The Old Souls

February 17, 2015
Awan Rimbawan

Minggu ini saya banyak bertemu kebijaksanaan2 dari The Old Souls.

Salah satu Old Souls yang saya temui bernama T.J, beliau membahas tentang The Divine Matrix dari Gregg Braden.

Sebuah konsep menarik yang didasarkan pada teori sains tentang atom dan hubungannya dengan realitas fisik.

Kita diajak untuk melihat secara sains, apa sih yang membentuk realitas fisik? Ternyata 99.99% diantaranya adalah kosong Link youtube  Membuat saya berpikir, kalau toh semuanya kosong pantaskah saya melekat begitu kuat kepada “sesuatu”

Kemudian kita juga membahas tentng sifat partikel yang bisa berubah sifat dari partikel menjadi gelombang tergantung dari pengamatnya. Link thread kaskus yang membahas sifat dualisme partikel . Mungkin ini yang membuat pikiran bisa terwujud sesuai dengan apa yang saya pikirkan.

Pembahasan berlanjut dengan perkataan Max Planck:
max-plancks-quotes-8

“As a man who has devoted his whole life to the most clear headed science, to the study of matter, I can tell you as a result of my research about atoms this much: There is no matter as such. All matter originates and exists only by virtue of a force which brings the particle of an atom to vibration and holds this most minute solar system of the atom together. We must assume behind this force the existence of a conscious and intelligent mind. This mind is the matrix of all matter.”

Dari sinilah Gregg Braden memunculkan konsep The Divine Matrix dan bagaimana mengaksesnya dengan “emosi”.

Beberapa hari kemudian, karena perlu ada perbincangan bisnis saya sempet ketemu lagi dengan T.J. Dari siang sampai sore, sambil ngobrol bisnis kita juga ngobrol tentang banyak hal lain.
Salah satunya tentang expanding universe dan ditemukannya cluster terbesar dari peta alam semesta

Old Souls lain yang saya temui minggui ini adalah L.K
L.K bercerita tentang apa yang dianggap orang ada, sebenarnya adalah tidak ada (uang di bank, mobil, rumah, dll).
Dan apa yang orang anggap tidak ada, sebenarnya adalah ada (nasib/takdir).

Ini konsep yang menarik karena membuat kita bisa lebih memahami eksistensi barang/benda dan kaitannya dengan fear/stress/frustration yang berkaitan dengannya.

Kemudian ada seorang Old Souls bernama SYD yang membahas tentang menengok ke dalam dirinya Krishnamurti.
Semua meditasi, semua teknik mempunyai satu pola yang sama: menghilangkan kesengsaraan dan ingin mencapai kebahagiaan. Padahal kesengsaraan dan konsep kebahagiaan itu dilabeli oleh pikiran. Dan hasil kesimpulan yang di dapat adalah produk dari pikiran juga. Jadi bagaimana bisa?

Jika ada pure curiousity, untuk melihat apa yang ada di balik kesengsaraan tanpa ada motif untuk menghilangkannya maka disitulah dimulai adanya pemahaman atas “si aku”

Eh iya, hari minggu kemarin juga ketemu satu Old Soul lagi di Dago Utara, bernama RON.
Cerita tentang moralitas dan tindakan yang terkondisi

The old souls… umur fisiknya yang paling muda 50an, yang paling tua 78thn.
umur jiwanya… ribuan tahun… karena itu kupanggil mereka The Old Souls…

 

Facebook Comments

1 Comment. Leave new

beautiful post masbro..

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 8 =