DIA Yang Mudah Membolak-balikkan Keadaan

Assalamualaikum wr wb para suhu dan rekan2 seperjalanan… πŸ™πŸ™πŸ™

Pengen cerita sedikit bolehkah?

Malam minggu lalu saya main ke tempat seorang teman.

Kabar terakhir dia udah pindah rumah, jadi ini pertama kalinya saya mengunjungi rumahnya yang baru.

Ba’da Maghrib saya sampai di shareloc yang dia kasih.

Ketika masuk gerbang kompleks perumahannya… wow…saya berdecak kagum…

“Perumahan elite ini… Masjidnya aja gede dan kelihatan rame kegiatan” batin saya…

Benar juga, setelah masuk ke dalam… wuih… nyaman banget…

Jalannya bukan dilapisi aspal, tp batako sehingga memberikan kesan eksklusif…
Agak sedikit naik turun seperti dibentuk oleh landscape profesional, sehingga tidak curam… sepertinya nyaman sekali dinikmati untuk jalan2 ringan di pagi/sore hari.

Waktu itu karena saya kesana malam hari, saya bisa menikmati keindahan tata lampunya.

Terasa bahwa lampu2 di dalamnya juga di konsep dengan teliti untuk mengatur temaram lampu di malam hari.

Terang, tp tidak menyilaukan.

Cenderung adem, tapi engga gelap juga.

Romantis-romantis gimanaa…gitu… kata istri saya yg sedang menggendong Umar dan memangku Kinan di sebelah saya 😍😍😍

Suasana perumahannya, membawa memory saya ke resort2 di Bali…

Penasaran waktu sampai di rumahnya saya tanya2… kok bisa dapet rumah di komplek elite seperti ini?

Teman saya pun berkisah… memang beberapa waktu yg lalu, dia sedang bingung2nya…

Bisnis belum terlalu menghasilkan, tinggal di apartemen sempit.
Berasa banget sumpeknya ditinggali istri dan dua orang anak ditambah barang2 pendukung keluarga.

Ditambah lagi ternyata pengeluaran di apartemen besar, buat listrik sama air aja menghabiskan 1jt/bln.

Belum termasuk biaya buat parkir motor plus mobil yang juga harus dibayar sekitar 400rb tiap bulan.

Setahun ditotal udah bisa beli motor dua biji tuh 😁😁😁

Di kondisi sulit tersebut, dia mencoba apa aja yg bisa dilakukan.

Selain ngurusin bisnis yg masih dirintis…, dia juga memutar otak untuk membuka usaha2 baru yg fast cash…

Tp bukannya untung… malah makin menggerus modal yg udah tipis…

Bahkan waktu itu sangking kepepetnya pernah jadi supir Grab pula…

Yah pokoknya apa aja deh yang bisa menghasilkan duit…

Namun kondisi tdk juga membaik…

Hutang pun sedikit demi sedikit bertambah… awalnya pelan, tapi pasti…

Tambah lama bukannya berkurang malah percepatannya jadi tambah kencang…

Kencang dan pasti…

Ah… pusingnya sampai tujuh puluh keliling…

Nah terus gimana dong kok tiba2 bisa punya rumah di kawasan elite dan nyaman ?

Cash lagi, ga pake kredit2an!

Sejalan dengan mazhab cash nya King @hendrajabal yg denger2 lagi dibujuk2 untuk ngasih pencerahan di PW Jabar sama Suhu @attayrust dkk πŸ™πŸ™πŸ™

Ternyata setelah diceritakan solusinya simple banget…

Dulu waktu dia masih kerja, dia pernah beli rumah di daerah Karawang.
Setelah itu dia resign dari kerjaan untuk memulai bisnis di Bandung.

Tapi karena bisnis masih merintis jadilah akhirnya kelimpungan sendiri.
Tabungan menipis dan akhirnya habis…

Sekian lama bertahan di kondisi tersebut, tp akhirnya tidak kuat juga…
Cicilan rumah di Karawang pun akhirnya tersendat2.

Kondisi tambah kembang kempis boro2 mikirin cicilan rumah… kebutuhan aja lagi susah…
Akhirnya rumah itu dijual…

Sebenerna harga pasaran tidak terlalu tinggi.

Tapi tak dinyana… tetangga sebelah rumahnya pengen beli rumah itu.

Karena tetangganya pengen ngelebarin rumah, jadi mau membeli dengan harga berapapun karena itu satu2nya pilihan buat ngelebarin rumah.

Akhirnya rumah itu dijual dengan selisih ratusan jt di atas harga pasar.

Hasilnya bisa buat nutup hutang, bahkan bisa beli rumah di kawasan yg super nyaman sekarang ini.

Sepulang dari rumah temen saya ini, saya terpekur…

Gitu yah, kalau Allah mau mengubah sesuatu kondisi…
Gampaaang banget…

Semua kesulitan2 yg dialami oleh seseorang, bisa dikasih solusi dengan sangat mudah.

Min haitsu laa yah tasib itu seringnya sudah ada di depan mata, tetapi tidak pernah kepikiran.

Tidak pernah dibayangkan oleh orang yg sedang mengalami kesulitan itu.

Bayangin aja, temen saya ini sebenernya bisa aja tidak perlu mengalami kondisi2 sulit…
Tinggal jual rumah aja, beres deh urusan.
Tetapi dibikin lupa dulu sama Allah untuk kepikiran ngejual rumah.
Kemudian baru diingatkan dan dipertemukan momennya pas tetangganya mau ngelebarin rumah.
Timing yg pas itu diatur sehingga mengakibatkan dia bisa untung besaarr…
Semua kesulitan2 finansial nya hilang, dikasih bonus rumah yg sangat nyaman…

Berarti jangan2… klo saya saat ini sedang ngadepin kesulitan…itupun sebenarnya sudah ada solusinya…
Tp karena dosa2 saya, jadi ga keliatan tuh solusinya… πŸ™ πŸ™

Padahal Dia itu Maha Mampu dan Maha Kuasa…
Bikin malam yg gelap jadi siang yg terang benderang aja bisa…
Apalagi cuman mengubah kondisi sulit menjadi kondisi lapang…

Kemudian saya ingat, bahwa temen saya ini diujung masa2 sulitnya juga sempat melakukan riyadhoh…

Rajin sedekah,
rutin baca Al Waqiah tiap pagi dan sore,
rajin tahajud,
rutin baca Ar Rahman selepas Dluha,
berusaha menyenangkan orang tua dan anak istri,
termasuk coba sedikit2 mensedekahkan barang yang paling disukai…

Mungkin ini juga syariat yang membuat Allah membuka jalan kemudahan…

kalau saya pikir2 lagi… salah satu barang yang umumnya paling disukai oleh pengusaha adalah: Uang

Umumnya… orang memulai bisnis/usaha untuk uang…

Bukan salah, tetapi jika pikiran itu terlalu mendominasi… maka akhirnya…
Bisnis ketika dapet uang banyak seneng tp merasa pengen lebih banyak lagi…
Bisnis ketika dapet uang sedikit sedih dan galau… ujung2nya frustrasi dan mager (males gerak)

