Tutur Sang Mentari #2

Ketika melakukan Zhan Zuang (kuda-kuda dalam Taichi) tujuannya bukanlah agar kaki kuat, tetapi agar badan menjadi rileks.
Nanti akan menemukan bagian tubuh mana yang pegal.
Pada bagian tubuh yang pegal itulah yang harus dirileks-kan
Sehingga pada akhirnya semua bagian menjadi rileks.
Lalu berdiri lama pun tidak masalah.

Pada kehidupan sehari-hari saya sering menemui sesuatu hal yang membuat saya terganggu.
Pada saat itulah saatnya menengok ke dalam diri untuk menemuinya lewat kesadaran.
Sehingga bisa rileks menjalaninya.
Hal ini bukan berarti membiarkan permasalahan, tetapi menghadapinya dengan ketenangan.
Tidak menghindar/membiarkan, tidak pula mengambil tindakan yang tergesa-gesa.
Masalah adalah cara Tuhan berkomunikasi kepada saya untuk menunjukkan apa yang salah dengan pola pikir saya

From Car Accident to Taichi Master – Shifu Jimmy Wong

Awan-Rimbawan---Shifu-Jimmy-Wong

Hari ini rekan-rekan Taichi Bandung kedatangan tamu jauh.

Beliau adalah Shifu Jimmy Wong dari Wu Hao Taiji yang sasananya ada di Dallas, Texas USA.

Kebetulan beliau kemarin ke Malaysia, sehingga menyempatkan diri untuk datang ke Bandung.

Setelah bertemu dengan komunitas Taichi di Pajajaran, beliau mendemokan Wu Style di lapangan tegalega di Bandung.

Selesai dari lapangan Tegalega, Group Taichi Flying Wheel mengadakan Tuishou bersama di Ged. Mekar Sari Mandiri, Mohammad Toha.

 

Sebelum mulai latihan Tuishou saya menanyakan kenapa beliau bisa mempelajari aliran Wu.

Ternyata sebelumnya beliau belajar Kungfu Shaolin Utara dan membuka perguruan di Amerika.

Kemudian tahun 1983, ketika Michael Jackson datang ke Dallas, Texas kondisi lalu lintas sangat ramai dan banyak orang minum-minum.

Bahkan sangking ramainya Michael Jackson tidak bisa masuk ke stadion lewat cara biasa, tetapi harus menggunakan helikopter dan masuk lewat atap stadion yang terbuka.

Pada saat itulah Shifu Jimmy mengalami kecelakaan mobil.

Dadanya menghantam setir sehingga setirnya hancur.

Anehnya tulang rusuknya tidak apa2.

 

Namun setelah kecelakaan itu, dadanya sering sakit ketika minum dan beraktifitas.

Oleh karena itu partnernya nya yang sama-sama membuka perguruan kungfu menyarankan untuk berlatih Taichi.

Setelah satu minggu berlatih Taichi, dadanya tidak sakit lagi.

Mulai saat itu Shifu Jimmy meninggalkan latihan Kungfu Northern Shaolin (hard style) dan mulai berlatih soft style Taichi (umur 29 tahun).

 

Beliau pertama kali belajar Taichi aliran Yang.

Kemudian saat belajar akupunktur di Beijing, beliau bertemu dengan guru Taichi aliran Wu dan mulai berlatih aliran Wu.

 

Latihan Tuishou tadi pagi dimulai dengan penjelasan menggunakan bahasa Mandarin, campur dengan Inggris.

Kemudian dimulai dengan sesi tanya jawab.

Selanjutnya satu persatu yang ingin mencoba bermain Tuishou dipersilahkan tempel tangan dengan Shifu Jimmy.

 

Pada saat itu saya sempat beberapa kali mencoba dengan beliau.

Yang saya rasakan, tangannya soft dan sulit dirasakan Yin dan Yang nya.

