Siapa Yang Menahan Saya ?

Pagi yang cerah akhi/ukhti, brother and sister ๐Ÿ™‚

Di pagi yg indah ini saya ingin menanyakan pada diri sendiri…

Siapakah orang yang berani itu?

Apakah orang yang tidak pernah mempunyai rasa takut sama sekali?

Ataukah orang yang juga punya rasa takut… tetapi memilih untuk tetap melakukannya?

Siapakah orang yang rajin itu?

Apakah orang yang tidak punya rasa malas…

Ataukah orang yang juga punya rasa malas… tetapi tetap melakukannya?

Siapakah orang yang yakin itu?

Apakah orang yang tidak punya keraguan sama sekali…

Ataukah orang biasa yang juga punya rasa ragu-ragu, tetapi tetap mengambil keputusan walaupun dia belum tahu hasilnya?

Siapakah orang yang saleh itu?

Apakah orang yang tidak pernah di dekati oleh setan

Ataukah orang yang juga menerima bisikan setan, tetapi memilih untuk tidak mengikutinya?

Kemudian… kalau saya lihat kebelakang ke dalam hidup saya…

Siapakah orang yang beriman itu?

Apakah orang yang selalu bisa melihat apa yang tidak terlihat…

Ataukah orang biasa yang tidak bisa melihat apa yang tidak terlihat, tetapi memilih untuk menghidupkan dan meyakininya?

Berapa banyak saya berkata
“lagi enggak mood”,
“ini gara2 bisikan setan”,
“saya orangnya suka ragu2”
“saya orangnya tidak bisa mengambil keputusan”,
“saya suka malas”
“saya suka menunda2 waktu”
“saya belum yakin”
sebagai pembenaran untuk tidak melakukan?
sebagai pembenaran apa yang saya tahan untuk tidak kerjakan?
sebagai pembenaran untuk tidak mempercayai?
sebagai pembenaran agar saya tidak mencapai apa yang saya ingin capai?

Jadi selama ini…siapa yang menahan saya?
“mood” kah?
“malas” kah?
“setan” kah?
“tidak bisa mengambil keputusan” kah?

….
….

Terima kasih Tuhan… telah diberi satu kesempatan lagi untuk hidup hari ini…
Hari ini…saya berkomitmen untuk mengambil tanggung jawab atas kesempatan yang Engkau berikan…
www.awanrimbawan.com

Bersama Pak Heppy Trenggono dan Pak Teguh Wibawanto

Awan Rimbawan - Bersama Pak Teguh Wibawanto dan Pak Heppy Trenggono
Awan Rimbawan – Bersama Pak Teguh Wibawanto dan Pak Heppy Trenggono

Duduk makan siang bersama dengan kedua orang hebat ini benar-benar luar biasa.
Saya merasakan sebuah energi yang besar dan sangat mencerahkan.

Perkenalan saya dengan Pak Teguh mulanya hanya via telegram, saya mengajukan pertanyaan dan beliau mengirimkan sebuah informasi pelatihan yang sangat berguna untuk mindset dan karakter saya. Walaupun pada saat itu saya belum bertemu beliau secara langsung, namun saya sangat bersyukur saya mengikuti saran beliau.

Kemudian di acara Financial Literacy IIBF, saya kemudian bisa bertemu langsung dengan beliau.

Pak Heppy Trenggono, memperkenalkan mindset-mindset yang sebelumnya tidak pernah saya gunakan. Di sini saya coba catat agar bisa menjadi pengingat di kemudian hari.

Diantaranya adalah:

– Semuanya dimulai dari pikiran. Bisakah kita melihat yang bagus di pikiran? Kalau belum bisa diperbaiki…dengan perencanaan, strategi, keyakinan

– Bantu orang lain, baik di masa senang maupun susah. Bukan bersodaqoh kalau ada, tetapi tetap bersodaqoh di kondisi bagaimanapun.

– Kesulitan itu adalah kehormatan. Semua orang sama2 bakal mati. Mau mati di tempat tidur atau mati di medan perang sedang berjuang?

– Berkaitan dengan harga pasar, bisnis bisa dibagi 3
—> Yang menjual produk di bawah harga pasar : kesulitannya how to survive
—> Yang menjual produk pada harga pasar : kesulitannya how to differentiate/manage
—> Yang menjual produk di atas harga pasar : kesulitannya how to sell
Kalau sama2 ada kesulitannya, kenapa tidak pilih yg marginnya paling besar?

