Orang-orang di sekitarmu hanyalah cermin

#26

Guru saya berbicara berulang kali…
bahwa orang-orang yang hadir di dalam hidup saya, adalah cerminan dari hubungan saya dengan Tuhan.

Saya sering mendengar hal itu dan berpikir saya mengetahuinya

Namun kemarin saya baru menyadari bahwa saya hanya mendengar saja, tanpa memahaminya

Kemarin guru saya mengatakan hal yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda.

Dia berkata… orang-orang di hidupmu, adalah representasi hubunganMu dengan Tuhan.
Misalkan ketika anakmu sulit untuk diatur… dan kamu berulang kali mengajarinya tetapi anakmu tetap tidak mau diatur…
Sadarilah…
Bahwa yang mengubah anakmu itu bukan kamu, tetapi Tuhan.
Kamu bisa menasehatinya, tetapi kamu tidak akan bisa merubahnya.
Lha wong Nabi Nuh aja gak bisa mengubah anaknya jadi beriman.
Apalagi kamu, yang ibadahnya aja belang2…

Yang bisa kamu lakukan adalah melihat hal itu sebagai cerminan ibadahmu.
Apakah kamu masih sering melakukan dosa?
Apakah kamu masih sering melakukan maksiat?
Bagaimana sunnah2 mu?
Bagaimana rawatib mu?
Bagaimana dluha mu?
Bagaimana dzikir pagi petang mu?
Bagaimana hubungan mu dengan Al Quran sebagai petunjuk?
Bagaimana hubungan mu dengan doa-doa yang kau panjatkan kepada Tuhan?
Bagaimana sholatmu? apakah kamu khusyuk, ataukah masuk ke dalam golongan orang2 yg lalai?
Allah sudah berulang kali memperingatkan tentang waktu, apakah kamu termasuk dengan orang yang menyia-nyiakan waktu dengan kegiaatan yang tidak bermanfaat?

Misalkan ketika pasangan hidupmu tidak mau menerapkan apa yang kamu sarankan,
Tidak perlu marah, tidak perlu stress…
Lha wong Nabi Luth yang sebegitu dekatnya sama Allah saja tidak bisa membuat istrinya patuh pada dia.
Wa’ilah, istri Nabi Luth…lebih cenderung mengejar harta daripada mendengarkan perintah Nabi Luth…

Coba cek lagi baik2…
Bagaimana hubunganmu dengan Tuhan…
Bagaimana tahajudmu…
Apakah ada kewajiban2 sebagai pasangan yang belum kamu berikan
Apakah ada dosa, maksiat, khianat yang masih sering kamu lakukan?

Guruku melanjutkan ceritanya…
Ketika misalnya punya orang tua yang suka marah2 atau melakukan hal2 yang menurutmu negatif…
Kewajibanmu untuk mengingatkan dengan cara yang santun dan baik
Tetapi dosa bagimu untuk memarahi balik, mendiamkan, bahkan berkata “ah” pada mereka…
Tidak perlu stress jika mereka tidak berubah…
Karena kemampuan merubah adalah kemampuan Allah…
Sedangkan kamu hanyalah perlu melihat itu sebagai cerminan hubunganmu dengan Allah…
Bagaimana puasa sunnahmu?
Bagaimana kualitasnya? Bagaimana caramu berbuka?
Bagaiamana akhlakmu kepada orang lain?
Karena bahkan selevel Nabi Muhammad, tidak bisa merubah pendirian pamannya untuk memeluk Islam sampai akhir hayat…

Jadi Awan…
Orang2 yang ada di sekitarmu hanyalah cerminan bagaimana hubunganmu dengan Tuhan
Cerminan dari ibadah mu, cerminan dari kualitasnya
Cerminan dari dosa2mu, cerminan dari usahamu mendekati Tuhan.
Kamu tidak punya kekuatan apa2 untuk merubah orang.
Hanya Dia, Allah yang punya kekuatan itu.

Sulit?
Lebih sulit lagi berfokus pada hal2 yang kamu tidak punya kemampuan atasnya

“Apakah kamu Muhammad akan membunuh dirimu sendiri dengan kesedihan karena mereka tidak beriman?”

Sayapun hanya bisa diam…malu di hadapan guru saya…

Polyphasic – Rahasia Bisikan Ilahi

Bismillahirrahmanirrahim…
Dengan menyebut namaMu Ya Allah…

Sesungguhnya tidak ada ilmu yang tidak dariMu
aku tak memiliki apapun selain dari diriMU

Sehingga tidak ada yang bisa disombongkan…
Karena semua karenaMu…semua dariMu…

Semoga apa yang aku tulis ini bisa menjadi sarana penambah amalku…

Karena dosaku, maksiatku, khianatku, khilafku, jauh2 lebih banyak daripada amal baik ku… semoga engkau menerima usahaku Ya Allah…

Perkenalan saya dengan Polyphasic adalah di seputaran tahun 2012. Waktu itu entah bagaimana saya membaca sebuah artikel tentang itu. Kalau tidak salah di Wikipedia.

Polyphasic berarti terdiri dari dua atau lebih fase.

Selain Polyphasic, ada yang namanya Uniphasic atau satu fase.

Fase yang dimaksud di sini adalah fase tidur.

Jadi yang pada umumnya dipakai oleh orang-orang adalah satu fase tidur. Biasanya 8 jam atau lebih. Dilakukan di malam hari.

Sebelum berkenalan dengan konsep Polyphasic, di mindset saya sudah tertanam. Tidur itu ya harus 8 jam atau lebih. Kalau kurang dari itu, maka saya akan mengalami “kurang tidur” dan akhirnya tidak produktif.

Bahkan dulu…saya sempat ngobrol dengan sahabat saya Maria Virgini Claudya. Dia cerita tentang perjuangannya untuk kuliah di Belanda. Sewaktu s1 dagang macem2 barang, sampai kemudian akhirnya bisa kuliah Master di Belanda. Ketika ditanya apa rahasia pencapaiannya dia bilang…mengurangi tidur.

Waktu dengar itu, dalam pikiran saya tolak mentah2. Saya pikir badan saya membutuhkan tidur minimal 8 jam sehari (bahkan seringnya lebih) agar saya bisa beroperasi dengan normal sehari2.

Namun setelah mendengar teori tentang Polyphasic tersebut, ternyata ada cara lain. Cara yang bisa digunakan agar bisa tidur dengan efektif, namun tetap bisa produktif dan bertenaga di sepanjang hari.

Caranya adalah dengan membagi fase2 tidur. Salah satu profesi yang sering menggunakan Polyphasic adalah para tentara. Tentu saja di dalam kondisi perang mereka tidaktidak punya kemewahan untuk tidur dalam satu blok waktu yang panjang. Sebagai latihannya di kondisi damaipun mereka tetap melatih ini.

Terbukti bahwa tentara itu tetap bisa beroperasi dan membela negara dengan stamina prima walaupun tidak bisa tidur dalam blok panjang tersebut.

Praktek pertama kali saya dengan Polyphasic, saya terapkan bersama istri tercinta Dwi Fitrianty Kurnia.

Waktu itu kami sedang mengejar2 berbagai mode transportasi murah. Maklum pengantin baru yg terpisah 6 bulan trus ngotot pengen honeymoon ya harus pinter2 mengatur budget backpacker. Tentu saja transportasi yang murah2 tersedia di jam2 yang tidak normal karena jarang peminat.

Mode Polyphasic yang kami lakukan adalah bergantian tidur dalam fase2 pendek 15-30 menit. Sambil berjaga2 gantian tasnya.

Perjalanan murah backpackeran itu pun terlaksana sepanjang Arnhem – Belgia – Bratislava – Prague dan kota2 lainnya sampai kembali ke Amsterdam.

Belakangan saya baru mengetahui bahwa Polyphasic ini diterapkan juga oleh orang2 besar seperti Einstein, Nikola Tesla, Buckminster Fuller, Kennedy, dll…

Ada sebuah artikel yang saya baca bahwa Polyphasic dapat menstimulus inspirasi2 yang efektif digunakan sebagai problem solving.

Teknik Polyphasic bisa bermacam2, bersebaran teorinya di internet. Namun yang saya gunakan sekarang simple saja. Tidur malam 4-5 jam dan tidur siang 1 sesi selama 20 menit.

Atau alternatif lainnya 4jam malam, 15′ sebelum dhuhur dan 15′ sebelum Ashar.

Eksperimen yg saya lakukan, tidur 15′ – 20′ di siang hari bisa mengembalikan kesegaran badan dan fikiran.

Ada beberapa artikel yang menyebutkan bahwa 20′ merupakan waktu yang cukup untuk membawa otak masuk ke fase REM (rapid eye movement) atau Slow Wave Sleep. Pada fase inilah otak bisa beristirahat dengan baik, sehingga ketika bangun badan menjadi segar.

Dalam sebuah teori Polyphasic juga disebutkan bahwa tidur Uniphasic yang 8jam lebih itu, sebenarnya hanya 4jam yang dibutuhkan oleh tubuh. Selebihnya adalah tidur yang kurang efektif. Bisa jadi ditandai dengan tubuh yang masih terasa lelah ketika bangun.

Manusia adalah “creature of habit”. Selepas dari perkenalan awal saya, saya sempat kembali ke Uniphasic dalam waktu yang lama. Bahkan cenderung berlebihan tidurnya…bisa lebih dari 9jam.

Pada saat2 itu, ndak pernah Tahajud bahkan Subuhan juga bernuansa Dluha. Ingin kembali bisa bangun Subuh berat sekali rasanya.

Di masa2 itu saya merasakan swing mood mudah sekali terjadi. Merasa bersemangat di momen tertentu namun berganti kecewa karena hal2 kecil. Pikiran bingung, punya banyak rencana tp tidak ada yang dijalankan. Susah untuk fokus. Sering terjebak ke dalam victim mode dan merasa bahwa sesuatu terjadi karena salah kondisi/orang lain kemudian merasa saya tidak bisa melakukan apa2.

Perlu niat dan effort yang besar untuk mengganti dengan kebiasaan Polyphasic.

Begitu berganti kepada Polyphasic dan melakukan Tahajud yang saya rasakan pikiran lebih damai. Banyak inspirasi2 baru yang bisa difollow up. Lebih mudah untuk fokus. Dipertemukan dengan orang2 baik dan diberikan kekuatan mental yang lebih baik.

Berganti kebiasaan memang sulit, tp hal itu mungkin untuk dilakukan.

Kalau dari contoh dan anjuran, jelas2 Rasullullah menganjurkan bangun di malam hari. Jadi teori Polyphasic ini sebenarnya sudah dianjurkan oleh beliau. Ketika diterapkan maka jadilah orang2 yang penuh inspirasi dan jenius seperti Einstein, Nikola Tesla, Buckminster Fuller, dll…

Bahkan kemarin… saya nonton film “Rudi Habibie”, ada satu scene di mana beliau cari kamar yang mau ditinggali di Aachen Jerman. Muter2 tidak ada yang bisa menampung. Sampai akhirnya ketemu kamar yang kecil dan kurang ideal.

Pak Habibie kemudian dikasih tau sama yang mengantar… “Kamu tidak harus tinggal di sini, kalau tidak nyaman kita bisa cari tempat lain”

Lalu Pak Habibie, berkata… “Tidak perlu, saya hanya tidur 4 jam semalam”

Orang yang malamnya hanya tidur 4 jam, saya asumsikan bahwa siangnya pasti ada sesi tidurnya. So he too, Polyphasic.

Mungkin itu salah satu rahasia kejeniusan dan kesuksesan beliau menjadi seorang teknokrat yang bisa melakukan problem solving untuk masalah2 yang berat sekalipun.

Jadi temen2… buat yang khawatir bangun malam bisa menyebabkan siangnya tidak efektif…bisa dicoba cara ini.

Insya Allah hidupnya jadi lebih berkah, diberikan kekuatan dan inspirasi menghadapi berbagai permasalahan hidup ditambah dengan kedamaian pikiran ditengah badai.

Bisa jadi solusi dari masalah kita simple… ada di depan mata… tp karena pikiran yang kemrungsung jadi tidak terlihat…

Nah itu experienceku…kalau kamu gimana?

