Tamu Dari Belanda, Longevitology, dan Pilates

April 25, 2014
Awan Rimbawan

You think you have a choice, you don’t – Byron Katie

Tamu dari Belanda

Hari Sabtu yang lalu saya janjian ketemu dengan Mas Junito.

Sebelumnya saya belum pernah bertemu dengan beliau, hanya sempat ngobrol di group Indonesia Business Network – The Netherlands. Dari obrolan di dunia maya tersebut rupanya berlanjut ke dunia nyata. Mas Junito yang pas kebetulan sedang ke Bandung jadi ngajak ketemuan.

Beliau ini pemilik portal media www.indonesienu.nl/ Dalam perbincangan kami di kafe Dakken di jalan Riau, beliau mendiskusikan berbagai macam ide-ide yg ingin direalisasikan mulai dari apps, website social network, dlsb.

Saya juga men-sharing feedback tentang ide-ide tersebut. Terutama tentang kaitannya dengan Lean Methodology.

Credo dari Lean Methodology adalah “Life is too short to build something that people don’t want”.

Secara teknis, kita bisa membuat apa saja. Tetapi apakah yang kita buat itu diinginkan oleh orang lain? Maka dari itu muncullah Lean Methodology dimana step awalnya adalah menemukan “pain problem” yang dimiliki dari user.

Jadi kan biasanya kita bikin dulu sesuatu. Lama, berhari-hari, berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun.

Tetapi kemudian setelah di launch baru tahu bahwa people don’t need it.

Jadi prosesnya dibalik, cari tahu dulu kebutuhan atau pain problem. Dari situ baru dicari solusinya.

Beberapa Buku yang saya rekomendasikan adalah The Lean Startup-Eric Ries, Running Lean-Ash Maurya. The Lean Startup lebih banyak membahas konsep dan mindset Lean Methodology, sementara Running Lean lebih banyak membahas sisi praktikalnya. Bagaimanapun membahas hal ini terasa kurang lengkap jika tidak menyebut Steve Blank dengan Customer Development, si Embah guru dari kedua pengarang buku yang saya sebutkan sebelumnya.

Sebetulnya saya akan dikenalkan oleh pemilik Kafe Dakken yg menurut Mas Junito juga punya ide untuk membuat portal bola, tapi sayangnya saya harus segera meluncur ke acara selanjutnya

Longevitology.

Saya datang ke acara ini karena diberi info oleh Pak Joni, dosen unpar yang sering datang ke Taichi di Sudirman. Beberapa kali saya lihat beliau mengobati orang dengan tangannya. Saya kira itu Chikung, ternyata bukan. Namanya adalah Longevitology.

Longevitology adalah sebuah metode untuk menerima energi alam semesta melalui tubuh manusia. Pertama-tama peserta seminar dibuka Cakra nya. Cakra ini adalah meridian titik akupunktur. Kemudian diberi penjelasan tentang berbagai macam Cakra yang ada di tubuh manusia dan bagaimana cara menyelaraskannya sehingga bisa menyehatkan tubuh sendiri dan orang lain.

Gurunya, Mr Wei datang dari Taiwan. Beliau berbicara beberapa kalimat dalam bahasa Mandarin, kemudian diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Pertama kali saya datang, telat dan kalimat pertama yang saya dengar adalah: Terapi ini mempunyai 3 syarat:

1. Tidak boleh meminta bayaran

2. Tidak boleh membujuk untuk masuk partai politik tertentu

3. Tidak boleh membujuk untuk masuk agama tertentu

Sebenernya saya mikir, bagaimana acara ini bisa terselenggara tanpa membayar. Padahal sewa gedung saja 20juta. Ternyata semua dari donatur. Dan Master Wei yang datang dari Taiwan, relawan dari Malaysia, Singapura, Surabaya dan Jakarta semuanya tidak dibayar.

Saya jadi ingat teman saya, Susri Utami yang sekarang sedang menimba ilmu di Taiwan. Mungkin saja dia kenal dengan Master Wei 😀

Acara ini berlangsung 6 hari. Seminarnya dimulai setiap pukul 18.00-22.00

Tidak boleh membolos satu haripun. Kegiatan siang harinya adalah terapi yang dilakukan oleh Master Wei dan para relawan.

Master Wei ini telah diundang ke berbagai negara seperti Canada, USA, New Zealand, Myanmar, dll. Di negara-negara tertinggal yang alat kesehatannya sangat terbatas beliau sering datang untuk mengajar agar kesehatan orang-orang di sana bisa terjaga.

Metode terapi nya sangat simple. Cukup arahkan tangan ke cakra yang berkaitan dengan penyakit yg di-alami.

Pesertanya banyak sekali hampir 700 orang. Padahal direncanakan hanya sekitar 300 orang saja.

Lumayanlah, jadi tambah ilmu. Siapa tahu bermanfaat 🙂

Pilates

Kemudian minggu ini saya memulai Pilates. Pilates ini adalah sejenis senam, yang fungsinya untuk mengembalikan postur tubuh. Bisa juga digunakan untuk rehabilitasi pasca operasi.

Tujuan saya sendiri ikut Pilates adalah untuk mencari penanganan atas Spondylolysthesis. Moga-moga dengan ikut Pilates ini bisa meringankan 🙂

 

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 7 =