Belajar Dari Bapak Tukang Sampah dan Elon Musk

EarlyMorning-Awan-Rimbawan

Sukses bukanlah pencapaian, sukses adalah proses yang konsisten menuju sebuah tujuan

Setiap jam 5 pagi saya selalu mendengar bapak tukang sampah mendorong gerobaknya.
Kadang sebelum jam 5 beliau sudah datang.

Di tempat saya, jam 5 kondisinya masih gelap. Kalau langit terang, kita masih bisa melihat bulan jadi penguasa malam.
Tetapi beliau selalu datang pada waktu yang sama, memindahkan sampah dari tong sampah di depan rumah-rumah untuk diangkut dengan gerobaknya.
Bapak tukang sampah ini mengajarkan kepada saya tentang etos dan disiplin kerja.

Saya percaya bahwa orang2 hebat memiliki salah satu atau kedua hal ini:
1. Etos Kerja
2. Kerja Cerdas

Orang-orang yang sangat hebat seringkali bahkan mempunyai keduanya.
Contohnya Elon Musk dengan SpaceX nya berhasil meluncurkan roket keluar angkasa setelah gagal berkali-kali dan menelan dana jutaan dollar.
Salah satu karyawan di SpaceX mengatakan: Seberapa keras kamu bekerja di kantor ini, pasti selalu akan ada orang yang lebih keras bekerja (yaitu Elon Musk). Sumber aslinya di sini

Etos kerja di sini bisa dimaknai dengan kerja tepat waktu ataupun kerja lebih dahulu dengan bangun lebih pagi seperti Bapak tukang sampah.

Jika Anda orang yang tidak terbiasa bangun pagi, saya bisa mengerti. Tidak semua orang senang/memilih bangun pagi. Ada orang yang lebih suka untuk bekerja larut malam dan bangun siang. Bagi mereka malam yang tenang memberikan ketenangan tersendiri.

Ada juga kelompok orang yang ingin bangun pagi, tetapi selalu bangun kesiangan. Dahulu, saya termasuk salah satu yang berasal dari kelompok ini. Dahulu saya selalu ingin bangun pagi, tetapi ketika terbangun matahari sudah menyingsing dan beker dalam posisi mati (tentu saja saya yang mematikan dalam keadaan tidak sadar).

Yang saya lakukan untuk merubah kebiasaan ini adalah:
1. Tidur lebih awal.
2. Set target waktu bangun.
3. Sesuaikan sedikit demi sedikit dengan kebiasaan badan.

Misalkan saya tidur biasanya jam 12 malam, maka saya akan coba tidur jam 10 malam.
Lalu jika saya biasa bangun jam 7 pagi, maka saya akan pasang beker 15menit lebih awal yaitu 6.45
Memang saya bisa set beker bangun jam 3 pagi, tetapi pengalaman saya itu tidak akan berhasil.
Karena tubuh punya kebiasaan dan pengalaman saya mengatakan bahwa kebiasaan tidak bisa diubah secara drastis.
Harus diarahkan sedikit demi sedikit

Kemudian pertahankan waktu tersebut dalam periode tertentu.
Bisa coba mempertahankan satu minggu untuk jadwal tidur jam 10 dan bangun jam 6.45

Setelah satu minggu, pasang beker untuk bangun 15 menit lebih awal yaitu 6.30
Pertahankan dalam waktu satu minggu untuk tidur jam 10 dan bangun jam 6.30

Minggu depan, bangun 15 menit lebih awal lagi dan pertahankan selama 1 minggu.
Begitu seterusnya.

Nah tips biar tidak tidur lagi, lakukan sesuatu yang menyenangkan.
Misalnya:
– nonton video lucu2 di youtube
– komenin orang2 di fb
– nulis
– nyetel tipi
– baca buku
– atau apapun yang pengen dilakukan dan menyenangkan

Tidak hanya waktu bangun, waktu tidur juga bisa disesuaikan.
Misalkan biasa tidur jam 12 malam, usahakan untuk tidur 15 menit lebih awal: 11.45
pertahankan dalam periode tertentu, kemudian ubah jam tidur menjadi lebih awal 15menit lagi dst…

Yang utama di sini adalah, jika gagal untuk bangun satu hari jangan menyerah tetapi coba lagi besoknya. Mencoba akan lebih baik daripada tidak sama sekali. Dan bangun bahkan satu menit lebih awal lebih baik daripada membiarkan kebiasaan bangun siang.

