MAU FASILITAS? YA KERJAKAN TUGAS.

Baru saja saya ketemu sama Mas Supri.
Lengannya baret2, kakinya juga.
Dia bilang, kemarin malah bengkak sepanjang lengan dan betis.

Mbak Ros duduk disampingnya.
Matanya masih agak merah.
Kepalanya dia bilang kadang masih mendengung.
Namun kondisinya jauh lebih baik setelah minggu lalu terpental dari kecelakaan motor bareng dengan Mas Supri.

Kadang saya bertanya2 pada diri sendiri…

Kalau saya sakit, apakah saya punya fasilitas untuk membiayai biaya berobat?
Terus biaya hidup selama saya tidak bisa mencari nafkah gimana?
Perlukah ambil tawaran dari Bank Anu.
Yang menjanjikan akan memberikan fasilitas biaya hidup jika saya sakit dan tidak bisa bekerja?

Tapi hari ini hal itu terjawab…

Mas Supri dan Mbak Ros tidak punya semua fasilitas2 secara tolak ukur orang modern.

Mas Supri dan Mbak Ros hanya punya tugas.
Tugasnya berbuat baik di tim TDAbox dengan peran memasak dan melakukan distribusi.

Namun karena tugas yang harus dilaksanakan itu, maka muncullah berbagai fasilitas dari Dia.

Setelah kecelakaan…perlu melakukan CT scan, eh ternyata ada yang ngebayarin.
Belum bisa buka bengkel jadi ga ada pendapatan, ada fasilitas dana pembiayaan hidup. Bukan dari perusahaan asuransi tapi tahu2 aja ada yang ngirimin uang beberapa juta ke rekeningnya.
Bahkan baru saja denger kabar, ada yang mau memfasilitasi biaya perbaikan motornya yang rusak parah karena tabrakan adu banteng motor dengan motor.

Motor yang rusak itu, diperlukan buat operasional belanja keperluan TDAbox.
Motor yang diperlukan buat wira wiri berangkat ke bengkel.
Motor yang tidak diproteksi asuransi kecelakaan, ternyata diproteksi oleh asuransi “lain”.

Ternyata janji Dia itu nyata…
Barang siapa yang mengerjakan tugas dengan sebaik2nya… maka akan diberikan fasilitas yang sebaik2nya pula…

Maka itu benar sekali pesan Sang Guru…carilah tugas, agar mendapatkan berbagai fasilitas.
Jangan malah karena mengejar2 fasilitas, tapi malah lupa mengerjakan tugas.

Apa tugas saya ya?
*pertanyaan kepada diri sendiri…

Salam,
Awan

Baru saja saya ketemu sama Mas Supri.
Lengannya baret2, kakinya juga.
Dia bilang, kemarin malah bengkak sepanjang lengan dan betis.

Mbak Ros duduk disampingnya.
Matanya masih agak merah.
Kepalanya dia bilang kadang masih mendengung.
Namun kondisinya jauh lebih baik setelah minggu lalu terpental dari kecelakaan motor bareng dengan Mas Supri.

Kadang saya bertanya2 pada diri sendiri…

Kalau saya sakit, apakah saya punya fasilitas untuk membiayai biaya berobat?
Terus biaya hidup selama saya tidak bisa mencari nafkah gimana?
Perlukah ambil tawaran dari Bank Anu.
Yang menjanjikan akan memberikan fasilitas biaya hidup jika saya sakit dan tidak bisa bekerja?

Tapi hari ini hal itu terjawab…

Mas Supri dan Mbak Ros tidak punya semua fasilitas2 secara tolak ukur orang modern.

Mas Supri dan Mbak Ros hanya punya tugas.
Tugasnya berbuat baik di tim TDAbox dengan peran memasak dan melakukan distribusi.

Namun karena tugas yang harus dilaksanakan itu, maka muncullah berbagai fasilitas dari Dia.

Setelah kecelakaan…perlu melakukan CT scan, eh ternyata ada yang ngebayarin.
Belum bisa buka bengkel jadi ga ada pendapatan, ada fasilitas dana pembiayaan hidup. Bukan dari perusahaan asuransi tapi tahu2 aja ada yang ngirimin uang beberapa juta ke rekeningnya.
Bahkan baru saja denger kabar, ada yang mau memfasilitasi biaya perbaikan motornya yang rusak parah karena tabrakan adu banteng motor dengan motor.

Motor yang rusak itu, diperlukan buat operasional belanja keperluan TDAbox.
Motor yang diperlukan buat wira wiri berangkat ke bengkel.
Motor yang tidak diproteksi asuransi kecelakaan, ternyata diproteksi oleh asuransi “lain”.

Ternyata janji Dia itu nyata…
Barang siapa yang mengerjakan tugas dengan sebaik2nya… maka akan diberikan fasilitas yang sebaik2nya pula…

Maka itu benar sekali pesan Sang Guru…carilah tugas, agar mendapatkan berbagai fasilitas.
Jangan malah karena mengejar2 fasilitas, tapi malah lupa mengerjakan tugas.

Apa tugas saya ya?
*pertanyaan kepada diri sendiri…

Salam,
Awan

INSIGHT DARI MBAK RIRI

Beberapa hari yg lalu aku ketemu dengan Mbak Riri.

Seperti biasa pembawaannya tenang sambil duduk santai di kantin dekat tempat kerjaku.

Aku menyapa dia, Gimana kabarnya Mbak?

Alhamdulillah baik dan sehat2 Mas Awan…
Di kondisi seperti ini, sehat saja sudah sangat Alhamdulillah… Kata Mbak Riri.

Hehe iya bener Mbak, timpalku dengan cepat.
Gimana bisnis mbak?

Mbak Riri menjawab:
Kalau bisnis dan penjualan sedang turun mas.
Dibanding bulan lalu, turunnya mungkin sampai 80%.

Wah banyak banget turunnya Mbak?
Kok Mbak Riri kelihatan tenang-tenang saja?
Aku memburu dengan cepat, penasaran.

Iya Mas… ada masalah teknis yang tak terduga…
Nggak papa… banyak pelajaran yg saya dapat dari sini…
Yang penting terus berusaha aja…
Bisnis memang memang sudah jadi pilihan hidup saya.
Jadi ya naik turun itu biasa bagi saya.
Jawab Mbak Riri.

Selang sejenak… Mbak Riri melanjutkan…
Sama seperti dalam hidup kan Mas…
Kita lagi hidup tenang2 ayem tentrem… eh tiba2 muncul masalah.

Saya merasa…bisnis itu ya mirip2 sama kehidupan.
Kita tidak benar2 tahu kapan masalah bisa datang.

Kok mbak Riri, kok bisa setenang itu menghadapi kondisi penurunan drastis seperti itu? 80% itu gede loh mbak… jawabku…

Gini Mas Awan…
Pegangan saya… hakikatnya pekerjaan dan bisnis adalah titipan.
Nanti ya pastinya akan dikembalikan.
Jadi saya penuhi saja syariatnya.
Bekerja, belajar, dan melayani sebaik2nya…

Kalau sudah memenuhi syariatnya terus disuruh berhenti bekerja ya berarti saya mau dipindah kerja sama Bos Besar ke tempat lain hehe… kata Mbak Riri dengan raut muka jenaka.

Akupun bertanya lagi…
Terus nasib karyawan nya Mbak Riri gimana?
Aku denger sudah mencapai puluhan ya karyawannya…?

Mbak Riri menjawab:
Saya nggak punya karyawan Mas…
Saya punya-nya partner.
Mereka rekan kerja dan tim bersama saya.

Penjualan besar/kecil memang akan berpengaruh terhadap pendapatan mereka.

Makanya kemarin saya ngumpul dengan tim saya.
Saya tanyakan gimana perasaannya di kondisi seperti ini?

Salah satunya ada yg bilang begini..

Bu Riri…saya masih bisa bilang Alhamdulillah dikasih kondisi seperti ini…
Sebelumnya Juni itu kan pendapatan kita bagus sekali.
Sangat berkebalikan dibanding kondisi bulan ini.
Namun dikasih kondisi yg menantang seperti sekarang saya jadi bisa menghargai nilai uang.
Sebelumnya kalau pingin jajan ngga dihitung2.
Kalau sekarang malah saya belajar lagi dalam mengatur pengeluaran. Jajan diatur. Pengeluaran diatur. Malah lebih teratur.
Saya malah berharap mindset seperti ini bisa terus nancep.
Jadi nanti kalau masalah teknisnya sudah beres dan kembali normal, saya malah jadi bisa nabung banyak.
Saya pengen bisa tetap hidup sederhana walau dikasih banyak sama Allah.

