The Conversation Between Swami Vivekanand and Ramakrishna Paramahansa.

At the very hard period of time, when we don’t know how to do I always remember this amazing conversation:

This is11011476_10205665323610934_3457977534034691152_n

1. Swami Vivekanand:- I can’t find free time. Life has become hectic.
Ramkrishna Paramahansa:- Activity gets you busy. But productivity gets you free.

2. Swami Vivekanand:- Why has life become complicated now?
Ramkrishna Paramahansa:- Stop analyzing life.. It makes it complicated. Just live it.

3. Swami Vivekanand:- Why are we then constantly unhappy?
Ramkrishna Paramahansa:- Worrying has become your habit. That’s why you are not happy.

4. Swami Vivekanand:- Why do good people always suffer?
Ramkrishna Paramahansa:- Diamond cannot be polished without friction. Gold cannot be purified without fire. Good people go through trials, but don’t suffer.
With that experience their life becomes better, not bitter.

5. Swami Vivekanand:- You mean to say such experience is useful?
Ramkrishna Paramahansa:- Yes. In every term, Experience is a hard teacher. She gives the test first and the lessons later.

6. Swami Vivekanand:- Because of so many problems, we don’t know where we are heading…
Ramkrishna Paramahansa:- If you look outside you will not know where you are heading. Look inside. Eyes provide sight. Heart provides the way.

7. Swami Vivekanand:- Does failure hurt more than moving in the right direction?
Ramkrishna Paramahansa:- Success is a measure as decided by others. Satisfaction is a measure as decided by you.

8. Swami Vivekanand:- In tough times, how do you stay motivated?
Ramkrishna Paramahansa:- Always look at how far you have come rather than how far you have to go. Always count your blessing, not what you are missing.

9. Swami Vivekanand:- What surprises you about people?
Ramkrishna Paramahansa:- When they suffer they ask, “why me?” When they prosper, they never ask “Why me?”

10. Swami Vivekanand:- How can I get the best out of life?
Ramkrishna Paramahansa:- Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear.

11. Swami Vivekanand:- One last question. Sometimes I feel my prayers are not answered.
Ramkrishna Paramahansa:- There are no unanswered prayers. Keep the faith and drop the fear. Life is a mystery to solve, not a problem to resolve. Trust me. Life is wonderful if you know how to live.

Sekar Askara Kinanti

2015-04-16 Sekar Askara Kinanti - Kinan

Hallo friends, 16 April 2016 jam 12.50 telah datang seorang tamu dalam kehidupan kami.

Dia akan memanggil kami orang tua, dan kami akan memanggil dia anak.

Tamu ini akan tinggal bersama kami sampai saat yang ditentukan. Kami akan membantunya untk tumbuh berkembang mengalami kehidupan sebagai seorang manusia dan dia akan membantu kami untuk mengalami sebuah peran baru dalam panggung kehidupan. Sebuah peran dengan sudut pandang lain untuk memahami arti kefanaa-an dan keikhlasan dalam gerak garisNya.

Dia memperkenalkan diri dengan nama Sekar Askara Kinanti, bunga bercahaya yang dinanti-nanti. Penerang kegelapan, pencerah kehidupan.

Terima kasih kami haturkan kepada teman2 yang telah membantu memberikan informasi dan memanjatkan doa demi kelancaran kehadirannya. It takes a village to take care pregnant woman and raise a child.

Terima Kasih terutama untukMu atas kesempatan memainkan peran sebagai orang tua pada saat yang sempurna menurut garis takdirMu…

Bersamaan dengan kedatangannya, teriring sebuah puisi dari Gibran untuk kami:

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu

Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri

Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu

Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu

Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,

Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu

Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

The Old Souls

Minggu ini saya banyak bertemu kebijaksanaan2 dari The Old Souls.

Salah satu Old Souls yang saya temui bernama T.J, beliau membahas tentang The Divine Matrix dari Gregg Braden.

Sebuah konsep menarik yang didasarkan pada teori sains tentang atom dan hubungannya dengan realitas fisik.

Kita diajak untuk melihat secara sains, apa sih yang membentuk realitas fisik? Ternyata 99.99% diantaranya adalah kosong Link youtube  Membuat saya berpikir, kalau toh semuanya kosong pantaskah saya melekat begitu kuat kepada “sesuatu”

Kemudian kita juga membahas tentng sifat partikel yang bisa berubah sifat dari partikel menjadi gelombang tergantung dari pengamatnya. Link thread kaskus yang membahas sifat dualisme partikel . Mungkin ini yang membuat pikiran bisa terwujud sesuai dengan apa yang saya pikirkan.

