Mindset Langka dan Mindset Berlimpah tentang Uang

Apa itu Mindset? Mindset bagi saya seperti kacamata.

Fungsi dari kacamata adalah memudahkan kita untuk melihat dunia.
Sehingga kita bisa lebih mudah bergerak menuju tujuan.

Misalnya saja kacamata hitam, cocok dipakai di kondisi terik matahari.
Agar kita tidak silau, sehingga bisa bergerak menuju tujuan dengan lebih nyaman.

Namun kacamata hitam, tidak cocok dipakai di dalam ruangan yang teduh.
Sudah sepantasnya kita copot kacamata hitam tersebut agar kita bisa bergerak dengan lebih mudah di dalam ruangan.

Ada juga kacamata baca.
Gunanya adalah dipakai oleh orang-orang yang matanya rabun dekat.
Sehingga dengan menggunakan kacamata baca, maka orang yang pandangannya kabur ketika melihat tulisan pada jarak dekat menjadi lebih jelas.

Namun kacamata baca tidak cocok dipakai oleh orang dengan mata normal.
Karena kacamata baca itu malah akan membuat pandangannya menjadi kabur.

Jadi kacamata adalah sesuatu yang bisa dipakai dan dilepas sesuai dengan kebutuhan.

Kacamata bukan tentang benar/salah.
Tetapi disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi dan tujuan yang ingin dicapai.

Mindset juga seperti itu.

Kita tidak bicara tentang benar/salah.
Tetapi kita patut mempertanyakan apakah mindset ini cocok dipakai dalam mencapai tujuan saya, atau malah menghalangi?

Setelah menyadari bahwa mindset bisa dicopot/dipasang, maka jika mindset yang sekarang saya pakai akan membantu saya mencapai tujuan maka akan terus saya pakai.

Tapi jika mindset tersebut tidak cocok/menghalangi maka saya akan melepaskannya. Kemudian mengganti dengan mindset lain yang akan mendukung pencapaian tujuan saya.

Bagaimana cara mengganti mindset yang akan membantu kita mencapai tujuan? Nah sebelum kita bisa mengganti mindset, kita perlu menyadari mindset-mindset apa yang kita pakai sekarang.

Mindset/Pertanyaan/Permasalahan Yang Umum Terkait Dengan Uang

Contoh Mindset Yang Umum Dipakai.
– Uang itu susah di dapat.
– Uang itu keluarnya gampang banget.
– Uang itu sesuatu yang terbatas.
– Setelah menikah dan punya anak banyak sekali kebutuhan yg berkaitan dengan uang. Uang tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Dari pertanyaan-pertanyaan yang terkait perasaan yang berhubungan dengan uang diantaranya yang umum adalah seperti ini:
– Rasanya uang itu kalau pas lagi banyak hati jadi senang, tapi kalau pas lagi sedikit hati jadi khawatir tegang.
– Gimana ya caranya biar kondisi perasaan bisa stabil dan tidak naik turun tergantung dengan jumlah uang yg dimiliki?
– Bagaimana ya uang ini bisa bertahan lama bareng sama aku? Kok kayaknya baru pegang sebentar saja sudah lepas lagi…
– Gimana caranya agar kita tidak terlalu terikat dengan uang?
– Kenapa uang jadi sumber masalah?
– Kenapa kita dipandang rendah oleh orang-orang di sekeliling kita jika tidak punya uang?
– Bagaimana menyikapi perasaan takut tidak cukup dengan uang yang sekarang ini dimiliki?
– Ketika ngerasa punya uang sedikit lebih banyak dari biasanya maka tidak terlalu peduli dalam membelanjakan atau menyimpannya.
Tetapi saat teringat tentang goal besar yang butuh uang besar, jadi stress sendiri. Bagaimana menyikapinya?
– Bagaimana memanage keuangan jika kita adalah seorang ibu rumah tangga?
– Bagaimana supaya tabungan ga dikorek-korek kalau uang pegangan sudah menipis?

