Orang-orang di sekitarmu hanyalah cermin

#26

Guru saya berbicara berulang kali…
bahwa orang-orang yang hadir di dalam hidup saya, adalah cerminan dari hubungan saya dengan Tuhan.

Saya sering mendengar hal itu dan berpikir saya mengetahuinya

Namun kemarin saya baru menyadari bahwa saya hanya mendengar saja, tanpa memahaminya

Kemarin guru saya mengatakan hal yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda.

Dia berkata… orang-orang di hidupmu, adalah representasi hubunganMu dengan Tuhan.
Misalkan ketika anakmu sulit untuk diatur… dan kamu berulang kali mengajarinya tetapi anakmu tetap tidak mau diatur…
Sadarilah…
Bahwa yang mengubah anakmu itu bukan kamu, tetapi Tuhan.
Kamu bisa menasehatinya, tetapi kamu tidak akan bisa merubahnya.
Lha wong Nabi Nuh aja gak bisa mengubah anaknya jadi beriman.
Apalagi kamu, yang ibadahnya aja belang2…

Yang bisa kamu lakukan adalah melihat hal itu sebagai cerminan ibadahmu.
Apakah kamu masih sering melakukan dosa?
Apakah kamu masih sering melakukan maksiat?
Bagaimana sunnah2 mu?
Bagaimana rawatib mu?
Bagaimana dluha mu?
Bagaimana dzikir pagi petang mu?
Bagaimana hubungan mu dengan Al Quran sebagai petunjuk?
Bagaimana hubungan mu dengan doa-doa yang kau panjatkan kepada Tuhan?
Bagaimana sholatmu? apakah kamu khusyuk, ataukah masuk ke dalam golongan orang2 yg lalai?
Allah sudah berulang kali memperingatkan tentang waktu, apakah kamu termasuk dengan orang yang menyia-nyiakan waktu dengan kegiaatan yang tidak bermanfaat?

Misalkan ketika pasangan hidupmu tidak mau menerapkan apa yang kamu sarankan,
Tidak perlu marah, tidak perlu stress…
Lha wong Nabi Luth yang sebegitu dekatnya sama Allah saja tidak bisa membuat istrinya patuh pada dia.
Wa’ilah, istri Nabi Luth…lebih cenderung mengejar harta daripada mendengarkan perintah Nabi Luth…

Coba cek lagi baik2…
Bagaimana hubunganmu dengan Tuhan…
Bagaimana tahajudmu…
Apakah ada kewajiban2 sebagai pasangan yang belum kamu berikan
Apakah ada dosa, maksiat, khianat yang masih sering kamu lakukan?

Guruku melanjutkan ceritanya…
Ketika misalnya punya orang tua yang suka marah2 atau melakukan hal2 yang menurutmu negatif…
Kewajibanmu untuk mengingatkan dengan cara yang santun dan baik
Tetapi dosa bagimu untuk memarahi balik, mendiamkan, bahkan berkata “ah” pada mereka…
Tidak perlu stress jika mereka tidak berubah…
Karena kemampuan merubah adalah kemampuan Allah…
Sedangkan kamu hanyalah perlu melihat itu sebagai cerminan hubunganmu dengan Allah…
Bagaimana puasa sunnahmu?
Bagaimana kualitasnya? Bagaimana caramu berbuka?
Bagaiamana akhlakmu kepada orang lain?
Karena bahkan selevel Nabi Muhammad, tidak bisa merubah pendirian pamannya untuk memeluk Islam sampai akhir hayat…

Jadi Awan…
Orang2 yang ada di sekitarmu hanyalah cerminan bagaimana hubunganmu dengan Tuhan
Cerminan dari ibadah mu, cerminan dari kualitasnya
Cerminan dari dosa2mu, cerminan dari usahamu mendekati Tuhan.
Kamu tidak punya kekuatan apa2 untuk merubah orang.
Hanya Dia, Allah yang punya kekuatan itu.

Sulit?
Lebih sulit lagi berfokus pada hal2 yang kamu tidak punya kemampuan atasnya

“Apakah kamu Muhammad akan membunuh dirimu sendiri dengan kesedihan karena mereka tidak beriman?”

Sayapun hanya bisa diam…malu di hadapan guru saya…

Cara melatih Being

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam hormat buat para suhu dan temen2 seperjuangan ???

Mohon izin untuk mereshare materi daging dari my good friend Adhe Alfan Nafi.

Dia adalah Kadiv Epik (edukasi dan pengembangan ilmu serta kapasitas) TDA Jaksel.

Sedikit perkenalan, dia adalah lulusan STAN yang sudah punya pekerjaan yang nyaman namun “nekat” untuk resign dan memulai bisnis.

Sempat mendapatkan pertentangan dari orang tua, tetapi setelah sama2 meminta petunjuk dari Allah maka dimantapkan untuk memilih jalan bisnis.

Awalnya berbisnis adsense… sempat punya team untuk mengeruk dollar, namun kemudian omsetnya turun. Tidak menyerah, dia kemudian beralih mengembangkan bisnis olshop peralatan bayi AdoraBabyShop.com sampai dengan sekarang.

Saat ini fokus mengembangkan produk brand sendiri bernama LactaTea.com Asi Booster. Omset dari sini…saya nggak bisa bilang…tp yang pasti bikin ????

Saya mengenal dia sebagai pribadi pembelajar. Dari dia saya banyak belajar bagaimana mengimplementasikan spiritual speed reading, mindmap, 4dx dan ilmu2 lain yang bermanfaat buat bisnis dan kehidupan.

Nah kali ini saya ingin mensharingkan tulisan dia tentang “being”

Being adalah elemen penting yang menentukan bagaimana orang bertindak.

Sebuah pedang tajam yang diayunkan dengan being asal2an akan mempunyai dampak berbeda dengan pedang tumpul yang diayunkan dengan being seorang master.

Ini juga jadi salah satu jawaban, mengapa sebuah teknik ampuh tidak bisa jalan oleh sebagian besar orang, tetapi sukses dijalankan oleh segelintir orang.

Tekniknya sama, being nya yang berbeda.

Because it’s not about the gun, it’s about the man behind the gun.

Jadi jika bertemu orang yang sering berganti2 teknik, berganti2 bisnis, berganti2 metode namun belum membuahkan hasil yg diinginkan… siapa tahu yang salah bukan teknik/metode/bisnis nya tetapi bisa dicek bagian being nya.

Pertanyaannya bagaimana melatih being kita, sehingga bisa jadi powerful?

Di bawah akan saya share tulisan Adhe Alfan Nafi tentang “Cara melatih being”

Jika ada yang mau ditanyakan, nanti bisa via facebook nya: https://www.facebook.com/adhealfannafi
atau bisa juga lewat ane, nanti ane bantu confirm ke dia.

*Terselenggara berkat kolaborasi Epik TDA Bandung & Jaksel
*Pesan sponsor… jangan lupa tahajudnya… 🙂

—————

Awan Rimbawan:
Bismillahirrahmanirrahim…

Cara ngelatih BEING
by Adhe Alfan Nafi

Betapa pentingnya memiliki Being yang terbaik. Bahwa jika beingnya bagus, maka hidupnya juga akan bagus. Bukan cuma tentang usaha, atau pribadi, atau keluarga saja. Tapi Being ini mempengaruhi semua aspek dalam hidup kita. SEKALI LAGI, SEMUA ASPEK DALAM HIDUP KITA.

Bahkan setelah mati pun, Being kita bakal terus ada efeknya (legacy kita ke anak cucu, masyarakat n bangsa, dan bahkan juga hisab kita nanti di akhirat)

Nah, sekarang kita bakal belajar gimana sih cara latihan Being?

Being manusia aku bagi jadi 3 bagian: tubuh, pikiran, emosi.
3 hal ini yang menurutku membedakan tingkat efektivitas tiap manusia.
Physically + intellectually + emotionally.