Your brother,
Awan Rimbawan

Day #10 – Everything That Has a Beginning, Has an End

Day #10

Everything that has a beginning, has an end…

Malam ini, begitu aku bilang “kartun nya udah habis, udah malem”, anakku nangis ga karuan…

Air matanya bercucuran, ingusnya kemana2, pokoknya yang tadinya mukanya imut dan menggemaskan jadi jelek bgt 😀

Hati engga tega, mau dinyalain aja tuh youtube dan tv nya… tp trus inget… too much of anything is good for nothing…

Aku biarin dia nangis, guling2, narik2, mbujuk2 simboknya sambil nangis teriak2…

Aku pandangi sambil sesekali bilang… no…no… udah malam, bobo, kartunnya besok lagi…

Sebuah suara membisikkan di pikiranku…bahwa semua yang punya awal, pasti punya akhir…

Tangisan anak itu pun seperti itu…

Masalah pun seperti itu…

Kebingungan pun seperti itu…

Ketidak tenangan pun seperti itu…

Ramadhan pun seperti itu…

Dan kini, di penghujung akhir Ramadhan, aku ingin mengucapkan terima kasih atas proses menjalani 90 days tahajud challenge ini…

Bagiku reset di #11 ,
kemudian reset lagi di #22 ,
lanjut lagi sekarang sampai #10 …
adalah sebuah rekor personal…

Apalagi diantaranya dijalani disaat Ramadhan…

Yang pasti, ini tidak terjadi di Ramadhan sebelumnya pada hidup seorang Awan…

Ramadhan sebelumnya…juga sepanjang hidup seorang Awan, tampak benar dosa, khilaf, khianat dan maksiatnya amat banyak… dan amalnya jauh2 amat sedikit… jomplang sekali timbangannya…

Oleh karena itu bersyukur sekali, di penghujung Ramadhan ini bisa refleksi ke belakang, kemudian melihat… cara2 apa yang sudah ditempuh untuk berusaha meningkatkan kondisi timbangan yang memprihatinkan itu…

Everything that has a beginning, has an end…
That also means…
Everything that end, will become a new beginning…
You cannot just delete a habit
You only can replace it with new habit

Di akhir Ramadhan ini, moga2 menjadi awal yang baru…dari sebuah kebiasaan untuk mengisi akhir malam dengan mengadu, curhat, berkeluh kesah, mensyukuri nikmat, ke hadapanMu ya Allah…

Karena Engkaulah yang Maha mengampuni…
Engkaulah yang Maha menyelesaikan…
Engkaulah yang Maha memudahkan…
Engkaulah yang Maha mencintai…
Engkaulah yang Maha menumbuhkan…
Engkaulah yang Maha mengikhlaskan…
Engkaulah yang Maha membijakkan…
Engkaulah yang Maha menghilangkan…

Terima kasih atas segala bantuannya saudara2ku…
Mohon maaf atas segala kesalahan, dosa, khianat, maksiat yang pernah aku lakukan kepadamu… ???????

Avoiding Pain – Seeking Pleasures

Wah kemaren seru banget…ikutan acaranya sosialnya TDA Bandung di Gunung Kasur, Desa Cipanjalu.
Ada pembagian paket lebaran buat warga, paket buat anak2, bukber, pengajian dan malemnya bakar jagung sambil ngopi2 ditemani api unggun dan bintang2. Rasanya antara kombinasi acara sosial, piknik keluarga, muhasabah alam plus networking bisnis… 😀

Entah kenapa, acara komunitas bisnis yang satu ini selalu berkesan…selalu berasa kayak piknik keluarga. Dimana istri dan anak bisa ikutan gabung…main sama anak2 yg lain…sementara ngobrol bisnis dan tukar ilmunya tetep jalan.

Pulang nyampe rumah jam 12 malam.
Ngobrol2 bareng sama istri tercinta sebentar, trus tidur 00.30

Wah bisa2… ga bangun sahur nih… wah… baru juga reset 90days tahajud setelah bolong hari ke #22 kemarin…
masak iya bolong lagi…

Apalagi waktu di Gn Kasur sempet mendengarkan tausiyah dari ust Dian Arief yang juga pengusaha konveksi beromset mencengangkan (jomblo pula)
Alasan banyak kegiatan dan badan capai trus engga sholat tahajud?
hmmm… afwan saudaraku…harusnya Allah tetap diprioritaskan, bagaimanapun kondisinya…
makjleb…

Karena mikir2 kayak gitu… ane cari cara gimana nih biar bisa bangun nanti jam 2.30
Beker…pasti…tapi pengalaman sebelumnya beker juga engga cukup…

Diperlukan sebuah pemahaman tentang bagaimana human behaviour bekerja…widih… dalem cuy 😀

Menurut teori Psikoanalisis Freud, semua bagian otak manusia…selalu menghindari rasa sakit dan mencari kesenangan (avoiding pain and seeking pleasure)

Kenapa malam sebelumnya aku udah nyalain beker, bangun…tp trus engga langsung ambil wudhu?
Karena di dalam otakku… wudhu itu dingin(avoiding pain), sementara tidur sebentar di kasur anget itu nikmat (seeking pleasure)

Kenapa dulu… aku selalu susah untuk tidur cepat…akhirnya tidurnya lambat…bangunnya juga kesiangan?
Itu karena kalau tidur lambat…bisa nonton film dulu…masak ditengah2 film yg seru tidur? ya tunggu sampai selesai dong (seeking pleasure)
atau klo putus nonton di tengah jalan…penasaran…(avoid pain)
bisa juga karena beresin sesuatu yang menarik… ah tanggung nih…ntar aja deh…ntar… (seeking pleasure for the completion of the task)

Semua tindakan manusia, pada dasarnya selalu avoid pain and seeking pleasure…

Nah the trick of the mind… yg aku pake untuk mengubah arah tindakannya adalah… mengevaluasi…apa sih yang aku hubungkan kan dengan pain… dan apasih yang aku hubungkan kan dengan pleasure?

Biasanya tenaga untuk avoid pain, itu lebih besar daripada tenaga untuk seeking pleasure. Ini ada kaitannya dengan survival instinct manusia untuk mempertahankan eksistensinya.

Jadi yang aku lakukan dalam beberapa bulan terakhir adalah… menyambungkan pain kepada tindakan yang aku tahu tidak baik, tetapi tetap aku lakukan.