Yuk kita bahas satu persatu terkait dengan mindset-mindset dan pertanyaan2 yang muncul seperti di atas.

Mindset Langka VS Mindset Berlimpah.

Mindset Langka memandang bahwa sesuatu itu:
– terbatas jumlahnya
– harus diperebutkan lewat kompetisi
– kalau hilang maka sulit untuk mendapatkan kembali

Mindset berlimpah memandang bahwa sesuatu itu:
– jumlahnya tidak terbatas
– bisa diciptakan
– jika hilang/habis pasti akan ada penggantinya

Kedua mindset ini sama-sama bisa kita pakai saat kita memandang uang.

Mana yang benar?
Memandang uang sebagai sesuatu yang langka.
Ataukah memandang uang sebagai sesuatu yang berlimpah.

Ingat di awal saya tidak berbicara mengenai benar / salah 🙂

Saya berbicara mindset mana yang efektif dalam hidup yang ingin kita jalani.
Mindset mana yang mendekatkan kepada tujuan.
Mindset mana yang menjauhkan kepada tujuan.
Masing-masing dari kita perlu merasakan dan memilih, sesuai dengan kondisi masing2.

Tiap mindset akan menghasilkan kumpulan perasaan dan tindakan yang berbeda-beda.

Misalnya jika saya memilih mindset uang itu langka:
– karena langka jadi susah di dapat
– karena langka jadi kalau dikeluarkan maka susah untuk didapat lagi
– karena langka jadi uang itu harus diperebutkan dalam sebuah kompetisi

Maka kumpulan perasaan dan tindakan yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
– rasa cemas kalau nanti ada kebutuhan mendadak
– rasa khawatir kalau kalah berkompetisi dengan orang lain, mungkin juga muncul dendam
– rasa minder dan iri kalau ada orang yang mempunyai lebih
– cenderung memilih tindakan2 yang cepat, jalan pintas tanpa berpikir efek jangka panjang
– sedih jika ada pengeluaran tiba-tiba
– jika terjadi sesuatu di luar rencana, maka saya akan menyalahkan, menghakimi orang lain di sekitar saya
– pelit, berat untuk bersedekah

Sebaliknya untuk mindset bahwa uang itu berlimpah:
– karena berlimpah jadi uang itu gampang didapat
– karena berlimpah maka jika dikeluarkan maka nanti juga akan mudah didapat lagi
– karena berlimpah maka bisa diciptakan lewat kerjasama dan kreativitas

Maka kumpulan perasaan dan tindakan yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
– Memiliki ketenangan dalam berkreasi dan mencipta
– Bebas untuk berkontribusi
– Mudah bersedekah
– Damai dalam menyikapi naik turunnya kondisi keuangan
– Percaya bahwa dalam setiap tugas, pasti ada fasilitas.
Masak udah dikasih tugas sama Tuhan Yang Maha Kaya, masak ga dikasih fasilitas apa2
– Jika terjadi sesuatu di luar rencana anggaran, percaya bahwa jika itu kebutuhan pasti nanti akan dicukupi.
Kemudian fokus ke action-action apa yang bisa dilakukan saat ini.
– Maksimal dalam ikhtiar dan ikhlas terhadap hasilnya.

Mindset saat ga ada uang

Kebanyakan kita pernah mengalaminya.
Kecuali Anda berasal dari orang tua yang kaya raya dan punya harta tidak habis-habis tujuh turunan.

Di saat-saat kita tidak punya uang, dan ada kebutuhan yang harus diselesaikan rasanya sangat menyiksa.
Secara emosional bahkan bisa dirasakan secara fisik: perut serasa diremas-remas. Jantung berdetak kencang. Bahkan hati terasa mengkeret.

Bisa jadi ada transaksi penting yang lepas. Atau project yang tiba-tiba dicancel. Biaya tambahan sehingga profit kita lenyap begitu saja.

