Pertanyaan Yang Perlu Diajukan Untuk Menjawab Tantangan Hidup

Pagi ini saya beruntung dapat kuliah sebelum Subuh dari seorang guru.

Dia bercerita bahwa hidup tidak akan lepas dari masalah.
Namun cara saya untuk memandang masalah itulah yang akan menentukan kualitas hidup saya.

Cerita darinya membuat saya mengingatkan suatu konsep…
Bahwa saya bisa memandang masalah sebagai sebuah beban, atau memandangnya sebagai sebuah tantangan yang diambil untuk memperbesar kapasitas diri.

Karena ada perbedaan besar dari kata “saya dapat masalah” dengan “saya bersedia menjawab tantangan” tersebut.

Analoginya seperti gambar no: 1

Saya ada di tengah lingkaran.
Garis lingkaran ini adalah batas kemampuan saya.
Apa yang ada di dalam lingkaran adalah semua yang bisa saya lakukan.
Apa yang ada di luar lingkaran adalah apa yang belum bisa saya lakukan.

Masalah/tantangan pastinya adalah hal yang belum bisa saya lakukan.
Maka hal itu pasti ada di luar lingkaran saya.

Nah hidup selalu memunculkan tantangan itu.

Kadang saya menghindarinya, namun biasanya akan muncul di tempat lain.
Dia akan terus menghantam garis batas pada apa yang bisa saya lakukan…
Bum…bum…bum…

Sampai tantangan itu terasa sangat menyakitkan, dan saya memilih untuk menjawab tantangan itu.

Yang terjadi kemudian adalah saya akan berusaha sekuat tenaga mengerahkan kemampuan untuk mengatasinya.
Namun karena apa yang saya tahu tidak mencukupi, maka saya tetap tidak bisa melakukannya.
Jika saya tidak menyerah, maka saya akan mencari sumber2 informasi yang lain… saya akan bertanya kepada banyak orang… saya akan browsing… saya akan ambil kursus… saya akan cari buku… dlsb…
Sampai saya mempunyai kompetensi dan kepercayaan diri untuk bisa mengatasi masalah itu.

Lalu suatu saat…tantangan itu bisa diselesaikan…

Tanpa sadar… lingkaran sayapun membesar…
Kapasitas saya sebagai seorang manusia pun membesar…
Masalah2 dan tantangan2 yang bisa saya selesaikan semakin banyak di banding sebelumnya…
Seperti contoh gambar berikut…

Bagaimana kalau masalahnya tidak selesai2 ?
Saya yakin efeknya akan sama… selama saya terus mencari cara, talk to people, get books, take a course… maka kapasitas saya sebagai seorang manusia juga akan membesar…

Proses ini akan berulang terus dan menerus… karena seorang master berkata…sejatinya… hidup bukanlah berisi rangkaian masalah/beban yang tidak pernah berhenti, namun rangkaian tantangan yang ditujukan untuk berkembang…

Selanjutnya…penting sekali untuk menyadari pertanyaan2 apa yang saya fokuskan dalam menghadapi sebuah tantangan dalam hidup.

Pertanyaan2 yang sering muncul adalah:
– Kenapa saya harus dapet masalah kayak gini sih?
– Ini masalah kok ga selesai2 kenapa ya?
– Nyebelin banget sih, beruntun gini dapet masalahnya!
Jawaban apa yang diberikan oleh pikiran? alasan2 kenapa saya dapat masalah… alasan2 kenapa masalahnya tidak selesai2… alasan2 bahwa saya selalu dapat masalah yang beruntun…

Tentunya respon saya akan berbeda jika ketika pertanyaan2 di atas timbul, saya mengganti fokus saya dengan menciptakan pertanyaan2 baru seperti contoh berikut:
– Bagaimana caranya untuk bisa melewati tantangan ini?
– Siapa yang pernah mengalami hal ini?
– Buku apa yang bisa saya baca agar saya mempunyai pengetahuan yang cukup untuk menjawab tantangan ini?
Jawaban apa yang diberikan oleh pikiran?

Group pertanyaan pertama fokus kepada masalah, group pertanyaan kedua fokus kepada solusi.
Menurut salah satu teori, kalau hidup saya terasa nelangsa dan isinya komplain… besar kemungkinan saya selalu fokus pada masalah, bukan pada solusi.
Sebuah saran bagus, untuk menghabiskan waktu 20% fokus kepada masalah dan 80% fokus kepada solusi.
Bukan sebaliknya.

Anthony Robbin di Personal Power (yang saya dengarkan sambil jemur baju pagi2) membagikan 5 pertanyaan yang memberikan kekuatan kepadanya ketika menghadapi tantangan2 hidup:

1. Apa sisi baik dari adanya kejadian ini? (What’s great about this?)
Ketika pertanyaan ini pertama diajukan, tentu jawaban cepatnya: tidak ada. Bagaimana kalau diganti… “Apa sisi baik yang mungkin bisa timbul dari kejadian ini?”… maka jawabannya bisa muncul.
Misal pasangan saya gak suka olahraga… saya ingin mengajak dia olahraga… sisi positif yang muncul dari kejadian itu adalah… karena kejadian ini, sisi baik yang mungkin akan muncul adalah saya jadi lebih rajin lagi berolah raga dengan mengajak pasangan saya olah raga…
Yang lainnya, saya jadi bisa belajar memotivasi orang lain… kalau saya bisa memotivasi pasangan saya, maka saya akan bisa memotivasi anak saya… kalau saya bisa memotivasi anak saya… maka saya bisa membangun kelg yg sehat… saya juga akan bisa memotivasi teman2 saya… saya akan bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat lagi… dst dst…

2. Apa yang belum sempurna? (What’s not perfect yet ?)
Kalau dicermati…ada asumsi tersembunyi didalam pertanyaan ini…yaitu…bahwa keadaan bisa jadi sempurna…tetapi untuk saat ini…apa yang belum sempurna? Tetapi sebuah pengingat bahwa keadaan bisa loh buat jadi sempurna…maka bisa memandang dengan lebih cerah.

Misal… dari kasus pasangan yang jarang olahraga… yang belum sempurna adalah kami hanya olahraga sebulan sekali, kalau sedang mood saja. Kalau kecapekan kerja sibuk sama ngurus anak ya udah ga kepikiran olahraga.

3. Saya bersedia melakukan apa agar keadaan bisa menjadi seperti yang saya inginkan? (What I’m willing to do to make it the way I want ?)
Pada pertanyaan ini juga ada sebuah asumsi…bahwa saya bersedia melakukan sesuatu untuk membuat keadaan jadi lebih baik…asumsi yg lain adalah…saya bisa membuat keadaan ini jadi lebih baik, kalau saya melakukan sesuatu…

Misal contoh kasus di atas… olahraga enaknya dilakukan pagi2… kalau saat ini saya bangunnya siang, ya saya akan bersedia untuk bangun lebih pagi dari biasanya… pasangan saya juga pastinya tidak mau mengajak saya olahraga kalau saya bangunnya siang… gimana mau ngajak olahraga, kalau sholat subuh saja susah dibangunkan?

4. Apa yang akan saya stop lakukan, agar keadaan bisa menjadi seperti yang saya inginkan? (What I’m no longer want to do in order to make it the way I want? )
Misal: Saya akan berhenti untuk complaint bahwa saya dan pasangan jarang olahraga…kemudian mulai mencari alternatif2 olahraga yang bisa dilakukan.. saya akan berhenti untuk menanyakan pertanyaan2 standar dan mulai menanyakan pertanyaan2 lebih dalam untuk menggali motivasi dia dalam hidup dan jg berolahraga…dlsb

5. How can I do what’s necessary to get this job done…and enjoy the process
Nah ini adalah pertanyaan yang bagus… karena begitu menanyakan hal ini maka otak akan mencari cara2 fun untuk melakukannya.
Misal: olahraga yang digabung dengan game, olahraga dengan menggunakan outfit2 yang lucu/tidak biasa, diskusi gimana nih olahraga yg fun menurut kamu? dlsb…

….

