Bersama Pak Heppy Trenggono dan Pak Teguh Wibawanto

Awan Rimbawan - Bersama Pak Teguh Wibawanto dan Pak Heppy Trenggono
Awan Rimbawan – Bersama Pak Teguh Wibawanto dan Pak Heppy Trenggono

Duduk makan siang bersama dengan kedua orang hebat ini benar-benar luar biasa.
Saya merasakan sebuah energi yang besar dan sangat mencerahkan.

Perkenalan saya dengan Pak Teguh mulanya hanya via telegram, saya mengajukan pertanyaan dan beliau mengirimkan sebuah informasi pelatihan yang sangat berguna untuk mindset dan karakter saya. Walaupun pada saat itu saya belum bertemu beliau secara langsung, namun saya sangat bersyukur saya mengikuti saran beliau.

Kemudian di acara Financial Literacy IIBF, saya kemudian bisa bertemu langsung dengan beliau.

Pak Heppy Trenggono, memperkenalkan mindset-mindset yang sebelumnya tidak pernah saya gunakan. Di sini saya coba catat agar bisa menjadi pengingat di kemudian hari.

Diantaranya adalah:

– Semuanya dimulai dari pikiran. Bisakah kita melihat yang bagus di pikiran? Kalau belum bisa diperbaiki…dengan perencanaan, strategi, keyakinan

– Bantu orang lain, baik di masa senang maupun susah. Bukan bersodaqoh kalau ada, tetapi tetap bersodaqoh di kondisi bagaimanapun.

– Kesulitan itu adalah kehormatan. Semua orang sama2 bakal mati. Mau mati di tempat tidur atau mati di medan perang sedang berjuang?

– Berkaitan dengan harga pasar, bisnis bisa dibagi 3
—> Yang menjual produk di bawah harga pasar : kesulitannya how to survive
—> Yang menjual produk pada harga pasar : kesulitannya how to differentiate/manage
—> Yang menjual produk di atas harga pasar : kesulitannya how to sell
Kalau sama2 ada kesulitannya, kenapa tidak pilih yg marginnya paling besar?

– Kenapa bisa sering dapat deal bagus? itu karena sering ditolak. Kenapa sering ditolak? karena sering nawar. 100 kali nawar, dapet 1 deal bagus sudah cukup.

– Bisnis adalah menyelesaikan permasalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan uang. Hanya dengan itu maka bisnis bisa menciptakan uang.

– Anda bisa menggaji orang dengan tinggi, tetapi yang membuat orang loyal tetap berada di perusahaan bukanlah uang.

– Setiap orang punya masalah. Tetapi ada bad problem dan good problem. Bad problem ciri-cirinya: membosankan, berulang terus menerus. Kenapa berulang? karena orangnya tidak bertumbuh. Itu makanya ada yang berkata kalau Anda sama dengan hari kemarin, maka Anda termasuk orang yang rugi. Good problem adalah masalah yang menarik, dan kadang diciptakan sendiri agar mendorong pertumbuhan dirinya.

Menuntut Ilmu Sampai Negeri China?

Kira-kira…kenapa yah… Nabi Muhammad itu bersabda buat menuntut ilmu sampai negeri China?

Bukannya di negeri China itu ga ada muslimnya?

Trus kalau ga ada muslimnya kan berarti banyak makanan haram dong?

Alat2 masaknya buat makanan itu gimana?

Trus di sana kan ga ada masjid juga…

Kalau nanti saya pergi ke Cina trus saya kebawa pergaulan di sana gimana?

Trus kalau saya ditawarin makan babi gimana?

Di sana kan pemimpinnya bukan muslim…trus saya harus ngikutin pemimpin yg non muslim dong?

Loh kan bukan saya yang milih?

Loh kan saya memilih pergi ke sana, berarti sama halnya saya memilih untuk punya pemimpin yang non muslim dong?

Trus… kenapa Nabi menganjurkan saya buat menuntut ilmu sampai ke negeri China?

Apakah Nabi gak tau bahwa di sana ga ada muslimnya?

Apakah Nabi engga tau kalau di sana saya bisa terbawa arus pergaulan di sana?

Apakah Nabi engga tau… kalau saya belajar di negeri China, yang dipelajari itu bukan kitab Al Quran ?

Di sana saya bakal di suruh baca buku lain dong, bukan Al Quran?

Trus kenapa ?

Hmm…
hmm….

Mungkin… karena Nabi tahu… bahwa seorang muslim perlu maju, perlu berkembang…
Untuk bisa berkembang, seseorang perlu bersedia merendahkan hati untuk belajar di tempat lain…

Mungkin beliau punya keyakinan bahwa di manapun muslim berada, di lingkungan seperti apapun dia punya pilihan yang jelas dan tegas tentang apa yang dia mau lakukan.

Bukan lingkungan ancur yg menentukan, tapi pilihan tiap2 individu lah yang menentukan kehancuran dan kebangkitan dirinya.

Mungkin juga beliau tahu bahwa dengan belajar di pusat peradaban lain, maka seorang muslim bisa jadi penggerak pusat peradaban yang baru.

Atau mungkin Nabi tahu bahwa ilmu Allah melingkupi segala sesuatu, Dia bagi2kan kepada seluruh makhluk. Tugas seorang muslim adalah belajar dari semua sumber apa2 yang bakal bermanfaat buat hidupnya.

Bisa jadi beliau berpikir, bahwa muslim akan terlihat ketika dia bergaul justru di lingkungan yang lebih plural, dengan membawa pesan2 kebaikan untuk lingkungan di mana dia berada.

Atau mungkin Nabi tahu, di dalam buku selain kitab suci Al Quran juga ada ilmu Allah. Emang ada ilmu yang engga berasal dari Dia?

Mungkin beliau menyadari bahwa agar bisa melihat diri dengan lebih baik, seseorang perlu melihat dari luar lingkaran sosialnya.

Agar seseorang tahu, bahwa di lingkungan lain…yang nama Islam tidak pernah disebut… banyak sekali nilai2 islam yang diterapkan, bahkan lebih dalam daripada di lingkungan yang nama Allah di sebut setiap hari.

Atau karena Nabi tahu bahwa beragama itu bukan sekedar mempunyai sekumpulan belief lalu menjalankan ritual kebiasaan. Tetapi lebih dari itu beragama adalah fakta yang di dapat dari mengalami Tuhan lewat apa yang Dia ciptakan. Fakta yang di dapat dari pengalaman2 individu yang menciptakan keyakinan yang tak tergoyahkan.

Bisa jadi juga Nabi ingin membuat seorang muslim mengalami…bahwa…Allah tidak hanya ada di Masjid dan lingkungan yang menyebut dengan jelas namanya…Tetapi juga ada di tempat yang bahkan tidak pernah menyebut namaNya…mengalami bahwa Allah dan rahmatNya…tulus tak memilih dan melingkupi segala sesuatu…

Tapi bisa jadi juga gw salah mengartikan 😀
Nah menurut loe kenapa tuh Nabi ngomong gitu?

*Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap, di situlah wajah Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui* QS Al Baqoroh 115

Askara Note:2 – Menjadi dan Take Action.

2016-12-4-kinan-in-playkids-airport
Seringkali, aku memandang dunia lewat apa yang ingin aku lihat.
Alih2 apa yang sebenarnya terjadi.

Yang ingin aku lihat adalah apa yang aku percayai terjadi.
Aku percaya bahwa dia tidak peduli denganku.
Kenapa? Hanya gara2 whatsapp yang sekedar di read tapi tanpa reply.
Menakjubkan bukan? Betapa aku berhasil membuat hidupku menderita karena apa yg aku percayai tentang icon kecil itu?

