Bisnis Jalur Utara VS Bisnis Jalur Selatan

Assalamualaikum para suhu dan rekan2 seperjuangan…

Pengen cerita sedikit tentang cerita mudik boleh?

Orang2 yang mudik dari Jawa belahan Barat menuju ke arah Timur, tentunya tidak asing dengan Jalur Selatan dan Jalur Utara.

Kemarin ane iseng2 cari2 data kecelakaan di kedua jalur ini.
Nemulah data di tahun 2011.

Ternyata data kecelakaan tahun 2011, terdapat 65 kecelakaan di Jalur Utara.
Sementara di Jalur Selatan terdapat 42 insiden kecelakaan di tahun itu.

Kalau melihat karakteristiknya, Jalur Selatan cenderung berbelok-belok dan naik turun.
Sementara Jalur Utara jalannya cenderung lurus, apalagi dengan adanya tol kinyis-kinyis yg masih mulus.

Mungkin karakter jalan ini ada kaitannya dengan jumlah kecelakaan yg terjadi.

Jalur Selatan yang berkelok-kelok membuat para pengemudi lebih waspada.
Ada belokan, ada turunan, harus siap-siap di rem.
Setelah turunan ada tanjakan, perlu turun gigi sehingga bisa punya daya yang maksimal buat naik ke atas.

Sementara Jalur Utara, gas pol… lancar jaya… tidak terasa kecepatan sudah 160km/jam.
Apalagi pemandangan kanan kiri Jalur Utara yang monoton ini sering membuat ngantuk.
Micro sleep alias tidur dalam hitungan detik, bisa berakibat fatal.

2 kondisi jalur ini mirip dengan bisnis.

Ketika orang membangun bisnis ada yang melalui “Jalur Selatan” dan ada yang melalui “Jalur Utara”.

Ada yang baru mulai bisnis, kok mudah banget… bisa mencapai profit ratusan juta dalam waktu singkat.
Milih produk langsung meledak.
Milih target market kok ya pas.
Milih supplier, kok ya dapat yg amanah.

Tapi ada juga yang sudah bertahun2 bisnis… melihat omset puluhan juta aja hanya di momen2 tertentu.
Itu omset, apalagi ngitung profit.
Coba berpuluh2 produk, ga ada yang jalan.
Milih target market, kok ya dingin2 aja.
Dapet supplier, dikasih barang yang reject, dst dst…

Nah yang repot kalau orang yang bisnisnya kebetulan ada di “Jalur Utara” ini jadi terlena, hilang kesadaran.
Merasa lebih pintar dan lebih berhasil.
Merasa dirinya hebat dalam bisnis… membanding2kan pencapaian yang lebih banyak dalam waktu tempuh yang lebih singkat.
Memandang rendah kepada orang yang bisnisnya di “Jalur Selatan”

Padahal di Jalur Utara terdapat jebakan betmen yang menunggu ketika lengah.
Terbukti dari statistik jumlah kecelakaan nya lebih tinggi dari jalur selatan.

Sementara saya diam-diam kagum dengan orang2 yg ulet berbisnis walau ada di “Jalur Selatan”.
Mereka menjalani jalur yg berkelok2, butuh tenaga ekstra untuk naik tanjakan, siap2 waspada rem pada saat turunan.
Kemudian menyerahkan hasil dari usaha kesabarannya di tangan Tuhan-nya.

Orang-orang seperti ini, memperbaiki fundamental dan mindset.
Belajar kesana-kemari.
Menghitung dan mengalokasikan sumber daya dengan se-hati-hati mungkin.
Mikir gimana caranya membuat “ada” dari sumber daya yang tidak ada dan tidak punya.
Gagal, bangkit lagi…
Bikin baru, gagal, coba lagi…
Masih gagal, terus2 di ulik lagi…
Sambil ibadahnya dikencengin, terus mendekat kepada Tuhan-nya…

“Bisnis Jalur Utara” tantangannya adalah apakah bisa bersyukur, berbagi dan tetap rendah hati.
Sementara “Bisnis Jalur Selatan” tantangannya adalah sabar sambil terus berjuang.

Bisa jadi di akhirat nanti Dia akan berkata:
“Yang Aku anggap hebat bukanlah pebisnis yang coba bisnis di bidang A, B, C, D…Z berhasil semua.
Karena keberhasilan itu adalah fasilitas dari Ku.
Hak prerogratif Ku fasilitas2 itu mau diberikan kepada siapa.
Yang Aku anggap hebat adalah justru pebisnis yang aku tugaskan di dunia dengan sedikit atau bahkan tanpa fasilitas keberhasilan.
Namun dia coba terus berjuang pantang menyerah sampai Aku menjemputnya.”

Nah kalau temen2 bisnisnya ngerasa ada di “Jalur Utara” atau “Jalur Selatan” nih? πŸ™‚

Salam,
Your brother di Divisi EPIK TDA Bandung πŸ™‚

Laporan Wakaf Quran Ramadhan

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh…

Selamat Hari Raya Iedul Fitri yah bro/sist…
Mohon maaf lahir batin…
Semoga Allah menerima ibadahku dan ibadahmu πŸ™‚

Aku bersyukur banget dikelilingi oleh teman-teman yang murah hati.
Di bulan Ramadhan kemarin, hanya dalam 2 minggu terkumpul 300 Al Quran Wakaf yang siap untuk didistribusikan.

Pada proses distribusinya aku tidak sendirian, tetapi dibantu para pejuang2 sosial yang menakjubkan.
Karena merekalah orang-orang yang lebih tahu medan di lapangan.
Daerah mana yang masih kekurangan, daerah mana yang perlu dibantu.
Mereka adalah mata di lapangan sehingga diharapkan wakaf Quran ini jadi tepat guna.

Salah satu pejuang sosial yang membantu distribusi wakaf Quran kemarin bernama Khoeruddin.
Bersama teman-temannya project yg digarap adalah renovasi sebuah madrasah di pelosok Bale Endah Bandung.

Madrasah itu ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan.
Hampir rubuh dengan tiang2 yg lapuk, dinding tripleks dan pagar dari bilah-bilah bambu.
Sekilas dilihat mata, bangunan itu mirip banget kandang ayam.

Berkat kerja keras tim nya, akhirnya bisa dibangun bangunan permanen.
Hal ini penting untuk dilakukan karena di kawasan tersebut banyak terdapat warung remang2 dan karaoke2 liar tempat prostitusi.

Anak2 di sana perlu mendapatkan pendidikan agama, jika tidak maka akan terjebak kedalam lingkaran aktivitas yang dilakukan oleh orang tuanya. Ini adalah project penyelamat generasi bangsa.

Selain dari itu, Khoeruddin dan kawan2nya juga berkoordinasi dengan pesantren2 penghafal quran di pelosok Tasik dan Garut. Sebagian Quran wakaf dari temen2 sekalian Insya Allah akan didistribusikan ke sana.

Titik distribusi Quran yang lain adalah di daerah Gunung Puntang.
Lokasinya sekitar 2 jam ke arah Selatan pusat kota Bandung.
Dari daerah Banjaran, terus naik ke atas perbukitan sampai tiba di kawasan perkebunan kopi Gunung Puntang.

