Catatan Warung Kopi Dini Hari

03:30 Plosoklaten Dusun Bangkok, Kediri.
Saya baru saja mendaftar di Klinik Pijat Pak Muslimin.
Karena masih ada waktu, saya mencari warung yang buka saat sahur.

Sekitar 1km ada warung kopi yang buka.
Saya memesan Indomie telur.
Satu hal yang saya sukai di obrolan warung kopi adalah kita bisa ngobrol bebas dengan orang yang tidak dikenal sekalipun.
Tidak ada sekat-sekat yang membatasi.

Tanpa dinyana saya malah mendapatkan banyak ilmu di waktu yang singkat itu:

“Kudune timbo sing marani banyu, ora banyu marani timbo. Nek banyu marani timbo yo kutah-kutah.”

“Kabeh panjalukmu bakal diwenehi, sing penting sabar. Ojo lali ikhtiar e”

Bahkan pelacur yang bergelimang maksiat saja bisa masuk surga. Hanya karena sebuah perbuatan baik. Jadi jangan bersedih hati kalau masih banyak kekurangan. Teruslah berbuat baik dan memperbaiki diri.

Bahkan ada sebuah riwayat yang mengatakan bahwa Imam Al Ghozali masuk surga bukan karena banyaknya kitab yang beliau baca. Bukan karena ibadah siang malamnya. Namun karena pada suatu saat dia akan menulis, di pena yang dia celupkan ada lalat yang hinggap dan menumpang minum. Beliau menunggu sampai lalat itu terbang untuk mempersilahkan minum sampai selesai. Untuk kemudian melanjutkan menulis.

Lalu adzan Subuh pun berkumandang.
Saya bergegas sholat untuk melanjutkan antri di klinik pijat Pak Muslimin.

Sebuah ikhtiar untuk men-servis tulang belakang dan lutut yang ada di tubuh saya.

Dari 0 Menjadi 1 Milyar Dollar, Sekilas Tentang Nilai-nilai dan Budaya Perusahaan

kmb2 - mas ruli
Minggu lalu KMB kelompok Mas Ruli mengadakan pertemuan lagi.
Biasanya kami ketemu santai di foodcourt, tetapi karena saat ini lagi puasa kok kayaknya kurang cocok kalau ketemunya di Foodcourt 😀 Akhirnya dipilihlah ruang training tempatnya Ibu Mega di Commtech MTC.

Yang hadir KMB masih lengkap yaitu Teh Nisa, Pak Wahyu, dan Kang Miftah

Pada KMB pertemuan kedua Mas Ruli membahas tentang nilai-nilai dalam organisasi.

Organisasi punya akar kata yang sama dengan organisme. Organisme sendiri terdiri dari kumpulan sel-sel. Cara sebuah sel memperbanyak adalah dengan membelah diri. Dari satu sel menjadi dua, dari dua menjadi empat, dari empat menjadi delapan, dan seterusnya. Sehingga akhirnya akan bisa menjadi organisme yang lebih besar dan kuat. Contohnya tangan yang kecil menjadi besar dan kuat, bayi menjadi orang dewasa.

Begitupun dengan organisasi bisnis. Untuk bisa berkembang menjadi lebih besar, kuat, dan mampu melayani lebih banyak pelanggan diperlukan adanya mekanisme pembelahan atau peng-copy-an. Yang di belah atau dicopy adalah nilai-nilainya. Organisasi yang berkembang dengan didukung oleh nilai-nilai yang sama, walaupun orang-orang di dalam organisasi tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda namun tetap bisa menjadi satu kesatuan.

Mas Ruli mencontohkan di bisnisnya Catering Resep Bunda mengalami perubahan yang besar setelah mempunyai nilai-nilai perusahaan. Imbasnya yang paling terasa adalah lebih mudah untuk mengambil keputusan besar seperti rekruitmen, mengakhiri masa kontrak, pembelian aset, ataupun mengatakan tidak pada peluang-peluang yang membuat fokus terpecah.

tony hsiehBeliau juga menceritakan tentang sebuah perusahaan bernama Zappos. Awalnya perusahaan ini hanya menjual sepatu secara online dengan sistem dropship.

CEO Zappos bernama Tony Hsieh. Sebelum bergabung bersama Zappos dia telah mengembangkan perusahaan dari 2 orang menjadi 200 orang. Namun pada satu titik dia merasa bahwa kantornya tidak lagi menjadi tempat yang menyenangkan untuk bekerja. Padahal isinya adalah orang-orang yang sangat kompeten secara skill. Di pagi hari, dia harus memaksa dirinya sendiri untuk berangkat ke kantor.

Dia merasa aneh. Karena jika sebagai founder saja dia enggan ke kantor apalagi orang2 yang bekerja di dalamnya? Akhirnya perusahaan tersebut dia jual.

Karena tidak ingin mengulangi kesalahan seperti di perusahaan sebelumnya, ketika membangun Zappos dia ingin melakukan yang berbeda. Dia memfokuskan pada pembentukan nilai-nilai dan budaya perusahaan sejak organisasi masih kecil. Karena dia telah mengalami bahwa jika organisasi sudah besar akan lebih sulit dalam menanamkan nilai-nilai dan membangun company culture.

Dia memproyeksikan agar Zappos menjadi yang terbaik di bidang customer service dan customer experience. Hal ini kemudian diterjemahkan menjadi 10 core values:
– Deliver WOW Through Service
– Embrace and Drive Change zappos-logo
– Create Fun and a Little Weirdness
– Be Adventurous, Creative, and Open-Minded
– Pursue Growth and Learning
– Build Open and Honest Relationships with Communication
– Build a Positive Team and Family Spirit
– Do More with Less
– Be Passionate and Determined
– Be Humble

Dengan nilai-nilai ini menjadi pedoman maka keseluruhan proses dalam perusahaan mengacu pada nilai-nilai ini.

Misalnya customer service di zappos bertujuan memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik, maka mereka menggunakan nomor telpon toll free sehingga pelanggan bisa menelpon secara gratis. Pelanggan bebas untuk menelpon berlama-lama dan meminta masukan / berkonsultasi dengan customer service. Bahkan rekor terlama seorang pelanggan menelpon adalah 8 jam.

Jika di Zappos tidak ada item yang diinginkan pelanggan maka customer service akan mencarikan dan menunjukkan di tempat lain walaupun itu adalah competitor Zappos.