Kondisi hati diombang ambingkan oleh uang yang dihasilkan oleh bisnis tersebut…

Beruntungnya saya masuk di komunitas TDA yang suhu2 nya selalu mengingatkan tentang kegiatan berbagi dan memberi…

Bagi saya ini adalah penyeimbang, sehingga hati bisa tenang menghadapi kondisi bisnis yang naik turun… maupun uang yg datang dan pergi 😁😁😁

Termasuk ketika Div Sos yang aktif bergerak setiap ada bencana2 sosial

Saya kembali diingatkan…

Bahwa saudara2 kita di Palu, tidak pernah memilih untuk mendapatkan bencana…

Tidak pernah memilih untuk mengalami kejadian gempa yg dahsyat sehingga rumah bisa bergeser jauh…

Melihat dengan mata kepala sendiri laut menggulung daratan dan menyeret apapun yg dimiliki ke dasar laut…

Mengalami getaran bumi yg bikin orang yang tiarap bisa terbawa 1 km dari tempat dia berada sebelum gempa…

ah…

Saya tiba2 teringat wejangan dari guru saya…

Bahwa dosa2 seseorang dihapuskan lewat 4 cara:
1. Dengan kebaikan yg dia lakukan
2. Dengan musibah/cobaan (kondisi apapun yg tidak mengenakkan)
3. Dengan taubat dan istighfar
4. …. dengan masuk neraka terlebih dahulu… naudzubillahi min dzalik… πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

Semoga apa yang terjadi di Palu merupakan cara Allah untuk menghapus dosa2…

Juga sebagai jalan kita untuk berbuat kebaikan kepada sesama…

Terima kasih divsos yang sudah menjadi jalan kebaikan dan jalan penghapus dosa buat temen2 TDA πŸ™πŸ™πŸ™

Bukan masalah banyak / sedikitnya sumbangan…

Karena ini adalah tentang kita sebagai pengusaha, yang berusaha menetralkan hati dan pikiran dari sesuatu yg jika tidak di manage… berpotensi mendominasi hidup kita dan menjauhkan dari Allah

PS: temen saya yg saya ceritakan di awal tadi salah satu panitia aktif di TLC kemarin… juga sering berbagi kebaikan di TDA… di tengah kondisi bisnis yg belum mapan… di tengah berbagai kesulitan finansial… tetapi tetapi aktif berbuat kebaikan… salut…salut…salut…πŸ™πŸ™πŸ™

…Ow…ow siapa dia?
😊😊😊

KMM TDA Sept 2018

Lelaki itu duduk di depanku…
Sesekali dia menyeruput Mocacchino hangat di tengah2 obrolan kita berdua.

Belum terlalu tua… masih di bawah 40an.
Tetapi di matanya terpantul berbagai macam cerita kehidupan.

Dia pernah mengambil jalan yang salah.
Namun kuasa Allah menjadikan dia punya keinginan kembali ke jalan yang benar.

Yang aku salutkan pada dirinya adalah begitu hormatnya pada sosok bernama ibu.

“Saya tanpa ibu, bukan apa2 mas…”

“Saya banting tulang kerja sampai malam sering gak tidur… tetapi di akhir tahun cuman untung 100jt-an”

“Namun di tahun kedua setelah mengikut kata2 ibu, semuanya berubah. Ibu bilang bisnis jangan sampai mengambil hak orang lain walau sekecil apapun. Jangan sampai menunda2 pembayaran ke yang berhak.”

“Alhamdulillah setelah mengikuti kata2 ibu, di tahun berikutnya profit bersih 1,3M dalam bentuk cash”

Sambil menerawang…laki2 itu kembali bercerita…

“Pernah suatu ketika saya pergi ke pasar di luar kota dengan dagangan penuh satu mobil…”

“Mobil rentalan, termasuk supir juga. Biaya bensin dan lain2. Biasanya cuman pulang malam gak nginap. Karena buat dagangan saya pasar itu cuman ramai di hari tertentu saja. Kalau tidak laku hari itu, saya terpaksa pulang dan bawa dagangan kembali. Nanti balik ke pasar itu minggu depannya lagi.”

“Saya stand by di pasar dari ba’da subuh. Buat dagangan saya di pasar itu paling2 ramainya dari jam 5 sampai jam 8 saja. Namun… sampai jam 8 belum juga ada pembeli. Padahal biasanya jam 8 sudah dipacking sama pembeli untuk dikirimkan ke luar jawa”

“Terbayang kerugian yang harus saya tanggung kalau sampai enggak laku hari itu. Berarti saya harus pulang ke kota asal tanpa bawa apa2, minggu depan baru bisa balik lagi karena jaraknya jauh hanya bisa seminggu sekali. Tekor di sewa mobil, bayar supir dan bensin. Plus seminggu kedepan gak ada pemasukan apa2 sampai saya kembali ke pasar ini”

“Saya cuman duduk termenung, sampai kemudian kepikiran buat telpon ibu.”

“Assalamualaikum Bu, saya lagi di pasar nih… Dagangan belum ada yang laku satupun. Minta doanya ya bu… ”

“Kata ibu: Oh ya… ini ibu mau sholat Dluha, nanti ibu khususkan doa buat dagangannya.”

“Terima kasih Bu…”

“Habis telpon ibu, saya coba putar2 pasar… sambil berharap ada celah2 buat menawarkan dagangan ke pedagang2 lain. Untung dikit gpp deh, yg penting barang laku. Pikir saya waktu itu”

“Tapi setelah muter2… pedagang2 lain tidak bisa membeli barang saya karena pasar sudah sepi. Mereka tidak mau nanggung resiko bawa pulang barang karena pasar sudah mulai sepi…”

“Waktu itu jam menunjukkan pukul 9. Saya balik ke mobil dengan lemas, karena saya tahu pasar tutup jam 10.”

“Waktu saya lagi melamun… tiba2 ada suara: Ini berapaan?”

“Ternyata ada yg nanya dagangan saya… sigap saya menjawab semua pertanyaannya dengan semangat…”

“Gak disangka2… setelah hampir 1/2 jam tanya harga berbagai macam barang dia bilang: Ya udah mas, ini barangnya turunin semua ya…”

“Hah semua bu? ” Kata saya…

“Iya mas, semua yg ada di isi mobil ini, saya minta totalannya. Saya transfer sekarang pakai internet banking ya…”

“Ternyata…Barang itu diborong, ludes satu mobil!”

“Alhamdulillaah… kata saya dalam hati… sambil menurunkan barang dagangan2 itu.”

“Selesai beres, saya ngomong ke supir saya…”

“Alhamdulillah barang laku… sok mau ditraktir makan di mana aja, saya yang bayar. Kata saya sumringah…”

“Supir saya dengan enteng bilang: Ya iyalah barang laku semua, wong yg ngeborong malaikat.”