Mungkin ada kerusakan yang butuh di servis. Atau mungkin juga seperti banyak orang yang tenggelam di dalam cicilan rumah, mobil, kartu kredit dan berbagai macam hutang lainnya.

Kebanyakan dari kita mengalami masa-masa sulit terkait dengan kekurangan uang.

Tapi saya percaya “bagaimana” cara kita meresponnya lebih penting daripada selesainya masalah itu.

Masa-masa sulit bahkan bisa menjadi coach terbaik yang menunjukkan apa yang sebenarnya kita benar-benar butuhkan. Apa yang benar-benar penting dan prioritas di dalam hidup kita. Bahkan kalau mau memandang jujur, itu adalah masa pertumbuhan yang penting bagi kehidupan kita.

Bagi sebagian orang. Tekanan kebutuhan akan uang seakan tidak ada habisnya.

Ketika single butuh uang buat bersosialisasi dan mencari calon pasangan. Ketika sudah punya pasangan butuh uang buat anak lahiran. Anak-anak semakin bertambah merasa butuh lebih banyak uang lagi. Mereka membesar, juga semakin butuh lebih. Tekanan tersebut terus menerus dirasakan sepanjang hidup.

Seakan-akan ketika kehilangan pekerjaan maka kehidupan akan runtuh. Karena hidup dari gaji yg habis tiap bulan. Bahkan meninggalkan hutang. Satu lagi pertengkaran dengan pasangan maka perceraian tidak akan terhindarkan. Bulan demi bulan seperti menghadapi stress yang semakin menyiksa.

Jika ada yang sedang merasakan ini, percayalah… bagaimanapun kelihatannya… tetapi kondisi ini hanya sementara.

Penambahan penghasilan bukanlah jawaban dari permasalahan ini. Karena jika penghasilan bertambah tetapi mindset tetap sama maka tidak akan ada perubahan. Lebih banyak uang, lebih banyak keinginan, lebih banyak kepemilikan. Karena memiliki lebih banyak, pasti lebih banyak pengeluaran, bahkan bisa2 lebih banyak hutang.

Mindset yang lebih efektif adalah menggunakan waktu ini sebagai periode untuk refleksi diri dan pertumbuhan.

Ambil waktu untuk merenung, bagaimana kita mengeluarkan uang selama ini. Untuk apa? dan apakah benar2 perlu? ataukah ada cara-cara kreatif yang bisa kita lakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan tanpa harus mengeluarkan uang itu?

Ambil waktu untuk menghitung, bukan apa yang tidak dimiliki. Tetapi menghitung apa yang dimiliki. Pasti yang dimiliki lebih banyak daripada yang tidak dimiliki. Tetapi jika fokus perhatiannya pada yang tidak dimiliki maka akan membawa kepada kesedihan, iri hati dan amarah.

Sebaliknya jika fokus perhatian pada apa yang dimiliki, maka yang muncul adalah rasa syukur dan penghargaan. Coba lihat apakah masih punya mata untuk melihat? Masih punya hidung untuk mencium? Masih punya kaki untuk berjalan? Masih punya tangan untuk mengambil barang-barang? Jantung masih berdetak bahkan tanpa perlu komando. Coba hitung apa yang dimiliki, pastilah tidak akan bisa karena sangking banyaknya.

Di sana akan muncul rasa syukur, rasa terima kasih, penghargaan terhadap hidup yg diberikan oleh Tuhan.

Fokuskan perhatian kepada pengalaman-pengalaman yang membahagiakan. Kemudian nanti hidup akan menuntun kita kepada hal-hal yang baik.

Di dalam merasa cukup, merasa bahagia, merasa bersyukur maka kita akan bisa berpikir jernih. Untuk melangkah dan memberikan kontribusi bagi orang lain.

Jika kita bisa memberikan kontribusi positif di dalam hidup orang lain maka tidak mungkin tidak, uang rezeki dan kebahagiaan akan mengalir ke dalam hidup kita lagi.

Yuk kita diskusi…
Bagaimana menurut Anda?

Salam,
Awan

Kenapa kita harus belajar mengenai Money Mindset?

Uang adalah salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan kita.
Masalah yang terjadi tentang uang bisa membuat stress, bingung, khawatir, ketakutan.
Apalagi banyak cerita bahwa hubungan keluarga putus gara-gara masalah uang.
Hubungan bisnis jadi pecah gara-gara masalah uang.
Hubungan pertemanan menjadi renggang gara-gara masalah uang.

Sehingga jika kita tidak mempelajari mindset yang bakal mendukung hubungan-hubungan dalam hidup kita berkaitan dengan uang,
maka bisa menimbulkan banyak permasalahan.

Kita perlu mempelajari tentang uang, dan juga pikiran2 yang timbul berkaitan dengan uang.
Sehingga kita bisa memilih pikiran mana yang bermanfaat untuk hidup kita.
Ataupun kita bisa mengidentifikasi pikiran mana yang tidak bermanfaat untuk hidup kita.

Saya sengaja memilih kata manfaat/tidak manfaat.
Bukan benar dan salah.
Karena manfaat dan tidak tergantung tujuan hidup kita seperti apa.

Uang adalah salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan kita.
Masalah yang terjadi tentang uang bisa membuat stress, bingung, khawatir, ketakutan.
Apalagi banyak cerita bahwa hubungan keluarga putus gara-gara masalah uang.
Hubungan bisnis jadi pecah gara-gara masalah uang.
Hubungan pertemanan menjadi renggang gara-gara masalah uang.

Sehingga jika kita tidak mempelajari mindset yang bakal mendukung hubungan-hubungan dalam hidup kita berkaitan dengan uang,
maka bisa menimbulkan banyak permasalahan.

Kita perlu mempelajari tentang uang, dan juga pikiran2 yang timbul berkaitan dengan uang.
Sehingga kita bisa memilih pikiran mana yang bermanfaat untuk hidup kita.
Ataupun kita bisa mengidentifikasi pikiran mana yang tidak bermanfaat untuk hidup kita.

Saya sengaja memilih kata manfaat/tidak manfaat.
Bukan benar dan salah.
Karena manfaat dan tidak tergantung tujuan hidup kita seperti apa.

Pikiran yang bermanfaat berarti mendukung/mendekatkan kepada tujuan dalam kehidupan kita.
Pikiran yang tidak bermanfaat berarti malah membebani/menjauhkan kepada tujuan yang kita inginkan dalam hidup kita.

Tulisan Pertama di Medium

Ini adalah tulisan pertamaku di medium.

Rencananya ingin bisa menulis lagi secara konsisten.

Sekedar menuangkan apa yg ada di dalam pikiranku.

Sekitar 10 tahun yang lalu aku pernah menulis sebuah ebook.

Panduan praktis Odesk untuk pemula.

Isinya bagaimana memulai menjadi freelancer di platform Odesk.

Sekarang Odesk sudah berubah menjadi Upwork.

Di platform Upwork ini orang2 bisa kerja dari jarak jauh. Tidak perlu ngantor. Istilah kerennya Remote Working.

Saat ini remote working juga semakin mewabah bersamaan dengan wabah Covid-19 yang terjadi.

Di Indonesia sendiri wabah Covid19 ini mengakibatkan pengangguran begitu banyak.

Orang2 yang menganggur tersebut tidak ada pemasukan.

Uang tabungan mereka pun semakin menipis.

Oleh karena itu, aku ingin mencoba mencatat apa yg aku pelajari tentang uang.

Sekedar berbagi pengalaman.

Atau bahkan sebagai catatan bahan pelajaranku sendiri tentang uang.

Mudah2an bisa menjadi bermanfaat.

Terutama catatan buat anak cucuku berikutnya.

Agar mereka bisa mempelajari apa yg sebaiknya dilakukan.

Dan apa yg sebaiknya tidak dilakukan.