Wah jadi panjang…padahal maunya cuman bikin status biasa aja…

Ya udah… gitu aja deh, daripada nanti tambah panjang lagi hehehe…

Sebagai penutup…saya ucapkan terima kasih kepada guru saya untuk kuliah sebelum subuh hari ini…
Saya yakin, semua yang baik asalnya dari Tuhan… dan bukan kebetulan saya dan Anda di posisi sekarang ini… pertanyaannya sekarang… waktunya mau dihabiskan untuk fokus kepada masalah, atau fokus kepada solusi?

Enjoy your day!
Awan

Cerita Tahajud: Work Together

Assalamualaikum para Penikmat Tahajud… siapa yang bangun malam ini?

Udah day ke berapa hari ini? Aku, setelah missed di day #11 kemarin…sekarang mulai lagi dan ada di milestone day #3

By the way, aku agak takjub dengan betapa cepatnya aku bisa kembali memulai.

Sebelumnya… kalau sudah sekali aja klewat, maka buat kembali bangun malam itu bakal butuh waktu yang lama.

Bahkan seringkali, kalau sudah bisa konsisten trus missed sekali aja… nah itu bukan hanya susah balik lagi, tp grafiknya cenderung menurun…

Klewat ga bangun malam, trus klewat ga bangun subuh…trus bangun kesiangan… gitu… terus cycle nya…

Tp untuk case yg kemarin, aku missed 1 kali…

Trus malam berikutnya missed lagi…

Dan setelah 2 hari vakum, hari ketiga nya bisa mulai lagi… kemudian berlanjut 3 hari sampai dengan malam ini.

Padahal malam ini adalah malam yang termasuk berat untuk bangun buat ukuran seorang Awan.

Kenapa?

Karena kemarin, aku sedang mengikuti program Inkubasi Bisnis Teknologi nya Kemenristek Dikti.

Sejak hari Senin, kami di “karantina” di Hotel Kartika Chandra untuk menjalani program training yg padat dari jam 8.00 s.d 21.00. Keinginan untuk mencicipi kolam renang/tempat fitness nya sampai sekarang blom bisa terlaksana. Hanya jadi cerita lama klo kata Kang Jaka.

Belum lagi setelah selesai training, masih ditambah tugas2 yang harus diselesaikan karena besoknya akan digunakan untuk materi selanjutnya.

Nah hari kemarin termasuk yang super padat, karena dari materi2 hari sebelumnya semuanya dirangkum dalam sebuah dokumen yang harus dikumpulkan untuk presentasi pagi ini.

Walhasil walaupun waktu jam 12 malam, ratusan peserta masih berkumpul di salah satu hall Hotel Kartika Chandra di mana disediakan 10 buah printer untuk menyelesaikan tugas2 itu.

Saya sendiri beserta tim dari inkubator LKB Kadin Kab. Bandung baru bisa kembali ke kamar jam 13.00

Nah sebelum tidur…saya mikir2… gimana ceritanya saya bisa bangun Tahajud?

Tapi kok ya… Alhamdulillahnya bisa juga bangun… tanpa beker lagi…

Nah… kalau mau membedah, apa sih yang membedakan sehingga bisa seperti ini?

Pertama2…tentu saja tidak lepas dari pertolongan Allah…yang mengizinkan aku buat bangun…

Kedua… salah satu hal yang sangat berbeda dari pola seorang Awan yang lama adalah… sekarang…aku punya support group…

Ada temen2 yang saling menyemangati, apalagi pas kemarin aku sempet off track… udah day #11 tp trus missed 1 malam.
Aku dipecutin lagi sama Fatkhul Muin​, Hassan Mulyadi​, Deddy Novrandianto​, Mahyi Barkha​, Heru Nugroho​, Karecka Tira​, dan temen2 lain di group fb 90days tahajud challenge…

Sebelumnya, tanpa support group dan orang2 yang bisa “hold me accountable” wah, dah bablas tuh…
Pattern yg dulu bisa berminggu2 atau berbulan2 mulainya lagi.
Ga lupa dibumbui drama2 di pagi harinya ala film korea 😀

Kalau diibaratkan seperti roket…

Roket agar bisa terbang dan tinggal landas lepas dari gravitasi bumi butuh sebuah gaya dorong yang luar biasa.

Nah kebiasaan yang aku miliki, pola2 yang aku miliki, itu seperti gaya gravitasi itu….

Berat dan susah banget buat lepas.

Namun kalau mau ditilik lebih jauh…., roket yang bisa lepas landas meninggalkan daya gravitasi bukanlah roket yang merupakan hasil usaha satu orang.

Tetapi usaha ratusan bahkan mungkin ribuan orang yang saling bekerja sama untuk suatu tujuan.

Hanya dengan berkerja sama, maka bisa dihasilkan roket yang bisa lepas dari gaya gravitasi bumi yang sangat besar.

Nah beberapa kali aku terjebak, merasa bahwa aku bisa membuat roket sendiri, dengan usahaku sendiri…
Merasa bahwa aku bisa lepas dari habit dan kebiasaan yang sudah bertahun2 aku miliki…dengan berusaha seorang diri…
Tidak mau minta bantuan orang…
Gengsi untuk minta tolong, atau ngajakin buat kerja bareng2…
Ga enak, ngrepotin… takut ngeganggu…

Padahal kalau aku mau meminta tolong, kalau aku mau cerita ke orang lain…apa sih yang aku inginkan, dan bisakah kamu bantu aku? dan aku juga bantu kamu? kita saling bantu buat kesuksesan bersama…. itu bakal punya peluang sukses yang lebih besar…

Dengan kata lain… aku lebih baik gak minta tolong, berusaha sendiri, dan kalah… daripada minta tolong, kerja bareng2 sama orang lain, dengan kemungkinan menang yang lebih besar…
I prefer lose again and again, protecting my image and my comfort zone….than to win together…

Di dalam 90days Tahajud Challenge juga seperti itu…

Kami bersama2 ingin bisa mencapai 90 hari berturut2 tanpa putus…melaksanakan Sholat Tahajud…
Terlepas dari apapun kegiatan di hari sebelumnya…
Terlepas dari apapun kondisi yang dialami…
Kami ingin bisa konsisten selama 90 hari…
Atau mungkin “ingin” saja tidak cukup…
Kami “belajar berkomitmen” untuk bisa konsisten selama 90 hari…

Yang aku rasakan adalah…
ketika aku off track,
ketika aku merasakan keragu2an apakah bisa atau engga,
ketika aku mau kabur melarikan diri aja…
ketika aku ditahan oleh gravitasi itu…
maka support group ku menyemangati untuk memulai lagi… untuk berjuang lagi…

My brother/sister… can you feel the gravitation around your habit? around your personality? around your worship to Allah?
Do you want to be able to take off away from that gravitation?
Do you have support group?
Have you reached out to them and say what do you want to achieve?