“Heh, malaikat gimana? orang yg ngeborong encik-encik udah tua gitu…??”

“Emang boss lupa yah, tadi pagi telpon minta doa sama ibu biar dagangannya laku?”

“Ooooh ternyata… supir saya denger waktu saya telpon sama ibu. Saya sendiri kelupaan karena setelah telpon ibu dilanjut putar2 pasar dan menawarkan dagangan ke pedagang2 yang lain”

“Masya Allah… saya bilang… saya bener2 lupa…”

“Ternyata memang bener… saya tanpa doa ibu, tidak akan jadi apa2…”

Itu adalah sepenggal cerita yang saya dapatkan bersama laki2 itu. Dia tidak mau disebutkan namanya. Tetapi saya banyak belajar dari dia yang merupakan member TDA jadul.

Dia juga bercerita, dulu waktu masuk TDA… dipikirnya komunitas bisnis ya tempatnya jualan… cari2 peluang dngan nawar2in dagangan ke member2 yg lain…

Ternyata di TDA beda banget… TDA bukan tempat jualan. TDA adalah tempat belajar dan mendapatkan saudara-saudara baru…

Dia bilang: “Di TDA orangnya gak pelit ilmu… welcome banget buat member baru kalau ingin belajar sama yang sudah duluan usaha. Bahkan saya belajar ke jalan yang bener juga dari para ustad2 yang “nyamar” jadi pengusaha di TDA.”

Tetapi buat para member yg baru masuk TDA gimana caranya biar bisa kenal member2 lain?

Gimana bisa tahu bahwa si A jago SEO, si B jualan kenceng dengan penguasaan marketplace, si C paham tentang kerjasama syariah, dll…?

Salah satunya adalah dengan cara datang di acara besok. Pembukaan dan sosialisasi KMM.

KMM: Kelompok Master Mind, adalah sebuah kelompok yang memungkinkan anggotanya mengenal satu sama lain.

Di dalam KMM, kita akan bersama2 membangun sikap saling support diantara anggota kelompoknya. Sharing tentang progress, saling bantu berpikir buat mensolusikan kesulitan yg sedang dihadapi, berbagi mimpi dan target2, juga kira2 gimana how-to nya.

Di acara besok, Insya Allah akan disharing juga member2 yang sudah berpengalaman di bisnisnya masing2.

Nantinya kelompok master mind bisa request untuk silaturahmi kepada para member2 berpengalaman, yang welcome untuk berbagi ilmu.

Ada yang bilang… “Entrepreneurship is a lonely path”, tetapi tidak begitu di TDA. Karena di TDA… semua bisa jadi saudara… and with brothers and sisters among you, you’ll never walk alone πŸ˜‰

Alhamdulillah Epik juga sudah melobby pihak Bandung Techno Park agar bisa berkumpul dengan nyaman. Kalau acara2 Epik sebelumnya di amphiteater yang cocok untuk menyampaikan materi, tapi kursinya fix dan ga cocok buat kelompok2… maka untuk acara besok sudah disiapkan ruang khusus di mana kursinya bisa dipindah2 dan berkelompok2. Cocok buat simulasi bagaimana cara melakukan KMM.

Lho kok bisa gratis pakai ruangan amphiteater dan juga ruang kayak gini?

Mau tahu rahasianya…?

Pak Kiki Sudiana… salah satu petinggi di Bandung Techno Park adalah temen KMM saya ketika awal saya gabung TDA. Alhamdulillah dapet banyak ilmu dan pencerahan dari beliau selama KMM sampai dengan sekarang πŸ™‚

Jadi siapa yang datang besok?

Mohon konfirmasi ke @bagasulistya 0878 2527 6121
Soalnya kursi di ruangan itu terbatas… Juga karena keterbatasan jumldivisi epik ga belum bisa memfasilitasi kalau terlalu banyak yang mau ikut KMM. Soalnya member divisi Epik kan juga terbatas πŸ˜€

Acaranya gratiss… ga usah bayar… Cukup bawa cemilan aja buat teman2 di sebelahnya.
Siapa cepat, dia dapat… kontak ke @bagasulistya 0878 2527 6121 sambil bilang mau bawa cemilan apa buat besok πŸ˜€

Boleh juga klo mau ajakin temen2 yg minat buat satu kelompok di KMM, tapi sekali lagi Div Epik gak menjamin kalau kursinya masih available. Jadi yg mau datang pliss konfirm ke @bagasulistya 0878 2527 6121 sambil sebutin passwordnya: nama cemilan yg mau dibawa besok πŸ˜€

PS: KMM punya beberapa kepanjangan:
1. Kelompok Master Mind
2. Ketemu Mastah Mastah
3. Kelompok Makan-makan
4. Kelompok Menonton Movie
5. (you choose ^_^)

Membangun Sistem Bisnis

Suatu hari ada seorang pemuda bernama Sam.
Sam mengumpulkan tabungan dari hasil kerjanya selama bertahun2.
Kemudian membayar DP untuk membeli sebuah bisnis.

Karena ketidaktahuannya dalam berbisnis, dia cuman tahu bahwa bisnis itu menghasilkan omset X rupiah.
Cukup besar, dan kira-kira sama dengan nilai tabungan yang dia kumpulkan setelah bertahun2.

Ternyata setelah menjadi owner dari bisnis itu, barulah dia tahu.
Omset itu masih harus di potong oleh gaji karyawan.
Masih harus dipotong oleh sewa tempat.
Belum lagi biaya mesin2.
Setelah setahun berjalan, ternyata mesin2 harus diupdate.

Yang lebih parah lagi, dia masuk ke dalam bisnis yang sgt bergantung pada skill sdm nya.
Dia ada di dalam bisnis mengelola sumber daya manusia.
Ini adalah bisnis yang tingkat kesulitannya tergolong paling tinggi.
Karena bisnis bergantung pada SDM, dan orang datang dan pergi.

Akibatnya Sam harus banting tulang, pergi pagi pulang dini hari.
Mengerjakan segala hal ketika di situ tidak ada orang yg mengerjakan.
Mulai dari melayani pelanggan, ngerjain pembukuan, interview, quality control, setor duit ke bank, termasuk kadang nyapu2 bersihin kantor.
Jam kerjanya minimal adalah 12 jam sehari. Itupun kalau beruntung.
15 jam sehari itu jam kerja normal.

Diakhir bulan, dia selalu deg-deg-an… ini karyawan bisa gajian ga ya…
Mikirin gaji orang, tapi gaji sendiri sampe ga ketauan.
Bahkan sangking ga punya duitnya, kantor pun akhirnya jadi rumah.

Hebatnya, Sam menjalani ini selama 15 tahun.
Dari pertengahan 30tahun, sampai menjelang 50-an.

