Kisah MB, Pengusaha Muda Yang Memilih Untuk Tidak Bekerja di Perusahaan Besar

April 06, 2017
Awan Rimbawan

Kemarin saya mendapatkan sebuah kesempatan berbincang dengan seorang pengusaha muda.

Sebut saja namanya MB. Beliau kelahiran 83 dan kisahnya sungguh menginspirasi.

Awalnya di tahun 2006 beliau mencoba menjual kerajinan tangan dan untuk berjualan dibuatlah sebuah website untuk market di Indonesia.

Di awal2 jualan tentunya sulit cari orderan. Bahkan keadaan itu memanjang sampai berbulan2.
3 bulan awal kerjanya cuman mantengin komputer dan internet dari pagi sampai malam. Rutinitasnya adalah cek email, blast email, cari database, cari prospek yg mau ditawarin…

Namun sayang ga pernah ada hasil… selama 3 bulan itu penghasilan nol besar, malah ada ga behenti keluar. Ngerjainnya di tempat kosan temen, yang nyewain internet dan komputernya.

Pada saat itu, MB baru lulus kuliah dari kampus yang terkenal. Kawan2nya dapat dengan mudah masuk ke perusahaan bonafid. Kebanyakan oil dan gas. Tentunya dengan gaji besar dan prestise yang tinggi.

Apalagi MB baru memulai bisnis setelah lulus kuliah. Karena dulu saat kuliah fokusnya adalah belajar belajar dan belajar. Orang tua menginginkan agar MB bisa berprestasi kemudian diterima kerja di oil dan gas agar cepat kaya seperti pamannya. Saudara saudara dekat juga sering mengingatkan bahwa…kamu usaha ga ada untungnya…rugi udah kuliah…lebih baik cepat kerja agar bisa kaya raya…

Malu sekali rasanya MB pada saat itu melihat teman2nya sukses, MB merasa minder, tidak pede dst…

Kegagalan memulai usaha pertama tidak menghentikan langkahnya. Lanjut pertengahan tahun 2007 MB melihat ada peluang untuk menjual kerajian miniatur alat musik ke luar negeri. Disitu mulai sedikit demi sedikit ada penjualan.

Waktu berjalan dan sambil berjalan berjualan miniatur alat musik, MB mencoba merintis usaha baju muslim di pertengahan 2008.

Namun awal 2009 badai kembali datang. Usaha miniatur musik nya tidak berjalan dengan lancar karena sepi order gara2 krisis global. Usaha baju muslim juga masih merugi dengan rapotnya merah tiap bulan.

Padahal partner usaha bisnis muslimnya sudah dia ajak untuk hijrah ke bandung, meninggalkan peluang kerja yang ada di jakarta.

Ditambah lagi, waktu sedang mengurus produksi ke penjahit partnernya ini terkena kecelakaan.

Awal 2009 benar2 momen dimana MB ini hampir mau menyerah. Tidak ada pemasukan, usaha rugi, banyak saudara dekat dan teman2 yang menyayangkan keputusannya untuk tidak memilih kerja di oil dan gas seperti teman2 sekampusnya. Pada saat itu MB merasa down sekali.

Lalu apa yang terjadi pada saat itu?

MB melakukan refleksi, merenung…apa sih dampak2 nya kalau berhenti usaha… Ini yg ada di pikiran MB…
– Partner saya kecelakaan, udah jadi jobless pula karena dibujuk buat pindah ke bandung, masak mau ninggalin dia seorang sendiri jadi jobless?
– Terus ada setengah modal usaha yang berasal dari luar, itu gimana pertanggung jawabannya kalau saya berhenti usaha dan memilih kerja?
– Apa sih dampak2 positif kalau saya lanjut usaha?

MB kemudian teringat artikel dan buku2 yang dibaca dari Purdi Chandra. Bahwa disitu perlu dimunculkan keyakinan bahwa walaupun sekarang kondisinya lagi susah, tapi suatu saat pasti berhasil…

Pada saat itu MB tidak ikut seminarnya Purdi karena tidak punya uang. Cukup baca dari artikel dan buku2 nya saja.

Akhirnya setelah melakukan refleksi… MB memutuskan untuk lanjut. Bisnis dibenahi…sedikit demi sedikit… yang kemudian membuahkan hasil manis.

Saat ini bisnis baju muslimnya sudah menginjak 9 tahun. Produknya sudah melanglang buana ke luar negri dan punya banyak sekali reseller dari sabang sampai merauke yang menjual produk premium nya. MB juga membuat usaha baru di bidang IT.