Pelajaran yang saya dapat:

– Saya melihat ketika gerakan pembuka, tangan dan kaki bergerak secara bersamaan.

– Gerakannya kecil dan tangan seperti selalu memegang/sesuatu

– Tidak banyak gerakan tangan, tetapi justru gerakan yang berasal dari pinggang dan tangan mengikuti.

– Gerakan tangan tidak melebihi batas kaki/lutut

– Jangan sampai terjadi gerakan sendi yang terputus (penyakit kebiasaan saya nih, hehe…)

– Jangan mendorong dengan punggung tangan, gunakan jari sebagai bridging untuk telapak tangan

 

Beruntung saya ada jodoh bertemu dengan beliau hari ini. Walaupun beliau dengan rendah hati berkata bahwa “I’m lucky can meet you guys today. I met with Lisda in USA and she knew I’m in Malaysia and invite me here. So I’m very lucky to meet you guys.”

Pada sesi terakhir, ada beberapa kata-kata yang saya ingat:

Why do you learn Taichi? You learn Taichi not because you want to become the strongest and able to defeat other person.
You learn Taichi because you want to learn what’s wrong with your mind, what’s wrong with your body and how to become a better person.

Ini adalah salah satu alasan kenapa saya suka belajar Taichi.
Taichi mengajarkan saya tentang kehidupan.
Mungkin kata-kata di atas, bisa juga diperluas.
Profesi, hobby, usaha, aktifitas yang kita lakukan dalam kehidupan bukanlah alat untuk mencapai “sesuatu”.
Karena toh “sesuatu” itu tidak akan pernah kekal kita miliki.
Tetapi itu adalah sarana pembelajaran untuk mengetahui lebih dalam tentang pikiran kita, tubuh kita dan terutama menjadi orang yang lebih baik.

Kata-kata yang lain adalah:

It will take a life time to learn Taichi, perhaps 10 life time

An art that will take a life time to be learned…hmm….I don’t mind 😉

Jimmy-Wong-Flying-Wheel-Awan-Rimbawan

Tamu Dari Belanda, Longevitology, dan Pilates

You think you have a choice, you don’t – Byron Katie

Tamu dari Belanda

Hari Sabtu yang lalu saya janjian ketemu dengan Mas Junito.

Sebelumnya saya belum pernah bertemu dengan beliau, hanya sempat ngobrol di group Indonesia Business Network – The Netherlands. Dari obrolan di dunia maya tersebut rupanya berlanjut ke dunia nyata. Mas Junito yang pas kebetulan sedang ke Bandung jadi ngajak ketemuan.

Beliau ini pemilik portal media www.indonesienu.nl/ Dalam perbincangan kami di kafe Dakken di jalan Riau, beliau mendiskusikan berbagai macam ide-ide yg ingin direalisasikan mulai dari apps, website social network, dlsb.

Saya juga men-sharing feedback tentang ide-ide tersebut. Terutama tentang kaitannya dengan Lean Methodology.

Credo dari Lean Methodology adalah “Life is too short to build something that people don’t want”.

Secara teknis, kita bisa membuat apa saja. Tetapi apakah yang kita buat itu diinginkan oleh orang lain? Maka dari itu muncullah Lean Methodology dimana step awalnya adalah menemukan “pain problem” yang dimiliki dari user.

Jadi kan biasanya kita bikin dulu sesuatu. Lama, berhari-hari, berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun.

Tetapi kemudian setelah di launch baru tahu bahwa people don’t need it.

Jadi prosesnya dibalik, cari tahu dulu kebutuhan atau pain problem. Dari situ baru dicari solusinya.

Beberapa Buku yang saya rekomendasikan adalah The Lean Startup-Eric Ries, Running Lean-Ash Maurya. The Lean Startup lebih banyak membahas konsep dan mindset Lean Methodology, sementara Running Lean lebih banyak membahas sisi praktikalnya. Bagaimanapun membahas hal ini terasa kurang lengkap jika tidak menyebut Steve Blank dengan Customer Development, si Embah guru dari kedua pengarang buku yang saya sebutkan sebelumnya.

