Super Kaya dan Super Miskin

August 22, 2014
Awan Rimbawan

Pagi ini Mentari bertanya kepadaku…

“Awan, kalau saat ini kamu jadi super kaya dan tidak perlu melakukan apapun untuk mencari uang apa yang akan kamu kerjakan?”

“Kamu tidak perlu bekerja untuk mencari uang, kamu tidak perlu melakukan apapun untuk mencari uang. Uang di bank sudah tersedia, bahkan kamu punya sistem yang otomatis menambah rekening bank mu. Sistem ini juga akan berjalan selamanya sejak saat ini sampai kamu meninggal. Apa yang akan kamu kerjakan?”

Pertanyaan itu membuatku terdiam.

Jelas bukan pertanyaan yang bisa dijawab dengan seketika.

Aku berpikir… mungkin aku akan membeli mobil yang bagus, membeli rumah yang mewah… membeli apapun yang aku butuhkan dan aku inginkan. Tetapi dalam pengalamanku, kepemilikan atas sesuatu tidak memberikan kebahagiaan yang bertahan lama. Seperti permen yang manis, namun cepat saja hilang dan kadang malah mengakibatkan gigi rusak.

Bertamasya keliling dunia? Mungkin saja… tetapi capek juga bertamasya terus2an. Dulu waktu aku jadi backpacker keliling ke pulau2 yang eksotis dan kota2 yang tidak pernah aku singgahi juga lama2 ada titik jenuhnya.

Lalu apa yang akan aku lakukan?

Aku merenung lebih dalam lagi…

Kemudian sebuah bayangan yang singgah adalah aku di dalam sebuah ruangan. Dikelilingi oleh rak-rak tinggi yang penuh berisi buku. Aku duduk di sebuah meja, dan menulis. Ada tumpukan buku di meja itu, yang mungkin beberapa waktu yang lalu aku baca.

Sepertinya, yang akan aku lakukan adalah… belajar dan mencipta.

Belajar dari luar diri: buku, orang-orang, film, musik, travelling
Belajar dari dalam diri: meditasi, sholat, zikir

Kemudian menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Sesuatu yang membantu orang lain memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi.
Sesuatu yang membantu orang lain berkembang dalam hidupnya.

Ketika aku sedang asyik mengeksplorasi bayangan itu, Mentari tiba2 meluncurkan pertanyaan kedua.

“Awan, ayo kita coba skenario lain. Andaikan saja hidup mentakdirkanmu menjadi orang miskin. Seumur hidupmu kamu tidak akan pernah mendapatkan uang lebih dari yang kamu butuhkan. Kamu akan selalu bisa hidup, sampai saatnya kamu mati. Tetapi kamu akan terus tidak punya uang lebih selain cuma membiayai hidupmu secara biasa2 saja. Apa yang akan kamu lakukan?”

Pertanyaan itu membuatku tersentak…
Tampak menakutkan.
Lagipula selama ini di otakku banyak terdapat dogma2 bahwa uang akan memudahkan hidup.
Tetapi bagaimana kalau ada skenario seperti itu?
Selamanya miskin sampai mati…

Hei, bukankah itu berarti aku tidak perlu mengkhawatirkan uang? Sama seperti skenario dimana aku akan menjadi super kaya ?
Bukankah kedua skenario itu sama saja? aku akan punya cukup untuk hidup, sampai akhirnya aku mati? Bukankah semua kondisi sama saja? Aku akan hidup, sampai aku mati.

Dan sepertinya… bayanganku akan tetap sama…
Aku, berada di sebuah ruangan penuh rak buku.
Membaca dan menulis.
Belajar dan mencipta…

Bagaimana dengan kamu kawan? Apa jawabanmu?

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 8 =