MBak Riri melanjutkan ceritanya…
Ada lagi tim saya yg lain, ngomong gini…

Nggak apa apa Bu Riri…
Dulu desember 2017 kita kan juga pernah seperti ini…
Penjualan seret…
Toh tim kita masih bisa bertahan.
Waktu itu cuman ada 4 orang.
Siapa yg sangka sekarang jumlah tim kita sudah 10x dari waktu itu.
Siapa tahu Allah sedang menyiapkan jalan buat naik kelas, 3 tahun kedepan bisa berkembang 10x lipat dari yg sekarang…

Aku terhenyak dan merespon mendengar penuturan Mbak Riri:
Masya Allah Mbak Riri… mindset tim nya keren2 bangetttsss…

Iya Mas, mereka itu energi saya…guru2 saya…jawab Mbak Riri jumawa…

Mbak Riri melanjutkan:
Kalau saya pribadi ya Mas…
Saya memandang sebuah masalah itu bukan sebagai masalah.
Tetapi sebagai peluang.

Peluang buat apa?

  1. Peluang buat upgrade spiritualitas saya.
    Ibadah mana yg masih kurang.
    Ibadah mana yg saya perlu tambah… ini saya refleksikan di kondisi2 sulit seperti ini…
  2. Peluang buat upgrade mindset saya.
    Seperti contohnya kemarin pas bulan Maret awal2 Covid.
    Dalam kondisi tidak menentu itu malah saya belajar dari buku2 tentang mindset dan bertemu dengan Filosofi Stoic.

Orang2 Stoic itu lucu loh Mas Awan…

Bahkan ketika mereka dikasih kondisi kaya, mereka meluangkan waktu tiap bulannya buat pakai baju paling jelek dan bertelanjang kaki keliling2 kota tanpa bawa uang.

Maksudnya biar mereka bisa faham. Kalau nanti ada kejadian jatuh miskin… oh gini to rasanya… kelaparan dan pakai baju jelek. Ah ga papa… aku masih bisa hidup dan bersyukur.

Jadi mereka terus mempersiapkan mindset jika nanti ada kondisi2 yg tidak mereka harapkan.

  1. Kondisi sulit adalah Peluang untuk upgrade skill.
    Saya banyak belajar Mas di kondisi sulit.
    Nanti setelah belajar skill2 baru pasti akan muncul ide baru.
    Sehingga saya belajar melangkah.

Pernah saya bahkan pinjam ke teman untuk bisa belajar hal baru.
Habis itu saya belajar habis2an.
Eh ternyata malah bisa jadi satu tim bisnis baru, Alhamdulillah…

  1. Peluang untuk memperbaiki amal.
    Bagi saya kondisi sulit itu berarti Allah pengen ngomong sesuatu.

Mbak Riri, perbaiki amal2 mu yg berhubungan dengan manusia…
Mana amal2 kebaikan yang perlu ditambah kepada orang lain.
Mana amal2 jelek, habit2 jelek, dosa2 berulang yang perlu dikurangi.
Mana tindakan2 yg bisa dilakukan untuk membantu orang lain?

Mungkin saya masih sedikit sekali sedekahnya… perlu ditambah…
Mungkin saya punya habit kalau ngomong pedes..
Kalau diberikan amanah tentang uang ada cacat2nya…
Itu yg perlu saya perbaiki…

Mungkin saya kurang banyak membantu orang lain…
Memudahkan urusan orang lain…
Itu yg coba saya tambah…

Di setiap kondisi sulit, saya terus berusaha untuk introspeksi diri mengenai hal ini Mas…

Akupun mengangguk2…
Takjub dengan cara Mbak Riri menyikapi permasalahan yg timbul dalam hidupnya…

Jadi menurut Mbak Riri, masalah itu apa? Tanyaku lagi…

Mbak Riri menimpali:
Masalah itu cuman kondisi kehidupan.
Semua kondisi juga punya umur masing2.

Senang ada umurnya.
Susah juga ada umurnya.
Datang dan pergi silih berganti…

Saya berusaha mendidik diri untuk biasa2 saja… kalau senang jangan terlalu senang.
Kalau sulit ya tidak usah terlalu bersedih.

Pertanyaan saya pada diri sendiri…
Bisa engga saya merasakan adanya kasih sayang Allah di dalam semua kondisi itu?

Kalau saya bisa merasakan bahwa kondisi2 itu semua adalah settingan dari Allah…biar saya bisa upgrade hal2 yg saya sebutkan di atas… bagi saya sudah cukup Mas…

Aku tambah terdiam…
Teringat banyak hal yg perlu aku upgrade dalam menyikapi masalahku sendiri.

Sore itu bersama Mbak Riri, aku banyak belajar tentang kehidupan.

Bahwa ternyata kondisi kehidupan ini adalah peluang untuk upgrade. Dan peluang untuk merasakan kasih sayang dari Nya…

Ah Mbak Riri… maturnuwun atas sharing2nya 🙂

Salam,
Awan

Beberapa hari yg lalu aku ketemu dengan Mbak Riri.

Seperti biasa pembawaannya tenang sambil duduk santai di kantin dekat tempat kerjaku.

Aku menyapa dia, Gimana kabarnya Mbak?

Alhamdulillah baik dan sehat2 Mas Awan…
Di kondisi seperti ini, sehat saja sudah sangat Alhamdulillah… Kata Mbak Riri.

Hehe iya bener Mbak, timpalku dengan cepat.
Gimana bisnis mbak?

Mbak Riri menjawab:
Kalau bisnis dan penjualan sedang turun mas.
Dibanding bulan lalu, turunnya mungkin sampai 80%.

Wah banyak banget turunnya Mbak?
Kok Mbak Riri kelihatan tenang-tenang saja?
Aku memburu dengan cepat, penasaran.

Iya Mas… ada masalah teknis yang tak terduga…
Nggak papa… banyak pelajaran yg saya dapat dari sini…
Yang penting terus berusaha aja…
Bisnis memang memang sudah jadi pilihan hidup saya.
Jadi ya naik turun itu biasa bagi saya.
Jawab Mbak Riri.

Selang sejenak… Mbak Riri melanjutkan…
Sama seperti dalam hidup kan Mas…
Kita lagi hidup tenang2 ayem tentrem… eh tiba2 muncul masalah.

Saya merasa…bisnis itu ya mirip2 sama kehidupan.
Kita tidak benar2 tahu kapan masalah bisa datang.

Kok mbak Riri, kok bisa setenang itu menghadapi kondisi penurunan drastis seperti itu? 80% itu gede loh mbak… jawabku…

Gini Mas Awan…
Pegangan saya… hakikatnya pekerjaan dan bisnis adalah titipan.
Nanti ya pastinya akan dikembalikan.
Jadi saya penuhi saja syariatnya.
Bekerja, belajar, dan melayani sebaik2nya…

Kalau sudah memenuhi syariatnya terus disuruh berhenti bekerja ya berarti saya mau dipindah kerja sama Bos Besar ke tempat lain hehe… kata Mbak Riri dengan raut muka jenaka.

Akupun bertanya lagi…
Terus nasib karyawan nya Mbak Riri gimana?
Aku denger sudah mencapai puluhan ya karyawannya…?

Mbak Riri menjawab:
Saya nggak punya karyawan Mas…
Saya punya-nya partner.
Mereka rekan kerja dan tim bersama saya.

Penjualan besar/kecil memang akan berpengaruh terhadap pendapatan mereka.

Makanya kemarin saya ngumpul dengan tim saya.
Saya tanyakan gimana perasaannya di kondisi seperti ini?

Salah satunya ada yg bilang begini..

Bu Riri…saya masih bisa bilang Alhamdulillah dikasih kondisi seperti ini…
Sebelumnya Juni itu kan pendapatan kita bagus sekali.
Sangat berkebalikan dibanding kondisi bulan ini.
Namun dikasih kondisi yg menantang seperti sekarang saya jadi bisa menghargai nilai uang.
Sebelumnya kalau pingin jajan ngga dihitung2.
Kalau sekarang malah saya belajar lagi dalam mengatur pengeluaran. Jajan diatur. Pengeluaran diatur. Malah lebih teratur.
Saya malah berharap mindset seperti ini bisa terus nancep.
Jadi nanti kalau masalah teknisnya sudah beres dan kembali normal, saya malah jadi bisa nabung banyak.
Saya pengen bisa tetap hidup sederhana walau dikasih banyak sama Allah.

MBak Riri melanjutkan ceritanya…
Ada lagi tim saya yg lain, ngomong gini…

Nggak apa apa Bu Riri…
Dulu desember 2017 kita kan juga pernah seperti ini…
Penjualan seret…
Toh tim kita masih bisa bertahan.
Waktu itu cuman ada 4 orang.
Siapa yg sangka sekarang jumlah tim kita sudah 10x dari waktu itu.
Siapa tahu Allah sedang menyiapkan jalan buat naik kelas, 3 tahun kedepan bisa berkembang 10x lipat dari yg sekarang…

Aku terhenyak dan merespon mendengar penuturan Mbak Riri:
Masya Allah Mbak Riri… mindset tim nya keren2 bangetttsss…

Iya Mas, mereka itu energi saya…guru2 saya…jawab Mbak Riri jumawa…

Mbak Riri melanjutkan:
Kalau saya pribadi ya Mas…
Saya memandang sebuah masalah itu bukan sebagai masalah.
Tetapi sebagai peluang.

Peluang buat apa?