Sebetulnya saya akan dikenalkan oleh pemilik Kafe Dakken yg menurut Mas Junito juga punya ide untuk membuat portal bola, tapi sayangnya saya harus segera meluncur ke acara selanjutnya

Longevitology.

Saya datang ke acara ini karena diberi info oleh Pak Joni, dosen unpar yang sering datang ke Taichi di Sudirman. Beberapa kali saya lihat beliau mengobati orang dengan tangannya. Saya kira itu Chikung, ternyata bukan. Namanya adalah Longevitology.

Longevitology adalah sebuah metode untuk menerima energi alam semesta melalui tubuh manusia. Pertama-tama peserta seminar dibuka Cakra nya. Cakra ini adalah meridian titik akupunktur. Kemudian diberi penjelasan tentang berbagai macam Cakra yang ada di tubuh manusia dan bagaimana cara menyelaraskannya sehingga bisa menyehatkan tubuh sendiri dan orang lain.

Gurunya, Mr Wei datang dari Taiwan. Beliau berbicara beberapa kalimat dalam bahasa Mandarin, kemudian diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Pertama kali saya datang, telat dan kalimat pertama yang saya dengar adalah: Terapi ini mempunyai 3 syarat:

1. Tidak boleh meminta bayaran

2. Tidak boleh membujuk untuk masuk partai politik tertentu

3. Tidak boleh membujuk untuk masuk agama tertentu

Sebenernya saya mikir, bagaimana acara ini bisa terselenggara tanpa membayar. Padahal sewa gedung saja 20juta. Ternyata semua dari donatur. Dan Master Wei yang datang dari Taiwan, relawan dari Malaysia, Singapura, Surabaya dan Jakarta semuanya tidak dibayar.

Saya jadi ingat teman saya, Susri Utami yang sekarang sedang menimba ilmu di Taiwan. Mungkin saja dia kenal dengan Master Wei 😀

Acara ini berlangsung 6 hari. Seminarnya dimulai setiap pukul 18.00-22.00

Tidak boleh membolos satu haripun. Kegiatan siang harinya adalah terapi yang dilakukan oleh Master Wei dan para relawan.

Master Wei ini telah diundang ke berbagai negara seperti Canada, USA, New Zealand, Myanmar, dll. Di negara-negara tertinggal yang alat kesehatannya sangat terbatas beliau sering datang untuk mengajar agar kesehatan orang-orang di sana bisa terjaga.

Metode terapi nya sangat simple. Cukup arahkan tangan ke cakra yang berkaitan dengan penyakit yg di-alami.

Pesertanya banyak sekali hampir 700 orang. Padahal direncanakan hanya sekitar 300 orang saja.

Lumayanlah, jadi tambah ilmu. Siapa tahu bermanfaat 🙂

Pilates

Kemudian minggu ini saya memulai Pilates. Pilates ini adalah sejenis senam, yang fungsinya untuk mengembalikan postur tubuh. Bisa juga digunakan untuk rehabilitasi pasca operasi.

Tujuan saya sendiri ikut Pilates adalah untuk mencari penanganan atas Spondylolysthesis. Moga-moga dengan ikut Pilates ini bisa meringankan 🙂

 

Healthy Teeth is Live

Akhirnya website ini live juga.

Lumayan banyak yang harus dikerjain.

Dari mulai illustration dan character creation, animation, custom functionality, game, dst.

Situs ini punya quiz yang dibikin dengan HTML 5 dan responsive untuk semua device Awan Rimbawan3

Juga ada games yg di custom illustrasinya Awan Rimbawan4

Coloring book yang juga responsive http://healthyteeth.org/wp-content/coloringbook/

Certificate creation http://healthyteeth.org/smile-certificate/

Klien-nya adalah Nova Scotia Dental Association, dan ditujukan buat edukasi ke anak2. Beberapa minggu yang lalu dikirimin foto TV yang menayangkan website ini. Ternyata sudah di iklankan secara nasional di Canada.