– Kenapa bisa sering dapat deal bagus? itu karena sering ditolak. Kenapa sering ditolak? karena sering nawar. 100 kali nawar, dapet 1 deal bagus sudah cukup.

– Bisnis adalah menyelesaikan permasalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan uang. Hanya dengan itu maka bisnis bisa menciptakan uang.

– Anda bisa menggaji orang dengan tinggi, tetapi yang membuat orang loyal tetap berada di perusahaan bukanlah uang.

– Setiap orang punya masalah. Tetapi ada bad problem dan good problem. Bad problem ciri-cirinya: membosankan, berulang terus menerus. Kenapa berulang? karena orangnya tidak bertumbuh. Itu makanya ada yang berkata kalau Anda sama dengan hari kemarin, maka Anda termasuk orang yang rugi. Good problem adalah masalah yang menarik, dan kadang diciptakan sendiri agar mendorong pertumbuhan dirinya.

Menuntut Ilmu Sampai Negeri China?

Kira-kira…kenapa yah… Nabi Muhammad itu bersabda buat menuntut ilmu sampai negeri China?

Bukannya di negeri China itu ga ada muslimnya?

Trus kalau ga ada muslimnya kan berarti banyak makanan haram dong?

Alat2 masaknya buat makanan itu gimana?

Trus di sana kan ga ada masjid juga…

Kalau nanti saya pergi ke Cina trus saya kebawa pergaulan di sana gimana?

Trus kalau saya ditawarin makan babi gimana?

Di sana kan pemimpinnya bukan muslim…trus saya harus ngikutin pemimpin yg non muslim dong?

Loh kan bukan saya yang milih?

Loh kan saya memilih pergi ke sana, berarti sama halnya saya memilih untuk punya pemimpin yang non muslim dong?

Trus… kenapa Nabi menganjurkan saya buat menuntut ilmu sampai ke negeri China?

Apakah Nabi gak tau bahwa di sana ga ada muslimnya?

Apakah Nabi engga tau kalau di sana saya bisa terbawa arus pergaulan di sana?

Apakah Nabi engga tau… kalau saya belajar di negeri China, yang dipelajari itu bukan kitab Al Quran ?

Di sana saya bakal di suruh baca buku lain dong, bukan Al Quran?

Trus kenapa ?

Hmm…
hmm….

Mungkin… karena Nabi tahu… bahwa seorang muslim perlu maju, perlu berkembang…
Untuk bisa berkembang, seseorang perlu bersedia merendahkan hati untuk belajar di tempat lain…

Mungkin beliau punya keyakinan bahwa di manapun muslim berada, di lingkungan seperti apapun dia punya pilihan yang jelas dan tegas tentang apa yang dia mau lakukan.

Bukan lingkungan ancur yg menentukan, tapi pilihan tiap2 individu lah yang menentukan kehancuran dan kebangkitan dirinya.

Mungkin juga beliau tahu bahwa dengan belajar di pusat peradaban lain, maka seorang muslim bisa jadi penggerak pusat peradaban yang baru.

Atau mungkin Nabi tahu bahwa ilmu Allah melingkupi segala sesuatu, Dia bagi2kan kepada seluruh makhluk. Tugas seorang muslim adalah belajar dari semua sumber apa2 yang bakal bermanfaat buat hidupnya.

Bisa jadi beliau berpikir, bahwa muslim akan terlihat ketika dia bergaul justru di lingkungan yang lebih plural, dengan membawa pesan2 kebaikan untuk lingkungan di mana dia berada.

Atau mungkin Nabi tahu, di dalam buku selain kitab suci Al Quran juga ada ilmu Allah. Emang ada ilmu yang engga berasal dari Dia?

Mungkin beliau menyadari bahwa agar bisa melihat diri dengan lebih baik, seseorang perlu melihat dari luar lingkaran sosialnya.

Agar seseorang tahu, bahwa di lingkungan lain…yang nama Islam tidak pernah disebut… banyak sekali nilai2 islam yang diterapkan, bahkan lebih dalam daripada di lingkungan yang nama Allah di sebut setiap hari.