Kadang yang dibutuhkan adalah sebuah keterbukaan, untuk mengatakan… I can’t do this alone…
Kerelaan untuk berkata… Could you please help me? Can we do it together?
Kemauan untuk melepas image, untuk mengakui bahwa aku punya kelemahan… and it’s ok to have weakness…
it’s ok to be vulnerable…
untuk kemudian memahami bahwa salah satu cara untuk mencapai apa yang diinginkan adalah…dengan bekerja bersama2…

Karena tidak pernah ada dalam sejarah…roket yang dibuat oleh satu orang bisa lepas dari gravitasi bumi…

….
Bantulah saudaramu, baik dalam keadaan sedang berbuat zhalim atau sedang teraniaya. Ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, kami akan menolong orang yang teraniaya. Bagaimana menolong orang yang sedang berbuat zhalim?” Beliau menjawab: “Dengan menghalanginya melakukan kezhaliman. Itulah bentuk bantuanmu kepadanya.” [HR. al-Bukhâri]

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

May Allah give us what we pray for…
May Allah always remind us that while we pray, we need to take action, consistently, toward what we pray for…
Because “Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil ‘akhirati hasanatan waqina ‘adhaban-nar…” need to be worked on, not only habitual pray without action…

Your brother,
Awan Rimbawan

Cerita Tahajud Day #10: Dibangunin sama Kinan lagi

Hari ini, hari pertama Kinan anakku yg masih umur 2 tahun ditinggal ibunya training ke Jakarta…

Jadi kami cuman berdua di rumah…

Dari pagi sampe sore ak setelin youtube yg dicolokin ke tv… Biar bapaknya bisa kerja.
Sorenya baru diajak keluar.
Mungkin karena siangnya engga tidur, sorenya diajak naik motor silir2 angin…di boncengan depan tidur sendiri… 😀

Jadi aku jadi bisa ketemu sama pakbro Kiki Sudiana ahli manajemen inovasi dan HRD di gedung bunder Bandung Technopark(BTP). Lumayan, dapet pencerahan gratis… makasih ya pakbro 😀 dan sekali lagi selamat BTP ada 9 tenant yang tembus dapet dana hibah dari kemenristek, canggih (y) (y)

Setelah maghrib, strategiku biar Kinan engga nyari2 emaknya adalah… diajak makan yg kenyang…trus diajak main biar cape… pulang rumah biar langsung tidur…

Alhamdulillah…strateginya terlaksana dengan baik…

Namun…barusan tadi, tiba2 dia kebangun dan nangis nyari2 ibunya…

Sempet agak panik karena sendirian, dan secara track record belum pernah Kinan tidur terpisah dari emaknya.

Kalau siang sih ga masalah, bisa dialihin diajak main kemana gitu… lah kalau tengah malem kayak gini? Ayah bingung nak :p

Alhamdulillahnya engga lama… pas nangis2 cari bundanya, aku gendong sambil ditenangin sebisa2nya…

Intermezzo…mungkin Kinan pengen bangunin bapaknya tahajud dengan caranya dia sendiri…

Pastinya tangisnya Kinan itu dari Allah juga…

Dan kalau mau dilihat lebih dalam…pastinya… semua tantangan dalam hidup yg aku alami juga dari Allah…

Jadi yuuuk, kita manfaatkan malam ini… buat memperkuat hubungan dengan Dia…
Karena sesungguhnya apapun makanannya, minumannya pasti…

Eh… maaf…

Apapun tantangannya…solusinya pasti sudah Allah sediakan…

Bagi dia mudah… hanya sekedar Kun… maka beres semuanya…

Tinggal kita mau atau tidak dekat2 dengan Dia yang membuat masterplan dari hidup kita…

So my brother and sister…Yuuuk… kita manfaatkan malam ini buat curhat sama Dia… 🙂
Tentang apa yang sudah aku lakukan…
Tentang peran2 yang Dia berikan namun telah aku lalaikan…
Tentang kebingungan2 yang aku alami…
Tentang kesulitan2 dan perasaan mentok di sana sini…
Tentang usaha2 yang seolah2 tidak kunjung menemukan titik terang…
Tentang syukur atas rahmatNya yang telah diberikan…
Tentang orang tua, tentang pasangan, tentang anak, tentang sahabat, tentang saudara, tentang finansial, tentang karir, tentang bisnis…semuanya…

….selagi masih diberi waktu…untuk kembali membuka mata…
….selagi belum terlambat…
…….

“Sesungguhnya kamu (hai Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah lah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendakiNya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56)

…….
Day #10 on 90days Tahajud Challenge
Hari keberapa kamu hari ini my brother/sister?
Absen dan saling nyemangatin dulu dikomen yuuuuk…

Your Brother,
Awan Rimbawan

Tips Tahajud: Jaga Agar Garisnya Tetap Tersambung

Dulu waktu kerja di pulau dewata, saya pernah ketemu dengan orang Yahudi.
Orangnya baik banget, tp ga ngerti sama sekali tentang komputer.
Bahkan dia pernah suatu kali manggil saya ke kantornya, karena nggak tahu gimana cara pakai mouse 😀
Namun begitu orangnya cerdas dan ahli dalam berhubungan dengan orang.

Stereotip cerdas dalam yahudi memang sudah melekat.
Saya bertemu beberapa kali dengan orang Yahudi ini, rata2 cerdas dalam keuangan dan juga bisnis.
Pernah bertemu dengan beberapa mereka, yang mengembangkan bisnis digital dari 0 dengan pemikiran2 sederhana dan melihat peluang yang ada di depan mata hampir semua orang.

Suatu kali seorang dari mereka pernah ada yang berkata dengan saya… “You have to learn to trick your mind, otherwise your mind will do it’s trick on you”

Saya tidak paham maksudnya sampai suatu ketika saya menemukan sebuah artikel yang bercerita tentang seorang komedian.

Komedian ini, adalah newcomer di dunia standup comedy.
Jadi ketika pagi sampai sore, dia kerja dan malamnya dia berlatih komedi.
Dia sangat suka dengan dunia standup comedy.
Namun dia sendiri tidak yakin bisa menghidupi dirinya dan bersaing di dunia itu.

Sampai suatu saat dia berpikir bahwa… mungkin dia tidak bisa menentukan apakah dia akan berhasil atau tidak di dunia comedy.
Yang bisa dia lakukan adalah menjaga konsistensi dan motivasinya untuk terus berlatih.
Tentu saja, di tengah keraguan banyak ups and down nya.

Maka yang dia lakukan adalah mendatangi kafe2 kecil yang menyediakan panggung untuk nya perform.
Dia menggunakan sebuah trik untuk membuat dirinya konsisten perform setiap malam di klub2 kecil ini.

Bagaimana trik nya?

Dia menggunakan sebuah kertas yang berisi kotak2 tanggal.
Setiap dia perform malam itu, maka dia membubuhkan tanda x dalam sebuah kotak.
Besoknya dia juga perform juga, dan dia membubuhkan tanda x di kotak lanjutannya.
Dua tanda x itu dihubungkan dengan sebuah garis.
Kertas itu ditempel di kamar tidur dan juga kamar mandinya.
Setiap hari dia lihat, dan dia berkata pada dirinya… saya akan melakukannya hari ini, agar garis ini tetap tersambung…apapun yang terjadi…
Yang dia lakukan adalah tiap hari dia meyakinkan dirinya, untuk menjaga agar garis itu tetap tersambung, untuk tidak memutus garis itu… apapun yg terjadi…

1 hari, 2 hari, seminggu, sebulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun… yang dia lakukan tiap hari adalah… untuk menjaga garis itu tetap tersambung…

Setelah beberapa saat apa yang terjadi?

Karena berlatih tiap hari, dia mulai menjadi lebih baik…lebih baik dan lebih baik lagi…
Kemudian diapun ditawari untuk berpindah ke kafe yg lebih besar, stage yang lebih besar, dan terus lagi…
Diapun berubah menjadi komedian besar.

Hanya dengan sebuah trik… untuk menjaga agar garisnya tetap tersambung, dan mengingatkan itu terus setiap hari…
Nah teman2… buat yang punya masalah dalam konsistensi bangun pagi atau bertahajud, mungkin trik ini juga bisa digunakan.

Saya sendiri punya masalah yang sama, susah sekali untuk konsisten.
Sehari, putus, 2 hari putus, habis itu riweuh sendiri :p
Mulai dari 7 hari yang lalu…saya mencoba trik ini…
Alhamdulillah 7 hari ini lancar.

