Tutur Sang Mentari #13

July 05, 2014
Awan Rimbawan

Dalam sebagian agama ada cerita tentang surga dan neraka.

Surga dan neraka ini akan dimasuki setelah seseorang meninggal dan “diperhitungkan” perbuatannya di dunia.

Di dunia ketika orang hidup, ada juga yang dinamakan surga dan neraka.

Surga adalah ketika kondisi emosi/pikiran bahagia.

Neraka adalah ketika kondisi emosi/pikiran sengsara atau tidak bahagia.

Cara masuk neraka gampang, jangan beriman pada Tuhan.

Berimanlah pada pikiran.

Kalau punya pikiran bahwa kondisi seharusnya adalah A, padahal saat ini adalah B.

Dan kita sangat percaya pada pikiran kita sendiri. Itulah namanya beriman pada pikiran.

Jadilah masuk neraka emosional.

Misal, terburu2 ke suatu tempat dan kemudian terjebak macet.

Pikiran mengatakan “Saya harus cepat2 sampai, sangat penting bahwa saya harus cepat sampai”

Ketika seseorang mempercayai pikiran itu dengan teguh, dengan iman yang kuat maka dia pasti akan cemas.

Marah2 ketika macetnya berkepanjangan. Menggerutu.

Itulah neraka emosional.

 

Sebaliknya cara masuk surga juga gampang.

Percayalah bahwa kondisi realitas saat ini adalah yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan.

Berimanlah kepada Tuhan, bukan kepada asumsi pikiran.

Contohnya dalam kondisi macet pikiran berkata┬á“Saya harus cepat2 sampai, sangat penting bahwa saya harus cepat sampai”

Namun tidak diimani, justru yang dipegang teguh adalah “Tuhan telah mentakdirkan macet untuk saya, ini adalah yang terbaik saat ini untuk saya”

Maka pikiran akan menjadi tenang, damai.

Menikmati kondisi yang ada dengan seutuhnya.

 

Jadi Awan (kata sang mentari), masuk surga dan neraka adalah pilihan setiap saat untukmu ­čÖé

 

 

 

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 9 =