Pembahasan berlanjut dengan perkataan Max Planck:
max-plancks-quotes-8

“As a man who has devoted his whole life to the most clear headed science, to the study of matter, I can tell you as a result of my research about atoms this much: There is no matter as such. All matter originates and exists only by virtue of a force which brings the particle of an atom to vibration and holds this most minute solar system of the atom together. We must assume behind this force the existence of a conscious and intelligent mind. This mind is the matrix of all matter.”

Dari sinilah Gregg Braden memunculkan konsep The Divine Matrix dan bagaimana mengaksesnya dengan “emosi”.

Beberapa hari kemudian, karena perlu ada perbincangan bisnis saya sempet ketemu lagi dengan T.J. Dari siang sampai sore, sambil ngobrol bisnis kita juga ngobrol tentang banyak hal lain.
Salah satunya tentang expanding universe dan ditemukannya cluster terbesar dari peta alam semesta

Old Souls lain yang saya temui minggui ini adalah L.K
L.K bercerita tentang apa yang dianggap orang ada, sebenarnya adalah tidak ada (uang di bank, mobil, rumah, dll).
Dan apa yang orang anggap tidak ada, sebenarnya adalah ada (nasib/takdir).

Ini konsep yang menarik karena membuat kita bisa lebih memahami eksistensi barang/benda dan kaitannya dengan fear/stress/frustration yang berkaitan dengannya.

Kemudian ada seorang Old Souls bernama SYD yang membahas tentang menengok ke dalam dirinya Krishnamurti.
Semua meditasi, semua teknik mempunyai satu pola yang sama: menghilangkan kesengsaraan dan ingin mencapai kebahagiaan. Padahal kesengsaraan dan konsep kebahagiaan itu dilabeli oleh pikiran. Dan hasil kesimpulan yang di dapat adalah produk dari pikiran juga. Jadi bagaimana bisa?

Jika ada pure curiousity, untuk melihat apa yang ada di balik kesengsaraan tanpa ada motif untuk menghilangkannya maka disitulah dimulai adanya pemahaman atas “si aku”

Eh iya, hari minggu kemarin juga ketemu satu Old Soul lagi di Dago Utara, bernama RON.
Cerita tentang moralitas dan tindakan yang terkondisi

The old souls… umur fisiknya yang paling muda 50an, yang paling tua 78thn.
umur jiwanya… ribuan tahun… karena itu kupanggil mereka The Old Souls…

 

Perubahan

Semua yang kecil suatu saat akan besar.

Semua yang besar, jika sudah mencapai puncaknya maka pasti akan mengecil dan hilang.

Berganti dengan hal kecil lain yang akan menjadi besar.

Perubahan adalah bagian kehidupan… dari tiada… menjadi ada… kecil… besar… mencapai puncak kebesaran…mengecil…kemudian menjadi hilang lagi…

Itulah hukum perubahan dalam kehidupan…

Menengoklah Ke Dalam

Aku menemukan sebuah surat di depan pintu rumahku.

Surat itu dikirim entah oleh siapa.

Aneh, pikirku… jarang sekali aku menemukan orang yang mengirim surat.

Biasanya semua serba email.

Aku juga tidak tahu surat itu ditujukan buat siapa.

Penasaran, aku buka surat itu:

Anna, semoga engkau baik2 saja di Bandung.

Ayah ingin kamu tahu bahwa Ayah pun baik2 saja di sini.

Ayah menulis surat ini sambil duduk di Grand-Place, Brussels

Dekat toko coklat favoritmu.

Anna, ketika sesuatu terjadi dalam hidupmu maka batinmu akan bereaksi.

Reaksi itu bisa berupa senang, rindu, bangga, tersanjung, marah, benci, iri, cemburu, keinginan dll.

Kemudian kamu punya tujuan-tujuan yang ingin dicapai.

Kamu punya keinginan2.

Selalu ingatlah bahwa apa yang ada diluar itu adalah ilusi.

Kenapa ilusi? karena sesuatu itu akan hilang.

Kamu ingin suami yang ganteng, nanti pun dia akan jadi tua dan jelek.

Kamu ingin kekayaan, nantipun kekayaan itu akan hilang.

Semuanya itu bersifat fana.

Yang lebih penting adalah menengok ke dalam ketika batinmu bereaksi terhadap sesuatu.

Melihat…kenapa…dan ada apa…

Pada saat itu kamu akan mengerti, bahwa semua yang ada di luar itu.