Kalau buat orang2 yg udah biasa tahajud sih ini bukan apa2…tp buat saya…yang beker harus dipasang beberapa kali (jam 3, jam 3.30, jam 4) dan semua dimatiin trus tidur lagi, yang bangun subuh aja mikir dingin apalagi keluar buat subuh di mesjid, trus habis itu subuhnya bernuansa dluha 😀 , bagi saya… ini merupakan pencapaian luar biasa…
7 days in a row… emejing buat saya sendiri…

Kuncinya ada di menjaga agar garisnya tetap tersambung, dan menempatkan garis itu di tempat yang mudah dilihat tiap harinya…

Siapa tahu bisa dicoba buat nanti malam?

Yuk, kita persiapkan hari ini untuk menyambut tahajud nanti malam 🙂

Your brother,
Awan Rimbawan

Tips Tahajud: Fokus di Lead Measure

 

“Thousands miles journey begin with single step”

Target 90hari berturut2, dimulai dari tantangan 1 hari.

Yuk, siapa mau declare untuk Tahajud nanti malam? tulis di bagian comment ya…

Jangan malu2 buat melakukan deklarasi, karena dengan deklarasi itu maka niat akan jadi lebih kuat.

Selanjutnya, yuk bilangin deklarasi kita ke orang2. Bisa mulai dari orang2 terdekat kita. Kasih tau ke mereka kalau nanti malam saya niat untuk bangun Tahajud.

Truss… pengen share sedikit nih… kemarin baru aja berkenalan lebih jauh dengan 4dx.
4dx ini adalah singkatan dari 4 discipline of execution. Konsep ini diperkenalkan oleh Sean Covey (anaknya Stephen Covey 7habits), dan banyak dipergunakan untuk pengembangan bisnis.

Saya pertama kali dengar ttg 4dx akhir tahun lalu, waktu itu di acaranya Grounded Business Coaching. Tapi trus kemarin diingetin lagi sama Bang Alvan tentang konsep ini.

Nah di 4dx ini, ada istilah Lag Measures dan Lead Measures. Lag Measures adalah hasil akhir yg ingin dituju. Misal di bisnis pengen omset 100juta akhir bulan ini. Sedangkan Lead Measures, adalah parameter2 yang perlu dilakukan sehingga jika itu tercapai maka Lag Measures itu juga tercapai. Jadi jika Lag Measures nya adalah omset bisnis 100jt akhir bulan ini, maka Lead Measuresnya misalnya… kontak 10 pelanggan potensial per hari, mempercepat lini produksi menjadi 2x lipat, follow up dan kontak 10 pelanggan lama perhari, memperkenalkan produk kepada 100 orang perhari, dll.

Nah kembali ke Tahajud…

Kalau Lag Measures saya adalah untuk bisa memenangkan 1day tahajud challenge nanti malam, apa Lead Measures nya?

Experience saya, adalah memperbanyak amalan2 sunnah untuk menyambut waktu Tahajud.

Misal LM:
– Dluha, dan berdoa agar nanti malam dibangunkan untuk Tahajud.
– Qobliyah Dhuhur
– Ba’diyah Dhuhur
– Qobliyah Ashar
– Ba’diyah Maghrib
– Qobliyah Isya
– Ba’diyah Isya
– Berdoa sebelum tidur mohon dibangunkan untuk Tahajud
– Mendengarkan 1 ceramah tentang manfaat sholat tahajud di Youtube
– Share sama orang2 di rumah klo nanti malam mau tahajud
– Setting alarm
– Tidur siang
– Minta teman telpon tuk bangunin
– Share sama temen2 fb boleh ga? 😀
– …dll

Waktu itu saya mikir, kalaupun nanti malam kelewat lagi… jelek2nya paling engga udah dapet pahala niat, dan pahala melakukan sunnah2. 😀

Sebenernya cukup lama saya sendiri niat pengen Sholat Tahajud tapi kelewat2 terus…
Malah sempet curhat sama Pak Hendra… saya ini kok ya udah niat, kelewatan terus…
Kalau bangun pagi nyesel…kenapa kok klewat…
Pasang alarm, matiin tidur lagi.
Pagi2nya yah nyesel deh…
Dan itu terjadi berkali-kali…
Kata Pak Hendra, Insya Allah…niatnya saja sudah dihitung sebagai pahala…

Habis itu trus ada kepikiran, ya udah… lakuin aja apa yg bisa dilakuin…
Klo udah kelewat, ya udah yg sekarang bisa apa dikerjain.
Masih bisa Dluha dan Rawatib, kerjakan itu dulu aja deh…
Sambil mohon minta dibangunkan.
Karena saya nyadar diri, sering melakukan dosa dan maksiat.
Kemungkinan ga bisa bangun tahajud itu juga karena dosa dan maksiatnya udah kebanyakan.
Jadi mungkin disuruh ngerjain amalan2 yang lain dulu, baru bisa bangun malem.

Nah temen2… saya di sini bukan ustad.
Dosa dan maksiatnya juga banyak banget.
Cuman share aja, dan ngajakin bareng2…
Soalnya saya sendiri ngalamin, klo sendirian itu berat banget hehehe…
Nah siapa nih yang mau ambil tantangan 1day Tahajud Challenge nanti malam?
1 hariii….. aja dulu 😀
1 day tahajud challenge buat ketemu pencipta alam semesta nanti malam 😉

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?”
(Q.S. Al-Sajdah [32] :4 )

Cerita Tahajud: Hidup Itu Punya Irama

Kemarin ketemu dengan temennya Pak Tio Januar namanya Pak Bambang.
Beliau cerita pernah bangkrut di tahun 2003.
Ga cuman bangkrut..tapi bangkrut krut… soalnya yang dia punya abis semua.
Sampai motor aja ga punya, dan harus dipinjemin oleh salah satu kenalannya.

Dia ngerasain bingung, ga tau apa yg mau dilakukan.
Dia juga baru ngerasain rasanya naik motor kehujanan.
Boncengan sama istri dan anaknya, dan minggir dulu berteduh di pinggir jalan, trus hujan2an pakai jas hujan.

Klo ak sih ngerasain…pasti bingung banget buat orang yg ga terbiasa kayak gitu trus harus ngalamin down grade lifestyle seperti itu.

Sampai kemudian beliau belajar tentang adanya irama dalam kehidupan.

Ya, kehidupan itu punya irama.
Kadang naik, kadang turun.

Kalau mau digambarkan mungkin seperti grafik gelombang yg pernah kita dapet waktu sekolah dulu.

Hidup juga punya irama seperti itu…

Jadi kalau pas lg di atas, persiapkan diri, persiapkan mental…karena suatu saat pasti di bawah.

Nah pas di bawah, jangan terlalu sedih, jangan terlalu bingung, enjoy aja processnya karena kalau sudah mentok dan habis masa dibawahnya pasti nanti naik terangkat ke atas.

Hidup ini punya irama, nikmati dan persiapkan diri…

Nah buat yg sekarang lagi bingung tentang bisnisnya, tentang karirnya, tentang keluarga…atau di sisi kehidupan yang lain…

Mungkin perlu dicoba juga menikmati irama kehidupan ini sambil bertahajud.

Setelah semua yang tahu sudah dilakukan, tetapi belum ada hasil yg diinginkan… mungkin saatnya pasrah menyerahkan itu kepada Yang Maha Menentukan…

Mungkin saat ini Dia sedang tersenyum melihat kita, yang sedang kebingungan… memanggil2… sini loh sini… curhat sama Aku aja…

Sementara kitanya sibuk dengan kebingungan kita sendiri… sibuk berfokus mencari teknik2 yang kita pikir bisa mengubah keadaan kita…dan lupa bahwa ada Dia yang menentukan apa yang akan kita dapatkan…

Buat persiapan nanti malam…yuk cobain sunnah2nya dihidupkan lagi hari ini menuju malam… Rawatib nya… Dluha nya… dan sunnah2 lainnya…
Sambil berdoa…mudahkan Ya Robb… untuk bertemu denganMu nanti malam….
Mudahkan ya Robb… untuk bangun dan curhat denganMu…

Siapa tahu itu memudahkan jalan kita buat bertahajud dan bertemu dengan Yang Maha Menentukan nanti malam…

Karena Dia lah Yang Menentukan Irama Kehidupan kita…
Karena bagiNya segalanya mudah…
hanya sekedar Kun maka naik/turun lah irama kehidupan kita… 🙂

90Days Tahajud Challenge FB group

Cerita Tahajud: Pelajaran dari Tangis Kinan

14 Mei 2017 01:31
Hari ke #4 di 90days Tahajud Challenge

Hari ini kebangun jam 00:15
Gara-garanya Kinan nangis tanpa sebab.