Untuk distribusi kesana, aku dibantu oleh ustad muda @Irwan yang juga pengusaha kopi di sana.
Ada 3 masjid yang masih kekurangan Al Quran.
Moga2 bisa bermanfaat bagi para petani kopi di sana, dan juga masyarakat jamaah masjid tersebut.

Tempat wakaf yang lain adalah desa Cidomas Garut.
Jaraknya sekitar 6 jam dari Bandung.
Untuk distribusi ke sana aku dibantu oleh pemuda bernama @Ali

@Ali adalah anak tertua dari 10 bersaudara.
Sejak kecil Ali tidak pernah bertemu dengan ayahnya.
Itu yang menyebabkan dia tinggal di panti asuhan Amanah di Batununggal.
Dibesarkan di panti asuhan tersebut, kini dia sudah tercatat menjadi mahasiswa UIN.
Calon ustad muda yang penuh semangat dalam aktifitas2 sosial.

Setiap lebaran dia pulang ke Cidomas.
Desa terpencil yang masyarakatnya mayoritas hidup sebagai petani padi.
Al Quran masih merupakan barang mewah, karena uang yang ada dipakai untuk makan sehari2.
Sehinnga mereka sangat menyambut gembira Wakaf Quran yang datang.

Selanjutnya bekerja sama dengan teman2 dari komunitas Kastrol, wakaf Al Quran juga dibagikan ke para siswa di MDT Maarif Pasir Impun.
Lokasi sekolahnya dari terminal Cicaheum teruuus naik ke puncak gunung yg masih susah sinyal.
Kondisi masyarakat di sana masih yg masih kekurangan, merasa sangat terbantu dengan adanya wakaf ini.
Selain Al Quran, di acara buka bareng komunitas Kastrol juga memberikan bantuan berupa paket2 alat2 sekolah kepada anak2 di sana.

Selanjutnya di Nun Learning Centre Bale Endah yg didirikan oleh Kyai Rofi.
Di sini siswa2 yang telah selesai program tahsin dan sudah mengkhatamkan Al Quran, akan lanjut ke program tahfidz (hafalan quran).
Al Quran dari temen2 Insya Allah akan membantu proses mereka menjadi para hafidz penghafal Quran.

My brother and sister…
Terima kasih sekali lagi atas kebaikan hatinya dalam membagikan sebagian rizki dan berwakaf Quran.
Aktifitas ini membuktikan bahwa bersama2 kita bisa menjadi bagian dari solusi bangsa ini.
Ketika ada orang2 yg bisanya berdebat dan berkomentar negatif di sosial media, ternyata masih ada yang menjawab dengan tindakan nyata.

Tentu saja, apa yang kita lakukan tidak sempurna.
Ada sahabat yang menyarankan, selain berwakaf Quran ada baiknya juga disertai dengan bantuan dana pendidikannya juga.
Karena banyak masyarakat miskin akan sangat terbantu.

Kemarin ternyata juga masih ada dana sisa karena mendapatkan diskon dari penerbit.
Aku mohon izin dari para donatur sekalian untuk memanfaatkan dana ini dalam pendidikan Al Quran.
Rencananya kita akan bekerja sama dengan lembaga pengajaran Quran untuk bisa memberikan pengajaran kepada yang membutuhkan dengan dana tersebut.

Aku sendiri sudah memastikan bahwa dari dana di atas tidak ada yang dipakai untuk kepentingan pribadi.
Bahkan sampai saat ini bensin dan transportasi disokong dari kantong para relawan.

Insya Allah ini adalah komitmen kita… untuk berbuat bukan untuk keuntungan finansial… tetapi sebagai keinginan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain…

Semoga kita bisa terus bergerak, aktif membangun solusi2 sosial. Bersama-sama πŸ™‚

Salam,
your brother…
Awan.

#7 – 90days Tahajud Challenge

#7

Salah satu guru ane pernah berkata…
“Kesalehan yang membawa kebanggaan lebih berbahaya daripada dosa yang membawa penyesalan”

Hidup kita tidak pernah lepas dari dosa dan maksiat.
Seringkali kita sudah berusaha sekuat tenaga menghindarinya… tetapi seringkali terjatuh juga kepada hal-hal yang dilarang.

Ketika itu terjadi, hendaknya kita segera bertaubat dan tidak berputus asa terhadap rahmat Allah.

“Ah, tp nanti gimana klo berbuat dosa lagi. Bukannya tobatnya cuman tobat sambel. Udahlah ga usah bertobat aja.”

Bisa jadi nanti kita berbuat lagi.
Tp bisa jadi juga itu akan jadi taubat terakhir kita.

Yang penting di sini adalah: kita berusaha bersungguh2 menghindarinya.

Karena Allah nanti tidak akan bertanya tentang hasil akhir.
Yang ditanyakan adalah usaha kita…

Sudahkah kita bersungguh2 berusaha menghindarinya?
Sudahkah kita bekerja keras mencari aktifitas lain untuk tidak melakukan dosa tersebut?
Sudahkah kita mencari berbagai ilmu untuk mempertebal iman kita?
Apakah waktu ketika kita sadar bisa dimaksimalkan untuk berbuat baik dan beribadah, sehingga bisa menambal waktu kita “tidak sadar” ?

Sehingga ketika saatnya peperangan itu tiba…
Melawan hawa nafsu… melawan bisikan setan… melawan kebiasaan jelek yang sudah bertahun2…
Kita akan menghadapinya dengan persiapan yang maksimal.

Kemudian, apakah kita menang melawan peperangan itu atau tidak, itu hak Allah untuk menentukan.

Karena Allah tidak akan menanyakan apakah kita menang/tidak.
Allah akan menanyakan perlawanan dan proses persiapan kita untuk menghadapinya.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS Ali Imran: 133)”

β€œKatakanlah: β€œHai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar {39} : 53-54).

Pelajaran Dari 2 Musisi Yang Didepak Dari 2 Band Besar

Konon pada suatu saat ada seorang pemain gitar bernama DM.
Dia tergabung ke dalam sebuah band yang baru mulai naik daun.
Mereka mulai mendapatkan perhatian dari komunitas musik dan sedang memulai tour di kota2 lain.

Namun ketika manggung di sebuah kota, DM dipanggil oleh teman2 satu band nya.
Mereka bilang: “DM, mulai dari sekarang kamu dikeluarkan dari band ini. Kamu bukan lagi anggota band ini”

DM pun bingung dan shock.

Dia pulang ke kota asalnya kebingungan, tidak mengerti apa yang terjadi.
Dalam perasaan frustrasi dan kecewa, dia pun bertekad untuk membuat band baru yg lebih hebat dari band sebelumnya.

Selanjutnya hari2nya dipenuhi dengan latihan keras, siang dan malam.
Lalu dia cari orang2 yang jago2 musik untuk diajak bergabung ke band barunya.
Dia salurkan kemarahan, frustrasi dan ambisinya lewat lagu2 barunya.

Dia terus lakukan hal itu siang dan malam.
Tujuannya adalah untuk mencapai ketenaran dan mengalahkan band lamanya.

Setelah puluhan tahun, kerja kerasnya membuahkan hasil.

