LAPORAN KEGIATAN TDA BANDUNG BULAN AGUSTUS 2020

Bismillahirrahmanirrahim…

Assalamualaikum para suhu dan rekan2 seperdjoeangan…๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

Bulan Agustus kemarin TDA Bandung melaksanakan beberapa program.

Salah satunya adalah KMB: Kelompok Mentoring Bisnis.

Untuk tahap awal, program ini dibuka khusus untuk pengurus TDA Bandung (TDA Warrior). Tahap berikutnya Insya Allah akan dibuka kepada Registered Member.

Mekanismenya peserta KMB membuat kelompok masing2 5 orang. Kemudian memilih ketua dan juga nama kelompoknya.

Lucu2 namanya, ada BTS (Bandung Timur Squad), Pandawa Lima, Marema, Titik Temu, Irama Group, dll.

Sebenarnya KMB ini selain ditujukan untuk belajar kepada mentor yg sudah lebih berpengalaman, juga untuk mengeratkan hubungan antar member TDA.

Tidak jarang yang kemudian bertemu dengan partner bisnis karena interaksi ini.

Bahkan denger2 banyak juga yang berpartner dengan mentor bisnisnya.

Secara kultur di TDA, partnership bisnis memang terjalin secara organik.

Mulai dari kenal biasa, kemudian karena sering berinteraksi maka selanjutnya bisa mengenal karakter masing2. Apalagi dengan adanya kesamaan visi, maka jalan bareng membuka bisnis baru atau berkolaborasi dapat terlaksana.

Saya bahkan pernah mendengar cerita di TDA.
Ada dua orang yang berpartner, tapi kemudian bisnisnya tidak berjalan sesuai harapan.

Namun karena didasari niatan silaturrahim dan terus menjaga hubungan baik, maka di akhir kerja sama bisnis malah saling ingin menanggung kerugian lebih banyak dari partnernya.

Kemudian baru saja beberapa menit beres pembagian harta gono gini, eh malah lanjut ngobrolin peluang bisnis baru lagi yg bisa dikerjakan bersama.

Memang tidak semua cerita partnership bisnis berjalan indah.

Tetapi secara umum jika kita sering berinteraksi dan mengenal karakter, maka kita akan lebih kecil kemungkinannya untuk berpartner dengan orang yg tidak pas dengan diri kita.

Di TDA kesempatan berinteraksi ini dibangun lewat banyak program2 dan kegiatan2.

Salah satunya adalah program bernama Mendoan: Mentoring Dan Silaturrahim Online 2 Pekanan. Diadakan setiap Kamis sore. Di sini secara online interaksi bisa dibangun. Nantinya jika akan menyambung silaturrahim lebih lanjut bisa japri langsung saja.

Ada juga Sharing Santai di Telegram. Yang tadinya dibuat 3 kali seminggu, mulai bulan Agustus diubah frekuensinya menjadi seminggu sekali… Biar lebih ngangenin katanya ๐Ÿ˜€

Program lain yang terus digerakkan adalah TDAbox. Program bagi2 nasi box yang dananya digalang tiap pekan.

Alhamdulillah semakin banyak member TDA yang mensupport program ini.
Bulan Aguustus ini Dapur ke-2 mulai dibuka di Cimahi, berkat support salah satu member.
Selain itu ada juga member yang mensupport pembuatan box nya dengan memberikan harga hpp, bayar mundur pula.
Lalu ada member yang menyumbangkan peralatan masak untuk dapurnya.
Ada juga member yang rajin sharing flyer TDAbox ke group2 WA/sosmed pribadi nya.
Alhamdulillah… sekecil apapun support yg diberikan Insya Allah akan diberikan balasan yang sebaik2nya. Kecil2 kalau dikumpulkan, Insya Allah akan memberikan kebermanfaatan yg lebih besar.

Pencapaian tiap pekan juga bervariasi.
Pekan 11 kemarin mencapai 472box
Pekan 12 kemarin mencapai 360box
Dengan donasi 10rb/box saja, mudah2an bisa terus bertambah kebermanfaatannya.
Silahkan bagi yg berminat donasi bisa WA ke 081222888380

Beberapa kerjasama yang dilakukan oleh Divisi Eksternal juga berjalan.
Diantaranya yang sudah fix di bulan Agustus kemarin adalah:
– Kerja sama untuk pengadaan workshop dan sertifikasi digital marketing.
– Bekerja sama dengan klinik Prodia untuk mendapatkan diskon khusus member.
– Support kompetisi bisnis Lokalate untuk coaching mahasiswa yang berbisnis. Peluang bagi temen2 kuliner untuk promosi ke kampus2.

Merefleksikan program dan kegiatan2 yang terjadi di bulan Agustus kemarin, saya menganggap TDA bukan sekedar komunitas bisnis. Tetapi sebuah ladang amal. Sekecil apapun bisa melakukan kontribusi.

Mau beramal secara dana bisa.
Secara waktu bisa.
Sharing secara keilmuan juga bisa.
Kalau merasa belum punya ilmu bagaimana?

Salah satu suhu memberi tips… ya udah, jadikan TDA sebagai tempat belajar… setelahnya sharingkan resume pembelajarannya kepada yang lain. Insya Allah bakal jadi kebaikan.

Alhamdulillah, banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan di TDA Bandung.
Semoga semua member TDA yang berbuat kebaikan di berbagai program dan kegiatan kemarin, dibalas juga oleh kebaikan kembali.
Seperti janji Allah… Hal jazฤ`ul-iแธฅsฤni illal-iแธฅsฤn (QS Ar-Rahman : 60)

Mohon doa dan supportnya untuk kegiatan2 TDA di Bulan September yaaa ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

Salam,
Awan

PS: Ada selipan foto badminton di belakang. Refreshing nepak bareng di kelompok kecil dulu ya… karena kondisi masih covid tinggi… Mudah2an covid segera reda kegiatan TDAsport seperti Foodsal bisa segera dimainkan rame2 lagi ๐Ÿ˜€

facebook.com/awanrmb99/posts/10222025229918367
https://www.instagram.com/p/CEvedPzpNKV/

Raih Dunia Untuk Melampauinya

Boleh nggak sih bekerja untuk meraih dunia?
Untuk dapetin uang, rumah, motor, mobil dll…

Menurutku sih…boleh aja…
Allah menciptakan dunia, masak tidak boleh diraih dan dinikmati.

Tapi… jangan berhenti sampai di situ.
Rugi.

Kenapa rugi?

Karena semua yang ada di dunia itu fana.
Semua yang ada di dunia sifatnya cuman sementara saja.

