Kubik Leadership Training – Ritz Carlton Jakarta

June 21, 2016
Awan Rimbawan

KubikTraining-awan rimbawan

Tanggal 16-17 Juni yang lalu saya mengikuti Kubik Leadership Training di Ritz Carlton Jakarta.

Temen-temen TDA pasti tidak asing dengan nama Kubik karena founder2nya yaitu Pak Jamil Azzaini, Pak Indrawan Nugroho dan Pak Farid Poniman sangat sering berbagi di acara-acara TDA.

Di awal acara Kubik Leadership Training, kami dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Fasilitator group kami adalah Kang Harry seorang pebisnis EO yang gagah dan komunikatif 🙂

Kebetulan sekali saya sekelompok dengan Coach Fahmi. Beliau ini adalah salah satu guru yang masuk ke daftar sowan saya.

Adalah Kang Faisal MotivaKreatif yang pertama kali menceritakan kepada saya tentang Coach Fahmi.
Lalu waktu acara BED di Sabuga ITB saya baru saja duduk dan menonton Mbak Sally BatikTrusmi, tiba2 ada orang yang duduk di sebelah dan ternyata beliau adalah Coach Fahmi. Sewaktu itu sempat ngobrol2 sebentar mengenai acara Grounded Coaching di Malang yang saya ingin ikuti.

Coach Fahmi ini mempunyai model bisnis yang sangat unik. Berbisnis sejak tahun 1991 (25 thn yg lalu). Beliau fokus untuk membuat sistem. Sehingga bisnisnya bermacam2 bidangnya: Fashion, kuliner, merchandising dll. Selain memegang brand nya sendiri, beliau juga memegang brand2 orang lain seperti Kebab Turki Baba Rafi, Ayam geprek dll…

awan rimbawan - coach fahmi - kang harry

Coach Fahmi, Awan Rimbawan dan Kang Harry (Fasilitator Group)

Selain Coach Fahmi, saya juga satu kelompok dengan Ustad Adam, seorang pakar Ruqyah yg sering tampil di Trans7.
Juga ada Koh Toni leader di MCI Nanospray, Mbak Kiki yang baru dipilih sebagai pimpinan organisasi Non Profit, Mas Ardan yang punya ratusan Agen tour dan travel, Kang Gingin pencipta produk2 Asuransi Jiwasraya dan juga Mbak Alin ekspert di bidang Project Management sekaligus founder di PT Avenew Indonesia.

Orang-orang yang saya temui di group saya orang2 hebat. Kualitas kepemimpinan beliau2 ini sungguh tidak diragukan lagi melihat organisasi yg dipimpin dan karya2 yang diciptakannya. Namun mengapa mereka masih mau repot2 2 hari mengikuti training leadership?

Jawabannya saya rasa ada dalam kemauan mereka untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ada satu kalimat yang saya ingat: lautan menjadi tempat menampung air dari berbagai sungai karena dia merendahkan letaknya. Manusia juga bisa menjadi penampung dari ilmu2 kalau kita mau merendahkan hati untuk belajar pada orang lain.

kelompok 10 - awan rimbawan

Kelompok 10, Terbaik – Sempurna

Hari pertama ada beberapa materi yang disampaikan oleh Pak Indrawan, Pak Poniman dan Kakek Jamil.
Materi pertama disampaikan oleh Pak Indrawan memberikan pengantar bahwa sekarang dunia ini ada dalam kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity).
Alias cepat sekali berubah.
Untuk itu ada perbedaan antara kepemimpinan dan manajerialship.
Kepemimpinan berkaitan dengan:
– menentukan arah
– menyelaraskan orang dengan sifat, skill dan kepentinganyang berbeda2 hingga bisa bekerja sama mencapai arah tersebut
– menghadirkan motivasi dan inspirasi

Sementara manajerialship berkaitan dengan:
– perencanaan dan penganggaran
– pengaturan dan penyusunan karyawan
– kontrol dan problem solving

Di dalam kondisi yang cepat sekali berubah ini manajerialship saja tidak cukup dan harus dilengkapi dengan leadership

Materi kedua disampaikan oleh Pak Farid Poniman. Beliau ini adalah penemu konsep Stifin, yang menjelaskan personality manusia yang berbeda2.
Namun pada kesempatn tersebut beliau tidak membahas konsep Stifin, namun membahas tentang Filosofi kepemimpinan.
Filosofi kepemimpinan yang beliau sampaikan adalah:
1. Mengambil sebanyak mungkin energi untuk memimpin.
2. Menselaraskan energi kepemimpinan agar mestakung
3. Memiliki skema kompetensi yang sederhana.