Rejeki Dari Silaturrahim, Memberi dan Berbagi

TDA itu apa sih?
Tangan Di Atas…

Iya maksudnya Tangan Di Atas itu apa?
Memberi…

Memberi apa?
Apa saja yang bisa diberikan…

TDA bagi saya adalah sebuah komunitas di mana orang2 di dalamnya suka memberi… suka berbagi… apa pun itu…

Termasuk juga memberi dan berbagi ilmu…

Seperti contohnya beberapa waktu yg lalu, Mas Dedy Swamedia baru saja ikutan training.

Walaupun Mas Dedy bilangnya baru masuk di bidang itu, dan belum sepenuhnya paham materinya… Tapi beliau bersedia buat sharing…

Biar bisa praktek bareng2 katanya…

Nah ini niatan yang bagus banget, memberi itu tidak harus nunggu hebat dulu… tidak harus nunggu sempurna dulu… apa yang bisa diberikan, langsung saja diberikan…

Semangatnya berbagi, memberi, walau belum hebat, walau belum sempurna…
Malah nanti bisa dapat teman seperjalanan…
Malah nanti bisa dapat teman praktek dan pengalaman2 baru… bahkan rezeki yg tak diduga2…

Di silaturahmi di TDA saya juga ketemu sama Teh Nancy.

Teh Nancy ini bilang gara2 sering silaturrahim dengan seseorang suhu di TDA, lalu kenal lah dengan dunia saham. Lalu bulan juni-juli 2020 mulailah dikit2 beli.

Karena ga punya ilmunya, maka rugi lah dia. Tidak menyerah, dia memperdalam lagi ilmunya di tempat lain. Kok ya kebetulan dapat momennya… bulan Agustus dan September mulai berani action lebih masiv.

Bulan ini dia nunjukkin ke saya dashboard nya. Alhamdulillah take profit dulu bulan ini, kata Teh Nancy. Buat beli tanah katanya.

Walaupun dia tidak memperdalam ilmu saham di TDA, tapi interaksi dengan member TDA itulah akhirnya Teh Nancy bisa dapat rezeki nomplok.

Saya dapat izin dari Teh Nancy buat share dashboardnya, tapi beberapa kolom beliau request untuk ditutup.

Kata Teh Nancy, karena dunia saham ini sangat beresiko besar. Profit hari ini belum tentu menjamin profit bulan depan. Saya cuman beruntung masuk di momen yg tepat, kata Teh Nancy. Jadi screen shot ini bukan sebagai rekomendasi untuk masuk ke dunia saham ya. Karena bisa jadi sekarang sudah tidak seperti kemarin2 momennya.

Teh Nancy menambahkan, bukan bidang sahamnya yang jadi penekanan, tapi yg beliau tekankan adalah tentang pentingnya bersilaturrahim, memberi dan berbagi. Karena dari sana nanti akan ada peluang2 yang tertrigger dari silaturrahim tersebut.

Mungkin itu artinya silaturrahim membawa rejeki. Rejeki dari arah yg tak disangka2… min haitsu laa yahtasib…

Btw, mau belajar memberi? Besok ada program TDAbox. Hanya 10rb saja per box. Silahkan yg mau memberi, dan berbagi bisa kontak http://wa.me/62811231150 🙂

Ketidakpastian

Apakah kamu merasa stress karena merasa hidup dalam masa yang penuh dengan ketidak pastian akhir2 ini?

Hmm… sebenarnya kalau mau memandang dengan seksama, bukan akhir2 ini saja, tetapi sebenarnya semua masa itu penuh dengan ketidakpastian.

Akan tetapi mungkin karena cepatnya perubahan dan hal2 yang diluar dugaan akhir-akhir ini, maka kita seakan dihadapkan lebih nyata lagi pada kenyataan tentang ketidakpastian.

Ada sebagian orang yang menganggap bahwa ketidakpastian adalah hal yang negatif.

Sehingga kemudian yang mereka lakukan adalah menciptakan sistem dan menerapkan kontrol untuk menerapkan ketidakpastian tersebut.