Sebagian karena tidak ada pilihan lain…harus bertahan hidup, sebagian lagi karena ego nya.
“Aku harus bisa mengerjakan hal-hal yang penting sendiri.”
“Aku pasti bisa, aku adalah Superman”
Begitu batinnya…

Sampai pada suatu ketika… badannya tidak lagi bisa mentolerir bertahun2 kerja rodi nya.
Bisnisnya benar2 diambang kebangkrutan.
Pertumbuhan omset, disertai dengan pertumbuhan biaya, disertai dengan pertumbuhan hutang.
Perpisahan rumah tangga terjadi, karena dia tidak punya waktu untuk keluarganya.

Dalam detik2 akhir itu… pikirannya melayang…
Ah kalau memang toh mau berakhir bisnis ini, kenapa tidak mencoba sesuatu yg berbeda?

Pikirannya melayang semakin tinggi…

Bayangan roh nya seolah-olah mengangkat…
Kemudian ketika melihat ke bawah, dan tampaklah bisnisnya…

Dari atas, dia bisa melihat keseluruhan bisnisnya…

Ternyata bisnisnya adalah sebuah sistem besar.
Di dalamnya terdiri dari unit-unit kecil yang saling berhubungan.

Setiap unit, mempunyai input-proses-output.
Output dari sebuah unit bersambung menjadi input dari unit yang lainnya.

Tiba2 pencerahan muncul.

Jika ingin memperbaiki sistem bisnis, maka yang perlu diperbaiki adalah unit-unit kecil di dalamnya.
Fokus kepada perbaikan performansi di dalam tiap unit, maka otomatis akan terjadi peningkatan di dalam sistem besarnya.
Yang bisa diperbaiki adalah input dan proses di dalam tiap2 unit tersebut.

Disuntik semangat dari pencerahan tersebut, Sam bekerja lagi dengan giat.
Namun kali ini dia bekerja bukan sebagai seorang Superman yang kerjanya memadamkan kebakaran.
Dia bekerja sebagai System Builder.

Dia ambil satu unit, tentukan tujuan unit tersebut kemudian buat prosedur dan langkah-langkah detailnya.
Ambil lagi unit yang lain, lakukan hal yang sama.
Satu demi satu.
Dia berubah dari seorang yang pekerja di dalam sistem, menjadi seorang leader yang membuat dan mengarahkan sistem.

Sehingga dia akhirnya punya kumpulan System Operating Procedure untuk tiap unitnya.
Di dalam SOP tersebut disebutkan target yg jelas, kemudian langkah-langkah detail.
Sehingga orang yang baru masuk, tidak perlu mikir lagi.
Orang itu bakal tahu dengan jelas targetnya, juga langkah2 untuk mencapainya.
Efeknya, walaupun orang gonta ganti tetapi unit tersebut bisa terus berjalan.
Kejelasan target dan langkah2 itu ternyata juga membuat tingkat keluar masuk karyawan pun menurun.

Sam kini berusia 60-an
Dia memiliki bisnis yang sangat profitable yang berjalan selama 34 tahun.
Bebas pergi kemanapun, bebas melakukan apapun yg dia suka.
Bekerja dengan jam kerja jauh lebih sedikit dan mempunyai berbagai kegiatan amal.
Bahkan walaupun tinggal di USA, dia punya lembaga non-profit internasional di Kashmir.

Dialah Sam Carpenter dan bisnis yang diceritakan di atas adalah Centratel.
Bidang bisnis Centratel adalah outsourcing telephone service.
Mungkin di Indonesia mirip seperti Infomedia.
Ketika dia masuk di bisnis itu, industri outourcing telephone service sedang dalam masa Sunset.
Kini Centratel menjadi salah satu perusahaan papan atas di industrinya dengan laba sehat dan gaji karyawan 2x di atas rata2 standar industri.

Nah pertanyaannya, bagaimana dengan kita sendiri yang ingin membuat sistem dalam bisnis kita?

Salah satu caranya bisa aja undang Sam ke Indonesia.
Biaya utamanya, perlu bayarin tiket pesawat dari USA.
Mungkin kalau patungan bareng bisa aja.
Tapi ada cara kedua yg mungkin bisa jadi alternatif.

Yaitu baca bukunya Sam Carpenter.
Judulnya Work The System.
Bisa beli di Amazon tebalnya kira-kira hanya 261 halaman buku fisik.
Atau 700 halaman buku digital berformat epub.

Atau mau cara ketiga…

Dateng di acara hari Senin besok.
Kita bakal undang Coach Budi Dermawan.
Owner dari Cupreme cookies dan juga Clothingzones.
Klo browsing di Google bakal ketemu berbagai liputan media, bukti bahwa bisnis ini sudah bertahan diterpa waktu πŸ™‚
Salah satu penguatnya adalah adanya SOP yang jelas.
SOP yang dibuat sudah teruji pada produksi ribuan baju dan kuenya.

Naah… buat yang berminat, yuk hadir di acara SILATURAHMI EPIK TDA BANDUNG:
Hari : Senin 16 July 2018
Waktu : 13.00 – sampai puas
Tempat : Bandung Techno Park bit.ly/lokasibtp
CP: Awan

Pendaftaran: isi aja daftar di group yaa…

FAQ:
– Bayarnya berapa? GRATIS
Ini adalah acara kita bersama… Ada yang nyumbang ilmu, ada yang nyumbang tenaga, ada yg nyumbang desain flyer, ada yang nyumbang tempat, ada yg nyumbang ide, dll.
Kalau mau nyumbang produk buat doorprize boleh. Kalau mau bawa snack buat cemilan bareng2 orang di sebelahnya juga boleh.
Tangan Di Atas hadir dengan spirit berbagi dan memberi πŸ™‚

– Kok ngadainnya di jam kerja, ga di weekend?
Biar yg dateng memang bener2 butuh solusi dari bisnisnya. Terus sambil nyocokin waktunya Coach Buder dan juga availibility tempatnya πŸ™‚

– Acaranya cuman sharing materi aja?
Selesai sharing materi bisa kenalan dan silaturahmi sesama member TDA Bandung.
Insya Allah silaturahmi membawa rejeki…
Ane sendiri selama ikut acara TDA udah ketemu partner, mentor, sodara seperjuangan, dll..
Beberapa malah ada yg punya cerita lanjutan, ketemu bahu untuk bersandar (halah)

Sampe ketemu hari Senin yaaa…

Salam,
your brother at div. EPIK TDA Bandung.
(Edukasi Peningkatan Ilmu dan Kapasitas)

Catatan Belajar FB Ads

Ga terasa, hampir setahun mainan FB ads.

Tanggal 15 July 2017 itu pertama kali ikutan trainingnya Om Bram.

Masih inget perasaannya…duduk di pojok belakang, sambil mikir… ini Om Bram ngomong bahasa planet apa ya?
Setiap ada istilah2 aneh yg keluar dari paparan Om Bram… ane lgsg buru2 googling.
Ga ketemu, nanya deh… (maaf ya om, waktu itu banyak nanya dari pojokan)

Pas waktu itu mikir… ternyata FB ads banyak banget istilah2 yg gw ga ngerti.
Padahal kirain cuman ngiklan gitu doang, apa susahnya sih?
Jebul banyak banget yg harus dipelajari.
Itupun seiring berjalannya waktu baru tau klo yg diajarin sama Om Bram udah cara yang paling simple.
Baru ngomongin metriks inti2nya aja…belum ngomongin metriks2 lain yang umum dipake oleh advertiser.

Bulan2 awal dipenuhi dengan cycle yg sama.
Replay video –> praktek –> laporan progress ke Om Bram –> pusing, cobain dulu… —> replay video lagi… dst dst…

Nanya2 juga sama suhu2 yg ada di kelas seangkatan ane @harys , @kamal , @mary
Super helpful banget nih suhu2 yg baik hati.

Tapi ternyata ini gak cuman tentang teknik beriklan.

Setahun terakhir ini pelajaran yang ane catat adalah:

1. Perubahan mindset dalam eksekusi.
Sebagai seorang Intuiting, nature nya adalah melihat gambaran besar.
Tetapi ane Intuiting yg berlebihan… ane perlu tahu setiap step dulu, jelas dulu, baru mau melangkah.
Ditambah lagi berlebihan keinginan untuk menjadikan setiap step itu sempurna.
Walhasil ga jadi praktek2. Banyak ide tapi lambat eksekusi.
Akhirnya pusing sendiri krn banyak nglamun tp ga ada hasil.

Mindset ini berbeda 180 derajat dengan pola Sensing nya Om Bram.
Hajar dulu, ga perlu perfect dulu, ambil cara yg paling simple kemudian lakukan.
Setelah jalan, lihat feedbacknya. Improve dari sana.
Fast execution – fast improvement.

2. Perubahan dalam logic
Logika ane berlebihan dalam intuisi. Ini perlu diimbangi oleh runtutan logika dan data yang memang kuat di orang Sensing.
Waktu dikasih tau buku Think Smarter nya Michael Kalet, langsung deh beli di Google Play.
Padahal waktu itu lg diskon jadi cuman 15rb. Tp krn terburu2 jadi beli pake full price, 237rb.
Ah sudahlah… yg penting ada hasilnya.
Ternyata di situ diajarin cara berpikir yg runut.
Gimana problem solving dengan berpikir secara kritis.
Pengambilan keputusan bisa di breakdown secara runut.
Dari sanalah jadi keranjingan untuk upgrade logika berpikir ane.

3. Perubahan dalam bekerja secara tim.
Sebelumnya ane terbiasa handle team online. Waktu itu pernah sampe 30 orang yg lokasinya beda2.
Tp sejak setahun kemarin ane eksperimen buat develop team offline setelah ikut DTF nya Om Bram.
Sekarang ini ada 5 orang teamnya.
Pengennya sih bisa nambah lagi biar bisa jadi jalan rejeki sama orang lain.
Cuman di sini mindset yg ditambahkan adalah… kekuranganku bisa ditambal dengan team.
Sebelumnya pengennya bisa jadi superman dan ngerjain sendiri semuanya.
Tp ternyata hidup jadi lebih enak dengan adanya team.
Grow juga jadi lebih cepat.

Menengok 1 tahun ke belakang, what a wonderful progress…
Walaupun masih jauh dari para mastah, tp ak ucapkan Alhamdulillah…
Bisa numpang belajar dan numpang idup.

Terima kasih Om Bram, terima kasih team managix, terima kasih rekan2 dan suhu2 seperjalanan.
Terima kasih Tuhan

Bisnis Jalur Utara VS Bisnis Jalur Selatan

Assalamualaikum para suhu dan rekan2 seperjuangan…

Pengen cerita sedikit tentang cerita mudik boleh?

Orang2 yang mudik dari Jawa belahan Barat menuju ke arah Timur, tentunya tidak asing dengan Jalur Selatan dan Jalur Utara.

Kemarin ane iseng2 cari2 data kecelakaan di kedua jalur ini.
Nemulah data di tahun 2011.

Ternyata data kecelakaan tahun 2011, terdapat 65 kecelakaan di Jalur Utara.
Sementara di Jalur Selatan terdapat 42 insiden kecelakaan di tahun itu.

Kalau melihat karakteristiknya, Jalur Selatan cenderung berbelok-belok dan naik turun.
Sementara Jalur Utara jalannya cenderung lurus, apalagi dengan adanya tol kinyis-kinyis yg masih mulus.

Mungkin karakter jalan ini ada kaitannya dengan jumlah kecelakaan yg terjadi.

Jalur Selatan yang berkelok-kelok membuat para pengemudi lebih waspada.
Ada belokan, ada turunan, harus siap-siap di rem.
Setelah turunan ada tanjakan, perlu turun gigi sehingga bisa punya daya yang maksimal buat naik ke atas.

Sementara Jalur Utara, gas pol… lancar jaya… tidak terasa kecepatan sudah 160km/jam.
Apalagi pemandangan kanan kiri Jalur Utara yang monoton ini sering membuat ngantuk.
Micro sleep alias tidur dalam hitungan detik, bisa berakibat fatal.

2 kondisi jalur ini mirip dengan bisnis.

Ketika orang membangun bisnis ada yang melalui “Jalur Selatan” dan ada yang melalui “Jalur Utara”.

Ada yang baru mulai bisnis, kok mudah banget… bisa mencapai profit ratusan juta dalam waktu singkat.
Milih produk langsung meledak.
Milih target market kok ya pas.
Milih supplier, kok ya dapat yg amanah.

Tapi ada juga yang sudah bertahun2 bisnis… melihat omset puluhan juta aja hanya di momen2 tertentu.
Itu omset, apalagi ngitung profit.
Coba berpuluh2 produk, ga ada yang jalan.
Milih target market, kok ya dingin2 aja.
Dapet supplier, dikasih barang yang reject, dst dst…

Nah yang repot kalau orang yang bisnisnya kebetulan ada di “Jalur Utara” ini jadi terlena, hilang kesadaran.
Merasa lebih pintar dan lebih berhasil.
Merasa dirinya hebat dalam bisnis… membanding2kan pencapaian yang lebih banyak dalam waktu tempuh yang lebih singkat.
Memandang rendah kepada orang yang bisnisnya di “Jalur Selatan”

Padahal di Jalur Utara terdapat jebakan betmen yang menunggu ketika lengah.
Terbukti dari statistik jumlah kecelakaan nya lebih tinggi dari jalur selatan.

Sementara saya diam-diam kagum dengan orang2 yg ulet berbisnis walau ada di “Jalur Selatan”.
Mereka menjalani jalur yg berkelok2, butuh tenaga ekstra untuk naik tanjakan, siap2 waspada rem pada saat turunan.
Kemudian menyerahkan hasil dari usaha kesabarannya di tangan Tuhan-nya.