Dia tidak memperdulikan aku.
Dia tidak menyayangi aku.
Dia tidak menganggap aku.
Dia tidak mencintai aku.
Aku tidak penting.
Aku tidak berharga.

Kemudian aku ulang2 kata2 itu berkali2.
Aku ciptakan neraka yang sempurna.
Kemudian hidup nyaman tersiksa di dalamnya.

Bermenit2.
Berjam2.
Berhari2.
Berminggu2.
Berbulan2.
Bertahun2.

Sampai satu saat. Ada sebuah komitmen untuk menjadi sesuatu yang berbeda.

Menjadi cinta kasih alih2 menuntut cinta kasih.
Menjadi peduli alih2 meminta orang lain untuk mengasihani diriku.
Menjadi terang alih2 mengutuk kegelapan.
Menjadi keberanian alih2 mengemis untuk dibela dan dilindungi.

Lalu akupun melakukan lebih dari sekedar send message.
Aku menelpon dia.
Aku memdatangi tempatnya.
Aku memeluknya.

Untuk kemudian tahu.
Bahwa faktanya dia merespon aku.
Dia menimpali kata2ku.
Dia menanyakan kabarku.
Kaku terasa pada awalnya, tetapi bukankah semua hubungan yang mendalam diawali dari sebuah keinginan menjangkau walau terasa janggal?

Kemudian akupun teringat.
Ratusan tahun yang lalu Ibrahim menghancurkan berhala2 itu.
Karena dia tahu, berhala adalah sesuatu yg diciptakan sendiri kemudian disembah sendiri.

Hari ini aku sadar bahwa di masa lalu aku telah menciptakan “berhala” ku dalam bentuk kepercayaan2ku dari icon di layar handphone.
Hari ini aku telah menghancurkannya lewat komitmen untuk menjadi yang dilanjutkan dengan action.
Aku telah keluar dari nerakaku lewat “menjadi” dan “take action”
Lalu berhala yg mana lagi yg akan aku hancurkan hari ini?

– awanrimbawan, tolcipularang, 00:43 19des2016
– model: Sekar Askara Kinanti – 20bulan
– photo by awanrimbawan , pake hpnya Dwi Fitrianty Kurnia 😀

Beautiful Experiences

Asiaworks - Awan Rimbawan

Pernahkah kamu merasa bahwa kamu hidup dalam sebuah baju besi?
Kamu melindungi dirimu agar tidak terluka
Kamu menyembunyikan kejelekanmu agar tidak ada orang yang tahu
Kamu pura-pura tidak mengetahui sesuatu, padahal kamu tahu bahwa itu hal yang penting buatmu

Kemudian ada masa-masa dimana saya berada bersama orang-orang itu.
Mengalami breakdown yang berubah menjadi breakthrough
Mengalami rasa takut yang berubah menjadi keberanian
Mengalami rasa malu yang berubah jadi kepercayaan diri

What a beautiful moments…

Training For Mentor Untuk Pendampingan Wirausaha SMK

Alhamdulillah acara Training For Mentor untuk Kegiatan Wirausaha di SMK telah selesai.
Acara ini diadakan 2 hari (28-29 September) di Hotel Oak Bandung.
Sukses terselenggara berkat kerja sama antara TDA Bandung, Save The Children dan 6 SMK di Bandung Raya yaitu:
1. SMK BPPI Baleendah
2. SMK Pelita
3. SMK PGRI 3 Cimahi
4. SMK Profita
5. SMKN 3 Baleendah
6. SMKN 3 Cimahi

Tujuan diadakannya acara ini adalah karena adanya masalah-masalah yang ditemui di SMK terkait lulusannya.

Yang pertama, hampir sebagian besar lulusan SMK selalu berpikir untuk mencari kerja. Sementara penyerapan dari industri, tidak sama dengan jumlah lulusan. Bahkan ada SMK yang lulusannya rata-rata hanya 40% yang berhasil diterima kerja. Sebagian besar sisanya menjadi pengangguran, dan prosentase sangat kecil yang melanjutkan.

