Uang VS Kesejahteraan

June 10, 2021
afi

Ada sebuah sudut pandang yang menarik. Yaitu uang tidak sama dengan kesejahteraan.

Uang adalah alat untuk mencatat kesejahteraan yang kita berikan dalam hidup orang lain.

Kesejahteraan itu apa?
– Kenikmatan
– Manfaat
– Perubahan emosi
– Kemudahan
– Penghematan
– Kesehatan
– Naiknya status sosial
– Inovasi

Contoh dalam kenikmatan: Saya bisa masak seafood.
Maka kenikmatan makanan yang saya masak itu akan dicatat oleh uang. Uang itu akan diberikan oleh orang lain sebagai alat pencatat/pengukur kenikmatan masakan saya.

Semakin enak saya memasak, semakin besar uang yang diberikan kepada orang lain kepada saya. Kemudian misalkan saya mengubah warung sea food saya menjadi sebuah restoran. Tempatnya lebih nyaman, parkirannya lebih luas, interior nya instagrammable.

Maka orang-orang yang makan di restoran saya akan merasa gengsi yang tinggi. Bahkan bisa posting di instagram, kemudian mereka merasa status sosial nya naik. Maka semakin banyak pula uang yang diberikan kepada saya dari orang2 yang makan seafood di restauran saya.

Lanjut lagi… Restoran saya selain menyajikan makanan, tempat yang bergengsi juga menyajikan nonton film bersama di layar lebar. Di sana ditayangkan film-film yang menyajikan berbagai emosi. Sedih, Marah, Bahagia, dlsb.

Restoran saya selain menyajikan makanan yang enak, tempat yg bergengsi juga menyediakan tempat bagi orang-orang yang bosan. Agar mereka bisa merasakan berbagai emosi sehingga mereka tidak bosan.

Maka semakin banyak pula uang yang akan masuk kepada saya. Uang hanyalah sebuah pencatatan, bahwa saya bisa meningkatkan kesejahteraan orang lain.

Nah untuk meningkatkan kesejahteraan orang lain ini butuh skill. Butuh keberanian. Butuh eksperimen. Butuh inovasi. Butuh sistem, dll. Orang-orang yang melakukannya akan mengalami peningkatan pendapatan.

Jadi fokusnya bukan untuk mencari uang. Tetapi mencari cara untuk meningkatkan kesejahteraan orang lain. Fokus untuk memberi manfaat. Memberikan sesuatu yang berbeda, unik dan berharga.

Jika fokusnya ke sana, maka uang tidak perlu dicari. Uang tidak perlu dikejar2. Nanti malah uang bisa ditarik, bisa diciptakan dari usaha2 meningkatkan kesejahteraan orang lain.

Lalu selanjutnya, uang yang di dapat bukan dibelanjakan sepenuhnya untuk konsumtif. Karena konsumtif akan segera habis. Kesenangannya bersifat sementara. Tetapi akan digunakan untuk usaha meningkatkan kesejahteraan orang lain. Misal dengan membeli buku yg bisa memberikan pengetahuan yg bermanfaat untuk orang lain. Mengikuti training, skill, pelatihan sehingga bisa melakukan sesuatu yg bermanfaat untuk orang lain. Membuat produk atau jasa yang bisa bermanfaat buat orang lain. Fokusnya kepada orang lain, karena nanti orang lain yang akan mengukur. Seberapa besar manfaat yang sudah dia terima. Kemudian mereka memberikan uang kepada kita sebagai cara untuk mengukurnya.

Sebaliknya… ketika saya sedang dalam kondisi kekurangan uang. Itu berarti sebuah indikasi bisa jadi saya kurang memberikan manfaat bagi hidup orang lain.

Nah selanjutnya tidak semua manfaat diberikan nilai yg sama.

Misalkan mencabut rumput itu juga bermanfaat bagi orang lain. Tapi banyak orang yang bisa melakukannya.

Hukum ekonomi berlaku. Jika banyak orang yang bisa melakukannya, maka harga akan turun. Karena akan gampang mencari penggantinya. Tetapi jika kita bisa melakukan sesuatu yang orang lain tidak bisa melakukannya.
Maka kita akan dihargai lebih oleh orang lain.

Bagaimana melakukan sesuatu yang orang lain tidak bisa lakukan? Biasanya adalah dengan menggabungkan beberapa skill secara unik. Misal sebagai CS, punya skill untuk ramah dan empati terhadap customer. Digabungkan dengan skill riset market. Sehingga bisa tahu produk apa yang punya potensi untuk laku.

Contoh lain…mempunyai skill desain, banyak orang yang bisa. Tapi kemudian belajar skill story telling, branding, product creation. Perpaduan skill ini lebih sedikit yg bisa. Sehingga nanti akan lebih banyak manfaat yg diberikan kepada orang lain. Sehingga nanti akan lebih banyak uang yg tertarik kepada dia.

Contoh lain sebagai advertiser. Punya kemampuan sebagai leader, komunikasi, content creation. Ini akan menjadi perpaduan skill yg unik.
Kalau sudah punya skill unik seperti ini, maka uang akan datang. Uang akan tercipta. Uang akan tertarik. Karena uang akan mencatat berapa banyak manfaat yang sudah diberikan kepada orang lain. Seberapa besar kesejahteraan yang sudah dikontribusikan kepada hidup orang lain.
Ini adalah hukum yang berlaku di dunia.

Jadi uang itu efek samping. Efek samping dari kebermanfaatan yang kita berikan kepada orang lain. Kalau kita bisa bermanfaat, pasti orang akan memberikan imbalan. Cara memberikan manfaat salah satunya adalah perlu ilmu. Perlu skill. Untuk bisa mendapatkan ilmu dan skill perlu kemauan dan latihan dari diri kita sendiri. Masing-masing kita diberikan bakat dan ketertarikan. Jika itu diasah maka akan menjadi skill.

Irisan antara Ketertarikan (passion), Skill (keahlian) dan Market(apa yang dihargai oleh orang lain) akan menghasilkan uang mengalir ke dalam hidup kita

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *