Rejeki Dari Silaturrahim, Memberi dan Berbagi

TDA itu apa sih?
Tangan Di Atas…

Iya maksudnya Tangan Di Atas itu apa?
Memberi…

Memberi apa?
Apa saja yang bisa diberikan…

TDA bagi saya adalah sebuah komunitas di mana orang2 di dalamnya suka memberi… suka berbagi… apa pun itu…

Termasuk juga memberi dan berbagi ilmu…

Seperti contohnya beberapa waktu yg lalu, Mas Dedy Swamedia baru saja ikutan training.

Walaupun Mas Dedy bilangnya baru masuk di bidang itu, dan belum sepenuhnya paham materinya… Tapi beliau bersedia buat sharing…

Biar bisa praktek bareng2 katanya…

Nah ini niatan yang bagus banget, memberi itu tidak harus nunggu hebat dulu… tidak harus nunggu sempurna dulu… apa yang bisa diberikan, langsung saja diberikan…

Semangatnya berbagi, memberi, walau belum hebat, walau belum sempurna…
Malah nanti bisa dapat teman seperjalanan…
Malah nanti bisa dapat teman praktek dan pengalaman2 baru… bahkan rezeki yg tak diduga2…

Di silaturahmi di TDA saya juga ketemu sama Teh Nancy.

Teh Nancy ini bilang gara2 sering silaturrahim dengan seseorang suhu di TDA, lalu kenal lah dengan dunia saham. Lalu bulan juni-juli 2020 mulailah dikit2 beli.

Karena ga punya ilmunya, maka rugi lah dia. Tidak menyerah, dia memperdalam lagi ilmunya di tempat lain. Kok ya kebetulan dapat momennya… bulan Agustus dan September mulai berani action lebih masiv.

Bulan ini dia nunjukkin ke saya dashboard nya. Alhamdulillah take profit dulu bulan ini, kata Teh Nancy. Buat beli tanah katanya.

Walaupun dia tidak memperdalam ilmu saham di TDA, tapi interaksi dengan member TDA itulah akhirnya Teh Nancy bisa dapat rezeki nomplok.

Saya dapat izin dari Teh Nancy buat share dashboardnya, tapi beberapa kolom beliau request untuk ditutup.

Kata Teh Nancy, karena dunia saham ini sangat beresiko besar. Profit hari ini belum tentu menjamin profit bulan depan. Saya cuman beruntung masuk di momen yg tepat, kata Teh Nancy. Jadi screen shot ini bukan sebagai rekomendasi untuk masuk ke dunia saham ya. Karena bisa jadi sekarang sudah tidak seperti kemarin2 momennya.

Teh Nancy menambahkan, bukan bidang sahamnya yang jadi penekanan, tapi yg beliau tekankan adalah tentang pentingnya bersilaturrahim, memberi dan berbagi. Karena dari sana nanti akan ada peluang2 yang tertrigger dari silaturrahim tersebut.

Mungkin itu artinya silaturrahim membawa rejeki. Rejeki dari arah yg tak disangka2… min haitsu laa yahtasib…

Btw, mau belajar memberi? Besok ada program TDAbox. Hanya 10rb saja per box. Silahkan yg mau memberi, dan berbagi bisa kontak http://wa.me/62811231150 🙂

Ketidakpastian

Apakah kamu merasa stress karena merasa hidup dalam masa yang penuh dengan ketidak pastian akhir2 ini?

Hmm… sebenarnya kalau mau memandang dengan seksama, bukan akhir2 ini saja, tetapi sebenarnya semua masa itu penuh dengan ketidakpastian.

Akan tetapi mungkin karena cepatnya perubahan dan hal2 yang diluar dugaan akhir-akhir ini, maka kita seakan dihadapkan lebih nyata lagi pada kenyataan tentang ketidakpastian.

Ada sebagian orang yang menganggap bahwa ketidakpastian adalah hal yang negatif.

Sehingga kemudian yang mereka lakukan adalah menciptakan sistem dan menerapkan kontrol untuk menerapkan ketidakpastian tersebut.

Untuk sementara hidup mereka akan pasti, rutin, dengan hasil yang terukur…

Hanya untuk disadarkan bahwa hal-hal yang tak terduga terus hadir sekuat apapun kontrol dan sistem yang kita bangun di dalam hidup kita.

Ya…kehidupan akan selalu menghadirkan memunculkan hal2 yang tidak pasti dan diluar dugaan.

Sehingga… setelah menyadari ketidakpastian adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan. Maka akan lebih pas memandangnya bukan dalam kacamata negatif sebagai sebuah hal yang harus dihilangkan.

Tetapi menyadari bahwa ketidakpastian mempunyai peran yang penting.

Salah satu peran dari ketidakpastian adalah memungkinkan munculnya hal2 baru.

Coba saja bayangkan… jika semuanya serba teratur dan pasti… maka yang muncul juga itu-itu saja…

Hanya karena adanya ketidakpastian, maka kita akan mencoba sesuatu yang baru, mengeksplorasi potensi, kemudian menciptakan hal2 yang berbeda…

Karena hanya dari kondisi chaos dan tidak pasti lah bisa muncul hal2 yang baru yang sebelumnya belum pernah ada.

Peran lain dari ketidakpastian adalah agar kita bisa menikmati kejutan-kejutan yang membuat hidup lebih berwarna.

Seperti halnya kita menonton sebuah film. Jika jalan ceritanya mudah ditebak, pasti akan sangat membosankan. Hanya ketika jalan ceritanya tidak pasti, tidak mudah ditebak, penuh dengan kejutan, maka di akhir film kita bisa tersenyum puas…what a great movie!

Dengan merengkuh ketidakpastian sebagai bagian penting dalam kehidupan… mungkin kita bisa bilang…

Wahai ketidakpastian… aku terima engkau dalam hidupku…

Agar aku bisa mengeksplorasi hal2 baru…

Agar aku bisa menikmati hidup dengan seluruh drama dan kejutannya yang mendebarkan…

Agar aku bisa menggunakan kesempatan ini… untuk muncul menjadi aku yang baru…

Karena ketidakpastian adalah awal dari kelahiranku yang baru…

Aku Cuman Pengen Bilang…

Buat kamu yang bertahan untuk terus berjuang di masa pandemi ini…

Aku cuman mau bilang…
Kamu hebat…

Karena kamu bisa saja memilih untuk menyerah.
Kamu bisa saja memilih untuk mengambil jalan pintas yg menguntungkan dirimu sendiri namun merugikan orang lain.
Atau kamu bisa saja memilih untuk berhenti.

Tapi kamu tidak memilih itu semua.

Justru kamu pilih jalan yg benar dan terbaik yg bisa kamu pilih.
Lalu kamu terus bergerak dan berusaha.

Dan disitulah kehebatannya.

Karena kehebatan seseorang diukur bukan ketika sesuatu tercapai.
Tetapi ketika kondisi sulit, namun tetap membuat pilihan2 yang benar… di situlah kualitas karakter seseorang diuji.

Iya…kamu…hebat…

Bagaimana Memilih Bisnis Yang Cocok Untuk Saya?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, sebelumnya saya ingin mengajukan pertanyaan terlebih dahulu:
Cocok dengan apa?
Dengan pengalaman kerja?
Dengan lingkungan tempat tinggal sekarang?
Dengan hobby?
Dengan jaringan pertemanan yang dimiliki?
Dengan karakter/personality saya?

Nah, dari sini saja jawabannya bisa bermacam2 🙂

Ada seorang bijak yg memberi nasihat…
Jangan mencari ide bisnis.
Tapi pahami masalah yang ada dalam suatu bidang.
Kemudian cari solusinya.

Kalau kita memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh orang.
Pasti nanti kita akan diberikan bayaran.

Semakin besar masalah dan semakin banyak orang yang kita bantu.
Maka semakin besar juga bayaran yang akan kita terima.

Ada sebuah cerita tentang seorang pebisnis sukses yang dulunya bekerja dulu di satu bidang.
Selama 5 tahun dia belajar di sebuah perusahaan.
Sehingga dia tahu luar dalam kesulitan, permasalahan dan solusi yang diberikan di dalam bidang tersebut.

Setelah dia resign dari perusahaannya, dia membuat bisnis untuk menjawab masalah2 yang ada.
Lalu dia ajak perusahaan tempat sebelumnya dia bekerja menjadi supplier dia.
Saat ini dia sukses berbisnis di bidang tersebut.

Jadi yuk lihat lagi…
– lingkungan tempat tinggal kita
– pengalaman kerja
– jaringan pertemanan
– hobby dll…

Kemudian tanyakan kepada diri sendiri ada masalah apa di sana?
Bagaimana solusinya?
Siapa yang memiliki masalah ini dan bersedia untuk membayar jika saya memiliki solusinya?

Kejelasan terhadap hal itu akan sangat membantu dalam memulai atau memilih bisnis apa yang seharusnya saya rintis.

Seperti kata Mbah Albert Einstein di atas… Gunakan waktu untuk memahami masalah. Maka akan diperlukan sedikit sekali waktu untuk menemukan solusinya 🙂

Semoga berhasil ya…
Salam
Awan

Summary Insight Mendoan #9

Bismillahirrahmanirrahim…

Summary insight Mendoan 26 Nov 2020

Insight #1
Bagaimana caranya untuk fokus?
Fokus berkaitan dengan environment.
Ketika kita mendesain environment yang mendukung untuk fokus maka akan terarah juga perhatian kita.

Misal jika melihat tutorial di youtube ada pola yang terjadi.
Yaitu setelah nonton satu video, kemudian tergoda nonton video lain lagi.
Begitu seterusnya sampai akhirnya waktu habis dan menonton banyak video tanpa praktek apa2.

Maka salah satu desain environment yang bisa dilakukan adalah dengan mendownload video tersebut.

Sehingga kemudian bisa ditonton sampai habis. Kemudian langsung praktek tanpa terganggu dengan video2 lain di youtube.

Ada juga apps bernama Pi player di android.
Apps ini tidak menampilkan next video. Juga tidak menampilkan iklan. Cocok buat fokus.

Insight #2
Jika ingin belajar, fokus ke satu metode dan satu guru.
Karena jika kita belajar banyak metode dari banyak guru dalam satu waktu maka malah tambah bingung.

Pilih prioritas apa yang mau kita benahi di dalam bisnis.
Kemudian ambil satu guru, pelajari metodenya. ATP = amati tiru plek metodenya. Lakukan konsultasi secara mendalam dalam satu periode waktu yg kita tentukan.

Sukses berpola, gagal juga berpola.
Copy paste satu metode ini dan hanya berpindah ke metode/guru lain setelah periodenya selesai.

Bruce Lee quote:
I am not afraid of person who learn 1000 moves.
I am afraid with person who learn one move and practice it 1000 time.

Insight #3
Ketidak-fokusan ada kaitannya dengan rasa takut.

Pengalaman pribadi, ketika ada di fase yg gampang tergoda oleh hal2 lain, ternyata ditemukan ada rasa takut di balik itu.

Jika rasa takutnya diatasi, maka fokus pun terjadi dengan natural. Karena fokus ada kaitannya dengan keyakinan dan keteguhan hati.

Cara mengatasi rasa takut adalah dengan sering2 terhubung dengan Yang Maha Kuat, Yang Maha Berani, Yang Maha Menjamin.

Insight #4
Bagaimana jika ketemu teman lama yang lebih sukses dari kita, kemudian kita ada perasaan yang “kalah”?

Salah satu alasan orang bergerak karena dimotivasi oleh pembandingan.
Ada kriteria sukses yang dituju, karena dibandingkan dengan orang lain.

Jika alasan ini yang diambil maka pilihannya akan menang dan kalah.
Kalau kita kalah maka biasanya akan merasa tidak berguna.
Kalau kita menang-pun nanti akan bertemu dengan orang yang lebih sukses dibanding kita.
Sehingga nanti kita akan terus menerus berputar2 dalam kondisi emosional yang naik turun.

Muncul rasa insecure ketika bertemu dengan orang yg lebih sukses.
Muncul rasa sombong ketika beremu dangan orang yg di bawah kita.
Dua2nya tidak akan berbuah kebaikan.

Ada alasan lain yang bisa digunakan sebagai kekuatan untuk bergerak yaitu: penugasan.
Apa tugas yang diberikan oleh Allah kepadaku?
Jika ini bisa diidentifikasi maka tidak akan adalagi pembandingan. Yang ada adalah melaksanakan tugas dengan sebaik2nya.

Seseorang pernah berkata kepadaku bahwa ada 3 pertanyaan penting dalam hidup.
Jika pertanyaan ini bisa dijawab maka Insya Allah akan selamat dunia dan akhirat.

  1. Dari mana aku berasal?
  2. Apa tugas yang perlu aku lakukan di dunia ini?
  3. Kemana aku akan pergi setelah di dunia ini?

Insight #4
Ada keuntungan menjadi pemula.
Menjadi newbie.
Menjadi orang yang belum berpengalaman.

Yaitu punya mata yang fresh dalam memandang sesuatu.

Semua disruption dilakukan oleh startup.
Bukan dilakukan oleh established company.

Kenapa?
Karena startup tidak punya pengalaman.
Startup hanya mempunyai resource yang terbatas.

Dengan kondisi seperti itu startup dipaksa untuk bisa menemukan cara2 baru.
Yang kemudian mendisrupsi perusahaan2 besar.

Karena perusahaan2 besar sudah punya pengalaman dan pengetahuan.
Seringkali pengalaman dan pengetahuan itu malah membebani ketika akan mengeksekusi cara2 baru.

Kita sebagai orang yg baru masuk di dunia bisnis, punya sesuatu yang tidak dimiliki oleh para veteran bisnis: we have a fresh eyes.

Allah Maha Adil…
Bahkan tidak punya pengalaman pun bisa jadi kekuatan untuk menemukan cara2 baru.

Cerita pematung yang hanya punya pahat dan palu.
Tidak punya pengalaman sama sekali.
Tetapi karena ketekunannya dia akhirnya bisa menghasilkan karya unik.
Yang tidak bisa diciptakan oleh pematung lain yang punya pengalaman dan alat yang lengkap dalam menciptakan patungnya.

Insight #5
Bagaimana model bisnis personal branding dan mengumpulkan reseller.
Buka2an mengenai metode funnel reseller.
Sampai buka2an mengenai bagi hasil dengan pemilik produk.
Kalau materi yang ini, harus didiskusikan langsung dengan Teh Ferra 😀

Kawan2…
Insight-insight di atas bukanlah hasil pemikiran oleh satu orang.
Tetapi di dapat dari hasil interaksi di dalam Acara Mendoan.
Daripada pusing sendirian menghadapi masalah…lebih baik mencari solusi bersama2.

Haturnuhun buat temen2 yg menyediakan topik masalah untuk dibahas.
One wise man said to me: Progress come from honesty.
Kalau tidak jujur tentang permasalahan apa yang sedang dihadapi… bagaimana orang lain bisa bantu permasalahan kita?

Haturnuhun juga buat temen2 yg bersedia memberikan sudut pandang2 tentang permasalahan yang dibahas.
Berkah dari silaturrahim sangat terasa di pertemuan kemarin.

Haturnuhun buat yg bersedia membaca sampai selesai.
Sekedar coret2 singkat ditengah jam istirahat.
Selipan di tengah2 waktu kita mencari penghidupan.
Alhamdulillah masih bisa saling menyapa dan saling membagikan kebermanfaatan.

Sampai ketemu di sesi Mendoan berikutnya…

Salam,
Awan
Pelayan TDA Bandung.

MAU FASILITAS? YA KERJAKAN TUGAS.

Baru saja saya ketemu sama Mas Supri.
Lengannya baret2, kakinya juga.
Dia bilang, kemarin malah bengkak sepanjang lengan dan betis.

Mbak Ros duduk disampingnya.
Matanya masih agak merah.
Kepalanya dia bilang kadang masih mendengung.
Namun kondisinya jauh lebih baik setelah minggu lalu terpental dari kecelakaan motor bareng dengan Mas Supri.

Kadang saya bertanya2 pada diri sendiri…

Kalau saya sakit, apakah saya punya fasilitas untuk membiayai biaya berobat?
Terus biaya hidup selama saya tidak bisa mencari nafkah gimana?
Perlukah ambil tawaran dari Bank Anu.
Yang menjanjikan akan memberikan fasilitas biaya hidup jika saya sakit dan tidak bisa bekerja?

Tapi hari ini hal itu terjawab…

Mas Supri dan Mbak Ros tidak punya semua fasilitas2 secara tolak ukur orang modern.

Mas Supri dan Mbak Ros hanya punya tugas.
Tugasnya berbuat baik di tim TDAbox dengan peran memasak dan melakukan distribusi.

Namun karena tugas yang harus dilaksanakan itu, maka muncullah berbagai fasilitas dari Dia.

Setelah kecelakaan…perlu melakukan CT scan, eh ternyata ada yang ngebayarin.
Belum bisa buka bengkel jadi ga ada pendapatan, ada fasilitas dana pembiayaan hidup. Bukan dari perusahaan asuransi tapi tahu2 aja ada yang ngirimin uang beberapa juta ke rekeningnya.
Bahkan baru saja denger kabar, ada yang mau memfasilitasi biaya perbaikan motornya yang rusak parah karena tabrakan adu banteng motor dengan motor.

Motor yang rusak itu, diperlukan buat operasional belanja keperluan TDAbox.
Motor yang diperlukan buat wira wiri berangkat ke bengkel.
Motor yang tidak diproteksi asuransi kecelakaan, ternyata diproteksi oleh asuransi “lain”.

Ternyata janji Dia itu nyata…
Barang siapa yang mengerjakan tugas dengan sebaik2nya… maka akan diberikan fasilitas yang sebaik2nya pula…

Maka itu benar sekali pesan Sang Guru…carilah tugas, agar mendapatkan berbagai fasilitas.
Jangan malah karena mengejar2 fasilitas, tapi malah lupa mengerjakan tugas.

Apa tugas saya ya?
*pertanyaan kepada diri sendiri…

Salam,
Awan

Baru saja saya ketemu sama Mas Supri.
Lengannya baret2, kakinya juga.
Dia bilang, kemarin malah bengkak sepanjang lengan dan betis.

Mbak Ros duduk disampingnya.
Matanya masih agak merah.
Kepalanya dia bilang kadang masih mendengung.
Namun kondisinya jauh lebih baik setelah minggu lalu terpental dari kecelakaan motor bareng dengan Mas Supri.

Kadang saya bertanya2 pada diri sendiri…

Kalau saya sakit, apakah saya punya fasilitas untuk membiayai biaya berobat?
Terus biaya hidup selama saya tidak bisa mencari nafkah gimana?
Perlukah ambil tawaran dari Bank Anu.
Yang menjanjikan akan memberikan fasilitas biaya hidup jika saya sakit dan tidak bisa bekerja?

Tapi hari ini hal itu terjawab…

Mas Supri dan Mbak Ros tidak punya semua fasilitas2 secara tolak ukur orang modern.

Mas Supri dan Mbak Ros hanya punya tugas.
Tugasnya berbuat baik di tim TDAbox dengan peran memasak dan melakukan distribusi.

Namun karena tugas yang harus dilaksanakan itu, maka muncullah berbagai fasilitas dari Dia.

Setelah kecelakaan…perlu melakukan CT scan, eh ternyata ada yang ngebayarin.
Belum bisa buka bengkel jadi ga ada pendapatan, ada fasilitas dana pembiayaan hidup. Bukan dari perusahaan asuransi tapi tahu2 aja ada yang ngirimin uang beberapa juta ke rekeningnya.
Bahkan baru saja denger kabar, ada yang mau memfasilitasi biaya perbaikan motornya yang rusak parah karena tabrakan adu banteng motor dengan motor.

Motor yang rusak itu, diperlukan buat operasional belanja keperluan TDAbox.
Motor yang diperlukan buat wira wiri berangkat ke bengkel.
Motor yang tidak diproteksi asuransi kecelakaan, ternyata diproteksi oleh asuransi “lain”.

Ternyata janji Dia itu nyata…
Barang siapa yang mengerjakan tugas dengan sebaik2nya… maka akan diberikan fasilitas yang sebaik2nya pula…

Maka itu benar sekali pesan Sang Guru…carilah tugas, agar mendapatkan berbagai fasilitas.
Jangan malah karena mengejar2 fasilitas, tapi malah lupa mengerjakan tugas.

Apa tugas saya ya?
*pertanyaan kepada diri sendiri…

Salam,
Awan

INSIGHT DARI MBAK RIRI

Beberapa hari yg lalu aku ketemu dengan Mbak Riri.

Seperti biasa pembawaannya tenang sambil duduk santai di kantin dekat tempat kerjaku.

Aku menyapa dia, Gimana kabarnya Mbak?

Alhamdulillah baik dan sehat2 Mas Awan…
Di kondisi seperti ini, sehat saja sudah sangat Alhamdulillah… Kata Mbak Riri.

Hehe iya bener Mbak, timpalku dengan cepat.
Gimana bisnis mbak?

Mbak Riri menjawab:
Kalau bisnis dan penjualan sedang turun mas.
Dibanding bulan lalu, turunnya mungkin sampai 80%.

Wah banyak banget turunnya Mbak?
Kok Mbak Riri kelihatan tenang-tenang saja?
Aku memburu dengan cepat, penasaran.

Iya Mas… ada masalah teknis yang tak terduga…
Nggak papa… banyak pelajaran yg saya dapat dari sini…
Yang penting terus berusaha aja…
Bisnis memang memang sudah jadi pilihan hidup saya.
Jadi ya naik turun itu biasa bagi saya.
Jawab Mbak Riri.

Selang sejenak… Mbak Riri melanjutkan…
Sama seperti dalam hidup kan Mas…
Kita lagi hidup tenang2 ayem tentrem… eh tiba2 muncul masalah.

Saya merasa…bisnis itu ya mirip2 sama kehidupan.
Kita tidak benar2 tahu kapan masalah bisa datang.

Kok mbak Riri, kok bisa setenang itu menghadapi kondisi penurunan drastis seperti itu? 80% itu gede loh mbak… jawabku…

Gini Mas Awan…
Pegangan saya… hakikatnya pekerjaan dan bisnis adalah titipan.
Nanti ya pastinya akan dikembalikan.
Jadi saya penuhi saja syariatnya.
Bekerja, belajar, dan melayani sebaik2nya…

Kalau sudah memenuhi syariatnya terus disuruh berhenti bekerja ya berarti saya mau dipindah kerja sama Bos Besar ke tempat lain hehe… kata Mbak Riri dengan raut muka jenaka.

Akupun bertanya lagi…
Terus nasib karyawan nya Mbak Riri gimana?
Aku denger sudah mencapai puluhan ya karyawannya…?

Mbak Riri menjawab:
Saya nggak punya karyawan Mas…
Saya punya-nya partner.
Mereka rekan kerja dan tim bersama saya.

Penjualan besar/kecil memang akan berpengaruh terhadap pendapatan mereka.

Makanya kemarin saya ngumpul dengan tim saya.
Saya tanyakan gimana perasaannya di kondisi seperti ini?

Salah satunya ada yg bilang begini..

Bu Riri…saya masih bisa bilang Alhamdulillah dikasih kondisi seperti ini…
Sebelumnya Juni itu kan pendapatan kita bagus sekali.
Sangat berkebalikan dibanding kondisi bulan ini.
Namun dikasih kondisi yg menantang seperti sekarang saya jadi bisa menghargai nilai uang.
Sebelumnya kalau pingin jajan ngga dihitung2.
Kalau sekarang malah saya belajar lagi dalam mengatur pengeluaran. Jajan diatur. Pengeluaran diatur. Malah lebih teratur.
Saya malah berharap mindset seperti ini bisa terus nancep.
Jadi nanti kalau masalah teknisnya sudah beres dan kembali normal, saya malah jadi bisa nabung banyak.
Saya pengen bisa tetap hidup sederhana walau dikasih banyak sama Allah.

MBak Riri melanjutkan ceritanya…
Ada lagi tim saya yg lain, ngomong gini…

Nggak apa apa Bu Riri…
Dulu desember 2017 kita kan juga pernah seperti ini…
Penjualan seret…
Toh tim kita masih bisa bertahan.
Waktu itu cuman ada 4 orang.
Siapa yg sangka sekarang jumlah tim kita sudah 10x dari waktu itu.
Siapa tahu Allah sedang menyiapkan jalan buat naik kelas, 3 tahun kedepan bisa berkembang 10x lipat dari yg sekarang…

Aku terhenyak dan merespon mendengar penuturan Mbak Riri:
Masya Allah Mbak Riri… mindset tim nya keren2 bangetttsss…

Iya Mas, mereka itu energi saya…guru2 saya…jawab Mbak Riri jumawa…

Mbak Riri melanjutkan:
Kalau saya pribadi ya Mas…
Saya memandang sebuah masalah itu bukan sebagai masalah.
Tetapi sebagai peluang.

Peluang buat apa?

  1. Peluang buat upgrade spiritualitas saya.
    Ibadah mana yg masih kurang.
    Ibadah mana yg saya perlu tambah… ini saya refleksikan di kondisi2 sulit seperti ini…
  2. Peluang buat upgrade mindset saya.
    Seperti contohnya kemarin pas bulan Maret awal2 Covid.
    Dalam kondisi tidak menentu itu malah saya belajar dari buku2 tentang mindset dan bertemu dengan Filosofi Stoic.

Orang2 Stoic itu lucu loh Mas Awan…

Bahkan ketika mereka dikasih kondisi kaya, mereka meluangkan waktu tiap bulannya buat pakai baju paling jelek dan bertelanjang kaki keliling2 kota tanpa bawa uang.

Maksudnya biar mereka bisa faham. Kalau nanti ada kejadian jatuh miskin… oh gini to rasanya… kelaparan dan pakai baju jelek. Ah ga papa… aku masih bisa hidup dan bersyukur.

Jadi mereka terus mempersiapkan mindset jika nanti ada kondisi2 yg tidak mereka harapkan.

  1. Kondisi sulit adalah Peluang untuk upgrade skill.
    Saya banyak belajar Mas di kondisi sulit.
    Nanti setelah belajar skill2 baru pasti akan muncul ide baru.
    Sehingga saya belajar melangkah.

Pernah saya bahkan pinjam ke teman untuk bisa belajar hal baru.
Habis itu saya belajar habis2an.
Eh ternyata malah bisa jadi satu tim bisnis baru, Alhamdulillah…

  1. Peluang untuk memperbaiki amal.
    Bagi saya kondisi sulit itu berarti Allah pengen ngomong sesuatu.

Mbak Riri, perbaiki amal2 mu yg berhubungan dengan manusia…
Mana amal2 kebaikan yang perlu ditambah kepada orang lain.
Mana amal2 jelek, habit2 jelek, dosa2 berulang yang perlu dikurangi.
Mana tindakan2 yg bisa dilakukan untuk membantu orang lain?

Mungkin saya masih sedikit sekali sedekahnya… perlu ditambah…
Mungkin saya punya habit kalau ngomong pedes..
Kalau diberikan amanah tentang uang ada cacat2nya…
Itu yg perlu saya perbaiki…

Mungkin saya kurang banyak membantu orang lain…
Memudahkan urusan orang lain…
Itu yg coba saya tambah…

Di setiap kondisi sulit, saya terus berusaha untuk introspeksi diri mengenai hal ini Mas…

Akupun mengangguk2…
Takjub dengan cara Mbak Riri menyikapi permasalahan yg timbul dalam hidupnya…

Jadi menurut Mbak Riri, masalah itu apa? Tanyaku lagi…

Mbak Riri menimpali:
Masalah itu cuman kondisi kehidupan.
Semua kondisi juga punya umur masing2.

Senang ada umurnya.
Susah juga ada umurnya.
Datang dan pergi silih berganti…

Saya berusaha mendidik diri untuk biasa2 saja… kalau senang jangan terlalu senang.
Kalau sulit ya tidak usah terlalu bersedih.

Pertanyaan saya pada diri sendiri…
Bisa engga saya merasakan adanya kasih sayang Allah di dalam semua kondisi itu?

Kalau saya bisa merasakan bahwa kondisi2 itu semua adalah settingan dari Allah…biar saya bisa upgrade hal2 yg saya sebutkan di atas… bagi saya sudah cukup Mas…

Aku tambah terdiam…
Teringat banyak hal yg perlu aku upgrade dalam menyikapi masalahku sendiri.

Sore itu bersama Mbak Riri, aku banyak belajar tentang kehidupan.

Bahwa ternyata kondisi kehidupan ini adalah peluang untuk upgrade. Dan peluang untuk merasakan kasih sayang dari Nya…

Ah Mbak Riri… maturnuwun atas sharing2nya 🙂

Salam,
Awan

Beberapa hari yg lalu aku ketemu dengan Mbak Riri.

Seperti biasa pembawaannya tenang sambil duduk santai di kantin dekat tempat kerjaku.

Aku menyapa dia, Gimana kabarnya Mbak?

Alhamdulillah baik dan sehat2 Mas Awan…
Di kondisi seperti ini, sehat saja sudah sangat Alhamdulillah… Kata Mbak Riri.

Hehe iya bener Mbak, timpalku dengan cepat.
Gimana bisnis mbak?

Mbak Riri menjawab:
Kalau bisnis dan penjualan sedang turun mas.
Dibanding bulan lalu, turunnya mungkin sampai 80%.

Wah banyak banget turunnya Mbak?
Kok Mbak Riri kelihatan tenang-tenang saja?
Aku memburu dengan cepat, penasaran.

Iya Mas… ada masalah teknis yang tak terduga…
Nggak papa… banyak pelajaran yg saya dapat dari sini…
Yang penting terus berusaha aja…
Bisnis memang memang sudah jadi pilihan hidup saya.
Jadi ya naik turun itu biasa bagi saya.
Jawab Mbak Riri.

Selang sejenak… Mbak Riri melanjutkan…
Sama seperti dalam hidup kan Mas…
Kita lagi hidup tenang2 ayem tentrem… eh tiba2 muncul masalah.

Saya merasa…bisnis itu ya mirip2 sama kehidupan.
Kita tidak benar2 tahu kapan masalah bisa datang.

Kok mbak Riri, kok bisa setenang itu menghadapi kondisi penurunan drastis seperti itu? 80% itu gede loh mbak… jawabku…

Gini Mas Awan…
Pegangan saya… hakikatnya pekerjaan dan bisnis adalah titipan.
Nanti ya pastinya akan dikembalikan.
Jadi saya penuhi saja syariatnya.
Bekerja, belajar, dan melayani sebaik2nya…

Kalau sudah memenuhi syariatnya terus disuruh berhenti bekerja ya berarti saya mau dipindah kerja sama Bos Besar ke tempat lain hehe… kata Mbak Riri dengan raut muka jenaka.

Akupun bertanya lagi…
Terus nasib karyawan nya Mbak Riri gimana?
Aku denger sudah mencapai puluhan ya karyawannya…?

Mbak Riri menjawab:
Saya nggak punya karyawan Mas…
Saya punya-nya partner.
Mereka rekan kerja dan tim bersama saya.

Penjualan besar/kecil memang akan berpengaruh terhadap pendapatan mereka.

Makanya kemarin saya ngumpul dengan tim saya.
Saya tanyakan gimana perasaannya di kondisi seperti ini?

Salah satunya ada yg bilang begini..

Bu Riri…saya masih bisa bilang Alhamdulillah dikasih kondisi seperti ini…
Sebelumnya Juni itu kan pendapatan kita bagus sekali.
Sangat berkebalikan dibanding kondisi bulan ini.
Namun dikasih kondisi yg menantang seperti sekarang saya jadi bisa menghargai nilai uang.
Sebelumnya kalau pingin jajan ngga dihitung2.
Kalau sekarang malah saya belajar lagi dalam mengatur pengeluaran. Jajan diatur. Pengeluaran diatur. Malah lebih teratur.
Saya malah berharap mindset seperti ini bisa terus nancep.
Jadi nanti kalau masalah teknisnya sudah beres dan kembali normal, saya malah jadi bisa nabung banyak.
Saya pengen bisa tetap hidup sederhana walau dikasih banyak sama Allah.

MBak Riri melanjutkan ceritanya…
Ada lagi tim saya yg lain, ngomong gini…

Nggak apa apa Bu Riri…
Dulu desember 2017 kita kan juga pernah seperti ini…
Penjualan seret…
Toh tim kita masih bisa bertahan.
Waktu itu cuman ada 4 orang.
Siapa yg sangka sekarang jumlah tim kita sudah 10x dari waktu itu.
Siapa tahu Allah sedang menyiapkan jalan buat naik kelas, 3 tahun kedepan bisa berkembang 10x lipat dari yg sekarang…

Aku terhenyak dan merespon mendengar penuturan Mbak Riri:
Masya Allah Mbak Riri… mindset tim nya keren2 bangetttsss…

Iya Mas, mereka itu energi saya…guru2 saya…jawab Mbak Riri jumawa…

Mbak Riri melanjutkan:
Kalau saya pribadi ya Mas…
Saya memandang sebuah masalah itu bukan sebagai masalah.
Tetapi sebagai peluang.

Peluang buat apa?

  1. Peluang buat upgrade spiritualitas saya.
    Ibadah mana yg masih kurang.
    Ibadah mana yg saya perlu tambah… ini saya refleksikan di kondisi2 sulit seperti ini…
  2. Peluang buat upgrade mindset saya.
    Seperti contohnya kemarin pas bulan Maret awal2 Covid.
    Dalam kondisi tidak menentu itu malah saya belajar dari buku2 tentang mindset dan bertemu dengan Filosofi Stoic.

Orang2 Stoic itu lucu loh Mas Awan…

Bahkan ketika mereka dikasih kondisi kaya, mereka meluangkan waktu tiap bulannya buat pakai baju paling jelek dan bertelanjang kaki keliling2 kota tanpa bawa uang.

Maksudnya biar mereka bisa faham. Kalau nanti ada kejadian jatuh miskin… oh gini to rasanya… kelaparan dan pakai baju jelek. Ah ga papa… aku masih bisa hidup dan bersyukur.

Jadi mereka terus mempersiapkan mindset jika nanti ada kondisi2 yg tidak mereka harapkan.

  1. Kondisi sulit adalah Peluang untuk upgrade skill.
    Saya banyak belajar Mas di kondisi sulit.
    Nanti setelah belajar skill2 baru pasti akan muncul ide baru.
    Sehingga saya belajar melangkah.

Pernah saya bahkan pinjam ke teman untuk bisa belajar hal baru.
Habis itu saya belajar habis2an.
Eh ternyata malah bisa jadi satu tim bisnis baru, Alhamdulillah…

  1. Peluang untuk memperbaiki amal.
    Bagi saya kondisi sulit itu berarti Allah pengen ngomong sesuatu.

Mbak Riri, perbaiki amal2 mu yg berhubungan dengan manusia…
Mana amal2 kebaikan yang perlu ditambah kepada orang lain.
Mana amal2 jelek, habit2 jelek, dosa2 berulang yang perlu dikurangi.
Mana tindakan2 yg bisa dilakukan untuk membantu orang lain?