Atau karena Nabi tahu bahwa beragama itu bukan sekedar mempunyai sekumpulan belief lalu menjalankan ritual kebiasaan. Tetapi lebih dari itu beragama adalah fakta yang di dapat dari mengalami Tuhan lewat apa yang Dia ciptakan. Fakta yang di dapat dari pengalaman2 individu yang menciptakan keyakinan yang tak tergoyahkan.

Bisa jadi juga Nabi ingin membuat seorang muslim mengalami…bahwa…Allah tidak hanya ada di Masjid dan lingkungan yang menyebut dengan jelas namanya…Tetapi juga ada di tempat yang bahkan tidak pernah menyebut namaNya…mengalami bahwa Allah dan rahmatNya…tulus tak memilih dan melingkupi segala sesuatu…

Tapi bisa jadi juga gw salah mengartikan ๐Ÿ˜€
Nah menurut loe kenapa tuh Nabi ngomong gitu?

*Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap, di situlah wajah Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui* QS Al Baqoroh 115

Askara Note:2 – Menjadi dan Take Action.

2016-12-4-kinan-in-playkids-airport
Seringkali, aku memandang dunia lewat apa yang ingin aku lihat.
Alih2 apa yang sebenarnya terjadi.

Yang ingin aku lihat adalah apa yang aku percayai terjadi.
Aku percaya bahwa dia tidak peduli denganku.
Kenapa? Hanya gara2 whatsapp yang sekedar di read tapi tanpa reply.
Menakjubkan bukan? Betapa aku berhasil membuat hidupku menderita karena apa yg aku percayai tentang icon kecil itu?

Dia tidak memperdulikan aku.
Dia tidak menyayangi aku.
Dia tidak menganggap aku.
Dia tidak mencintai aku.
Aku tidak penting.
Aku tidak berharga.

Kemudian aku ulang2 kata2 itu berkali2.
Aku ciptakan neraka yang sempurna.
Kemudian hidup nyaman tersiksa di dalamnya.

Bermenit2.
Berjam2.
Berhari2.
Berminggu2.
Berbulan2.
Bertahun2.

Sampai satu saat. Ada sebuah komitmen untuk menjadi sesuatu yang berbeda.

Menjadi cinta kasih alih2 menuntut cinta kasih.
Menjadi peduli alih2 meminta orang lain untuk mengasihani diriku.
Menjadi terang alih2 mengutuk kegelapan.
Menjadi keberanian alih2 mengemis untuk dibela dan dilindungi.

Lalu akupun melakukan lebih dari sekedar send message.
Aku menelpon dia.
Aku memdatangi tempatnya.
Aku memeluknya.

Untuk kemudian tahu.
Bahwa faktanya dia merespon aku.
Dia menimpali kata2ku.
Dia menanyakan kabarku.
Kaku terasa pada awalnya, tetapi bukankah semua hubungan yang mendalam diawali dari sebuah keinginan menjangkau walau terasa janggal?

Kemudian akupun teringat.
Ratusan tahun yang lalu Ibrahim menghancurkan berhala2 itu.
Karena dia tahu, berhala adalah sesuatu yg diciptakan sendiri kemudian disembah sendiri.

Hari ini aku sadar bahwa di masa lalu aku telah menciptakan “berhala” ku dalam bentuk kepercayaan2ku dari icon di layar handphone.
Hari ini aku telah menghancurkannya lewat komitmen untuk menjadi yang dilanjutkan dengan action.
Aku telah keluar dari nerakaku lewat “menjadi” dan “take action”
Lalu berhala yg mana lagi yg akan aku hancurkan hari ini?

– awanrimbawan, tolcipularang, 00:43 19des2016
– model: Sekar Askara Kinanti – 20bulan
– photo by awanrimbawan , pake hpnya Dwi Fitrianty Kurnia ๐Ÿ˜€

Askara note1 – Suara dan Diam

2016-12-10-kinan-with-turban
Hariiii iniiiii…..

Aku berkomitmen untuk terus menjaga kesadaranku.
Aku berkomitmen untuk mendengar baik2 rasa takutku, rasa amarah, rasa sedih, rasa kecewa, rasa iri, rasa cemburu, rasa egois…

Mendengarkan baik2 sehingga kemudian aku bisa menyadari.
Bahwa itu bukanlah aku.
Itu hanyalah suara di dalam pikiranku.