Beberapa hari yang lalu juga gitu.
Dia kebangun dan tanpa ada alasan yg jelas, nangis lama ga berenti2.
Waktu itu, krn bingung ga ngerti maunya apa…pada akhirnya udah dipasrahin aja.
Cuman aku bacain Al Fatihah berulang2.
Dia pun pelan2 berenti nangis dan tidur di pelukan bundanya.

Malem ini nangisnya konstan.
Ga berenti2 dan ga jelas maunya minta apa.
Ditanyain sama bundanya juga ga ngerti maunya apa.
Minta digendong, begitu digendong nangis tambah keras.
Ditidurin lagi juga nangis lg.

Hmm… mungkin ini adalah cara Allah buat membangunkan sholat Tahajud.
Sama seperti malam sebelumnya.
Kalau ga salah itu adalah malam hari #1 untuk niat ngadain 90days Tahajud Challenge.

Ya sudah… ke kamar mandi dan ambil air wudlu.
Aku sholat tahajud diiringi oleh nangis nya Kinan yang konstan ga berenti2.

Pikiran campur aduk.
Antara khawatir mengganggu tetangga, pengen tahu apa sih Kinan maunya, gimana caranya bikin dia berenti nangis dsb dsb.
Tapi klo udah usaha dan tetep ga bisa, ya udahlah serahkan sama Allah aja…
Wong yang bikin Kinan nangis ya Allah, yang menghentikan Kinan nangis juga Allah.

Selesai tahajud dia masih tetep nangis…
Antara pengen marah, ni anak nangis ko ga diem2.
Tapi inget lagi…gimana klo ini merupakan latihan kesabaran dari Allah?

Ya udah klo gitu, hayuk…kita kuat2an.
Mana yang lebih kuat, nangisnya Kinan atau dzikir An Naas.

Akupun memulai untuk membaca surat An Naas berulang2 di dekat Kinan yang masih nangis di gendong bundanya.

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
Raja manusia.
Sembahan manusia.
Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi,
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
dari jin dan manusia.

Bisa jadi Kinan nangis karena mimpi buruk.
Bisa jadi Kinan resah karena sesuatu hal.
Aku serahkan semua sama Allah…

Trus Kinan minta dibikinin susu.
Sambil bikin susu, ga berenti dzikir An Naas…kenapa? lah wong dianya belum berenti nangis. Kan tadi game nya kuat2an antara nangisnya dia dan dzikir An Naas 😀

Setelah dibikinan susu aku duduk di sebelahnya.
Kinan masih nangis dipeluk sama bundanya.
Trus aku berpikir…
Mungkin ketika anak nangis, yang perlu ditenangin justru adalah orang tuanya.
Nangis pasti ada akhirnya.
Tetapi perasaan ketika anak nangis itulah yang perlu di manage.

Sama halnya dengan masalah dlm hidup…
Yang perlu ditenangkan adalah orang yang mengalaminya.
Masalah pasti ada akhirnya.
Masalah itu ada umurnya.
Tetapi perasaan ketika masalah itu hadir, itulah yang perlu di manage.

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
Raja manusia.
Sembahan manusia.
Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi,
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
dari jin dan manusia.

Lama…Kinan tetap nangis…
Lama…aku ulang2 An Naas…
Seems like forever…

Dan pada satu titik…nangisnya berhenti…
Aku lirik jam… 01:15
Berarti sudah satu jam-an.

An Naas pun berhenti…
Tapi tiba2 hati ini ingin berkomunikasi.
Lalu aku hirup nafas panjang…dan ketika nafas keluar mengucapkan lafaz Allah…
Begitu berulang2…

Aku ucapkan…

Terima kasih Ya Allah… telah diberikan ketenangan…
Terima kasih Ya Allah… telah diberikan kesabaran…
Terima kasih Ya Allah… telah diberikan pikiran, bahwa semua yang terjadi karena izinMu.
Tidak ada yang terjadi diluar rencanaMu.
Terima kasih telah diberikan bimbingan bahwa jika ada masalah yang tidak mampu hadapi, maka serahkanlah kepadaMu…
Terima kasih untuk mengingatkan, bahwa hanya dengan mengingatMu maka hati akan menjadi tenang…

Tarik nafas panjang….hembuskan Allah….
Tarik nafas panjang….hembuskan Allah….
Tarik nafas panjang….hembuskan Allah….

Ya Allah…engkaulah Tuhan penguasa alam…
Jika engkau berhendak, mudah sekali untuk membuat sesuatu terjadi…
Mudah saja bagiMu membuat Kinan tidak berhenti menangis…
Mudah saja bagiMu membuat Kinan berhenti menangis…
Mudah saja bagiMu memberikan cobaan dalam hidup seseorang…
Mudah saja bagiMu memberikan kekuatan agar orang itu bisa melewati cobaan tersebut…
Mudah saja bagiMu menyempitkan rizki, Mudah saja bagiMu melapangkan rizki…
Mudah saja bagiMu Ya Allah…

Tarik nafas panjang….hembuskan Allah….
Tarik nafas panjang….hembuskan Allah….
Tarik nafas panjang….hembuskan Allah….

Ya Allah… dalam peranku menjadi seorang anak, seorang suami, seorang ayah, seorang teman, seorang anggota masyarakat… aku banyak membuat dosa dan kesalahan…
Mudah saja bagiMu ya Allah, untuk mengampuni kesalahan2 itu…
Ampunilah kesalahan2ku sebagai seorang anak Ya Allah…
Ampunilah kesalahan2ku sebagai seorang suami Ya Allah…
Ampunilah kesalahan2ku sebagai seorang ayah Ya Allah…
Ampunilah kesalahan2ku sebagai seorang teman, saudara, anggota masyarakat Ya Allah…

Mudah saja bagiMu untuk membimbingku dan memberikan pelajaran atas kesalahan yang aku lakukan…
Mudah saja bagiMu untuk memberikanku kekuatan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama…
Mudah saja bagiMu untuk menyembunyikan aib2 dan dosa2 yang pernah aku lakukan…
Mudah saja bagiMu jika ingin menyebarkannya agar orang tahu…
Semuanya mudah bagiMu Ya Allah…

Tak terasa air mata menetes…

………
………
………

Temen2 group 90days Tahajud Challenge…
Aku sadari bahwa selama ini aku terlalu banyak berfokus pada mencari cara untuk mendapatkan sesuatu.
Tetapi lupa bahwa apa yang didapat bukanlah semata2 dari hasil usahaku, tetapi juga ada rencana Allah di sana.
Bahkan usaha sedemikian besar juga tidak akan ada hasil jika tidak digariskan oleh Allah.
Maka buat temen2 yang lagi punya masalah yang belum terselesaikan…
Buat yg lagi punya cobaan dan kebingungan mau pakai cara apa lagi…
Buat yang buntu, gak ngerti mau ngapain lagi…
Yuk serahkan sama Allah…
Cobain satu cycle 90days tanpa berhenti Tahajud…

Aku yang mengajak juga bukan orang yg udah pernah berhasil melakukannya.
Bukan juga ustad, bahkan bisa dikategorikan islam abangan yang cetek pengetahuannya.
Tapi aku mau bareng2 sama temen2 di sini buat belajar konsisten 90hari Tahajud tanpa putus.
Bahkan aku mungkin akan berat banget kalau mau melakukannya sendirian… oleh karena itu aku ngajakin temen2 semua bareng2 melangkah…

Moga2…Allah berikan kekuatan, kesabaran, keterangan hati dan pikiran, juga keikhlasan dalam menjalani semua tantangan2 kehidupan…

Yuk…. Bismillah…

…..

