Sharing untuk TDA: Inovator Inovasi Indonesia Expo 2017

October 23, 2017
Awan Rimbawan

Assalamualaikum para mastah, suhu dan rekan2 seperdjoeangan 😀

Mohon ijin pagi ini untuk melaksanakan Sharing Epik #3: Inovator Inovasi Indonesia Expo – Kemenristek Dikti

Powered by Div Epik (Edukasi dan Pengembangan Ilmu serta Kapasitas) TDA Bandung: @jargus , @Muji_ono , @vickyoktrya , dan saya sendiri…

Semenjak hari Rabu kemarin, saya ada di Surabaya.
Bukan untuk jalan2, tetapi mengikuti sebuah pameran bertajuk Inovator Inovasi Indonesia Expo.
Dari namanya, bisa ketauan bahwa yang dipamerkan adalah produk2 Inovasi.
Pesertanya pameran nya dari berbagai kota di Indonesia, dari sabang sampai merauke.
Tetapi mempunyai kesamaan, yaitu tenant binaan yang pengembangan produknya dibiayai oleh Kemenristek Dikti.

Produknya bermacam2. Ada yang membuat mini tank tanpa awak. Klien nya jelas, Angkatan Darat. Karena produk yang sensitif seperti ini, tim pembuatnya sudah menandatangani kontrak untuk tidak mempunyai social network account. Tetapi tidak mengapa, karena pihak militer sudah menyiapkan budget untuk kontrak2 pemesanan.

Ada yang meriset produk di teknologi Beacon. Salah satu keunggulan produk ini adalah bisa meningkatkan proses data transfer. Kita tahu teknologi RFID yg sekarang ini digunakan pada kartu tol hanya bisa berfungsi di jarak dekat (kita harus menempelkan kartu ke sensor pintu tol). Dengan teknologi Beacon maka dalam jarak ratusan meter juga sudah bisa di deteksi. Juga tidak perlu satu2, tetapi bisa melakukan identifikasi ratusan mobil dalam satu waktu. Jika ini bisa diterapkan, akan menjadi solusi kemacetan gerbang pintu tol karena mobil2 hanya tinggal lewat saja tanpa perlu menempelkan kartunya.

Di bidang pangan, ada yang mengembangkan produk karena melihat kondisi daerahnya. Misalkan seorang pemuda di Banyuwangi mengetahui bahwa daerahnya adalah produsen buah kakao. Buah itu hanya diambil biji nya saja, sedang kulitnya dibuang dan jadi limbah pertanian. Setelah dilakukan riset maka diketahui bahwa kandungan oksidan nya tinggi sehingga bisa digunakan sebagai supplemen pencegah kanker. Oleh karena itu dibuat ekstraknya dan dikemas dalam bentuk kapsul yg tahan lama. Bahan baku yang murah, melimpah merupakan daya saing yang besar untuk produk yang berkualitas.

Stand di samping saya, Batian merupakan produk pencatatan keuangan untuk usaha mikro. Standnya diserbu ratusan orang tiap harinya karena simplisitas penggunaannya. Selepas pameran sudah ada pihak yang siap bekerja sama untuk menyebarkan dan memasarkan produk ini untuk wilayah jawa timur.

Total ada 450+ produk inovasi yang dipamerkan, tersebar di kategori pangan, energi, material maju, transportasi, pertahanan keamanan, teknologi informasi komunikasi, dlsb.
Di tengah2 segala pemberitaan miring tentang kondisi Indonesia, event ini adalah sebuah bukti bahwa ibu pertiwi masih terus melahirkan para pejuang.

Nah terus, apa manfaatnya buat temen2 TDA?

Yang pertama, dari sini saya melihat bahwa banyak sekali peluang kerja sama yang bisa dikolaborasikan. Komunitas bisnis yang cenderung praktis, bisa bekerja sama dengan tim2 inovator ini, untuk mengkomersialisasikan hasil riset dan inovasi mereka. Temen2 bisa browsing di bagian peserta di website ini i3expo.id untuk melihat kira-kira apa saja yang match dengan domain yang dikuasai.

Yang kedua, pemerintah terutama dari kemenristek dikti saat ini sedang gencar-gencarnya membiayai pengembangan produk inovasi yang mempunyai potensi pasar yg bagus. Kalau ada dari teman2 yang punya ide pengembangan produk, bisa mengikuti program IBT CPPBT (Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi). Tahun lalu yang ketrima bisa mendapatkan dana sampai 325jt per tenant. Ini dana hibah dari kemenristek, jadi tidak ada embel2 minta saham ataupun harus dikembalikan.

Ada salah satu tips sakti yang ane dapat ketika mengikuti program ini. Yaitu menyusun proposal nya jangan seperti menyusun karya ilmiah, tetapi disusun mengikuti flow nya Smart Business Map.

Smart Business Map sendiri adalah sebuah tool yang bisa digunakan untuk menganalisa dan merancang bisnis. Simpel dan aplikatif namun sangat powerful. Dibuat oleh Pak Budi Isman yang sukses menaikan valuasi PT. Sari Husada (lebih dikenal dengan brand SGM), dari 4 Trilyun menjadi 22 Trilyun hanya dalam waktu 2 tahun saja.

Untuk tulisan mengenai Smart Business Map sudah saya kumpulkan di sini http://bit.ly/awanSBM

So, kesempatan ada di depan mata… monggo buat yang ingin memanfaatkan sebaik2nya.

Kalau ada temen2 yang ingin tanya2 lebih lanjut mengenai program ini, jangan ragu buat kontak2 ane. Buat yang pengen daftar tapi gak punya ide…ane juga punya daftar ide2 yg bisa dieksekusi hehehe… 😀

Good luck and have a wonderful morning, Bismillah… 🙂

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 5 =