Lulusan yang diterima kerja kemudian masuk perusahaan untuk kontrak 1-2 tahun. Namun setelah itu, kontrak mereka tidak dilanjutkan karena pekerjaannya bisa digantikan oleh adik kelasnya yang juga baru lulus. Perusahaan tentunya lebih memilih yang baru lulus karena lebih cost effective dibanding harus menaikkan gaji karyawan kontrak untuk melakukan pekerjaan yang sama. Sehingga terciptalah pengangguran-pengangguran baru.

Masalah berikutnya adalah anak-anak ini pintar dalam membuat produk atau jasa, namun tidak tahu cara pemasarannya. Menurut penuturan beberapa guru bahkan ada sejak kelas satu mereka sudah ada yang bisa membuat produk makanan inovatif, menjahit baju sendiri, produk teknologi seperti power bank dll. Juga pemahaman bahwa untuk memulai usaha, bagaimana modalnya? begitu yang ada di benak mereka.

Kondisi seperti ini diharapkan bisa dikurangi jika ada program yang memperkenalkan kewirausahaan pada siswa SMK sehingga mereka punya pandangan alternatif setelah lulus.

Training for Mentor kemarin dihadiri oleh Bapak/ibu guru SMK dan calon mentor dari TDA Bandung.
Saya pribadi sangat surprise dengan antusiasme dari Bapak/ibu guru. Beliau beliau ini sangat bersemangat mengikuti materi demi materi. Diskusi kelompok juga sangat hidup apalagi ketika membahas bagaimana membuat presentasi materi bisnis yang rumit menjadi menarik untuk anak2 SMK, dilengkapi dengan ice breaking dan game-game simulasinya.

Ada Pak Ade dari SMK Bale Endah dengan pemaparan kondisi wirausaha di sana, Bu Martha dari SMKN 3 Cimahi dengan celetukan-celetukan cerianya, Pak Arif dari SMK Pelita yang banyak mengusulkan hal-hal yang positif, dan guru-guru lainnya yang berpartisipasi aktif sepanjang kegiatan.

Sepertinya beliau-beliau ini di drive oleh motivasi yang kuat untuk melihat siswa2nya maju. Beberapa guru walaupun sudah terlihat senior, tetapi sangat fasih dalam menceritakan kondisi permasalahan yang ada dan apa yang telah beliau lakukan selama ini di SMK tempat bekerja. Bahkan ketika kadang harus mengeluarkan dana dari kantung sendiri karena belum ada dukungan resmi dari sekolah dan mencurahkan waktu tambahan di luar jam kerja.

Calon-calon mentor baru dari temen2 TDA juga tidak kalah bersemangat. Baru minggu lalu TDA Bandung melantik Registered Member di acara TDA Camp. Dan sepertinya event tersebut benar-benar sukses menggelorakan motivasi untuk maju, berbagi dan menebar rahmat bersama-sama . Terbukti temen2 Registered Member TDA mau keluar dari rutinitas mereka. Yang biasanya hanya mengurusi bisnis dan berpikir untuk diri sendiri, kemudian mau meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk membantu adik2 SMK. Ditambah lagi, bersedia membuang malu dan grogi untuk belajar berbicara di depan umum ala trainer motivasi. Belum sempurna tentunya karena tidak terbiasa, akan tetapi keberanian untuk melangkah dari wilayah aman merupakan bukti kualitas seorang pejuang.

Ada Kang Bondbond dengan tag line “ya nggak ya”, Kang Prada yang jualan aqua dan ditempelin post it di sekujur badan sepanjang presentasi, Kang Rona yang memaparkan tentang sesi kreativitas, Kang Miftah yang bercerita tentang jualan alat2 rumah tangga tanpa punya toko dan barang tapi bisa beromset 500jt/bln, dan penampilan-penampilan fenomenal lainnya.