Aku bukanlah suara, akulah si pendengar.
Dan pendengar punya kekuatan untuk memilih dengan netral.
Memilih untuk mengikuti, atau tidak mengikuti.

Suara itu akan terus ada.
Datang dan pergi silih berganti.
Ketakutan dan keberanian.
Penilaian dan keikhlasan.
Keegoisan dan kesabaran.
Dan akulah kesadaran yang mendengarkan itu semua.
Dalam diam dan tenang terletak kekuatanku.

Sehingga aku akan tetap melakukan apa yang dituntun oleh diam dan tenang.
Meskipun pikiranku berteriak2 ketakutan.
Meskipun pikiranku berbisik licik.
Atau menyuarakan iri dan dengki.

Aku akan tetap memberikan cinta kasih, meskipun pikiranku menggaungkan keegoisan.
Aku akan membuka dan mengatakan kejujuran, meski pikiranku menyarankan untuk bersembunyi dan berbohong.

Karena aku menyadari bahwa pikiranku tdk akan pernah berhenti bersuara.
Sedangkan kesadaranku selalu mendengarkan dalam diam bersama Tuhan.

– awanrimbawan, tolcipularangkm42, 11dec2016

Beautiful Experiences

Asiaworks - Awan Rimbawan

Pernahkah kamu merasa bahwa kamu hidup dalam sebuah baju besi?
Kamu melindungi dirimu agar tidak terluka
Kamu menyembunyikan kejelekanmu agar tidak ada orang yang tahu
Kamu pura-pura tidak mengetahui sesuatu, padahal kamu tahu bahwa itu hal yang penting buatmu

Kemudian ada masa-masa dimana saya berada bersama orang-orang itu.
Mengalami breakdown yang berubah menjadi breakthrough
Mengalami rasa takut yang berubah menjadi keberanian
Mengalami rasa malu yang berubah jadi kepercayaan diri

What a beautiful moments…

Training For Mentor Untuk Pendampingan Wirausaha SMK

Alhamdulillah acara Training For Mentor untuk Kegiatan Wirausaha di SMK telah selesai.
Acara ini diadakan 2 hari (28-29 September) di Hotel Oak Bandung.
Sukses terselenggara berkat kerja sama antara TDA Bandung, Save The Children dan 6 SMK di Bandung Raya yaitu:
1. SMK BPPI Baleendah
2. SMK Pelita
3. SMK PGRI 3 Cimahi
4. SMK Profita
5. SMKN 3 Baleendah
6. SMKN 3 Cimahi

Tujuan diadakannya acara ini adalah karena adanya masalah-masalah yang ditemui di SMK terkait lulusannya.

Yang pertama, hampir sebagian besar lulusan SMK selalu berpikir untuk mencari kerja. Sementara penyerapan dari industri, tidak sama dengan jumlah lulusan. Bahkan ada SMK yang lulusannya rata-rata hanya 40% yang berhasil diterima kerja. Sebagian besar sisanya menjadi pengangguran, dan prosentase sangat kecil yang melanjutkan.

Lulusan yang diterima kerja kemudian masuk perusahaan untuk kontrak 1-2 tahun. Namun setelah itu, kontrak mereka tidak dilanjutkan karena pekerjaannya bisa digantikan oleh adik kelasnya yang juga baru lulus. Perusahaan tentunya lebih memilih yang baru lulus karena lebih cost effective dibanding harus menaikkan gaji karyawan kontrak untuk melakukan pekerjaan yang sama. Sehingga terciptalah pengangguran-pengangguran baru.

Masalah berikutnya adalah anak-anak ini pintar dalam membuat produk atau jasa, namun tidak tahu cara pemasarannya. Menurut penuturan beberapa guru bahkan ada sejak kelas satu mereka sudah ada yang bisa membuat produk makanan inovatif, menjahit baju sendiri, produk teknologi seperti power bank dll. Juga pemahaman bahwa untuk memulai usaha, bagaimana modalnya? begitu yang ada di benak mereka.

Kondisi seperti ini diharapkan bisa dikurangi jika ada program yang memperkenalkan kewirausahaan pada siswa SMK sehingga mereka punya pandangan alternatif setelah lulus.