  1. Peluang buat upgrade spiritualitas saya.
    Ibadah mana yg masih kurang.
    Ibadah mana yg saya perlu tambah… ini saya refleksikan di kondisi2 sulit seperti ini…
  2. Peluang buat upgrade mindset saya.
    Seperti contohnya kemarin pas bulan Maret awal2 Covid.
    Dalam kondisi tidak menentu itu malah saya belajar dari buku2 tentang mindset dan bertemu dengan Filosofi Stoic.

Orang2 Stoic itu lucu loh Mas Awan…

Bahkan ketika mereka dikasih kondisi kaya, mereka meluangkan waktu tiap bulannya buat pakai baju paling jelek dan bertelanjang kaki keliling2 kota tanpa bawa uang.

Maksudnya biar mereka bisa faham. Kalau nanti ada kejadian jatuh miskin… oh gini to rasanya… kelaparan dan pakai baju jelek. Ah ga papa… aku masih bisa hidup dan bersyukur.

Jadi mereka terus mempersiapkan mindset jika nanti ada kondisi2 yg tidak mereka harapkan.

  1. Kondisi sulit adalah Peluang untuk upgrade skill.
    Saya banyak belajar Mas di kondisi sulit.
    Nanti setelah belajar skill2 baru pasti akan muncul ide baru.
    Sehingga saya belajar melangkah.

Pernah saya bahkan pinjam ke teman untuk bisa belajar hal baru.
Habis itu saya belajar habis2an.
Eh ternyata malah bisa jadi satu tim bisnis baru, Alhamdulillah…

  1. Peluang untuk memperbaiki amal.
    Bagi saya kondisi sulit itu berarti Allah pengen ngomong sesuatu.

Mbak Riri, perbaiki amal2 mu yg berhubungan dengan manusia…
Mana amal2 kebaikan yang perlu ditambah kepada orang lain.
Mana amal2 jelek, habit2 jelek, dosa2 berulang yang perlu dikurangi.
Mana tindakan2 yg bisa dilakukan untuk membantu orang lain?

Mungkin saya masih sedikit sekali sedekahnya… perlu ditambah…
Mungkin saya punya habit kalau ngomong pedes..
Kalau diberikan amanah tentang uang ada cacat2nya…
Itu yg perlu saya perbaiki…

Mungkin saya kurang banyak membantu orang lain…
Memudahkan urusan orang lain…
Itu yg coba saya tambah…

Di setiap kondisi sulit, saya terus berusaha untuk introspeksi diri mengenai hal ini Mas…

Akupun mengangguk2…
Takjub dengan cara Mbak Riri menyikapi permasalahan yg timbul dalam hidupnya…

Jadi menurut Mbak Riri, masalah itu apa? Tanyaku lagi…

Mbak Riri menimpali:
Masalah itu cuman kondisi kehidupan.
Semua kondisi juga punya umur masing2.

Senang ada umurnya.
Susah juga ada umurnya.
Datang dan pergi silih berganti…

Saya berusaha mendidik diri untuk biasa2 saja… kalau senang jangan terlalu senang.
Kalau sulit ya tidak usah terlalu bersedih.

Pertanyaan saya pada diri sendiri…
Bisa engga saya merasakan adanya kasih sayang Allah di dalam semua kondisi itu?

Kalau saya bisa merasakan bahwa kondisi2 itu semua adalah settingan dari Allah…biar saya bisa upgrade hal2 yg saya sebutkan di atas… bagi saya sudah cukup Mas…

Aku tambah terdiam…
Teringat banyak hal yg perlu aku upgrade dalam menyikapi masalahku sendiri.

Sore itu bersama Mbak Riri, aku banyak belajar tentang kehidupan.

Bahwa ternyata kondisi kehidupan ini adalah peluang untuk upgrade. Dan peluang untuk merasakan kasih sayang dari Nya…

Ah Mbak Riri… maturnuwun atas sharing2nya 🙂

Salam,
Awan

LAPORAN KEGIATAN KOMUNITAS TANGAN DI ATAS BANDUNG BULAN SEPTEMBER 2020

Bismillahirrahmanirrahim…
Atas nama Allah yg Maha pengasih Maha Penyayang…

Assalamualaikum para suhu dan rekan2 seperdjoeangan…

Punten agak telat laporan kegiatannya. Harusnya di awal bulan, tapi baru sempat ditulis di tanggal 10 October…mohon izin untuk melaporkan kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan oleh TDA Bandung selama bulan September kemarin.

Kegiatan2 di bulan september kemarin bagi saya merupakan sebuah pembelajaran tentang sebuah kata: ikhlas.

Kedangkalan pemahaman saya atas kata tersebut ternyata menjadi sebuah jalan untuk mempelajarinya di TDA Bandung.

Di dalam membuat program, ternyata yang perlu didahulukan bukan bagusnya. Bukan sempurnanya. Bukan juga banyaknya yang hadir. Tetapi yang sangat penting untuk didahulukan adalah ikhlas dalam melaksanakannya.

Menjaga keikhlasan ini yang merupakan challenge tersendiri. Karena setelah sebuah program berjalan, pastinya akan ada ketidak-sempurnaan di sana sini. Bisakah hati ini tetap ikhlas… tetap konsisten dan menjaga istiqomah dalam menjalankannya?

Alhamdulillah, saya dikelilingi dengan orang2 baik yang ikhlas. Sehingga saya bisa belajar banyak dari mereka. Tim TDA Warrior Bandung yang terus menjalankan program2 yg bertujuan untuk membagikan kebermanfaatan.

Saya belajar dari teman2 di TDA bahwa sekecil apapun, terus bergerak terus menebar manfaat. Karena janji Allah itu pasti… Tiada balasan dari kebaikan selain kebaikan…

Berikut saya ceritakan beberapa program yang dijalankan di Bulan September kemarin:

Selasa 1 Sept
Sharing session telegram – tips trik COD
dari Kang @Jargus
Membahas trend market yang saat ini sangat dimanjakan COD. Kemudian bagaimana caranya mensiasati cash flow agar tetap lancar. Plus menghindari jebakan return/cancel nya.

Kamis 3 Sept MENDOAN – Mentoring Dan Silaturahmi Online Dua Pekanan.
Bersama Mas Ibrahim Bafagih.
Sharing dengan beliau selalu insightful. Kalem namun strategis. Sepertinya ini salah satu resep yang sampai sekarang membawa Tuneeca tetap berkibar menjadi brand muslimah nasional. Kata-kata yang paling saya ingat di sesi tersebut: Teman2 yang bisnisnya terdampak kondisi covid, jangan putus asa. Terus berjuang dan berinovasi. Teman2 yang di kondisi covid ini malah naik bisnisnya, jangan lengah. Karena pergerakan market terus berubah. Yang lengah bisa jadi nanti bisa kalah.

Jumat 11 sept
Kembali Sharing Santai di Telegram.
Bersama Kang Miftah PabrikBaja – Dengan Jurus Manajemen Setengah2. Setengah2 di sini yang dimaksud adalah keseimbangan. Insight menarik yang saya catat dari paparan beliau adalah semuanya bisa jadi expert dalam bidang yang diinginkan. Tips nya simple. Selama 6 bulan bergaul lah dengan orang yang ada di dalam bidang tersebut. Keteu dan ajak ngobrol minimal 1 hari 1 orang. Insya Allah dalam 6 bulan bisa jadi ahli.

Kelompok2 kecil dan terfokus untuk membahas bisnis masing2 juga berjalan di dalam program Kelompok Mentoring Bisnis (KMB). Walau kadang ada juga yang memplesetkan KMB menjadi Kelompok Makan Bersama 😀

Diantaranya ada KMB Batiman yang melakukan bisnis trip ke tempat2 spesial. KMB Titik Temu yang memilih untuk stay safe dan memilih opsi bertemu online di masa pandemi ini. Atau Kelompok Pandawa yang konon kabarnya salah satu anggotanya resign dari kerja karena bisnis kulinernya melesat drastis. Dan beberapa kelompok KMB lain yg terbentuk dan terus aktif.

Kamis 17 Sept
MENDOAN kali ini bersama Kang Heru gallery Notebook. Bercerita tentang sebuah peluang di masa pandemi ini yaitu: SIPLAH. Sistem Informasi Pengadaan Sekolah. Walau banyak pihak yang mengetatkan budget anggaran di masa pandemi ini, tetapi sekolahan tidak. Bahkan di sekolahan ada dana bermilyar-milyar yang dikucurkan dari pemerintah. Dengan platform SIPLAH maka bisa menjadi perantara pengadaan yang Insya Allah bersih dari hal2 yg tidak diinginkan. Karena dijembatani oleh marketplace. Bli-bli dan Blanja adalah dua marketplace yang direkomendasikan untuk SIPLAH.