Setelah berakhirnya program Training For Mentor 2 hari kemarin, maka akan dilanjutkan dengan Workshop/Seminar kewirausahaan di SMK masing2. Target peserta untuk workshop/seminar ini adalah 100 orang di tiap-tiap SMK. Setelah usai Workshop/Seminar tersebut, maka akan dilanjutkan dengan pembentukan Klub Wirausaha yang akan dimentoring oleh teman2 TDA selama 8 kali pertemuan.

Saya mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi bapak/ibu guru SMK yang telah hadir di acara kemarin juga rekan2 TDA semuanya. Semoga kegiatan ini bisa menjadi awal yang baik untuk rangkaian acara yang akan datang. Terutama menjadi amal ibadah kita untuk bersama menebar rahmat dan memunculkan potensi2 pemuda pemudi SMK yang berjaya. Sampai jumpa di event lanjutannya.

Catatan Warung Kopi Dini Hari

03:30 Plosoklaten Dusun Bangkok, Kediri.
Saya baru saja mendaftar di Klinik Pijat Pak Muslimin.
Karena masih ada waktu, saya mencari warung yang buka saat sahur.

Sekitar 1km ada warung kopi yang buka.
Saya memesan Indomie telur.
Satu hal yang saya sukai di obrolan warung kopi adalah kita bisa ngobrol bebas dengan orang yang tidak dikenal sekalipun.
Tidak ada sekat-sekat yang membatasi.

Tanpa dinyana saya malah mendapatkan banyak ilmu di waktu yang singkat itu:

“Kudune timbo sing marani banyu, ora banyu marani timbo. Nek banyu marani timbo yo kutah-kutah.”

“Kabeh panjalukmu bakal diwenehi, sing penting sabar. Ojo lali ikhtiar e”

Bahkan pelacur yang bergelimang maksiat saja bisa masuk surga. Hanya karena sebuah perbuatan baik. Jadi jangan bersedih hati kalau masih banyak kekurangan. Teruslah berbuat baik dan memperbaiki diri.

Bahkan ada sebuah riwayat yang mengatakan bahwa Imam Al Ghozali masuk surga bukan karena banyaknya kitab yang beliau baca. Bukan karena ibadah siang malamnya. Namun karena pada suatu saat dia akan menulis, di pena yang dia celupkan ada lalat yang hinggap dan menumpang minum. Beliau menunggu sampai lalat itu terbang untuk mempersilahkan minum sampai selesai. Untuk kemudian melanjutkan menulis.

Lalu adzan Subuh pun berkumandang.
Saya bergegas sholat untuk melanjutkan antri di klinik pijat Pak Muslimin.

Sebuah ikhtiar untuk men-servis tulang belakang dan lutut yang ada di tubuh saya.

Konsep Be – Do – Have untuk Kemajuan Bisnis

KMB Mas Ruli - Awan Rimbawan

Apa sih aset terbesar UKM ?
Itu adalah pertanyaan pembuka dari Mas Ruli.

Ada yang menjawab HRD, karyawan, bangunan dll…

Ternyata jawabannya adalah: Owner.
Bagi perusahaan skala kecil dan mikro, owner adalah penentu maju tidaknya perusahaan.

Jika ternyata Owner adalah aset terbesar dari UKM, maka owner seperti apakah yang bisa memajukan usahanya?

Untuk mengetahui hal ini Mas Ruli menjelaskan tentang konsep Have, Do dan Be.

Kebanyakan orang fokus pada Have.
Target ingin memiliki omset sekian Milyar.
Ingin membangun sistem.
Ingin perusahaannya maju.
Ingin kaya.
Ingin penjualannya laris.
dll…

Tapi memiliki/mencapai sesuatu itu ternyata hanyalah hasil dari Do atau action apa yang dilakukan oleh seseorang.
Dan orang bisa melakukan sesuatu karena orang itu menjadi pribadi dengan sifat2 yang baik (Be).