Untuk sementara hidup mereka akan pasti, rutin, dengan hasil yang terukur…

Hanya untuk disadarkan bahwa hal-hal yang tak terduga terus hadir sekuat apapun kontrol dan sistem yang kita bangun di dalam hidup kita.

Ya…kehidupan akan selalu menghadirkan memunculkan hal2 yang tidak pasti dan diluar dugaan.

Sehingga… setelah menyadari ketidakpastian adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan. Maka akan lebih pas memandangnya bukan dalam kacamata negatif sebagai sebuah hal yang harus dihilangkan.

Tetapi menyadari bahwa ketidakpastian mempunyai peran yang penting.

Salah satu peran dari ketidakpastian adalah memungkinkan munculnya hal2 baru.

Coba saja bayangkan… jika semuanya serba teratur dan pasti… maka yang muncul juga itu-itu saja…

Hanya karena adanya ketidakpastian, maka kita akan mencoba sesuatu yang baru, mengeksplorasi potensi, kemudian menciptakan hal2 yang berbeda…

Karena hanya dari kondisi chaos dan tidak pasti lah bisa muncul hal2 yang baru yang sebelumnya belum pernah ada.

Peran lain dari ketidakpastian adalah agar kita bisa menikmati kejutan-kejutan yang membuat hidup lebih berwarna.

Seperti halnya kita menonton sebuah film. Jika jalan ceritanya mudah ditebak, pasti akan sangat membosankan. Hanya ketika jalan ceritanya tidak pasti, tidak mudah ditebak, penuh dengan kejutan, maka di akhir film kita bisa tersenyum puas…what a great movie!

Dengan merengkuh ketidakpastian sebagai bagian penting dalam kehidupan… mungkin kita bisa bilang…

Wahai ketidakpastian… aku terima engkau dalam hidupku…

Agar aku bisa mengeksplorasi hal2 baru…

Agar aku bisa menikmati hidup dengan seluruh drama dan kejutannya yang mendebarkan…

Agar aku bisa menggunakan kesempatan ini… untuk muncul menjadi aku yang baru…

Karena ketidakpastian adalah awal dari kelahiranku yang baru…

Aku Cuman Pengen Bilang…

Buat kamu yang bertahan untuk terus berjuang di masa pandemi ini…

Aku cuman mau bilang…
Kamu hebat…

Karena kamu bisa saja memilih untuk menyerah.
Kamu bisa saja memilih untuk mengambil jalan pintas yg menguntungkan dirimu sendiri namun merugikan orang lain.
Atau kamu bisa saja memilih untuk berhenti.

Tapi kamu tidak memilih itu semua.

Justru kamu pilih jalan yg benar dan terbaik yg bisa kamu pilih.
Lalu kamu terus bergerak dan berusaha.

Dan disitulah kehebatannya.

Karena kehebatan seseorang diukur bukan ketika sesuatu tercapai.
Tetapi ketika kondisi sulit, namun tetap membuat pilihan2 yang benar… di situlah kualitas karakter seseorang diuji.

Iya…kamu…hebat…

Bagaimana Memilih Bisnis Yang Cocok Untuk Saya?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, sebelumnya saya ingin mengajukan pertanyaan terlebih dahulu:
Cocok dengan apa?
Dengan pengalaman kerja?
Dengan lingkungan tempat tinggal sekarang?
Dengan hobby?
Dengan jaringan pertemanan yang dimiliki?
Dengan karakter/personality saya?

Nah, dari sini saja jawabannya bisa bermacam2 🙂

Ada seorang bijak yg memberi nasihat…
Jangan mencari ide bisnis.
Tapi pahami masalah yang ada dalam suatu bidang.
Kemudian cari solusinya.

Kalau kita memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh orang.
Pasti nanti kita akan diberikan bayaran.

Semakin besar masalah dan semakin banyak orang yang kita bantu.
Maka semakin besar juga bayaran yang akan kita terima.

