Jika engkau sendiri, mungkin engkau akan takut
Tetapi jika engkau mengerti bahwa bumi menopangmu…
mengerti bahwa langit menaungimu…
menyadari bahwa pohon2 mengirimkan energi untukmu…
dan semesta berdenyut lembut bersama jalanmu…
manalah mungkin ketakutan akan menguasaimu?
ketakutan akan lebur tak berbentuk
karena memang ini bukan tentang bentuk,
ini tentang rasa yang tak berhingga…
Author: Awan Rimbawan
Tutur Sang Mentari #8
Bagaimana cara mengenali diri?
Yaitu dengan mengenali pikiran
Melihat dari mana pikiran muncul, bagaimana strukturnya, pikiran lain apa lagi yang ditimbulkan, bagaimana pikiran itu tergantinkan dengan pikiran yang lain…
Mengenali keinginan saya, mengenali keharusan saya…
Jika saya harus (sesuatu) berarti saya tidak dalam kondisi (sesuatu)
Saya harus mencintai dia —> saya sedang tidak dalam kondisi mencintai dia
Saya harus sukses —> saya sedang tidak dalam kondisi sukses
Saya harus mempunyai xxx —> berarti saya sedang tidak mempunyai xxx, padahal apakah yang diberikan oleh xxx ? jika saya bisa mendapatkan kondisi yang diberikan oleh xxx apakah saya perlu mempunyai xxx ?
Tidak salah untuk menginginkan sesuatu. Saya bisa mengerti hal itu. Tetapi jika keinginan itu menjadi keharusan dan bersifat menyiksa, maukah saya untuk menganalisanya lebih dekat?
Saya menginginkan sesuatu. Sesuatu itu berarti tidak saya miliki. Padahal saya selalu memiliki lebih dari yang saya butuhkan. Maka sejatinya keinginan itu hanyalah permainan pikiran, senda gurau belaka…
Catatan Malam – Fokus ke Proses Bukan Pencapaian

Mengingatkan pada diri sendiri, untuk selalu berfokus pada proses.
Bukan hasil, bukan pencapaian.
Lihatlah prosesnya maka engkau akan menjadi manusia, yang tidak luput dari khilaf dan kesalahan.
Bagaimanapun kerasnya mempertahankan berdiri, ada saatnya untuk jatuh.
Bersihkan debu yang menempel, bangkit kembali.
Bagaimanapun kuatnya berlari, akan pernah tersandung.
Meringis sejenak melihat lutut yang lecet, tetapi kembalilah berlari walau tertatih.
Engkau manusia, bisa salah, bisa terjatuh, bisa berharap, bisa kecewa.
Tak apa, teruslah berproses, teruslah berusaha…
Belajar Dari Bapak Tukang Sampah dan Elon Musk

Sukses bukanlah pencapaian, sukses adalah proses yang konsisten menuju sebuah tujuan
Setiap jam 5 pagi saya selalu mendengar bapak tukang sampah mendorong gerobaknya.
Kadang sebelum jam 5 beliau sudah datang.
Di tempat saya, jam 5 kondisinya masih gelap. Kalau langit terang, kita masih bisa melihat bulan jadi penguasa malam.
Tetapi beliau selalu datang pada waktu yang sama, memindahkan sampah dari tong sampah di depan rumah-rumah untuk diangkut dengan gerobaknya.
Bapak tukang sampah ini mengajarkan kepada saya tentang etos dan disiplin kerja.
Saya percaya bahwa orang2 hebat memiliki salah satu atau kedua hal ini:
1. Etos Kerja
2. Kerja Cerdas
Orang-orang yang sangat hebat seringkali bahkan mempunyai keduanya.
Contohnya Elon Musk dengan SpaceX nya berhasil meluncurkan roket keluar angkasa setelah gagal berkali-kali dan menelan dana jutaan dollar.