Satu kata yang menancap di batin saya waktu Kang Naufal sebagai moderator mensharingkan selipan ayat di dalam acara di atas. Barang siapa mencari dunia, maka Allah akan memberikan sebagian dari dunia. Namun barang siapa yang mencari akhirat maka Allah akan memberikan dunia dan akhirat. Makjleb banget…buat saya yang masih suka silau dengan dunia 🙁

Oh ya selain itu ada kabar terbaru dari Divisi Eksternal bahwa kerja sama dengan klinik prodia sudah deal. Saat ini jika member TDA Bandung ke Klinik Prodia di Bandung maka akan mendapatkan discount 10%. Cukup dengan menunjukkan TDAPassport saja.

Sabtu 26 Sept
Divisi BU yang dikomandani oleh Kang @randy and the gank menggelar MarkeTDAy. Kali ini yang sharing adalah Kang Soni yang akan launching produk barunya: Macronies.id . Setelah sukses dengan ramen instan nya, peserta antusias menanyakan bagaimana strategi membangun sistem keagenan dengan produk ini. Alhamdulillah banyak ilmu yg disampaikan.

Pembicara kedua yaitu Kang Randy sendiri. Beliau mensharingkan tentang bagaimana evolusi permasalahan yg ada di dalam sebuah ekosistem delivery makanan. Juga peluang yang muncul di dalam bisnis Ghost Kitchen. Data2nya lengkap. Salah satunya dari Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung yang bertumbuh 12x lipat. Kayaknya perlu episode lanjutan nih, 30 menit rasanya kurang 🙂

Selasa 29 Sept
Kembali Sharing Santai di Telegram bertajuk Magic Pandemic.
Yang kebagian sharing adalah Kang Yordan. Lika-liku bisnisnya seru. Dari bisnis Alfmrt modal nol. Kemudian tutup dan menyisakan hutang yang besar. Jadi TKI buat nutup hutang. Menjalani berbagai petualangan bisnis lainnya. Tidak kapok. Bahkan di masa pandemi ini baru saja membuka bisnis yg baru di bidang beauty & skin care. Dahsyat, saya belajar banyak dari semangat perjuangan beliau.

Punten…maju dikit yah, ke tanggal 1 October.
Soalnya tanggung ada kabar yang sangat membahagiakan di program TDAbox. Program berbagi nasi box di Masjid dan orang2 di jalanan.

Biasanya donasi dibuka di hari Jumat. Untuk disalurkan selama seminggu kedepan. Selama ini seminggu cuman bisa membagikan 200-300 box saja.

Tapi Jumat 1 October Alhamdulillah, meningkat 3x lipat lebih. Yaitu 932 box.

Tadinya saya pikir ini karena Tim TDAbox jago dalam mencari donatur. Tapi setelah ditanya2, tidak ada perubahan signifikan dalam proses mencari donatur. Hanya share2 seperti biasa saja.

Ternyata setelah beberapa hari kemudian berkunjung ke dapur TDAbox saya baru tahu bahwa ada cerita2 di balik itu. Cerita yang kembali mengajari saya tentang keikhlasan.

Bahwa di dalam hidup ini, ada hal2 yang terlihat dan ada hal2 yang tidak terlihat. Bahkan hal2 yang tidak terlihat itu jauh…jauh…jauh lebih besar daripada hal2 yang terlihat.

Pencapaian materi ada di dalam domain hal2 yang terlihat. Namun keikhlasan dan niat tulus untuk melayani orang dan bermanfaat buat orang lain ada dalam domain hal2 yang tidak terlihat.

Saya sangat salut kepada teman2 di komunitas TanganDiAtas yang bekerja dalam senyap, berdoa dalam diam, dan bergerak mendukung program2 yang menebar manfaat…tanpa terlihat…

Mungkin pencapaian2 bisnisnya tidak terlihat. Keduniawiannya biasa2 saja. Tapi manfaatnya buat orang lain, nyata terasa.

Semoga Allah selalu memberikan petunjuk dan bimbinganNya kepada kita semua…

Salam,
Awan Rimbawan
Pelayan Komunitas TanganDiAtas Bandung

Bismillahirrahmanirrahim…
Atas nama Allah yg Maha pengasih Maha Penyayang…

Assalamualaikum para suhu dan rekan2 seperdjoeangan…

Punten agak telat laporan kegiatannya. Harusnya di awal bulan, tapi baru sempat ditulis di tanggal 10 October…mohon izin untuk melaporkan kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan oleh TDA Bandung selama bulan September kemarin.

Kegiatan2 di bulan september kemarin bagi saya merupakan sebuah pembelajaran tentang sebuah kata: ikhlas.

Kedangkalan pemahaman saya atas kata tersebut ternyata menjadi sebuah jalan untuk mempelajarinya di TDA Bandung.

Di dalam membuat program, ternyata yang perlu didahulukan bukan bagusnya. Bukan sempurnanya. Bukan juga banyaknya yang hadir. Tetapi yang sangat penting untuk didahulukan adalah ikhlas dalam melaksanakannya.

Menjaga keikhlasan ini yang merupakan challenge tersendiri. Karena setelah sebuah program berjalan, pastinya akan ada ketidak-sempurnaan di sana sini. Bisakah hati ini tetap ikhlas… tetap konsisten dan menjaga istiqomah dalam menjalankannya?

Alhamdulillah, saya dikelilingi dengan orang2 baik yang ikhlas. Sehingga saya bisa belajar banyak dari mereka. Tim TDA Warrior Bandung yang terus menjalankan program2 yg bertujuan untuk membagikan kebermanfaatan.

Saya belajar dari teman2 di TDA bahwa sekecil apapun, terus bergerak terus menebar manfaat. Karena janji Allah itu pasti… Tiada balasan dari kebaikan selain kebaikan…

Berikut saya ceritakan beberapa program yang dijalankan di Bulan September kemarin:

Selasa 1 Sept
Sharing session telegram – tips trik COD
dari Kang @Jargus
Membahas trend market yang saat ini sangat dimanjakan COD. Kemudian bagaimana caranya mensiasati cash flow agar tetap lancar. Plus menghindari jebakan return/cancel nya.

Kamis 3 Sept MENDOAN – Mentoring Dan Silaturahmi Online Dua Pekanan.
Bersama Mas Ibrahim Bafagih.
Sharing dengan beliau selalu insightful. Kalem namun strategis. Sepertinya ini salah satu resep yang sampai sekarang membawa Tuneeca tetap berkibar menjadi brand muslimah nasional. Kata-kata yang paling saya ingat di sesi tersebut: Teman2 yang bisnisnya terdampak kondisi covid, jangan putus asa. Terus berjuang dan berinovasi. Teman2 yang di kondisi covid ini malah naik bisnisnya, jangan lengah. Karena pergerakan market terus berubah. Yang lengah bisa jadi nanti bisa kalah.

Jumat 11 sept
Kembali Sharing Santai di Telegram.
Bersama Kang Miftah PabrikBaja – Dengan Jurus Manajemen Setengah2. Setengah2 di sini yang dimaksud adalah keseimbangan. Insight menarik yang saya catat dari paparan beliau adalah semuanya bisa jadi expert dalam bidang yang diinginkan. Tips nya simple. Selama 6 bulan bergaul lah dengan orang yang ada di dalam bidang tersebut. Keteu dan ajak ngobrol minimal 1 hari 1 orang. Insya Allah dalam 6 bulan bisa jadi ahli.

Kelompok2 kecil dan terfokus untuk membahas bisnis masing2 juga berjalan di dalam program Kelompok Mentoring Bisnis (KMB). Walau kadang ada juga yang memplesetkan KMB menjadi Kelompok Makan Bersama 😀

Diantaranya ada KMB Batiman yang melakukan bisnis trip ke tempat2 spesial. KMB Titik Temu yang memilih untuk stay safe dan memilih opsi bertemu online di masa pandemi ini. Atau Kelompok Pandawa yang konon kabarnya salah satu anggotanya resign dari kerja karena bisnis kulinernya melesat drastis. Dan beberapa kelompok KMB lain yg terbentuk dan terus aktif.

Kamis 17 Sept
MENDOAN kali ini bersama Kang Heru gallery Notebook. Bercerita tentang sebuah peluang di masa pandemi ini yaitu: SIPLAH. Sistem Informasi Pengadaan Sekolah. Walau banyak pihak yang mengetatkan budget anggaran di masa pandemi ini, tetapi sekolahan tidak. Bahkan di sekolahan ada dana bermilyar-milyar yang dikucurkan dari pemerintah. Dengan platform SIPLAH maka bisa menjadi perantara pengadaan yang Insya Allah bersih dari hal2 yg tidak diinginkan. Karena dijembatani oleh marketplace. Bli-bli dan Blanja adalah dua marketplace yang direkomendasikan untuk SIPLAH.

Satu kata yang menancap di batin saya waktu Kang Naufal sebagai moderator mensharingkan selipan ayat di dalam acara di atas. Barang siapa mencari dunia, maka Allah akan memberikan sebagian dari dunia. Namun barang siapa yang mencari akhirat maka Allah akan memberikan dunia dan akhirat. Makjleb banget…buat saya yang masih suka silau dengan dunia 🙁

Oh ya selain itu ada kabar terbaru dari Divisi Eksternal bahwa kerja sama dengan klinik prodia sudah deal. Saat ini jika member TDA Bandung ke Klinik Prodia di Bandung maka akan mendapatkan discount 10%. Cukup dengan menunjukkan TDAPassport saja.