Sudah bisa nebak siapa orangnya?
Beliau adalah Mas Baim, owner dari
www.tuneeca.com
www.bippo.co.id
www.bipstuff.com

Lalu apakah kemudian semua berjalan dengan baik? Tentu ada naik turunnya… Apa sih yang kemudian membuat MB jadi semangat lagi?

Dulu MB berambisi menjadi pengusaha karena harta dan ingin menyalip kawan2 yang dikenalnya. Namun karena tahun 2012 sudah tercapai semua, MB mengalami kejenuhan. Bisnis tetap berjalan dengan baik, namun ada sesuatu yang kurang. Hal ini berlangsung selama kurang lebih setahun.

Dari situ MB mencoba mencari penyemangat baru yang positif…

Kemudian MB menemukan bahwa dirinya senang mengembangkan sesuatu menjadi besar.
Mb merasa senang melihat perusahaan tumbuh, melihat org2 yg dulu masuk masih SMA namun saat ini dibeasiswakan dan jadi leader2 di perusahaan. MB senang melihat konsumen yg dulu tidak pede tp semenjak kenal tuneeca, jadi pede untuk jualan dan semakin banyak saudara yaitu para pencinta produknya yang bergabung di komunitas tuneeca lovers…

Yang paling membuat semangat MB saat ini adalah kesenangan melihat sesuatu bisa tumbuh dan berkembang ke arah yg lebih baik dan berarti…

Kilas balik ke belakang, ada dua nasehat berharga yang pernah diterima:
1. Dari dosennya: kalau ga ingin dapat masalah, yaaa… jangan hidup…
2. Dari buku warren buffet: snow ball effect..apapun yang dikembangkan mulai dari yang kecil, jika konsisten pasti akan menggelinding semakin besar dan besar.

Bisnis jika sudah diatas 5 tahun, akan sulit untuk bertumbuh. Jadi salah satu yang MB banggakan adalah sudah 9 tahun Tuneeca berjalan dan bisa selalu bertumbuh tiap tahunnya.

Pengen tahu kebiasaan apa yang mengantarkannya ada di titik ini? MB membagikan resepnya yaitu mental belajar, mental terima kesalahan dan lakukan perbaikan, mental tidak pernah puas dan mental pantang menyerah.

MB sangat merekomendasikan untuk membaca buku2 biografi orang yang berpengalaman untuk memetik pelajarannya. Disamping itu buku-buku praktikal seperti Instant Cashflow dari Brad Sugar.

Untuk resource di internet, MB senang membaca laporan dan kinerja perusahaan di finance.google.com kemudian forbes.com untuk melihat berita list orang-orang terkaya, ted.com untuk nonton video di area leadership, inovasi, management. Terlihat di sini apa yang MB masukkan ke dalam kepalanya sehingga menghasilkan pencapaian seperti sekarang ini.

Pada akhir perbincangan kami, saya mengajukan sebuah pertanyaan imajiner…

“Kalau MB besok bangun di dunia yang baru, dunia ini mirip dengan bumi tetapi tidak ada yg dikenal di dunia ini. Anda masih mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang saat ini Anda miliki. Makanan dan tempat tinggal Anda sudah ada, tetapi Anda hanya punya laptop dan uang 5jt. Apa yang akan anda lakukan untuk 7 hari ke depan?”

Jawaban dari MB simple: cari komunitas, cari kenalan, kemudian cari peluang apa yg dibutuhkan oleh pasar

Ya bagi MB komunitas adalah elemen penting bagi bisnisnya. Beliau merasakan dukungan yang sangat besar dari kawan2 di TDA, TDA menurut MB bukan komunitas, tapi rumah yg beneran seperti layaknya ketika capek kita bisa pulang ke rumah dan mencharge up energi kembali.

Ah begitu banyak pelajaran dan inspirasi yang saya dapat dari MB. Semoga demikian halnya dengan Anda yang membaca tulisan ini. Sebuah cerita yang menginspirasi tentang apa arti terus usaha terus bangkit walau menemui berbagai kesulitan…

Saya kemudian teringat sebuah kata2 dari seorang pemimpin besar…

“Don’t judge me by my successes, judge me by how many times I fell down and got back up again”
– Nelson Mandela

Thank you MB, sukses selalu 🙂
(made with love by awanrimbawan.com)

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 3 =