Jadi yang pertama dibereskan bukanlah targetnya terlebih dahulu.
Tetapi adalah menjadi orang dengan sifat/pribadi yang baik.

Urutannya bukan Have – Do – Be.
Tetapi dibalik menjadi Be – Do – Have.

Contoh kasus ada orang yang ingin bisnisnya maju (Have).
Jangan berfokus pada Have nya tetapi pada Be nya.
Salah satu Be nya adalah: Menjadi orang yang menghargai waktu.
Jika orang menghargai waktu, maka sikap/aktifitas yang dia lakukan misalkan:

  • Dia akan bangun pagi, karena waktunya sayang sekali dihabiskan untuk tidur sampai siang. Sementara pagi2 dia sudah bisa membangun bisnisnya.
  • Dia akan tiba di tempat lebih dahulu jika ada janji/acara. Dengan tiba lebih dahulu dia bisa bertemu dengan orang lain, ngobrol santai dengan pembicara, lebih mempersiapkan diri untuk janjinya.
  • Dia akan sangat sayang menghabiskan waktu untuk bermain2 yang tidak ada hubungan langsung dengan tujuan yang ingin dia capai.

Dengan Do yang seperti itu, pastinya akan berdampak pada Have yang dia inginkan: bisnisnya maju.

Begitu konsepnya, Be dahulu agar bisa melakukan Do dan akhirnya mendapat/mencapai Have.

Nah kadang kita kesulitan, Be seperti apa yang kita perlukan?
Tips dari Mas Ruli adalah melihat seorang pemimpin yang ada di dunia nyata.
Misal Presiden kita, karakter seperti apa yang kita inginkan ada pada dirinya?
Tentunya kita ingin presiden kita mempunyai sikap:

  1. Jujur
  2. Adil
  3. Cerdas
  4. Menghargai Waktu
  5. Komunikatif
  6. Luwes bergaul
  7. Berani Mengambil Resiko
  8. Tekun
  9. Bijaksana
  10. Inspiratif
  11. Berintegritas
  12. Dermawan
  13. Pekerja Keras
  14. Gaya hidup sehat
  15. Dll…

Dari Be yang seperti itu kita jabarkan menjadi Do, misalnya :

  1. Selalu mengatakan kejujuran dan menghindari kebohongan
  2. Tidak memihak kepada siapapun dan selalu memikirkan kepentingan bersama
  3. Menyisihkan waktu untuk membaca buku dan mengikuti training/seminar2 untuk menambah kecerdasannya
  4. Datang tepat waktu, sholat tepat waktu, bangun jam 3 pagi setiap hari untuk sholat tahajud
  5. Belajar untuk berkomunikasi dengan tiap orang, belajar untuk berbicara pada acara2 umum.
  6. Belajar untuk memahami hubungan antar manusia dan tidak tenggelam pada gadgetnya ketika ada orang lain.
  7. dll…

Have adalah target yang ingin dicapai misalnya:

  1. Profit naik 3 kali lipat
  2. Bisa membangun sistem
  3. dll..

Setelah memaparkan mengenai konsep Be – Do – Have, Mas Ruli mengatakan bahwa untuk mengubah diri itu bukan sesuatu yang mudah.
Orang yang biasa bangun siang, akan sulit sekali untuk bangun pagi.
Orang yang biasa merokok, akan sangat sulit untuk berhenti.

Karena jika menganut hukum fisika, semua benda sifat dasarnya adalah lembam(diam di tempatnya masing2), sampai dikenai gaya.
Gaya ini sendiri bisa berupa gaya dorong, maupun gaya tarik.
Dengan dikenai gaya dorong dan gaya tarik, maka sebuah benda bisa bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Gaya dorong ini harus lebih besar dari sifat lembam atau gaya lain yang menarik benda itu berada di tempatnya.
Sebuah roket hanya akan bisa melaju meninggalkan bumi jika gaya dorongnya lebih besar dari gaya tarik gravitasi bumi.
Jika gaya dorongnya lebih kecil dari gaya gravitasi bumi, maka roket itu tidak akan pernah sukses tinggal landas menuju angkasa.

