Ilmu Permen

October 21, 2017
Awan Rimbawan

(QS. Alam Nasyroh: 5)
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

(QS. Alam Nasyroh: 6)
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan seorang ustad yang bercerita tentang ilmu permen.

Maksudnya seperti apa ilmu permen itu?

Jadi misalkan saya punya sebuah permen di kantung celana saya.

Permen itu tidak ada bungkusnya.

Lalu saya ambil di kantung celana saya dan kemudian saya berikan kepada Anda.

Maukah Anda menerima dan memakannya?

Tentu saja tidak…

Anda mungkin akan berpikir, jijik, kotor, dlsb…permen di saku celana dan tidak ada bungkusnya kok mau dikasihin ke orang lain.

Nah bagaimana misalkan di kantung celana yang lain ternyata ada permen juga yang masih ada bungkusnya. Jika saya berikan pada Anda, kemungkinan besar Anda mau menerimanya.

Padahal jika Anda terima… Anda akan buka bungkusnya, dibuang dan kemudian dimakan permennya.

Nah kemudahan/rezeki datang kepada kita juga sama, tidak pernah tanpa bungkus.

Padahal kita tidak butuh bungkusnya, tetapi secara mekanismenya dia akan datang dengan bungkus.

Bungkus nya adalah berupa kesulitan.
Bungkus nya adalah rasa sakit.
Bungkusnya adalah apa yang selama ini kita sebut musibah.

My brother/sister…
Seringkali ketika sebuah kejadian yang sulit, menyakitkan, atau kita anggap sebagai musibah… kita serta merta menolaknya.
Menggerutu.
Mengeluh.
Menyebarkan kabar ke sosial media dan semua friendlist kita.
Padahal ini adalah cara tercepat untuk menolak rezeki dan kemudahan yg akan datang bersamanya.

Namun jika kita sabar, menerima dengan ikhlas…
Sambil berpikir… “Wow..bungkusnya aja segede ini (sesulit dan semenyakitkan ini), apalagi nanti isinya?? Alhamdulillah…terima kasih Ya Allah… saya ikhlas atas segala ketentuanmu…”
Maka rezeki dan kemudahan akan datang bersamanya.
Ayatnya pun jelas… sesudah kesulitan ada kemudahan.
Bahkan diulang dua kali untuk mengingatkan lagi.
Sesudah bencana ada keberuntungan.
Sesudah kerugian ada profit.
Sesudah kegagalan akan ada kesuksesan.

Saya punya teman yang sikap mentalnya selalu positif.
Hidup tidak selalu mudah untuknya.
Tetapi dia tidak pernah sekalipun berbicara yang negatif ataupun mengeluh.
Baik di kalangan teman2nya sendiri, apalagi di sosial media.

Jika berkunjung ke timeline nya dipenuhi dengan kalimat2 yang menginspirasi.
Jika menyapanya di WA akan didapatkan semangat.
Walaupun bisa jadi kondisinya lg terlihat semrawut.
Sejak dulu saya tahu banyak hal yang harus diurus, urusan keluarga, urusan adik2nya…
Belum lagi isi kepalanya dipenuhi dengan bagaimana agar bisnisnya bisa survive, cara gaji karyawan, memotivasi team, menyusun strategi, dll.
Saya bisa mengerti bahwa dia juga punya rasa takut, ketidakpercayaan diri, kebingungan, kekecewaan apalagi ketika usahanya tidak berjalan seperti yg dia inginkan.
Saya sangat tahu bahwa dia bangun jam 2 pagi sementara suaminya masih tidur lelap.
Saya sangat tahu bagaimana dia membangun bisnis untuk menghidupi keluarga sementara suaminya bersikap “santai” dan “jangan ganggu me time aku yah!”

Tetapi saya amat salut dengan sikap mental positif yg dia miliki.
Maka dia pun kemudian menarik orang2 positif ke dalam hidupnya.
Dia menarik rejeki2 ke dalam hidupnya.
Bukan hanya berupa uang, tetapi juga kesempatan dan kelapangan hati.
Karirnya melesat dan dikelilingi oleh sahabat2 yang siap membantunya.

Karunia besar adalah memiliki karakter untuk tetap bisa tersenyum, bersyukur dan menikmati proses yg diberikan Tuhan di depan prahara kehidupan.

Dia adalah saksi hidup bahwa barang siapa yang bersyukur maka akan Ku tambahi, dan barang siapa yang tidak bersyukur /mengingkari nikmatku maka siksaKu amat pedih.
QS. ‘Ibrahim [14] : 7

Tulisan ini untuk diri saya sendiri, semoga saya bisa mengingat bahwa yang memberikan bungkus itu Tuhan… dan yang memberikan permen itu juga Tuhan.

Ketika saya mengeluh tentang “bungkus”, pada hakikatnya adalah saya juga menyalahkan Tuhan. Bungkus ditolak, isi juga akan hilang.

Ketika saya menerima dengan ikhlas “bungkus”, maka Tuhan pun akan membukakan dan memberikan isi nya yang manis kepada saya…

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 1 =