Misalkan saja uang.

Pernah dapat uang?
Apakah uang itu sampai sekarang masih ada?

Misal pernah dikasih uang fisik 50rb.
Sampai sekarang uang fisik itu masih ada?
Pasti sudah nggak ada, dibeliin sesuatu.
Kalaupun masih ada, pasti nanti akan berpisah.

Apalagi uang di rekening bank.
Yang kita ga pernah lihat wujudnya.
Tiba2 Indonesia inflasi itu uang sudah tidak ada nilainya.
Krisis melanda, jadi hilang.
Ada sejuta skenario uang itu bisa lenyap.

Motor…
Sebagus2nya motor, nanti kan bakal jadi jelek.
Kalau motornya awet, kita bakal punya keinginan baru.
Ada model yg lebih baru.
Jadi motor kita kelihatan jelek.

Semuanya seperti itu.
Rumah.
Mobil.
Hubungan2.

Semua bakal berhenti, rusak, hilang, usang.

Karena semua yang punya awal, selalu punya akhir.

Oleh karena itu boleh saja menginginkan dunia.
Tetapi jangan berhenti di situ.
Raih dunia untuk melampauinya…

Gunakan dunia itu untuk kepentingan akhirat.
Jadikan dunia itu untuk membuat kita lebih dekat kepada Allah.
Pelajari kenikmatan dunia itu, pahami karakter kenikmatannya… agar kita bisa tertarik kepada kenikmatan spiritual.

Karakter kenikmatan2 dunia:
1. Terbatas, sementara.
2. Tidak akan memuaskan.
3. Membuat ketagihan. Jika terus dituruti tanpa rem, maka akan minta dipenuhi lagi dan lagi.
4. Merusak jika berlebihan.

Kalau kenikmatan spiritual gimana?
Ya kebalikannya.
1. tahan lama
2. membuat merasa cukup
3. memberikan kebermanfaatan
4. menguatkan

Jadi silahkan raih dunia.
Bikin target pendapatan, target kepemilikan, target impian2.

Tapi jangan berhenti di sana.

Gunakan dunia untuk kepentingan akhirat.
Gunakan dunia untuk memahami spiritual.
Gunakan dunia untuk memahami diri, mengembangkan diri.

Oh iya ya… saya punya sifat malas
Oh iya ya… saya punya sifat penakut…
Oh iya ya… saya punya sifat iri dan dengki…

Boleh banget menggunakan dunia sebagai iming2 agar saya bisa berubah.
Boleh bikin target2 uang, mobil dan rumah, agar karakter bisa berkembang.
Dari pemalas menjadi pekerja keras…
Dari benci buku jadi pencinta ilmu.
Dari penakut menjadi kuat dalam kepasrahan kepada Allah.
Dari punya dengki menjadi punya cinta kasih.

Sebenarnya hadiah sebenarnya bukanlah target2 dunia itu.
Hadiah sebenarnya adalah adalah perubahan diri kita.
Hadiah sebenarnya adalah pengenalan diri yg fana ini…

Dan barang siapa mengenal dirinya.
Maka akan mengenal Tuhannya…

Eh, jangan2… Dia menciptakan segala kenikmatan2 dunia ini…
Cuman sekedar agar kita bisa mengenal Dia…

Salam,
Awan

KERJA ITU BUAT APA?

KERJA ITU BUAT APA?

Pertanyaan itu sering menghampiri diriku dari dulu.

Sejak aku kerja di Bali, di Aceh, di Jakarta….
Bahkan waktu aku belajar di Belanda, London dan Kuala Lumpur pun pertanyaan ini menghampiri dalam bentuk yg lain…ngapain sih aku ngerjain ini di sini?

Pada dasarnya…semua orang bekerja.

Mau dipanggil sebagai investor, dia juga sebenarnya bekerja.

Bekerja buat milih2 perusahaan mana yg prospeknya bagus, bekerja menganalisa laporan keuangan, bekerja untuk menganalisa profil orang2 yg ada dalam sebuah bisnis… dan lain sebagainya.

Mau dibilang pengusaha, dia juga sebenarnya bekerja.

Bekerja buat mencari modal. Bekerja buat membangun tim. Bekerja untuk mempresentasikan hasil untung/rugi usahanya kepada investor. dlsb.

Jadi semua orang itu bekerja.

Bahkan semua orang adalah karyawan.

Karena karyawan itu = karya-wan.
Orang yang berkarya.

Apa karya mu di dalam pekerjaan?

Itu yg seharusnya kita tanyakan kepada diri kita masing2.

Di dalam tim ada bagian2nya.

Bagian advertising, karyanya adalah mendapatkan leads yg banyak, murah dan tertarget.

Bagian CS, karyanya adalah meningkatkan konversi penjualan, memuaskan pelanggan. Karena pelanggan yang puas akan kembali lagi dan lagi.

Lalu buat apa kita berkarya?
Buat apa kita bekerja?

1. Yang paling umum adalah bekerja itu untuk mendapatkan uang.

Hal ini tidak salah.
Karena kita perlu uang untuk membiayai hidup kita.
Biar kita tidak kelaparan.
Biar kita bisa menjaga kehormatan diri, keluarga bahkan agama… sehingga tidak mengemis dan meminta2.

Namun kalau berhenti di sini, sangat sayang.

Karena ada hal2 lain yg bisa dicapai dengan bekerja dan berkarya.

Yaitu next levelnya adalah:

2. Bekerja untuk mendapatkan mimpi

Ada orang yg bekerja di bidang yg tidak dia sukai.

Tidak menjadi masalah.

Karena nanti waktunya bisa dibagi.

Dia tidak perlu lagi pusing memikirkan uang.

Sehingga ada waktu2 senggang yg dia tidak perlu diisi dengan kekhawatiran bakal makan dari mana.

Waktu senggang itu bisa dieksplorasi untuk mimpi2 yg dia ingin capai.

Ada yang punya keinginan untuk jadi penulis.

Menulislah di waktu senggang.

Ada yg punya keinginan untuk membuat yayasan yg bermanfaat jadi orang banyak.

Bantulah orang lain di waktu senggang.

Ada yg punya keinginan untuk belajar lagi di bidang yg dia sukai.

Ambil lah training2 atau pendidikan di bidang2 yg disukai.

Ada yg punya keinginan untuk punya usaha sendiri.

Di waktu senggang eksplorasi peluang2 yg ada di perusahaan tempatmu bekerja.

Apa yg kurang? coba cari cara buat memenuhinya.
Coba pikirkan sebuah karya buat memenuhinya.

Bentuk tim baru, tambahkan dan kembangkan.
Nanti tim yang berkembang ini sangat berpotensi menjadi perusahaan2 baru.

Jadikan pekerjaanmu sekarang, sebagai komponen untuk mendukung mimpi2mu. Apapun itu.

Aku punya mimpi untuk bisa merealisasikan 1000 mimpi orang2 yg ada di dalamnya. Firli Group bagiku adalah tempat mewujudkannya.

Tapi jangan berhenti di sini…

Karena kalau berhenti di sini maka akan sangat rugi.

Level yg lebih tinggi lagi adalah:

3. Bekerjalah untuk mendapatkan mimpi dunia dan lebih penting lagi… mimpi di akhirat.

Karena kalau terbatas di mimpi dunia, maka akan sangat rugi.

Setelah dunia yg sebentar ini ada akhirat yang abadi.

Orang yg beruntung adalah orang yang menjadikan dunia nya sebagai bekal di akhirat.

Jadi sangat penting untuk mengevaluasi secara berkala setiap mimpi dunia yg ingin kita capai…

Apakah memiliki kriteria 3B ?
a. Baik untuk diriku ? (kebutuhan saat ini dan masa depan)
b. Baik untuk orang lain ? (keluarga, sosial, rekan satu tim)
d. Baik menurut Allah ? (ridho Nya adalah sebaik2nya ridho)

Kalau tidak terpenuhi tiga kriteria di atas… jangan dilakukan.

Karena kalau dilakukan pasti akan membawa keburukan.

Contohnya…
Mimpi ingin punya mobil.
Tetapi waktu dihabiskan untuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk menjaga hubungan keluarga.
Baik buat diri, tapi tidak baik buat orang lain.
Nanti mobilnya didapat, tapi hubungan keluarga berantakan.
Percuma, sengsara.
Apalagi kalau mobilnya gak dapat, keluarga juga hilang. Sengsara dua kali.

Contoh yg lain…
Terlalu fokus ingin mendapatkan keuntungan.
Kemudian menggunakan fasilitas kantor untuk berjualan barang sendiri.
Padahal fasilitas kantor itu ada hak2 anggota tim yg lain.
Pasti nanti akan menimbulkan ketidak percayaan.
Akan dikenal sebagai orang yg tidak amanah.
Sehingga akan menyulitkan langkah ke depan.
Membawa kehancuran untuk masa depan diri sendiri.

Contoh ketiga…
Mimpi ingin jadi orang kaya.
Tapi melupakan pembentukan wadah spiritual.
Melupakan latihan2 untuk mendekatkan diri dengan Allah.
Maka kalaupun jadi orang kaya, dijamin pasti kekayaannya akan membawa kerusakan untuk diri, keluarga dan orang2 sekitarnya.
Bisa2 dugem tiap hari, gonta ganti pasangan akhirnya kena penyakit aids, atau narkoba terus dipenjara. Menghancurkan kehormatan diri dan keluarga.
Contohnya sangat banyak, tinggal buka saja berita2 tentang selebritis.

Maka mimpi kita pun harus kita panjangkan.
Jauh melewati batas kematian kita.
Karena setelah kematian ada kehidupan yang lebih panjang, dan abadi.
Akhirat.

Orang yg beruntung adalah yang menjadikan mimpi dunia adalah sebuah pijakan untuk mimpi akhirat.

Selalu tanyakan apakah hal ini baik menurut Allah ?

Ketika kita bermalas2an untuk bekerja dan berkarya…tanyakan apakah untuk ini aku diciptakan Allah?
Guling2 di tempat tidur, rebah2an dan socmed-an sepanjang hari?
Bahkan semut di pinggir tempat tidur pun memenuhi hakikat ciptaannya kepada Allah…

Selalu ajukan ketika kita bermimpi, Apakah dengan mimpi ini aku akan mendapatkan ridho Allah?

Maka sangat penting untuk bersikap sensitif kepada Allah…
Sering2 sapa Allah…
Sering2 tanyakan dalam momen berdua sama Allah…apakah mimpi ini keinginan Allah, ataukah sekedar keinginan nafsuku?

Tulisan ini adalah sebuah pengingat diri sendiri.
Karena pada dasarnya semua orang adalah pekerja.
Karya-wan.
Pengusaha.

Bedanya adalah…
Untuk apa seseorang bekerja?
Untuk mendapatkan apa seseorang berkarya ?
Apakah dia itu pengusaha dunia, ataukah pengusaha surga yg sedang mengusahakan ridho Allah akan dirinya?

Kalau kita bisa saling mengingatkan tentang hal ini. Sepertinya hidup kita akan bisa tenang, damai dan penuh keindahan. Damai di dunia, damai di akhirat.

Fi dunnya hasanah, wa fil akhirati hasanah…

Salam,
Awan…
pekerja…
karya-wan…
pelayan kehidupan…

HUBUNGAN HATI DAN PIKIRAN – TEKNOLOGI KESELAMATAN

Yang aku pahami dan rasakan saat ini, hati adalah sumber energi yang bisa mempengaruhi pikiran. Pikiran kemudian akan berubah menjadi tindakan. Namun sayangnya hati tidak selalu bisa diakses.

Kenapa?

Kalau banyak melakukan perbuatan2 yg mengotori hati, maka hati akan mengeras.
Kalau mengeras maka dia akan sulit untuk diakses, tertutup oleh kotoran dan lapisan yg mengeras.

Saat hati sulit untuk diakses maka pikiran bebas bertindak sesuka2nya.
Bebas dipengaruhi oleh hal2 eksternal.

Karena pikiran itu vibrasi/gelombang.
Yang sangat mudah dipengaruhi oleh vibrasi2 lain.

Darimana vibrasi2 yg mempengaruhi pikiran kita sehingga jadi kacau vibrasinya?
Dari ke 5 indera kita.

Apa yg kita lihat.
Apa yg kita makan.
Apa yg kita cium.
Apa yg kita raba/sentuh.
Apa yg kita dengar.

Jadi wajar kalau temenku bilang dia bisa merasakan pikiran jadi tenang ketika berpuasa.
Karena puasa itu memfilter apa2 yg bisa mengacaukan vibrasi pikiran.
Puasa itu salah satu teknologi untuk membuat pikiran tenang…damai…sehingga bisa selamat di dunia dan akhirat…

Seperti salah satu cerita temenku yg ketika berdzikir kemudian emosi meluap2 dan akhirnya tangis tertumpah tidak berhenti2.

Itu adalah proses mengakses hati dan emosi yg terpendam selama bertahun2.
Malah bisa muncul pas saat dzikir.
Karena dzikir itu salah satu teknologi detoksifikasi untuk membuat pikiran tenang…damai…sehingga bisa selamat di dunia dan akhirat…

Dengan dzikir maka emosi2 yg sebelumnya ditekan dan dipendam, terurai.
Diproses dengan kalimat2 suci.

Ya suci… mensucikan dan menyelaraskan kembali vibrasi yg kacau.
Mensucikan lagi apa yg mengeras menjadi lembut.

Teknologi yg lain adalah haji, travelling…
Travelling kemanapun, termasuk travelling ke alam

Karena travelling di alam itu juga salah satu cara untuk terhubung kepada vibrasi yg suci.
Karena alam itu selalu berdzikir kepada Allah.
Maka seringkali ketika kita berinteraksi dengan alam kita merasakan ketenangan dan kedamaian. Kejelasan arah dan rasa syukur.

Yang mahal itu sebenarnya bukanlah keinginan kita yg tercapai.
Yang mahal itu keikhlasan kita atas keinginan Allah yg kita terima.
Yang mahal itu sebenarnya adalah ketenangan yang kita capai.

Makanya berkaitan dengan bahasan “keinginan” dari Kang @andrikuatkait
Aku jadi teringat salah satu fase hidupku…

Ada salah satu fase hidupku yg disiksa oleh keinginan.
Ingin A, ingin B, ingin C, ingin D…
Tidak ada habis2nya…

Bahkan aku melompat2… dari mengerjakan A, kemudian belum selesai dan tuntas, aku kerjakan B.
B belum beres, aku kejar C.

Di akhir hari tidak ada yg aku capai.
Kalau aku terus2kan… mungkin sampai akhir hidupku juga tidak ada yg aku capai. Mati dalam penyesalan karena tidak berbuat apa2 yg bermanfaat.

Aku akan ditarik2 oleh berbagai keinginan, kemudian tersiksa karena belum mencapainya.

Fase hidupku yg itu penuh mimpi2 besar, namun juga penuh penyesalan…
Minim kesadaran, minim hal2 kecil yang dilakukan dengan penuh kualitas, apalagi cinta kasih.

Akupun kemudian merasa semua hal membatasiku.
Punya istri jadi membatasiku meraih keinginan2.
Punya anak jadi membatasiku karena resource yg aku punya dianggap tersedot oleh mereka.
Tidak ada kebebasan apa2, yg ada adalah penjara2 dan jalan buntu.
Sementara keinginan merajalela…

Titik balik terjadi ketika aku berefleksi ulang.
Kemudian sadar ada banyak indera yg aku umbar.

Mulainya dari sebuah kebiasaan kecil.
Kebiasaan kecil yg dilakukan secara konsisten akan membesar.
Menguat dan kemudian jadi musuh besar yg sulit untuk dihentikan.

Kebiasaan berlebihan yg berkaitan dengan indera ini punya sifat:
– tidak puas terhadap apa yg dimiliki
– mencari apa yang belum dimiliki
– terus mencari apa yg belum dimiliki
– membiasakan mencari apa yg belum dimiliki
– sehingga pikiranku dipenuhi oleh apa2 yg belum aku miliki
– sehingga pikiranku terbiasa untuk memikirkan apa yg belum aku miliki
– terus menerus berputar2 di dalam keinginan yg tidak terealisasi, keterbatasan, penyesalan, kesedihan, kesengsaraan…

Yang menyelamatkanku dari fase itu adalah 5 framework:
1. Belajar mereview kembali hubungan tentang Tuhan. Siapa Yang Memiliki Kenikmatan Yang Lebih dari yg dinikmati indera? Siapa Yang Maha Damai, Yang Maha Mencukupi? Kemudian siapa representasiNya yang ditunjuk untuk berbicara bahasa manusia di dunia ini?
2. Belajar menyelaraskan vibrasi pikiran dengan kalimat2 yg suci.
3. Belajar untuk berani mengerem, tidak melakukan apa yg ingin aku lakukan walaupun aku bisa melakukannya. Juga belajar untuk berani melakukan apa yang perlu aku lakukan, walau hal itu tidak ingin aku lakukan, walau hal itu tidak bisa aku lakukan.
4. Belajar untuk memberikan apa yang aku cintai. Belajar mengetahui bahwa apa yg aku cintai itu nantinya akan berpisah juga. Kenapa tidak belajar untuk memberikannya kepada orang lain sebelum nantinya akan berpisah dariku?
5. Belajar untuk memindahkan diriku dari sesuatu yg nyaman, kepada sesuatu yg tidak nyaman. Belajar untuk melakukan perubahan sekaligus menikmati perubahan.

Orang yg sedang melakukan 5 framework itu adalah orang yg sedang bekerja untuk menyelamatkan dirinya, dan juga menyelamatkan orang lain. SeLaMat – iSLaM. Hidupnya pun akan selamat, damai, tenang.

Orang yg sedang bekerja untuk menyelamatkan dirinya dan menyelamatkan orang lain sering disebut muslim.

Orang yg sedang tidak melakukan hal itu adalah orang yg menutup diri. Tutup = cover (inggris). Bahasa arabnya kufur, kafir. Orang kafir adalah orang yg orang yg sedang bekerja untuk menutup dirinya dan nantinya sadar/tidak akan menutup orang lain.

Sedang 5 framework yg digunakan untuk menyelamatkan diri sendiri dan orang lain itu sering disebut sebagai rukun(dasar2) (teknologi)islam.

Aku baru belajar secuil permukaannya saja…

Pikiranku masih sering kacau.
Inderaku masih sering tidak bisa aku berhentikan, atau aku gerakkan sesuai dengan maksud penciptaannya.
Emosiku masih sering tidak stabil dalam menghadapi anak, istri, maupun pekerjaan dan orang lain.
Hatiku masih banyak yg tidak bisa aku akses…

Moga2 bersama2 kita bisa mempelajari hal ini… agar selamat, tenang dan damai di dunia… selamat, tenang dan damai di akhirat… fid dunnya hasanah… wa fil akhiroti hasanah…

LAPORAN KEGIATAN TDA BULAN JULY 2020

 

“Jika belum bisa melakukan yang ideal, jangan ditinggalkan semuanya…”

Itu kalimat yang terngiang2 di bulan july kemarin ketika membersamai kegiatan2 komunitas TanganDiAtas Bandung.

Alhamdulillah, di tengah2 kondisi kesehatan dan bisnis yang tidak menentu ini… member TDA Bandung masih aktif melakukan berbagai kegiatan.