Contoh… waktu susah bangun pagi…
Inget banget waktu itu Ratu emoticon coach @lily olivia ngasih ultimatum… ini janji mau bangun pagi terus2an tp tiap report bangunnya siang terus…
Udah… sekarang… tiap telat bangun pagi, gak sholat subuh denda… mau denda berapa?
mmmm….50rb aku bilang…
kemurahan! kata dia dengan nada galak… 300rb yak!
Dengan muka asem, akhirnya aku menyanggupi…

Nah itu adalah contoh proses menyambungkan pain kepada bangun kesiangan…

Contoh yang lain adalah…
Pengen tidur cepat, biar bisa bangun cepat…

Wah mau tidur cepet ada film bagus…
Apa nih… pain yang bisa aku sambungkan dengan tindakan tidur larut malam?
Pain nya adalah…bangun kesiangan…ngasih contoh jelek ke istri/anak…berangkat kerja sempoyongan…tugas2 ga maksimal…bisnis berantakan…ga punya duit…sengsara selama2nya…

Muncul rasa males berangkat sholat subuh ke masjid… apa nih pain yang bisa aku link kan?
browsing2 di internet… apa sih kerugian tidak sholat subuh di masjid…
ooh…tidak mendapatkan keberkahan pagi…tidak mendapatkan cahaya sempurna pada saat kiamat…melewatkan kesempatan untuk pahala sholat subuh berjamaah = sholat subuh semalaman…
ooh ternyata ga punya ketenangan batin… ga bisa dzikir di rumah, soalnya hawanya ngantuk biasanya habis sholat subuh di rumah trus tidur…
klo tidur habis subuh…bangun sempoyongan…kepala pusing…pikiran ga tenang…pain pain pain…

Udah nyalain beker, pergi ke kamar mandi trus engga langsung ambil wudhu…
apa nih pain nya?
browsing2 dong… kerugian melewatkan sholat tahajud…
melewatkan kesempatan curhat sama Allah tentang berbagai kesulitan, kebingungan, masalah…
emang hidupmu udah ga punya kesulitan, kebingungan, masalah…Awan? kok ya sombong bener dikasih kesempatan ga dimanfaatkan…
Aku tambahi bingungmu lha… repot dewe kowe… 😀

Apakah efektif cara ini?

Klo ngeliat track recordnya sih pecah rekorku sendiri…
Rekorku sendiri lho ya… klo orang lain sepertinya sudah biasa…

Sebelumnya bangun siang…sekarang bisa bangun subuh…
Sebelumnya ga pernah tahajud, 11 hari lancar drop 3 hari… 22 hari lancar… drop sehari kemarin… sekarang reset lagi di day 1

Apakah ini efektif buat kamu?
Harus dicoba sendiri…biar tahu 🙂

Ini adalah pertanyaan2 yang biasa aku tanyakan pada diri sendiri…

Apa sih pain yang aku bisa sambungkan… ketika muncul dorongan untuk tidur larut malam
Apa sih pain yang bisa aku sambungkan… ketika muncul untuk melewatkan tahajud? untuk tidur lagi setelah subuh?
Apa sih pain yang bisa aku sambungkan… untuk tidak menghirup udara pagi setelah sholat subuh?
Apa efek negatifnya pada hidupku…apa resiko yang harus dibayar oleh orang2 di dekatku…orang2 yg aku sayangi…karena tindakan ini?
Gimana perasaanku…ketika nanti di akhirat… orang tuaku ditanya oleh Tuhan… “Bagaimana pertanggung jawabanmu dalam mendidik anak2mu? kok dia bisa jadi orang yang tidak bisa memprioritaskan Aku malah ngejar2 kenikmatan semu dunia?”
Jawaban apa yang aku akan berikan ketika di akhirat Tuhan bertanya… “Gimana kamu memberi contoh dan mendidik anak istrimu (mengingatkan suamimu), kok mereka bisa jadi orang yang seperti itu? ”

….

Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bahwa beliau bersabda: Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. Seorang raja yang memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Seorang istri juga pemimpin bagi rumah tangga serta anak suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Ingatlah! Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya

…..
Semoga kita semua bisa menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin
Semoga aku selalu diingatkan, bahwa tidak ada yang bisa dibanggakan…dari amal ibadah yang sekarang…karena jika ditimbang…pastinya amal buruk dan perbuatan menganiaya diri sendiri selama puluhan tahun ke belakang masih jauh lebih banyak dibandingkan ibadah yg dilakukan saat ini…
…..

Have a great day… May Allah always guide us…
Meet me again at 3.00 ok?
Awan

Day #22 reset ke Day #1 lagi :D

Waaaaaaaahh… telat banguuun…. ???

Eh sebenernya engga telat juga sih… aku kan udah setel beker jam 2.30 …..

Udah bangun tuh, ke kamar mandi cuman buat matiin beker.

Loh kok, matiin bekernya di kamar mandi? Iya soalnya pake apps beker yang cuman bisa dimatiin kalau foto ember ijo di kamar mandi. ?

Selama #22 hari kebelakang efektif tuh… yang bikin apps beker ini Insya Allah banyak dapet pahala dari orang2 😀

Cumaaan… td malem foto ember, trus engga langsung ambil wudhu.

Malah keluar dari kamar mandi, goler2 di kasur depan tivi…

Pikirannya ah bentar aaah…

Lah bangun2 lagi, kok ya udah denger suara Aaaamiiiinnn di masjid.

Ini dah jam berapa? 5 kurang sprapat.

Berarti ga tahajud, ga sahur juga ???

Biasanya salah satu bangun, kalo engga aku duluan ya Dwi Fitrianty Kurnia duluan. Lah malam ini dua2nya bablasss… ga ada yg sahur, ga ada yg tahajud.

Jadiii…. udah nyampe day #22 , reset lagi deh :p

Tapi ada sesuatu yg beda yang aku rasain di banding yang sebelumnya reset di day #11

Kalau yang sebelumnya, rasanya malu…sempat kepikiran engga usah posting aja…ada kecenderungan buat jaim dengan dalih…biar semangat group ini terjaga…

Tapi sekarang, terasa ringan aja…
Bukan berarti ringan karena engga tahajud… tetapi aku rasain ga ada lagi image yang perlu dijaga…

Bahwa it’s ok kalau aku mengalami “gagal bangun”…
yang ga ok adalah kalau ak tidak berusaha…
yang ga ok adalah kalau ak berhenti berusaha…

Aku ngalamin… tidak ada yang salah dalam mensharing kegagalan, tidak harus kesuksesan terus yang disharing…

Bahkan dengan mensharing kegagalan, maka akan jadi pengingat aku di masa depan…bahwa semua butuh usaha, dan jalan menuju pencapaian ga akan selalu mulus…
self reminder that it’s life, and I will not always get what I want in life…

But the next question is… what I want to do next?

What I have learnt from this, and how can I do something better than before?

My brother and sister…
Hari ini aku sadari…dalam permainan ini… kita bareng2 berusaha mencapai angka #90

Tetapi tujuan dari permainan ini bukan hanya sekedar mencapai angka itu.

Hari ini aku menyadari bahwa proses perjalanannya lah yang penting untuk dilewati.