Dia berhasil mencapai ketenaran yang dia idam2kan.
Band nya berhasil menjual 25juta copy.
Nama lengkap dari DM adalah Dave Mustaine , gitaris pemrakarsa berdirinya band Megadeth.
Megadeth dianggap sebagai band terbaik di genre Heavy Metal.
Dave Mustaine sendiri dianggap sebagai musisi yg sangat brilian dan berpengaruh di genre tersebut.

Trus gimana kabarnya band lamanya?

Nah, band lama yang mengeluarkan Mustaine bernama… Metallica.
di saat Megadeth berhasil menjual 25 juta copy, Metallica sudah menjual 180 juta copy.
Metallica sering dianggap sebagai Band Rock paling sukses sepanjang sejarah.

Pada tahun 2003, dalam sebuah interview terungkap pernyataan yg sangat menyedihkan.
Terlepas dari nama besar Megadeth dan pencapaiannya, Dave Mustaine masih menganggap dirinya sebagai orang yg gagal.
Di dalam benaknya, dia masih menganggap dirinya sebagai orang yang didepak dari Metallica.

Kita simpan kisah Mustaine, dan kemudian kita coba lihat cerita yang senada.

Ini adalah seorang musisi berinisial PB.

PB adalah drummer dalam sebuah band yang juga sedang naik daun.
Menurut para fans wanita-nya, PB ini yg paling ganteng diantara ke empat anggota band tersebut.
Bahkan wajahnyalah yg muncul di majalah2 ketika band ini mulai dilirik media cetak.
PB juga yang paling professional diantara anggota band lainnya.
Dia tidak menggunakan obat2an terlarang, dan punya pacar tetap.

Tepat tiga hari sebelum peluncuran album pertama, tiba2 PB dipanggil oleh manajernya.
Manajernya bilang, “Kamu dikeluarkan dari band ini”
PB pun bingung, “Kenapa…apa salah saya?”
Manajernya tidak mengatakan alasan apapun, selain bilang bahwa anggota member yg lain ingin dia keluar.

PB pun meninggalkan band tersebut dengan hati remuk dan kecewa.

Sepeninggalan PB, band itu meroket drastis.
Terkenal dengan gaya potongan rambut unik yang kemudian membuat demam generasi pada era 60an dengan potongan rambut poni mereka.
Hasil karya2 band ini melegenda dan mempengaruhi banyak musisi sampai dengan sekarang.

Anda pasti sudah bisa menebak siapa band ini?

Ya, inilah “The Beatles”
nama lengkap PB adalah Pete Best, drummer pertama The Beatles sebelum digantikan oleh Ringo Starr

Apa yang terjadi dengan Pete setelah dikeluarkan dari The Beatles?

Dia pun tenggelam dalam minum2an keras dan mengalami depresi.
Dia kecewa dan frustrasi melihat band lama nya mencapai ketenaran yang tidak pernah dibayangkan oleh band2 lainnya.

Namun lambat laun… dia mulai bangkit lagi…
Tetapi kebangkitannya tidak dilandasi oleh semangat membalas dendam seperi Dave Mustaine.
Kebangkitannya karena dia menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada ketenaran dan uang.

Pada awal 90-an dalam sebuah wawancara dia berkata…
“Sepertinya saya lebih bahagia saat ini dibanding jika saya tetap di The Beatles”

Loh kok bisa?

Ternyata setelah melewati masa2 depresinya, dia bertemu dengan wanita yg jadi istrinya.
Kemudian dia menikah, punya anak dan membina keluarganya.

Nilai2 yg dia kejar pun berubah.
Ketenaran dan uang memang menyenangkan, tetapi dia memutuskan bahwa ada yang lebih penting dari itu semua:
Keluarga yang saling mencintai,
kehidupan pernikahan yang harmonis,
kebahagiaan dalam hidup sederhana.

Sesuatu yang tidak dimiliki oleh personel Beatles yg lain, bahkan sampai akhir hayat mereka.

Dave Mustaine dan Pete Best sama2 dikeluarkan dari band yang kemudian sukses luar biasa.
Tetapi mereka kemudian memilih respon yg berbeda.

Efeknya…walaupun pencapaian duniawi Dave Mustaine jauh melebihi Pete Best, namun kondisi batin mereka sangat berbeda.
Dave Mustaine menganggap dirinya orang gagal walau telah menjual 25juta album dan berpengaruh di dunia musik.
Sementara Pete Best merasa sangat bahagia walau pencapaian di dunia musiknya jauh lebih kecil daripada Dave Mustaine.

Standar kesuksesan Mustaine adalah sesuatu yg eksternal di luar diri (ketenaran, penjualan album, mengalahkan band lamanya)
Pete merubah standar kesuksesan nya menjadi sesuatu yg internal di dalam diri (relationship, happiness, appreciation of simple life)

Saya rasa ada sebuah pelajaran berharga yg bisa diambil ke dalam dunia usaha.

Bahwa ketika saya sebagai pengusaha terlalu berfokus standar kesuksesan eksternal, maka bisa jadi saya akan menempuh jalan seperti Dave Mustaine.
“Saya sukses kalau saya sudah mendapat omset sekian.”
“Saya sukses kalau saya sudah bisa mempunyai rumah mewah, tas branded, mobil terbaru,dll.”
“Saya sukses kalau bisnis saya sudah lebih gede dari bisnis teman saya.”
“Saya sukses kalau sudah membuktikan pada keluarga saya tentang pencapaian saya.”

Jika begitu ceritanya, maka bisa jadi puluhan tahun kedepan hidup saya dipenuhi dengan dengan kepahitan dan cap bahwa saya tidak sukses.
Hanya karena ada parameter eksternal kesuksesan yang belum saya capai.
Parameter kesuksesan eksternal yg saya buat sendiri.

Padahal ada hal2 lain yg lebih penting dan bersifat internal.
Relationship, kebermanfaatan, banyak kawan dan saudara… yang ternyata membuat hidup jadi lebih indah.

Beruntungnya saya nemu komunitas yang nggak melulu ngomongin bagaimana menggapai pencapaian eksternal tetapi juga mementingkan latihan nilai2 internal.
Silaturahmi, learning, grow together, sharing…

Nggak perlu nunggu super duper kaya dulu buat berbagi.
Yang bisa berbagi 1jt ya silahkan, yg bisa berbagi 250rb ya silahkan.

Kalau belum ada kelonggaran dana, bisa berbagi tenaga.
Bahkan berbagi waktu untuk sekedar datang dan meramaikan.

Karena pada akhirnya kebahagiaan ternyata muncul bukan dari seberapa banyak saya menerima, tetapi seberapa sering saya memberi…

Apalagi aksi2 berbagi secara sosial ini sering banget diadakan oleh TDA Bandung.

Ada yang kebanjiran, cepet bergerak.
Ada yang sakit, buru2 nengokin.
Ditambah lagi kegiatan2 yang peduli sama penduduk2 marjinal yang jauh dari keramaian…

Kegiatan2 sosial TDA, ternyata setelah saya ikuti… di sana ada nilai2 internal yang membuat hidup lebih bahagia dan bermakna.

Oleh karena itu, yuk hari Senin besok kita bareng2 meluangkan waktu.
Bersama2 bareng sedulur2 di TDA kita melakukan kegiatan sosial.

Sementara kita tinggalkan dulu kejar2an hal2 yg bersifat material dan eksternal.
Kita copot dulu gengsi-gengsi yg membatasi persaudaraan.
Tidak ada yang usahanya lebih berhasil, tidak ada yg bisnisnya masih kecil.
Yang ada adalah kita bersama2 menebar manfaat, di tempat di mana banyak orang enggan mendatangi…

See you next Monday, brother/sister πŸ™‚

Program Wakaf Quran Ramadhan

Assalamualaikum ….

Punten, nuwunsewu… mau berbagi informasi…
Komunitas 90 Tahajud (bit.ly/90tahajud) sedang bikin program sosial nih.
Namanya Wakaf Quran Ramadhan.

Rencananya Wakaf Quran itu mau disalurkan ke:
– Masjid2 yg masih kurang fasilitas quran nya
– Panti-panti yatim
– Daerah-daerah asal anak yatim (biasanya di pelosok2)
– Rumah singgah anak jalanan
– Daerah2 kurang mampu
– dlsb

Ternyata banyak banget dari mereka yang menganggap bahwa Al Quran merupakan barang mewah.
Boro2 beli Al Quran, buat hidup sehari2 aja susah.
Tp akibatnya mereka jadi jauh dari membaca Al Quran πŸ™ πŸ™

Nah, berkaca dari hal itu… aku pengen ngajak buat berwakaf Al-Quran bareng2.

Keuntungannya dalam wakaf adalah, selama Al Quran itu dipakai Insya Allah pahala nya bakal mengalir terus.
Kemudian kalau orang itu menghafalkan Al Quran dari wakaf kita, kan bakal jadi ilmu yg bermanfaat tuh.
Nah selama dia membaca hafalannya itu, Insya Allah pahala nya juga akan mengalir terus.

Apalagi momennya pas Ramadhan, siapa tahu pahala wakaf kita dilipat gandakan sama Allah…. Amin πŸ™‚

Paket wakaf per Al Quran nya 55rb.
Sudah termasuk biaya operasional buat distribusinya.

Monggo, bebas mau wakaf jumlahnya berapa aja.

Nanti bisa transfer ke:
BCA 1320 3480 36 a.n Awan Rimbawan
Jangan lupa konfirmasi klo udah transfer yaa…
Contact Person: Nita 081395840205

Oh ya, boleh dong minta bantuannya buat share informasi ini juga ke temen2 dan sodara2 yg lain.
Siapa tahu dengan jadi jalan pahala buat orang lain, kita bisa ikutan dapet pahala juga.

Ditunggu kabar baiknya yaaa πŸ™‚

Salam,
Awan
bit.ly/90tahajud

OLEH-OLEH DARI UK Part 1 – KOMERSIALISASI TEKNOLOGI

Para suhu dan rekan2-rekan seperjalanan…
Mohon ijin buat sharing cerita yang kebetulan baru saja saya alami.

Saat ini kita hidup di jaman yang penuh kesempatan.
Indonesia sedang getol2nya membantu para pengusaha muda untuk bisa maju.
Salah satunya lewat kemenristek dikti, pemerintah membuat program yang namanya Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) dan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT).
Setiap tahun program ini diadakan dan seleksinya antara bulan2 November/Desember.
Untuk yang tertarik mengikuti, silahkan browsing2 dengan kata kunci IBT kemenristek dikti untuk mengetahui proses seleksi selanjutnya.

Dari ribuan proposal yang masuk, tahun 2017 kemarin dipilih sekitar 500an yang akan mengikuti pembinaan selama 7 bulan.
Selanjutnya dari 500 itu ditawarkan siapa yang berminat untuk mengikuti training di Inggris.
Sewaktu angkatan saya, ada sekitar 100 yang berminat dan mengirimkan lamaran.
Dari 100 itu akan dipilih 25 peserta untuk presentasi di Embassy Inggris.
Kemudian dari 25 orang yang presentasi, akan dipilih 12 orang untuk berangkat training 2 minggu ke Inggris.
Kebetulan saya ada diantara 12 orang yg berangkat di awal tahun 2018 kemarin.

Training ini terselenggara dengan dukungan dana dari Newton Fund.
Nama programnya adalah Leadership Innovation Fellowship.
Yang mengadakan adalah Royal Academy of Engineering UK dengan dibantu oleh Oxentia.
Oxentia sendiri adalah perusahaan konsultan Oxford University yang fokus di bidang komersialisasi teknologi.

Apa itu komersialisasi teknologi?
Ini adalah tema besar yang diusung selama training 2 minggu di Inggris.

Komersialisasi teknologi adalah proses untuk mengkomersialisasikan hasil-hasil riset yang ada di universitas.
Jadi hasil-hasil riset itu tidak hanya berakhir dengan buku jilid yang berdebu di rak-rak perpustakaan.
Tetapi bisa menjadi produk komersial yang dinikmati oleh masyarakat luas.

Secara peradaban masyarakat diuntungkan karena kehidupan sehari2nya terbantu oleh teknologi ini.
Kemudian untuk universitas/peneliti, akan ada dana keuntungan yang bisa dipakai untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mempermurah biaya perkuliahan, maupun mendanai riset2 lanjutan.

Oxentia sebagai perusahaan yang melakukan komersialisasi teknologi dari Oxford University mempunyai track record yang sangat baik.
Tahun 2016 kemarin mereka mampu membukukan Revenue 22,2 juta Poundsterling (sekitar 422 milyar rupiah), menciptakan 21 perusahaan baru, dan mempatenkan sebanyak 2873.

Penciptaan perusahaan baru dan paten merupakan 2 cara untuk mengkomersialisasikan teknologi.

Ini adalah model bisnis yang menarik, karena kita sebagai orang yang berkecimpung di dunia bisnis mengetahui bahwa USP adalah salah satu kunci penting kesuksesan bisnis.
Unique Sales Proposition (USP) yang kuat merupakan pembeda produk kita dengan produk sejenis di pasaran.
Tanpa adanya USP maka usaha kita akan menghasilkan produk yang sama2 saja.
Efeknya akan susah sekali untuk mendongkrak sales karena pelanggan tidak merasa penting untuk berpindah ke brand baru.

Nah ternyata USP ini bisa dihasilkan dari hasil riset yang dilakukan oleh universitas.
Inovasi dan teknologi hasil riset ini memungkinkan untuk mendapatkan margin gila2an.
Salah satu peneliti yang saya ajak ngobrol di program itu membocorkan tentang hpp dan harga jual.
Dia jual sebuah zat dengan harga 20-30x dari hpp.
Ada yang beli?
Ada dong… karena dengan inovasi yg dia kerjakan, maka harga jualnya bisa dibandrol lebih murah dengan zat sejenis yg ada di pasaran dan kualitas yg sama.

Namun “duit gede”nya sebenarnya bukan dari jualan produk.
Tetapi dari model bisnis yg lain, yaitu jualan lisensi dan jualan perusahaan.

Hasil riset itu jika diubah menjadi lisensi, maka akan memungkinkan untuk dijual ke perusahaan lain.
Misal, rumus-rumus yang menghasilkan zat yg lebih murah dengan dengan kualitas yg lebih baik itu dijual ke perusahaan lain yg sudah memproduksi zat yg sama.
Maka tiap kali produk nya keluar bisa diminta royalti atas penggunaan rumus tersebut.