Sabtu 26 Sept
Divisi BU yang dikomandani oleh Kang @randy and the gank menggelar MarkeTDAy. Kali ini yang sharing adalah Kang Soni yang akan launching produk barunya: Macronies.id . Setelah sukses dengan ramen instan nya, peserta antusias menanyakan bagaimana strategi membangun sistem keagenan dengan produk ini. Alhamdulillah banyak ilmu yg disampaikan.

Pembicara kedua yaitu Kang Randy sendiri. Beliau mensharingkan tentang bagaimana evolusi permasalahan yg ada di dalam sebuah ekosistem delivery makanan. Juga peluang yang muncul di dalam bisnis Ghost Kitchen. Data2nya lengkap. Salah satunya dari Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung yang bertumbuh 12x lipat. Kayaknya perlu episode lanjutan nih, 30 menit rasanya kurang 🙂

Selasa 29 Sept
Kembali Sharing Santai di Telegram bertajuk Magic Pandemic.
Yang kebagian sharing adalah Kang Yordan. Lika-liku bisnisnya seru. Dari bisnis Alfmrt modal nol. Kemudian tutup dan menyisakan hutang yang besar. Jadi TKI buat nutup hutang. Menjalani berbagai petualangan bisnis lainnya. Tidak kapok. Bahkan di masa pandemi ini baru saja membuka bisnis yg baru di bidang beauty & skin care. Dahsyat, saya belajar banyak dari semangat perjuangan beliau.

Punten…maju dikit yah, ke tanggal 1 October.
Soalnya tanggung ada kabar yang sangat membahagiakan di program TDAbox. Program berbagi nasi box di Masjid dan orang2 di jalanan.

Biasanya donasi dibuka di hari Jumat. Untuk disalurkan selama seminggu kedepan. Selama ini seminggu cuman bisa membagikan 200-300 box saja.

Tapi Jumat 1 October Alhamdulillah, meningkat 3x lipat lebih. Yaitu 932 box.

Tadinya saya pikir ini karena Tim TDAbox jago dalam mencari donatur. Tapi setelah ditanya2, tidak ada perubahan signifikan dalam proses mencari donatur. Hanya share2 seperti biasa saja.

Ternyata setelah beberapa hari kemudian berkunjung ke dapur TDAbox saya baru tahu bahwa ada cerita2 di balik itu. Cerita yang kembali mengajari saya tentang keikhlasan.

Bahwa di dalam hidup ini, ada hal2 yang terlihat dan ada hal2 yang tidak terlihat. Bahkan hal2 yang tidak terlihat itu jauh…jauh…jauh lebih besar daripada hal2 yang terlihat.

Pencapaian materi ada di dalam domain hal2 yang terlihat. Namun keikhlasan dan niat tulus untuk melayani orang dan bermanfaat buat orang lain ada dalam domain hal2 yang tidak terlihat.

Saya sangat salut kepada teman2 di komunitas TanganDiAtas yang bekerja dalam senyap, berdoa dalam diam, dan bergerak mendukung program2 yang menebar manfaat…tanpa terlihat…

Mungkin pencapaian2 bisnisnya tidak terlihat. Keduniawiannya biasa2 saja. Tapi manfaatnya buat orang lain, nyata terasa.

Semoga Allah selalu memberikan petunjuk dan bimbinganNya kepada kita semua…

Salam,
Awan Rimbawan
Pelayan Komunitas TanganDiAtas Bandung

RAKUSLAH TERHADAP ILMU, PELITLAH TERHADAP NAFSU

Jangan sampai terbalik.

Nafsu diumbar, ilmu malas buat dikejar.

Orang jadi mulia karena memiliki ilmu.
Orang jadi hina karena mengikuti nafsu.

Mengikuti nafsu makan, yang didapat adalah penyakit.
Banyak makan pedas, lambung sakit.
Banyak makan manis, diabetes.
Banyak makan di malam hari, segudang penyakit mengancam.

Mengikuti nafsu tidur, yang didapat adalah ketertinggalan.
Yang lain sudah sampai mana, diri sendiri jauh tertinggal.

Mengikuti nafsu berjam2 di sosial media…
Ngecek2 status orang lain, tayangan2 yg tidak berfaedah.
Iri hati timbul.
Merasa orang lain selalu lebih dari sendiri.
Hati akan selalu mengeluh,
rasanya orang lain punya hidup lebih baik,
punya barang lebih baik, punya apapun yg lebih baik.

Dorong diri untuk cari ilmu.
Dorong diri untuk mencari lebih banyak.
Dorong diri untuk membayar lebih banyak.
Dorong diri untuk menghabiskan waktu lebih banyak lagi… untuk ilmu.

Kemarin aku baru saja disentil oleh salah seorang guru.
Adabnya orang belajar: kurangi tidur, kurangi makan2 enak.
Terlalu banyak tidur, terlalu banyak makan2 enak akan melemahkan kecintaan terhadap ilmu.
Melemahkan semangat untuk mencari ilmu.

Jarak antara keinginan dan kenyataan adalah ilmu dan tindakan.
Cuman ingin saja, tanpa ada ilmu dan tindakan berarti angan2 kosong.

Punya uang, dibelikan gadget…percuma nanti juga rusak.
Kalau servis juga ngeluarin uang lagi.

Punya uang, dibelikan makanan enak…percuma nanti juga kenikmatannya cuman sebentar saja.

Kalau ingin makan enak, ga perlu uang.
Tinggal puasa saja.
Puasa melezatkan rasa.
Coba saja rasakan sewaktu buka puasa, apa saja pasti jadi enak.

Rakuslah terhadap ilmu.
Pelitlah terhadap nafsu.

Catatan pengingat untuk diri sendiri…

Salam,
Awan

LAPORAN KEGIATAN TDA BANDUNG BULAN AGUSTUS 2020

Bismillahirrahmanirrahim…

Assalamualaikum para suhu dan rekan2 seperdjoeangan…😊🙏😊

Bulan Agustus kemarin TDA Bandung melaksanakan beberapa program.

Salah satunya adalah KMB: Kelompok Mentoring Bisnis.

Untuk tahap awal, program ini dibuka khusus untuk pengurus TDA Bandung (TDA Warrior). Tahap berikutnya Insya Allah akan dibuka kepada Registered Member.

Mekanismenya peserta KMB membuat kelompok masing2 5 orang. Kemudian memilih ketua dan juga nama kelompoknya.

Lucu2 namanya, ada BTS (Bandung Timur Squad), Pandawa Lima, Marema, Titik Temu, Irama Group, dll.

Sebenarnya KMB ini selain ditujukan untuk belajar kepada mentor yg sudah lebih berpengalaman, juga untuk mengeratkan hubungan antar member TDA.

Tidak jarang yang kemudian bertemu dengan partner bisnis karena interaksi ini.

Bahkan denger2 banyak juga yang berpartner dengan mentor bisnisnya.

Secara kultur di TDA, partnership bisnis memang terjalin secara organik.

Mulai dari kenal biasa, kemudian karena sering berinteraksi maka selanjutnya bisa mengenal karakter masing2. Apalagi dengan adanya kesamaan visi, maka jalan bareng membuka bisnis baru atau berkolaborasi dapat terlaksana.

Saya bahkan pernah mendengar cerita di TDA.
Ada dua orang yang berpartner, tapi kemudian bisnisnya tidak berjalan sesuai harapan.

Namun karena didasari niatan silaturrahim dan terus menjaga hubungan baik, maka di akhir kerja sama bisnis malah saling ingin menanggung kerugian lebih banyak dari partnernya.

Kemudian baru saja beberapa menit beres pembagian harta gono gini, eh malah lanjut ngobrolin peluang bisnis baru lagi yg bisa dikerjakan bersama.

Memang tidak semua cerita partnership bisnis berjalan indah.

Tetapi secara umum jika kita sering berinteraksi dan mengenal karakter, maka kita akan lebih kecil kemungkinannya untuk berpartner dengan orang yg tidak pas dengan diri kita.

Di TDA kesempatan berinteraksi ini dibangun lewat banyak program2 dan kegiatan2.

Salah satunya adalah program bernama Mendoan: Mentoring Dan Silaturrahim Online 2 Pekanan. Diadakan setiap Kamis sore. Di sini secara online interaksi bisa dibangun. Nantinya jika akan menyambung silaturrahim lebih lanjut bisa japri langsung saja.

Ada juga Sharing Santai di Telegram. Yang tadinya dibuat 3 kali seminggu, mulai bulan Agustus diubah frekuensinya menjadi seminggu sekali… Biar lebih ngangenin katanya 😀

Program lain yang terus digerakkan adalah TDAbox. Program bagi2 nasi box yang dananya digalang tiap pekan.