Nah pada pribadi kita yang saat ini, dan ingin menjadi pribadi yang baru (Be), maka harus ada gaya dorong.
Gaya dorong pada diri kita ada yang sifatnya motivasi eksternal dan internal.
Motivasi eksternal adalah sesuatu di luar diri yang menjadi kondisi kita sekarang.
Motivasi internal adalah cita-cita kita sebagai seorang manusia.

Untuk bisa berubah menjadi pribadi yang baru, maka kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi motivasi eksternal dan internal kita.
Motivasi eksternal (karena kondisi) contohnya adalah:

  1. Ingin memperbaiki kemapanan keluarga.
  2. Pasangan sering mengeluh uang dapur kurang
  3. Ingin memiliki rumah sendiri, bukan kontrak dan bukan yang diberikan oleh orang tua
  4. Ingin menyiapkan dana pendidikan sehingga bisa menyekolahkan anak-anak sampai jenjang yang paling tinggi
  5. Ingin memberi kepada orang tua, agar orang tua tidak usah repot bekerja karena sudah lan jut usia.
  6. dll

Mengetahui motivasi eksternal saja tidak cukup karena jika kondisi sudah berubah menjadi lebih baik maka orang akan kebingungan akan kemana jalan hidupnya diarahkan. Seperti satelit yang sudah bisa lepas dari gravitasi bumi tetapi tidak tahu mau kemana. Dia akan mengambang dan berputar2 di orbit yg sama terus menerus.

Oleh karena itu harus ada motivasi internal, yaitu berkaitan dengan cita-cita kita.
Contoh dari motivasi internal adalah:

  1. Ingin memaksimalkan potensi yang ada pada diri sendiri
  2. Ingin menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak
  3. Ingin membuat organisasi bisnis yang bisa menjadi jalan rejeki bagi sebanyak-banyaknya orang
  4. Ingin bisa traveling dan mengunjungi negara-negara lain
  5. Ingin bisa membuat panti asuhan yang memiliki sebanyak mungkin anak
  6. dll…

Motivasi internal dan eksternal ini adalah gaya dorong dan gaya tarik kita untuk berubah dari pribadi yang sekarang menjadi pribadi yang baru (BE).

Mas Ruli menyarankan untuk memasang motivasi internal dan eksternal ini di tempat yang gampang terlihat agar bisa dilihat tiap hari.

Kembali pada pertanyaan di awal tulisan ini.
Owner seperti apakah yang bisa memajukan bisnisnya?
Yaitu owner yang memahami konsep Be Do Have, dan juga memiliki motivasi internal dan eksternal yang kuat untuk bisa menarik/mendorong dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Oh ya, sebagian materi yang disampaikan Mas Ruli beliau dapatkan ketika mentoring dengan Coach Fauzi. Pada saat itu usahanya sedang diambang kebangkrutan karena uang usaha dibawa kabur pegawainya. Namun Coach Fauzi menyampaikan konsep tentang selalu melihat peluang di setiap kejadian dan mengambil tanggung jawab. Jika sampai usaha seseorang bangkrut itu bukan karena ditipu orang, tetapi karena ownernya menyerah. Dari situ Mas Ruli memberhentikan hampir separuh karyawannya, me-reset ulang timnya dan akhirnya mampu bangkit kembali. Pada saat itu Coach Fauzi menyampaikan agar yang ada di kelompok mentoring, nantinya bersedia untuk menjadi mentor jika ada KMB lagi.