Orang-orang seperti ini, memperbaiki fundamental dan mindset.
Belajar kesana-kemari.
Menghitung dan mengalokasikan sumber daya dengan se-hati-hati mungkin.
Mikir gimana caranya membuat “ada” dari sumber daya yang tidak ada dan tidak punya.
Gagal, bangkit lagi…
Bikin baru, gagal, coba lagi…
Masih gagal, terus2 di ulik lagi…
Sambil ibadahnya dikencengin, terus mendekat kepada Tuhan-nya…

“Bisnis Jalur Utara” tantangannya adalah apakah bisa bersyukur, berbagi dan tetap rendah hati.
Sementara “Bisnis Jalur Selatan” tantangannya adalah sabar sambil terus berjuang.

Bisa jadi di akhirat nanti Dia akan berkata:
“Yang Aku anggap hebat bukanlah pebisnis yang coba bisnis di bidang A, B, C, D…Z berhasil semua.
Karena keberhasilan itu adalah fasilitas dari Ku.
Hak prerogratif Ku fasilitas2 itu mau diberikan kepada siapa.
Yang Aku anggap hebat adalah justru pebisnis yang aku tugaskan di dunia dengan sedikit atau bahkan tanpa fasilitas keberhasilan.
Namun dia coba terus berjuang pantang menyerah sampai Aku menjemputnya.”

Nah kalau temen2 bisnisnya ngerasa ada di “Jalur Utara” atau “Jalur Selatan” nih? πŸ™‚

Salam,
Your brother di Divisi EPIK TDA Bandung πŸ™‚

Laporan Wakaf Quran Ramadhan

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh…

Selamat Hari Raya Iedul Fitri yah bro/sist…
Mohon maaf lahir batin…
Semoga Allah menerima ibadahku dan ibadahmu πŸ™‚

Aku bersyukur banget dikelilingi oleh teman-teman yang murah hati.
Di bulan Ramadhan kemarin, hanya dalam 2 minggu terkumpul 300 Al Quran Wakaf yang siap untuk didistribusikan.

Pada proses distribusinya aku tidak sendirian, tetapi dibantu para pejuang2 sosial yang menakjubkan.
Karena merekalah orang-orang yang lebih tahu medan di lapangan.
Daerah mana yang masih kekurangan, daerah mana yang perlu dibantu.
Mereka adalah mata di lapangan sehingga diharapkan wakaf Quran ini jadi tepat guna.

Salah satu pejuang sosial yang membantu distribusi wakaf Quran kemarin bernama Khoeruddin.
Bersama teman-temannya project yg digarap adalah renovasi sebuah madrasah di pelosok Bale Endah Bandung.

Madrasah itu ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan.
Hampir rubuh dengan tiang2 yg lapuk, dinding tripleks dan pagar dari bilah-bilah bambu.
Sekilas dilihat mata, bangunan itu mirip banget kandang ayam.

Berkat kerja keras tim nya, akhirnya bisa dibangun bangunan permanen.
Hal ini penting untuk dilakukan karena di kawasan tersebut banyak terdapat warung remang2 dan karaoke2 liar tempat prostitusi.

Anak2 di sana perlu mendapatkan pendidikan agama, jika tidak maka akan terjebak kedalam lingkaran aktivitas yang dilakukan oleh orang tuanya. Ini adalah project penyelamat generasi bangsa.

Selain dari itu, Khoeruddin dan kawan2nya juga berkoordinasi dengan pesantren2 penghafal quran di pelosok Tasik dan Garut. Sebagian Quran wakaf dari temen2 sekalian Insya Allah akan didistribusikan ke sana.

Titik distribusi Quran yang lain adalah di daerah Gunung Puntang.
Lokasinya sekitar 2 jam ke arah Selatan pusat kota Bandung.
Dari daerah Banjaran, terus naik ke atas perbukitan sampai tiba di kawasan perkebunan kopi Gunung Puntang.

Untuk distribusi kesana, aku dibantu oleh ustad muda @Irwan yang juga pengusaha kopi di sana.
Ada 3 masjid yang masih kekurangan Al Quran.
Moga2 bisa bermanfaat bagi para petani kopi di sana, dan juga masyarakat jamaah masjid tersebut.

Tempat wakaf yang lain adalah desa Cidomas Garut.
Jaraknya sekitar 6 jam dari Bandung.
Untuk distribusi ke sana aku dibantu oleh pemuda bernama @Ali

@Ali adalah anak tertua dari 10 bersaudara.
Sejak kecil Ali tidak pernah bertemu dengan ayahnya.
Itu yang menyebabkan dia tinggal di panti asuhan Amanah di Batununggal.
Dibesarkan di panti asuhan tersebut, kini dia sudah tercatat menjadi mahasiswa UIN.
Calon ustad muda yang penuh semangat dalam aktifitas2 sosial.

Setiap lebaran dia pulang ke Cidomas.
Desa terpencil yang masyarakatnya mayoritas hidup sebagai petani padi.
Al Quran masih merupakan barang mewah, karena uang yang ada dipakai untuk makan sehari2.
Sehinnga mereka sangat menyambut gembira Wakaf Quran yang datang.

Selanjutnya bekerja sama dengan teman2 dari komunitas Kastrol, wakaf Al Quran juga dibagikan ke para siswa di MDT Maarif Pasir Impun.
Lokasi sekolahnya dari terminal Cicaheum teruuus naik ke puncak gunung yg masih susah sinyal.
Kondisi masyarakat di sana masih yg masih kekurangan, merasa sangat terbantu dengan adanya wakaf ini.
Selain Al Quran, di acara buka bareng komunitas Kastrol juga memberikan bantuan berupa paket2 alat2 sekolah kepada anak2 di sana.

Selanjutnya di Nun Learning Centre Bale Endah yg didirikan oleh Kyai Rofi.
Di sini siswa2 yang telah selesai program tahsin dan sudah mengkhatamkan Al Quran, akan lanjut ke program tahfidz (hafalan quran).
Al Quran dari temen2 Insya Allah akan membantu proses mereka menjadi para hafidz penghafal Quran.

My brother and sister…
Terima kasih sekali lagi atas kebaikan hatinya dalam membagikan sebagian rizki dan berwakaf Quran.
Aktifitas ini membuktikan bahwa bersama2 kita bisa menjadi bagian dari solusi bangsa ini.
Ketika ada orang2 yg bisanya berdebat dan berkomentar negatif di sosial media, ternyata masih ada yang menjawab dengan tindakan nyata.

Tentu saja, apa yang kita lakukan tidak sempurna.
Ada sahabat yang menyarankan, selain berwakaf Quran ada baiknya juga disertai dengan bantuan dana pendidikannya juga.
Karena banyak masyarakat miskin akan sangat terbantu.

Kemarin ternyata juga masih ada dana sisa karena mendapatkan diskon dari penerbit.
Aku mohon izin dari para donatur sekalian untuk memanfaatkan dana ini dalam pendidikan Al Quran.
Rencananya kita akan bekerja sama dengan lembaga pengajaran Quran untuk bisa memberikan pengajaran kepada yang membutuhkan dengan dana tersebut.