Rute yang lain, hasil riset itu dibuatkan perusahaan.
Istilah yang mereka gunakan adalah “spin-out”.
Spin out ini adalah perusahaan terpisah yang menggunakan hasil riset sebagai “core product” nya.
Perusahaan spin out ini, bisa jadi perusahaan publik (IPO) sehingga sahamnya bisa dimiliki banyak orang.
Atau rute yang lain adalah dijual ke perusahaan lain yg lebih besar.

Contoh kasusnya adalah hasil penelitian dari departemen zoology.
Zoology ini adalah cabang dari biology yg mempelajari tentang hewan-hewan.
Pada tahun 2000 beberapa peneliti di departemen tersebut, mempelajari tentang bagaimana hewan bergerak.
Penelitian nya dibuatkan sebuah software simulasi tentang pergerakan.

Hasil penelitian tersebut kemudian dibuatkan sebuah perusahaan spin-out bernama Natural Motion.
Awalnya Natural Motion memilih masuk ke industri game.
Dia membuat sebuah engine untuk memproduksi game.
Ditawarkan engine tersebut ke perusahaan2 pembuat game.
Namun tidak ada yang tertarik.
Lalu berubah membuat animasi2 film dan iklan.
Sayangnya belum menghasilkan revenue yg baik.

Banting setir, akhirnya membuat game sendiri.
Ternyata di sini boomingnya.
Salah satu game nya CSR Racing mendapatkan 180jt download.
Game berbayar yang sangat laris untuk iPhone.
Diikuti dengan game2 lain yang meledak di pasaran seperti Clumsy Ninja, My Horse dan Back Breaker.

Tahun 2014, Natural Motion dibeli oleh Zynga sebesar 527 juta US dollar.
47 juta pound dikembalikan ke Oxford University.
Bisa digunakan oleh universitas untuk membiayai riset2 yang lain, dana awal pembuatan spin out company yg lain, ataupun meningkatkan kualitas pendidikan di sana.

Jadi, buat temen2 yg bergelut di dunia usaha.
Mungkin ini momen yg baik untuk mulai bersilaturahmi ke universitas2.
Siapa tahu ada hasil2 riset di sana yang bisa jadi peluang.
Bisa untuk meluncurkan produk baru, menambah value dari existing product atau bahkan bikin perusahaan baru lagi.

Selama 2 minggu kemarin, kami diperkenalkan dengan berbagai materi mengenai komersialisasi teknologi.
Pesertanya bukan hanya dari Indonesia tetapi juga ada dari negara lain yaitu Thailand dan Filipina.
Materinya ada tentang Business Model, Presentation/pitching for investor, Finance for beginner, Mindfullness, Leadership, Intellectual Property, Product Design, Digital Marketing, Negotiation, dlsb.

Ada beberapa hal menarik di materi2 selama 2 minggu kemarin.
Mungkin jika ada rekan2 yang berminat, bisa saya sharingkan untuk tulisan-tulisan selanjutnya.

Biar tidak terlalu panjang, sementara saya sudahi dulu cerita kebetulan saya.
Mudah2an bermanfaat dan selamat berkarya untuk hari ini πŸ™‚

Salam,
Awan

Hidup Adalah Bentangan Masalah

Ceramah Ibu Khairati beberapa hari yang lalu bagus banget.

Judulnya: Hidup adalah bentangan masalah.

Di dalam ceramahnya beliau menyampaikan sebuah hadis yang kurang lebih berisi begini…
Kalau Allah ingin menaikkan derajat seseorang, tetapi amal ibadahnya tidak cukup, maka Allah akah memberikan masalah/ujian. Jika orang itu bisa sabar dan ikhtiar maka Allah akan menaikkan derajatnya.

Nah ketika mendapatkan masalah ini, seringkali orang berfokus pada orang lain atau kondisi permasalahannya. Padahal ada sesuatu yg lain yg lebih penting yaitu mendekat kepada Allah.

Seolah-olah Dia berkata… “Nih aku kasih kamu masalah, biar kamu ingat sama Aku… biar kamu sadar bahwa Aku lah yang mengontrol dan mentakdirkan segala hal… bisakah masalah yang Aku berikan kepadamu membuat kamu lebih dekat kepadaKu?”

Tujuannya adalah itu.

Sehingga Ibu Khairati mengatakan bahwa seharusnya kita berterima kasih kepada orang yg kita kira membawa masalah dalam hidup kita. Karena dia itu adalah jalan untuk kita lebih dekat dalam Allah.

Masalah merupakan peluang untuk mendekat kepada Allah, dan mengembangkan diri.

Namun sayangnya banyak yang menyikapi masalah dengan dosa. Malah menjauh dengan Allah. Tidak mau introspeksi diri, bagaimana ibadahnya… malah berfokus pada orang dan kondisi. Atau bahkan menyatakan “saya sudah capek berdoa, tidak menyelesaikan masalah”. Atau kata2 lain yang menyalahkan “Ya Allah… masalah kok gini-gini amat”

Padahal Allah menurunkan masalah itu adalah untuk membuat seseorang mendekat kepadaNya… untuk meningkatkan kualitas diri seseorang…

Mendekat kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, menjaga yang wajib dan menambah yang sunnah…
Tingkatkan kualitas diri dengan membaca buku, ikut training, temui orang2 pintar yang bisa mengupgrade diri…

Ceramah Ibu Khairati ini bagus banget, bikin adem dan mengubah mindset dalam memandang masalah. Jadi pengen diulang2 mendengarnya. Alhamdulillahnya setelah dicari2 dikasih info sama temen2 dan ketemu rekamannya. Buat yang pengen dengerin mindset2 yang bikin adem dalam menyikapi masalah, bisa dengerin lengkapnya di sini http://bit.ly/2F5aLL0

Moga2 bermanfaat πŸ™‚

4 Hari Lagi Menuju Tahun Baru

Apa sih yang sudah aku lakukan di tahun 2017 ?

Ngikutin coach ane, berikut ane coba inventarisir apa aja yang udah ane lakuin selama tahun 2017
Tujuannya biar tahu assessment dan di mana posisi saat ini dan apa yang bisa diperbaiki kedepannya.
So here we go…

>> What were the top three movies and/or TV shows you saw this year?

Yang keinget dan ditunggu2… Game of Thrones :p Klo film yg bagus keinget itu ada Inside Out (analogi cerdas tentang apa yg ada di dalam pikiran) sama The Arrival (konsep keren tentang ruang danΒ  waktu), Dr Strange (bikin pengen belajar out of body experience biar bisa tetep belajar walau sambil tidur hehehe)

 

>> What were your favorite books, articles, or other reading during the year?

Oh well… baca banyak buku, tp krn ga ditulis resensinya jadi lupa tahun ini baca apa aja. Yang pasti ada Snowball Effect biography nya Warren Buffet.

 

>> What other creative works did you enjoy and how did they inspire?

Nah ini di bidang art masih kurang… paling dengerin penyanyi2 yang bagus2 di level kompetisi idol :p

 

>> What physical accomplishments did you achieve, or body changes encountered?