Yang paling baru kemarin adalah TDAQurban.

Lokasinya di atas gunung. Di tempat yang jarang ada qurban. Yang berbeda adalah kali ini pesertanya dibatasi. Dari TDA hanya 20 orang saja. Padahal biasanya bisa ratusan orang member TDA yang datang.

TDAQurban tahun ini sangat menarik bagi saya. Karena dalam mengadakan sebuah acara banyak perhatian dari para member. Perhatian ini muncul dalam bentuk berbagai usulan pendapat. Mulai dari usulan tempat pelaksanaan, pemilihan sapi jawa/sapi madura, pengumpulan dana maupun teknis pelaksanaan di lapangan.

Di sini saya belajar bahwa diskusi mengenai pelaksanaan acara, sebaiknya bukan dipakai untuk memaksakan usulan siapa yang paling benar. Tetapi juga digunakan sebagai bahan latihan untuk bersikap rileks dan lentur.

Sebagaimana di dalam keluarga ada peran seorang ayah dan juga seorang ibu. Ayah yang tegas, keras, visioner. Perlu didampingi oleh ibu yg lembut, penuh kehatian2, memperhatikan perasaan anggota2 keluarga lainnya dan penuh kasih sayang.

Dalam keluarga, jika sang ayah terlalu dominan maka banyak prestasi dicapai, tetapi kemudian banyak korban berjatuhan karena hanya berfokus pada pencapaian. Jika sang ibu terlalu dominan, keadaan nyaman, adem/ayem, tapi tidak ada progress kemajuan.

Ayah dan ibu yg bersedia lentur di dalam sifat keunikan masing2lah yang akan menghasilkan anak2 tangguh sekaligus penuh kasih sayang.

Begitu juga dalam komunitas. Semuanya perlu saling mengisi dan menghormati. Untuk melihat ini bukan hanya tentang pencapaian tetapi proses transformasi individu2 di dalamnya. Sehingga komunitas bisa menjadi tempat belajar yang kemudian menjadi bekal di dalam kehidupan personal dan bisnis2 masing2.

Selain TDA Qurban, saya juga belajar untuk mengapresiasi konsistensi temen2 TDA di dalam membawakan acara Sharing Santai di Telegram.

Sharingnya macam2. Ada yang sharing digital marketing, branding, cara membangun bisnis dari nol, sampai ke masalah kesehatan.

Ternyata Program Sharing Santai di Telegram ini sudah memasuki episode ke #45.

Saya sangat faham, gampang sekali membuat ide program. Tetapi sulit sekali menjaga konsistensinya.

Konsistensi yg tercipta ini besar kemungkinan karena melihat bahwa di dalam sebuah program, yang terpenting bukan hanya terlaksananya program tersebut dengan baik.

Tetapi juga potensi2 silaturrahim yg tercipta.

Program itu hanyalah sebuah wadah, media, momen untuk saling mengenal satu sama lain. Kalau sudah mengenal, maka bermacam2 potensi bisa terwujud.

Orang yg saya temui dan saya layani di dalam komunitas bisa jadi adalah partner bisnis saya di masa depan.

Bisa jadi akan menjadi saudara yg sanggup menyemangati saat saya mungkin sedang terpuruk dalam pengalaman kegagalan. Atau bisa juga jadi supplier yang tepat di masa depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi juga orang2 yg bakal berjasa dalam kisah naik turunnya roda kehidupan saya.

Di dalam pelaksanaan program2 ini…saya belajar bahwa yang namanya sedekah itu bukan hanya berupa uang. Tetapi juga berupa waktu dan kemauan untuk berbagi.

Ketika mengadakan sebuah majlis ilmu, maka panitia pelaksananya pun kemudian mendapatkan pahala dari ilmu yg bermanfaat. Mengalir terus walau maut memisahkan. Ikut bantu menyebarkan flyer kegiatan pun bisa jadi mendapat pahala. Karena kalau belum bisa melakukan yang ideal, jangan ditinggalkan semuanya.

Karena tidak ada balasan dari kebaikan, selain kebaikan… sekecil apapun bisa jadi itu adalah wasilah diturunkannya kemudahan2 di urusan2 yg seharusnya sulit. Atau mungkin kesehatan di kala pandemi sedang menyebar.
Ah entahlah… biar Allah yg memberikan sebaik2 balasan. Kita hanya melaksanakan apa yang bisa kita lakukan.

Selain dari program2 di atas berikut saya sampaikan program2 lain yg berjalan selama bulan July kemarin:

JumaTDAbox
Berbagi nasi box di masjid dan di jalanan.
Alhamdulillah sudah mencapai 2.062 box.
Artinya sudah ada 2.062 orang yang makan nasi tdabox.
Hanya 10 ribu saja bagi yg tertarik untuk berkontribusi.
https://wa.me/6281222888380
Kontak: Ketua Divisi Sosial Kang Angga
Koordinator progam: Kang Ilham

MarkeTDA – 60menit punya bisnis
Program untuk mempertemukan peluang2 bisnis.
Bagi yg belum punya bisnis atau ingin memulai bisnis baru.
Diadakan tiap minggu hari sabtu sore.
Kontak Ketua Divisi Badan Usaha Kang Randy

Kelompok Mentoring Bisnis.
Sementara ini dibuka untuk TDAWarrior (pengurus)
Ada 5 mentor yang dipasangkan dengan 5 kelompok.
Kolaborasi divisi Epik dan Eksternal.
Koordinator Program: Teh Eci

Kerja Sama Eksternal x TDA Bandung
– Kerjasama dengan Lokalate Nutrifood untuk Marketing Business Competion di Kampus2 Bandung
– Kerjasama dengan Klinik Prodia untuk program diskon 10% untuk member TDA Bandung
Kontak kerjasama eksternal: Kang Ipul

KamisAN
Kamis Ask & Share Anything
Curhat, tanya, sharing tentang apa aja.
2 minggu sekali bergantian di group TDA Warrior dan group reg member
Koordinator: (sementara masih Awan)

MENDOAN – Mentoring Dan Silaturrahim Online
2 pekan sekali via Zoom/Google Meet.
Alhamdulillah sudah mencapai episode ke #4
Formatnya dibuka dengan ayat quran, kemudian ada materi dari salah satu member.
Kemudian juga update2 kabar dari member2 yg lain, dilanjutkan dengan diskusi dan ngobrol santai.
Undang salah satu suhu buat webinar.
Moderator Kang Naufal dan Kang Deden.