Salah satu karyawan di SpaceX mengatakan: Seberapa keras kamu bekerja di kantor ini, pasti selalu akan ada orang yang lebih keras bekerja (yaitu Elon Musk). Sumber aslinya di sini
Etos kerja di sini bisa dimaknai dengan kerja tepat waktu ataupun kerja lebih dahulu dengan bangun lebih pagi seperti Bapak tukang sampah.
Jika Anda orang yang tidak terbiasa bangun pagi, saya bisa mengerti. Tidak semua orang senang/memilih bangun pagi. Ada orang yang lebih suka untuk bekerja larut malam dan bangun siang. Bagi mereka malam yang tenang memberikan ketenangan tersendiri.
Ada juga kelompok orang yang ingin bangun pagi, tetapi selalu bangun kesiangan. Dahulu, saya termasuk salah satu yang berasal dari kelompok ini. Dahulu saya selalu ingin bangun pagi, tetapi ketika terbangun matahari sudah menyingsing dan beker dalam posisi mati (tentu saja saya yang mematikan dalam keadaan tidak sadar).
Yang saya lakukan untuk merubah kebiasaan ini adalah:
1. Tidur lebih awal.
2. Set target waktu bangun.
3. Sesuaikan sedikit demi sedikit dengan kebiasaan badan.
Misalkan saya tidur biasanya jam 12 malam, maka saya akan coba tidur jam 10 malam.
Lalu jika saya biasa bangun jam 7 pagi, maka saya akan pasang beker 15menit lebih awal yaitu 6.45
Memang saya bisa set beker bangun jam 3 pagi, tetapi pengalaman saya itu tidak akan berhasil.
Karena tubuh punya kebiasaan dan pengalaman saya mengatakan bahwa kebiasaan tidak bisa diubah secara drastis.
Harus diarahkan sedikit demi sedikit
Kemudian pertahankan waktu tersebut dalam periode tertentu.
Bisa coba mempertahankan satu minggu untuk jadwal tidur jam 10 dan bangun jam 6.45
Setelah satu minggu, pasang beker untuk bangun 15 menit lebih awal yaitu 6.30
Pertahankan dalam waktu satu minggu untuk tidur jam 10 dan bangun jam 6.30
Minggu depan, bangun 15 menit lebih awal lagi dan pertahankan selama 1 minggu.
Begitu seterusnya.
Nah tips biar tidak tidur lagi, lakukan sesuatu yang menyenangkan.
Misalnya:
– nonton video lucu2 di youtube
– komenin orang2 di fb
– nulis
– nyetel tipi
– baca buku
– atau apapun yang pengen dilakukan dan menyenangkan
Tidak hanya waktu bangun, waktu tidur juga bisa disesuaikan.
Misalkan biasa tidur jam 12 malam, usahakan untuk tidur 15 menit lebih awal: 11.45
pertahankan dalam periode tertentu, kemudian ubah jam tidur menjadi lebih awal 15menit lagi dst…
Yang utama di sini adalah, jika gagal untuk bangun satu hari jangan menyerah tetapi coba lagi besoknya. Mencoba akan lebih baik daripada tidak sama sekali. Dan bangun bahkan satu menit lebih awal lebih baik daripada membiarkan kebiasaan bangun siang.
Bagaimana jika belum ngantuk dan sulit tidur di jam yang sudah ditentukan?
Dalam pengalaman saya, sulit tidur itu karena pikiran terus bekerja.
Pikiran yang terus bekerja membuat badan jadi tidak rileks dan sulit untuk tidur.
Pindah posisi berkali-kali, sudah merem melek lagi, dst..
Untuk merilekskan pikiran saya menggunakan metode nafas yang sederhana.
Pertama tidur dalam posisi telentang dan rilekskan badan.
Tutup mata dan kemudian tarik nafas panjang perlahan.
Hembuskan secara perlahan dan rasakan badan menjadi rileks.
Tarik nafas kembali secara perlahan dan panjang, kemudian hembuskan pelan dan rasakan badan menjadi lebih rileks lagi.
Ulangi berkali-kali.
Tujuan nya bukanlah untuk membuat tidur seketika, tetapi merilekskan badan.