Zappos memberikan free shipping, bahkan free return shipping. Ada pelanggan yang pesan 10 sepatu untuk dicoba di rumah dan kemudian dia mengembalikan 9 sepatu, tidak menjadi masalah di Zappos. Return ini berlaku 365 hari. Jadi beli hari ini, pakai dulu dan tahun depan dibalikin pun bisa di Zappos 😀

Ada cerita seorang pelanggan yang memesan sepatu untuk ibunya. Namun setelah memesan ternyata ibunya meninggal secara mendadak. Selang beberapa waktu pelanggan ini mau melakukan return karena sepatu itu tidak ada yang memakai. Zappos tidak hanya memberikan return tetapi customer servicenya secara diam-diam mengirimkan karangan bunga duka cita ke rumah pelanggan tersebut.

Ini adalah efek tertanamnya nilai Deliver WOW Through Service di karyawan Zappos.

Untuk bisa mendapatkan karyawan yang berfokus pada pelayanan pelanggan, pada saat rekruitmen Zappos tidak hanya menitik beratkan pada skill yang dimiliki tetapi mempertimbangkan apakah orang ini akan sejalan dengan nilai-nilai perusahaan atau tidak. Jika tidak maka orang itu tidak akan diterima bekerja di Zappos. Bahkan untuk posisi customer service, setelah seminggu training Zappos menawarkan $3000 untuk keluar. $3000 adalah setara satu bulan gaji. Hal ini ditujukan untuk mengeliminasi orang-orang yang hanya ingin mengejar uangnya saja.

Untuk jangka pendek hal-hal diatas sepertinya hanya buang-buang uang saja. Namun ini membuat pelanggan balik lagi untuk berbelanja di Zappos. Bahkan 75% dari penjualan Zappos berasal dari pelanggan lama.

Saya sempat kepikiran dari budget mana mereka mengambil biaya untuk free shipping, free return shipping, tagihan toll free agar pelanggan bisa nelpon gratis dll. Ternyata biaya-biaya itu dianggap Zappos sebagai biaya marketing. Karena hal-hal seperti itulah yang menarik pelanggan dan mengakibatkan pelanggan membeli berulang-ulang dari mereka. Life Time Value yang panjang untuk setiap pelanggan yang digaet.

Apakah strategi ini berhasil? Pada akhirnya kita bisa lihat pada catatan penjualan mereka dari tahun ke tahun:
zappos-sales

Pada tahun 2009 Zappos dibeli oleh Amazon sebesar $1.2 billion. Tentu saja dengan catatan dari Tony Hsieh bahwa Amazon akan membiarkan Zappos independen dengan nilai-nilai dan company culture yang tetap terjaga.

Sebelumnya saya menganggap nilai-nilai perusahaan untuk ukm tidaklah penting. Yang penting sales dan omzet. Namun KMB kemarin mengubah pandangan saya.

Mas Ruli juga men-share bahwa untuk UKM nilai-nilai perusahaan adalah perpanjangan dari nilai-nilai ownernya. Masih ingat tentang konsep Be Do Have yang di share di KMB pertemuan pertama? “Be” dari ownernya bisa diperpanjang menjadi nilai-nilai perusahaan.

Tentu saja menemukan nilai-nilai ini bukanlah proses sekali jadi. Zappos awalnya muncul dengan 37 nilai-nilai perusahaan. Mas Ruli membutuhkan 6 bulan untuk muncul dengan nilai-nilai perusahaannya yang disingkat “J.I.M.A.T”. Jadi ini adalah proses berulang yang membutuhkan evaluasi secara berkala.

Namun seperti orang bijak pernah berkata “It’s easier to edit something that is written, than thin air”. Lebih mudah untuk mengubah sesuatu yang sudah ditulis daripada yang masih di awang-awang.

Jadi apa nilai-nilai perusahaan Anda?

Kubik Leadership Training – Ritz Carlton Jakarta

KubikTraining-awan rimbawan

Tanggal 16-17 Juni yang lalu saya mengikuti Kubik Leadership Training di Ritz Carlton Jakarta.

Temen-temen TDA pasti tidak asing dengan nama Kubik karena founder2nya yaitu Pak Jamil Azzaini, Pak Indrawan Nugroho dan Pak Farid Poniman sangat sering berbagi di acara-acara TDA.

Di awal acara Kubik Leadership Training, kami dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Fasilitator group kami adalah Kang Harry seorang pebisnis EO yang gagah dan komunikatif 🙂

Kebetulan sekali saya sekelompok dengan Coach Fahmi. Beliau ini adalah salah satu guru yang masuk ke daftar sowan saya.

Adalah Kang Faisal MotivaKreatif yang pertama kali menceritakan kepada saya tentang Coach Fahmi.
Lalu waktu acara BED di Sabuga ITB saya baru saja duduk dan menonton Mbak Sally BatikTrusmi, tiba2 ada orang yang duduk di sebelah dan ternyata beliau adalah Coach Fahmi. Sewaktu itu sempat ngobrol2 sebentar mengenai acara Grounded Coaching di Malang yang saya ingin ikuti.

Coach Fahmi ini mempunyai model bisnis yang sangat unik. Berbisnis sejak tahun 1991 (25 thn yg lalu). Beliau fokus untuk membuat sistem. Sehingga bisnisnya bermacam2 bidangnya: Fashion, kuliner, merchandising dll. Selain memegang brand nya sendiri, beliau juga memegang brand2 orang lain seperti Kebab Turki Baba Rafi, Ayam geprek dll…

awan rimbawan - coach fahmi - kang harry
Coach Fahmi, Awan Rimbawan dan Kang Harry (Fasilitator Group)

Selain Coach Fahmi, saya juga satu kelompok dengan Ustad Adam, seorang pakar Ruqyah yg sering tampil di Trans7.
Juga ada Koh Toni leader di MCI Nanospray, Mbak Kiki yang baru dipilih sebagai pimpinan organisasi Non Profit, Mas Ardan yang punya ratusan Agen tour dan travel, Kang Gingin pencipta produk2 Asuransi Jiwasraya dan juga Mbak Alin ekspert di bidang Project Management sekaligus founder di PT Avenew Indonesia.

Orang-orang yang saya temui di group saya orang2 hebat. Kualitas kepemimpinan beliau2 ini sungguh tidak diragukan lagi melihat organisasi yg dipimpin dan karya2 yang diciptakannya. Namun mengapa mereka masih mau repot2 2 hari mengikuti training leadership?

