Apa jaminanmu akun fesbuk-ku ga kau salah gunakan?

June 23, 2012
Awan Rimbawan

Hari ini salah satu rekan menuliskan sebuah pertanyaan di facebook. Beliau adalah salah satu senior saya yang kritis dan cerdas, cocok sekali dengan profesinya saat ini dekat dengan dunia akademis. Begini pertanyaannya:

Dulu sewaktu masih sama-sama jadi mahasiswa di kampus Dayeuhkolot, saya sangat menikmati diskusi-diskusi kritis dengan beliau. Saya yakin pertanyaan yang dilontarkan kali ini adalah  juga sebuah ajakan untuk diskusi intelektual yang bermanfaat walau kami terpisah ruang dan waktu.

Konsep saya dalam membuat buku ini meminjam beberapa prinsip dari Agile Methodology. Salah satunya adalah Incremental-Iterative, dan Launch small-Launch often. Konsep ini memungkinkan saya untuk membuat sebuah buku yang arah pengembangannya sesuai dengan kebutuhan pembaca. Karena saya khawatir jika menggunakan Waterfall Methodology, ketika ratusan halaman sudah dibuat ternyata situasi pasar berubah atau lebih buruk lagi, pembaca tidak membutuhkan apa yang sudah saya buat.

Rencana awalnya saya akan sekedar memberikan link download ke buku ini. Tetapi jika memilih cara ini, saya kesulitan memberikan update kepada mereka yang sudah download jika ada perubahan/tambahan.

Dengan membuat daftar kontak orang-orang yang berminat terhadap informasi ini, maka saya bisa langsung memberikan kabar jika terjadi perubahan ataupun penambahan yang kira-kira bakal bermanfaat bagi mereka.

Permintaan memasukkan data nama dan email, adalah juga sebuah permintaan perkenalan dari saya. Etika orang berkenalan adalah memperkenalkan terlebih dahulu (via halaman Siapa Awan?), kemudian menanyakan nama dan cara meng-kontak yang diajak berkenalan. Karena kita belum bisa bertemu secara langsung, maka saya ganti dengan form berisi nama dan email.

Selanjutnya saya berpikir untuk memanfaatkan Facebook API untuk memudahkan user yang sudah login di Facebook. Fitur ini memungkinkan user hanya mengklik satu tombol saja (tombol register) tanpa perlu mengetikkan nama dan email. Register ini tidak akan membuat saya mempunyai kemampuan untuk menyalah gunakan akun facebook, tetapi sekedar memudahkan user sehingga tidak perlu mengetikkan nama dan email.

Semua rencana di atas membutuhkan uang dan waktu untuk mewujudkannya. Saya harus membayar servis per bulan untuk autoresponder dan juga meluangkan waktu untuk menginstall segala detail yang dibutuhkan agar rencana di atas terwujud.

Tentu saja akan jauh lebih murah dan mudah bagi saya untuk sekedar upload ke free file sharing.

Lalu kenapa saya melakukannya?

Karena saya ingin melayani dengan sebaik-baiknya dan se-efektif mungkin. Cara yang saya pilih di atas memungkinkan saya berfokus untuk melayani hanya orang yang memang benar-benar membutuhkan informasi yang saya miliki.

Seperti comment yang saya dapat hari ini dari Adit:

Bagi saya, mengetahui bahwa ada yang bisa memetik manfaat dari apa yang saya buat adalah merupakan kepuasan batin tersendiri. Dan jika saya bisa tahu apa yang mereka benar-benar butuhkan maka saya akan berusaha mencari cara untuk melayani kebutuhan itu.

Hari ini saya akan berusaha menambahkan tentang tata cara menarik pembayaran dari oDesk. Jika sudah selesai saya akan segera broadcast ke email yang sudah terdaftar.

Tentu saja saya tidak bisa melayani semua orang. Oleh karena itu buku ini saya tujukan untuk pemula. Dari pengalaman saya mengajar, pemula membutuhkan bahasa yang mudah dan materi yang ringkas agar mereka bisa langsung praktek. Buku ini bukan dimaksudkan sebagai buku referensi tebal, tetapi lebih kepada buku pen-trigger untuk action.

Seperti sebuah quote: The mind is not a vessel to be filled, but a fire to be kindled. Saya  berusaha meringkas hal-hal terpenting  yang dibutuhkan oleh pemula agar bisa langsung praktek jadi Online Freelancer. Saya yakin tidak ada pemula yang bodoh, pemula hanya butuh seseorang untuk kindled a fire in their mind.

Bagi para expert atau orang yang sudah bermain di oDesk selama lebih dari 1 tahun mungkin banyak hal di buku ini yang sudah mereka ketahui. Mungkin saja informasi ini bukan untuk mereka. Untuk itu saya memudahkan pen-download untuk unsubscribe di setiap email yang saya kirimkan. Dengan meng-klik unsubscribe mereka tidak akan diberikan informasi-informasi yang ditujukan untuk pemula. Ini berlaku untuk baik untuk yang mendaftar via form dengan memasukkan data nama dan email, maupun yang mendaftar dengan meng-klik register.

Tentu saja, semua orang bisa memasukkan nama palsu ataupun email dummy. Tetapi saya  berusaha mengawali semuanya dengan kejujuran. Saya yakin sebuah hubungan yang tulus harus dibangun dari kejujuran.  Dan saya percaya kejujuran adalah salah satu mata uang yang nilainya sangat tinggi.

So, feel free to take a look inside my book. If you decide that it’s not for you then I wouldn’t annoy you with irrelevant information. You can always unsubscribe anytime and we can still always be friend 🙂

*mengingat sebuah moment di pelataran MSU, ketika saya bertanya tentang sebuah istilah asing yang tidak saya ketahui artinya. Seorang Didit Ths tidak serta-merta memberikan jawaban, tetapi mengajari cara berpikir untuk mendekonstruksi kata dan membiarkan saya menemukan dan menelusuri arti kata itu sendiri.

Yes, you too have kindled a fire in my mind Bro 🙂

Facebook Comments

4 Comments. Leave new

Adityamelia Kresna Permana
June 23, 2012 2:01 pm

Wah jadi enak saya hehe 😀
hebat2 ckckck pemikiran yg luar biasa…

Reply

wow, suatu penjelasan yang mencerahkan, benar-benar diniatkan untuk berbagi lebih banyak. apalagi sudah pakai autoresponder, membuat building list menjadi mudah dan tetap saling berhubungan antara pemilik web dengan subscriber. kemudahan untuk unsubscribe bagi orang yang tidak ingin lagi menerima newsletter bisa menjadi penjelas siapa orang yang benar-benar menjadi customer kita. ini yang tidak ditemukan bila filenya diletakkan di free link file sharing.

*duh, komentarnya saya seperti komentar sang ahli apa gitu… padahal ya cuma spontan aja mengetik di sini, bolak-balik dihapus diketik dihapus lagi… 😉

Reply

hehe mantep bro, ga perlu nunggu jadi ahli terlebih dahulu kok untuk bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Thanks for the comment!

Reply

Super Sekali!

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 7 =