Bagaimana jika belum ngantuk dan sulit tidur di jam yang sudah ditentukan?
Dalam pengalaman saya, sulit tidur itu karena pikiran terus bekerja.
Pikiran yang terus bekerja membuat badan jadi tidak rileks dan sulit untuk tidur.
Pindah posisi berkali-kali, sudah merem melek lagi, dst..

Untuk merilekskan pikiran saya menggunakan metode nafas yang sederhana.
Pertama tidur dalam posisi telentang dan rilekskan badan.
Tutup mata dan kemudian tarik nafas panjang perlahan.
Hembuskan secara perlahan dan rasakan badan menjadi rileks.
Tarik nafas kembali secara perlahan dan panjang, kemudian hembuskan pelan dan rasakan badan menjadi lebih rileks lagi.
Ulangi berkali-kali.
Tujuan nya bukanlah untuk membuat tidur seketika, tetapi merilekskan badan.
Jika badan dan pikiran sudah rileks maka biasanya saya akan tertidur dengan sendirinya.

Saya cukup puas dengan hasil yang di dapat dengan menerapkan metode di atas.
Saat ini saya tidur cepat dan bangun cepat.
Saya punya waktu banyak di pagi hari untuk melakukan kegiatan yang saya sukai.
Bisa meditasi, bisa baca buku, bisa tahajud, bisa Taichi, bisa nulis dll.

Saya pikir, kerja cerdas juga bisa didapat dengan dua hal:
1. orangnya memang sejak bawaan sudah cerdas
2. orangnya punya etos kerja dan waktu yang lebih banyak untuk belajar/mengerjakan bidang tersebut

Kalau bangun saja lebih siang dari bapak tukang sampah, jangan2 nanti rejekinya juga lebih ….(silahkan isi sendiri)… dari bapak tukang sampah 😀

Belajar dari Bapak tukang sampah dengan etos kerja yang hebat dan Elon Musk yang bekerja secara cerdas, mudah2an kita bisa jadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat.

LeBistroHalifax.com Is Live :)

Le Bistro Halifax adalah Restaurant bernuansa Perancis di Kota Halifax, Propinsi Nova Scotia, Canada.

Ketika project ini pertama kali dimulai, client tidak sengaja membuka development site yang sedang “under construction”

Dan dia berpikir bahwa site itu sudah selesai. Jadi dia merasa kalau dia salah mempercayakan project itu ke kami.

Tetapi, team langsung bergerak cepat menginfokan bahwa development sedang berjalan dan kami juga memberikan garansi 100% uang kembali jika tidak puas.

Dan akhirnya setelah project ini selesai client juga puas terhadap hasilnya.

Bisa dibandingkan tampilan site yang lama dan juga yang baru:

Old site

LebistroHome_Old

 

 

New Site

LebistroHome_New

 

Special Thanks to a great collaboration:
Liz Ingram Chambers – Halifax, Canada
Tim Wilson – Halifax, Canada
Pinah Kereeletswe – Halifax, Canada
Subhash Chander – Sirsa, India
Asfihani Asfik – Pamulang, Indonesia (great dedication even with typhoid fever! moga cepat sembuh bro!!)
Risang Alit – Jogjakarta, Indonesia
Shoyeb – Barisal, Bangladesh
Dwi Fitrianty Kurnia – sebelah hati ane *halah* 😀

Thanks a lot Team!!!

Click here to go to www.lebistrohalifax.com

Tutur Sang Mentari #6

Diam bagaikan bumi, tenang dan tak tergoyahkan
Maju bagaikan api, cepat dan tak terbendung
Mundur bagaikan air, menghanyutkan dan tak terasa
Bergerak ke kanan bagaikan logam
Bergerak ke kiri bagaikan kayu.

Jagalah bumi, tempat berpijak karena itulah yang terpenting.
Jagalah bumi yang tenang dengan penuh kesadaran.
Sekali tercabut dari bumi, butuh waktu lama untuk kembali lagi.
Pupuklah kebiasaan baik, karena itu akan menjadi bumi tempatmu berpijak.

Tutur Sang Mentari #4

Guru terbaik adalah orang-orang yang ada di sekitar mu.
Guru terbaik adalah orang yang hidup dengan mu.
Dia akan menunjukkan “sesuatu” dalam diri mu.
Alam telah menentukan dan memilih dengan seksama dengan siapa kamu harus belajar.
Orang-orang itu adalah cerminan dirimu.
Apa yang tidak kamu sukai pada orang itu, adalah apa yang tidak kamu sukai pada dirimu.
Maka itu, bukan orang itu yang harus berubah.
Tetapi kamu yang harus berubah.
Orang itulah yang menunjukkan jalan, sisi mana yang harus kamu ubah.