Jika badan dan pikiran sudah rileks maka biasanya saya akan tertidur dengan sendirinya.
Saya cukup puas dengan hasil yang di dapat dengan menerapkan metode di atas.
Saat ini saya tidur cepat dan bangun cepat.
Saya punya waktu banyak di pagi hari untuk melakukan kegiatan yang saya sukai.
Bisa meditasi, bisa baca buku, bisa tahajud, bisa Taichi, bisa nulis dll.
Saya pikir, kerja cerdas juga bisa didapat dengan dua hal:
1. orangnya memang sejak bawaan sudah cerdas
2. orangnya punya etos kerja dan waktu yang lebih banyak untuk belajar/mengerjakan bidang tersebut
Kalau bangun saja lebih siang dari bapak tukang sampah, jangan2 nanti rejekinya juga lebih ….(silahkan isi sendiri)… dari bapak tukang sampah 😀
Belajar dari Bapak tukang sampah dengan etos kerja yang hebat dan Elon Musk yang bekerja secara cerdas, mudah2an kita bisa jadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat.
LeBistroHalifax.com Is Live :)
Le Bistro Halifax adalah Restaurant bernuansa Perancis di Kota Halifax, Propinsi Nova Scotia, Canada.
Ketika project ini pertama kali dimulai, client tidak sengaja membuka development site yang sedang “under construction”
Dan dia berpikir bahwa site itu sudah selesai. Jadi dia merasa kalau dia salah mempercayakan project itu ke kami.
Tetapi, team langsung bergerak cepat menginfokan bahwa development sedang berjalan dan kami juga memberikan garansi 100% uang kembali jika tidak puas.
Dan akhirnya setelah project ini selesai client juga puas terhadap hasilnya.
Bisa dibandingkan tampilan site yang lama dan juga yang baru:
Old site

New Site
Special Thanks to a great collaboration:
Liz Ingram Chambers – Halifax, Canada
Tim Wilson – Halifax, Canada
Pinah Kereeletswe – Halifax, Canada
Subhash Chander – Sirsa, India
Asfihani Asfik – Pamulang, Indonesia (great dedication even with typhoid fever! moga cepat sembuh bro!!)
Risang Alit – Jogjakarta, Indonesia
Shoyeb – Barisal, Bangladesh
Dwi Fitrianty Kurnia – sebelah hati ane *halah* 😀
Thanks a lot Team!!!
Tutur Sang Mentari #7
Realitas, selalu akan memberimu lebih besar daripada imajinasi seindah apapun.
Imajinasi, cerita dan asumsi yang dibentuk oleh pikiran baik untuk masa depan ataupun masa lalu adalah sumber dari penderitaan.
Tanpa masa lalu, tidak akan pernah ada masa depan.
Yang ada dan yang real adalah saat ini… sekarang… di sini…
Keinginan adalah cerita untuk masa depan.
Penyesalan adalah cerita tentang masa lalu.
Asumsi adalah bentukan pikiran yang mengatakan bahwa jika keinginan terpenuhi, maka akan tercapai kebahagiaan.
Pada saat keinginan itu belum terpenuhi, maka batin akan menderita.
Pada saat keinginan itu sudah terpenuhi, akan muncul keinginan baru yang berlanjut kepada penderitaan.
Begitulah seterusnya.
Kebahagiaan yang di dapat dari tercapainya keinginan, tidak akan mendatangkan kebahagiaan.
If you don’t have it you suffer because you want it.
If you already want it, you suffer because you want more or you want something else.
Penyesalan adalah asumsi untuk masa lalu.
Jika melakukan A di masa lalu, maka saat ini pasti terjadi B
Tetapi apakah hal itu benar?
Apakah B pasti terjadi jika di masa lalu mengambil pilihan A ?
Apakah saya yakin?
Apakah saya lebih tahu dari Tuhan?
Pertanyaan-pertanyaan itu akan mengantarkan seseorang kepada kesadaran atas pikiran, dan sumber-sumber penderitaannya.