Nah, 3 hal itu lah yg kita latih tiap hari supaya terus meningkat.
Spiritual aku masukin ke emosional + intelektual…

Tubuh dilatih dengan cara olahraga (bermacam macam jenis olahraga), martial arts, puasa, makan makanan sehat, meditasi, polyphasic (efisiensi tidur), dansa, yoga, dll.

Pikiran dilatih dengan cara belajar skill baru (hard skill, soft skill), meditasi (meditasi menurutku lebih ke latihan pikiran drpd latihan tubuh), visualisasi, membaca buku, bekerja keras, tahfidz Qur’an, dll.

Ikut KMB dengan baik, juga bentuk latihan pikiran… Latihan bikin plan yg baik, strategi yg baik…

Emosi / hati dilatih dengan mengokohkan sifat sifat baik, menghilangkan sifat sifat buruk (biasanya kecanduan. Kecanduan makan, kecanduan main hape, kecanduan sosmed, kecanduan lawan jenis, dll), dan dengan ibadah.

Misal: latihan disiplin waktu, latihan tanggung jawab, latihan volunteer (jadi pengurus tda Jaksel?), Latihan manajemen waktu, latihan positive thinking, latihan sholat tahajud setiap hari, latihan sholat tepat waktu n berjama’ah, latihan sedekah setiap hari, dll.
Banyak hal yg bisa dilakukan tuk melatih Being kita.
N setiap kita melatih salah satu dari 3 aspek itu, sebetulnya kita juga melatih aspek yg lain.

Coz satu sama lain saling mendukung n saling mempengaruhi.

Kalau teman teman latihan tubuh, maka pikiran/otak bakal jadi lebih encer/cerdas, n emosi bakal lebih tenang n happy…
dan begitu juga sebaliknya dengan latihan pikiran n emosi… akan mempengaruhi aspek Being lainnya…

Ini based on experience ku… jadi cara ku blm tentu works buat teman teman semua. Yang perlu dipelajari disini adalah prinsip prinsipnya saja… ambil yang baik n kira kira berguna.

Aku akan list satu demi satu pokok ide yg ku pikir ngaruh ke cara melatih Being supaya konsisten.

The past does not equal the future.
Keyakinan keyakinan yang tidak memberdayakan dari masa lalu, ganti dengan keyakinan keyakinan yang memberdayakan. Kalau anda dulu gagal, belum tentu di masa depan bakal gagal juga. Asal terus mencoba yakin pasti bakal dapet apa yg di inginkan.

Mulai dari target kecil dulu.
Yang penting konsisten. Ingat cerita tentang cara teman latihan polyphasic? Dimana dia ngurangin tidur dimulai dari 5 menit dulu sampai terbiasa, lanjut ke 15 menit sampai terbiasa, lanjut ke 30 menit sampai terbiasa, sampai akhirnya bisa ngurangin tidur 2 jam dalam sehari. Sama seperti cerita itu, ketika teman teman ingin latihan Being, mulai dari target kecil aja dulu. Biasakan selama seminggu dulu, baru kemudian naikkan dosisnya sedikit lagi. Begitu seterusnya.

Yang penting konsisten.
Kita ingin membentuk kebiasaan baru. Skill baru. Maka konsistensi itu penting. Sedikit sedikit asal konsisten, lama lama menjadi besar n kuat kebiasaannya… daripada karena saking semangatnya langsung kejar target besar, namun cuman bertahan selama beberapa hari saja n ga lanjut lagi, coz kitanya ga kuat, kitanya belum terbiasa.

Ajak bareng bareng teman tuk latihan bersama-sama.
Or ikut ke sebuah komunitas baru. Kalau dijalankan bareng pasti jadi lebih ringan. Sekarang sudah lebih mudah mencari teman tuk latihan sesuatu. Asal kita mau mencari, besar kemungkinan ada yg bersedia. Komunitas komunitas juga sekarang banyak tersedia… tinggal kita usaha mencarinya saja…

Dgn latihan bareng bareng bisa saling menguatkan, bisa tanya tanya misal ada problem, n bisa dapet jalan pintas coz belajar langsung dari orang yg sdh menguasai duluan. Ada banyak banget manfaat latihan bareng bareng dibanding latihan sendiri.

Buat papan skor.
Ini tips yg working banget di hidup saya. Dengan menggunakan papan skor, saya bisa lsg tahu progress saya sampai mana. Pikiran jadi lebih jelas berapa saya sudah menang n kalah. Apa yg saya harus lakukan tuk mencapai target. Juga berguna tuk bangun n menjaga momentum. Dengan adanya papan skor yg saya update setiap hari, saya terus menjaga momentum n semangat tuk terus latihan memperbaiki diri. (Laporan keuangan bisnis kita juga sebenarnya adalah papan skor bisnis kita)

Kalau jatuh bangun lagi.
Kita pasti bakal ada hari hari dimana kita ga ngerjain latihan, entah karena alasan apapun. Dan itu wajar sekali. Jika latihan diet, mungkin ada sesekali kita kebablasan makan makanan yg dilarang. But, it’s oke. Itu wajar. Yang penting bangun lagi. Lanjut lagi dietnya besok lagi. Jadikan pengalaman jatuh itu jadi pelajaran. Gimana caranya besok besok biar ga jatuh? Bikin system supaya ga jatuh lgi.

Be kind to your self.
Perlakukan diri anda dgn baik hati. Biasanya kalau kita gagal, kita jadi keras sama diri kita. Kita jadi menyesal thd diri kita, or bahkan mengutuk diri sendiri. Kenapa gw dengan bodohnya ngelakuin itu? Kenapa gw ga ngelakuin itu? Kenapa gw malah ngelakuin itu drpd latihan? Dll. Jangan terlalu keras pada diri anda. Sayangi diri anda sendiri. Cukup jadikan pelajaran kejadian tersebut n lanjut lagi besoknya. Kalau anda terlalu keras pada diri anda, yg ada hidup anda bakal ga enjoy. Di nikmati aja proses latihannya.

Baca buku “Growth Mindset” karangan Carol Dweck, PhD (sudah ada terjemahan bahasa Indonesianya).
Buku ini akan mengajarkan kita gimana menjadi tangguh. Gimana supaya kita tumbuh terus dan terus dan terus… buku ini akan mengubah mindset anda n membuat anda siap tuk latihan terus sepanjang hayat.

Pilih latihan yang bakal paling ngefek di hidup anda.
Kalau saya, latihan yang paling ngefek dihidup saya adalah latihan disiplin waktu. Coz waktu adalah hidup itu sendiri. Kalau saya bisa mempergunakan waktu dgn baik, saya bisa mempelajari / latihan skill lainnya dengan cepat.

Latihan lain mungkin bisa latihan rutin belajar, latihan olahraga, latihan keberanian n tanggung jawab, dll… Cari satu latihan yg kalau kita menguasainya, hidup kita berubah bumi n langit…

Belajar dari orang yg sdh menguasai.
Ini prinsip shortcut banget. Belajar dari orang yg sdh menguasai nya bakal jauh lebih cepat daripada trial n error sendiri. Makanya teman teman ikut kmb, coz mencari jalan pintas membangun usaha dari para mentor yg sdh berhasil.

Biasakan belajar langsung dari ahlinya untuk mempercepat proses.
Bayar kalau perlu. Kita bisa cari duit lagi, tapi waktu ga akan pernah bisa kembali lagi…

Baik… cukup segini dl aja tips n triknya… nanti di sambung lagi sharingnya… sedikit sedikit yg penting meresap…

Semoga bermanfaat ???
#withlove #latihanbeing
Adhe Alfan Nafi

Mukernas TDA Bali – History Wakaf ACT

Assalamualaikum brother and sister, para suhu dan rekan2 seperdjoeangan…

Pingin share sedikit oleh2 dari Bali boleh?