Jawabannya saya rasa ada dalam kemauan mereka untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ada satu kalimat yang saya ingat: lautan menjadi tempat menampung air dari berbagai sungai karena dia merendahkan letaknya. Manusia juga bisa menjadi penampung dari ilmu2 kalau kita mau merendahkan hati untuk belajar pada orang lain.

kelompok 10 - awan rimbawan
Kelompok 10, Terbaik – Sempurna

Hari pertama ada beberapa materi yang disampaikan oleh Pak Indrawan, Pak Poniman dan Kakek Jamil.
Materi pertama disampaikan oleh Pak Indrawan memberikan pengantar bahwa sekarang dunia ini ada dalam kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity).
Alias cepat sekali berubah.
Untuk itu ada perbedaan antara kepemimpinan dan manajerialship.
Kepemimpinan berkaitan dengan:
– menentukan arah
– menyelaraskan orang dengan sifat, skill dan kepentinganyang berbeda2 hingga bisa bekerja sama mencapai arah tersebut
– menghadirkan motivasi dan inspirasi

Sementara manajerialship berkaitan dengan:
– perencanaan dan penganggaran
– pengaturan dan penyusunan karyawan
– kontrol dan problem solving

Di dalam kondisi yang cepat sekali berubah ini manajerialship saja tidak cukup dan harus dilengkapi dengan leadership

Materi kedua disampaikan oleh Pak Farid Poniman. Beliau ini adalah penemu konsep Stifin, yang menjelaskan personality manusia yang berbeda2.
Namun pada kesempatn tersebut beliau tidak membahas konsep Stifin, namun membahas tentang Filosofi kepemimpinan.
Filosofi kepemimpinan yang beliau sampaikan adalah:
1. Mengambil sebanyak mungkin energi untuk memimpin.
2. Menselaraskan energi kepemimpinan agar mestakung
3. Memiliki skema kompetensi yang sederhana.

Materi ketiga disampaikan oleh Kakek Jamil.
Saya sendiri sudah lama sekali tidak melihat Kakek Jamil Azzaini secara langsung.
Seingat saya terakhir itu di Pesta Wirausaha TDA 2008/2009 yang bertempat di gedung BPPT Jakarta.
Ingatan yang terpatri pada waktu itu adalah penampilan teatrikal beliau yang sangat memukau.
Kalau melihat beliau berbicara di panggung, bisa menyihir dengan naik turunnya nada suara dan bahasa tubuh yang luar biasa. Pada Kubik Leadership Training kemarin pun beliau terlihat begitu matang dalam penyampaian materi dan cerita-cerita pendukungnya.

Beberapa catatan yang saya ingat dari pemaparan beliau adalah:
“Jika Anda lelah melakukan kebaikan, maka selalu ingat bahwa lelahnya akan sirna dan kebaikannya akan kekal”

“Jika salah, perbaiki. Jika gagal, ulangi. Jika menyerah maka kalah”

“Ketika naik sepeda di jalan menanjak kita akan merasa kepayahan karena butuh tenaga besar, maka itu tandanya kita akan sampai ditempat yang lebih tinggi. Ketika naik sepeda di jalan menurun, kita akan merasa santai tidak perlu tenaga yang besar.
Jika saat ini kita merasa susah dan payah, ingatlah berarti hidup kita akan menuju tempat yang lebih tinggi.
Namun jika saat ini hidup kita terasa santai maka berhati2lah karena kemungkinan hidup kita sedang menurun.”

“Jangan pernah meludah di sumur tempat minum sendiri. Contohnya adalah menjelek2an perusahaan tempat kita bekerja dan menerima gaji”

Kakek Jamil juga mensharing tentang Prinsip-prinsip kepemimpinan yaitu:
1. Panggilan jiwa untuk membuat orang2 mencapai tujuan.
2. Memimpin tim dimulai dengan arah.
3. Kepemimpinan tim adalah tentang membangun keseimbangan (visi, strategi, dan eksekusi).

Pada hari kedua, sebagian besar kegiatan dipandu oleh Pak Indrawan.
Sesinya kebanyakan group activity dari pagi sampai sore.
Pada kesempatan kali itu diperkenalkan sebuah tool leadership bernama SuksesMulia Team Leadership Compass:
suksesmulia leadership compass

Tool ini mempermudah kita memahami di mana posisi tim/perusahaan kita dalam segi Visi, Strategi dan Eksekusi.
Setelah kita mengetahui di mana posisinya, tool itu akan memberi arah mana untuk bergerak.

Sesi terakhir ditutup oleh Kakek Jamil lagi.
Pada sesi terakhir ini beliau memamparkan bahwa Kepemimpinan di drive oleh sebuah emosi yang muncul dari alasan.
Beliau menceritakan bahwa prinsip2 di atas akan mempunyai daya dorong yang luar biasa jika kita mengetahui untuk siapa kita berbuat (selain tentu saja untuk Tuhan dan anggota tim). Contohnya beliau ingin Kubik bisa punya prestasi yang membanggakan karena pendorongnya adalah ingin mempersembahkan untuk Bapak beliau yang telah berjuang keras sepanjang hidup dan sekarang sedang terbaring sakit.

Penampilan teatrikal beliau, ditambah dengan lampu yang meredup dan background musik yang mendukung kembali mengaduk2 emosi peserta training. Beliau sukses membawa emosional state para peserta untuk selanjutnya berkumpul di group2 kecil dan saling sharing kepada siapa perjuangan menjadi seorang leader dipersembahkan. Ada yang untuk ibu, untuk anak, untuk istri, dll.

Banyak sekali insight yang di dapat selama 2 hari kemarin. Saya juga bertemu dengan pribadi2 yang menakjubkan di sana. Ditambah lagi istri dan saya juga mengikuti tes Stifin untuk bisa lebih memahami tentang karakter masing2.

KubikTraining-awan rimbawan-keluarga

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada tim Kubik karena telah menyelenggarakan training ini. Tidak lupa kepada temen-temen TDA bandung yang sudah bergabung belajar bersama di acara ini. Semoga kita semua bisa menjadi pemimpin yang lebih baik menuju peradaban SuksesMulia 🙂

Kubik Leadership Training - Awan Rimbawan
Rombongan TDA Bandung bersama Pak Farid Poniman, Founder Kubik dan Penemu Stifin

Orang-orang Ulet dari Misi Bermain, Jabal Publishing, Rumah Azura, Zyva Craft dan Royal Dubai

kmb-awan-brata
Namanya Brata Manggala.
Sejak lulus kuliah lama berkecimpung di bidang NGO (Non Governmental Organization) hingga pernah membawanya sampai ke tanah Papua.
Keuletannya dalam berusaha patut diacungi jempol.
Walaupun pendapatan dari gaji di NGO sudah mencukupi, namun terus mencari peluang untuk bisa berusaha.

Pernah berusaha buka usaha es krim.
Sempat ramai, namun karena trend nya bergeser lalu sepi dan tutup meninggalkan hutang.