Training for Mentor kemarin dihadiri oleh Bapak/ibu guru SMK dan calon mentor dari TDA Bandung.
Saya pribadi sangat surprise dengan antusiasme dari Bapak/ibu guru. Beliau beliau ini sangat bersemangat mengikuti materi demi materi. Diskusi kelompok juga sangat hidup apalagi ketika membahas bagaimana membuat presentasi materi bisnis yang rumit menjadi menarik untuk anak2 SMK, dilengkapi dengan ice breaking dan game-game simulasinya.

Ada Pak Ade dari SMK Bale Endah dengan pemaparan kondisi wirausaha di sana, Bu Martha dari SMKN 3 Cimahi dengan celetukan-celetukan cerianya, Pak Arif dari SMK Pelita yang banyak mengusulkan hal-hal yang positif, dan guru-guru lainnya yang berpartisipasi aktif sepanjang kegiatan.

Sepertinya beliau-beliau ini di drive oleh motivasi yang kuat untuk melihat siswa2nya maju. Beberapa guru walaupun sudah terlihat senior, tetapi sangat fasih dalam menceritakan kondisi permasalahan yang ada dan apa yang telah beliau lakukan selama ini di SMK tempat bekerja. Bahkan ketika kadang harus mengeluarkan dana dari kantung sendiri karena belum ada dukungan resmi dari sekolah dan mencurahkan waktu tambahan di luar jam kerja.

Calon-calon mentor baru dari temen2 TDA juga tidak kalah bersemangat. Baru minggu lalu TDA Bandung melantik Registered Member di acara TDA Camp. Dan sepertinya event tersebut benar-benar sukses menggelorakan motivasi untuk maju, berbagi dan menebar rahmat bersama-sama . Terbukti temen2 Registered Member TDA mau keluar dari rutinitas mereka. Yang biasanya hanya mengurusi bisnis dan berpikir untuk diri sendiri, kemudian mau meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk membantu adik2 SMK. Ditambah lagi, bersedia membuang malu dan grogi untuk belajar berbicara di depan umum ala trainer motivasi. Belum sempurna tentunya karena tidak terbiasa, akan tetapi keberanian untuk melangkah dari wilayah aman merupakan bukti kualitas seorang pejuang.

Ada Kang Bondbond dengan tag line “ya nggak ya”, Kang Prada yang jualan aqua dan ditempelin post it di sekujur badan sepanjang presentasi, Kang Rona yang memaparkan tentang sesi kreativitas, Kang Miftah yang bercerita tentang jualan alat2 rumah tangga tanpa punya toko dan barang tapi bisa beromset 500jt/bln, dan penampilan-penampilan fenomenal lainnya.

Setelah berakhirnya program Training For Mentor 2 hari kemarin, maka akan dilanjutkan dengan Workshop/Seminar kewirausahaan di SMK masing2. Target peserta untuk workshop/seminar ini adalah 100 orang di tiap-tiap SMK. Setelah usai Workshop/Seminar tersebut, maka akan dilanjutkan dengan pembentukan Klub Wirausaha yang akan dimentoring oleh teman2 TDA selama 8 kali pertemuan.

Saya mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi bapak/ibu guru SMK yang telah hadir di acara kemarin juga rekan2 TDA semuanya. Semoga kegiatan ini bisa menjadi awal yang baik untuk rangkaian acara yang akan datang. Terutama menjadi amal ibadah kita untuk bersama menebar rahmat dan memunculkan potensi2 pemuda pemudi SMK yang berjaya. Sampai jumpa di event lanjutannya.

Training di PT Kayaba

photo_2016-08-12_10-24-08

10-11 Agustus kemarin saya mengikuti training di PT Kayaba. Sebenarnya saya belum jelas materi trainingnya itu apa. Namun melihat bahwa penyelenggaranya adalah Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA), saya jadi tertarik untuk mengikutinya. Tentu saja dikarenakan nama besar Astra dan juga tokoh2 yang saya kagumi.

Ada beberapa Instruktur dari Pelatihan tersebut, salah satunya bernama Pak Soetardjo. Beliau adalah orang jogja dengan senyum lebar yang ramah.

Instruktur yang lainnya yaitu Pak Mugi Hastomo. Beliau sudah bergabung dengan Astra semenjak 1970an. Masuk sebagai teknisi las kemudian meniti karir sampai level management di divisi training.

