Tui Shou Theory oleh Damo Mitchell (bagian 1)

April 11, 2013
Awan Rimbawan

by Damo Mitchell http://lotusneigong.com/content/?p=185

Diterjemahkan bebas oleh Awan Rimbawan

Tui Shou (sering dikenal di dunia barat dengan nama “Pushing Hands”) adalah latihan kepekaan bersama partner yang digunakan didalam Taiji Quan untuk melatih delapan energi. Latihan ini sangat penting jika Anda ingin memahami bagaimana Taiji Quan bekerja, tetapi latihan ini bukanlah tujuan akhir. Tui Shou bukanlah 100% martial art ataupun latihan fisik namun mempunya beberapa tujuan yang dirangkum sebagai berikut:

  • Mengajarkan body structure selama bergerak dan ber-kontak-fisik dengan orang lain
  • Membantu mengembangkan kepekaan ketika menyentuh gerakan, kekuatan dan niatan orang lain
  • Meningkatkan kepekaan internal pada aliran Qi untuk diri Anda dan juga orang lain
  • Membantu mengembangkan kekuatan dasar dari Peng, Lu, Ji, An, Cai, Lie, Zhou dan Kao.
  • Mengajarkan keahlian penting dari Taiji Quan yaitu Mendengarkan (Listening), Menempel (Adhering), Menetralkan (Neutralising), Mengarahkan (Leading), Meminjamkan (Borrowing) dan Menarik (issuing).
  • Mengajarkan bagaimana men-scan struktur badan orang lain melalui kontak-fisik sehingga mengetahui kelemahan yang bisa digunakan di dalam pertarungan.
  • Membantu praktisi untuk relax ketika ada kekuatan yang berangsur-angsur menekan dan membantu untuk memahami prinsip “jangan menolak tekanan/kekuatan yang datang, tetapi berusaha mengalihkannya”
  • Mendemonstrasikan bagaimana kelembutan dan relax bisa digunakan untuk mengatasi kekuatan aggressive (dull force)
  • Lewat latihan yang berkelanjutan anda akan belajar bagaimana merobohkan struktur fisik lawan dengan menggunakan usaha/kekuatan yang sedikit. Ini bisa digunakan untuk “mencabut lawan dari akarnya”
  • Pada level yang paling tinggi, Tui Shou mengajarkan bagaimana menggunakan kekosongan dalam pertarungan sehingga menjadi “tidak mempunyai berat” seperti yang dijelaskan dalam teks klasik Taiji Quan

Daftar di atas hanya sebagian dari keuntungan-keuntungan lain yang belum dituliskan. Ini hanyalah poin-poin utama yang saya temui di dalam latihan saya sendiri (Damo Mitchell).

Tui Shou sering disalah artikan oleh praktisi bahkan guru Taiji sehingga:

  • Dihilangkan sama sekali dari latihan Taiji Quan
  • Dirubah menjadi semacam gulat
  • Dirubah menjadi olahraga untuk mencari kemenangan.

Hal-hal diatas sangat disayangkan karena tidak akan membawa praktisi kemana-mana. Menghilangkan Tui-Shou dari Taiji Quan berarti orang tersebut tidak akan memahami style tersebut, mereka tidak akan pernah lebih dari seorang pemula. Anda mungkin pernah menemui seseorang yang tidak memiliki pengalaman Tui Shou dan tidak memahaminya tetapi kemudian menjadi seorang guru. Orang-orang seperti ini memberikan sumbangsih pada menurunnya style ini. Mengubah Tui Shou menjadi gulat yang membutuhkan kekuatan fisik akan mengubah latihan ini menjadi sekedar latihan luar. Hal ini tidak mengajarkan apa-apa dari kehalusan Taiji Quan dan menciptakan penilaian palsu dari kemampuan seseorang. Mereka mungkin bisa mendorong orang dengan baik pada latihan Tui Shou tetapi jika mereka dihadapkan dengan Pegulat Cina atau praktisi Judo maka mereka pasti kalah. Mengapa kita harus merubah latihan berpartner yang halus menjadi gulat dengan kualitas rendahan?

Kompetisi dalam Tui Shou juga merupakan sebuah konsep yang aneh. Tui Shou adalah sarana latihan, bukan tujuan utama dari Taiji Quan. Jika Anda ingin berkompetisi, kenapa tidak melakukan sparring seperti martial art lainnya yang mempunyai kompetisi?

(lanjut ke bagian ke 2)

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 3 =