Progess Data Peta Taichi Online 3 Juni

Sekilas info progress Peta Taichi Online minggu ini.

Akhirnya luar jawa pecah telor dengan terdaftarnya satu tempat latihan di Denpasar/Bali.

Ceritanya, sewaktu saya share peta online di group fb atni, ada beberapa member yang me-like. Karena saya menggunakan metode jemput bola dalam mengumpulkan data, maka yang me-like itu saya add friend kemudian saya message yang isinya menawarkan jika tempat latihannya berkenan dimasukkan di peta. Ternyata salah satu yang me-like tersebut adalah Ko Ong Wen Ming dari IKS Pro Patria di Denpasar. Beliau ini yang pertama kali memperkenalkan saya dengan Taichi sewaktu saya kerja di Bali. Senangnya bisa ketemu kembali setelah sekian lama.

Jadi jodoh saya punya guru Taichi dengan nama yang sama. Yang pertama Ko Ong Bali (Ong Wen Ming) dan juga Ko Ong Bandung (Lie Kung). 😀

Ada juga Ko Martin Wong yang me-like. Kemudian setelah saya kirim message, dapat info bahwa beliau membuka Perguruan Energi Alam Semesta di Jakarta Timur. Ternyata beliau ini senior saya karena sama-sama alumni STT Telkom (sekarang bernama Telkom University).

Pelajaran yang saya dapat adalah, semakin lengkapnya Peta Online Taichi ini maka bisa membuat tali persaudaraan menjadi lebih erat 🙂

Saat ini sudah ada 19 data tempat latihan yang terdaftar di 7 kota. Meningkat 10 data dibanding minggu lalu.

Semoga kota-kota yang lain seperti Surabaya, Medan, Brebes, Batam dan yg lain-lain bisa menyusul.

Minggu ini Peta Taichi Online berterima kasih kepada kontributor data tempat latihan:
Mbak @Titisari ayik, terima kasih menambahkan Graha Niaga Solo
Pak @Heru, terima kasih sudah menginfokan 2 data di Purwokerto
Ko @Martin Wong, JakTim
Ko @Ong Wen Ming, Denpasar
Ko @David, menambahkan tempat latihan di Gereja Raja Kristus Solo

Semoga para kontributor data mendapatkan pahala dan karma baik karena membantu orang-orang menemukan kesehatan (fisik dan pikiran) yang lebih baik lewat Taichi.

Tutur Sang Mentari #2

Ketika melakukan Zhan Zuang (kuda-kuda dalam Taichi) tujuannya bukanlah agar kaki kuat, tetapi agar badan menjadi rileks.
Nanti akan menemukan bagian tubuh mana yang pegal.
Pada bagian tubuh yang pegal itulah yang harus dirileks-kan
Sehingga pada akhirnya semua bagian menjadi rileks.
Lalu berdiri lama pun tidak masalah.

Pada kehidupan sehari-hari saya sering menemui sesuatu hal yang membuat saya terganggu.
Pada saat itulah saatnya menengok ke dalam diri untuk menemuinya lewat kesadaran.
Sehingga bisa rileks menjalaninya.
Hal ini bukan berarti membiarkan permasalahan, tetapi menghadapinya dengan ketenangan.
Tidak menghindar/membiarkan, tidak pula mengambil tindakan yang tergesa-gesa.
Masalah adalah cara Tuhan berkomunikasi kepada saya untuk menunjukkan apa yang salah dengan pola pikir saya

Tamu Dari Belanda, Longevitology, dan Pilates

You think you have a choice, you don’t – Byron Katie

Tamu dari Belanda

Hari Sabtu yang lalu saya janjian ketemu dengan Mas Junito.

Sebelumnya saya belum pernah bertemu dengan beliau, hanya sempat ngobrol di group Indonesia Business Network – The Netherlands. Dari obrolan di dunia maya tersebut rupanya berlanjut ke dunia nyata. Mas Junito yang pas kebetulan sedang ke Bandung jadi ngajak ketemuan.

Beliau ini pemilik portal media www.indonesienu.nl/ Dalam perbincangan kami di kafe Dakken di jalan Riau, beliau mendiskusikan berbagai macam ide-ide yg ingin direalisasikan mulai dari apps, website social network, dlsb.