Kemarin ane ikut ke acara Mukernas TDA 5.0 mengiringi suhu2 dan pembesar TDA bandung.

Sebenarnya ketika pertama diajak untuk datang di acara ini, ane masih ragu2 buat berangkat.

Soalnya kondisi cashflow belum dianggarkan, trus juga belum tahu itu acara isinya apa dan apa peran ane di sana.
Jangan2 cuman jadi pendengar aja gak mudeng yg di depan ngomong apa.

Tapi salah satu suhu ane pernah ngomong gini… “Fly with eagle, then you will become an eagle”

Ane ngebayangin pastinya di sana gak hanya bakal ketemu “eagle” tapi banyak Garuda2 jumbo size yang pastinya bisa nularin pencerahan kepada newbie cupu seperti ane ini…

Then what I experience in Bali during Mukernas moment…was beyond my wildest imagination…

Yang jadi catatan pertama kali adalah pemaparan dari temen2 Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Ane sudah sering dengar tentang ACT, aksi sosialnya ada di mana2.
Selalu jadi salah satu dari pionir dalam bencana2 yang terjadi di nasional.

Tapi ACT hadir di acara usaha? what’s the correlation?

Apalagi masuknya ada di sesi berkaitan dengan Permadani.
Permadani sendiri adalah sebuah ide permodalan dari TDA yang akan dikucurkan buat pengusaha2 yang membutuhkan dana.
Diatur secara syariah dan tanpa bunga tentunya.

Sumber dana dari Permadani ini adalah dari para anggota yang “kelebihan dana”, dan selain itu tak disangka2… juga dari ACT.

Kok bisa organisasi sosial seperti ACT mengucurkan dana permodalan?

Di awal presentasinya, ACT bercerita tentang history wakaf.
Dan ane sebagai seorang abangan, cuman tahunya wakaf itu ya tanah, atau duit.

Namun di situ diceritakan bahwa ternyata history wakaf pertama kali bukan tanah atau uang, tetapi aset produktif yaitu kebun kurma.
Kebun yang masih produktif, dan terus menerus menghasilkan.
Hasilnya itulah yang digunakan untuk kepentingan umat.

Mengadopsi konsep ini, ACT melakukan hal serupa.
Mereka membuat program bernama wakaf saham.
Kepemilikan perusahaanlah yang diwakafkan.
Sehingga setiap tahun dalam pembagian laba perusahaan, akan ada bagian yang bisa digunakan oleh kegiatan sosial.

ACT dalam hal ini bukanlah sebagai pemilik saham yang diwakafkan, tetapi hanya sebagai wakil(nazhir).
Pemilik sahamnya siapa? Allah.
Saham itu akan jadi harta wakaf yang tidak boleh di jual, diwariskan ataupun dibeli oleh orang lain.
Keren gak sih kalau ada Allah dalam board of commissioner kita.
Ketika kita buntu dalam usaha, kita bisa curhat sama Dia kapanpun dimanapun 😉

Pada presentasi tersebut ACT juga menceritakan sesuatu yang makjleb banget.
Kita kerja banting tulang, kepala pusing mikirin bisnis… percuma kalau anak2 kita engga jadi anak soleh.
Percuma kalau mereka tidak bisa mendoakan kita ketika kita meninggal.
Karena itulah salah satu passive pahala yang sesungguhnya.
Bisnis juga seperti itu, kalau bisnis yang sahamnya diwakafkan bisa terus berjalan… maka sepanjang umur bisnis itu, akan ada pahala kebaikan yang mengalir…

Kebetulan yang presentasi dari ACT adalah seorang pengusaha di bidang property.
Contoh teknisnya seperti ini…
Beliau mencari tanah2 yang kurang produktif.
Misal nilai tanah 50Milyar tp hanya menghasilkan 200jt per tahun.
Karena hanya digunakan sebagai kos2an sederhana.
Sedangkan di kanan kirinya sudah berdiri kantor2 dan apartemen.

Maka di tanah itu bisa dibangunkan sebuah aset usaha berupa gedung perkantoran.
Setelah bangunannya diperbaiki, maka aset tersebut bakal lebih produktif.
Mungkin bisa menghasilkan 5M pertahun.
Nah dari pertambahan keuntungan tersebut pada RUPS bisa dibagi menjadi laba ditahan dan deviden.
Deviden dari saham yang diwakafkan itu yang nantinya dibagikan kepada kegiatan sosial.
Pemilik tanah untung lebih banyak.
Ummat juga diuntungkan.

Konsep inilah yang membuat ACT bisa menyalurkan berbagai bantuan.
Beberapa diantaranya adalah membangun sekolah di tepian negri:

Kapal kemanusiaan ke afrika:

Mengharukan sekali mendengarkan contoh nyata, bagaimana bisnis dan kegiatan kemanusiaan bisa dikolaborasikan.
Untuk seluas2nya kebaikan di dunia…

Lalu di pojok kiri ruang pertemuan, sambil merasakan bulir2 bening yang menetes dari mata, saya teringat Doa nabi sulaiman:

“Ya Tuhanku, ampunilah aku…
serta anugerahkan kepadaku kerajaan yang tidak dipunyai oleh seorang juapun sesudahku,
sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”
(QS: Shaad 35)

Pertama kali mendengar doa ini terasa aneh… kok seorang nabi besar memintanya fokus ke dunia.

Namun setelah ditelaah lebih jauh… kuncinya ada di bagian awal doa tersebut…
“ampunilah aku”

Nabi Sulaiman tahu… manusia hanya punya sekian tahun saja untuk hidup…
Jika beristighfar tiap hari, hanya sebatas hidup sajalah bisa minta ampun…

Namun jika diberikan kerajaan yang luar biasa…
Maka kerajaan itu bisa menjadi amal jariyah, yang pahalanya tidak putus2 bahkan setelah orang nya meninggal jauhpun.
Semakin besar kerajaan itu, semakin besar potensi dia bisa bertahan lama memberikan passive pahala.

“yang tidak dipunyai oleh seorang juapun sesudahku” mungkin berkaitan dengan talent yang beliau miliki…

Talent nya sebagai orang yang sanggup mengatur dengan baik sumberdaya2 yang melimpah dan mengarahkannya kepada yang paling membutuhkan.
Talent untuk membuat sistem sehingga kerajaannya bukan hanya menghasilkan tetapi juga self sustain tanpa keberadaan dirinya.

Kita di sini dalam sebuah alur kehidupan, tidak pernah tanpa sebab.
Pasti ada maksud Allah, kenapa kita ada di profesi kita sekarang.

Semoga… kita semua, diberikan kemampuan, kebijaksanaan, ketenangan, untuk mengusahakan dan menerima “kerajaan yang luar biasa” untuk kemudian mengatur dan mengarahkannya kepada kebaikan…Amin…amin…amin…

Your brother,
Awan.
Newbie di divisi edukasi TDA bandung
28 July 04:00 Cozy Hotel, Denpasar

Polyphasic – Rahasia Bisikan Ilahi

Bismillahirrahmanirrahim…
Dengan menyebut namaMu Ya Allah…

Sesungguhnya tidak ada ilmu yang tidak dariMu
aku tak memiliki apapun selain dari diriMU

Sehingga tidak ada yang bisa disombongkan…
Karena semua karenaMu…semua dariMu…

Semoga apa yang aku tulis ini bisa menjadi sarana penambah amalku…

Karena dosaku, maksiatku, khianatku, khilafku, jauh2 lebih banyak daripada amal baik ku… semoga engkau menerima usahaku Ya Allah…

Perkenalan saya dengan Polyphasic adalah di seputaran tahun 2012. Waktu itu entah bagaimana saya membaca sebuah artikel tentang itu. Kalau tidak salah di Wikipedia.

Polyphasic berarti terdiri dari dua atau lebih fase.

Selain Polyphasic, ada yang namanya Uniphasic atau satu fase.

Fase yang dimaksud di sini adalah fase tidur.