Alhamdulillah semakin banyak member TDA yang mensupport program ini.
Bulan Aguustus ini Dapur ke-2 mulai dibuka di Cimahi, berkat support salah satu member.
Selain itu ada juga member yang mensupport pembuatan box nya dengan memberikan harga hpp, bayar mundur pula.
Lalu ada member yang menyumbangkan peralatan masak untuk dapurnya.
Ada juga member yang rajin sharing flyer TDAbox ke group2 WA/sosmed pribadi nya.
Alhamdulillah… sekecil apapun support yg diberikan Insya Allah akan diberikan balasan yang sebaik2nya. Kecil2 kalau dikumpulkan, Insya Allah akan memberikan kebermanfaatan yg lebih besar.

Pencapaian tiap pekan juga bervariasi.
Pekan 11 kemarin mencapai 472box
Pekan 12 kemarin mencapai 360box
Dengan donasi 10rb/box saja, mudah2an bisa terus bertambah kebermanfaatannya.
Silahkan bagi yg berminat donasi bisa WA ke 081222888380

Beberapa kerjasama yang dilakukan oleh Divisi Eksternal juga berjalan.
Diantaranya yang sudah fix di bulan Agustus kemarin adalah:
– Kerja sama untuk pengadaan workshop dan sertifikasi digital marketing.
– Bekerja sama dengan klinik Prodia untuk mendapatkan diskon khusus member.
– Support kompetisi bisnis Lokalate untuk coaching mahasiswa yang berbisnis. Peluang bagi temen2 kuliner untuk promosi ke kampus2.

Merefleksikan program dan kegiatan2 yang terjadi di bulan Agustus kemarin, saya menganggap TDA bukan sekedar komunitas bisnis. Tetapi sebuah ladang amal. Sekecil apapun bisa melakukan kontribusi.

Mau beramal secara dana bisa.
Secara waktu bisa.
Sharing secara keilmuan juga bisa.
Kalau merasa belum punya ilmu bagaimana?

Salah satu suhu memberi tips… ya udah, jadikan TDA sebagai tempat belajar… setelahnya sharingkan resume pembelajarannya kepada yang lain. Insya Allah bakal jadi kebaikan.

Alhamdulillah, banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan di TDA Bandung.
Semoga semua member TDA yang berbuat kebaikan di berbagai program dan kegiatan kemarin, dibalas juga oleh kebaikan kembali.
Seperti janji Allah… Hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān (QS Ar-Rahman : 60)

Mohon doa dan supportnya untuk kegiatan2 TDA di Bulan September yaaa 😊🙏😊

Salam,
Awan

PS: Ada selipan foto badminton di belakang. Refreshing nepak bareng di kelompok kecil dulu ya… karena kondisi masih covid tinggi… Mudah2an covid segera reda kegiatan TDAsport seperti Foodsal bisa segera dimainkan rame2 lagi 😀

facebook.com/awanrmb99/posts/10222025229918367
https://www.instagram.com/p/CEvedPzpNKV/

Raih Dunia Untuk Melampauinya

Boleh nggak sih bekerja untuk meraih dunia?
Untuk dapetin uang, rumah, motor, mobil dll…

Menurutku sih…boleh aja…
Allah menciptakan dunia, masak tidak boleh diraih dan dinikmati.

Tapi… jangan berhenti sampai di situ.
Rugi.

Kenapa rugi?

Karena semua yang ada di dunia itu fana.
Semua yang ada di dunia sifatnya cuman sementara saja.

Misalkan saja uang.

Pernah dapat uang?
Apakah uang itu sampai sekarang masih ada?

Misal pernah dikasih uang fisik 50rb.
Sampai sekarang uang fisik itu masih ada?
Pasti sudah nggak ada, dibeliin sesuatu.
Kalaupun masih ada, pasti nanti akan berpisah.

Apalagi uang di rekening bank.
Yang kita ga pernah lihat wujudnya.
Tiba2 Indonesia inflasi itu uang sudah tidak ada nilainya.
Krisis melanda, jadi hilang.
Ada sejuta skenario uang itu bisa lenyap.

Motor…
Sebagus2nya motor, nanti kan bakal jadi jelek.
Kalau motornya awet, kita bakal punya keinginan baru.
Ada model yg lebih baru.
Jadi motor kita kelihatan jelek.

Semuanya seperti itu.
Rumah.
Mobil.
Hubungan2.

Semua bakal berhenti, rusak, hilang, usang.

Karena semua yang punya awal, selalu punya akhir.

Oleh karena itu boleh saja menginginkan dunia.
Tetapi jangan berhenti di situ.
Raih dunia untuk melampauinya…

Gunakan dunia itu untuk kepentingan akhirat.
Jadikan dunia itu untuk membuat kita lebih dekat kepada Allah.
Pelajari kenikmatan dunia itu, pahami karakter kenikmatannya… agar kita bisa tertarik kepada kenikmatan spiritual.

Karakter kenikmatan2 dunia:
1. Terbatas, sementara.
2. Tidak akan memuaskan.
3. Membuat ketagihan. Jika terus dituruti tanpa rem, maka akan minta dipenuhi lagi dan lagi.
4. Merusak jika berlebihan.

Kalau kenikmatan spiritual gimana?
Ya kebalikannya.
1. tahan lama
2. membuat merasa cukup
3. memberikan kebermanfaatan
4. menguatkan

Jadi silahkan raih dunia.
Bikin target pendapatan, target kepemilikan, target impian2.

Tapi jangan berhenti di sana.

Gunakan dunia untuk kepentingan akhirat.
Gunakan dunia untuk memahami spiritual.
Gunakan dunia untuk memahami diri, mengembangkan diri.

Oh iya ya… saya punya sifat malas
Oh iya ya… saya punya sifat penakut…
Oh iya ya… saya punya sifat iri dan dengki…

Boleh banget menggunakan dunia sebagai iming2 agar saya bisa berubah.
Boleh bikin target2 uang, mobil dan rumah, agar karakter bisa berkembang.
Dari pemalas menjadi pekerja keras…
Dari benci buku jadi pencinta ilmu.
Dari penakut menjadi kuat dalam kepasrahan kepada Allah.
Dari punya dengki menjadi punya cinta kasih.

Sebenarnya hadiah sebenarnya bukanlah target2 dunia itu.
Hadiah sebenarnya adalah adalah perubahan diri kita.
Hadiah sebenarnya adalah pengenalan diri yg fana ini…

Dan barang siapa mengenal dirinya.
Maka akan mengenal Tuhannya…

Eh, jangan2… Dia menciptakan segala kenikmatan2 dunia ini…
Cuman sekedar agar kita bisa mengenal Dia…

Salam,
Awan

KERJA ITU BUAT APA?

KERJA ITU BUAT APA?

Pertanyaan itu sering menghampiri diriku dari dulu.

Sejak aku kerja di Bali, di Aceh, di Jakarta….
Bahkan waktu aku belajar di Belanda, London dan Kuala Lumpur pun pertanyaan ini menghampiri dalam bentuk yg lain…ngapain sih aku ngerjain ini di sini?

Pada dasarnya…semua orang bekerja.

Mau dipanggil sebagai investor, dia juga sebenarnya bekerja.

Bekerja buat milih2 perusahaan mana yg prospeknya bagus, bekerja menganalisa laporan keuangan, bekerja untuk menganalisa profil orang2 yg ada dalam sebuah bisnis… dan lain sebagainya.

Mau dibilang pengusaha, dia juga sebenarnya bekerja.

Bekerja buat mencari modal. Bekerja buat membangun tim. Bekerja untuk mempresentasikan hasil untung/rugi usahanya kepada investor. dlsb.

Jadi semua orang itu bekerja.

Bahkan semua orang adalah karyawan.

Karena karyawan itu = karya-wan.
Orang yang berkarya.

Apa karya mu di dalam pekerjaan?

Itu yg seharusnya kita tanyakan kepada diri kita masing2.

Di dalam tim ada bagian2nya.

Bagian advertising, karyanya adalah mendapatkan leads yg banyak, murah dan tertarget.

Bagian CS, karyanya adalah meningkatkan konversi penjualan, memuaskan pelanggan. Karena pelanggan yang puas akan kembali lagi dan lagi.

Lalu buat apa kita berkarya?
Buat apa kita bekerja?

1. Yang paling umum adalah bekerja itu untuk mendapatkan uang.

Hal ini tidak salah.
Karena kita perlu uang untuk membiayai hidup kita.
Biar kita tidak kelaparan.
Biar kita bisa menjaga kehormatan diri, keluarga bahkan agama… sehingga tidak mengemis dan meminta2.

Namun kalau berhenti di sini, sangat sayang.

Karena ada hal2 lain yg bisa dicapai dengan bekerja dan berkarya.

Yaitu next levelnya adalah:

2. Bekerja untuk mendapatkan mimpi

Ada orang yg bekerja di bidang yg tidak dia sukai.

Tidak menjadi masalah.

Karena nanti waktunya bisa dibagi.

Dia tidak perlu lagi pusing memikirkan uang.

Sehingga ada waktu2 senggang yg dia tidak perlu diisi dengan kekhawatiran bakal makan dari mana.