*Catatan singkat dari diskusi kemarin malam bersama Teh Dayana, Teh Mila dan Icicuw 🙂
Tutur Sang Mentari #6
Diam bagaikan bumi, tenang dan tak tergoyahkan
Maju bagaikan api, cepat dan tak terbendung
Mundur bagaikan air, menghanyutkan dan tak terasa
Bergerak ke kanan bagaikan logam
Bergerak ke kiri bagaikan kayu.
Jagalah bumi, tempat berpijak karena itulah yang terpenting.
Jagalah bumi yang tenang dengan penuh kesadaran.
Sekali tercabut dari bumi, butuh waktu lama untuk kembali lagi.
Pupuklah kebiasaan baik, karena itu akan menjadi bumi tempatmu berpijak.
Tutur Sang Mentari #5
Perjalanan menuju kesempurnaan diawali dengan kemauan memulai dalam ketidak sempurnaan.
Kemudian memperbaikinya sedikit demi sedikit, secara terus menerus
Tutur Sang Mentari #4
Guru terbaik adalah orang-orang yang ada di sekitar mu.
Guru terbaik adalah orang yang hidup dengan mu.
Dia akan menunjukkan “sesuatu” dalam diri mu.
Alam telah menentukan dan memilih dengan seksama dengan siapa kamu harus belajar.
Orang-orang itu adalah cerminan dirimu.
Apa yang tidak kamu sukai pada orang itu, adalah apa yang tidak kamu sukai pada dirimu.
Maka itu, bukan orang itu yang harus berubah.
Tetapi kamu yang harus berubah.
Orang itulah yang menunjukkan jalan, sisi mana yang harus kamu ubah.
Progess Data Peta Taichi Online 3 Juni
Sekilas info progress Peta Taichi Online minggu ini.
Akhirnya luar jawa pecah telor dengan terdaftarnya satu tempat latihan di Denpasar/Bali.
Ceritanya, sewaktu saya share peta online di group fb atni, ada beberapa member yang me-like. Karena saya menggunakan metode jemput bola dalam mengumpulkan data, maka yang me-like itu saya add friend kemudian saya message yang isinya menawarkan jika tempat latihannya berkenan dimasukkan di peta. Ternyata salah satu yang me-like tersebut adalah Ko Ong Wen Ming dari IKS Pro Patria di Denpasar. Beliau ini yang pertama kali memperkenalkan saya dengan Taichi sewaktu saya kerja di Bali. Senangnya bisa ketemu kembali setelah sekian lama.
Jadi jodoh saya punya guru Taichi dengan nama yang sama. Yang pertama Ko Ong Bali (Ong Wen Ming) dan juga Ko Ong Bandung (Lie Kung). 😀
Ada juga Ko Martin Wong yang me-like. Kemudian setelah saya kirim message, dapat info bahwa beliau membuka Perguruan Energi Alam Semesta di Jakarta Timur. Ternyata beliau ini senior saya karena sama-sama alumni STT Telkom (sekarang bernama Telkom University).
Pelajaran yang saya dapat adalah, semakin lengkapnya Peta Online Taichi ini maka bisa membuat tali persaudaraan menjadi lebih erat 🙂
Saat ini sudah ada 19 data tempat latihan yang terdaftar di 7 kota. Meningkat 10 data dibanding minggu lalu.
Semoga kota-kota yang lain seperti Surabaya, Medan, Brebes, Batam dan yg lain-lain bisa menyusul.
Minggu ini Peta Taichi Online berterima kasih kepada kontributor data tempat latihan:
Mbak @Titisari ayik, terima kasih menambahkan Graha Niaga Solo
Pak @Heru, terima kasih sudah menginfokan 2 data di Purwokerto
Ko @Martin Wong, JakTim
Ko @Ong Wen Ming, Denpasar
Ko @David, menambahkan tempat latihan di Gereja Raja Kristus Solo
Semoga para kontributor data mendapatkan pahala dan karma baik karena membantu orang-orang menemukan kesehatan (fisik dan pikiran) yang lebih baik lewat Taichi.