Tidak kapok sampai di situ, dia membereskan hutang-hutang yang ada.
Dan kemudian mencoba bangkit usaha lagi.

Kali ini dia mencoba untuk usaha di bidang pendidikan anak dengan bendera Misi Bermain.

Sungguh menarik untuk menyimak bagaimana perjuangan lelaki muda ini.
Untuk bisa dekat dengan anak istri.
“Karena tanggung jawab terbesar pendidikan anak sesungguhnya ada pada orang tuanya” – ujarnya lugas.

kmb-teh-acit
Foto di atas ini menampilkan sosok-sosok ulet lainnya.
Ada istri dan anak saya paling kiri, Pak Hendra, Teh Acit dan Teh Fuzi.

Istri saya adalah orang yg ulet karena ditengah2 prioritas mengurus anak (not an easy task) masih mau berusaha untuk berjualan baju anak.

Kemudian ada Pak Hendra yang merupakan pengusaha sukses di bidang percetakan, tour travel dan beberapa usaha lainnya. Di kesempatan waktu itu beliau mensharingkan bagaimana membangun usaha dengan baik. Prinsip yang selalu dipegangnya adalah: cari di mana bisa jual dengan harga tinggi(sukur2 bisa kontan), dan cari di mana bisa beli dengan harga murah (sukur2 pembayaran bisa mundur dulu). Dari beliau saya juga belajar bahwa usaha dan kegiatan sosial bisa berjalan beriringan karena beliau juga punya yayasan sosial dan mengelola panti asuhan di Cililin.

Menarik juga mendengar cerita dari Teh Acit.
Bagaimana beliau bisa memberikan dana yang tidak sedikit kepada orang lain untuk investasi usaha, kemudian kehilangan semua dana itu.

Dari titik itu dia tidak menyerah, untuk mengembalikan dana tersebut(yang sebagian ada dana orang lain yang) beliau mencoba berjualan dengan membuka lapak di gasibu.
Setelah sekian lama membuka lapak dengan segala suka dukanya, kemudian ber-angan2 punya kios di Baltos.
Walaupun harga kios dirasa sangat mahal, tetapi tidak menyerah untuk terus mencari cara.
Akhirnya setelah berbagai cara dicoba, suatu waktu ketemulah jalan memiliki kios dengan harga jauh dibawah pasaran.
Bahkan karena melihat keinginan usaha yang besar pemilik sebelumnya memperbolehkan untuk mencicil dan sekaligus menempati terlebih dahulu walaupun cicilannya belum lunas.
Alhamdulillah saat ini usaha Teh Acit sudah punya 1 kios pribadi utk toko offline, 1 kios utk gudang kecil yg sewa dibaltos, dan 1 gudang besar di Cigadung.

Kerennya lagi Teh Acit dan suaminya saat ini masih menjadi orang kantoran.
Bagaimana bisa jadi kerja kantoran namun usahanya juga berkembang?
Menurut cerita beliau, saya lihat kuncinya ada di delegasi terhadap orang kepercayaan dan bersedia untuk mengorbankan waktu istirahat.

Ketika masa2 merintis jualan di Gasibu suaminya juga rela untuk ngepak2 barang sampai jam 12malam.
Teh Acitnya pulang kerja juga masih harus beresin pembukuan sampai dini hari.
Besoknya pagi2 jam 3 harus bangun nyiap2in segala sesuatu keperluan usaha dan kerja.
Hal-hal seperti itu sudah menjadi santapan biasa apalagi ketika baru punya kios di baltos dan belum ada karyawan.

Selain itu Teh Acit juga berpartner dengan sepupunya (Teh Illa) untuk sama-sama membangun bisnis ini.
Teh Acit fokus buat produksi dan pengadaan barang, Teh Illa fokus buat marketing.
Berkat kerja keras dan keuletan mereka, bisnis baju tidur Rumah Azura saat ini berhasil menangguk omset ratusan juta tiap bulannya.

Kemudian yang paling kanan dari foto di atas adalah Teh Fuzi.
Usahanya di bidang dekorasi rumah.
Waktu melihat Fanspage Zyva Craft di facebook, produknya lucu2 dan keren sekali.
Tidak sangka kreatifitas yang biasanya muncul dari orang jurusan seni ternyata bisa juga muncul dari seorang lulusan teknik industri.
Walaupun suaminya sudah bekerja kantoran dan bisa mencukupi, namun beliau tidak mau berpangku tangan.
Waktunya diisi dengan kegiatan yang produktif, mengurusi usaha yang omsetnya cukup fantastis untuk ukuran ibu rumah tangga.

Ini adalah foto ketika Pak Hendra, Teh Acit dan Teh Fuzi menjadi narasumber di acara Entrepreneurship Radio Talk Sindo Jaya Bandung
radio-sindo

teh novy
Profil selanjutnya adalah Teh Novy dengan produknya yang yummy
Pengusaha kuliner ini sebelumnya sudah belasan tahun bekerja semenjak dia masih SMK.
Meniti karir dari staff sampai akhirnya ke level manajer HRD.
Namun kemudian lebih memilih untuk membuka usaha agar bisa lebih dekat dengan anak.

Beruntung karena pasangan hidup yang dikenalnya dalam waktu singkat, ternyata suka masak.
Suami Teh Novi, Kang Fajar mencoba berbagai resep dan akhirnya muncullah produk pertamanya yaitu Pisang Crispy Royal Dubai.
Yang lebih menarik lagi, Kang Fajar ini selain suka ngulik masak-memasak adalah seorang passionate teacher.
Beliau dengan senyum ramah memperkenalkan diri sebagai seorang Teacherpreneur.
Teaching sebagai penyaluran passion dan juga entrepreneur sebagai jalan untuk penghidupan yg lebih baik.

Perjalanan kedua pasangan ini berbisnis tidak selalu mulus.
Pernah berjualan gerobak di daerah Dipati Ukur dan berurusan dengan preman.
Sampai diusir2 pedagang martabak kaki lima.
Namun begitu buah keuletan dan kegigihan mereka kini mulai terlihat.
Dari channel mobile(available di Go-Food), online dan offline per bulannya bisa mendapatkan omset yang bisa membuat hati tersenyum 🙂
Saat ini kedua pasangan muda ini terus bahu membahu untuk membangun bisnis kulinernya, selain tentu saja memprioritaskan untuk mengasuh dan mendidik anak lelaki bermata indah Dek Raffa.

Mereka adalah orang-orang ulet yang saya temui. Penuh kerja keras dan perjuangan. Terima kasih Allah, telah mempertemukan saya dengan mereka. Perjalanan hidup mereka mewarnai hidup saya dan

Konsep Be – Do – Have untuk Kemajuan Bisnis

KMB Mas Ruli - Awan Rimbawan

Apa sih aset terbesar UKM ?
Itu adalah pertanyaan pembuka dari Mas Ruli.

Ada yang menjawab HRD, karyawan, bangunan dll…

Ternyata jawabannya adalah: Owner.
Bagi perusahaan skala kecil dan mikro, owner adalah penentu maju tidaknya perusahaan.

Jika ternyata Owner adalah aset terbesar dari UKM, maka owner seperti apakah yang bisa memajukan usahanya?

Untuk mengetahui hal ini Mas Ruli menjelaskan tentang konsep Have, Do dan Be.

Kebanyakan orang fokus pada Have.
Target ingin memiliki omset sekian Milyar.
Ingin membangun sistem.
Ingin perusahaannya maju.
Ingin kaya.
Ingin penjualannya laris.
dll…

Tapi memiliki/mencapai sesuatu itu ternyata hanyalah hasil dari Do atau action apa yang dilakukan oleh seseorang.
Dan orang bisa melakukan sesuatu karena orang itu menjadi pribadi dengan sifat2 yang baik (Be).

Jadi yang pertama dibereskan bukanlah targetnya terlebih dahulu.
Tetapi adalah menjadi orang dengan sifat/pribadi yang baik.

Urutannya bukan Have – Do – Be.
Tetapi dibalik menjadi Be – Do – Have.

Contoh kasus ada orang yang ingin bisnisnya maju (Have).
Jangan berfokus pada Have nya tetapi pada Be nya.
Salah satu Be nya adalah: Menjadi orang yang menghargai waktu.
Jika orang menghargai waktu, maka sikap/aktifitas yang dia lakukan misalkan:

  • Dia akan bangun pagi, karena waktunya sayang sekali dihabiskan untuk tidur sampai siang. Sementara pagi2 dia sudah bisa membangun bisnisnya.
  • Dia akan tiba di tempat lebih dahulu jika ada janji/acara. Dengan tiba lebih dahulu dia bisa bertemu dengan orang lain, ngobrol santai dengan pembicara, lebih mempersiapkan diri untuk janjinya.
  • Dia akan sangat sayang menghabiskan waktu untuk bermain2 yang tidak ada hubungan langsung dengan tujuan yang ingin dia capai.

Dengan Do yang seperti itu, pastinya akan berdampak pada Have yang dia inginkan: bisnisnya maju.

Begitu konsepnya, Be dahulu agar bisa melakukan Do dan akhirnya mendapat/mencapai Have.

Nah kadang kita kesulitan, Be seperti apa yang kita perlukan?
Tips dari Mas Ruli adalah melihat seorang pemimpin yang ada di dunia nyata.
Misal Presiden kita, karakter seperti apa yang kita inginkan ada pada dirinya?
Tentunya kita ingin presiden kita mempunyai sikap:

  1. Jujur
  2. Adil
  3. Cerdas
  4. Menghargai Waktu
  5. Komunikatif
  6. Luwes bergaul
  7. Berani Mengambil Resiko
  8. Tekun
  9. Bijaksana
  10. Inspiratif
  11. Berintegritas
  12. Dermawan
  13. Pekerja Keras
  14. Gaya hidup sehat
  15. Dll…

Dari Be yang seperti itu kita jabarkan menjadi Do, misalnya :

  1. Selalu mengatakan kejujuran dan menghindari kebohongan
  2. Tidak memihak kepada siapapun dan selalu memikirkan kepentingan bersama
  3. Menyisihkan waktu untuk membaca buku dan mengikuti training/seminar2 untuk menambah kecerdasannya
  4. Datang tepat waktu, sholat tepat waktu, bangun jam 3 pagi setiap hari untuk sholat tahajud
  5. Belajar untuk berkomunikasi dengan tiap orang, belajar untuk berbicara pada acara2 umum.
  6. Belajar untuk memahami hubungan antar manusia dan tidak tenggelam pada gadgetnya ketika ada orang lain.
  7. dll…

Have adalah target yang ingin dicapai misalnya:

  1. Profit naik 3 kali lipat
  2. Bisa membangun sistem
  3. dll..

Setelah memaparkan mengenai konsep Be – Do – Have, Mas Ruli mengatakan bahwa untuk mengubah diri itu bukan sesuatu yang mudah.
Orang yang biasa bangun siang, akan sulit sekali untuk bangun pagi.
Orang yang biasa merokok, akan sangat sulit untuk berhenti.

Karena jika menganut hukum fisika, semua benda sifat dasarnya adalah lembam(diam di tempatnya masing2), sampai dikenai gaya.
Gaya ini sendiri bisa berupa gaya dorong, maupun gaya tarik.
Dengan dikenai gaya dorong dan gaya tarik, maka sebuah benda bisa bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Gaya dorong ini harus lebih besar dari sifat lembam atau gaya lain yang menarik benda itu berada di tempatnya.
Sebuah roket hanya akan bisa melaju meninggalkan bumi jika gaya dorongnya lebih besar dari gaya tarik gravitasi bumi.
Jika gaya dorongnya lebih kecil dari gaya gravitasi bumi, maka roket itu tidak akan pernah sukses tinggal landas menuju angkasa.

Nah pada pribadi kita yang saat ini, dan ingin menjadi pribadi yang baru (Be), maka harus ada gaya dorong.
Gaya dorong pada diri kita ada yang sifatnya motivasi eksternal dan internal.
Motivasi eksternal adalah sesuatu di luar diri yang menjadi kondisi kita sekarang.
Motivasi internal adalah cita-cita kita sebagai seorang manusia.

Untuk bisa berubah menjadi pribadi yang baru, maka kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi motivasi eksternal dan internal kita.
Motivasi eksternal (karena kondisi) contohnya adalah:

  1. Ingin memperbaiki kemapanan keluarga.
  2. Pasangan sering mengeluh uang dapur kurang
  3. Ingin memiliki rumah sendiri, bukan kontrak dan bukan yang diberikan oleh orang tua
  4. Ingin menyiapkan dana pendidikan sehingga bisa menyekolahkan anak-anak sampai jenjang yang paling tinggi
  5. Ingin memberi kepada orang tua, agar orang tua tidak usah repot bekerja karena sudah lan jut usia.
  6. dll

Mengetahui motivasi eksternal saja tidak cukup karena jika kondisi sudah berubah menjadi lebih baik maka orang akan kebingungan akan kemana jalan hidupnya diarahkan. Seperti satelit yang sudah bisa lepas dari gravitasi bumi tetapi tidak tahu mau kemana. Dia akan mengambang dan berputar2 di orbit yg sama terus menerus.

Oleh karena itu harus ada motivasi internal, yaitu berkaitan dengan cita-cita kita.
Contoh dari motivasi internal adalah:

  1. Ingin memaksimalkan potensi yang ada pada diri sendiri
  2. Ingin menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak
  3. Ingin membuat organisasi bisnis yang bisa menjadi jalan rejeki bagi sebanyak-banyaknya orang
  4. Ingin bisa traveling dan mengunjungi negara-negara lain
  5. Ingin bisa membuat panti asuhan yang memiliki sebanyak mungkin anak
  6. dll…

Motivasi internal dan eksternal ini adalah gaya dorong dan gaya tarik kita untuk berubah dari pribadi yang sekarang menjadi pribadi yang baru (BE).

Mas Ruli menyarankan untuk memasang motivasi internal dan eksternal ini di tempat yang gampang terlihat agar bisa dilihat tiap hari.

Kembali pada pertanyaan di awal tulisan ini.
Owner seperti apakah yang bisa memajukan bisnisnya?
Yaitu owner yang memahami konsep Be Do Have, dan juga memiliki motivasi internal dan eksternal yang kuat untuk bisa menarik/mendorong dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Oh ya, sebagian materi yang disampaikan Mas Ruli beliau dapatkan ketika mentoring dengan Coach Fauzi. Pada saat itu usahanya sedang diambang kebangkrutan karena uang usaha dibawa kabur pegawainya. Namun Coach Fauzi menyampaikan konsep tentang selalu melihat peluang di setiap kejadian dan mengambil tanggung jawab. Jika sampai usaha seseorang bangkrut itu bukan karena ditipu orang, tetapi karena ownernya menyerah. Dari situ Mas Ruli memberhentikan hampir separuh karyawannya, me-reset ulang timnya dan akhirnya mampu bangkit kembali. Pada saat itu Coach Fauzi menyampaikan agar yang ada di kelompok mentoring, nantinya bersedia untuk menjadi mentor jika ada KMB lagi.

Komunitas TDA dengan KMBnya memang memiliki sambung menyambung kebaikan yang sangat baik. Dulu jadi mentee, sekarang jadi mentor. Mereka melakukannya tanpa mendapatkan imbalan finansial apapun. Sungguh sebuah keluarga yang saling membantu satu sama lainnya.

Terima kasih saya ucapkan buat Mas Ruli http://resepbundacatering.com/
Juga buat temen2 suuper yang udah hadir dan mensharing tentang cerita bisnis dan kehidupannya yang penuh pembelajaran 🙂
Teh Nisa – http://naturacraft-decoupage.com/
Pak Wahyu – Airindo Mustika Express cabang Bandung
Kang Miftah – http://www.pabrikbaja.com/

Apa Arti Angka 34 ?

Widuri-2

Pikiran bukanlah diriku

Pikiran tidak harus selalu diikuti

Karena pikiran tidak selalu benar

Ketidaktahuan tentang ini adalah penyebab dari penderitan.

Mengalami dan mengetahui hal ini adalah berakhirnya penderitaan.

Karena sakit itu tidak terelakkan, tetapi penderitaan adalah pilihan

Apa arti angka 34 ?

Hari ini bagiku angka 34 bukanlah sekedar angka setelah 1 dan 2

Bagiku, angka 34 adalah…
Menyadari bahwa di dekatku kini ada seorang bocah berumur 13 bulan.
Dari dia aku belajar bagaimana seseorang tumbuh berkembang.
Darinya aku mengalami kilas balik masa kecilku yang terlupakan.

Bagaimana merepotkannya…
Bagaimana lucunya…
Bagaimana membahagiakannya…
Pengorbanan apa yang harus dilakukan oleh orang tuaku…

Dari anak ini, aku bercermin tentang bagaimana aku melihat ketakutanku
kekhawatiranku akan memandang masa depan
Dan apakah pikiran itu diperlukan ataukah cuma sebagai beban yang baiknya dilepaskan.

Bagiku, angka 34 adalah…
Menjalani pengalaman pernikahan hampir 4 tahun.
Belajar bahwa sebuah hubungan pernikahan adalah cara untuk memahami Ego

Memahami tentang kesabaran
Memahami bahwa jika sesuatu hal itu benar, namun tidak membantu jangan disampaikan
jika sesuatu itu tidak benar namun membantu, jangan disampaikan
jika sesuatu itu benar dan membantu, tunggu momen yang tetap untuk menyampaikan

Bagiku, angka 34 adalah…
Titik di mana aku setahun kebelakang menghindari daging
Banyak pertimbangan tentang hal ini.
Tentang lingkungan, tentang bumi.
Tentang diriku sendiri, pembelajaran tentang nafsu.
Tentang lingkaran tak berujung yang selama ini dijalani.
Salam sungkem kepada Syekh Abdul Qodir Jaelani yang menghindari daging dan api…

Bagiku, angka 34 adalah…
Menjalani hampir setengah tahun sehari makan dan sehari tidak.
Mencoba memahami tentang kadang punya dan kadang tidak.
Kadang di atas, kadang di bawah.
Bahwa semuanya datang untuk pergi, tidak ada yang abadi.
Aku, hanyalah sebuah pengamatan untuk sebuah aliran masuk dan keluar.
Layaknya nafas, tidak untuk ditahan tetapi untuk masuk dan keluar.
Karena hanya dengan mekanisme seperti itulah kehidupan bisa berjalan.

Bagiku, angka 34 adalah…
Fase untuk berkembang…
Ilmu-ilmu baru, saudara2 baru, mindset2 baru…

Bukan kesuksesan yang aku targetkan.
Namun cukup menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya.
Bukan untuk mengalahkan orang lain, namun mengalahkan diri sendiri.
Pada prosesnya, untuk bermanfaat bagi orang lain…sebaik2nya, seluas2nya…

Terima kasih atas 34 ini, aku tahu Engkau selalu dekat dalam tiap detiknya…
Widuri-1

Kegiatan Mentoring Bisnis (KMB) TDA Bandung

Ada sebuah ruangan besar di mana di dalamnya ada meja makan panjang dan lebar.
Di atas meja makan itu terdapat berbagai macam makanan yang lezat-lezat.
Di pinggir meja duduk orang-orang yang tampaknya kelaparan.
Tubuh mereka kurus kering dengan mata sayu dan kebingungan.
Mereka ingin makan, tetapi tidak bisa.
Kenapa gerangan?

Ternyata oh ternyata, tangan-tangan mereka sudah berubah menjadi sendok dan garpu.
Namun mereka tidak bisa menggunakan sendok dan garpu itu.
Karena sendok dan garpu tersebut panjang sekali, lebih panjang dari tinggi badan orang-orang itu.

Setiap kali mereka menyendok makanan, tidak mampu mereka masukkan pada mulutnya sendiri.
Makanan jatuh berceceran tanpa bisa mereka makan.

Sayangnya mereka juga tidak bisa memakan makanan yang ada di lantai langsung dengan mulutnya.
Karena badan mereka diikat dikursi dan tidak bisa bergerak kemana-mana
Mereka juga tidak bisa makan langsung dari piring2 yang ada di mejanya.
Karena mereka tidak bisa menggerakkan kepala terlalu jauh.

Kasihan sekali.
Orang-orang di ruangan ini diliputi kesedihan, kebingungan dan kelaparan.

Di sebelah ruangan itu ada ruangan yang besarnya sama.
Kondisi di ruangan kedua juga sama persis dengan ruangan yang pertama.
Meja makan yang penuh makanan lezat.
Orang-orang terikat di kursi yang tangannya berubah menjadi sendok dan garpu sepanjang tinggi badan mereka.

Namun ada yang berbeda.

Orang-orang di sini tubuhnya segar.
Wajahnya gembira dan tidak ada kelaparan.
Kenapa?

Ternyata oh ternyata, sendok dan garpu yang panjang itu digunakan untuk saling menyuapi satu sama lain.
Dengan berfikir untuk memberi kepada orang lain, maka orang lain pun akan tergerak untuk memberi.
Pada akhirnya semua yang ada di ruangan kedua tidak ada yang kelaparan.

Beberapa hari yang lalu, saya teringat kembali dengan cerita ini karena event KMB TDA Bandung.
Di event ini setiap orang berusaha untuk memberi.
Pada prakteknya mereka yang bersedia untuk memberi ini juga mendapatkan pemberian balik yang bermanfaat untuk mereka.
Sungguh mengharukan…

Semoga saya juga bisa tertular sifat untuk selalu memberi. Karena kaya itu bukanlah orang yang punya banyak hal, tetapi orang yang merasa cukup dan ringan dalam pemberian….amiin…

————————————-

Ini adalah uraian kegiatan KMB pada acara kickoff KMB TDA Bandung Batch 1:

Assalamualaikum wr wb temen2 semuanya… 🙂

Salam sungkem buat para suhu dan rekan2 seperjalanan

oh hampir kelupaan… sungkem juga buat para ustad dan ajengan yang telah bergabung di sini 🙂

Senang sekali bisa berjumpa kembali via Telegram di event Kickoff KMB TDA Bandung Batch 1.

Kegiatan Mentoring Bisnis (KMB) TDA Bandung adalah program pendampingan pengembangan bisnis  dan kewirausahaan yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Kegiatan ini adalah salah satu program unggulan TDA dalam peningkatan kapasitas anggota.

KMB kali ini agak berbeda dengan KMB yang sebelumnya. Yaitu:

1. Pendekatannya problem/goal based. Mentee mempunyai permasalahan/goal apa, kemudian mentor siapa yang bisa membantu.

2. Periodenya dipersingkat yaitu 3 bulan. Diharapkan dalam 3 bulan problem yang dihadapi sudah terselesaikan atau minimal sudah ada progress. Jika ada problem berbeda yang ingin diselesaikan bisa diselesaikan di KMB batch berikutnya.

3. Proses mentoring dilakukan one on one. Diharapkan dengan one on one ini masalah akan lebih terfokus untuk diselesaikan. Namun tidak menutup kemungkinan jika mentor mempunyai mentee lebih dari satu dan masalahnya sama, maka bisa digabung dalam kelompok.

4. Pada praktiknya, proses mentoring akan digabung dengan coaching. Minggu lalu para mentor sudah diberi pembekalan oleh Coach Fauzi dengan teknik-teknik coaching. Dengan adanya teknik coaching maka solusi tidak hanya datang dari mentor, tetapi juga bisa digali dari diri mentee sendiri. Sehingga diharapkan solusi yang muncul fleksibel dan pas untuk kondisi mentee.

Nah… untuk bisa mensukseskan KMB ini dengan sempurna dan cetar membahana ? maka kami membagikan aturan main yang perlu disepakati bersama:
1. Setelah acara kickoff ini mentee dipersilahkan untuk menghubungi mentor masing2 untuk janjian bertemu.

2. Selesai pertemuan, mentee diminta untuk membuat blog, boleh di blogspot, wordpress atau media sosial ber-url (misal facebook note). Tujuannya adalah agar setelah setiap selesai pertemuan, mentee bisa mendokumentasikan perjalanan/progress bisnisnya blog tersebut. Dokumentasi ini pastinya akan sangat memberikan manfaat bagi anggota TDA yang lain yang tidak mengikuti KMB. Jika ada hal-hal yang sifatnya rahasia bisnis dari mentee atau mentor, maka tidak perlu dituliskan di laporan.

3. Sebelum pertemuan berikutnya, mentee harus sudah mengerjakan tugas2 yang diberikan oleh dari pertemuan sebelum nya dan juga mempublikasikan laporannya.

4. Periode KMB batch 1 adalah 23 Mei s.d 23 Agustus.

Kembali lagi saya share daftar update Mentee dan mentor:
Aagyn – Evazonia, jadi mentor untuk: Pri Agung Danarahmanto
Achmad Faisal – MotivaKreatif, jadi mentor untuk: Rifki Febriansyah
Adiprabowo – JuraganFoto, jadi mentor untuk: Budi Krisnadi
Agung Kurniawan – Klinik Mutiara, jadi mentor untuk: Kusnadi
Agung Kurniawan – Klinik Mutiara, jadi mentor untuk: Muhammad Edwin Khadafi
Agung Kurniawan – Klinik Mutiara, jadi mentor untuk: taofik hidayat
Agung Kurniawan – Klinik Mutiara, jadi mentor untuk: muhammad yasin
Agung Kurniawan – Klinik Mutiara, jadi mentor untuk: Oskar skarayadi
Agung Kurniawan – Klinik Mutiara, jadi mentor untuk: Angga gumilang
Agung Kurniawan – Klinik Mutiara, jadi mentor untuk: karecka tira s
Agung Kurniawan – Klinik Mutiara, jadi mentor untuk: Dhya afifah sholihah k
Awan Rimbawan – 21clouds, jadi mentor untuk: Brata Manggala
Budi Krisnadi – Omorfa Matia, jadi mentor untuk: Kiking Ludi Ananta
Budiman – Vandell, jadi mentor untuk: Ivan Handriar
Deddy Novrandianto – Swamedia, jadi mentor untuk: Mohd fauzy
Eva Herliyanti – Evazonia, jadi mentor untuk: Desi Siti Aisyah Humaira
Hendra Setiawan – Jabal Publishing, jadi mentor untuk: acit (astri afriyanti)
Hendra Setiawan – Jabal Publishing, jadi mentor untuk: Ai Fuzi Fauziah
Hendra Setiawan – Jabal Publishing, jadi mentor untuk: Angga Tirta
Hendra Setiawan – Jabal Publishing, jadi mentor untuk: Muhammad Tanri Arrizasyifaa
Hernawan Adi Wibowo – Aventama, jadi mentor untuk: Mujiono
Hernawan Adi Wibowo – Aventama, jadi mentor untuk: Abdul Haris
Hernawan Adi Wibowo – Aventama, jadi mentor untuk: Anggia tresna wibawa
Hernawan Adi Wibowo – Aventama, jadi mentor untuk: Lukman Elhaqi
Hernawan Adi Wibowo – Aventama, jadi mentor untuk: Rully Setiawan
Ibrahim – Tuneeca, jadi mentor untuk: Budi dermawan
Ibrahim – Tuneeca, jadi mentor untuk: Rizka Nugroho
Ibrahim – Tuneeca, jadi mentor untuk: Dody
Muhamad Yusuf Adiwiyarso – Smuufy Studio, jadi mentor untuk: Ashry Sikka Aradilla
Muhamad Yusuf Adiwiyarso – Smuufy Studio, jadi mentor untuk: Zulkarnaen
Muhammad Yasin – Gesit Konveksi, jadi mentor untuk: utsman jamaludin
Muhammad Yasin – Gesit Konveksi, jadi mentor untuk: Fauzia Raziani Razak
Muri Handayani – Gerai Razha, jadi mentor untuk: Eva Aisyatul Fauziah
Nissa Nuraini – Natura Craft & Sweet Batik, jadi mentor untuk: A Bahrul Ulum Azmi
Ruliyanto Pribadi – Resepbunda, jadi mentor untuk: Nissa Nuraini
Ruliyanto Pribadi – Resepbunda, jadi mentor untuk: Wahyu Pujaswara
Ruliyanto Pribadi – Resepbunda, jadi mentor untuk: Miftah
Wibi Arie Rismanto – 4Life, jadi mentor untuk: Irwan Hidayat

Awan Rimbawan, [22.05.16 19:39]
Monggo kita lanjutkan dengan sesi tanya jawab ?

acit Puella|Lumama|, [22.05.16 19:41]
kalo waktu dan jam dan berapa kali pertemuan di tentukan oleh mentee dan mentornya masing2?

>>> Betul teh Acit, silakan diobrolkan sesuai dengan kesepakatan

Budi Dermawan 0811 200860, [22.05.16 19:41]
Alhamdulillah sudah mulai kmb. Untuk coaching misalnya ngerjain tugas dan ngeblog lapor ke sini?

>>>>Yess Om Budi, jadi ini juga jadi ajang kita untuk share progress dan saling memonitor small winning masing2

Ivan OpieunBandung, [22.05.16 19:41]
Master, bedanya mentoring ama coaching apa?

Awan Rimbawan, [22.05.16 19:46]
[In reply to Ivan OpieunBandung]
Mentoring: Pada proses mentoring biasanya diberikan oleh orang yang lebih berpengalaman dan pernah melalui jalan tersebut. Kelebihan dari proses ini adalah, mentee akan mendapatkan pengalaman dari orang yang pernah praktik langsung. Kekurangannya, pengalaman dari seseorang biasanya tidak bisa diterapkan ke orang lain karena perbedaan waktu/kondisi bisnis.

Coaching: berfokus pada self discovery atau penemuan dari diri sendiri yang akhirnya bermuara pada self decision atau pengambilan keputusan tentang apa yang akan dilakukan. Jadi Coach tidak memberikan keputusan, tetapi bersifat memfasilitasi dan menggali apa yang ada di dalam diri coachee. Sehingga solusi dan keputusan bersifat fleksibel dan sesuai dengan kondisi coachee

Teknik coaching menakjubkan buat ane gan, soalnya biasanya ane mikir jawaban ada di luar/orang lain yg lebih ngerti. Tapi ditangan coach yang mantap, ternyata setelah di gali jawabannya ada di diri ane sendiri. Jadi ini teknik yang sangat emejing ? ???
Kiking Jilbab Mukena Anak, [22.05.16 22:02]
….ane nggak pernah bikin blog/tulisan di internet Hu
…ada guidance nya kah?

Awan Rimbawan, [23.05.16 03:29]
Gpp hu…
Bayangkan aja lg cerita sama seseorang
Di telegram
Ga usah ngikutin kaidah2 yg baku
Gaya bercerita aja ?
Pakai 5w 1h jg bisa http://omdimas.com/cara-menulis-blog-dengan-rumus-5w-1h/

Awan Rimbawan, [22.05.16 20:27]
Amiin… nuhun maturnuwun temen2 semuanya yang sudah hadir di event Kickoff KMB TDA Batch 1 ini….

Saya ingin tutup pertemuan kali ini dengan sebuah quote dari seorang bijak:

It is better to conquer yourself than to win a thousand battles
Then the vivctory is yours
It cannot be taken from you, not by angles nor by demons
heaven or hell…
Saya memaknainya dengan…
Tujuan kita berbisnis bukan untuk mengalahkan pesaing kita
Atau mengalahkan orang lain yang omsetnya lebih tinggi dari kita
Cukuplah membuat saya lebih baik hari ini daripada saya yang kemarin
Membuat saya yang besok, lebih baik daripada saya yang hari ini

Mudah2an dengan adanya KMB, kita semua bisa saling membantu
Untuk bisa menjadi pribadi2 yang lebih baik daripada yang sebelumnya
Insya Allah, untuk kebaikan bersama dan kemanfaatan terluas…

Amiiin,… __^__

New Friends and Family

2014-04-11 Merry Riana Wempy

New friends and family.

Smart people…awesome people…

We are learning together, working together.

Yesterday, I think from 10.00 in the morning until 23.30.

Long tiring but productive day.

I arrived back in Bandung at 02.00 in the morning.

We are trying to create something new. Something valuable for the society.

We are trying to serve.

Some quotes:

  • “Do something hard when current condition is easy”
  • “There are people that emptying their soul in order to fill their pocket. Don’t be like that. Fill your soul and also fill your pocket”
  • “Ask and you shall receive”

I dedicated this for my family, for my country…for the society…for You…