Ada sebuah cerita tentang seorang pebisnis sukses yang dulunya bekerja dulu di satu bidang.
Selama 5 tahun dia belajar di sebuah perusahaan.
Sehingga dia tahu luar dalam kesulitan, permasalahan dan solusi yang diberikan di dalam bidang tersebut.

Setelah dia resign dari perusahaannya, dia membuat bisnis untuk menjawab masalah2 yang ada.
Lalu dia ajak perusahaan tempat sebelumnya dia bekerja menjadi supplier dia.
Saat ini dia sukses berbisnis di bidang tersebut.

Jadi yuk lihat lagi…
– lingkungan tempat tinggal kita
– pengalaman kerja
– jaringan pertemanan
– hobby dll…

Kemudian tanyakan kepada diri sendiri ada masalah apa di sana?
Bagaimana solusinya?
Siapa yang memiliki masalah ini dan bersedia untuk membayar jika saya memiliki solusinya?

Kejelasan terhadap hal itu akan sangat membantu dalam memulai atau memilih bisnis apa yang seharusnya saya rintis.

Seperti kata Mbah Albert Einstein di atas… Gunakan waktu untuk memahami masalah. Maka akan diperlukan sedikit sekali waktu untuk menemukan solusinya 🙂

Semoga berhasil ya…
Salam
Awan

Summary Insight Mendoan #9

Bismillahirrahmanirrahim…

Summary insight Mendoan 26 Nov 2020

Insight #1
Bagaimana caranya untuk fokus?
Fokus berkaitan dengan environment.
Ketika kita mendesain environment yang mendukung untuk fokus maka akan terarah juga perhatian kita.

Misal jika melihat tutorial di youtube ada pola yang terjadi.
Yaitu setelah nonton satu video, kemudian tergoda nonton video lain lagi.
Begitu seterusnya sampai akhirnya waktu habis dan menonton banyak video tanpa praktek apa2.

Maka salah satu desain environment yang bisa dilakukan adalah dengan mendownload video tersebut.

Sehingga kemudian bisa ditonton sampai habis. Kemudian langsung praktek tanpa terganggu dengan video2 lain di youtube.

Ada juga apps bernama Pi player di android.
Apps ini tidak menampilkan next video. Juga tidak menampilkan iklan. Cocok buat fokus.

Insight #2
Jika ingin belajar, fokus ke satu metode dan satu guru.
Karena jika kita belajar banyak metode dari banyak guru dalam satu waktu maka malah tambah bingung.

Pilih prioritas apa yang mau kita benahi di dalam bisnis.
Kemudian ambil satu guru, pelajari metodenya. ATP = amati tiru plek metodenya. Lakukan konsultasi secara mendalam dalam satu periode waktu yg kita tentukan.

Sukses berpola, gagal juga berpola.
Copy paste satu metode ini dan hanya berpindah ke metode/guru lain setelah periodenya selesai.

Bruce Lee quote:
I am not afraid of person who learn 1000 moves.
I am afraid with person who learn one move and practice it 1000 time.

Insight #3
Ketidak-fokusan ada kaitannya dengan rasa takut.

Pengalaman pribadi, ketika ada di fase yg gampang tergoda oleh hal2 lain, ternyata ditemukan ada rasa takut di balik itu.

Jika rasa takutnya diatasi, maka fokus pun terjadi dengan natural. Karena fokus ada kaitannya dengan keyakinan dan keteguhan hati.

Cara mengatasi rasa takut adalah dengan sering2 terhubung dengan Yang Maha Kuat, Yang Maha Berani, Yang Maha Menjamin.

Insight #4
Bagaimana jika ketemu teman lama yang lebih sukses dari kita, kemudian kita ada perasaan yang “kalah”?

Salah satu alasan orang bergerak karena dimotivasi oleh pembandingan.
Ada kriteria sukses yang dituju, karena dibandingkan dengan orang lain.