Dua designer yang bergabung membuat team website healthy teeth ini dari Jogjakarta. Keren kan hasil orang jogja bisa mejeng di TV nasional seantero Canada 🙂

Special thanks for:
Risang Alit (Jogja)
Gepeng Rakhmat (Jogja)
Ravi Ranjan (India)
Dondee Biscocho (Philipinnes)
Mayur Unagar (India)
Asfihani Asfik (Indonesia)
Anuj Moor (India)
Dwi Fitrianty Kurnia (sebelah meja ane ^_^)
Pinah kereelstwe (Canada)
Tim Wilson (Canada)
Jeannette Folan (Chicago)
Eliot Coles (Canada)

 

Flappy Bird, Om dan Steve Jobs

Pembuat Flappy Bird Raup 600jt sehari: http://tekno.kompas.com/read/2014/02/06/1133198/Wow.Pembuat.Flappy.Bird.Raup.Rp.600.Juta.Sehari

Developer Behind “Flappy Bird,” The Impossible Game Blowing Up The App Store, Says He Just Got Lucky

Dulu waktu sd ane pernah di bilangin sama Om.
“Kamu nanti kalau gede jadi pencipta musik aja, cepet kaya”
“Kok bisa om?”
“Iya pencipta musik itu gampang dapet inspirasi. Nadanya tinggal ngambil dari musik2 yang udah lama ada dan orang2 lupa trus disesuaikan dengan trend jaman sekarang.”

Sayangnya ane ga mengikuti nasehat si Om 

Mungkin aja Om ane pernah ketemu sama Steve Jobs yg ngomong: “For the next several years, our job is to not reinvent the world. It’s to take something that we know exists already but hardly anybody’s got it, and get it out to them.” 

Apa hubungannya flappy bird song writer dan steve jobs?
Enjoy : http://helicoptergame.net/

Sebuah Rangkaian

Cerita ===> Emosi

Emosi ===> Pemikiran

Pemikiran ===> Tindakan

Dan cerita yang paling kuat adalah yang kita sering putar di dalam kepala kita.

Satu nafas ribuan cerita dimainkan.

Sangat cepat, seolah2 kita berpikir ketika melakukan sebuah tindakan, tetapi sebenarnya dibelakang nya ada sebuah cerita yang mentrigger emosi.

Kesadaranlah yang akan menyingkapkannya.

Apakah cerita itu benar?

Apa yang saya rasakan ketika saya memutar cerita itu di dalam kepala saya?

Akan menjadi apa, diri saya tanpa adanya cerita itu?

Dan kemudian kehidupan akan menjadi saksi ke-kini-an.

Tanpa ketakutan di masa depan, dan keinginan untuk merubah masa lalu…

Syukur sejatinya adalah berada di saat ini, tanpa adanya kekhawatiran dan penyesalan.

The best thing is….what is now, how do I know that it’s the best ? well…here it is… 🙂

 

The True Warrior Is Not The One Who Win The War

I always thought that the true warrior is the one who wins lots of war.

Lately I just found out that the true warrior is the one who being defeated and come back stronger as before.

Everything has consequences.

The consequences of standing of your own at business world is profit… and loss…

Never thought that you’ll not going to broke, because someday it will.

Never thought that you’ll not going to fail, because someday it will.

It doesn’t matter how good you are, you will fall.

Perhaps it’s because of personal problem, wrong small decision that turned out to be big snow ball down the hill, or any other trivial causes.

But the key is to understand that life is constant war.

Don’t count your winning.

Count when you forced to fell down and rise up again stronger as before.

never-give-up-awan-rimbawan