Tutur Sang Mentari #9

Jika engkau sendiri, mungkin engkau akan takut
Tetapi jika engkau mengerti bahwa bumi menopangmu…
mengerti bahwa langit menaungimu…
menyadari bahwa pohon2 mengirimkan energi untukmu…
dan semesta berdenyut lembut bersama jalanmu…
manalah mungkin ketakutan akan menguasaimu?
ketakutan akan lebur tak berbentuk
karena memang ini bukan tentang bentuk,
ini tentang rasa yang tak berhingga…

Tutur Sang Mentari #8

Bagaimana cara mengenali diri?
Yaitu dengan mengenali pikiran
Melihat dari mana pikiran muncul, bagaimana strukturnya, pikiran lain apa lagi yang ditimbulkan, bagaimana pikiran itu tergantinkan dengan pikiran yang lain…
Mengenali keinginan saya, mengenali keharusan saya…

Jika saya harus (sesuatu) berarti saya tidak dalam kondisi (sesuatu)

Saya harus mencintai dia —> saya sedang tidak dalam kondisi mencintai dia

Saya harus sukses —> saya sedang tidak dalam kondisi sukses

Saya harus mempunyai xxx —> berarti saya sedang tidak mempunyai xxx, padahal apakah yang diberikan oleh xxx ? jika saya bisa mendapatkan kondisi yang diberikan oleh xxx apakah saya perlu mempunyai xxx ?

Tidak salah untuk menginginkan sesuatu. Saya bisa mengerti hal itu. Tetapi jika keinginan itu menjadi keharusan dan bersifat menyiksa, maukah saya untuk menganalisanya lebih dekat?

Saya menginginkan sesuatu. Sesuatu itu berarti tidak saya miliki. Padahal saya selalu memiliki lebih dari yang saya butuhkan. Maka sejatinya keinginan itu hanyalah permainan pikiran, senda gurau belaka…

Tutur Sang Mentari #7

Realitas, selalu akan memberimu lebih besar daripada imajinasi seindah apapun.
Imajinasi, cerita dan asumsi yang dibentuk oleh pikiran baik untuk masa depan ataupun masa lalu adalah sumber dari penderitaan.
Tanpa masa lalu, tidak akan pernah ada masa depan.
Yang ada dan yang real adalah saat ini… sekarang… di sini…

Keinginan adalah cerita untuk masa depan.
Penyesalan adalah cerita tentang masa lalu.

Asumsi adalah bentukan pikiran yang mengatakan bahwa jika keinginan terpenuhi, maka akan tercapai kebahagiaan.
Pada saat keinginan itu belum terpenuhi, maka batin akan menderita.
Pada saat keinginan itu sudah terpenuhi, akan muncul keinginan baru yang berlanjut kepada penderitaan.
Begitulah seterusnya.

Kebahagiaan yang di dapat dari tercapainya keinginan, tidak akan mendatangkan kebahagiaan.
If you don’t have it you suffer because you want it.
If you already want it, you suffer because you want more or you want something else.

Penyesalan adalah asumsi untuk masa lalu.
Jika melakukan A di masa lalu, maka saat ini pasti terjadi B
Tetapi apakah hal itu benar?
Apakah B pasti terjadi jika di masa lalu mengambil pilihan A ?
Apakah saya yakin?
Apakah saya lebih tahu dari Tuhan?

Pertanyaan-pertanyaan itu akan mengantarkan seseorang kepada kesadaran atas pikiran, dan sumber-sumber penderitaannya.

*Catatan singkat dari diskusi kemarin malam bersama Teh Dayana, Teh Mila dan Icicuw 🙂

Tutur Sang Mentari #4

Guru terbaik adalah orang-orang yang ada di sekitar mu.
Guru terbaik adalah orang yang hidup dengan mu.
Dia akan menunjukkan “sesuatu” dalam diri mu.
Alam telah menentukan dan memilih dengan seksama dengan siapa kamu harus belajar.
Orang-orang itu adalah cerminan dirimu.
Apa yang tidak kamu sukai pada orang itu, adalah apa yang tidak kamu sukai pada dirimu.
Maka itu, bukan orang itu yang harus berubah.
Tetapi kamu yang harus berubah.
Orang itulah yang menunjukkan jalan, sisi mana yang harus kamu ubah.

Tutur Sang Mentari #2

Ketika melakukan Zhan Zuang (kuda-kuda dalam Taichi) tujuannya bukanlah agar kaki kuat, tetapi agar badan menjadi rileks.
Nanti akan menemukan bagian tubuh mana yang pegal.
Pada bagian tubuh yang pegal itulah yang harus dirileks-kan
Sehingga pada akhirnya semua bagian menjadi rileks.
Lalu berdiri lama pun tidak masalah.

Pada kehidupan sehari-hari saya sering menemui sesuatu hal yang membuat saya terganggu.
Pada saat itulah saatnya menengok ke dalam diri untuk menemuinya lewat kesadaran.
Sehingga bisa rileks menjalaninya.
Hal ini bukan berarti membiarkan permasalahan, tetapi menghadapinya dengan ketenangan.
Tidak menghindar/membiarkan, tidak pula mengambil tindakan yang tergesa-gesa.
Masalah adalah cara Tuhan berkomunikasi kepada saya untuk menunjukkan apa yang salah dengan pola pikir saya