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.

Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar.

Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,
yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya,
(yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya),
yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi,
walaupun tidak disentuh api.

Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis),
Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki,
dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia,
dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(Q.S.An Nuur 24:35)

Mengubah Malas menjadi Sukses – Kisah Pendiri Penerbit Jabal

Perkenalan saya dengan Kang Hendra Setiawan dimulai ketika saya mengikuti sebuah camp wirausaha. Kebetulan waktu itu saya kebagian menginap sekamar dengan beliau. Ketika saya menanyakan apa usahanya? Beliau bilang… pedagang kaki lima, jualan buku…

Saya tidak pernah menyangka bahwa itu adalah awal dari sebuah relationship yg membawa banyak pencerahan dalam hidup saya.

Tentu saja saya tidak begitu saya percaya bahwa Kang Hendra ini betul2 jualan buku di kaki lima. Pelan2 baru ketahuan siapa beliau…

Hendra Setiawan lahir tahun 77, pernah kuliah dobel di UGM jurusan akuntansi dan juga Unsoed manajemen. Pada saat kuliah menurutnya, beliau tergolong mahasiswa yg malas dan tukang tidur. IPK nya di UGM 2,0 dan di Unsoed 2,8. Namun perkenalannya dengan 2 organisasi membentuk perkembangan kepribadiannya.

Organisasi yang pertama adalah masjid. Sewaktu jadi mahasiswa, beliau tinggal di Masjid dan belajar banyak tentang pelayanan. Hal ini dikarenakan banyak orang yang datang ke masjid dan butuh bantuan. Pernah suatu keika ada orang yang mau nyari alamat, dan dibantu muter2 3 hari nyari kos2an. Eh kemudian diketahui bahwa motivasi orang ini pengen mengembalikan dompet dan ingin diberi imbalan. Di Masjid inilah PH belajar tentang membantu dan melayani orang lain secara ikhlas. Organisasi kedua yang berkontribusi di dirinya adalah HMI. Di sana PH belajar tentang kebebasan berpikir. Sampai saat ini masih sering bertemu dengan teman2 HMI dan juga tokoh2 besar yg pernah tergabung di dalamnya.

Karena ketika kuliah beliau menyadari bahwa dirinya adalah orangnya malas, jarang kuliah, dan tukang tidur, maka beliau merasa tidak cocok bekerja sebagai karyawan. Kemudian yang beliau lakukan adalah menciptakan sistem yg cocok dengan gayanya sendiri. Jadi mulailah beliau memulai berdagang. Dagang macem2 apa aja parfum, cendol, alat-alat tulis. Termasuk jualan pulpen di bis pernah beliau lakukan. Tahu kan orang2 yg jualan di bis, pidato dulu di depan dan pulpennya dibagi2kan?

Setelah lulus kuliah beliau mulai merintis usaha penerbitan. Rumus yg selalu dia pegang adalah: cari bisnis yg mensyaratkan dibayar secara cash oleh pembeli, dan jika membayar ke supplier juga cash, sukur2 ke supplier bisa mundur. Beliau berprunsip tidak pernah melakukan piutang, dan membayar secara cash.

Dengan rumus ini, keuangannya selalu sehat dan disukai oleh para supplierkarena selalu membayar dgn cash. Bisnisnya pun membesar sehingga Penerbit Jabal menjadi salah satu penerbit terkemuka untuk Al Quran dan juga buku-buku agama islam. Total Al Quran yang pernah dijual sudah menembus angka 1 juta.

Namun begitu beliau merasa bahwa pencapaian terbesar Jabal bukan di omset atau di penjualan, tetapi perusahaan senantiasa dalam kondisi yg sehat karena selalu membayar dengan cash dan tidak punya piutang.

Beliau menceritakan bahwa saat sekarang ini, cash is the king. Karena dengan adanya cash, maka sebuah perusahaan selalu bisa mempunyai posisi yg lebih menguntungkan dalam menentukan penawaran harga dari supplier. Perusahaan juga pastinya dalam kondisi yang sehat, karena memiliki cash segar untuk membiayai operasionalnya. Bahkan beliau mensharingkan tidak ada perusahaan yang bangkrut karena rugi… yg ada perusahaan bangkrut karena tidak punya cash untuk membiayai operasionalnya. Mungkin sudut pandang pencapaian ini, didapat karena background beliau yg mempelajari akuntansi. Beliau juga pernah mengikuti sertifikasi Islamic Financial Qualification yang diberikan oleh Farouk Abdullah Alwyni, mantan direktur bank muamalat.

Namun begitu perjalanan usaha tidak selalu mulus. Ketika sedang merintis bisnis baru yaitu travel umroh, beliau pernah tertipu sebesar 1,2 Milyar. Tentu saja itu bukan uang yang sedikit dan sempat membuat beliau galau selama 3 bulan. Momen kebangkitannya dimulai saat mengingat lagi apa yang paling membuat semangat dalam hidup saat ini, yaitu keluarga. Bukan hanya keluarga inti (anak/istri) tetapi juga ada anggota keluarga di luar keluarga inti yang mendapatkan manfaat dalam perjuangannya berusaha. Syukur alhamdulillah, kerugian itu tidak berdampak di bisnis penerbitannya. Bahkan kemudian malah bertambah asetnya. Seperti biasa pembelian aset pun dibayar secara cash.

Beliau berkata bahwa nasihat terbaik yg pernah didapat adalah… Differentiate or Die (Berbeda atau mati). Kang Hendra dapatkan itu di buku karangan Jack Trout. Dari situ beliau berpikir bahwa bisnisnya harus ada pembeda. Walaupun secara jujur mengatakan kalau ditanya apa perbedaan Jabal dengan penerbit lain, beliau berkata tidak tahu…tetapi mindset bahwa harus selalu berbeda itu selalu dipakai. Buku lain yang menginspirasi adalah The Road to Mecca, yang menceritakan tentang perjalanan hidup Mohammad Asad. Nilai yang menginspirasi dari buku itu adalah kebebasan untuk bertindak dan melakukan apa yang diinginkan dalam hidup.

Pak Hendra senang sekali menonton film perang dan autobiografi. Bahkan juga… main game tentang perang. Kalau main game perang bisa sampai di tegur istri karena habis isya main sampe subuh.. dan setelah subuh baru tidur. Setelah itu bangun, makan main lagi sampai tamat. Berhenti hanya kalau makan, sholat dan ke kamar mandi. Beliau mengungkapkan bahwa di game dan film perang terdapat strategi2 yang sangat beliau senangi. Nonton film tentang biography juga banyak memberikan pelajaran berharga di hidupnya.

Di akhir pertemuan, saya mengajukan pertanyaan imajiner…

Kalau Anda bangun di dunia yg baru, suasananya seperti bumi. Peradaban nya sama dengan saat ini. Namun Di sana tidak kenal siapa2 cuman ada uang 5jt dan laptop, apa yg mau dilakukan?

Beliau berkata dengan enteng….
– Laptopnya dikasihin ke orang yg membutuhkan.
– 2,5jt nya di infaq kan.
– 2,5jt sisanya dibuat menikmati hidup.

Kenapa bisa begitu? karena menurut beliau tidak ada jaminan besok masih hidup. Tidak ada jaminan besok bangun di dunia yg lain dan dapet laptop dan 5jt lagi. Juga tidak ada jaminan kalau engga ada duit engga bisa makan. Disamping itu tidak ada jaminan punya umur panjang.

Yang pasti adalah… sekarang ada laptop dan uang di tangan. Yang pasti adalah sekarang bisa bersedekah dan menikmati hidup yang diberikan.