Hmm, ikut pilates buat tulang belakangku. Tp skrg ga dilanjutin lagi. Kayaknya mau ganti renang.

 

>> What lessons from this week do you want to remember for next year? Life?

Insight… bahwa berikan usaha terbaik untuk mendapatkan dunia. Tetapi kalaupun tidak diberikan di dunia, nantinya akan diberikan ganjaran yg lebih baik di akhirat. Kuncinya, tetap sabar dan tetap berusaha. Istri adalah ladang ibadah. Anak adalah ladang ibadah. Mencari rezeki adalah ladang ibadah. Akan banyak cobaan dan tantangan di dalamnya. Tetapi semuanya adalah ladang ibadah untuk hadiah di akhirat nantinya.

 

>> Did you grow any hobbies?

Engga euy, ini harusnya bisa ditingkatkan di masa depan. Pengen belajar alat musik kayak piano/organ gitu.

 

>> Were you active politically?

definitely not, have no interest either.

 

>> How did your career grow or change over the year?

Jatuh di awal tahun, make a big mistake in my IT outsourcing business… omset terjun bebas. Berjuang lagi untuk cari jalan baru. Proses bangkitnya ini yang memberikan banyak pelajaran. Alhamdulillah kondisi di akhir tahun berbeda dengan di awal tahun. Ini tidak lepas dari seminar/training/give to community yg diberikan sepanjang tahun, juga change my habit…

 

>> What’s the top habit that you added to your daily routine?

Definitely, bangun pagi…

Aku memberanikan diri buat memulai group 90 days tahajud challenge. Peraturannya simple, mulai dari hari #1 , goalnya berturut2 sampai #90. Kalau bolong sehari, ulang lagi hitungannya.
Berkali2 reset, rekor tertinggi #34 hari berturut2
Ini sebuah pencapaian karena seumur hidup seorang Awan, belum pernah sebulan lebih Tahajud engga putus.
Awal berdirinya group ini karena frustrasi nyobain bangun pagi gak bisa2.
Jadi karena ga bisa sendirian, ane buka aja borok ane di sosmed hihihi…
Maksudnya biar malu sekalian klo bangun siang
Dan Alhamdulillah cara ini berhasil.
Moga2 ini dicatat sama Allah bukan sebagai riya dan sombong.
Tetapi sebagai jalan berlomba2 menuju kebaikan, dan mengajak bersama2 menuju kebaikan… amiiin…

Di sini juga aku belajar tentang habit polyphasic

Bangun pagi, tahajud dan polyphasic bener2 bikin produktifitas meningkat… game changer!

 

>> Did you attend any meetings, conferences or trainings?

Graduate Leadership Program Asiaworks :Β 3 bulan yang mengerikan, penuh tantangan dan juga sense of achievement. Di sini aku ngalamin peak performance. Mencapai hal2 yang belum pernah aku capai sebelumnya di 3 bidang kehidupan: Bisnis, Relationship dan Spiritual. Salah satu ritual daily declare, masih ane pertahankan sampai hari ini bersama beberapa orang GLP. Banyak banget bikin perbedaan dalam performanceku.
– Mastery Asiaworks: Training gokil yang memberikan awareness terhadap perbedaan me and my mind. Pengalaman-pengalaman spiritual dari aliran2 besar di dunia dicoba dipadatkan dalam 5 hari training. Keren!
– Mastery Retreat Asiaworks: Samurai Game, aku ditaruh di dalam kondisi antara hidup dan mati… memberikan review terhadap arti hidupku.
– 2 Days Coaching workshop Asiaworks: Keren ngajarin coaching dengan praktek juggling 3 bola.
Financial Literacy IIBF: Akhirnya ketemu langsung sama pak teguh dan memberanikan diri untuk makan satu meja dengan pak heppy juga
– Seminar Magnet Rezeki Ust. Nasrullah : Seminar bagus banget buat mindset rezeki. Penggabungan antara The Secret dan ilmu2 sekuler lainnya dengan ayat-ayat Islam. Sampai sekarang audio nya masih menjadi teman setia dan bawa banyak perubahan mindset dalam diri.
– Training 4 days Millionaire Mindset Bootcamp (Mardigu Wowiek) : Beliau punya banyak ilmu, sayang pelaksanaannya kemarin terkesan kurang maksimal. Panitianya terkesan tidak siap menghadapi 400 orang peserta. Namun di sini aku ketemu banyak orang2 hebat dan seneng bisa berinteraksi dengan mereka. Lagipula 400 * 4jt = 1,6 M … not bad for a weekend revenue πŸ˜€
Mukernas BaliΒ : Keren konsepnya, ketemu banyak orang, skalian bawa anak istri liburan jg πŸ˜€

 

>> How did your relationships grow during the year?

Satu hal yang menyenangkan juga bisa membantu mengantarkan istri dari Basic, Advance, Leadership Program dan Mastery. Senangnya bisa bertumbuh bersama. Alhamdulillah dikasih budget biar bisa belajar bareng2. Moga2 ini bisa jadi bekal memperkuat hubungan kami dan juga

Di akhir tahun, berkenalan dengan Human Design lewat Fernando Urmeneta. Ilmu sakti keren bangetsss bukan hanya buat sendiri tetapi juga kaitannya energi pasangan dan anak yang saling menguatkan. Kembali mengingatkan bahwa walaupun kelihatannya yg jualan suami, tp ternyata energi nya dari istri. Tanpa istri, suami gak akan bisa jualan. Josh Gandooshh… (y)

 

>> What did you create this year?

Yang pertama adalah mendaftar ke program Inkubasi Bisnis Teknologi.
Awalnya takut, karena apa iya ide yg biasa ini bisa diterima di program tersebut?
Sempet gak pede, tetapi dicoba ajalah…
Beruntung bisa kenal dengan Coach T yang mensupport.
Dulu cerita kenalnya dari Om Agung, waktu kita berencana mau bikin Restrukturo.

Kayaknya ide yg mau diajukan ke IBT terlalu sederhana…
Ternyata bener… ga diterima alias ditolak.

Eh, tp cerita belum berakhir…
2 minggu setelah surat resmi penolakan, terdengar kabar dari inkubator…ternyata diterima
Alasan diterimanya juga aneh, bukan alasan yang bisa dibikin manusia.
Inget banget ini awal2 bikin group Tahajud.
Pasti ada tangan Allah yang menggerakkan.
Ane akhirnya ada diantara 300 lebih tim yang mendapatkan dana hibah dari kemenristek dikti.

Cerita ga berhenti sampai situ…
konon kabarnya dari semua tim itu, nanti akan ada yg dipilih buat berangkat ke UK

Ane sih ga kepikiran…
Kayaknya ga mungkin ide yg biasa banget ini bakalan terpilih…
Pas presentasi monitoring dan evaluation terakhir juga masih grogi berat…
Khawatir, jangan2 setelah dipresentasikan kemenristek menyesal telah mengucurkan dana ke startup macam ane.
Ga sangka… malah dapet pujian dari para reviewer…
Malah direkomendasiin buat ikut ke UK, masa siiih?