Sepanjang pelatihan berlangsung beliau2 ini dengan sabar menjawab pertanyaan2 peserta yang kadang nyeleneh dan out of the topic.

Maklum para pesertanya adalah para pengusaha. Sebagai pengusaha tentu saja bukan hanya ingin mendapatkan materi sesuai dengan topik, tetapi lebih lanjut lagi ingin menggali bagaimana cara Astra bekerja, bagaimana Om William membangun sumber daya manusia di awal Astra, dlsb

Gregory Bateson, seorang ahli biologi dan antropologi pernah berkata: Knowledge at any given moment will be a function of the thresholds of our available means of perception

Terjemahan bebasnya kira-kira adalah, sedalam apa pengetahuan yang kita dapatkan akan sangat tergantung dengan apa yang bisa kita masukkan dalam persepsi kita.

Saya beruntung ketika kemarin ikut training dengan orang-orang yang sangat kritis mengajukan pertanyaan-pertanyaan sepanjang jalannya training.

Ada Bang Dhino dari Kalimantan yang cerdas dan humoris. Ada Mas Arief English dari Pemalang yang jago bahasa inggris dan populer. Mas Abe yang kritis dan tajam dalam mengajukan pertanyaan, dan teman2 lainnya yang nanya hal yg aneh2 tapi bermanfaat ๐Ÿ˜€

Berkat pertanyaan-pertanyaan dari mereka pemahaman saya menjadi meningkat dibanding jika saya satu group dengan anak2 SMP yang pendiam ๐Ÿ˜€

Oh ya, materi yang disampaikan kemarin adalah bagaimana Astra membangun nilai2 bagi orang2 yang akan masuk ke dalamnya. Ada training Basic Mentality sehingga orang2 yang masuk ke dalam Astra punya values yang sama dan bisa satu gerak menuju tujuan.

Kemudian disampaikan juga mengenai PDCA atau singkatan dari Plan – Do – Check – Action. Ini adalah langkah2 yang terlihat simple, namun setelah dipaparkan ternyata sangat bermanfaat dalam memperbaiki sistem.

Di hari kedua, dijelaskan tentang filosofi 5R yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. Filosofi ini perlu diterapkan agar bisa menghilangkan pemborosan, mencegah bahaya atau meningkatkan keamanan dan kesehatan, dan juga untuk membangun citra yang baik.

Terakhir kami di ajak masuk ke pabrik PT Kayaba yang khusus memproduksi shockbreaker. Sebagian shockbreaker yang di produksi adalah untuk motor. Saya dibuat terkagum-kagum dengan proses yg ada di pabrik ini. Luasnya mungkin ada sekitar 5 hektar. Di dalamnya banyak robot2. Proses yang terukur dan presisi. Jelas label ada di mana-mana. Mengintip sekelumit kecil dari dunia industri yang mengagumkan. Namun kami di sana tidak boleh mengambil dokumentasi. Bahkan sebetulnya pabrik bukan merupakan tempat wisata, namun tempat kerja yang penuh dengan barang dan proses yang harus ditangani dengan hati-hati karena bisa membahayakan. Bayangkan saja ada alat peleburan timah yang di dalamnya bersuhu 740 derajat. Bahkan ketika tour pabrik berlangsung kami selalu diwanti-wanti untuk tidak memasukkan tangan ke dalam saku dan tetap waspada terhadap arahan dari tim leader.

Pelajaran Menghadapi Kesulitan Hidup dari Mbah Charlie Munger

charlie munger

Charlie Munger menikah pada umur 21 tahun. Setelah mengalami kehidupan pernikahan selama 8 tahun, Charlie Munger mengalami perceraian. Pada saat itu umurnya 29 tahun.

Kejadian itu membuat dirinya sangat terpukul secara emosional. Dia kehilangan semuanya. Mantan istrinya mengambil alih rumahnya di Pasadena. Dia harus hidup nomaden di University Club ditemani mobil Pontiac tuanya.

Tidak lama setelah kejadian itu, putranya Teddy terkena Leukimia. Pada tahun 1955 tidak ada asuransi kesehatan dan semua harus dibayar dengan menggunakan uang tabungan yang dimiliki. Saat itu penyakit Leukimia merupakan vonis mati karena dunia kedokteran belum menemukan obatnya.