Terus kalau ternyata umur masih ada dan duit sudah habis gimana? Yah tinggal kerja atau jualan apa gitu, jawabnya….

Sekali lagi, tidak ada jaminan bahwa kalau tidak ada uang tidak bisa makan…

Pandangan yang menarik, mungkin inilah nilai yang membuat bisnisnya membesar secara sehat. Bersedekah dan menikmati apa yang ada sekarang. Kalau tidak punya dan ada kebutuhan, ya simple saja…berusaha. Tidak heran yayasan yang didirikannya: Pondok Yatim Al Hilal juga berfungsi sebagai saluran kegiatan philantrophynya. Memiliki beberapa pondok yang tersebar di bandung dan juga ratusan anak yatim yang tinggal di dalam pondok dan juga di luar pondok.

Terima kasih atas ilmunya Kang Hendra dalam tiga kata, beliau ini adalah lowprofile, ikhlas dan philantropist. Pastinya akan menginspirasi banyak orang lagi… ???

*Made with love by Awan Rimbawan*

Pelajaran dari Seekor Kadal

(catatan singkat dari Mastery Course Asiaworks dan Buku Mastery karangan George Leonard)

saya mengalami pikiran yang kacau
saya mengalami konsep kecewa
saya mengalami pikiran bahwa saya orang yang gagal
saya mengalami pikiran kembali ke masa lalu, masa di mana saya melakukan kesalahan
saya mengalami sensasi fisik lelah dan ingin tidur
saya mengalami pikiran bahwa saya adalah orang yang tidak berguna

Kawan…
Apakah yang anda alami, ketika Anda sedang kecewa?
Apakah anda kecewa…atau Anda mengalami konsep dari kecewa?
Jika Anda menjawab bahwa Anda kecewa…bagaimana Anda tahu bahwa itu adalah kekecewaan?

Dalam buku Mastery karangan George Leonard, salah satu hal yang saya dapatkan…
Bahwa saya pikir Mastery terbatas kepada seseorang yang sedang mengejar skill tertentu.
Katakanlah pelukis, ahli bela diri, programmer dll…

Namun kemudian saya mengalami pemikiran lain.
Pemikiran yang saya alami ini muncul setelah saya mengalami breakdown pagi ini.

Bahwa Mastery tidak terbatas kepada orang-orang yang saya sebutkan di atas.
Mastery sebagai sebuah jalan, melingkupi segala hal…
Melingkupi ketika saya mencuci piring…
Melingkupi ketika saya mengantarkan istri belanja…
Melingkupi segala aspek dalam hidup saya…

Bahkan menjalani hidup itu sendiri adalah sebuah Mastery, sebuah jalan untuk berlatih.
Karena berlatih…dalam jalan Mastery bukanlah kata kerja…namun sebuah kata benda…

Kemarin, di hari libur…saya berkomitmen untuk menghabiskan buku Mastery dalam 1 hari.
Di tengah2 saya membaca, entah dari mana datangnya…ada kadal kecil masuk ke dalam rumah.
Tahu kan kadal yg biasa ada di semak2 rimbun yang larinya cepat?

Walhasil, saya berusaha mengejar2 kadal itu lari kesana kemari.
Ke pojok lemari es, ke bawah lemari, ke kolong tempat tidur, bukan main susahnya…

Kegelian saya terhadap kadal tidak membantu sama sekali, malah memperpanjang proses penangkapan kadal tersebut.
Namun karena saya adalah satu2nya laki2 di rumah, mau tidak mau saya yang maju.

Di tengah2 kefrustrasian saya, saya mengalami pemikiran…
Arrgghhh… I just want to read a book…why this thing happened to me?
Why I can’t be alone enjoying this book…I just want to know what Mastery is…

Lalu saya teringat kata2 Ken Itoh, seorang Trainer Mastery Course dari Asiaworks
“Have what I have…”

George Leonard di bukunya juga berkata…
Bagi seseorang yang menapaki jalan Mastery, tdk ada “in between” semuanya adalah jalan untuk berlatih.

“Before enlightment, carry water and chop wood. After enlightment, carry water and chop wood”

Kebayang kan bagaimana seorang samurai yang mengeluh karena diberikan pertempuran yang menurut pikirannya gampang?

Berangkat dari situ saya mencoba menjalani nya dengan sepenuh hati…
Surrender…coming from nothing…
Beruntung, kadal itu akhirnya berhasir saya keluarkan.
Dengan menahan kegelian yang membuncah2 di dada…

My fellow traveler…
Di titik ini saya menyadari, bahwa di dalam kehidupan tidak ada yang perlu dicapai.
Karena ketika mencapai sesuatu hal, maka sesuatu itu akan lewat menjadi masa lalu.
Selanjutnya akan ada lagi sesuatu yang baru.
Jalan menuju mastery tidak akan pernah ada ujungnya.
Seumur hidup.

Di dalam relationship saya…saya mengalami kemajuan…kedataran…kemunduran…kebahagiaan…kekecewaan…
But that’s not the point…The point is…
Whether I want to continue the journey of Mastery in my relationship or not?
Am I willing to see my spouse as if I don’t know anything about her…or my mind is already full about my concept, prejudice, judgement about (I know) her?

Di dalam usaha saya…saya mengalami kemajuan…kemunduran…stagnasi…
But that’s not the point…
The real question is…
Am I willing to embrace it and continue learning in the journey of Mastery in my business or not?
To accept the stagnation, the profit loss, while continue to hone my business acumen…

Awan Rimbawan, [16.04.17 12:16]
Di dalam keimanan saya…saya mengalami kemajuan…melakukan dosa…mengalami syukur dan kekecewaan…mengalami kemunduran…mengalami rasa datar2 saja…
But that’s not the point…
The real question is…
Am I willing to continue adding my knowledge about the essence of my religion?
Am I willing to do good things more and more good things after I committed a sin?
Am I willing to continue searching ways to become closer and closer to Him ?

The journey to Mastery it is a long long road…
There’s nothing to get…not there’s nothing to get…
The continuous process is what matters…
Continue to focus on the question instead on the answer.
Continue to let go what have been collected, in order to embrace new things that haven’t been understand.
Continue to use fool’s mind, instead of expert mind.

Itu sebabnya Jigoro Kano…pendiri Judo, di akhir hidupnya berwasiat kepada murid2 yang mengelilinginya.
Wasiatnya adalah agar dikubur menggunakan white belt (sabuk pemula).
Padahal dia adalah seorang guru martial art yang punya ratusan ribuan bahkan jutaan murid.
White belt bukan hanya cermin dari kerendahan hati.
Lebih dari itu, merupakan mindset bahwa dia adalah selamanya seorang yang tidak tahu apa-apa.
Karena ketidak tahuan nya itulah dia terus berlatih…mengeksplorasi…tanpa beban seorang ahli…tanpa beban pemikiran “I know”

Are you willing to wear your white belt?
Or do you prefer to protect your image as an expert and black belt owner?

*written with love by awan rimbawan
*feel free to share if you think this is going to be useful for other, no need to ask permission nor pay anything to me ???

Kisah MB, Pengusaha Muda Yang Memilih Untuk Tidak Bekerja di Perusahaan Besar

Kemarin saya mendapatkan sebuah kesempatan berbincang dengan seorang pengusaha muda.

Sebut saja namanya MB. Beliau kelahiran 83 dan kisahnya sungguh menginspirasi.

Awalnya di tahun 2006 beliau mencoba menjual kerajinan tangan dan untuk berjualan dibuatlah sebuah website untuk market di Indonesia.

Di awal2 jualan tentunya sulit cari orderan. Bahkan keadaan itu memanjang sampai berbulan2.
3 bulan awal kerjanya cuman mantengin komputer dan internet dari pagi sampai malam. Rutinitasnya adalah cek email, blast email, cari database, cari prospek yg mau ditawarin…

Namun sayang ga pernah ada hasil… selama 3 bulan itu penghasilan nol besar, malah ada ga behenti keluar. Ngerjainnya di tempat kosan temen, yang nyewain internet dan komputernya.