Waktu senggang itu bisa dieksplorasi untuk mimpi2 yg dia ingin capai.

Ada yang punya keinginan untuk jadi penulis.

Menulislah di waktu senggang.

Ada yg punya keinginan untuk membuat yayasan yg bermanfaat jadi orang banyak.

Bantulah orang lain di waktu senggang.

Ada yg punya keinginan untuk belajar lagi di bidang yg dia sukai.

Ambil lah training2 atau pendidikan di bidang2 yg disukai.

Ada yg punya keinginan untuk punya usaha sendiri.

Di waktu senggang eksplorasi peluang2 yg ada di perusahaan tempatmu bekerja.

Apa yg kurang? coba cari cara buat memenuhinya.
Coba pikirkan sebuah karya buat memenuhinya.

Bentuk tim baru, tambahkan dan kembangkan.
Nanti tim yang berkembang ini sangat berpotensi menjadi perusahaan2 baru.

Jadikan pekerjaanmu sekarang, sebagai komponen untuk mendukung mimpi2mu. Apapun itu.

Aku punya mimpi untuk bisa merealisasikan 1000 mimpi orang2 yg ada di dalamnya. Firli Group bagiku adalah tempat mewujudkannya.

Tapi jangan berhenti di sini…

Karena kalau berhenti di sini maka akan sangat rugi.

Level yg lebih tinggi lagi adalah:

3. Bekerjalah untuk mendapatkan mimpi dunia dan lebih penting lagi… mimpi di akhirat.

Karena kalau terbatas di mimpi dunia, maka akan sangat rugi.

Setelah dunia yg sebentar ini ada akhirat yang abadi.

Orang yg beruntung adalah orang yang menjadikan dunia nya sebagai bekal di akhirat.

Jadi sangat penting untuk mengevaluasi secara berkala setiap mimpi dunia yg ingin kita capai…

Apakah memiliki kriteria 3B ?
a. Baik untuk diriku ? (kebutuhan saat ini dan masa depan)
b. Baik untuk orang lain ? (keluarga, sosial, rekan satu tim)
d. Baik menurut Allah ? (ridho Nya adalah sebaik2nya ridho)

Kalau tidak terpenuhi tiga kriteria di atas… jangan dilakukan.

Karena kalau dilakukan pasti akan membawa keburukan.

Contohnya…
Mimpi ingin punya mobil.
Tetapi waktu dihabiskan untuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk menjaga hubungan keluarga.
Baik buat diri, tapi tidak baik buat orang lain.
Nanti mobilnya didapat, tapi hubungan keluarga berantakan.
Percuma, sengsara.
Apalagi kalau mobilnya gak dapat, keluarga juga hilang. Sengsara dua kali.

Contoh yg lain…
Terlalu fokus ingin mendapatkan keuntungan.
Kemudian menggunakan fasilitas kantor untuk berjualan barang sendiri.
Padahal fasilitas kantor itu ada hak2 anggota tim yg lain.
Pasti nanti akan menimbulkan ketidak percayaan.
Akan dikenal sebagai orang yg tidak amanah.
Sehingga akan menyulitkan langkah ke depan.
Membawa kehancuran untuk masa depan diri sendiri.

Contoh ketiga…
Mimpi ingin jadi orang kaya.
Tapi melupakan pembentukan wadah spiritual.
Melupakan latihan2 untuk mendekatkan diri dengan Allah.
Maka kalaupun jadi orang kaya, dijamin pasti kekayaannya akan membawa kerusakan untuk diri, keluarga dan orang2 sekitarnya.
Bisa2 dugem tiap hari, gonta ganti pasangan akhirnya kena penyakit aids, atau narkoba terus dipenjara. Menghancurkan kehormatan diri dan keluarga.
Contohnya sangat banyak, tinggal buka saja berita2 tentang selebritis.

Maka mimpi kita pun harus kita panjangkan.
Jauh melewati batas kematian kita.
Karena setelah kematian ada kehidupan yang lebih panjang, dan abadi.
Akhirat.

Orang yg beruntung adalah yang menjadikan mimpi dunia adalah sebuah pijakan untuk mimpi akhirat.

Selalu tanyakan apakah hal ini baik menurut Allah ?

Ketika kita bermalas2an untuk bekerja dan berkarya…tanyakan apakah untuk ini aku diciptakan Allah?
Guling2 di tempat tidur, rebah2an dan socmed-an sepanjang hari?
Bahkan semut di pinggir tempat tidur pun memenuhi hakikat ciptaannya kepada Allah…

Selalu ajukan ketika kita bermimpi, Apakah dengan mimpi ini aku akan mendapatkan ridho Allah?

Maka sangat penting untuk bersikap sensitif kepada Allah…
Sering2 sapa Allah…
Sering2 tanyakan dalam momen berdua sama Allah…apakah mimpi ini keinginan Allah, ataukah sekedar keinginan nafsuku?

Tulisan ini adalah sebuah pengingat diri sendiri.
Karena pada dasarnya semua orang adalah pekerja.
Karya-wan.
Pengusaha.

Bedanya adalah…
Untuk apa seseorang bekerja?
Untuk mendapatkan apa seseorang berkarya ?
Apakah dia itu pengusaha dunia, ataukah pengusaha surga yg sedang mengusahakan ridho Allah akan dirinya?

Kalau kita bisa saling mengingatkan tentang hal ini. Sepertinya hidup kita akan bisa tenang, damai dan penuh keindahan. Damai di dunia, damai di akhirat.

Fi dunnya hasanah, wa fil akhirati hasanah…

Salam,
Awan…
pekerja…
karya-wan…
pelayan kehidupan…

HUBUNGAN HATI DAN PIKIRAN – TEKNOLOGI KESELAMATAN

Yang aku pahami dan rasakan saat ini, hati adalah sumber energi yang bisa mempengaruhi pikiran. Pikiran kemudian akan berubah menjadi tindakan. Namun sayangnya hati tidak selalu bisa diakses.

Kenapa?

Kalau banyak melakukan perbuatan2 yg mengotori hati, maka hati akan mengeras.
Kalau mengeras maka dia akan sulit untuk diakses, tertutup oleh kotoran dan lapisan yg mengeras.

Saat hati sulit untuk diakses maka pikiran bebas bertindak sesuka2nya.
Bebas dipengaruhi oleh hal2 eksternal.

Karena pikiran itu vibrasi/gelombang.
Yang sangat mudah dipengaruhi oleh vibrasi2 lain.

Darimana vibrasi2 yg mempengaruhi pikiran kita sehingga jadi kacau vibrasinya?
Dari ke 5 indera kita.

Apa yg kita lihat.
Apa yg kita makan.
Apa yg kita cium.
Apa yg kita raba/sentuh.
Apa yg kita dengar.

Jadi wajar kalau temenku bilang dia bisa merasakan pikiran jadi tenang ketika berpuasa.
Karena puasa itu memfilter apa2 yg bisa mengacaukan vibrasi pikiran.
Puasa itu salah satu teknologi untuk membuat pikiran tenang…damai…sehingga bisa selamat di dunia dan akhirat…

Seperti salah satu cerita temenku yg ketika berdzikir kemudian emosi meluap2 dan akhirnya tangis tertumpah tidak berhenti2.

Itu adalah proses mengakses hati dan emosi yg terpendam selama bertahun2.
Malah bisa muncul pas saat dzikir.
Karena dzikir itu salah satu teknologi detoksifikasi untuk membuat pikiran tenang…damai…sehingga bisa selamat di dunia dan akhirat…

Dengan dzikir maka emosi2 yg sebelumnya ditekan dan dipendam, terurai.
Diproses dengan kalimat2 suci.

Ya suci… mensucikan dan menyelaraskan kembali vibrasi yg kacau.
Mensucikan lagi apa yg mengeras menjadi lembut.

Teknologi yg lain adalah haji, travelling…
Travelling kemanapun, termasuk travelling ke alam

Karena travelling di alam itu juga salah satu cara untuk terhubung kepada vibrasi yg suci.
Karena alam itu selalu berdzikir kepada Allah.
Maka seringkali ketika kita berinteraksi dengan alam kita merasakan ketenangan dan kedamaian. Kejelasan arah dan rasa syukur.

Yang mahal itu sebenarnya bukanlah keinginan kita yg tercapai.
Yang mahal itu keikhlasan kita atas keinginan Allah yg kita terima.
Yang mahal itu sebenarnya adalah ketenangan yang kita capai.

Makanya berkaitan dengan bahasan “keinginan” dari Kang @andrikuatkait
Aku jadi teringat salah satu fase hidupku…

Ada salah satu fase hidupku yg disiksa oleh keinginan.
Ingin A, ingin B, ingin C, ingin D…
Tidak ada habis2nya…

Bahkan aku melompat2… dari mengerjakan A, kemudian belum selesai dan tuntas, aku kerjakan B.
B belum beres, aku kejar C.

