Uang sebagai Energi?

June 11, 2021
Awan Rimbawan

Pada suatu saat Ken Honda pengarang buku Happy Money bertemu dengan seoarang wanita di sebuah pesta.

Di sana wanita itu meminta izin kepada Ken untuk melihat isi dompetnya.

Walaupun Ken merasa aneh, tapi dia memberikan dompet nya kepada wanita itu.

Wanita itu kemudian mengambil uang yang ada di dompet Ken kemudian memilahnya satu demi satu.

“ini uang bagus, ini juga bagus, ini juga…”

Lalu wanita itu berkata: Bagus… ternyata uang mu bagus semuanya.

Ken sambil kebingungan berkata, apa yang kamu cari?

Oh aku cuman mengecek apakah uang mu tersenyum atau tidak.

Wanita itu kemudian menjelaskan bahwa uang dapat tersenyum ataupun menangis. Tergantung bagaimana uang itu didapat atau diberikan.

Kalau uang itu diberikan/didapat diiringi dari rasa bersalah, kemarahan, maupun kesedihan maka uang itu akan “menangis”. Sebaliknya jika uang itu diberikan/didapat diiringi dengan rasa cinta kasih, syukur dan kebahagiaan maka uang itu akan tersenyum, bahkan tertawa. Karena uang itu diiringi energi positif dari pemberi/penerimanya.

Ken pun merasa terkejut, uang bisa menangis ataupun tersenyum? Uang berubah jika diberikan energi/perasaan?

Sebenarnya pada saat itu Ken sudah sangat mapan, juga merasa sangat faham dengan keuangan.

Saat umurnya masih 20-an dia sudah menentukan tujuan untuk bahagia dan sejahtera di umur 30. Jadi dia memulai bisnis konsultan dan akuntan nya.

Ketika dia mencapai 29 tahun, dia punya kebebasan untuk tetap di rumah dan mengiringi istrinya untuk mengasuh anak perempuannya yang masih bayi. Itu adalah hari-hari terindah dalam hidupnya. Bukan hanya karena dia bisa menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan anak perempuannya. Tetapi juga saat dia menemukan karir keduanya: membantu jutaan orang lainnya untuk hidup bahagia, sejahtera dengan penuh kedamaian.

Hal itu dimulai ketika dia sedang mengajak main anaknya di taman. Tiba2 ada seorang ibu yang berteriak2 ke anaknya. Ayo ibu harus kerja… ayo pulang. Tapi anaknya terus berkata… tapi kita baru sampai, aku pengen main lagi…

Setelah beberapa lama beradu mulut, ibunya pun menarik paksa anaknya untuk pulang kerumah.

Ken merasa sangat sedih melihat kejadian tersebut. Dia tahu jika ibu itu punya pilihan, pastinya dia lebih memilih untuk bermain bersama anaknya di taman di hari yang cerah itu.

Saat pulang ke rumah Ken menulis sebuah catatan singkat tentang pengalamannya dan apa yang dia ketahui selama bertahun2 mendapatkan uang dan menjadi sejahtera.

Dia pikir dia hanya akan menulis 5 halaman. Tapi ternyata menjadi 26 halaman.

Lalu catatannya dia bagi2kan kepada teman2nya. Dan banyak orang yang meminta lagi. Terus menerus seperti itu sampai seorang penerbit memintanya untuk menulis buku tentang hal itu.

Sejak saat itu Ken Honda telah menerbitkan lebih dari 50 buku yang terjual lebih dari 8 juta cetak di Jepang.

Setelah menulis 50 buku, Ken pikir dia telah mengetahui segalanya tentang uang. Tetapi sejak bertemu dengan wanita di pesta itu, dia mulai berpikir ulang tentang apa yang dia lakukan selama ini.

Dia pun mulai berpikir tentang uang sebagai energi.

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *