Konsep Be – Do – Have untuk Kemajuan Bisnis

May 31, 2016
Awan Rimbawan

KMB Mas Ruli - Awan Rimbawan

Apa sih aset terbesar UKM ?
Itu adalah pertanyaan pembuka dari Mas Ruli.

Ada yang menjawab HRD, karyawan, bangunan dll…

Ternyata jawabannya adalah: Owner.
Bagi perusahaan skala kecil dan mikro, owner adalah penentu maju tidaknya perusahaan.

Jika ternyata Owner adalah aset terbesar dari UKM, maka owner seperti apakah yang bisa memajukan usahanya?

Untuk mengetahui hal ini Mas Ruli menjelaskan tentang konsep Have, Do dan Be.

Kebanyakan orang fokus pada Have.
Target ingin memiliki omset sekian Milyar.
Ingin membangun sistem.
Ingin perusahaannya maju.
Ingin kaya.
Ingin penjualannya laris.
dll…

Tapi memiliki/mencapai sesuatu itu ternyata hanyalah hasil dari Do atau action apa yang dilakukan oleh seseorang.
Dan orang bisa melakukan sesuatu karena orang itu menjadi pribadi dengan sifat2 yang baik (Be).

Jadi yang pertama dibereskan bukanlah targetnya terlebih dahulu.
Tetapi adalah menjadi orang dengan sifat/pribadi yang baik.

Urutannya bukan Have – Do – Be.
Tetapi dibalik menjadi Be – Do – Have.

Contoh kasus ada orang yang ingin bisnisnya maju (Have).
Jangan berfokus pada Have nya tetapi pada Be nya.
Salah satu Be nya adalah: Menjadi orang yang menghargai waktu.
Jika orang menghargai waktu, maka sikap/aktifitas yang dia lakukan misalkan:

  • Dia akan bangun pagi, karena waktunya sayang sekali dihabiskan untuk tidur sampai siang. Sementara pagi2 dia sudah bisa membangun bisnisnya.
  • Dia akan tiba di tempat lebih dahulu jika ada janji/acara. Dengan tiba lebih dahulu dia bisa bertemu dengan orang lain, ngobrol santai dengan pembicara, lebih mempersiapkan diri untuk janjinya.
  • Dia akan sangat sayang menghabiskan waktu untuk bermain2 yang tidak ada hubungan langsung dengan tujuan yang ingin dia capai.

Dengan Do yang seperti itu, pastinya akan berdampak pada Have yang dia inginkan: bisnisnya maju.

Begitu konsepnya, Be dahulu agar bisa melakukan Do dan akhirnya mendapat/mencapai Have.

Nah kadang kita kesulitan, Be seperti apa yang kita perlukan?
Tips dari Mas Ruli adalah melihat seorang pemimpin yang ada di dunia nyata.
Misal Presiden kita, karakter seperti apa yang kita inginkan ada pada dirinya?
Tentunya kita ingin presiden kita mempunyai sikap:

  1. Jujur
  2. Adil
  3. Cerdas
  4. Menghargai Waktu
  5. Komunikatif
  6. Luwes bergaul
  7. Berani Mengambil Resiko
  8. Tekun
  9. Bijaksana
  10. Inspiratif
  11. Berintegritas
  12. Dermawan
  13. Pekerja Keras
  14. Gaya hidup sehat
  15. Dll…

Dari Be yang seperti itu kita jabarkan menjadi Do, misalnya :

  1. Selalu mengatakan kejujuran dan menghindari kebohongan
  2. Tidak memihak kepada siapapun dan selalu memikirkan kepentingan bersama
  3. Menyisihkan waktu untuk membaca buku dan mengikuti training/seminar2 untuk menambah kecerdasannya
  4. Datang tepat waktu, sholat tepat waktu, bangun jam 3 pagi setiap hari untuk sholat tahajud
  5. Belajar untuk berkomunikasi dengan tiap orang, belajar untuk berbicara pada acara2 umum.
  6. Belajar untuk memahami hubungan antar manusia dan tidak tenggelam pada gadgetnya ketika ada orang lain.
  7. dll…

Have adalah target yang ingin dicapai misalnya:

  1. Profit naik 3 kali lipat
  2. Bisa membangun sistem
  3. dll..

Setelah memaparkan mengenai konsep Be – Do – Have, Mas Ruli mengatakan bahwa untuk mengubah diri itu bukan sesuatu yang mudah.
Orang yang biasa bangun siang, akan sulit sekali untuk bangun pagi.
Orang yang biasa merokok, akan sangat sulit untuk berhenti.

Karena jika menganut hukum fisika, semua benda sifat dasarnya adalah lembam(diam di tempatnya masing2), sampai dikenai gaya.
Gaya ini sendiri bisa berupa gaya dorong, maupun gaya tarik.
Dengan dikenai gaya dorong dan gaya tarik, maka sebuah benda bisa bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Gaya dorong ini harus lebih besar dari sifat lembam atau gaya lain yang menarik benda itu berada di tempatnya.
Sebuah roket hanya akan bisa melaju meninggalkan bumi jika gaya dorongnya lebih besar dari gaya tarik gravitasi bumi.
Jika gaya dorongnya lebih kecil dari gaya gravitasi bumi, maka roket itu tidak akan pernah sukses tinggal landas menuju angkasa.

Nah pada pribadi kita yang saat ini, dan ingin menjadi pribadi yang baru (Be), maka harus ada gaya dorong.
Gaya dorong pada diri kita ada yang sifatnya motivasi eksternal dan internal.
Motivasi eksternal adalah sesuatu di luar diri yang menjadi kondisi kita sekarang.
Motivasi internal adalah cita-cita kita sebagai seorang manusia.

Untuk bisa berubah menjadi pribadi yang baru, maka kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi motivasi eksternal dan internal kita.
Motivasi eksternal (karena kondisi) contohnya adalah:

  1. Ingin memperbaiki kemapanan keluarga.
  2. Pasangan sering mengeluh uang dapur kurang
  3. Ingin memiliki rumah sendiri, bukan kontrak dan bukan yang diberikan oleh orang tua
  4. Ingin menyiapkan dana pendidikan sehingga bisa menyekolahkan anak-anak sampai jenjang yang paling tinggi
  5. Ingin memberi kepada orang tua, agar orang tua tidak usah repot bekerja karena sudah lan jut usia.
  6. dll

Mengetahui motivasi eksternal saja tidak cukup karena jika kondisi sudah berubah menjadi lebih baik maka orang akan kebingungan akan kemana jalan hidupnya diarahkan. Seperti satelit yang sudah bisa lepas dari gravitasi bumi tetapi tidak tahu mau kemana. Dia akan mengambang dan berputar2 di orbit yg sama terus menerus.

Oleh karena itu harus ada motivasi internal, yaitu berkaitan dengan cita-cita kita.
Contoh dari motivasi internal adalah:

  1. Ingin memaksimalkan potensi yang ada pada diri sendiri
  2. Ingin menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak
  3. Ingin membuat organisasi bisnis yang bisa menjadi jalan rejeki bagi sebanyak-banyaknya orang
  4. Ingin bisa traveling dan mengunjungi negara-negara lain
  5. Ingin bisa membuat panti asuhan yang memiliki sebanyak mungkin anak
  6. dll…

Motivasi internal dan eksternal ini adalah gaya dorong dan gaya tarik kita untuk berubah dari pribadi yang sekarang menjadi pribadi yang baru (BE).

Mas Ruli menyarankan untuk memasang motivasi internal dan eksternal ini di tempat yang gampang terlihat agar bisa dilihat tiap hari.

Kembali pada pertanyaan di awal tulisan ini.
Owner seperti apakah yang bisa memajukan bisnisnya?
Yaitu owner yang memahami konsep Be Do Have, dan juga memiliki motivasi internal dan eksternal yang kuat untuk bisa menarik/mendorong dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Oh ya, sebagian materi yang disampaikan Mas Ruli beliau dapatkan ketika mentoring dengan Coach Fauzi. Pada saat itu usahanya sedang diambang kebangkrutan karena uang usaha dibawa kabur pegawainya. Namun Coach Fauzi menyampaikan konsep tentang selalu melihat peluang di setiap kejadian dan mengambil tanggung jawab. Jika sampai usaha seseorang bangkrut itu bukan karena ditipu orang, tetapi karena ownernya menyerah. Dari situ Mas Ruli memberhentikan hampir separuh karyawannya, me-reset ulang timnya dan akhirnya mampu bangkit kembali. Pada saat itu Coach Fauzi menyampaikan agar yang ada di kelompok mentoring, nantinya bersedia untuk menjadi mentor jika ada KMB lagi.

Komunitas TDA dengan KMBnya memang memiliki sambung menyambung kebaikan yang sangat baik. Dulu jadi mentee, sekarang jadi mentor. Mereka melakukannya tanpa mendapatkan imbalan finansial apapun. Sungguh sebuah keluarga yang saling membantu satu sama lainnya.

Terima kasih saya ucapkan buat Mas Ruli http://resepbundacatering.com/
Juga buat temen2 suuper yang udah hadir dan mensharing tentang cerita bisnis dan kehidupannya yang penuh pembelajaran 🙂
Teh Nisa – http://naturacraft-decoupage.com/
Pak Wahyu – Airindo Mustika Express cabang Bandung
Kang Miftah – http://www.pabrikbaja.com/

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 3 =