Semua yang membuat batinmu bereaksi dengan rasa senang, gembira, bahagia, tersanjung, bangga, marah, sedih, cemburu, iri, bete dan lain2… itu adalah cermin untuk melihat ke dalam…

Itulah yang disebut oleh K, bahwa the understanding of what you actually are is far more important than the pursuit of who you should be…

Anna, semoga engkau mengerti dari ayahmu yang mencintaimu…

 

 

Kisah 3 Orang Manusia Yang Menguasai Dunia

Konon pada suatu ketika, ada tiga orang berkumpul.
Tiga orang itu mempunyai profesi yang berbeda2.
Orang pertama adalah psikolog.
Orang kedua adalah pengusaha.
Orang ketiga adalah penemu.

Orang yang berprofesi penemu berkata:
“Aku punya kabar baik yang bisa membuat kita bertiga sangat kaya raya.
Aku berhasil membuat sebuah produk, yang jika sudah digunakan akan sangat membuat ketagihan.
Kalau orang mau menggunakan produk ini, dijamin akan terus menerus membelinya.”

Orang yg berprofesi pengusaha menimpali:
“Wah, bagus itu.
Bisnis yg paling bagus adalah bisnis repeat order.
Kita tinggal menemukan pembeli sekali dan kemudian dia akan terus menerus menjadi pelanggan kita untuk waktu yg lama.”

Penemu berkata lagi:
“Ya, tetapi ada kabar buruknya.
Produk ini bisa merusak kesehatan,
juga bisa menimbulkan sakit parah bahkan bisa menimbulkan kematian.
Ditambah lagi, produk ini mengeluarkan asap dan juga berbau sangat tidak enak.
Orang yang pertama kali menggunakan biasanya sampai batuk2.
Orang disekitar penggunanya akan terganggu dengan baunya dan bahkan bisa terjangkit penyakit parah karena ikut menghirup asapnya.
Baunya juga akan tinggal berhari-hari.
Saya rasa walaupun produk ini bakal sangat menguntungkan, tetap tidak akan ada orang yang mau beli.
Siapa yang mau membeli barang yang berbau tidak enak,
merusak kesehatan dirinya bahkan bisa menimbulkan kematian atau sakit mengerikan pada orang2 disekitarnya?”

Orang yg berprofesi Psikolog kemudian angkat bicara:
“Kawan-kawan… saya rasa ada cara untuk membuat kita bisa membuat orang mau membeli barang itu.
Apakah kalian pernah mendengar tentang Anjing Pavlov?
Sebelum memberikan makanan pada anjingnya, Pavlov membunyikan suara tertentu.
Hal ini dilakukan berulang kali. Sehingga pada suatu titik, ketika mendengar suara itu anjing-anjing otomatis akan mengeluarkan air liur padahal tidak ada makanan yang disajikan.
Pada titik ini anjing mengasosiasikan suara tersebut dengan makanan atau rasa kenyang atau rasa nyaman di perutnya.

Dan asosiasi…tidak hanya berlaku pada anjing, namun juga berlaku pada manusia.

Untuk menjual produk itu, kita asosiasikan dengan apa yang diinginkan oleh manusia.
Kita buat iklan yang mempertontonkan tentang kejantanan, petualangan yang seru, kesuksesan, kekayaan, kegantengan, keberhasilan, keren, kepopuleran, semua perasaan/emosi/pencapaian yang diinginkan oleh manusia.
Kemudian di akhir iklan, kita asosiasikan hal-hal itu dengan produk kita.

Buatlah agar iklan itu bisa terlihat secara terus menerus.
Putar di televisi dan radio.
Pasang di billboard jalan tempat dilewati banyak orang,
sponsori event2 besar dimana orang2 bakal banyak datang dan melihatnya.

As someone said: “A lie repeated often enough becomes the truth.”

Jika produk kita sudah ter-asosiasikan dengan hal-hal itu orang tidak akan ingat bahwa itu adalah produk yang bau, bisa menimbulkan sakit parah, membuat mandul, dan bisa membahayakan orang-orang yang dicintai disekitar penggunanya.

Bahkan event olahraga pun bisa kita asosiasikan dengan hal ini sehingga produk kita terasosiasi dengan kemenangan dan kegemilangan.
Walaupun atlet2nya tidak menggunakan produk ini, namun ratusan ribu orang supporter dan penonton akan mengasosiasikan kegemilangan dan kesuksesan dengan produk kita.”

Lalu ketiga orang ini saling melempar senyum tipis.
Mereka tahu jika mereka bekerja sama, maka mereka akan memiliki dunia.
Kaya raya dan berkuasa selama mereka hidup…

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Ivan_Pavlov