Saya juga men-sharing feedback tentang ide-ide tersebut. Terutama tentang kaitannya dengan Lean Methodology.

Credo dari Lean Methodology adalah “Life is too short to build something that people don’t want”.

Secara teknis, kita bisa membuat apa saja. Tetapi apakah yang kita buat itu diinginkan oleh orang lain? Maka dari itu muncullah Lean Methodology dimana step awalnya adalah menemukan “pain problem” yang dimiliki dari user.

Jadi kan biasanya kita bikin dulu sesuatu. Lama, berhari-hari, berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun.

Tetapi kemudian setelah di launch baru tahu bahwa people don’t need it.

Jadi prosesnya dibalik, cari tahu dulu kebutuhan atau pain problem. Dari situ baru dicari solusinya.

Beberapa Buku yang saya rekomendasikan adalah The Lean Startup-Eric Ries, Running Lean-Ash Maurya. The Lean Startup lebih banyak membahas konsep dan mindset Lean Methodology, sementara Running Lean lebih banyak membahas sisi praktikalnya. Bagaimanapun membahas hal ini terasa kurang lengkap jika tidak menyebut Steve Blank dengan Customer Development, si Embah guru dari kedua pengarang buku yang saya sebutkan sebelumnya.

Sebetulnya saya akan dikenalkan oleh pemilik Kafe Dakken yg menurut Mas Junito juga punya ide untuk membuat portal bola, tapi sayangnya saya harus segera meluncur ke acara selanjutnya

Longevitology.

Saya datang ke acara ini karena diberi info oleh Pak Joni, dosen unpar yang sering datang ke Taichi di Sudirman. Beberapa kali saya lihat beliau mengobati orang dengan tangannya. Saya kira itu Chikung, ternyata bukan. Namanya adalah Longevitology.

Longevitology adalah sebuah metode untuk menerima energi alam semesta melalui tubuh manusia. Pertama-tama peserta seminar dibuka Cakra nya. Cakra ini adalah meridian titik akupunktur. Kemudian diberi penjelasan tentang berbagai macam Cakra yang ada di tubuh manusia dan bagaimana cara menyelaraskannya sehingga bisa menyehatkan tubuh sendiri dan orang lain.

Gurunya, Mr Wei datang dari Taiwan. Beliau berbicara beberapa kalimat dalam bahasa Mandarin, kemudian diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Pertama kali saya datang, telat dan kalimat pertama yang saya dengar adalah: Terapi ini mempunyai 3 syarat:

1. Tidak boleh meminta bayaran

2. Tidak boleh membujuk untuk masuk partai politik tertentu

3. Tidak boleh membujuk untuk masuk agama tertentu

Sebenernya saya mikir, bagaimana acara ini bisa terselenggara tanpa membayar. Padahal sewa gedung saja 20juta. Ternyata semua dari donatur. Dan Master Wei yang datang dari Taiwan, relawan dari Malaysia, Singapura, Surabaya dan Jakarta semuanya tidak dibayar.

Saya jadi ingat teman saya, Susri Utami yang sekarang sedang menimba ilmu di Taiwan. Mungkin saja dia kenal dengan Master Wei 😀

Acara ini berlangsung 6 hari. Seminarnya dimulai setiap pukul 18.00-22.00

Tidak boleh membolos satu haripun. Kegiatan siang harinya adalah terapi yang dilakukan oleh Master Wei dan para relawan.

Master Wei ini telah diundang ke berbagai negara seperti Canada, USA, New Zealand, Myanmar, dll. Di negara-negara tertinggal yang alat kesehatannya sangat terbatas beliau sering datang untuk mengajar agar kesehatan orang-orang di sana bisa terjaga.

Metode terapi nya sangat simple. Cukup arahkan tangan ke cakra yang berkaitan dengan penyakit yg di-alami.

Pesertanya banyak sekali hampir 700 orang. Padahal direncanakan hanya sekitar 300 orang saja.

Lumayanlah, jadi tambah ilmu. Siapa tahu bermanfaat 🙂

Pilates

Kemudian minggu ini saya memulai Pilates. Pilates ini adalah sejenis senam, yang fungsinya untuk mengembalikan postur tubuh. Bisa juga digunakan untuk rehabilitasi pasca operasi.

Tujuan saya sendiri ikut Pilates adalah untuk mencari penanganan atas Spondylolysthesis. Moga-moga dengan ikut Pilates ini bisa meringankan 🙂