Too Many

Kadang ketika berlari terlalu cepat, perlu adanya sebuah mekanisme pause untuk berhenti sejenak dan me-review kebelakang.

Nature nya pekerjaan jasa, semua ingin diambil sehingga ga sadar jadi overload.

Keseimbangan kehidupan jadi hilang karena fokusnya hanya berupa target dan pencapaian.

Kebijaksanaan adalah tahu kapan saat mengambil tanggung jawab dan kapan saat melepasnya.

Salam pagi hari 🙂

Being is More Important Than Having

Pada saat mengisi acara di Politeknik Bandung kemarin saya membagikan sebuah poin dengan judul “It’s not what you’ll get, it’s what you might become” dengan kata lain “Being is more important than having”

Saya ilustrasikan sebagai berikut.

Donald Trump itu seorang yang sangat kaya raya. Artinya dia mempunyai harta yang sangat banyak. Pada suatu ketika di masa hidupnya dia mengalami kerugian yang sangat besar. Dia kehilangan yang dia miliki dan memiliki hutang yang jutaan dollar. Pada saat itu dia berpikir, pengemis di pinggir jalan lebih kaya jutaan dollar darinya karena pengemis itu tidak punya hutang sedangkan dia punya.

Namun dalam prosesnya Donal Trump bisa mengembalikan semua hutang-hutangnya dan menjadikan bisnis dan kekayaannya seperti sebelumnya.

Di dalam cerita ini daripada sekedar “mempunyai kekayaan” ada yang lebih penting yaitu “menjadi orang yang bisa menciptakan kekayaan”. Mempunyai sesuatu bisa hilang, tetapi tidak ada seorang pun yang bisa mengambil “Anda” (being).

Hal ini juga berlaku ketika saya mengerjakan project-project atau task yang sulit. Tentu saja saya ingin semua project itu terlaksana dengan baik. Tetapi ada yang lebih penting, yaitu menjadi orang yang bisa me-manage waktu, menjadi orang yang disiplin, menjadi orang yang terbiasa mempelajari hal-hal sulit sehingga bisa mengembangkan diri, menjadi orang yang tidak gampang stress di dalam tekanan dan kesibukan, dll

Kadang saya pun ada rasa tidak percaya diri. Apa iya bisa memberikan materi di hadapan ratusan orang?

Tetapi kemudian mindset yang saya gunakan adalah, tidak masalah apakah nantinya bisa tersampaikan dengan baik atau tidak tetapi yang lebih penting adalah saya berlatih menjadi pribadi yang lebih baik.

Because being is more important than having.

Menjadi Pembicara

Hari Selasa kemarin saya menjadi salah satu pembicara di acara Seminar Freelance Politeknik Bandung bersama dengan Ketua Koperasi Freelancer Indonesia: Mas Agung Dewandaru.

Di hadapan kira-kira 150 orang, Mas Agung menerangkan tentang How and What is Freelancer, sementara saya mensharing tentang How to Become Online Freelancer.

Selalu ada kepuasan tersendiri ketika saya bisa berbagi dengan banyak orang. Terutama mengenai pengalaman yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

Kalau diingat-ingat ke belakang saya pernah mengisi di acara:

Saya mulai mengisi seminar/training di akhir tahun 2008. Waktu itu di hadapan Pusat Litbang Sumber Daya Air Dago Bandung (PUSAIR) tema Free Open Source Software dengan Linux Ubuntu. Audience sekitar 200 orang. Beberapa bulan kemudian (di awal 2009) saya  diundang oleh instansi yang sama, tetapi kali ini bertempat di Jogja dengan tema yang sama dan tambahan OpenOffice.

Kemudian lanjutannya adalah mengisi Training WordPress selama dua hari di Politeknik Telkom Bandung dengan audience Bapak Ibu PNS dari kelurahan2 se kabupaten Bandung. Disana saya men-share tentang bagaimana membuat situs dengan wordpress dan juga toko online dengan diasisteni oleh mahasiswa-mahasiswa Politeknik Telkom.

Tawaran selanjutnya adalah dari Institut Pertanian Bogor, seminar Multimedia dan NetPreneur. Kali ini saya berbekal amunisi dari pengalaman oDesk dan juga membuat sebuah online design company bernama 21Clouds. Sepertinya memuaskan sehingga beberapa bulan kemudian saya diundang lagi oleh IPB namun kali ini bertempat di puncak ketika ada acara outing Mahasiswa.

Ketika saya berada di Belanda, seingat saya ada 3 Event di mana saya diundang untuk sharing. Pertama di Radboud University, oleh Perkumpulan Pelajar Pelajar Indonesia Nijmegen. Kemudian di acara (Keluarga Muslim Nijmegen) KEMUNI dua kali.