Bagaimana aku berusaha cari2 cara buat bangun malem… bagaimana aku mengalami gagal bangun…
bagaimana aku nyobain banyak tips/trick
bagaimana aku nambahin ibadah2 sunnah di pagi/siang/sore/malam untuk menyambut bangun di akhir malam…

It’s an experiment with my habit, experiment with my “nafsu” di pagi/siang/sore/malam

belum semua cara dicoba,
belum semua sunnah dilakukan…
belum semua amal hablum minannas dikerjakan…
belum kehabisan opsi2 untuk melakukan sedekah dan berbuat baik untuk menyambut bangun malam…
jadi aku juga ga mau usahaku dihentikan oleh pikiran yang ngomong “udah nyobain, tp engga bisa”

Kalau mau review lagi…kemarin…

Apakah saya makan terlalu banyak pada saat berbuka? sepertinya iya….

Apakah saya Isya tidak sholat di masjid tetapi masih di jalan? ya…

Apakah saya melewatkan tarawih, padahal saya bisa minggir sebentar dan mencari masjid? betul…

Lalu bagaimana kabarnya dengan rencana buat bersedekah dan mendatangi nenek di dekat rumah…yang kalau tidak ada uang maka hanya makan nasi dan garam? Udah sebulan lebih dari terakhir kali berkunjung ke sana…

“gagal bangun” di #22 kali ini adalah sebuah refleksi dari kehidupan yg aku jalani di pagi sbelumnya…

Karena bangun malam, mungkin hanyalah hasil dari apa yang aku kerjakan di pagi/siang/sore/malam…

….

Nah hari ini… aku mulai lagi dari hitungan ke #1

Hari ini aku diajak untuk…mengecek lagi ibadah2 sunnah apa yang kelewat kemarin…
Cek lagi… kebaikan2 apa kepada manusia yang belum/bisa aku lakukan hari ini…
Sama istri…sama anak…sama orang tua… sama saudara.. sama tetangga..sama teman2… sama orang yang membutuhkan…
Cek lagi… bacaan sholatnya… kekhusyukannya… dzikirnya… kesadaran untuk mengingat Tuhan nya…
Cek lagi…cinta kasih kepada sesama yang belum dilakukan dan masih ditahan…

Cek lagi…sedalam apa proses menuju rutin tahajud ini…telah merasuk dalam amal kepada Allah dan amal kepada manusia…di saat pagi/siang/sore/malam ku…

Sambil terus mengingatkan pada diri sendiri…
Tidak ada yang perlu dibanggakan… dosa, maksiat, kesalahan mu Awan… jauh….jauh…jauh….lebih banyak dari ibadah/amal yang kamu lakukan…

May Allah shine His light on you today brother/sister,
See you again, tonight at 03.00 !
Awan

Cerita Tahajud: Work Together

Assalamualaikum para Penikmat Tahajud… siapa yang bangun malam ini?

Udah day ke berapa hari ini? Aku, setelah missed di day #11 kemarin…sekarang mulai lagi dan ada di milestone day #3

By the way, aku agak takjub dengan betapa cepatnya aku bisa kembali memulai.

Sebelumnya… kalau sudah sekali aja klewat, maka buat kembali bangun malam itu bakal butuh waktu yang lama.

Bahkan seringkali, kalau sudah bisa konsisten trus missed sekali aja… nah itu bukan hanya susah balik lagi, tp grafiknya cenderung menurun…

Klewat ga bangun malam, trus klewat ga bangun subuh…trus bangun kesiangan… gitu… terus cycle nya…

Tp untuk case yg kemarin, aku missed 1 kali…

Trus malam berikutnya missed lagi…

Dan setelah 2 hari vakum, hari ketiga nya bisa mulai lagi… kemudian berlanjut 3 hari sampai dengan malam ini.

Padahal malam ini adalah malam yang termasuk berat untuk bangun buat ukuran seorang Awan.

Kenapa?

Karena kemarin, aku sedang mengikuti program Inkubasi Bisnis Teknologi nya Kemenristek Dikti.

Sejak hari Senin, kami di “karantina” di Hotel Kartika Chandra untuk menjalani program training yg padat dari jam 8.00 s.d 21.00. Keinginan untuk mencicipi kolam renang/tempat fitness nya sampai sekarang blom bisa terlaksana. Hanya jadi cerita lama klo kata Kang Jaka.

Belum lagi setelah selesai training, masih ditambah tugas2 yang harus diselesaikan karena besoknya akan digunakan untuk materi selanjutnya.

Nah hari kemarin termasuk yang super padat, karena dari materi2 hari sebelumnya semuanya dirangkum dalam sebuah dokumen yang harus dikumpulkan untuk presentasi pagi ini.

Walhasil walaupun waktu jam 12 malam, ratusan peserta masih berkumpul di salah satu hall Hotel Kartika Chandra di mana disediakan 10 buah printer untuk menyelesaikan tugas2 itu.

Saya sendiri beserta tim dari inkubator LKB Kadin Kab. Bandung baru bisa kembali ke kamar jam 13.00

Nah sebelum tidur…saya mikir2… gimana ceritanya saya bisa bangun Tahajud?

Tapi kok ya… Alhamdulillahnya bisa juga bangun… tanpa beker lagi…

Nah… kalau mau membedah, apa sih yang membedakan sehingga bisa seperti ini?

Pertama2…tentu saja tidak lepas dari pertolongan Allah…yang mengizinkan aku buat bangun…

Kedua… salah satu hal yang sangat berbeda dari pola seorang Awan yang lama adalah… sekarang…aku punya support group…

Ada temen2 yang saling menyemangati, apalagi pas kemarin aku sempet off track… udah day #11 tp trus missed 1 malam.
Aku dipecutin lagi sama Fatkhul Muin​, Hassan Mulyadi​, Deddy Novrandianto​, Mahyi Barkha​, Heru Nugroho​, Karecka Tira​, dan temen2 lain di group fb 90days tahajud challenge…

Sebelumnya, tanpa support group dan orang2 yang bisa “hold me accountable” wah, dah bablas tuh…
Pattern yg dulu bisa berminggu2 atau berbulan2 mulainya lagi.
Ga lupa dibumbui drama2 di pagi harinya ala film korea 😀

Kalau diibaratkan seperti roket…

Roket agar bisa terbang dan tinggal landas lepas dari gravitasi bumi butuh sebuah gaya dorong yang luar biasa.

Nah kebiasaan yang aku miliki, pola2 yang aku miliki, itu seperti gaya gravitasi itu….

Berat dan susah banget buat lepas.