Jadi yang pada umumnya dipakai oleh orang-orang adalah satu fase tidur. Biasanya 8 jam atau lebih. Dilakukan di malam hari.

Sebelum berkenalan dengan konsep Polyphasic, di mindset saya sudah tertanam. Tidur itu ya harus 8 jam atau lebih. Kalau kurang dari itu, maka saya akan mengalami “kurang tidur” dan akhirnya tidak produktif.

Bahkan dulu…saya sempat ngobrol dengan sahabat saya Maria Virgini Claudya. Dia cerita tentang perjuangannya untuk kuliah di Belanda. Sewaktu s1 dagang macem2 barang, sampai kemudian akhirnya bisa kuliah Master di Belanda. Ketika ditanya apa rahasia pencapaiannya dia bilang…mengurangi tidur.

Waktu dengar itu, dalam pikiran saya tolak mentah2. Saya pikir badan saya membutuhkan tidur minimal 8 jam sehari (bahkan seringnya lebih) agar saya bisa beroperasi dengan normal sehari2.

Namun setelah mendengar teori tentang Polyphasic tersebut, ternyata ada cara lain. Cara yang bisa digunakan agar bisa tidur dengan efektif, namun tetap bisa produktif dan bertenaga di sepanjang hari.

Caranya adalah dengan membagi fase2 tidur. Salah satu profesi yang sering menggunakan Polyphasic adalah para tentara. Tentu saja di dalam kondisi perang mereka tidaktidak punya kemewahan untuk tidur dalam satu blok waktu yang panjang. Sebagai latihannya di kondisi damaipun mereka tetap melatih ini.

Terbukti bahwa tentara itu tetap bisa beroperasi dan membela negara dengan stamina prima walaupun tidak bisa tidur dalam blok panjang tersebut.

Praktek pertama kali saya dengan Polyphasic, saya terapkan bersama istri tercinta Dwi Fitrianty Kurnia.

Waktu itu kami sedang mengejar2 berbagai mode transportasi murah. Maklum pengantin baru yg terpisah 6 bulan trus ngotot pengen honeymoon ya harus pinter2 mengatur budget backpacker. Tentu saja transportasi yang murah2 tersedia di jam2 yang tidak normal karena jarang peminat.

Mode Polyphasic yang kami lakukan adalah bergantian tidur dalam fase2 pendek 15-30 menit. Sambil berjaga2 gantian tasnya.

Perjalanan murah backpackeran itu pun terlaksana sepanjang Arnhem – Belgia – Bratislava – Prague dan kota2 lainnya sampai kembali ke Amsterdam.

Belakangan saya baru mengetahui bahwa Polyphasic ini diterapkan juga oleh orang2 besar seperti Einstein, Nikola Tesla, Buckminster Fuller, Kennedy, dll…

Ada sebuah artikel yang saya baca bahwa Polyphasic dapat menstimulus inspirasi2 yang efektif digunakan sebagai problem solving.

Teknik Polyphasic bisa bermacam2, bersebaran teorinya di internet. Namun yang saya gunakan sekarang simple saja. Tidur malam 4-5 jam dan tidur siang 1 sesi selama 20 menit.

Atau alternatif lainnya 4jam malam, 15′ sebelum dhuhur dan 15′ sebelum Ashar.

Eksperimen yg saya lakukan, tidur 15′ – 20′ di siang hari bisa mengembalikan kesegaran badan dan fikiran.

Ada beberapa artikel yang menyebutkan bahwa 20′ merupakan waktu yang cukup untuk membawa otak masuk ke fase REM (rapid eye movement) atau Slow Wave Sleep. Pada fase inilah otak bisa beristirahat dengan baik, sehingga ketika bangun badan menjadi segar.

Dalam sebuah teori Polyphasic juga disebutkan bahwa tidur Uniphasic yang 8jam lebih itu, sebenarnya hanya 4jam yang dibutuhkan oleh tubuh. Selebihnya adalah tidur yang kurang efektif. Bisa jadi ditandai dengan tubuh yang masih terasa lelah ketika bangun.

Manusia adalah “creature of habit”. Selepas dari perkenalan awal saya, saya sempat kembali ke Uniphasic dalam waktu yang lama. Bahkan cenderung berlebihan tidurnya…bisa lebih dari 9jam.

Pada saat2 itu, ndak pernah Tahajud bahkan Subuhan juga bernuansa Dluha. Ingin kembali bisa bangun Subuh berat sekali rasanya.

Di masa2 itu saya merasakan swing mood mudah sekali terjadi. Merasa bersemangat di momen tertentu namun berganti kecewa karena hal2 kecil. Pikiran bingung, punya banyak rencana tp tidak ada yang dijalankan. Susah untuk fokus. Sering terjebak ke dalam victim mode dan merasa bahwa sesuatu terjadi karena salah kondisi/orang lain kemudian merasa saya tidak bisa melakukan apa2.

Perlu niat dan effort yang besar untuk mengganti dengan kebiasaan Polyphasic.

Begitu berganti kepada Polyphasic dan melakukan Tahajud yang saya rasakan pikiran lebih damai. Banyak inspirasi2 baru yang bisa difollow up. Lebih mudah untuk fokus. Dipertemukan dengan orang2 baik dan diberikan kekuatan mental yang lebih baik.

Berganti kebiasaan memang sulit, tp hal itu mungkin untuk dilakukan.

Kalau dari contoh dan anjuran, jelas2 Rasullullah menganjurkan bangun di malam hari. Jadi teori Polyphasic ini sebenarnya sudah dianjurkan oleh beliau. Ketika diterapkan maka jadilah orang2 yang penuh inspirasi dan jenius seperti Einstein, Nikola Tesla, Buckminster Fuller, dll…

Bahkan kemarin… saya nonton film “Rudi Habibie”, ada satu scene di mana beliau cari kamar yang mau ditinggali di Aachen Jerman. Muter2 tidak ada yang bisa menampung. Sampai akhirnya ketemu kamar yang kecil dan kurang ideal.

Pak Habibie kemudian dikasih tau sama yang mengantar… “Kamu tidak harus tinggal di sini, kalau tidak nyaman kita bisa cari tempat lain”

Lalu Pak Habibie, berkata… “Tidak perlu, saya hanya tidur 4 jam semalam”

Orang yang malamnya hanya tidur 4 jam, saya asumsikan bahwa siangnya pasti ada sesi tidurnya. So he too, Polyphasic.

Mungkin itu salah satu rahasia kejeniusan dan kesuksesan beliau menjadi seorang teknokrat yang bisa melakukan problem solving untuk masalah2 yang berat sekalipun.

Jadi temen2… buat yang khawatir bangun malam bisa menyebabkan siangnya tidak efektif…bisa dicoba cara ini.

Insya Allah hidupnya jadi lebih berkah, diberikan kekuatan dan inspirasi menghadapi berbagai permasalahan hidup ditambah dengan kedamaian pikiran ditengah badai.

Bisa jadi solusi dari masalah kita simple… ada di depan mata… tp karena pikiran yang kemrungsung jadi tidak terlihat…

Nah itu experienceku…kalau kamu gimana?

Your brother,
Awan Rimbawan

Cerita Guru di Vijayakusuma

Seorang nenek pernah berkata pada cucunya…
Cucuku… kamu boleh jadi punya seluruh pengetahuan di dunia ini, tetapi ada satu hal yang aku miliki dan kamu tidak. Sesuatu itu diberikan oleh waktu…
Sesuatu itu bernama Wisdom.

Tadi malam saya beruntung mendapatkan Wisdom dari seorang guru di Vijayakusuma.