Aku sendiri sudah memastikan bahwa dari dana di atas tidak ada yang dipakai untuk kepentingan pribadi.
Bahkan sampai saat ini bensin dan transportasi disokong dari kantong para relawan.

Insya Allah ini adalah komitmen kita… untuk berbuat bukan untuk keuntungan finansial… tetapi sebagai keinginan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain…

Semoga kita bisa terus bergerak, aktif membangun solusi2 sosial. Bersama-sama πŸ™‚

Salam,
your brother…
Awan.

#7 – 90days Tahajud Challenge

#7

Salah satu guru ane pernah berkata…
“Kesalehan yang membawa kebanggaan lebih berbahaya daripada dosa yang membawa penyesalan”

Hidup kita tidak pernah lepas dari dosa dan maksiat.
Seringkali kita sudah berusaha sekuat tenaga menghindarinya… tetapi seringkali terjatuh juga kepada hal-hal yang dilarang.

Ketika itu terjadi, hendaknya kita segera bertaubat dan tidak berputus asa terhadap rahmat Allah.

“Ah, tp nanti gimana klo berbuat dosa lagi. Bukannya tobatnya cuman tobat sambel. Udahlah ga usah bertobat aja.”

Bisa jadi nanti kita berbuat lagi.
Tp bisa jadi juga itu akan jadi taubat terakhir kita.

Yang penting di sini adalah: kita berusaha bersungguh2 menghindarinya.

Karena Allah nanti tidak akan bertanya tentang hasil akhir.
Yang ditanyakan adalah usaha kita…

Sudahkah kita bersungguh2 berusaha menghindarinya?
Sudahkah kita bekerja keras mencari aktifitas lain untuk tidak melakukan dosa tersebut?
Sudahkah kita mencari berbagai ilmu untuk mempertebal iman kita?
Apakah waktu ketika kita sadar bisa dimaksimalkan untuk berbuat baik dan beribadah, sehingga bisa menambal waktu kita “tidak sadar” ?

Sehingga ketika saatnya peperangan itu tiba…
Melawan hawa nafsu… melawan bisikan setan… melawan kebiasaan jelek yang sudah bertahun2…
Kita akan menghadapinya dengan persiapan yang maksimal.

Kemudian, apakah kita menang melawan peperangan itu atau tidak, itu hak Allah untuk menentukan.

Karena Allah tidak akan menanyakan apakah kita menang/tidak.
Allah akan menanyakan perlawanan dan proses persiapan kita untuk menghadapinya.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS Ali Imran: 133)”

β€œKatakanlah: β€œHai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar {39} : 53-54).

Pelajaran Dari 2 Musisi Yang Didepak Dari 2 Band Besar

Konon pada suatu saat ada seorang pemain gitar bernama DM.
Dia tergabung ke dalam sebuah band yang baru mulai naik daun.
Mereka mulai mendapatkan perhatian dari komunitas musik dan sedang memulai tour di kota2 lain.

Namun ketika manggung di sebuah kota, DM dipanggil oleh teman2 satu band nya.
Mereka bilang: “DM, mulai dari sekarang kamu dikeluarkan dari band ini. Kamu bukan lagi anggota band ini”

DM pun bingung dan shock.

Dia pulang ke kota asalnya kebingungan, tidak mengerti apa yang terjadi.
Dalam perasaan frustrasi dan kecewa, dia pun bertekad untuk membuat band baru yg lebih hebat dari band sebelumnya.

Selanjutnya hari2nya dipenuhi dengan latihan keras, siang dan malam.
Lalu dia cari orang2 yang jago2 musik untuk diajak bergabung ke band barunya.
Dia salurkan kemarahan, frustrasi dan ambisinya lewat lagu2 barunya.

Dia terus lakukan hal itu siang dan malam.
Tujuannya adalah untuk mencapai ketenaran dan mengalahkan band lamanya.

Setelah puluhan tahun, kerja kerasnya membuahkan hasil.

Dia berhasil mencapai ketenaran yang dia idam2kan.
Band nya berhasil menjual 25juta copy.
Nama lengkap dari DM adalah Dave Mustaine , gitaris pemrakarsa berdirinya band Megadeth.
Megadeth dianggap sebagai band terbaik di genre Heavy Metal.
Dave Mustaine sendiri dianggap sebagai musisi yg sangat brilian dan berpengaruh di genre tersebut.

Trus gimana kabarnya band lamanya?

Nah, band lama yang mengeluarkan Mustaine bernama… Metallica.
di saat Megadeth berhasil menjual 25 juta copy, Metallica sudah menjual 180 juta copy.
Metallica sering dianggap sebagai Band Rock paling sukses sepanjang sejarah.

Pada tahun 2003, dalam sebuah interview terungkap pernyataan yg sangat menyedihkan.
Terlepas dari nama besar Megadeth dan pencapaiannya, Dave Mustaine masih menganggap dirinya sebagai orang yg gagal.
Di dalam benaknya, dia masih menganggap dirinya sebagai orang yang didepak dari Metallica.

Kita simpan kisah Mustaine, dan kemudian kita coba lihat cerita yang senada.

Ini adalah seorang musisi berinisial PB.

PB adalah drummer dalam sebuah band yang juga sedang naik daun.
Menurut para fans wanita-nya, PB ini yg paling ganteng diantara ke empat anggota band tersebut.
Bahkan wajahnyalah yg muncul di majalah2 ketika band ini mulai dilirik media cetak.
PB juga yang paling professional diantara anggota band lainnya.
Dia tidak menggunakan obat2an terlarang, dan punya pacar tetap.

Tepat tiga hari sebelum peluncuran album pertama, tiba2 PB dipanggil oleh manajernya.
Manajernya bilang, “Kamu dikeluarkan dari band ini”
PB pun bingung, “Kenapa…apa salah saya?”
Manajernya tidak mengatakan alasan apapun, selain bilang bahwa anggota member yg lain ingin dia keluar.

PB pun meninggalkan band tersebut dengan hati remuk dan kecewa.

Sepeninggalan PB, band itu meroket drastis.
Terkenal dengan gaya potongan rambut unik yang kemudian membuat demam generasi pada era 60an dengan potongan rambut poni mereka.
Hasil karya2 band ini melegenda dan mempengaruhi banyak musisi sampai dengan sekarang.

Anda pasti sudah bisa menebak siapa band ini?

Ya, inilah “The Beatles”
nama lengkap PB adalah Pete Best, drummer pertama The Beatles sebelum digantikan oleh Ringo Starr

Apa yang terjadi dengan Pete setelah dikeluarkan dari The Beatles?

Dia pun tenggelam dalam minum2an keras dan mengalami depresi.
Dia kecewa dan frustrasi melihat band lama nya mencapai ketenaran yang tidak pernah dibayangkan oleh band2 lainnya.