Namun kalau mau ditilik lebih jauh…., roket yang bisa lepas landas meninggalkan daya gravitasi bukanlah roket yang merupakan hasil usaha satu orang.

Tetapi usaha ratusan bahkan mungkin ribuan orang yang saling bekerja sama untuk suatu tujuan.

Hanya dengan berkerja sama, maka bisa dihasilkan roket yang bisa lepas dari gaya gravitasi bumi yang sangat besar.

Nah beberapa kali aku terjebak, merasa bahwa aku bisa membuat roket sendiri, dengan usahaku sendiri…
Merasa bahwa aku bisa lepas dari habit dan kebiasaan yang sudah bertahun2 aku miliki…dengan berusaha seorang diri…
Tidak mau minta bantuan orang…
Gengsi untuk minta tolong, atau ngajakin buat kerja bareng2…
Ga enak, ngrepotin… takut ngeganggu…

Padahal kalau aku mau meminta tolong, kalau aku mau cerita ke orang lain…apa sih yang aku inginkan, dan bisakah kamu bantu aku? dan aku juga bantu kamu? kita saling bantu buat kesuksesan bersama…. itu bakal punya peluang sukses yang lebih besar…

Dengan kata lain… aku lebih baik gak minta tolong, berusaha sendiri, dan kalah… daripada minta tolong, kerja bareng2 sama orang lain, dengan kemungkinan menang yang lebih besar…
I prefer lose again and again, protecting my image and my comfort zone….than to win together…

Di dalam 90days Tahajud Challenge juga seperti itu…

Kami bersama2 ingin bisa mencapai 90 hari berturut2 tanpa putus…melaksanakan Sholat Tahajud…
Terlepas dari apapun kegiatan di hari sebelumnya…
Terlepas dari apapun kondisi yang dialami…
Kami ingin bisa konsisten selama 90 hari…
Atau mungkin “ingin” saja tidak cukup…
Kami “belajar berkomitmen” untuk bisa konsisten selama 90 hari…

Yang aku rasakan adalah…
ketika aku off track,
ketika aku merasakan keragu2an apakah bisa atau engga,
ketika aku mau kabur melarikan diri aja…
ketika aku ditahan oleh gravitasi itu…
maka support group ku menyemangati untuk memulai lagi… untuk berjuang lagi…

My brother/sister… can you feel the gravitation around your habit? around your personality? around your worship to Allah?
Do you want to be able to take off away from that gravitation?
Do you have support group?
Have you reached out to them and say what do you want to achieve?

Kadang yang dibutuhkan adalah sebuah keterbukaan, untuk mengatakan… I can’t do this alone…
Kerelaan untuk berkata… Could you please help me? Can we do it together?
Kemauan untuk melepas image, untuk mengakui bahwa aku punya kelemahan… and it’s ok to have weakness…
it’s ok to be vulnerable…
untuk kemudian memahami bahwa salah satu cara untuk mencapai apa yang diinginkan adalah…dengan bekerja bersama2…

Karena tidak pernah ada dalam sejarah…roket yang dibuat oleh satu orang bisa lepas dari gravitasi bumi…

….
Bantulah saudaramu, baik dalam keadaan sedang berbuat zhalim atau sedang teraniaya. Ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, kami akan menolong orang yang teraniaya. Bagaimana menolong orang yang sedang berbuat zhalim?” Beliau menjawab: “Dengan menghalanginya melakukan kezhaliman. Itulah bentuk bantuanmu kepadanya.” [HR. al-Bukhâri]

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

May Allah give us what we pray for…
May Allah always remind us that while we pray, we need to take action, consistently, toward what we pray for…
Because “Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil ‘akhirati hasanatan waqina ‘adhaban-nar…” need to be worked on, not only habitual pray without action…

Your brother,
Awan Rimbawan

Cerita Tahajud Day #10: Dibangunin sama Kinan lagi

Hari ini, hari pertama Kinan anakku yg masih umur 2 tahun ditinggal ibunya training ke Jakarta…

Jadi kami cuman berdua di rumah…

Dari pagi sampe sore ak setelin youtube yg dicolokin ke tv… Biar bapaknya bisa kerja.
Sorenya baru diajak keluar.
Mungkin karena siangnya engga tidur, sorenya diajak naik motor silir2 angin…di boncengan depan tidur sendiri… 😀

Jadi aku jadi bisa ketemu sama pakbro Kiki Sudiana ahli manajemen inovasi dan HRD di gedung bunder Bandung Technopark(BTP). Lumayan, dapet pencerahan gratis… makasih ya pakbro 😀 dan sekali lagi selamat BTP ada 9 tenant yang tembus dapet dana hibah dari kemenristek, canggih (y) (y)

Setelah maghrib, strategiku biar Kinan engga nyari2 emaknya adalah… diajak makan yg kenyang…trus diajak main biar cape… pulang rumah biar langsung tidur…

Alhamdulillah…strateginya terlaksana dengan baik…

Namun…barusan tadi, tiba2 dia kebangun dan nangis nyari2 ibunya…

Sempet agak panik karena sendirian, dan secara track record belum pernah Kinan tidur terpisah dari emaknya.

Kalau siang sih ga masalah, bisa dialihin diajak main kemana gitu… lah kalau tengah malem kayak gini? Ayah bingung nak :p

Alhamdulillahnya engga lama… pas nangis2 cari bundanya, aku gendong sambil ditenangin sebisa2nya…

Intermezzo…mungkin Kinan pengen bangunin bapaknya tahajud dengan caranya dia sendiri…

Pastinya tangisnya Kinan itu dari Allah juga…

Dan kalau mau dilihat lebih dalam…pastinya… semua tantangan dalam hidup yg aku alami juga dari Allah…

Jadi yuuuk, kita manfaatkan malam ini… buat memperkuat hubungan dengan Dia…
Karena sesungguhnya apapun makanannya, minumannya pasti…

Eh… maaf…

Apapun tantangannya…solusinya pasti sudah Allah sediakan…

Bagi dia mudah… hanya sekedar Kun… maka beres semuanya…

Tinggal kita mau atau tidak dekat2 dengan Dia yang membuat masterplan dari hidup kita…

So my brother and sister…Yuuuk… kita manfaatkan malam ini buat curhat sama Dia… 🙂
Tentang apa yang sudah aku lakukan…
Tentang peran2 yang Dia berikan namun telah aku lalaikan…
Tentang kebingungan2 yang aku alami…
Tentang kesulitan2 dan perasaan mentok di sana sini…
Tentang usaha2 yang seolah2 tidak kunjung menemukan titik terang…
Tentang syukur atas rahmatNya yang telah diberikan…
Tentang orang tua, tentang pasangan, tentang anak, tentang sahabat, tentang saudara, tentang finansial, tentang karir, tentang bisnis…semuanya…

….selagi masih diberi waktu…untuk kembali membuka mata…
….selagi belum terlambat…
…….