Beliau baru saja pulang dari mengikuti training seminggu di Melbourne Business School.
Materinya tentang Business Transformation.
Bagaimana melakukan perubahan bisnis dalam skala enterprise.
Biaya trainingnya kira2 satu Daihatsu Sigra.
Ketika saya tanyakan, apa yang berkesan di training itu, beliau menjawab…
Satu minggu itu, isinya hanya 20 slide.
Sebagian besar isinya adalah praktek.
Salah satu hal yang mengesankan beliau adalah perbedaan versi tentang managerial dan leadership.
Managerial adalah tentang solving today problem.
Leadership adalah tentang creating the future.

Ada salah satu leader di perusahaan yang berkata….
Kenapa saya harus repot2 belajar dan merubah diri, kalau ternyata dengan apa yang saya lakukan sekarang saja semua sudah baik2 saja?
Target saya tercapai terus, bahkan lebih.

Jawabannya… Memang betul… di kondisi sekarang cukup dengan menggunakan strategi yang ini.
Namun dunia berubah dengan sangat cepat, jika kita tidak terus meningkatkan diri maka ketika perubahan itu terjadi maka kapasitas kita tidak akan mampu menghandle perubahan yang ada.
Tidak bisa mengejar momentum perubahan.
Kemudian terulanglah cerita Nokia, Blackberry, Kodak, dll

Dan perubahan yang pertama kali harus dimulai adalah perubahan pribadi…

Beliau berkata…
Kalau Allah menginginkan pribadi seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya, biasanya akan dipahamkan ttg agama.

Cara memahamkannya bisa bermacam2.
Bisa jadi diberikan permasalahan, agar orang itu sadar untuk kembali.
Bisa jadi diberikan kejatuhan, agar orang itu mengerti bahwa usahanya tidak ada apa2nya tanpa campur tangan Dia.
Bisa jadi diberi kesuksesan…selalu achieve apa yang dia targetkan…lupa dengan agama… naik ke tempat yang tinggi di dunia…. untuk kemudian dijatuhkan secara tiba2.

Jadi…

Kalau kita sedang dalam kondisi susah, mungkin itu cara Tuhan untuk memanggil kita kembali.
Agar kita mengkaji lebih dalam lagi.
Mungkin itulah cara Tuhan untuk mengingatkan kita untuk kembali memperbaiki diri.
Karena dia sedang menyiapkan derajat yang lebih tinggi lagi, di dunia dan akhirat.

Begitupun kalau kita sedang diberikan banyak kesuksesan.
Semua terasa amat gampang diraih.
Dimudahkan dan dilancarkan segala sesuatunya.
Jangan sampai lengah… jangan sampai hal itu menjauhkan kita dari Tuhan.
Karena bisa jadi kejatuhan sedang menanti dari tempat yang tinggi.

Beliau mengingatkan kepada saya…
Ada sebuah hukum bernama Law of the diminishing return.

Hukum ini berkata bahwa ketika kita mengambil…mengambil.. dan mengambil…
Maka pada suatu titik, apa yang kita ambil tidak akan terasa nikmat lagi.
Kalau di Amerika, ada studi yang mengatakan ambang batasnya adalah ketika orang mencapai penghasilan $72000/tahun.
Hilang sudah excitementnya.

Kecuali orang itu melakukan sesuatu hal… yaitu memberi.
Ketika memberi, maka akan ditambahkan.
Ketika memberi maka akan muncul kenikmatan yang baru.

Mungkin itu sebabnya orang2 seperti Bill Gates dan Warren Buffet sangat jor-joran dalam charity.
Warren Buffet pernah menggemparkan orang2 karena menyumbangkan $2,8 Milyar dollar.
Atau kurang lebih 36 Trilyun rupiah.
Karena mereka mengerti bahwa kenikmatan mengambil ada batasnya.
Setelah itu ada kenikmatan yang lain yaitu memberi/mengeluarkan untuk orang lain.

Sama halnya seperti bernafas…
Coba tarik nafas… tarik lagi… tarik terus… dan lagi…terus…
Pasti tidak akan mampu menarik terus2an…
Kenikmatannya akan muncul ketika nafas itu dihembuskan, dilepaskan, dikeluarkan…

Sayapun bertanya kepada beliau…
“Bagaimana kalau kita sedang dalam survival mode? Bagaimana bisa memberi?”

Beliau menjawab pertanyaan saya dengan sebuah pertanyaan juga… Apa isi surat Ali Imron 134 ?
134. (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit[1], dan orang-orang yang menahan amarahnya[2] dan mema’afkan (kesalahan) orang lain[3]. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan[4].

Memberi bisa berarti banyak hal.
Memberi sedekah dalam bentuk uang.
Memberi dalam senyuman (bukan tanpa sebab orang yang ramah, cenderung lebih bahagia)
Memberi dalam bentuk doa:
“Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah kami, ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah saudara-saudara kami, kerabat, musllimin muslimat, mu’minim mu’minat baik yang masih ada maupun yang telah wafat. Kasih sayangilah kedua orang tua kami sebagaimana mereka telah menyayangi kami waktu masih kecil”
Bahkan memberi maaf juga termasuk di dalamnya.
Maafkan orang2 yang pernah mengganggu, menyakiti hati, menyinggung kita.
Memberi dalam bentuk tulisan, dalam bentuk nasihat yang baik dan perkataan…

Beliau juga menyampaikan…
Cicak ini makanannya apa?
Nyamuk…
Cicak engga punya sayap… makanannya terbang di udara…
Secara logika, tidak akan mampu…
Namun ada Allah yang menggerakkan nyamuk datang ke cicak.
Yang perlu Cicak lakukan adalah… berikhtiar denggan merayap kesana kemari…
Seperti di lagu…
Cicak2 di dinding… diam2 merayap… datang seekor nyamuk, hap lalu ditangkap…

Manusia juga diharuskan untuk berikhtiar harus merayap, harus mencari cara agar bisa diam2, keras2, ataupun bagaimanalah ikhtiarnya…

Agar kemudian didatangkan nyamuk… karena Allah lah yang menggerakkan nyamuk itu…

Kalau tidak berikhtiar bagaimana? apakah tidak akan diberikan rizki?

Tetap saja diberi, selama manusia hidup pasti dicukupkan…
Kayak pengemis… pasti ada juga yang ngasih…

Tp nanti akan ditanyakan… Apa yang kamu lakukan dengan karunia yang Aku berikan?
Apa yang kamu lakukan dengan kemampuan yang Aku berikan?
Apa yang kamu lakukan dengan waktumu…kesehatanmu…akal/pikiranmu?
Pertanggung jawaban yang berat, kalau semua itu disia-siakan…

Oleh karena itu ada doa yang dipanjatkan Rasulullah…
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, pikun, bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur dan fitnah hidup dan mati.

Kenapa dalam doa itu kemalasan digabungkan dengan kelemahan… digabung dengan sifat pengecut…?
Apakah kemalasan adalah sumber pikun di hari tua?
Kemalasan menuju kepada bakhil, kikir, pelit?
Kemalasan menuju kepada azab kubur dan fitnah ketika hidup dan mati?
Apakah Anda tahu orang yang mengikuti kemalasan dan kemudian menjadi lemah, penakut, pelit?
Sebuah pertanyaan2 yang patut kita renungkan…

Berkaitan dengan rasa malas dan keengganan untuk berikhtiar/memperbaiki diri…
Beliau ini bercerita…
Kalau mau mempunyai anak yg soleh dan solehah, mulai prosesnya bukan ketika anaknya udah lahir.
Tetapi ketika memilih pasangan.

Karena pasangan yg soleh/solehah itulah yang akan menghasilkan anak yang baik.

Kalau sudah terlanjur bagaimana?
Masak iya harus cari pasangan baru? tanya saya
*lgsg dipentung sama guru saya wkwkw…*

Itu artinya kita dianggap mampu oleh Allah untuk menaikkan derajat dia.