Materi ketiga disampaikan oleh Kakek Jamil.
Saya sendiri sudah lama sekali tidak melihat Kakek Jamil Azzaini secara langsung.
Seingat saya terakhir itu di Pesta Wirausaha TDA 2008/2009 yang bertempat di gedung BPPT Jakarta.
Ingatan yang terpatri pada waktu itu adalah penampilan teatrikal beliau yang sangat memukau.
Kalau melihat beliau berbicara di panggung, bisa menyihir dengan naik turunnya nada suara dan bahasa tubuh yang luar biasa. Pada Kubik Leadership Training kemarin pun beliau terlihat begitu matang dalam penyampaian materi dan cerita-cerita pendukungnya.

Beberapa catatan yang saya ingat dari pemaparan beliau adalah:
“Jika Anda lelah melakukan kebaikan, maka selalu ingat bahwa lelahnya akan sirna dan kebaikannya akan kekal”

“Jika salah, perbaiki. Jika gagal, ulangi. Jika menyerah maka kalah”

“Ketika naik sepeda di jalan menanjak kita akan merasa kepayahan karena butuh tenaga besar, maka itu tandanya kita akan sampai ditempat yang lebih tinggi. Ketika naik sepeda di jalan menurun, kita akan merasa santai tidak perlu tenaga yang besar.
Jika saat ini kita merasa susah dan payah, ingatlah berarti hidup kita akan menuju tempat yang lebih tinggi.
Namun jika saat ini hidup kita terasa santai maka berhati2lah karena kemungkinan hidup kita sedang menurun.”

“Jangan pernah meludah di sumur tempat minum sendiri. Contohnya adalah menjelek2an perusahaan tempat kita bekerja dan menerima gaji”

Kakek Jamil juga mensharing tentang Prinsip-prinsip kepemimpinan yaitu:
1. Panggilan jiwa untuk membuat orang2 mencapai tujuan.
2. Memimpin tim dimulai dengan arah.
3. Kepemimpinan tim adalah tentang membangun keseimbangan (visi, strategi, dan eksekusi).

Pada hari kedua, sebagian besar kegiatan dipandu oleh Pak Indrawan.
Sesinya kebanyakan group activity dari pagi sampai sore.
Pada kesempatan kali itu diperkenalkan sebuah tool leadership bernama SuksesMulia Team Leadership Compass:
suksesmulia leadership compass

Tool ini mempermudah kita memahami di mana posisi tim/perusahaan kita dalam segi Visi, Strategi dan Eksekusi.
Setelah kita mengetahui di mana posisinya, tool itu akan memberi arah mana untuk bergerak.

Sesi terakhir ditutup oleh Kakek Jamil lagi.
Pada sesi terakhir ini beliau memamparkan bahwa Kepemimpinan di drive oleh sebuah emosi yang muncul dari alasan.
Beliau menceritakan bahwa prinsip2 di atas akan mempunyai daya dorong yang luar biasa jika kita mengetahui untuk siapa kita berbuat (selain tentu saja untuk Tuhan dan anggota tim). Contohnya beliau ingin Kubik bisa punya prestasi yang membanggakan karena pendorongnya adalah ingin mempersembahkan untuk Bapak beliau yang telah berjuang keras sepanjang hidup dan sekarang sedang terbaring sakit.

Penampilan teatrikal beliau, ditambah dengan lampu yang meredup dan background musik yang mendukung kembali mengaduk2 emosi peserta training. Beliau sukses membawa emosional state para peserta untuk selanjutnya berkumpul di group2 kecil dan saling sharing kepada siapa perjuangan menjadi seorang leader dipersembahkan. Ada yang untuk ibu, untuk anak, untuk istri, dll.

Banyak sekali insight yang di dapat selama 2 hari kemarin. Saya juga bertemu dengan pribadi2 yang menakjubkan di sana. Ditambah lagi istri dan saya juga mengikuti tes Stifin untuk bisa lebih memahami tentang karakter masing2.

KubikTraining-awan rimbawan-keluarga

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada tim Kubik karena telah menyelenggarakan training ini. Tidak lupa kepada temen-temen TDA bandung yang sudah bergabung belajar bersama di acara ini. Semoga kita semua bisa menjadi pemimpin yang lebih baik menuju peradaban SuksesMulia 🙂

Kubik Leadership Training - Awan Rimbawan

Rombongan TDA Bandung bersama Pak Farid Poniman, Founder Kubik dan Penemu Stifin

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 2 =