Di akhir hari tidak ada yg aku capai.
Kalau aku terus2kan… mungkin sampai akhir hidupku juga tidak ada yg aku capai. Mati dalam penyesalan karena tidak berbuat apa2 yg bermanfaat.

Aku akan ditarik2 oleh berbagai keinginan, kemudian tersiksa karena belum mencapainya.

Fase hidupku yg itu penuh mimpi2 besar, namun juga penuh penyesalan…
Minim kesadaran, minim hal2 kecil yang dilakukan dengan penuh kualitas, apalagi cinta kasih.

Akupun kemudian merasa semua hal membatasiku.
Punya istri jadi membatasiku meraih keinginan2.
Punya anak jadi membatasiku karena resource yg aku punya dianggap tersedot oleh mereka.
Tidak ada kebebasan apa2, yg ada adalah penjara2 dan jalan buntu.
Sementara keinginan merajalela…

Titik balik terjadi ketika aku berefleksi ulang.
Kemudian sadar ada banyak indera yg aku umbar.

Mulainya dari sebuah kebiasaan kecil.
Kebiasaan kecil yg dilakukan secara konsisten akan membesar.
Menguat dan kemudian jadi musuh besar yg sulit untuk dihentikan.

Kebiasaan berlebihan yg berkaitan dengan indera ini punya sifat:
– tidak puas terhadap apa yg dimiliki
– mencari apa yang belum dimiliki
– terus mencari apa yg belum dimiliki
– membiasakan mencari apa yg belum dimiliki
– sehingga pikiranku dipenuhi oleh apa2 yg belum aku miliki
– sehingga pikiranku terbiasa untuk memikirkan apa yg belum aku miliki
– terus menerus berputar2 di dalam keinginan yg tidak terealisasi, keterbatasan, penyesalan, kesedihan, kesengsaraan…

Yang menyelamatkanku dari fase itu adalah 5 framework:
1. Belajar mereview kembali hubungan tentang Tuhan. Siapa Yang Memiliki Kenikmatan Yang Lebih dari yg dinikmati indera? Siapa Yang Maha Damai, Yang Maha Mencukupi? Kemudian siapa representasiNya yang ditunjuk untuk berbicara bahasa manusia di dunia ini?
2. Belajar menyelaraskan vibrasi pikiran dengan kalimat2 yg suci.
3. Belajar untuk berani mengerem, tidak melakukan apa yg ingin aku lakukan walaupun aku bisa melakukannya. Juga belajar untuk berani melakukan apa yang perlu aku lakukan, walau hal itu tidak ingin aku lakukan, walau hal itu tidak bisa aku lakukan.
4. Belajar untuk memberikan apa yang aku cintai. Belajar mengetahui bahwa apa yg aku cintai itu nantinya akan berpisah juga. Kenapa tidak belajar untuk memberikannya kepada orang lain sebelum nantinya akan berpisah dariku?
5. Belajar untuk memindahkan diriku dari sesuatu yg nyaman, kepada sesuatu yg tidak nyaman. Belajar untuk melakukan perubahan sekaligus menikmati perubahan.

Orang yg sedang melakukan 5 framework itu adalah orang yg sedang bekerja untuk menyelamatkan dirinya, dan juga menyelamatkan orang lain. SeLaMat – iSLaM. Hidupnya pun akan selamat, damai, tenang.

Orang yg sedang bekerja untuk menyelamatkan dirinya dan menyelamatkan orang lain sering disebut muslim.

Orang yg sedang tidak melakukan hal itu adalah orang yg menutup diri. Tutup = cover (inggris). Bahasa arabnya kufur, kafir. Orang kafir adalah orang yg orang yg sedang bekerja untuk menutup dirinya dan nantinya sadar/tidak akan menutup orang lain.

Sedang 5 framework yg digunakan untuk menyelamatkan diri sendiri dan orang lain itu sering disebut sebagai rukun(dasar2) (teknologi)islam.

Aku baru belajar secuil permukaannya saja…

Pikiranku masih sering kacau.
Inderaku masih sering tidak bisa aku berhentikan, atau aku gerakkan sesuai dengan maksud penciptaannya.
Emosiku masih sering tidak stabil dalam menghadapi anak, istri, maupun pekerjaan dan orang lain.
Hatiku masih banyak yg tidak bisa aku akses…

Moga2 bersama2 kita bisa mempelajari hal ini… agar selamat, tenang dan damai di dunia… selamat, tenang dan damai di akhirat… fid dunnya hasanah… wa fil akhiroti hasanah…

LAPORAN KEGIATAN TDA BULAN JUNI 2020

Hari minggu kemarin ada program baru.

Bernama Warkom – Warung Markom.

Alhamdulillah sukses mengajak temen2 buat ngelapak bareng di bawah koordinasi divisi markom @Harland Papah dan kang @Attay

Seru sekali mudah2an bisa terus berkelanjutan.

Lihat fotonya juga pakai masker dan pengaman2 lainnya, bagus protokol covid tetap berjalan 😊👍👍

Yang ke 4, hari minggu kemarin ada sedikit “pergolakan” di group BU

Ternyata pergolakan di group BU itu karena di group tersebut sedang ada semangat yang berkobar2 😁👍💪

BU mengadakan “pemilu” untuk mengisi kekosongan Kadiv.

Alhamdulillah sudah terpilih Kadiv baru dari BU yaitu Kang @Randy Tda

Insya Allah duet maut antara Kang Randy dan Kang @Subranto bakal membawa tim BU makin cetar membahana.💪💪

Setelah terpilih, Kang Randy mengontak aku untuk menanyakan:

“Kang Awan, mohon masukannya…”

“Untuk kick off tim BU, butuh brief agar inline dgn goal besar TDA bandung”

“Goal apa yang mau dikejar.. project apa yang bsia relate, kalau map project divisi lain bisa lebih ngebantu kang..
“Barangkali ada yang bisa dijahit dan lebih powerfull”

Nah ini pertanyaan orang cerdas… susah dijawabnya hihihi…

….

Aku jawab seperti ini:

Goal besar TDA Bandung memberikan kebermanfaatan seluas2nya.
Prioritas terhadap member dan masyarakat Bandung.

Untuk program2 kita menganut bottom up Kang.
Seringkali muncul dari kebutuhan para member, atau dari inisiatif dari divisi masing2.

Mulai dari yg kecil, mulai dari yg bisa segera memberikan manfaat.
Nanti diperbaiki sedikit demi sedikit.

Tantangan dalam membuat program itu adalah di konsistensinya Kang.
Kalau ada program yg kecil tapi bisa konsisten, itu sudah sangat bagus…

Untuk saat ini program yg sudah berjalan secara teratur adalah sebagai berikut:

PROGRAM2 TDA BANDUNG YANG SUDAH BERJALAN DI BULAN JUNI:

Sharing Santai Telegram
Alhamdulillah mencapai episode ke #37
3x seminggu
Senin – Rabu – Jumat
Koordinator : Teh Irma

JumaTDAbox
Berbagi nasi box untuk masyarakat yg membutuhkan
Donasi dibuka tiap Jumat.
Penyaluran tiap hari.
1 box nasi lauk dan sayur seharga 10ribu.
Bebas mau donasi berapa aja.
Koordinator: Divsos Kang Ilham
Terus meningkat tiap minggunya:
Minggu 1: 170 box
Minggu 2: 340 box
Minggu 3: 515 box

SaturTDAy
Sabtu Bantu Dulur TDA Yey!
Bantu promosi
Saling like comment share follow dll
Flyer dikumpulkan dan di post di IG TDA Bandung
Koordinator: Markom – Kang Harlan

KamisAN
Kamis Ask & Share Anything
Curhat, tanya, sharing tentang apa aja.
2 minggu sekali di group pengurus TDA Warrior
Koordinator: (sementara masih Awan)

KamiSinar
Kamis Sore Webinar
Undang salah satu suhu buat webinar.
2 minggu sekali.
Masih di group pengurus TDA Warrior, tapi kedepan akan dibuka kepada umum.
Koordinator: (sementara masih Awan)

Sunday Warkom
Ngelapak offline bareng di Warung Markom TDA

BungkusanCeban
Donasi internal di dalam divisi Markom
Sukarela di donasikan sembako + uang tunai dari div markom.

SUSU – SUrvival to SUccess
Program pendampingan untuk temen2 pengurus yg terdampak covid
Koordinator: Mentor group 1 Kang Ruli, Mentor group 2 Kang Agung

TDA Mata Hati
Koordinator: Divsos
Sumbangan insidentil untuk masyarakat yg membutuhkan.

Kerja Sama Eksternal x TDA Bandung
– Universitas Widyatama: Training akuntansi dan pajak
– Klinik Prodia: discount 10% untuk member
– Synergy Foundation: Kerjasama protokol kesehatan untuk sekolah

UPCOMING:

TDA Qurban
Koordinator: Kang @sidik

MarkeTDA
Koordinator: Kang Randy

Kelompok Mastermind dan Mentoring
Bentuk kelompok masing2.
Pilih ketua dan wakil.
Minta mentor siapa.
Durasi 3 bulan.
Koordinator: Belum