Bagaimana caranya…?
Terlebih dahulu, saya perlu menaikkan derajat saya sendiri.
Tambahkan amal baik, tambahkan ibadah baik, kemudian ajak pasangan saya.
Sabar, pelan2…nikmati prosesnya… semua untuk mencapai ridlo Allah…

Tak terasa waktu sudah malam…
Sayapun kemudian pamit undur diri…

Di dalam perjalanan pulang, saya teringat2 satu ilustrasi beliau…

Kalau kita mau pergi ke sebuah tempat yang baru yang belum pernah kita kunjungi, kita perlu apa?
Penunjuk atau peta atau mungkin google map/waze/gps
Apa akibatnya kalau belum nginstall google map di hp?
Was-was, khawatir… ini bener jalannya atau bukan..
Kalau sudah nginstall google map tetapi tidak mau ngikutin apa akibatnya?
Bisa2 kesasar…habis bensin…cape badan… ga sampe2 di tujuan…

Nah kita hidup itu mau kemana? apa tujuan akhirnya?
Surga? Allah?
Sudah pernah kesana belum?
Apa petunjuk buat sampai kesana?
Apa akibatnya jika kita tidak mau mengikuti petunjuk itu?
Apa efeknya di batin kalau kita punya dan mengikuti petunjuk itu?

Dalam deru angin malam..
Perjalanan pulang…hati saya terasa hangat…

*nanti malam, niatkan tahajud yuk… 🙂

Your brother,
Awan Rimbawan

Day #10 – Everything That Has a Beginning, Has an End

Day #10

Everything that has a beginning, has an end…

Malam ini, begitu aku bilang “kartun nya udah habis, udah malem”, anakku nangis ga karuan…

Air matanya bercucuran, ingusnya kemana2, pokoknya yang tadinya mukanya imut dan menggemaskan jadi jelek bgt 😀

Hati engga tega, mau dinyalain aja tuh youtube dan tv nya… tp trus inget… too much of anything is good for nothing…

Aku biarin dia nangis, guling2, narik2, mbujuk2 simboknya sambil nangis teriak2…

Aku pandangi sambil sesekali bilang… no…no… udah malam, bobo, kartunnya besok lagi…

Sebuah suara membisikkan di pikiranku…bahwa semua yang punya awal, pasti punya akhir…

Tangisan anak itu pun seperti itu…

Masalah pun seperti itu…

Kebingungan pun seperti itu…

Ketidak tenangan pun seperti itu…

Ramadhan pun seperti itu…

Dan kini, di penghujung akhir Ramadhan, aku ingin mengucapkan terima kasih atas proses menjalani 90 days tahajud challenge ini…

Bagiku reset di #11 ,
kemudian reset lagi di #22 ,
lanjut lagi sekarang sampai #10 …
adalah sebuah rekor personal…

Apalagi diantaranya dijalani disaat Ramadhan…

Yang pasti, ini tidak terjadi di Ramadhan sebelumnya pada hidup seorang Awan…

Ramadhan sebelumnya…juga sepanjang hidup seorang Awan, tampak benar dosa, khilaf, khianat dan maksiatnya amat banyak… dan amalnya jauh2 amat sedikit… jomplang sekali timbangannya…

Oleh karena itu bersyukur sekali, di penghujung Ramadhan ini bisa refleksi ke belakang, kemudian melihat… cara2 apa yang sudah ditempuh untuk berusaha meningkatkan kondisi timbangan yang memprihatinkan itu…

Everything that has a beginning, has an end…
That also means…
Everything that end, will become a new beginning…
You cannot just delete a habit
You only can replace it with new habit

Di akhir Ramadhan ini, moga2 menjadi awal yang baru…dari sebuah kebiasaan untuk mengisi akhir malam dengan mengadu, curhat, berkeluh kesah, mensyukuri nikmat, ke hadapanMu ya Allah…

Karena Engkaulah yang Maha mengampuni…
Engkaulah yang Maha menyelesaikan…
Engkaulah yang Maha memudahkan…
Engkaulah yang Maha mencintai…
Engkaulah yang Maha menumbuhkan…
Engkaulah yang Maha mengikhlaskan…
Engkaulah yang Maha membijakkan…
Engkaulah yang Maha menghilangkan…

Terima kasih atas segala bantuannya saudara2ku…
Mohon maaf atas segala kesalahan, dosa, khianat, maksiat yang pernah aku lakukan kepadamu… ???????

Kehilangan Pendengaran – Bisakah Main Musik Lagi ?


….
I don’t live the way I want to
That whole picture never came into view
And I’m tired of getting used to
The Day
So I will try If I would Try
….

Itu adalah penggalan lirik lagu dari seseorang… yang kehilangan pendengarannya umur 18 tahun.

Bagaimana rasanya kehilangan pendengaran?

I don’t know…but I imagine, it must be devastating… and really frustrating…

Di dalam rasa kecewa dan frustrasinya, dia pun meninggalkan dunia musik

Wajar saja, bagaimana bisa bernyanyi atau bermain alat musik jika kamu tidak mendengar?

Bahkan memahami orang lain berbicara saja harus menggunakan indera mata, bahasa isyarat…

Namun cerita tidak berhenti di situ…

Setelah mengatasi rasa frustrasinya dia berusaha bangkit lagi dan belajar untuk merasakan tempo musik lewat getaran lantai, muscle memory dan mempercayai perasaan agar pitch suara yg dihasilkan selaras dengan musik…

Menyerah dan beralasan adalah biasa, namun mencoba berjuang ditengah2 keterbatasan adalah pilihan…

Ladies and Gentleman I present you… 29 years old Mandy Harvey…

https://www.youtube.com/watch?v=ZKSWXzAnVe0

Wejangan dari Gus Dur

Suatu ketika Alissa, anak sulung Gus Dur mendapati adik sulungnya Inay mengecat rambut jadi kuning/merah.

Karena mengetahui bahwa Gus Dur yang saat itu jadi presiden sedang disorot banyak pihak, tentu saja dia memarahi adiknya. Anak kyai kok rambutnya di cat… nggak pantes, jadi bahan omongan orang…begitu mungkin dalam pikiran Alissa.

Selanjutnya, dia bawa adiknya itu kehadapan sang Bapak.

“Ini lho Pak… Inay rambutnya dicat warna kuning/merah… diomongin banyak orang yang lihat”
kira2 begitulah tuturnya kepada Bapak, dengan harapan Bapaknya akan juga memarahi Inay.

Gus Dur lalu bertanya…

“Kamu gimana Inay, sudah siap belum dikomentarin dan diomongin sama orang2 ?”

“Siap Pak, ga papa” – kata Inay

Gus Dur pun menengok kembali ke arah Alissa…
“Lah ini, orang yang melakukannya saja sudah siap dengan segala konsekwensi dari tindakan yang dipilih…kok kamu yang ribut…”

….

Tadi malam saya dengar ini dari penuturan Mbak Alissa dan Mbak Inay di acara Kompas TV – Warisan Gus Dur

Mungkin dialog nya tidak tepat seperti itu, tetapi kira2 begitulah kurang lebihnya.

Sayapun berfikir dan melakukan introspeksi… seringkali saya melihat orang berbuat sesuatu, mencoba menasehati…ttp tidak didengar… lalu saya uring2an sendiri…

Padahal orang yang dinasehati itu tentunya sudah siap dengan segala konsekwensinya…karena dinasehati pun tidak mau berubah… kenapa harus saya yang ribut?

Selain itu… saya juga teringat tentang tindakan saya sendiri… Bahwa apapun yang saya lakukan hari ini, akan ada konsekwensinya di masa depan.

Apa yang saya lakukan, maupun apa yang tidak saya lakukan.

Dulu waktu saya jadi “kebo-kebluk” susah bangun pagi… saya perlu sebuah shock therapy untuk diingatkan kembali apa konsekwensinya…

Konsekwensi bahwa saya memberikan contoh yang tidak baik bagi anak…
Ketika bangun siang, dan kemudian terjaga dengan pikiran yang semrawut…bagaimana konsekwensi di kerjaan saya… kemudian bagaimana dengan tanggung jawab saya untuk mencari nafkah untuk keluarga…
Konsekwensi ketika subuh tidur lagi, apa akibatnya nanti untuk kesehatan saya…
Kesehatan yang juga akan berpengaruh terhadap keluarga yang nanti akan mengurus saya ketika sakit…merepotkan istri…merepotkan anak…
Konsekwensi terhadap apa yang ingin saya capai dalam hidup… apa yang akan terjadi dengan cita2 yang masih ingin saya kejar…
Pastinya sedikit banyak anak saya akan mewarisi mindset dan kebiasaan yang saya lakukan… lalu apa yang akan terjadi dengan masa depan dia?
Siapkah saya dengan segala konsekwensinya?
Punya keinginan banyak…punya cita2 bagus…tp bahkan memulai meningkatkan diri sendiri saja tidak mau…sudah siap dengan konsekwensinya?
Ketika kebiasaan jelek dibangun sehingga sulit diubah, ketika kebiasaan2 baik tidak dimulai…ketika bermalas2an dibiarkan…sudah siapkah menerima konsekwensi ketika umur menginjak kepala 50, tetapi tidak ada karya apapun…sedikit sekali manfaat buat orang2 sekitar?
Siapkah menerima konsekwensi untuk dicontoh oleh anak anak dan keluarga?

Tidak heran Anthony Robbins pernah bercerita bahwa mind akan melahirkan action… action akan melahirkan direction… direction akan membawa ke sebuah destination…

Bukan sebuah kebetulan juga bahwa destination dan destiny punya akar kata yang sama…

Tindakan kecil…sebuah perbaikan…akan bisa membawa seseorang ke tempat yang sama sekali berbeda…kepada takdir yang sangat beda…

Saya teringat sebuah kisah waktu Gus Dur SMP, beliau sudah membaca karya2 Karl Max dan filsafat Plato… Bacaan2 di masa lalu… telah membawanya ke arah yang sangat berbeda dengan rekan2 sebayanya…

Kemudian…jika ada yang mengatakan takdir ada di tangan Tuhan, tentu saja harus dilengkapi bahwa Dia tidak menolong suatu kaum sebelum kaum itu menolong dirinya sendiri…

Hmm…

Saya belum sempurna, juga pastinya tidak akan pernah menjadi sempurna. Tetapi setiap hari, pastinya ada yang bisa saya lakukan untuk bisa lebih baik daripada hari kemarin…

Terima kasih Gus… atas wejangannya…

Avoiding Pain – Seeking Pleasures

Wah kemaren seru banget…ikutan acaranya sosialnya TDA Bandung di Gunung Kasur, Desa Cipanjalu.
Ada pembagian paket lebaran buat warga, paket buat anak2, bukber, pengajian dan malemnya bakar jagung sambil ngopi2 ditemani api unggun dan bintang2. Rasanya antara kombinasi acara sosial, piknik keluarga, muhasabah alam plus networking bisnis… 😀

Entah kenapa, acara komunitas bisnis yang satu ini selalu berkesan…selalu berasa kayak piknik keluarga. Dimana istri dan anak bisa ikutan gabung…main sama anak2 yg lain…sementara ngobrol bisnis dan tukar ilmunya tetep jalan.

Pulang nyampe rumah jam 12 malam.
Ngobrol2 bareng sama istri tercinta sebentar, trus tidur 00.30

Wah bisa2… ga bangun sahur nih… wah… baru juga reset 90days tahajud setelah bolong hari ke #22 kemarin…
masak iya bolong lagi…

Apalagi waktu di Gn Kasur sempet mendengarkan tausiyah dari ust Dian Arief yang juga pengusaha konveksi beromset mencengangkan (jomblo pula)
Alasan banyak kegiatan dan badan capai trus engga sholat tahajud?
hmmm… afwan saudaraku…harusnya Allah tetap diprioritaskan, bagaimanapun kondisinya…
makjleb…

Karena mikir2 kayak gitu… ane cari cara gimana nih biar bisa bangun nanti jam 2.30
Beker…pasti…tapi pengalaman sebelumnya beker juga engga cukup…

Diperlukan sebuah pemahaman tentang bagaimana human behaviour bekerja…widih… dalem cuy 😀

Menurut teori Psikoanalisis Freud, semua bagian otak manusia…selalu menghindari rasa sakit dan mencari kesenangan (avoiding pain and seeking pleasure)

Kenapa malam sebelumnya aku udah nyalain beker, bangun…tp trus engga langsung ambil wudhu?
Karena di dalam otakku… wudhu itu dingin(avoiding pain), sementara tidur sebentar di kasur anget itu nikmat (seeking pleasure)

Kenapa dulu… aku selalu susah untuk tidur cepat…akhirnya tidurnya lambat…bangunnya juga kesiangan?
Itu karena kalau tidur lambat…bisa nonton film dulu…masak ditengah2 film yg seru tidur? ya tunggu sampai selesai dong (seeking pleasure)
atau klo putus nonton di tengah jalan…penasaran…(avoid pain)
bisa juga karena beresin sesuatu yang menarik… ah tanggung nih…ntar aja deh…ntar… (seeking pleasure for the completion of the task)

Semua tindakan manusia, pada dasarnya selalu avoid pain and seeking pleasure…

Nah the trick of the mind… yg aku pake untuk mengubah arah tindakannya adalah… mengevaluasi…apa sih yang aku hubungkan kan dengan pain… dan apasih yang aku hubungkan kan dengan pleasure?

Biasanya tenaga untuk avoid pain, itu lebih besar daripada tenaga untuk seeking pleasure. Ini ada kaitannya dengan survival instinct manusia untuk mempertahankan eksistensinya.

Jadi yang aku lakukan dalam beberapa bulan terakhir adalah… menyambungkan pain kepada tindakan yang aku tahu tidak baik, tetapi tetap aku lakukan.

Contoh… waktu susah bangun pagi…
Inget banget waktu itu Ratu emoticon coach @lily olivia ngasih ultimatum… ini janji mau bangun pagi terus2an tp tiap report bangunnya siang terus…
Udah… sekarang… tiap telat bangun pagi, gak sholat subuh denda… mau denda berapa?
mmmm….50rb aku bilang…
kemurahan! kata dia dengan nada galak… 300rb yak!
Dengan muka asem, akhirnya aku menyanggupi…

Nah itu adalah contoh proses menyambungkan pain kepada bangun kesiangan…

Contoh yang lain adalah…
Pengen tidur cepat, biar bisa bangun cepat…

Wah mau tidur cepet ada film bagus…
Apa nih… pain yang bisa aku sambungkan dengan tindakan tidur larut malam?
Pain nya adalah…bangun kesiangan…ngasih contoh jelek ke istri/anak…berangkat kerja sempoyongan…tugas2 ga maksimal…bisnis berantakan…ga punya duit…sengsara selama2nya…

Muncul rasa males berangkat sholat subuh ke masjid… apa nih pain yang bisa aku link kan?
browsing2 di internet… apa sih kerugian tidak sholat subuh di masjid…
ooh…tidak mendapatkan keberkahan pagi…tidak mendapatkan cahaya sempurna pada saat kiamat…melewatkan kesempatan untuk pahala sholat subuh berjamaah = sholat subuh semalaman…
ooh ternyata ga punya ketenangan batin… ga bisa dzikir di rumah, soalnya hawanya ngantuk biasanya habis sholat subuh di rumah trus tidur…
klo tidur habis subuh…bangun sempoyongan…kepala pusing…pikiran ga tenang…pain pain pain…

Udah nyalain beker, pergi ke kamar mandi trus engga langsung ambil wudhu…
apa nih pain nya?
browsing2 dong… kerugian melewatkan sholat tahajud…
melewatkan kesempatan curhat sama Allah tentang berbagai kesulitan, kebingungan, masalah…
emang hidupmu udah ga punya kesulitan, kebingungan, masalah…Awan? kok ya sombong bener dikasih kesempatan ga dimanfaatkan…
Aku tambahi bingungmu lha… repot dewe kowe… 😀

Apakah efektif cara ini?