Bulan April lalu saya diundang di Kapita Selekta Politeknik Telkom dengan tema Freelancepreneur. Kemudian yang paling baru kemarin di Politeknik Bandung.

Semua pengalaman tersebut adalah sebuah cara bagi saya untuk memperbaiki diri. Bagaimana caranya agar bisa menyampaikan sebuah ide dengan baik, bagaimana caranya menginspirasi orang dengan lebih baik, bagaimana caranya membuat orang dari tidak mengerti, menjadi mengerti. Dari keadaan diam, menjadi bergerak.

Dan di samping itu semua, saya belajar untuk menjadi lebih memahami diri saya sendiri. Terima kasih untuk semua kesempatan yang diberikan, semoga saya bisa berbagi dengan lebih banyak orang lagi 🙂

 

 

Great Weekend

IMG01053-20130601-2113Hari Sabtu dan Minggu yang lalu adalah weekend yang mengasyikkan.

Hari Sabtunya kumpul bareng para master dan praktisi Taichi di Villa Bunga tempat Koh Namseng. Ada sekitar 20 orang yang berkumpul dari beberapa sasana di Bandung dan Jakarta. Seperti biasa, suguhan makanan dari Koh Namseng selalu yahud 🙂

Disana saya bertemu dengan teman lama, Izman. Dulu sewaktu saya di Jakarta, sering latihan Tuishou sama dia. Nah kemarin karena waktunya sempit, setelah makan kami berdua naik ke atas buat latihan Tuishou. Tuishou bareng dia enak, soalnya benar2 bisa merasakan latihan dan belajar alur bukan sekedar dorong2an pengen menang. Sayangnya belum ada sejam latihan, kemudian ada yang memanggil kami buat turun ke bawah kumpul sama para sesepuh membicarakan peraturan tentang kompetisi Tuishou.

Pertemuan itu juga sebagai tindak lanjut dari apa yang terjadi di kompetisi Tuishou di Solo terakhir kemarin dan juga Surabaya tahun lalu. Bagaimana caranya agar event Tuishou dikembalikan ke Taichi, bukan mengarah “adu kebo” atau mirip seperti Sumo dan gulat.

Sepertinya masih panjang jalannya karena menilai “seni” Tuishou ini sulit, apalagi juri yang mengerti dan mempelajari Tuishou masih sedikit.

awan-rimbawan-koperasi-freelancer-indonesia

Hari Minggu nya gabung sama para Freelancer di acara pembentukan Koperasi Freelance Indonesia. Seneng karena selama ini cuman bisa ngobrol lewat facebook group dan sekarang berkesempatan untuk membuat sesuatu bersama untuk kondisi freelancer yang lebih baik. Klo jadi freelancer kan susah dapet akses asuransi dan assesment perbankan, jadi dengan adanya lembaga formal ini nantinya akan lebih gampang untuk mendapatkannya.

Memang menyenangkan bisa ketemu orang-orang yang satu interest. Bersillaturahmi dan bertukar pikir secara fisik. Secara selama weekdays kebanyakan interaksinya via media elektronik (skype, chat, fb, dll)

Kemudian yang terasa juga adalah “efek” yang terjadi setelah itu. Jadi memperkuat ide-ide yang ingin di eksekusi. Pertemuan-pertemuan dan obrolan itu seperti api yang memantik minyak. Api dan minyak yang sebelumnya tidak diketahui letak dan bagaimananya.

Just like one great man says: There are two things that will hugely affect your life. The book you read and the people you met.

Awan Rimbawan

Tui Shou Theory oleh Damo Mitchell (bagian 1)

by Damo Mitchell http://lotusneigong.com/content/?p=185

Diterjemahkan bebas oleh Awan Rimbawan

Tui Shou (sering dikenal di dunia barat dengan nama “Pushing Hands”) adalah latihan kepekaan bersama partner yang digunakan didalam Taiji Quan untuk melatih delapan energi. Latihan ini sangat penting jika Anda ingin memahami bagaimana Taiji Quan bekerja, tetapi latihan ini bukanlah tujuan akhir. Tui Shou bukanlah 100% martial art ataupun latihan fisik namun mempunya beberapa tujuan yang dirangkum sebagai berikut: Continue reading Tui Shou Theory oleh Damo Mitchell (bagian 1)

365 Hari Menjalani Mimpi

Hari ini musim gugur di Belanda, dan di musim ini Tuhan sedang bermain-main dengan warna dedaunan. Pada sebuah pohon Dia membubuhkan warna hijau terang, di pohon yang lain Dia memberikan warna merah darah. Ada sebuah pohon yang daun2nya Dia beri warna kuning manyala, ada juga yang Dia beri warna perpaduan ketiganya dan gradasi di antaranya. Continue reading 365 Hari Menjalani Mimpi