Jika alasan ini yang diambil maka pilihannya akan menang dan kalah.
Kalau kita kalah maka biasanya akan merasa tidak berguna.
Kalau kita menang-pun nanti akan bertemu dengan orang yang lebih sukses dibanding kita.
Sehingga nanti kita akan terus menerus berputar2 dalam kondisi emosional yang naik turun.

Muncul rasa insecure ketika bertemu dengan orang yg lebih sukses.
Muncul rasa sombong ketika beremu dangan orang yg di bawah kita.
Dua2nya tidak akan berbuah kebaikan.

Ada alasan lain yang bisa digunakan sebagai kekuatan untuk bergerak yaitu: penugasan.
Apa tugas yang diberikan oleh Allah kepadaku?
Jika ini bisa diidentifikasi maka tidak akan adalagi pembandingan. Yang ada adalah melaksanakan tugas dengan sebaik2nya.

Seseorang pernah berkata kepadaku bahwa ada 3 pertanyaan penting dalam hidup.
Jika pertanyaan ini bisa dijawab maka Insya Allah akan selamat dunia dan akhirat.

  1. Dari mana aku berasal?
  2. Apa tugas yang perlu aku lakukan di dunia ini?
  3. Kemana aku akan pergi setelah di dunia ini?

Insight #4
Ada keuntungan menjadi pemula.
Menjadi newbie.
Menjadi orang yang belum berpengalaman.

Yaitu punya mata yang fresh dalam memandang sesuatu.

Semua disruption dilakukan oleh startup.
Bukan dilakukan oleh established company.

Kenapa?
Karena startup tidak punya pengalaman.
Startup hanya mempunyai resource yang terbatas.

Dengan kondisi seperti itu startup dipaksa untuk bisa menemukan cara2 baru.
Yang kemudian mendisrupsi perusahaan2 besar.

Karena perusahaan2 besar sudah punya pengalaman dan pengetahuan.
Seringkali pengalaman dan pengetahuan itu malah membebani ketika akan mengeksekusi cara2 baru.

Kita sebagai orang yg baru masuk di dunia bisnis, punya sesuatu yang tidak dimiliki oleh para veteran bisnis: we have a fresh eyes.

Allah Maha Adil…
Bahkan tidak punya pengalaman pun bisa jadi kekuatan untuk menemukan cara2 baru.

Cerita pematung yang hanya punya pahat dan palu.
Tidak punya pengalaman sama sekali.
Tetapi karena ketekunannya dia akhirnya bisa menghasilkan karya unik.
Yang tidak bisa diciptakan oleh pematung lain yang punya pengalaman dan alat yang lengkap dalam menciptakan patungnya.

Insight #5
Bagaimana model bisnis personal branding dan mengumpulkan reseller.
Buka2an mengenai metode funnel reseller.
Sampai buka2an mengenai bagi hasil dengan pemilik produk.
Kalau materi yang ini, harus didiskusikan langsung dengan Teh Ferra 😀

Kawan2…
Insight-insight di atas bukanlah hasil pemikiran oleh satu orang.
Tetapi di dapat dari hasil interaksi di dalam Acara Mendoan.
Daripada pusing sendirian menghadapi masalah…lebih baik mencari solusi bersama2.

Haturnuhun buat temen2 yg menyediakan topik masalah untuk dibahas.
One wise man said to me: Progress come from honesty.
Kalau tidak jujur tentang permasalahan apa yang sedang dihadapi… bagaimana orang lain bisa bantu permasalahan kita?

Haturnuhun juga buat temen2 yg bersedia memberikan sudut pandang2 tentang permasalahan yang dibahas.
Berkah dari silaturrahim sangat terasa di pertemuan kemarin.

Haturnuhun buat yg bersedia membaca sampai selesai.
Sekedar coret2 singkat ditengah jam istirahat.
Selipan di tengah2 waktu kita mencari penghidupan.
Alhamdulillah masih bisa saling menyapa dan saling membagikan kebermanfaatan.

Sampai ketemu di sesi Mendoan berikutnya…

Salam,
Awan
Pelayan TDA Bandung.