Mungkin saya masih sedikit sekali sedekahnya… perlu ditambah…
Mungkin saya punya habit kalau ngomong pedes..
Kalau diberikan amanah tentang uang ada cacat2nya…
Itu yg perlu saya perbaiki…

Mungkin saya kurang banyak membantu orang lain…
Memudahkan urusan orang lain…
Itu yg coba saya tambah…

Di setiap kondisi sulit, saya terus berusaha untuk introspeksi diri mengenai hal ini Mas…

Akupun mengangguk2…
Takjub dengan cara Mbak Riri menyikapi permasalahan yg timbul dalam hidupnya…

Jadi menurut Mbak Riri, masalah itu apa? Tanyaku lagi…

Mbak Riri menimpali:
Masalah itu cuman kondisi kehidupan.
Semua kondisi juga punya umur masing2.

Senang ada umurnya.
Susah juga ada umurnya.
Datang dan pergi silih berganti…

Saya berusaha mendidik diri untuk biasa2 saja… kalau senang jangan terlalu senang.
Kalau sulit ya tidak usah terlalu bersedih.

Pertanyaan saya pada diri sendiri…
Bisa engga saya merasakan adanya kasih sayang Allah di dalam semua kondisi itu?

Kalau saya bisa merasakan bahwa kondisi2 itu semua adalah settingan dari Allah…biar saya bisa upgrade hal2 yg saya sebutkan di atas… bagi saya sudah cukup Mas…

Aku tambah terdiam…
Teringat banyak hal yg perlu aku upgrade dalam menyikapi masalahku sendiri.

Sore itu bersama Mbak Riri, aku banyak belajar tentang kehidupan.

Bahwa ternyata kondisi kehidupan ini adalah peluang untuk upgrade. Dan peluang untuk merasakan kasih sayang dari Nya…

Ah Mbak Riri… maturnuwun atas sharing2nya 🙂

Salam,
Awan

LAPORAN KEGIATAN KOMUNITAS TANGAN DI ATAS BANDUNG BULAN SEPTEMBER 2020

Bismillahirrahmanirrahim…
Atas nama Allah yg Maha pengasih Maha Penyayang…

Assalamualaikum para suhu dan rekan2 seperdjoeangan…

Punten agak telat laporan kegiatannya. Harusnya di awal bulan, tapi baru sempat ditulis di tanggal 10 October…mohon izin untuk melaporkan kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan oleh TDA Bandung selama bulan September kemarin.

Kegiatan2 di bulan september kemarin bagi saya merupakan sebuah pembelajaran tentang sebuah kata: ikhlas.

Kedangkalan pemahaman saya atas kata tersebut ternyata menjadi sebuah jalan untuk mempelajarinya di TDA Bandung.

Di dalam membuat program, ternyata yang perlu didahulukan bukan bagusnya. Bukan sempurnanya. Bukan juga banyaknya yang hadir. Tetapi yang sangat penting untuk didahulukan adalah ikhlas dalam melaksanakannya.

Menjaga keikhlasan ini yang merupakan challenge tersendiri. Karena setelah sebuah program berjalan, pastinya akan ada ketidak-sempurnaan di sana sini. Bisakah hati ini tetap ikhlas… tetap konsisten dan menjaga istiqomah dalam menjalankannya?

Alhamdulillah, saya dikelilingi dengan orang2 baik yang ikhlas. Sehingga saya bisa belajar banyak dari mereka. Tim TDA Warrior Bandung yang terus menjalankan program2 yg bertujuan untuk membagikan kebermanfaatan.

Saya belajar dari teman2 di TDA bahwa sekecil apapun, terus bergerak terus menebar manfaat. Karena janji Allah itu pasti… Tiada balasan dari kebaikan selain kebaikan…

Berikut saya ceritakan beberapa program yang dijalankan di Bulan September kemarin:

Selasa 1 Sept
Sharing session telegram – tips trik COD
dari Kang @Jargus
Membahas trend market yang saat ini sangat dimanjakan COD. Kemudian bagaimana caranya mensiasati cash flow agar tetap lancar. Plus menghindari jebakan return/cancel nya.

Kamis 3 Sept MENDOAN – Mentoring Dan Silaturahmi Online Dua Pekanan.
Bersama Mas Ibrahim Bafagih.
Sharing dengan beliau selalu insightful. Kalem namun strategis. Sepertinya ini salah satu resep yang sampai sekarang membawa Tuneeca tetap berkibar menjadi brand muslimah nasional. Kata-kata yang paling saya ingat di sesi tersebut: Teman2 yang bisnisnya terdampak kondisi covid, jangan putus asa. Terus berjuang dan berinovasi. Teman2 yang di kondisi covid ini malah naik bisnisnya, jangan lengah. Karena pergerakan market terus berubah. Yang lengah bisa jadi nanti bisa kalah.

Jumat 11 sept
Kembali Sharing Santai di Telegram.
Bersama Kang Miftah PabrikBaja – Dengan Jurus Manajemen Setengah2. Setengah2 di sini yang dimaksud adalah keseimbangan. Insight menarik yang saya catat dari paparan beliau adalah semuanya bisa jadi expert dalam bidang yang diinginkan. Tips nya simple. Selama 6 bulan bergaul lah dengan orang yang ada di dalam bidang tersebut. Keteu dan ajak ngobrol minimal 1 hari 1 orang. Insya Allah dalam 6 bulan bisa jadi ahli.

Kelompok2 kecil dan terfokus untuk membahas bisnis masing2 juga berjalan di dalam program Kelompok Mentoring Bisnis (KMB). Walau kadang ada juga yang memplesetkan KMB menjadi Kelompok Makan Bersama 😀

Diantaranya ada KMB Batiman yang melakukan bisnis trip ke tempat2 spesial. KMB Titik Temu yang memilih untuk stay safe dan memilih opsi bertemu online di masa pandemi ini. Atau Kelompok Pandawa yang konon kabarnya salah satu anggotanya resign dari kerja karena bisnis kulinernya melesat drastis. Dan beberapa kelompok KMB lain yg terbentuk dan terus aktif.

Kamis 17 Sept
MENDOAN kali ini bersama Kang Heru gallery Notebook. Bercerita tentang sebuah peluang di masa pandemi ini yaitu: SIPLAH. Sistem Informasi Pengadaan Sekolah. Walau banyak pihak yang mengetatkan budget anggaran di masa pandemi ini, tetapi sekolahan tidak. Bahkan di sekolahan ada dana bermilyar-milyar yang dikucurkan dari pemerintah. Dengan platform SIPLAH maka bisa menjadi perantara pengadaan yang Insya Allah bersih dari hal2 yg tidak diinginkan. Karena dijembatani oleh marketplace. Bli-bli dan Blanja adalah dua marketplace yang direkomendasikan untuk SIPLAH.

Satu kata yang menancap di batin saya waktu Kang Naufal sebagai moderator mensharingkan selipan ayat di dalam acara di atas. Barang siapa mencari dunia, maka Allah akan memberikan sebagian dari dunia. Namun barang siapa yang mencari akhirat maka Allah akan memberikan dunia dan akhirat. Makjleb banget…buat saya yang masih suka silau dengan dunia 🙁

Oh ya selain itu ada kabar terbaru dari Divisi Eksternal bahwa kerja sama dengan klinik prodia sudah deal. Saat ini jika member TDA Bandung ke Klinik Prodia di Bandung maka akan mendapatkan discount 10%. Cukup dengan menunjukkan TDAPassport saja.

Sabtu 26 Sept
Divisi BU yang dikomandani oleh Kang @randy and the gank menggelar MarkeTDAy. Kali ini yang sharing adalah Kang Soni yang akan launching produk barunya: Macronies.id . Setelah sukses dengan ramen instan nya, peserta antusias menanyakan bagaimana strategi membangun sistem keagenan dengan produk ini. Alhamdulillah banyak ilmu yg disampaikan.

Pembicara kedua yaitu Kang Randy sendiri. Beliau mensharingkan tentang bagaimana evolusi permasalahan yg ada di dalam sebuah ekosistem delivery makanan. Juga peluang yang muncul di dalam bisnis Ghost Kitchen. Data2nya lengkap. Salah satunya dari Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung yang bertumbuh 12x lipat. Kayaknya perlu episode lanjutan nih, 30 menit rasanya kurang 🙂

Selasa 29 Sept
Kembali Sharing Santai di Telegram bertajuk Magic Pandemic.
Yang kebagian sharing adalah Kang Yordan. Lika-liku bisnisnya seru. Dari bisnis Alfmrt modal nol. Kemudian tutup dan menyisakan hutang yang besar. Jadi TKI buat nutup hutang. Menjalani berbagai petualangan bisnis lainnya. Tidak kapok. Bahkan di masa pandemi ini baru saja membuka bisnis yg baru di bidang beauty & skin care. Dahsyat, saya belajar banyak dari semangat perjuangan beliau.

Punten…maju dikit yah, ke tanggal 1 October.
Soalnya tanggung ada kabar yang sangat membahagiakan di program TDAbox. Program berbagi nasi box di Masjid dan orang2 di jalanan.

Biasanya donasi dibuka di hari Jumat. Untuk disalurkan selama seminggu kedepan. Selama ini seminggu cuman bisa membagikan 200-300 box saja.

Tapi Jumat 1 October Alhamdulillah, meningkat 3x lipat lebih. Yaitu 932 box.

Tadinya saya pikir ini karena Tim TDAbox jago dalam mencari donatur. Tapi setelah ditanya2, tidak ada perubahan signifikan dalam proses mencari donatur. Hanya share2 seperti biasa saja.

Ternyata setelah beberapa hari kemudian berkunjung ke dapur TDAbox saya baru tahu bahwa ada cerita2 di balik itu. Cerita yang kembali mengajari saya tentang keikhlasan.

Bahwa di dalam hidup ini, ada hal2 yang terlihat dan ada hal2 yang tidak terlihat. Bahkan hal2 yang tidak terlihat itu jauh…jauh…jauh lebih besar daripada hal2 yang terlihat.

Pencapaian materi ada di dalam domain hal2 yang terlihat. Namun keikhlasan dan niat tulus untuk melayani orang dan bermanfaat buat orang lain ada dalam domain hal2 yang tidak terlihat.

Saya sangat salut kepada teman2 di komunitas TanganDiAtas yang bekerja dalam senyap, berdoa dalam diam, dan bergerak mendukung program2 yang menebar manfaat…tanpa terlihat…

Mungkin pencapaian2 bisnisnya tidak terlihat. Keduniawiannya biasa2 saja. Tapi manfaatnya buat orang lain, nyata terasa.

Semoga Allah selalu memberikan petunjuk dan bimbinganNya kepada kita semua…

Salam,
Awan Rimbawan
Pelayan Komunitas TanganDiAtas Bandung

Bismillahirrahmanirrahim…
Atas nama Allah yg Maha pengasih Maha Penyayang…

Assalamualaikum para suhu dan rekan2 seperdjoeangan…

Punten agak telat laporan kegiatannya. Harusnya di awal bulan, tapi baru sempat ditulis di tanggal 10 October…mohon izin untuk melaporkan kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan oleh TDA Bandung selama bulan September kemarin.

Kegiatan2 di bulan september kemarin bagi saya merupakan sebuah pembelajaran tentang sebuah kata: ikhlas.

Kedangkalan pemahaman saya atas kata tersebut ternyata menjadi sebuah jalan untuk mempelajarinya di TDA Bandung.

Di dalam membuat program, ternyata yang perlu didahulukan bukan bagusnya. Bukan sempurnanya. Bukan juga banyaknya yang hadir. Tetapi yang sangat penting untuk didahulukan adalah ikhlas dalam melaksanakannya.

Menjaga keikhlasan ini yang merupakan challenge tersendiri. Karena setelah sebuah program berjalan, pastinya akan ada ketidak-sempurnaan di sana sini. Bisakah hati ini tetap ikhlas… tetap konsisten dan menjaga istiqomah dalam menjalankannya?

Alhamdulillah, saya dikelilingi dengan orang2 baik yang ikhlas. Sehingga saya bisa belajar banyak dari mereka. Tim TDA Warrior Bandung yang terus menjalankan program2 yg bertujuan untuk membagikan kebermanfaatan.

Saya belajar dari teman2 di TDA bahwa sekecil apapun, terus bergerak terus menebar manfaat. Karena janji Allah itu pasti… Tiada balasan dari kebaikan selain kebaikan…

Berikut saya ceritakan beberapa program yang dijalankan di Bulan September kemarin:

Selasa 1 Sept
Sharing session telegram – tips trik COD
dari Kang @Jargus
Membahas trend market yang saat ini sangat dimanjakan COD. Kemudian bagaimana caranya mensiasati cash flow agar tetap lancar. Plus menghindari jebakan return/cancel nya.

Kamis 3 Sept MENDOAN – Mentoring Dan Silaturahmi Online Dua Pekanan.
Bersama Mas Ibrahim Bafagih.
Sharing dengan beliau selalu insightful. Kalem namun strategis. Sepertinya ini salah satu resep yang sampai sekarang membawa Tuneeca tetap berkibar menjadi brand muslimah nasional. Kata-kata yang paling saya ingat di sesi tersebut: Teman2 yang bisnisnya terdampak kondisi covid, jangan putus asa. Terus berjuang dan berinovasi. Teman2 yang di kondisi covid ini malah naik bisnisnya, jangan lengah. Karena pergerakan market terus berubah. Yang lengah bisa jadi nanti bisa kalah.

Jumat 11 sept
Kembali Sharing Santai di Telegram.
Bersama Kang Miftah PabrikBaja – Dengan Jurus Manajemen Setengah2. Setengah2 di sini yang dimaksud adalah keseimbangan. Insight menarik yang saya catat dari paparan beliau adalah semuanya bisa jadi expert dalam bidang yang diinginkan. Tips nya simple. Selama 6 bulan bergaul lah dengan orang yang ada di dalam bidang tersebut. Keteu dan ajak ngobrol minimal 1 hari 1 orang. Insya Allah dalam 6 bulan bisa jadi ahli.

Kelompok2 kecil dan terfokus untuk membahas bisnis masing2 juga berjalan di dalam program Kelompok Mentoring Bisnis (KMB). Walau kadang ada juga yang memplesetkan KMB menjadi Kelompok Makan Bersama 😀

Diantaranya ada KMB Batiman yang melakukan bisnis trip ke tempat2 spesial. KMB Titik Temu yang memilih untuk stay safe dan memilih opsi bertemu online di masa pandemi ini. Atau Kelompok Pandawa yang konon kabarnya salah satu anggotanya resign dari kerja karena bisnis kulinernya melesat drastis. Dan beberapa kelompok KMB lain yg terbentuk dan terus aktif.