“Sesungguhnya kamu (hai Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah lah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendakiNya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56)

…….
Day #10 on 90days Tahajud Challenge
Hari keberapa kamu hari ini my brother/sister?
Absen dan saling nyemangatin dulu dikomen yuuuuk…

Your Brother,
Awan Rimbawan

Tips Tahajud: Jaga Agar Garisnya Tetap Tersambung

Dulu waktu kerja di pulau dewata, saya pernah ketemu dengan orang Yahudi.
Orangnya baik banget, tp ga ngerti sama sekali tentang komputer.
Bahkan dia pernah suatu kali manggil saya ke kantornya, karena nggak tahu gimana cara pakai mouse 😀
Namun begitu orangnya cerdas dan ahli dalam berhubungan dengan orang.

Stereotip cerdas dalam yahudi memang sudah melekat.
Saya bertemu beberapa kali dengan orang Yahudi ini, rata2 cerdas dalam keuangan dan juga bisnis.
Pernah bertemu dengan beberapa mereka, yang mengembangkan bisnis digital dari 0 dengan pemikiran2 sederhana dan melihat peluang yang ada di depan mata hampir semua orang.

Suatu kali seorang dari mereka pernah ada yang berkata dengan saya… “You have to learn to trick your mind, otherwise your mind will do it’s trick on you”

Saya tidak paham maksudnya sampai suatu ketika saya menemukan sebuah artikel yang bercerita tentang seorang komedian.

Komedian ini, adalah newcomer di dunia standup comedy.
Jadi ketika pagi sampai sore, dia kerja dan malamnya dia berlatih komedi.
Dia sangat suka dengan dunia standup comedy.
Namun dia sendiri tidak yakin bisa menghidupi dirinya dan bersaing di dunia itu.

Sampai suatu saat dia berpikir bahwa… mungkin dia tidak bisa menentukan apakah dia akan berhasil atau tidak di dunia comedy.
Yang bisa dia lakukan adalah menjaga konsistensi dan motivasinya untuk terus berlatih.
Tentu saja, di tengah keraguan banyak ups and down nya.

Maka yang dia lakukan adalah mendatangi kafe2 kecil yang menyediakan panggung untuk nya perform.
Dia menggunakan sebuah trik untuk membuat dirinya konsisten perform setiap malam di klub2 kecil ini.

Bagaimana trik nya?

Dia menggunakan sebuah kertas yang berisi kotak2 tanggal.
Setiap dia perform malam itu, maka dia membubuhkan tanda x dalam sebuah kotak.
Besoknya dia juga perform juga, dan dia membubuhkan tanda x di kotak lanjutannya.
Dua tanda x itu dihubungkan dengan sebuah garis.
Kertas itu ditempel di kamar tidur dan juga kamar mandinya.
Setiap hari dia lihat, dan dia berkata pada dirinya… saya akan melakukannya hari ini, agar garis ini tetap tersambung…apapun yang terjadi…
Yang dia lakukan adalah tiap hari dia meyakinkan dirinya, untuk menjaga agar garis itu tetap tersambung, untuk tidak memutus garis itu… apapun yg terjadi…

1 hari, 2 hari, seminggu, sebulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun… yang dia lakukan tiap hari adalah… untuk menjaga garis itu tetap tersambung…

Setelah beberapa saat apa yang terjadi?

Karena berlatih tiap hari, dia mulai menjadi lebih baik…lebih baik dan lebih baik lagi…
Kemudian diapun ditawari untuk berpindah ke kafe yg lebih besar, stage yang lebih besar, dan terus lagi…
Diapun berubah menjadi komedian besar.

Hanya dengan sebuah trik… untuk menjaga agar garisnya tetap tersambung, dan mengingatkan itu terus setiap hari…
Nah teman2… buat yang punya masalah dalam konsistensi bangun pagi atau bertahajud, mungkin trik ini juga bisa digunakan.

Saya sendiri punya masalah yang sama, susah sekali untuk konsisten.
Sehari, putus, 2 hari putus, habis itu riweuh sendiri :p
Mulai dari 7 hari yang lalu…saya mencoba trik ini…
Alhamdulillah 7 hari ini lancar.

Kalau buat orang2 yg udah biasa tahajud sih ini bukan apa2…tp buat saya…yang beker harus dipasang beberapa kali (jam 3, jam 3.30, jam 4) dan semua dimatiin trus tidur lagi, yang bangun subuh aja mikir dingin apalagi keluar buat subuh di mesjid, trus habis itu subuhnya bernuansa dluha 😀 , bagi saya… ini merupakan pencapaian luar biasa…
7 days in a row… emejing buat saya sendiri…

Kuncinya ada di menjaga agar garisnya tetap tersambung, dan menempatkan garis itu di tempat yang mudah dilihat tiap harinya…

Siapa tahu bisa dicoba buat nanti malam?

Yuk, kita persiapkan hari ini untuk menyambut tahajud nanti malam 🙂

Your brother,
Awan Rimbawan

Tips Tahajud: Fokus di Lead Measure

 

“Thousands miles journey begin with single step”

Target 90hari berturut2, dimulai dari tantangan 1 hari.

Yuk, siapa mau declare untuk Tahajud nanti malam? tulis di bagian comment ya…

Jangan malu2 buat melakukan deklarasi, karena dengan deklarasi itu maka niat akan jadi lebih kuat.

Selanjutnya, yuk bilangin deklarasi kita ke orang2. Bisa mulai dari orang2 terdekat kita. Kasih tau ke mereka kalau nanti malam saya niat untuk bangun Tahajud.

Truss… pengen share sedikit nih… kemarin baru aja berkenalan lebih jauh dengan 4dx.
4dx ini adalah singkatan dari 4 discipline of execution. Konsep ini diperkenalkan oleh Sean Covey (anaknya Stephen Covey 7habits), dan banyak dipergunakan untuk pengembangan bisnis.

Saya pertama kali dengar ttg 4dx akhir tahun lalu, waktu itu di acaranya Grounded Business Coaching. Tapi trus kemarin diingetin lagi sama Bang Alvan tentang konsep ini.

