SILATURAHMI FISIK YANG TAK PERNAH BISA TERGANTIKAN.

January 23, 2019
Awan Rimbawan

Pengen deh seperti suhu-suhu yg ane temui di acara Kelompok Mastermind (KMM) Bandung Entrpreneur Forum (BEF) TDA BDG kemarin…

 

Ada salah satu suhu yang bisa konsisten sedekah 50% dari keuntungan bisnisnya.

Mau keuntungan besar, mau keuntungan kecil pokoknya dipotong 50% buat sedekah.

 

Gimana cara mulainya?

Ternyata beliau mulai justru dari pendapatan kecil.

Sewaktu masih kerja, konsisten mensedekahkan 50% dari gajinya.

Kemudian sambil kerja, merintis usaha.

Ga muluk2 ga pakai modal uang.

Cuman bantuin jualan temen sekantornya aja.

Dikasih diskon 10%, itu yg diusahakan.

 

Kemudian berlanjut resign dari pekerjaan.

Padahal ketika mau resign pendapatan dari bisnis baru setengah dari gajinya di kerjaan.

Ujian selanjutnya, bisakah beliau konsisten mensedekahkan 50% dari pendapatannya?

Ternyata ujian tersebut pun dilalui, walau itu berarti beliau harus menurunkan gaya hidupnya.

 

Bahkan sampai dengan sekarang…

Ketika bisnis sudah berkembang dan punya 4 karyawan pun, masih tetap seperti itu…

Pengen deh…

 

Pengen juga seperti suhu yg lain.

Belajar untuk diam, bukan belajar untuk pamer omset agar dianggap hebat oleh orang lain.

Padahal saya tahu salah satu gaji karyawannya aja ada yg menyentuh angka ribu-an dollar per bulan.

 

Itu baru satu karyawan, padahal beliau punya puluhan karyawan.

 

Karyawan2nya direkrut dari lingkungan tetangga2 sekitar.

Yang pengangguran, yang ga ada kerjaan, yang sehari-hari cuman nongkrong2, diajarin dari nol sampai bisa.

 

Kemudian diarahkan sering mendekat ke masjid.

Karena beliau percaya bahwa keberkahan suatu daerah berkorelasi erat dengan makmurnya masjid di daerah tersebut.

 

Ketika ngobrol2 santai dan dikorek2, baru beliau cerita bahwa sekarang ini beliau sedang belajar sesuatu…

Yaitu mendawamkan kebesaran Allah agar terhindar dari penyakit sombong.

Karena kesombongan dan keinginan untuk dihormati orang itulah yg nantinya justru bakal menghinakan.

 

Ada lagi yg mendesain sistem dikantornya untuk sama2 mendekat kepada Allah.

Karyawan2nya setiap pagi ada laporan ibadah tahajud, dzikir dan tilawah hari kemarin.

Pagi2 Dluha bersama, dan baca quran bersama.

Setiap minggu ngundang guru tahsin, dan juga ada sesi ngaji tafsir.

 

“Ini sebenarnya bungkusnya aja bisnis, tp dalemnya pelan2 pengen seperti pesantren Kang”, ujarnya.

 

Ternyata bisnis bagi dia, hanyalah sebuah jembatan untuk mendekatkan orang2 di dalamnya kepada Allah.

 

Pengen deh punya mindset seperti beliau2 ini…

Yang yakin (bukan sekedar percaya) bahwa Allah selalu memberi yg terbaik.

 

Salah satu suhu bercerita bahwa ketika anaknya lahir, dia cuman pegang uang 2jt.

Buat lahiran di bidan habis 1,5 juta.

Selesai lahiran uang cuman tersisa tinggal 500rb lagi, namun ada yang aneh… asi yg masuk selalu keluar lagi.

Akhirnya dicek ke rumah sakit dan baru ketahuan bahwa bayinya tidak punya kerongkongan.

 

Dokter bilang untuk operasi dan tindakan paling tidak butuh 100jt.

Padahal dia hanya pegang 500rb.

 

Namun yg mampu menyelesaikan segala masalah kan bukan uang, tetapi Allah.

Ya udah, bergantungnya sama Allah aja, jangan sama uang.

 

Apa yang mau dilakukan lagi selain mendekat kepada Allah?

 

Dari situ beliau kemudian belajar.

Bahwa Nabi Yunus pun seperti itu.

Ketika berada dalam tiga kegelapan: gelapnya malam, gelapnya dasar laut, dan gelapnya perut ikan, Nabi Yunus berdoa:

 

“La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zalimin”

“Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.”

 

Setelah berdoa apakah langsung dikeluarkan dari perut ikan paus?

 

Tidak…

 

Karena Ikan itu masih di dasar laut maka kalau langsung dikeluarkan, bisa2 nanti malah mati di dasar lautan.

Perlu dikondisikan dulu sama Allah untuk dikeluarkan dari kesulitan di saat yg tepat…

 

Dinaikkan pelan2 ke permukaan dan dikeluarkan di tempat yg aman di pinggir pantai.

Setelah Nabi Yunus kembali kepada kaumnya ternyata kondisi umatnya sudah beriman semua.

Dibereskan sama Allah semua permasalahan2nya.

 

Ah, dari suhu2 kemarin saya banyak sekali belajar.

Bahwa step awal memperbaiki segala kesulitan adalah: perbaiki dulu hubungan dengan Allah.

Perbaiki dulu ibadahnya.

Perbaiki dulu niatnya.

Baru kemudian sisanya baru berikhtiar.

 

Terima kasih atas pencerahannya para suhu…

 

Saya makin yakin bahwa tidak ada yang bisa menggantikan pertemuan fisik silaturahmi.

Karena pastinya cerita-cerita seperti ini tidak akan saya bisa dapatkan kalau saya cuman melototin group whatsapp dan telegram.

 

Selamat bersilaturahmi di hari minggu ini para sahabat 🙂

 

Jangan lupa minggu depan kita silaturahmi dan ketemu langsung dengan para suhu2 kelas kakap di Pesta Wirausaha Nasional

 

Mau berangkat baren g2 sama TDA BDG ?

Kontak aja suhu ane: Coach Subranto dari Dyummy Catering +62818277112

 

See you 🙂

Facebook Comments