Pelajaran Menghadapi Kesulitan Hidup dari Mbah Charlie Munger

July 27, 2016
Awan Rimbawan

charlie munger

Charlie Munger menikah pada umur 21 tahun. Setelah mengalami kehidupan pernikahan selama 8 tahun, Charlie Munger mengalami perceraian. Pada saat itu umurnya 29 tahun.

Kejadian itu membuat dirinya sangat terpukul secara emosional. Dia kehilangan semuanya. Mantan istrinya mengambil alih rumahnya di Pasadena. Dia harus hidup nomaden di University Club ditemani mobil Pontiac tuanya.

Tidak lama setelah kejadian itu, putranya Teddy terkena Leukimia. Pada tahun 1955 tidak ada asuransi kesehatan dan semua harus dibayar dengan menggunakan uang tabungan yang dimiliki. Saat itu penyakit Leukimia merupakan vonis mati karena dunia kedokteran belum menemukan obatnya.

Setiap hari Charlie pergi ke rumah sakit, hanya bisa memeluk anaknya yang semakin hari semakin memburuk kondisinya, kemudian pulang sambil berurai mata di jalanan.

Kejadian itu berlangsung selama satu tahun sampai akhirnya anaknya meninggal. Dia berkata “Saya tidak bisa membayangkan pengalaman yang lebih menyedihkan dari melihat Anak yang kondisi semakin buruk hari demi hari menuju kematian”

Charlie berumur 31 tahun ketika dia ada di kondisi bangkrut, bercerai dan harus menguburkan anaknya yang meninggal pada umur 9 tahun.

Namun Charlie adalah seorang kutu buku. Dia kerap kali merekomendasikan satu buku bagus dari Viktor E. Frankl berjudul Man’s Search For Meaning. Di buku itu ditulis: “Ketika kita tidak lagi bisa mengubah sebuah situasi, kita ditantang untuk mengubah diri kita sendiri…”

Kesulitan dan tragedi dalam hidup bisa menjebak seseorang mempunyai mental korban. Namun Charlie beranggapan bahwa saat-saat pahit adalah saat yang paling tepat untuk mengubah diri.

Charlie Munger menjadikan momen-momen kesulitan dalam hidupnya sebagai energi untuk berkembang.

Dia membaca banyak buku dan mempelajari berbagai macam disiplin ilmu secara otodidak. Pengetahuannya menjadi sangat dalam dibidang matematika, fisika, psikologi, ekonomi, biologi, kimia, dan bidang-bidang lainnya.

Dia tidak mempunyai ijazah undergraduate(s1) tetapi lulus dengan sangat memuaskan (magna cum laude) dari Harvard Law School.

Walaupun tidak pernah mengambil mata kuliah bisnis, ekonomi maupun finansial dia mempelajarinya secara otodidak dan menjadi orang yang sangat kaya dan dihormati di bidang investasi. Multiple Mental Model adalah cara yang dia gunakan untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan mana yang akan memberi keuntungan paling besar untuk investasinya. Multiple Mental Model sendiri merupakan hasil penggabungan antara gagasan-gagasan besar di berbagai disiplin ilmu yang dia pelajari (psikologi, fisika, kimia, ekonomi, bisnis, biologi, dll) yang digunakan untuk mengevaluasi keputusan investasinya.

Pada umur 69 tahun, dia masuk ke jajaran 400 besar orang terkaya di dunia.

Nama Charlie Munger mungkin lebih tidak populer dibanding Warren Buffet. Tetapi Warren Buffet mengakui bahwa Berkshire Hathaway – perusahaan yang dibesarkannya bersama Charlie – bisa menjadi sebesar ini karena sumbangsih pikiran Charlie.

Setelah bertemu dengan Nancy Barry, dia menikah lagi dan menjalani kehidupan yang bahagia ditemani dengan 8 anak. Bersama istrinya dia menjadi philantropist yang banyak menyumbang ke organisasi sosial dan universitas.

Mengutip kata-katanya… Kehidupan akan memberikan kejadian yang mengecewakan, menyedihkan, tidak adil. Ada orang yang bisa bangkit dan ada yang tidak. Dan saya berpikir bahwa sikap yang diambil oleh Epictetus sangatlah benar. Dia berkata: setiap kesempatan yang hilang di dalam hidup adalah sebuah peluang untuk merubah perilaku menjadi lebih baik, setiap kesempatan yang hilang adalah peluang untuk belajar sesuatu, dan tugasmu bukanlah mengasihani dirimu dan terus menerus bersedih hati, tetapi menggunakan kejadian yang mengecewakan itu secara konstruktif untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Buat yang saat ini sedang mengalami kesedihan, jangan pedulikan kejadiannya. Tetapi gunakanlah energi tersebut sebagai bahan bakar untuk merubah diri menjadi lebih baik. Remember that you don’t have to chase people, you just need to attract them. The only way to attract people is always striving everyday to become respected, productive and valuable person that people want to be around them.

May happiness and blessing always be with us…

Charlie Munger Family

Source: Poor’s Charlies’ Almanack , Quora – What is so great about Charlie Munger , How does Charlie Munger recommend dealing with adversity

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 1 =