Pada saat itu, MB baru lulus kuliah dari kampus yang terkenal. Kawan2nya dapat dengan mudah masuk ke perusahaan bonafid. Kebanyakan oil dan gas. Tentunya dengan gaji besar dan prestise yang tinggi.

Apalagi MB baru memulai bisnis setelah lulus kuliah. Karena dulu saat kuliah fokusnya adalah belajar belajar dan belajar. Orang tua menginginkan agar MB bisa berprestasi kemudian diterima kerja di oil dan gas agar cepat kaya seperti pamannya. Saudara saudara dekat juga sering mengingatkan bahwa…kamu usaha ga ada untungnya…rugi udah kuliah…lebih baik cepat kerja agar bisa kaya raya…

Malu sekali rasanya MB pada saat itu melihat teman2nya sukses, MB merasa minder, tidak pede dst…

Kegagalan memulai usaha pertama tidak menghentikan langkahnya. Lanjut pertengahan tahun 2007 MB melihat ada peluang untuk menjual kerajian miniatur alat musik ke luar negeri. Disitu mulai sedikit demi sedikit ada penjualan.

Waktu berjalan dan sambil berjalan berjualan miniatur alat musik, MB mencoba merintis usaha baju muslim di pertengahan 2008.

Namun awal 2009 badai kembali datang. Usaha miniatur musik nya tidak berjalan dengan lancar karena sepi order gara2 krisis global. Usaha baju muslim juga masih merugi dengan rapotnya merah tiap bulan.

Padahal partner usaha bisnis muslimnya sudah dia ajak untuk hijrah ke bandung, meninggalkan peluang kerja yang ada di jakarta.

Ditambah lagi, waktu sedang mengurus produksi ke penjahit partnernya ini terkena kecelakaan.

Awal 2009 benar2 momen dimana MB ini hampir mau menyerah. Tidak ada pemasukan, usaha rugi, banyak saudara dekat dan teman2 yang menyayangkan keputusannya untuk tidak memilih kerja di oil dan gas seperti teman2 sekampusnya. Pada saat itu MB merasa down sekali.

Lalu apa yang terjadi pada saat itu?

MB melakukan refleksi, merenung…apa sih dampak2 nya kalau berhenti usaha… Ini yg ada di pikiran MB…
– Partner saya kecelakaan, udah jadi jobless pula karena dibujuk buat pindah ke bandung, masak mau ninggalin dia seorang sendiri jadi jobless?
– Terus ada setengah modal usaha yang berasal dari luar, itu gimana pertanggung jawabannya kalau saya berhenti usaha dan memilih kerja?
– Apa sih dampak2 positif kalau saya lanjut usaha?

MB kemudian teringat artikel dan buku2 yang dibaca dari Purdi Chandra. Bahwa disitu perlu dimunculkan keyakinan bahwa walaupun sekarang kondisinya lagi susah, tapi suatu saat pasti berhasil…

Pada saat itu MB tidak ikut seminarnya Purdi karena tidak punya uang. Cukup baca dari artikel dan buku2 nya saja.

Akhirnya setelah melakukan refleksi… MB memutuskan untuk lanjut. Bisnis dibenahi…sedikit demi sedikit… yang kemudian membuahkan hasil manis.

Saat ini bisnis baju muslimnya sudah menginjak 9 tahun. Produknya sudah melanglang buana ke luar negri dan punya banyak sekali reseller dari sabang sampai merauke yang menjual produk premium nya. MB juga membuat usaha baru di bidang IT.

Sudah bisa nebak siapa orangnya?
Beliau adalah Mas Baim, owner dari
www.tuneeca.com
www.bippo.co.id
www.bipstuff.com

Lalu apakah kemudian semua berjalan dengan baik? Tentu ada naik turunnya… Apa sih yang kemudian membuat MB jadi semangat lagi?

Dulu MB berambisi menjadi pengusaha karena harta dan ingin menyalip kawan2 yang dikenalnya. Namun karena tahun 2012 sudah tercapai semua, MB mengalami kejenuhan. Bisnis tetap berjalan dengan baik, namun ada sesuatu yang kurang. Hal ini berlangsung selama kurang lebih setahun.

Dari situ MB mencoba mencari penyemangat baru yang positif…

Kemudian MB menemukan bahwa dirinya senang mengembangkan sesuatu menjadi besar.
Mb merasa senang melihat perusahaan tumbuh, melihat org2 yg dulu masuk masih SMA namun saat ini dibeasiswakan dan jadi leader2 di perusahaan. MB senang melihat konsumen yg dulu tidak pede tp semenjak kenal tuneeca, jadi pede untuk jualan dan semakin banyak saudara yaitu para pencinta produknya yang bergabung di komunitas tuneeca lovers…

Yang paling membuat semangat MB saat ini adalah kesenangan melihat sesuatu bisa tumbuh dan berkembang ke arah yg lebih baik dan berarti…

Kilas balik ke belakang, ada dua nasehat berharga yang pernah diterima:
1. Dari dosennya: kalau ga ingin dapat masalah, yaaa… jangan hidup…
2. Dari buku warren buffet: snow ball effect..apapun yang dikembangkan mulai dari yang kecil, jika konsisten pasti akan menggelinding semakin besar dan besar.

Bisnis jika sudah diatas 5 tahun, akan sulit untuk bertumbuh. Jadi salah satu yang MB banggakan adalah sudah 9 tahun Tuneeca berjalan dan bisa selalu bertumbuh tiap tahunnya.

Pengen tahu kebiasaan apa yang mengantarkannya ada di titik ini? MB membagikan resepnya yaitu mental belajar, mental terima kesalahan dan lakukan perbaikan, mental tidak pernah puas dan mental pantang menyerah.

MB sangat merekomendasikan untuk membaca buku2 biografi orang yang berpengalaman untuk memetik pelajarannya. Disamping itu buku-buku praktikal seperti Instant Cashflow dari Brad Sugar.

Untuk resource di internet, MB senang membaca laporan dan kinerja perusahaan di finance.google.com kemudian forbes.com untuk melihat berita list orang-orang terkaya, ted.com untuk nonton video di area leadership, inovasi, management. Terlihat di sini apa yang MB masukkan ke dalam kepalanya sehingga menghasilkan pencapaian seperti sekarang ini.

Pada akhir perbincangan kami, saya mengajukan sebuah pertanyaan imajiner…

“Kalau MB besok bangun di dunia yang baru, dunia ini mirip dengan bumi tetapi tidak ada yg dikenal di dunia ini. Anda masih mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang saat ini Anda miliki. Makanan dan tempat tinggal Anda sudah ada, tetapi Anda hanya punya laptop dan uang 5jt. Apa yang akan anda lakukan untuk 7 hari ke depan?”

Jawaban dari MB simple: cari komunitas, cari kenalan, kemudian cari peluang apa yg dibutuhkan oleh pasar

Ya bagi MB komunitas adalah elemen penting bagi bisnisnya. Beliau merasakan dukungan yang sangat besar dari kawan2 di TDA, TDA menurut MB bukan komunitas, tapi rumah yg beneran seperti layaknya ketika capek kita bisa pulang ke rumah dan mencharge up energi kembali.

Ah begitu banyak pelajaran dan inspirasi yang saya dapat dari MB. Semoga demikian halnya dengan Anda yang membaca tulisan ini. Sebuah cerita yang menginspirasi tentang apa arti terus usaha terus bangkit walau menemui berbagai kesulitan…

Saya kemudian teringat sebuah kata2 dari seorang pemimpin besar…

“Don’t judge me by my successes, judge me by how many times I fell down and got back up again”
– Nelson Mandela

Thank you MB, sukses selalu 🙂
(made with love by awanrimbawan.com)