Klo ngeliat track recordnya sih pecah rekorku sendiri…
Rekorku sendiri lho ya… klo orang lain sepertinya sudah biasa…

Sebelumnya bangun siang…sekarang bisa bangun subuh…
Sebelumnya ga pernah tahajud, 11 hari lancar drop 3 hari… 22 hari lancar… drop sehari kemarin… sekarang reset lagi di day 1

Apakah ini efektif buat kamu?
Harus dicoba sendiri…biar tahu 🙂

Ini adalah pertanyaan2 yang biasa aku tanyakan pada diri sendiri…

Apa sih pain yang aku bisa sambungkan… ketika muncul dorongan untuk tidur larut malam
Apa sih pain yang bisa aku sambungkan… ketika muncul untuk melewatkan tahajud? untuk tidur lagi setelah subuh?
Apa sih pain yang bisa aku sambungkan… untuk tidak menghirup udara pagi setelah sholat subuh?
Apa efek negatifnya pada hidupku…apa resiko yang harus dibayar oleh orang2 di dekatku…orang2 yg aku sayangi…karena tindakan ini?
Gimana perasaanku…ketika nanti di akhirat… orang tuaku ditanya oleh Tuhan… “Bagaimana pertanggung jawabanmu dalam mendidik anak2mu? kok dia bisa jadi orang yang tidak bisa memprioritaskan Aku malah ngejar2 kenikmatan semu dunia?”
Jawaban apa yang aku akan berikan ketika di akhirat Tuhan bertanya… “Gimana kamu memberi contoh dan mendidik anak istrimu (mengingatkan suamimu), kok mereka bisa jadi orang yang seperti itu? ”

….

Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bahwa beliau bersabda: Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. Seorang raja yang memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Seorang istri juga pemimpin bagi rumah tangga serta anak suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Ingatlah! Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya

…..
Semoga kita semua bisa menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin
Semoga aku selalu diingatkan, bahwa tidak ada yang bisa dibanggakan…dari amal ibadah yang sekarang…karena jika ditimbang…pastinya amal buruk dan perbuatan menganiaya diri sendiri selama puluhan tahun ke belakang masih jauh lebih banyak dibandingkan ibadah yg dilakukan saat ini…
…..

Have a great day… May Allah always guide us…
Meet me again at 3.00 ok?
Awan

Day #22 reset ke Day #1 lagi :D

Waaaaaaaahh… telat banguuun…. ???

Eh sebenernya engga telat juga sih… aku kan udah setel beker jam 2.30 …..

Udah bangun tuh, ke kamar mandi cuman buat matiin beker.

Loh kok, matiin bekernya di kamar mandi? Iya soalnya pake apps beker yang cuman bisa dimatiin kalau foto ember ijo di kamar mandi. ?

Selama #22 hari kebelakang efektif tuh… yang bikin apps beker ini Insya Allah banyak dapet pahala dari orang2 😀

Cumaaan… td malem foto ember, trus engga langsung ambil wudhu.

Malah keluar dari kamar mandi, goler2 di kasur depan tivi…

Pikirannya ah bentar aaah…

Lah bangun2 lagi, kok ya udah denger suara Aaaamiiiinnn di masjid.

Ini dah jam berapa? 5 kurang sprapat.

Berarti ga tahajud, ga sahur juga ???

Biasanya salah satu bangun, kalo engga aku duluan ya Dwi Fitrianty Kurnia duluan. Lah malam ini dua2nya bablasss… ga ada yg sahur, ga ada yg tahajud.

Jadiii…. udah nyampe day #22 , reset lagi deh :p

Tapi ada sesuatu yg beda yang aku rasain di banding yang sebelumnya reset di day #11

Kalau yang sebelumnya, rasanya malu…sempat kepikiran engga usah posting aja…ada kecenderungan buat jaim dengan dalih…biar semangat group ini terjaga…

Tapi sekarang, terasa ringan aja…
Bukan berarti ringan karena engga tahajud… tetapi aku rasain ga ada lagi image yang perlu dijaga…

Bahwa it’s ok kalau aku mengalami “gagal bangun”…
yang ga ok adalah kalau ak tidak berusaha…
yang ga ok adalah kalau ak berhenti berusaha…

Aku ngalamin… tidak ada yang salah dalam mensharing kegagalan, tidak harus kesuksesan terus yang disharing…

Bahkan dengan mensharing kegagalan, maka akan jadi pengingat aku di masa depan…bahwa semua butuh usaha, dan jalan menuju pencapaian ga akan selalu mulus…
self reminder that it’s life, and I will not always get what I want in life…

But the next question is… what I want to do next?

What I have learnt from this, and how can I do something better than before?

My brother and sister…
Hari ini aku sadari…dalam permainan ini… kita bareng2 berusaha mencapai angka #90

Tetapi tujuan dari permainan ini bukan hanya sekedar mencapai angka itu.

Hari ini aku menyadari bahwa proses perjalanannya lah yang penting untuk dilewati.

Bagaimana aku berusaha cari2 cara buat bangun malem… bagaimana aku mengalami gagal bangun…
bagaimana aku nyobain banyak tips/trick
bagaimana aku nambahin ibadah2 sunnah di pagi/siang/sore/malam untuk menyambut bangun di akhir malam…

It’s an experiment with my habit, experiment with my “nafsu” di pagi/siang/sore/malam

belum semua cara dicoba,
belum semua sunnah dilakukan…
belum semua amal hablum minannas dikerjakan…
belum kehabisan opsi2 untuk melakukan sedekah dan berbuat baik untuk menyambut bangun malam…
jadi aku juga ga mau usahaku dihentikan oleh pikiran yang ngomong “udah nyobain, tp engga bisa”

Kalau mau review lagi…kemarin…

Apakah saya makan terlalu banyak pada saat berbuka? sepertinya iya….

Apakah saya Isya tidak sholat di masjid tetapi masih di jalan? ya…

Apakah saya melewatkan tarawih, padahal saya bisa minggir sebentar dan mencari masjid? betul…

Lalu bagaimana kabarnya dengan rencana buat bersedekah dan mendatangi nenek di dekat rumah…yang kalau tidak ada uang maka hanya makan nasi dan garam? Udah sebulan lebih dari terakhir kali berkunjung ke sana…

“gagal bangun” di #22 kali ini adalah sebuah refleksi dari kehidupan yg aku jalani di pagi sbelumnya…

Karena bangun malam, mungkin hanyalah hasil dari apa yang aku kerjakan di pagi/siang/sore/malam…

….

Nah hari ini… aku mulai lagi dari hitungan ke #1

Hari ini aku diajak untuk…mengecek lagi ibadah2 sunnah apa yang kelewat kemarin…
Cek lagi… kebaikan2 apa kepada manusia yang belum/bisa aku lakukan hari ini…
Sama istri…sama anak…sama orang tua… sama saudara.. sama tetangga..sama teman2… sama orang yang membutuhkan…
Cek lagi… bacaan sholatnya… kekhusyukannya… dzikirnya… kesadaran untuk mengingat Tuhan nya…
Cek lagi…cinta kasih kepada sesama yang belum dilakukan dan masih ditahan…

Cek lagi…sedalam apa proses menuju rutin tahajud ini…telah merasuk dalam amal kepada Allah dan amal kepada manusia…di saat pagi/siang/sore/malam ku…

Sambil terus mengingatkan pada diri sendiri…
Tidak ada yang perlu dibanggakan… dosa, maksiat, kesalahan mu Awan… jauh….jauh…jauh….lebih banyak dari ibadah/amal yang kamu lakukan…

May Allah shine His light on you today brother/sister,
See you again, tonight at 03.00 !
Awan