Setiap hari Charlie pergi ke rumah sakit, hanya bisa memeluk anaknya yang semakin hari semakin memburuk kondisinya, kemudian pulang sambil berurai mata di jalanan.

Kejadian itu berlangsung selama satu tahun sampai akhirnya anaknya meninggal. Dia berkata “Saya tidak bisa membayangkan pengalaman yang lebih menyedihkan dari melihat Anak yang kondisi semakin buruk hari demi hari menuju kematian”

Charlie berumur 31 tahun ketika dia ada di kondisi bangkrut, bercerai dan harus menguburkan anaknya yang meninggal pada umur 9 tahun.

Namun Charlie adalah seorang kutu buku. Dia kerap kali merekomendasikan satu buku bagus dari Viktor E. Frankl berjudul Man’s Search For Meaning. Di buku itu ditulis: “Ketika kita tidak lagi bisa mengubah sebuah situasi, kita ditantang untuk mengubah diri kita sendiri…”

Kesulitan dan tragedi dalam hidup bisa menjebak seseorang mempunyai mental korban. Namun Charlie beranggapan bahwa saat-saat pahit adalah saat yang paling tepat untuk mengubah diri.

Charlie Munger menjadikan momen-momen kesulitan dalam hidupnya sebagai energi untuk berkembang.

Dia membaca banyak buku dan mempelajari berbagai macam disiplin ilmu secara otodidak. Pengetahuannya menjadi sangat dalam dibidang matematika, fisika, psikologi, ekonomi, biologi, kimia, dan bidang-bidang lainnya.

Dia tidak mempunyai ijazah undergraduate(s1) tetapi lulus dengan sangat memuaskan (magna cum laude) dari Harvard Law School.

Walaupun tidak pernah mengambil mata kuliah bisnis, ekonomi maupun finansial dia mempelajarinya secara otodidak dan menjadi orang yang sangat kaya dan dihormati di bidang investasi. Multiple Mental Model adalah cara yang dia gunakan untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan mana yang akan memberi keuntungan paling besar untuk investasinya. Multiple Mental Model sendiri merupakan hasil penggabungan antara gagasan-gagasan besar di berbagai disiplin ilmu yang dia pelajari (psikologi, fisika, kimia, ekonomi, bisnis, biologi, dll) yang digunakan untuk mengevaluasi keputusan investasinya.

Pada umur 69 tahun, dia masuk ke jajaran 400 besar orang terkaya di dunia.

Nama Charlie Munger mungkin lebih tidak populer dibanding Warren Buffet. Tetapi Warren Buffet mengakui bahwa Berkshire Hathaway – perusahaan yang dibesarkannya bersama Charlie – bisa menjadi sebesar ini karena sumbangsih pikiran Charlie.

Setelah bertemu dengan Nancy Barry, dia menikah lagi dan menjalani kehidupan yang bahagia ditemani dengan 8 anak. Bersama istrinya dia menjadi philantropist yang banyak menyumbang ke organisasi sosial dan universitas.

Mengutip kata-katanya… Kehidupan akan memberikan kejadian yang mengecewakan, menyedihkan, tidak adil. Ada orang yang bisa bangkit dan ada yang tidak. Dan saya berpikir bahwa sikap yang diambil oleh Epictetus sangatlah benar. Dia berkata: setiap kesempatan yang hilang di dalam hidup adalah sebuah peluang untuk merubah perilaku menjadi lebih baik, setiap kesempatan yang hilang adalah peluang untuk belajar sesuatu, dan tugasmu bukanlah mengasihani dirimu dan terus menerus bersedih hati, tetapi menggunakan kejadian yang mengecewakan itu secara konstruktif untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Buat yang saat ini sedang mengalami kesedihan, jangan pedulikan kejadiannya. Tetapi gunakanlah energi tersebut sebagai bahan bakar untuk merubah diri menjadi lebih baik. Remember that you don’t have to chase people, you just need to attract them. The only way to attract people is always striving everyday to become respected, productive and valuable person that people want to be around them.

May happiness and blessing always be with us…

Charlie Munger Family

Source: Poor’s Charlies’ Almanack , Quora – What is so great about Charlie Munger , How does Charlie Munger recommend dealing with adversity