Ternyata kemudian, ane kepilih jadi 24 tim yang presentasi di kedutaan besar UK.
Presentasi di depan 3 orang judges UK, pake bahasa inggris (ya iyalah masak bahasa sunda)
Ditambah satu juri dari kemenristek.
Presentasinya cuman 5 menit. 5 menit berikutnya tanya jawab.

Dari 24 orang itu, nantinya 12 orang akan dipilih berangkat ke UK.
Ehhh ternyata jebul ane katut…

Kelimpungan, paspor belum jadi.
Kesana kemari lobby ke pihak imigrasi.

Alhamdulillah akhirnya paspor beres… visa juga beres.

Sempet ada drama diantara aku dan istri, karena kami saling cinta.
Aku mau berjuang demi keluarga, istri tak tahan jauh dariku…
Tapi Alhamdulillah kami bisa bekerja sama melewati ujian ini..

Insya Allah tanggal 13 January ane berangkat ke UK.
Dengan doa dan dukungan istri.
Ini yang penting…

Nah truuuss…
Ane juga mencoba hal baru bernama: FB Ads

Nah ini ceritanya panjang sejak di GLP Asiaworks.
Tapi terealisasi berkat dukungan temen2…

Sampe sekarang mainan fb ads, spent udah lebih dari 100jt-an
Alhamdulillah bisa jadi jalan rejeki kepada 4 CS
Walaupun bulan desember turun dibanding bulan2 sebelumnya, tp tetep semangat buat belajar dan explore lagi πŸ˜‰

Selain itu kemarin bikin online training buat Ruby on Rails. Sesuatu yg terpending selama 2 tahun. Alhamdulillah responnya bagus, dapet skitar 60an orang.

 

>> What did you fail to create this year? Why?
– Dveloop : bingung sama2 bingung, mungkin kurang komitmen di ane nya :p
– Restrukturo : udah rapat banyak, tp stuck… mau bikin seminar, jg akhirnya failed krn yg daftar ga ada
– KampusUKM : udah syuting lama, tp blom dimarketingin atau dipackage

 

>> How else did you participate on a community level?

Aku yg inget ada interview dua orang, yaitu Mas Baim dan juga Pak Hendra… buat di share di komunitas.

Kedepannya aku pengen bisa interview lebih banyak orang lagi, biar bisa di share ke komunitas.

Trus…

Aku ambil role lebih banyak dengan jadi kadiv epik tda bandung, walau awalnya engga pede juga.

Trus ini barusan aku post di group tda, walaupun maluuu… tulisannya jeleek wkwkw…

Awan Rimbawan, [27.12.17 22:25]
[Forwarded from Awan Rimbawan]
5 hari lagi…

Terinspirasi dari suhu @myasmuufy yang membuat tulisan tentang 10 hari lagi… ane pengen deh bisa nulis sejago beliau.

Tapi apa daya, yang bisa newbie ketikkan hanyalah curcol2 dari kegalauan kids jaman now. Tapi ga apa2 lah ya, suhu..numpang lewat…newbie izin belajar πŸ˜€

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu, ane dapet surat cinta dari Coach ane. Beliau bilang… it’s the end of the year, so take assessment of what you did throughout 2017. Bahasa simplenya, jangan bikin resolusi kalau ga tau di mana posisi saat ini. Itu bagaikan menargetkan dapet pasangan sementara ga sadar bahwa posisinya hanya teman biasa πŸ˜€

Nah untuk bisa mengetahui apa aja yg udah dilakukan di 2017, coach ane memberikan guidelines dengan mengajukan pertanyaan2 berikut:

– What were the top three movies and/or TV shows you saw this year?
– What were your favorite books, articles, or other reading during the year?
– What other creative works did you enjoy and how did they inspire?
– What did you create this year?
– What did you fail to create this year? Why?
– What’s the top habit that you added to your daily routine?
– What physical accomplishments did you achieve, or body changes encountered?
– How did your relationships grow during the year?
– What lessons from this week do you want to remember for next year? Life?
– How did your career grow or change over the year?
– Did you attend any meetings, conferences or trainings?
– Did you grow any hobbies?
– Were you active politically?
– How else did you participate on a community level?

Humm… pertanyaan yang kemudian bikin ane bulak balik buka halaman diary plus klak klik blog yang isinya postingan campur aduk…

Namun kalau boleh menjawab pertanyaan yang terakhir, involvement di TDA memainkan peranan besar buat ane di tahun 2017 ini….

Sebelum kenal TDA, seorang Awan yang naif berpikir bahwa dia bisa menyelesaikan segala sesuatunya seorang diri. Diperparah lagi… dalam pikirannya melulu berupa pertanyaan “how can I get more…more and more?”

Namun hal itu sedikit demi sedikit terkikis ketika bertemu dengan suhu2 di TDA… komunitas yang kental dengan atmosfer give…give…and give…

Termasuk ketika sekjen @Achmad_faisal pada kepengurusan sebelumnya mencetus “Om awan, bantuin di divisi mana?”
Dengan plonga-plongo newbie ini menjawab… “Yg mana yg masih butuh bantuan?”
“Edukasi aja yah…” pungkas beliau.
Ane pun manggut–manggut…

Lalu dimulailah petualangan ane bertemu dengan para suhu2 nan sakti, dermawan juga rupawan..

Salah satunya adalah suhu Agung…

Kadiv edukasi di kepengurusan saat itu..
Ane kemudian banyak kopi darat, banyak ngobrol dengan beliau dan mulai belajar hal2 baru.

Bahkan sempet bikin beberapa bisnis, yang engga jalan :p

Tapi dari situ, ane dikenalin sama seseorang yang menginformasikan ane untuk ikut program dana hibah inkubasi bisnis teknologi kemenristek dikti.

Jalan nya engga mulus… masih banyak halangan.. terutama dari internal ane sendiri…
Ane punya mindset yang parah banget… diantaranya… suka menunda2 kerjaan, udah tau harus melakukan apa, tp malah melakukan yang lain… maunya perfect, tp akhirnya malah ga jalan2…

Sampai kemudian ketika ikut KMB Mas @Ruliyanto , ane diperkenalkan oleh mindset2 yg bagoess banget…

Sewaktu KMB tersebut, Mas Ruli juga sering menyebut2 nama Pak Teguh, yang konon kabarnya Mas Ruli banyak belajar dari beliau.

Nekat ane message Pak Teguh di telegram. Setelah ane perkenalkan diri, ane tanya adakah training yg bagus tentang mindset?

Beliaupun menyebut sebuah training, sebut saja A (bukan iklan, suwer ^_^). Nah di training ini ane bener2 digojlok abis2an… bukan hanya mental, tapi juga kantong karena bayarnya juga termasuk mahal buat ane :p
Tapi dalam perjalanannya, ane belajar banyak banyak banyak banget… tentang diri ane dan mindset yang lebih efektif…
Di tengah2 ikut training itu, ane jadi bisa nyelesaikan proposal kemenristek dikti walaupun dihimpit tugas yang seabrek2.

Awan Rimbawan, [27.12.17 22:25]
[Forwarded from Awan Rimbawan]
Alhamdulillah… berkat izin Allah… akhirnya ane ketrima jadi salah satu dari 300 tim penerima dana hibah kemenristek dikti.