Kamis 17 Sept
MENDOAN kali ini bersama Kang Heru gallery Notebook. Bercerita tentang sebuah peluang di masa pandemi ini yaitu: SIPLAH. Sistem Informasi Pengadaan Sekolah. Walau banyak pihak yang mengetatkan budget anggaran di masa pandemi ini, tetapi sekolahan tidak. Bahkan di sekolahan ada dana bermilyar-milyar yang dikucurkan dari pemerintah. Dengan platform SIPLAH maka bisa menjadi perantara pengadaan yang Insya Allah bersih dari hal2 yg tidak diinginkan. Karena dijembatani oleh marketplace. Bli-bli dan Blanja adalah dua marketplace yang direkomendasikan untuk SIPLAH.

Satu kata yang menancap di batin saya waktu Kang Naufal sebagai moderator mensharingkan selipan ayat di dalam acara di atas. Barang siapa mencari dunia, maka Allah akan memberikan sebagian dari dunia. Namun barang siapa yang mencari akhirat maka Allah akan memberikan dunia dan akhirat. Makjleb banget…buat saya yang masih suka silau dengan dunia 🙁

Oh ya selain itu ada kabar terbaru dari Divisi Eksternal bahwa kerja sama dengan klinik prodia sudah deal. Saat ini jika member TDA Bandung ke Klinik Prodia di Bandung maka akan mendapatkan discount 10%. Cukup dengan menunjukkan TDAPassport saja.

Sabtu 26 Sept
Divisi BU yang dikomandani oleh Kang @randy and the gank menggelar MarkeTDAy. Kali ini yang sharing adalah Kang Soni yang akan launching produk barunya: Macronies.id . Setelah sukses dengan ramen instan nya, peserta antusias menanyakan bagaimana strategi membangun sistem keagenan dengan produk ini. Alhamdulillah banyak ilmu yg disampaikan.

Pembicara kedua yaitu Kang Randy sendiri. Beliau mensharingkan tentang bagaimana evolusi permasalahan yg ada di dalam sebuah ekosistem delivery makanan. Juga peluang yang muncul di dalam bisnis Ghost Kitchen. Data2nya lengkap. Salah satunya dari Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung yang bertumbuh 12x lipat. Kayaknya perlu episode lanjutan nih, 30 menit rasanya kurang 🙂

Selasa 29 Sept
Kembali Sharing Santai di Telegram bertajuk Magic Pandemic.
Yang kebagian sharing adalah Kang Yordan. Lika-liku bisnisnya seru. Dari bisnis Alfmrt modal nol. Kemudian tutup dan menyisakan hutang yang besar. Jadi TKI buat nutup hutang. Menjalani berbagai petualangan bisnis lainnya. Tidak kapok. Bahkan di masa pandemi ini baru saja membuka bisnis yg baru di bidang beauty & skin care. Dahsyat, saya belajar banyak dari semangat perjuangan beliau.

Punten…maju dikit yah, ke tanggal 1 October.
Soalnya tanggung ada kabar yang sangat membahagiakan di program TDAbox. Program berbagi nasi box di Masjid dan orang2 di jalanan.

Biasanya donasi dibuka di hari Jumat. Untuk disalurkan selama seminggu kedepan. Selama ini seminggu cuman bisa membagikan 200-300 box saja.

Tapi Jumat 1 October Alhamdulillah, meningkat 3x lipat lebih. Yaitu 932 box.

Tadinya saya pikir ini karena Tim TDAbox jago dalam mencari donatur. Tapi setelah ditanya2, tidak ada perubahan signifikan dalam proses mencari donatur. Hanya share2 seperti biasa saja.

Ternyata setelah beberapa hari kemudian berkunjung ke dapur TDAbox saya baru tahu bahwa ada cerita2 di balik itu. Cerita yang kembali mengajari saya tentang keikhlasan.

Bahwa di dalam hidup ini, ada hal2 yang terlihat dan ada hal2 yang tidak terlihat. Bahkan hal2 yang tidak terlihat itu jauh…jauh…jauh lebih besar daripada hal2 yang terlihat.

Pencapaian materi ada di dalam domain hal2 yang terlihat. Namun keikhlasan dan niat tulus untuk melayani orang dan bermanfaat buat orang lain ada dalam domain hal2 yang tidak terlihat.

Saya sangat salut kepada teman2 di komunitas TanganDiAtas yang bekerja dalam senyap, berdoa dalam diam, dan bergerak mendukung program2 yang menebar manfaat…tanpa terlihat…

Mungkin pencapaian2 bisnisnya tidak terlihat. Keduniawiannya biasa2 saja. Tapi manfaatnya buat orang lain, nyata terasa.

Semoga Allah selalu memberikan petunjuk dan bimbinganNya kepada kita semua…

Salam,
Awan Rimbawan
Pelayan Komunitas TanganDiAtas Bandung

RAKUSLAH TERHADAP ILMU, PELITLAH TERHADAP NAFSU

Jangan sampai terbalik.

Nafsu diumbar, ilmu malas buat dikejar.

Orang jadi mulia karena memiliki ilmu.
Orang jadi hina karena mengikuti nafsu.

Mengikuti nafsu makan, yang didapat adalah penyakit.
Banyak makan pedas, lambung sakit.
Banyak makan manis, diabetes.
Banyak makan di malam hari, segudang penyakit mengancam.

Mengikuti nafsu tidur, yang didapat adalah ketertinggalan.
Yang lain sudah sampai mana, diri sendiri jauh tertinggal.

Mengikuti nafsu berjam2 di sosial media…
Ngecek2 status orang lain, tayangan2 yg tidak berfaedah.
Iri hati timbul.
Merasa orang lain selalu lebih dari sendiri.
Hati akan selalu mengeluh,
rasanya orang lain punya hidup lebih baik,
punya barang lebih baik, punya apapun yg lebih baik.

Dorong diri untuk cari ilmu.
Dorong diri untuk mencari lebih banyak.
Dorong diri untuk membayar lebih banyak.
Dorong diri untuk menghabiskan waktu lebih banyak lagi… untuk ilmu.

Kemarin aku baru saja disentil oleh salah seorang guru.
Adabnya orang belajar: kurangi tidur, kurangi makan2 enak.
Terlalu banyak tidur, terlalu banyak makan2 enak akan melemahkan kecintaan terhadap ilmu.
Melemahkan semangat untuk mencari ilmu.

Jarak antara keinginan dan kenyataan adalah ilmu dan tindakan.
Cuman ingin saja, tanpa ada ilmu dan tindakan berarti angan2 kosong.

Punya uang, dibelikan gadget…percuma nanti juga rusak.
Kalau servis juga ngeluarin uang lagi.

Punya uang, dibelikan makanan enak…percuma nanti juga kenikmatannya cuman sebentar saja.

Kalau ingin makan enak, ga perlu uang.
Tinggal puasa saja.
Puasa melezatkan rasa.
Coba saja rasakan sewaktu buka puasa, apa saja pasti jadi enak.

Rakuslah terhadap ilmu.
Pelitlah terhadap nafsu.

Catatan pengingat untuk diri sendiri…

Salam,
Awan