Haturnuhun aku ucapkan terima kasih atas kerja sama, doa dan dukungannya…

Aku tutup dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, untuk memohon doa dan dukungannya agar acara2 TDA Bandung di bulan Agustus ini lancar terlaksana ๐Ÿ™‚

Salam,
Awan
Pelayan TDA Bandung ๐Ÿ™‚

LAPORAN KEGIATAN TDA BULAN JUNI 2020

Hari minggu kemarin ada program baru.

Bernama Warkom – Warung Markom.

Alhamdulillah sukses mengajak temen2 buat ngelapak bareng di bawah koordinasi divisi markom @Harland Papah dan kang @Attay

Seru sekali mudah2an bisa terus berkelanjutan.

Lihat fotonya juga pakai masker dan pengaman2 lainnya, bagus protokol covid tetap berjalan ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Yang ke 4, hari minggu kemarin ada sedikit “pergolakan” di group BU

Ternyata pergolakan di group BU itu karena di group tersebut sedang ada semangat yang berkobar2 ๐Ÿ˜๐Ÿ‘๐Ÿ’ช

BU mengadakan “pemilu” untuk mengisi kekosongan Kadiv.

Alhamdulillah sudah terpilih Kadiv baru dari BU yaitu Kang @Randy Tda

Insya Allah duet maut antara Kang Randy dan Kang @Subranto bakal membawa tim BU makin cetar membahana.๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

Setelah terpilih, Kang Randy mengontak aku untuk menanyakan:

“Kang Awan, mohon masukannya…”

“Untuk kick off tim BU, butuh brief agar inline dgn goal besar TDA bandung”

“Goal apa yang mau dikejar.. project apa yang bsia relate, kalau map project divisi lain bisa lebih ngebantu kang..
“Barangkali ada yang bisa dijahit dan lebih powerfull”

Nah ini pertanyaan orang cerdas… susah dijawabnya hihihi…

….

Aku jawab seperti ini:

Goal besar TDA Bandung memberikan kebermanfaatan seluas2nya.
Prioritas terhadap member dan masyarakat Bandung.

Untuk program2 kita menganut bottom up Kang.
Seringkali muncul dari kebutuhan para member, atau dari inisiatif dari divisi masing2.

Mulai dari yg kecil, mulai dari yg bisa segera memberikan manfaat.
Nanti diperbaiki sedikit demi sedikit.

Tantangan dalam membuat program itu adalah di konsistensinya Kang.
Kalau ada program yg kecil tapi bisa konsisten, itu sudah sangat bagus…

Untuk saat ini program yg sudah berjalan secara teratur adalah sebagai berikut:

PROGRAM2 TDA BANDUNG YANG SUDAH BERJALAN DI BULAN JUNI:

Sharing Santai Telegram
Alhamdulillah mencapai episode ke #37
3x seminggu
Senin – Rabu – Jumat
Koordinator : Teh Irma

JumaTDAbox
Berbagi nasi box untuk masyarakat yg membutuhkan
Donasi dibuka tiap Jumat.
Penyaluran tiap hari.
1 box nasi lauk dan sayur seharga 10ribu.
Bebas mau donasi berapa aja.
Koordinator: Divsos Kang Ilham
Terus meningkat tiap minggunya:
Minggu 1: 170 box
Minggu 2: 340 box
Minggu 3: 515 box

SaturTDAy
Sabtu Bantu Dulur TDA Yey!
Bantu promosi
Saling like comment share follow dll
Flyer dikumpulkan dan di post di IG TDA Bandung
Koordinator: Markom – Kang Harlan

KamisAN
Kamis Ask & Share Anything
Curhat, tanya, sharing tentang apa aja.
2 minggu sekali di group pengurus TDA Warrior
Koordinator: (sementara masih Awan)

KamiSinar
Kamis Sore Webinar
Undang salah satu suhu buat webinar.
2 minggu sekali.
Masih di group pengurus TDA Warrior, tapi kedepan akan dibuka kepada umum.
Koordinator: (sementara masih Awan)

Sunday Warkom
Ngelapak offline bareng di Warung Markom TDA

BungkusanCeban
Donasi internal di dalam divisi Markom
Sukarela di donasikan sembako + uang tunai dari div markom.

SUSU – SUrvival to SUccess
Program pendampingan untuk temen2 pengurus yg terdampak covid
Koordinator: Mentor group 1 Kang Ruli, Mentor group 2 Kang Agung

TDA Mata Hati
Koordinator: Divsos
Sumbangan insidentil untuk masyarakat yg membutuhkan.

Kerja Sama Eksternal x TDA Bandung
– Universitas Widyatama: Training akuntansi dan pajak
– Klinik Prodia: discount 10% untuk member
– Synergy Foundation: Kerjasama protokol kesehatan untuk sekolah

UPCOMING:

TDA Qurban
Koordinator: Kang @sidik

MarkeTDA
Koordinator: Kang Randy

Kelompok Mastermind dan Mentoring
Bentuk kelompok masing2.
Pilih ketua dan wakil.
Minta mentor siapa.
Durasi 3 bulan.
Koordinator: Belum

Saya dan TDA Juni 2019

Saya tidak ingin jadi ketua.
Kenapa?
Karena saya merasa belum mampu.
Bahkan saya menganggap bahwa orang yang menginginkan saya sebagai ketua telah salah menilai saya.

Karena jika saya yang menilai…
Saya ngurusin bisnis aja masih ngos2an.
Ngurusin keluarga masih emosian.
Ngurusin diri sendiri masih sering terjatuh kepada habit jelek dan dosa berulang.

Namun setelah sekian waktu menolak, saya dihadapkan pada sebuah situasi dimana saya tidak lagi bisa berkata tidak. Terlalu banyak budi baik yang saya dapat dari para suhu dan sedulur2 di TDA.

Kemudian muncul pikiran, bisa jadi Allah memberikan tugas ini sebagai jalan untuk memperingan dosa2 saya yang lalu.
Ah malu rasanya jika mengingat masa lalu.
Apalagi dosa2 yang sekarang belum bisa saya tinggalkan. Masak hidup cuman ngumpulin dosa aja, ga pernah berbuat baik?

Jadi saya pikir, mungkin dengan kesempatan melayani banyak orang saya bisa dibantu sama Allah untuk melepaskan diri dari habit jelek yg masih sering kerjakan.

Sayapun teringat perasaan bahagia yang selalu saya dapatkan di TDA. Ada 3 tipe hubungan yg jika dimiliki maka bisa membuat seseorang bahagia:
1. Hubungan dengan orang yang lebih berpengalaman.
2. Hubungan dengan orang yang sepantaran.
3. Hubungan dengan orang yang pengalamannya lebih sedikit.