Komunitas TDA dengan KMBnya memang memiliki sambung menyambung kebaikan yang sangat baik. Dulu jadi mentee, sekarang jadi mentor. Mereka melakukannya tanpa mendapatkan imbalan finansial apapun. Sungguh sebuah keluarga yang saling membantu satu sama lainnya.

Terima kasih saya ucapkan buat Mas Ruli http://resepbundacatering.com/
Juga buat temen2 suuper yang udah hadir dan mensharing tentang cerita bisnis dan kehidupannya yang penuh pembelajaran 🙂
Teh Nisa – http://naturacraft-decoupage.com/
Pak Wahyu – Airindo Mustika Express cabang Bandung
Kang Miftah – http://www.pabrikbaja.com/

Apa Arti Angka 34 ?

Widuri-2

Pikiran bukanlah diriku

Pikiran tidak harus selalu diikuti

Karena pikiran tidak selalu benar

Ketidaktahuan tentang ini adalah penyebab dari penderitan.

Mengalami dan mengetahui hal ini adalah berakhirnya penderitaan.

Karena sakit itu tidak terelakkan, tetapi penderitaan adalah pilihan

Apa arti angka 34 ?

Hari ini bagiku angka 34 bukanlah sekedar angka setelah 1 dan 2

Bagiku, angka 34 adalah…
Menyadari bahwa di dekatku kini ada seorang bocah berumur 13 bulan.
Dari dia aku belajar bagaimana seseorang tumbuh berkembang.
Darinya aku mengalami kilas balik masa kecilku yang terlupakan.

Bagaimana merepotkannya…
Bagaimana lucunya…
Bagaimana membahagiakannya…
Pengorbanan apa yang harus dilakukan oleh orang tuaku…

Dari anak ini, aku bercermin tentang bagaimana aku melihat ketakutanku
kekhawatiranku akan memandang masa depan
Dan apakah pikiran itu diperlukan ataukah cuma sebagai beban yang baiknya dilepaskan.

Bagiku, angka 34 adalah…
Menjalani pengalaman pernikahan hampir 4 tahun.
Belajar bahwa sebuah hubungan pernikahan adalah cara untuk memahami Ego

Memahami tentang kesabaran
Memahami bahwa jika sesuatu hal itu benar, namun tidak membantu jangan disampaikan
jika sesuatu itu tidak benar namun membantu, jangan disampaikan
jika sesuatu itu benar dan membantu, tunggu momen yang tetap untuk menyampaikan

Bagiku, angka 34 adalah…
Titik di mana aku setahun kebelakang menghindari daging
Banyak pertimbangan tentang hal ini.
Tentang lingkungan, tentang bumi.
Tentang diriku sendiri, pembelajaran tentang nafsu.
Tentang lingkaran tak berujung yang selama ini dijalani.
Salam sungkem kepada Syekh Abdul Qodir Jaelani yang menghindari daging dan api…

Bagiku, angka 34 adalah…
Menjalani hampir setengah tahun sehari makan dan sehari tidak.
Mencoba memahami tentang kadang punya dan kadang tidak.
Kadang di atas, kadang di bawah.
Bahwa semuanya datang untuk pergi, tidak ada yang abadi.
Aku, hanyalah sebuah pengamatan untuk sebuah aliran masuk dan keluar.
Layaknya nafas, tidak untuk ditahan tetapi untuk masuk dan keluar.
Karena hanya dengan mekanisme seperti itulah kehidupan bisa berjalan.

Bagiku, angka 34 adalah…
Fase untuk berkembang…
Ilmu-ilmu baru, saudara2 baru, mindset2 baru…

Bukan kesuksesan yang aku targetkan.
Namun cukup menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya.
Bukan untuk mengalahkan orang lain, namun mengalahkan diri sendiri.
Pada prosesnya, untuk bermanfaat bagi orang lain…sebaik2nya, seluas2nya…

Terima kasih atas 34 ini, aku tahu Engkau selalu dekat dalam tiap detiknya…
Widuri-1