Eh ternyata masih berlanjut, beberapa bulan yg lalu 24 orang diminta buat presentasi di kedutaan besar inggris karena kemenristek dikti ada program kerja sama dengan pemerintah UK.

Trus kemudian dari 24 orang yang presentasi, bakal dipilih 12 orang buat berangkat workshop 2 minggu di UK untuk bidang komersialisasi teknologi.

Kalau Allah mengizinkan, 13 january nanti… ane akan diterbangkan ke tanah di mana Daniel Craig dan Pierce Brosnan beraksi dalam balutan tuksedo klimis. Cerita action mata-mata yang selama ini cuman bisa ane tonton di bioskop aja.

Jadi…
…mengakhiri curcol ga jelas ini, ane ingin menanyakan pertanyaan terakhir dari coach ane…

“How else did you participate on a community level this year?”

Because it’s true that we make living by what we get… but we make a life by what we give…
And our life in the future, is the reflection of what we committed to give…

Awan,
Pelayan di Epik
Haturnuhun suhu2 TDA yg tak bisa aku sebutkan satu persatu… aku tanpamu butiran debu…???

*ditemani teh manis dan tahu asin pedas

Kondisi di level survival dan pengumuman rekruitasi div membership tda bdg

Assalamualaikum para suhu dan rekan2 seperdjoeangan…

Ada banyak sekali pencerahan yang saya dapat di sesi Mastermind Divisi Epik kemarin, untuk kesempatan kali ini mohon izin untuk mensharingkannya…

Salah satunya adalah tentang kondisi bisnis yang ada di “survival mode”

Dalam kondisi survival, naluri bertahan kita akan mencoba sebanyak mungkin… mencari peluang-peluang baru… bertemu dan berkolaborasi dengan orang-orang baru dll… namun ketika ada hal-hal yang kemudian mulai membuahkan hasil, maka tantangannya bukanlah lagi mencari peluang baru… but learn to say no…

Sama seperti ketika sebelum menikah, cari prospek sebanyak2nya. Tetapi setelah menikah, say no to others. πŸ˜€

Bisnis pun seperti itu, ada kondisi2 di mana kita harus say no untuk peluang yang datang. Pakai kaca mata kuda dan belajar untuk fokus. Karena peluang itu tak terbatas adanya, namun waktu dan resource kitalah yang terbatas.

Kalau tidak belajar buat say no, maka resikonya adalah tidak ada yang beres pada akhirnya. Seperti kata mendiang Bruce Lee…

Bahkan ketika sudah bisa fokus di satu bidang bisnis, di situ muncul godaannya lagi. Salah satu godaannya adalah… apakah mau bermain menjadi produsen, ataukah mau bermain sebagai marketing…

Ketika semua peluang di ambil semisal bermain menjadi marketing, produsen, menyasar produk dengan segmen atas, bawah, bahkan menyasar pasar rebranding… yang terjadi kemudian adalah resourcenya terbagi2 ke dalam semua lini tersebut.

Kuncinya adalah mengetahui, apa DNA bisnis saya. Apakah saya ahli sebagai produsen, ataukah saya ahli sebagai marketing?

Kalau saya ahli sebagai produsen, senang ngulik, bisa bikin produk dengan hpp 5000 dan bisa jadi produk seharga 100rb, maka bisa jadi DNA bisnisnya adalah produsen.

Kalau begitu maka perbanyaklah partner marketing.

Bisa dengan model bisnis keagenan/reseller/dropshipper. Bisa juga dengan sistem franchise/business opportunity. Bisa juga dengan menjual secara white label dan brand dimiliki oleh orang lain.

Lalu beri insentif sebesar2nya pada partner marketing, pada agen/reseller, pada pembeli franchise…

Bahkan di bisnis model software yang umum di luar negri, pembagiannya 30% vendor(produsen) dan 70% marketer. Setiap bulan ada kontes dengan hadiah premium seperti macbookpro.

Loh kok marketernya dapet lebih banyak? kan saya yang bikin produk…

Memang… tapi produsen juga diuntungkan dengan nilai kali… semakin banyak marketer yang jualan produk itu maka keuntungannya bakal lebih besar, dengan effort yg lebih terfokus.

Karena akan lebih profitable dapet 30% dari 100 marketer, daripada dapet 100% tapi jualan sendiri.

Kalau saya tidak suka mendevelop produk, tp suka jualan berarti DNA bisnis saya mungkin ada di marketing. Maka perbanyak partner produksi. Cari produk yg berkualitas, jangan develop produk sendiri.

Untuk mengetahui apa DNA bisnis ada ilmunya. Dalam ilmu branding butuh satu bahasan khusus. Tetapi yang paling simple adalah bermusahabah, menanyakan kepada diri sendiri:
– apa pengalaman yang saya miliki ?
– apa keahlian yang saya miliki…?
– apa sih yang saya enjoy untuk saya lakukan…?

Bagaimana kalau merasa tidak punya keahlian/pengalaman?

Masa sih? mungkin belum teliti melihatnya… itulah perlunya muhasabah dan introspeksi diri… What I have done for over 20+ years / 30+ years…?

Hmm… bagaimana kalau saya masih merasa tidak punya kemampuan apa2 ?

Kalau begitu…saya akan mengucapkan congratulation…

Loh kok bisa?

Yes, because you’re like a blank sheet of paper…

Anda bisa memulai dari sekarang, kemudian menanyakan ingin ahli di bidang apa… Ingin enjoy melakukan apa…

You can start clean… to design the life that you want…

….

Ah begitu banyak mutiara yang saya dapat di Mastermind divisi Epik…

Di sana saya mendapatkan pencerahan2 dari coach yang omsetnya terancam milyaran perbulan, a bright young lady with passion in education dreaming to build the next big thing, ahli IT dengan pengalaman 8+ tahun, bahkan ada juga alkemis yang bisa menciptakan produk dengan hpp sangat kecil…

Sebenarnya… Divisi Epik saat ini membuka kesempatan untuk bergabung… 2 orang saja…
Orang yang merasa biasa2 saja, tetapi ingin berkembang menjadi luar biasa…bersama-sama…
Bukan untuk seorang superstar, tetapi untuk seseorang yang belajar bareng untuk menjadi bintang…
Orang yang percaya bahwa melayani dan berbagi adalah jalan untuk menjadi besar…
Orang yang bersedia memegang kunci, untuk bisa membuka gembok akses agar bisa belajar dengan para suhu2 yg ada di TDA

Divisi Epik kumpul seminggu sekali. Misal minggu ini Mastermind, maka minggu berikutnya meeting program2 untuk melayani member TDA. Begitu saja selang seling. Karena melayani komunitas dan membesarkan bisnis harus bisa dijalani secara berbarengan.

Sehingga nanti, 2 tahun dari sekarang… kita bisa sama2 menengok ke belakang dan melihat… seberapa besar kita telah berkembang selama bergabung dalam keluarga TDA ini…

Tertarik buat bergabung?
– syarat: registered member tda dan sudah install tda passport
– perkenalkan diri dan kondisi bisnis sekarang
– sebutkan alasan mengapa ingin bergabung ke divisi Epik dalam 300 kata
– cv
– bisa dikirimkan ke awan@21clouds.com