Dengan orang yang lebih berpengalaman saya bisa belajar dan menimba ilmu. Dengan orang yang sepantaran, saya bisa berdiri di samping, menangis bersama dan saling menyemangati.
Dengan orang yang pengalamannya lebih sedikit dari saya, saya bisa memberi dan berbagi pelajaran yang sudah saya alami.

Dari ketiga hubungan itu saya mengalami:
1. Perasaan berkembang dan mendapat hal2 baru.
2. Perasaan berbagi rasa dan saling memotivasi.
3. Perasaan memberi dan berkontribusi untuk membuat perbedaan di hidup seseorang.

Bagi saya, TDA adalah tempat untuk : Bersilaturrahim, Berbagi/Memberi, Berkreasi.

Silaturrahim membawa rejeki. Walaupun rejeki tidak selalu berbentuk materi. Saya merasa lebih “kaya” secara inspirasi juga lebih bersemangat sepulang dari silaturrahim.

TDA tempat berbagi/memberi. Karena kita semua punya pengalaman dan pengetahuan yang berbeda2. Sehingga kita selalu bisa berbagi/memberi kepada orang yang berbeda.

Pertanyaannya bukan bisa/tidak bisa. Tetapi mau atau tidak mau.

Tindakan berbagi/memberi ini akan merubah mindset. Dari mindset kelangkaan (scarcity) menuju keberlimpahan (abundance). Itu juga kenapa Islam berulang kali mengajarkan hal ini. Kemauan untuk memberilah yang akan menarik jauh lebih banyak hal-hal baik di dalam hidup kita.

TDA adalah tempat berkreasi. Mungkin ini akan lebih tergambar jika saya menceritakan pengalaman beberapa member TDA.

Ada Kang Faisal yang pada saat pertama datang ke TDA aadalah pribadi yang sangat pemalu. Kemudian karena sering bikin acara2 di TDA, akhirnya bisa mengatasi sifat pemalunya. Dan sekarang kalau liat beliau ngomong di podium, bisa terbakar semangat saya.

Ada Pak Kiking, join di TDA ga bisa moto. Sekarang hasil fotonya diakui banyak orang.

Ada member yang dulu tidak bisa nulis. Kemudian bersilaturrahim dan interview ke banyak suhu. Sepulang dari sana ditulis dan dishare. Akhirnya sekarang dia bisa nulis dengan bagus..

Banyak lagi member-member TDA yang memilih untuk berkreasi di TDA. Menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Untuk kemudian kebaikan itu berbalik berkali-kali lipat ke dalam hidupnya.

Beberapa waktu yang lalu ada yang bertanya kepada saya…apa visi misi sebagai Ketua TDA ?

Saya jawab, saya tidak punya visi.
TDA milik kita semua.
Maka kita semualah yang akan menggambarkan visi tentang bagaimana TDA seharusnya menjadi.

Di tangan kita lah gambar TDA akan dibentuk bersama2.

Saya bahkan lebih nyaman memandang diri saya bukan sebagai ketua, tetapi sebagai pelayan. Saya ingin berusaha melayani agar visi kita bersama bisa terwujud.

Dulu sebelum saya berangkat lanjut sekolah, saya sempat mengamati TDA berevolusi. Waktu itu masih jaman milis yahoogroups.

Yang saya amati, member2nya sangat membuka diri jika ada yang mau belajar usaha. Bahkan saya ingat dulu ada magang di tempat para member yang sudah berbisnis duluan. Ada yang resign dari kantor, mau belajar bisnis malah dikasih ruko sewa gratis oleh Haji Alay. Barang2 di dalamnya, di isi oleh temen yang lain. Banyak yang tutup juga, tapi tidak mengapa. Toh bisnis di awal sering dipenuhi oleh kegagalan. Itu ongkos belajar.

Semangat berbagi itu tumbuh hidup dan menguat sampai dengan sekarang.

Yang perlu digaris bawahi bahwa TDA bukan milik salah satu orang atau salah satu divisi saja.

Setiap divisi bisa menjadi Tangan Di Atas. Misalkan memberi jalan ilmu di divisi epik, berbagi keceriaan di divisi fun, memberi pikiran dan waktu di divisi membership, bekerja sama dengan pihak2 luar di divisi eksternal dll

Semuanya punya peluang untuk memberi dan berbagi.

Kitapun di sini adalah volunteer, tidak ada yang lebih dibanding yang lain. Semuanya setara. Jadi saya percaya jika setiap komunikasi dilakukan dengan santun, maka peluang miskom akan terminimalisir.

Terakhir, ini komunitas bukan organisasi bisnis. Kalau di bisnis perlu digarap dengan serius, kalau di komunitas janganlah terlalu serius (meminjam bahasanya Coach FR). Jadi enjoy aja… toh kita di sini buat memperbanyak silaturrahim dan berbuat baik ๐Ÿ™‚

Prioritas tetap nomor satu adalah keluarga, nomor dua bisnis, nomor tiga baru TDA.

Lebih bagus lagi kalau kita bisa belajar mengembangkan ketiga2nya bersama2. Bukankah perjalanan itu asiknya rame-rame ? ๐Ÿ™‚

Jadi, saya mengajak kepada saudara2ku semua. Ayo siapa yang ingin menciptakan program2 yang bermanfaat bagi orang banyak, siapa yang ingin melayani dan berbagi, siapa yang ingin untuk berbagi ladang pahala, ayo gabung di kepengurusan 6.0.

Let’s grow and share some fun together ๐Ÿ™‚ http://bit.ly/oprecpelayanTDA

SILLATURRAHIM MEMBAWA REJEKI

“Umar, tuh…tuh… liat ada burung!”

Seketika tangis Umar berhenti waktu saya menunjuk seekor burung yg nangkring di pagar. Awalnya hanya ada satu burung. Kemudian seekor burung yg lain terbang menghampiri. Mereka bercicit-cuit dan tidak lama, hinggap burung-burung lainnya. Dalam waktu singkat pagar depan rumah pagi ini jadi tempat kerumunan burung.

Ekspresi Umar pun jadi makin sumringah melihat semakin banyak burung. Saya yang tadinya hanya menargetkan untuk menghentikan tangis Umar, tak sadar ikut tertular kebahagiaan melihat burung-burung ceria bersilaturahim di pagar rumah. Burung-burung itu menjadi sebuah bukti nyata bahwa silaturahim itu ternyata membahagiakan.

Tidak salah kalau universitas Harvard pernah melakukan sebuah riset. Dikenal sebagai riset terpanjang di dunia mengenai kehidupan orang dewasa. Sejak tahun 1938 mereka merekam dan mengikuti kehidupan orang-orang dewasa untuk menemukan apa yang membuat orang-orang itu bahagia. Ternyata mereka menemukan bahwa kunci dari kebahagiaan adalah: relationship.
Orang yg paling bahagia adalah orang yang punya kualitas mendalam terhadap relationship. Baik hubungan dengan keluarga, teman dan juga komunitasnya.

Ba’da lebaran kemarin, saya beruntung bisa berhubungan dan bersilaturrahim dengan banyak orang.

Saat acara aqiqah anak ketiga Abah Zap Express, saya bisa bersilaturrahim dengan Kang Hernawan, Kang Jargus, Kang Faisal, Kang Yasin, Kang Haris dll. Suasana bahagia menyambut bayi yg baru lahir, dibungkus dengan obrolan santai. Tema obrolan seputar dinamika kas di TDA Nasional dan juga dinamika organisasi di TDA Bandung menjadi semakin lezat ditemani gulai kambing aqiqah.

Kemudian beberapa hari kemudian bersilaturahmi di Basecamp Immortal. Ketemu sama Mas Yusuf, Kang Attay, Kang Deden, Kang Ariez, Kang Harland, Kang Bondbond. Di sana saya banyak mendengar pencerahan dari para suhu. Ada yg bercerita mengenai cara yang baik dalam menyampaikan pendapat. Ada yang bercerita mengenai kehangatan yang di dapat dalam komunitas TDA. Ditemani oleh kopi immortal, malam yang dingin itu ternyata sukses menghangatkan hati kami.

Selang beberapa hari, giliran temen2 Divisi Epik yg ngajakin untuk ketemuan. Acaranya dibungkus dengan tema main anak. Jadi dipilihlah play ground TSM. Bareng sama Teh Vicky, Teh Adel, Kang Buder, Kang Bagas, Kang Jargus juga Kang Hendra Martabak. Selagi Kinan, Oi dan tiga bidadari kecilnya Kang Hendra main, kami bisa ngobrolin banyak hal. Terutama tentang bagaimana kelanjutan setelah divisi epik selesai. Bagaimana agar kita bisa terus berkembang saling menguatkan secara personal dan secara bisnis di TDA. Sambil menikmati es krim cone, diskusi tentang cara menghadapi ketakutan ditutup dengan challenge: naik roller coaster bareng-bareng ๐Ÿ˜€

Nah kemarin silaturrahmi dilanjutkan di Republik Sadu Soreang. Di sana ngobrol santai bersama Kang Bowo, Aagyn, Mas Wiet, Kang Wildan, Kang Deden, Kang Jargus dlsb. Senangnya makan ikan bakar sambil mendengarkan cerita-cerita perkembangan bisnis para suhu yg semakin meroket. Ada yg lagi ngebangun gedung training, ada yg lagi ngurus perikanan milik salah satu public figure nasional, ada yg dapet orderan ribuan paket, dlsb. Mendengar kisah sukses mereka membuat saya semakin ber-energi menatap masa depan ๐Ÿ™‚

Dan barusan saya silaturrahim ke suhu saya mang yasin yang baru saja nambah anak ketiga. Daging domba aqiqah jadi saksi serunya cerita perjalanan bisnis beliau. Saya belajar tentang nature pebisnis. Ada titik mendapatkan, ada titik melepaskan. Ketika mendapatkan perlu melatih rasa syukur. Ketika melepaskan perlu melatih rasa sabar. Ah sebuah pelajaran berharga dari silaturrahim.

Padahal dulu, saya tidak suka silaturrahim.
Ke tempat saudara saja males.
Males ditanya2.
Males dikritik.
Males mendengarkan omongan2 yg tidak enak di telinga.

Ada om yang omongannya pedes.
Ada tante yg judes.
Ada ponakan yg rewel.
Ada sepupu yg kepo dan kompetitif.

Pertanyaan yg bikin iritasi pun bisa muncul out of nowhere:
Kapan nikah?
Kok kurusan?
Kok gendutan?
Kok belum lulus?
Kok belum punya anak?
Ah pusing…

Tapi lambat laun saya sadar bahwa saya tidak bisa mengontrol semua orang. Apalagi mengontrol apa yang mereka katakan.
Lha, jangankan mengontrol orang lain, mengontrol diri sendiri saja sulitnya setengah mati…
Pastinya akan lebih sulit bahkan mustahil untuk mengontrol orang lain.

Sehingga kemudian saya sampai pada kesimpulan bahwa salah satu jalan menuju ketidak bahagiaan adalah ketika kondisi hati digantungkan kepada tindakan/ucapan orang lain.

Lalu saya menemukan, sesuatu yg lebih produktif.
Alih-alih berusaha menjadikan orang lain seperti yang saya harapkan, ternyata akan lebih produktif jika saya melatih sifat yang lain.
Yaitu kedewasaan untuk melihat persamaan.

Untuk menyadari bahwa saya dan dia sama.
Sama-sama seseorang yang punya sifat negatif dan positif.
Bahwa silaturrahim adalah tentang memandang seseorang dalam satu paket. Yaitu sebuah pribadi yang unik dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Kuncinya bukan untuk menonjolkan perbedaan dan sifat negatif masing2.
Tetapi untuk mengidentifikasi persamaan dan sifat positif orang lain.
Kemudian merayakan persamaan.
Membangkitkan sifat positif dan harapan.
Untuk belajar bekerja sama dan saling melengkapi sebagai jalan mewujudkan kebaikan, di dalam hidup yg singkat ini.

Jangankan dengan orang lain. Dengan saudara sekandung saja pasti ada perbedaan.

Ah saya jadi teringat salah satu pesan guru saya dahulu…
“Untuk bisa bersilaturrahim adalah untuk bisa menyatu.
Dan untuk bisa menyatu, kamu harus bisa mencair…
Nantinya kamu akan memahami bahwa sillaturrahim membawa rejeki.
Termasuk rejeki untuk menjadikan kamu menjadi pribadi yg lebih baik dari sebelumnya…pribadi yang bahagia…”

Terima kasih para suhu, atas pelajaran2 kehidupannya…

PS: denger2 Kang Iman bakal ngadain silaturrahim official TDA tapi kapan waktu dan tempatnya, masih menunggu konfirmasi selanjutnya. Ditunggu aaah biar bisa silaturrahim rame2…

Referensi: https://www.ted.com/talks/robert_waldinger_what_makes_a_good_life_lessons_from_the_longest_study_on_happiness?language=en