Namun lambat laun… dia mulai bangkit lagi…
Tetapi kebangkitannya tidak dilandasi oleh semangat membalas dendam seperi Dave Mustaine.
Kebangkitannya karena dia menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada ketenaran dan uang.

Pada awal 90-an dalam sebuah wawancara dia berkata…
“Sepertinya saya lebih bahagia saat ini dibanding jika saya tetap di The Beatles”

Loh kok bisa?

Ternyata setelah melewati masa2 depresinya, dia bertemu dengan wanita yg jadi istrinya.
Kemudian dia menikah, punya anak dan membina keluarganya.

Nilai2 yg dia kejar pun berubah.
Ketenaran dan uang memang menyenangkan, tetapi dia memutuskan bahwa ada yang lebih penting dari itu semua:
Keluarga yang saling mencintai,
kehidupan pernikahan yang harmonis,
kebahagiaan dalam hidup sederhana.

Sesuatu yang tidak dimiliki oleh personel Beatles yg lain, bahkan sampai akhir hayat mereka.

Dave Mustaine dan Pete Best sama2 dikeluarkan dari band yang kemudian sukses luar biasa.
Tetapi mereka kemudian memilih respon yg berbeda.

Efeknya…walaupun pencapaian duniawi Dave Mustaine jauh melebihi Pete Best, namun kondisi batin mereka sangat berbeda.
Dave Mustaine menganggap dirinya orang gagal walau telah menjual 25juta album dan berpengaruh di dunia musik.
Sementara Pete Best merasa sangat bahagia walau pencapaian di dunia musiknya jauh lebih kecil daripada Dave Mustaine.

Standar kesuksesan Mustaine adalah sesuatu yg eksternal di luar diri (ketenaran, penjualan album, mengalahkan band lamanya)
Pete merubah standar kesuksesan nya menjadi sesuatu yg internal di dalam diri (relationship, happiness, appreciation of simple life)

Saya rasa ada sebuah pelajaran berharga yg bisa diambil ke dalam dunia usaha.

Bahwa ketika saya sebagai pengusaha terlalu berfokus standar kesuksesan eksternal, maka bisa jadi saya akan menempuh jalan seperti Dave Mustaine.
“Saya sukses kalau saya sudah mendapat omset sekian.”
“Saya sukses kalau saya sudah bisa mempunyai rumah mewah, tas branded, mobil terbaru,dll.”
“Saya sukses kalau bisnis saya sudah lebih gede dari bisnis teman saya.”
“Saya sukses kalau sudah membuktikan pada keluarga saya tentang pencapaian saya.”

Jika begitu ceritanya, maka bisa jadi puluhan tahun kedepan hidup saya dipenuhi dengan dengan kepahitan dan cap bahwa saya tidak sukses.
Hanya karena ada parameter eksternal kesuksesan yang belum saya capai.
Parameter kesuksesan eksternal yg saya buat sendiri.

Padahal ada hal2 lain yg lebih penting dan bersifat internal.
Relationship, kebermanfaatan, banyak kawan dan saudara… yang ternyata membuat hidup jadi lebih indah.

Beruntungnya saya nemu komunitas yang nggak melulu ngomongin bagaimana menggapai pencapaian eksternal tetapi juga mementingkan latihan nilai2 internal.
Silaturahmi, learning, grow together, sharing…

Nggak perlu nunggu super duper kaya dulu buat berbagi.
Yang bisa berbagi 1jt ya silahkan, yg bisa berbagi 250rb ya silahkan.

Kalau belum ada kelonggaran dana, bisa berbagi tenaga.
Bahkan berbagi waktu untuk sekedar datang dan meramaikan.

Karena pada akhirnya kebahagiaan ternyata muncul bukan dari seberapa banyak saya menerima, tetapi seberapa sering saya memberi…

Apalagi aksi2 berbagi secara sosial ini sering banget diadakan oleh TDA Bandung.

Ada yang kebanjiran, cepet bergerak.
Ada yang sakit, buru2 nengokin.
Ditambah lagi kegiatan2 yang peduli sama penduduk2 marjinal yang jauh dari keramaian…

Kegiatan2 sosial TDA, ternyata setelah saya ikuti… di sana ada nilai2 internal yang membuat hidup lebih bahagia dan bermakna.

Oleh karena itu, yuk hari Senin besok kita bareng2 meluangkan waktu.
Bersama2 bareng sedulur2 di TDA kita melakukan kegiatan sosial.

Sementara kita tinggalkan dulu kejar2an hal2 yg bersifat material dan eksternal.
Kita copot dulu gengsi-gengsi yg membatasi persaudaraan.
Tidak ada yang usahanya lebih berhasil, tidak ada yg bisnisnya masih kecil.
Yang ada adalah kita bersama2 menebar manfaat, di tempat di mana banyak orang enggan mendatangi…

See you next Monday, brother/sister πŸ™‚

Program Wakaf Quran Ramadhan

Assalamualaikum ….

Punten, nuwunsewu… mau berbagi informasi…
Komunitas 90 Tahajud (bit.ly/90tahajud) sedang bikin program sosial nih.
Namanya Wakaf Quran Ramadhan.

Rencananya Wakaf Quran itu mau disalurkan ke:
– Masjid2 yg masih kurang fasilitas quran nya
– Panti-panti yatim
– Daerah-daerah asal anak yatim (biasanya di pelosok2)
– Rumah singgah anak jalanan
– Daerah2 kurang mampu
– dlsb

Ternyata banyak banget dari mereka yang menganggap bahwa Al Quran merupakan barang mewah.
Boro2 beli Al Quran, buat hidup sehari2 aja susah.
Tp akibatnya mereka jadi jauh dari membaca Al Quran πŸ™ πŸ™

Nah, berkaca dari hal itu… aku pengen ngajak buat berwakaf Al-Quran bareng2.

Keuntungannya dalam wakaf adalah, selama Al Quran itu dipakai Insya Allah pahala nya bakal mengalir terus.
Kemudian kalau orang itu menghafalkan Al Quran dari wakaf kita, kan bakal jadi ilmu yg bermanfaat tuh.
Nah selama dia membaca hafalannya itu, Insya Allah pahala nya juga akan mengalir terus.

Apalagi momennya pas Ramadhan, siapa tahu pahala wakaf kita dilipat gandakan sama Allah…. Amin πŸ™‚

Paket wakaf per Al Quran nya 55rb.
Sudah termasuk biaya operasional buat distribusinya.

Monggo, bebas mau wakaf jumlahnya berapa aja.

Nanti bisa transfer ke:
BCA 1320 3480 36 a.n Awan Rimbawan
Jangan lupa konfirmasi klo udah transfer yaa…
Contact Person: Nita 081395840205

Oh ya, boleh dong minta bantuannya buat share informasi ini juga ke temen2 dan sodara2 yg lain.
Siapa tahu dengan jadi jalan pahala buat orang lain, kita bisa ikutan dapet pahala juga.

Ditunggu kabar baiknya yaaa πŸ™‚

Salam,
Awan
bit.ly/90tahajud