu “mind/nafsu” maka tetep akan dia ambil.
“Aku” nya di sini kalah sama “mind/nafsu”

Jadi wajar banget klo badan u lebih lemah waktu puasa, daripada saat engga puasa.
Tetapi di situ “aku” akan lebih kuat dari “mind/nafsu”

Lebih keren lagi…kalau u bilang…
“Oke… badan lemes dan ngantuk… I understand that…
Tapi “aku” adalah yang berkuasa di sini.
Dan “aku” mau, walaupun badan lemah/lemes/ngantuk, harus tetep bekerja, harus tetep optimal yah!
Ga boleh ngikutin “mind/nafsu” yang nyuruh tidur berlebihan atau excuse macam2, oke!”

Pada saat itu “aku” akan semakin memperkuat posisinya over “mind/nafsu” yg nyuruh istirahat.

Jadi ini adalah latihan… agar “aku” bisa command badan/mind/nafsu di kondisi apapun.
Mau lemah, mau berenergi…
Mau ada godaan, mau gak ada godaan…
“Aku” yang in charge, bukan kondisi badan/mind/nafsu

Nanti pelan2 badan akan ngikutin…
Karena tahu “Aku” ini adalah master nya…
Dia tahu dia engga bisa ngikutin arahannya “mind/nafsu” buat leha2 karena kondisi lemah.
Jadi nanti pelan2 badan akan menyesuaikan.

Gw pelajarin…semua orang hebat, punya kontrol diri yang kuat.
Entah itu dari pada saat mereka hidup, atau dari kehidupan keluarganya.
Muhammad, Jesus, Gandhi, Buddha, dll.
Bahkan Hitler sekalipun belajar occultism yang punya praktek2 latihan untuk mengendalikan mind/nafsu.
Puasa, Meditasi, Sholat, dll adalah cara2 untuk mengendalikannya.

It won’t be easy, but it’s worth the effort ?

Allah menilai proses, bukan hasil – 90 days tahajud challenge day #29

#29 bit.ly/90tahajud

Assalamualaikum my brother and sister…

Kemarin kembali diingatkan oleh guru ane…

Bahwa manusia seringkali menilai secara hasil…

Ketika kita menulis cv, kita menulis hasil dari pencapaian2 kita.

Menyelesaikan project A

Mendapatkan prestasi B

Meraih IPK 4.00

Tidak pernah menulis prosesnya…

Begadang semaleman untuk bisa lulus di ujian…

Harus bekerja keras memutar otak agar bisa meraih X

Pun ketika ditulis prosesnya, maka hasil akhirnya yang akan dinilai.

Tetapi Allah… menilai proses… menilai usahanya…

Meraih IPK 4.0 ,tetapi di dapat dengan santai2… bisa jadi dinilai lebih sedikit daripada yang meraih IPK 2.0 tetapi belajar habis2an…

Begitupun dalam ibadah…

Orang A yang mempunyai hafalan 100 ayat, bisa jadi mendapat timbangan yang lebih sedikit dari orang B yang hafal 10 ayat. Karena si A tidak membutuhkan usaha yang besar untuk bisa hafal 100, sedangkan si B harus bolak balik membutuhkan waktu lama, karena usia, karena kesibukan, namun terus berusaha agar bisa mencapai 10.

Orang A yang sudah tahajud 30 malam berturut2, bisa jadi mendapat timbangan lebih sedikit daripada orang yang baru berhasil tahajud B 1 kali.

Karena mungkin orang A tidak membutuhkan usaha yang lebih besar karena sudah terbiasa sebelumnya, sedangkan orang B harus memaksa diri keluar dari comfort zone dan mengalami kekecewaan pagi berulang kali karena gagal bangun terus menerus untuk bisa berhasil 1 kali.

Jadi… yuk kita sama2 mengusahakan… untuk terus menjadi lebih baik dari sebelumnya…

Karena ketika ada perasaan berpuas diri, sudah merasa lebih baik, bisa jadi itu adalah bisikan syetan agar kita tidak menambah usaha kita… agar kita tidak push ourself keluar wilayah nyaman ibadah kita…

Karena belum tentu pencapaian kita, akan dinilai oleh Allah lebih baik daripada pencapaian orang lain yang kelihatannya di bawah kita.

Kita tidak melihat usaha dari orang tersebut. Hanya Allah lah yang tahu usaha dari masing2 individu…

Bisa jadi… orang itu usahanya lebih besar untuk mencapai itu.

We need to pursuit exellence, but what count’s in Allah eyes is the effort we put in that pursuit…

Bismillah…