Nah di 4dx ini, ada istilah Lag Measures dan Lead Measures. Lag Measures adalah hasil akhir yg ingin dituju. Misal di bisnis pengen omset 100juta akhir bulan ini. Sedangkan Lead Measures, adalah parameter2 yang perlu dilakukan sehingga jika itu tercapai maka Lag Measures itu juga tercapai. Jadi jika Lag Measures nya adalah omset bisnis 100jt akhir bulan ini, maka Lead Measuresnya misalnya… kontak 10 pelanggan potensial per hari, mempercepat lini produksi menjadi 2x lipat, follow up dan kontak 10 pelanggan lama perhari, memperkenalkan produk kepada 100 orang perhari, dll.

Nah kembali ke Tahajud…

Kalau Lag Measures saya adalah untuk bisa memenangkan 1day tahajud challenge nanti malam, apa Lead Measures nya?

Experience saya, adalah memperbanyak amalan2 sunnah untuk menyambut waktu Tahajud.

Misal LM:
– Dluha, dan berdoa agar nanti malam dibangunkan untuk Tahajud.
– Qobliyah Dhuhur
– Ba’diyah Dhuhur
– Qobliyah Ashar
– Ba’diyah Maghrib
– Qobliyah Isya
– Ba’diyah Isya
– Berdoa sebelum tidur mohon dibangunkan untuk Tahajud
– Mendengarkan 1 ceramah tentang manfaat sholat tahajud di Youtube
– Share sama orang2 di rumah klo nanti malam mau tahajud
– Setting alarm
– Tidur siang
– Minta teman telpon tuk bangunin
– Share sama temen2 fb boleh ga? 😀
– …dll

Waktu itu saya mikir, kalaupun nanti malam kelewat lagi… jelek2nya paling engga udah dapet pahala niat, dan pahala melakukan sunnah2. 😀

Sebenernya cukup lama saya sendiri niat pengen Sholat Tahajud tapi kelewat2 terus…
Malah sempet curhat sama Pak Hendra… saya ini kok ya udah niat, kelewatan terus…
Kalau bangun pagi nyesel…kenapa kok klewat…
Pasang alarm, matiin tidur lagi.
Pagi2nya yah nyesel deh…
Dan itu terjadi berkali-kali…
Kata Pak Hendra, Insya Allah…niatnya saja sudah dihitung sebagai pahala…

Habis itu trus ada kepikiran, ya udah… lakuin aja apa yg bisa dilakuin…
Klo udah kelewat, ya udah yg sekarang bisa apa dikerjain.
Masih bisa Dluha dan Rawatib, kerjakan itu dulu aja deh…
Sambil mohon minta dibangunkan.
Karena saya nyadar diri, sering melakukan dosa dan maksiat.
Kemungkinan ga bisa bangun tahajud itu juga karena dosa dan maksiatnya udah kebanyakan.
Jadi mungkin disuruh ngerjain amalan2 yang lain dulu, baru bisa bangun malem.

Nah temen2… saya di sini bukan ustad.
Dosa dan maksiatnya juga banyak banget.
Cuman share aja, dan ngajakin bareng2…
Soalnya saya sendiri ngalamin, klo sendirian itu berat banget hehehe…
Nah siapa nih yang mau ambil tantangan 1day Tahajud Challenge nanti malam?
1 hariii….. aja dulu 😀
1 day tahajud challenge buat ketemu pencipta alam semesta nanti malam 😉

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?”
(Q.S. Al-Sajdah [32] :4 )

Cerita Tahajud: Hidup Itu Punya Irama

Kemarin ketemu dengan temennya Pak Tio Januar namanya Pak Bambang.
Beliau cerita pernah bangkrut di tahun 2003.
Ga cuman bangkrut..tapi bangkrut krut… soalnya yang dia punya abis semua.
Sampai motor aja ga punya, dan harus dipinjemin oleh salah satu kenalannya.

Dia ngerasain bingung, ga tau apa yg mau dilakukan.
Dia juga baru ngerasain rasanya naik motor kehujanan.
Boncengan sama istri dan anaknya, dan minggir dulu berteduh di pinggir jalan, trus hujan2an pakai jas hujan.

Klo ak sih ngerasain…pasti bingung banget buat orang yg ga terbiasa kayak gitu trus harus ngalamin down grade lifestyle seperti itu.

Sampai kemudian beliau belajar tentang adanya irama dalam kehidupan.

Ya, kehidupan itu punya irama.
Kadang naik, kadang turun.

Kalau mau digambarkan mungkin seperti grafik gelombang yg pernah kita dapet waktu sekolah dulu.

Hidup juga punya irama seperti itu…

Jadi kalau pas lg di atas, persiapkan diri, persiapkan mental…karena suatu saat pasti di bawah.

Nah pas di bawah, jangan terlalu sedih, jangan terlalu bingung, enjoy aja processnya karena kalau sudah mentok dan habis masa dibawahnya pasti nanti naik terangkat ke atas.

Hidup ini punya irama, nikmati dan persiapkan diri…

Nah buat yg sekarang lagi bingung tentang bisnisnya, tentang karirnya, tentang keluarga…atau di sisi kehidupan yang lain…

Mungkin perlu dicoba juga menikmati irama kehidupan ini sambil bertahajud.

Setelah semua yang tahu sudah dilakukan, tetapi belum ada hasil yg diinginkan… mungkin saatnya pasrah menyerahkan itu kepada Yang Maha Menentukan…

Mungkin saat ini Dia sedang tersenyum melihat kita, yang sedang kebingungan… memanggil2… sini loh sini… curhat sama Aku aja…

Sementara kitanya sibuk dengan kebingungan kita sendiri… sibuk berfokus mencari teknik2 yang kita pikir bisa mengubah keadaan kita…dan lupa bahwa ada Dia yang menentukan apa yang akan kita dapatkan…

Buat persiapan nanti malam…yuk cobain sunnah2nya dihidupkan lagi hari ini menuju malam… Rawatib nya… Dluha nya… dan sunnah2 lainnya…
Sambil berdoa…mudahkan Ya Robb… untuk bertemu denganMu nanti malam….
Mudahkan ya Robb… untuk bangun dan curhat denganMu…

Siapa tahu itu memudahkan jalan kita buat bertahajud dan bertemu dengan Yang Maha Menentukan nanti malam…

Karena Dia lah Yang Menentukan Irama Kehidupan kita…
Karena bagiNya segalanya mudah…
hanya sekedar Kun maka naik/turun lah irama kehidupan kita… 🙂

90Days Tahajud Challenge FB group