MoslemPreneur

April 19, 2018
Awan Rimbawan
TDA

Setelah mendapatkan pencerahan dari suhu @muji ono, ane jadi termenung.
Bayangan kembali ke masa2 awal2 usaha beberapa tahun yg lalu.

Dulu… Waktu mau usaha, ortu ane kurang setuju.
Alesannya lebih baik kerja, karena orang tua ane… wiraswasta itu berat.
Ane pernah menyaksikan ibu pernah bikin pesanan kue sampe jam 2 pagi.
Jam 3 pagi udah bangun lagi lanjut bikin kue.
Itu terjadi berhari2…
Bapak juga coba berbagai usaha, hampir semuanya tidak membuahkan hasil yg diharapkan.
Karena wiraswasta itu berat, beliau ga ingin anaknya mengalami hal yg sama.

Cuman namanya darah muda… rasa penasarannya lebih besar.
Selain itu juga pas kerja pernah terbersit pemikiran.
Kayaknya klo usaha, mungkin ane bakal bisa lebih dekat sama Allah.
Karena ga lagi menggantungkan kepada gaji perusahaan yg pasti ada tiap akhir bulan.

Ternyata oh ternyata…
Setelah dijalani, ternyata lebih berat dr yg sebelumnya dibayangkan 😀 😀
Setelah resign dari kerja, otot eksekusi masih lemah bangettt….
Banyak ide… banyak keinginan… tp sedikit sekali bisa action.
Bahasanya guru ane, nafsu banteng tenaga cacing 😀 😀
Aktifitas yg berulang tiap hari adalah kebanyaikan mikir, berstrategi, berencana ini itu, tp digagalkan lagi pas mau action.

Sampe2 temen yg dulu pernah sekantor jadi kaget pas ketemu ane.
“Wan, kok kamu kurus kering gini???. Kamu ngobat ya???”

Ane cuman bisa tersenyum kecut.

Ga mungkin juga ane ceritain klo ane kebanyakan puasa.
Bukan karena soleh, tp karena ga punya duit sekaligus pusing mikirin tumpukan rencana yang ga ada eksekusinya.

Tapi ane menahan diri untuk curhat kondisi sebenarnya.
Walaupun posisi miskin, tapi masih punya gengsi di hadapan wanita cantik :p

Ditambah lagi, mindset karyawan dan wiraswasta beda.
Jangan2 nanti ane malah tergiur kerja lagi, sekantor lagi dengan dia dan… kemudian … dengannya…
ah… sudahlah… itu masa lalu…

Namun Alhamdulillahnya setelah itu di berikan jalan ketemu dengan orang2 bermindset wirausaha.
Yang gak pelit untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
Itulah komunitas TDA.

Di komunitas inilah berkenalan dengan yg namanya mastermind.
Waktu itu ada Pak Kiki Sudiana, Kang dodi diantaranya.

Di mastermind itu enaknya tiap 2minggu ketemuan.
Jadi mau ada progress, ga ada progress, ane tetep datang.
Mau ga mau harus gerak, karena pas dateng harus laporan progress.

Disitulah pertama kali ngerasain sedapnya hasil usaha.
Bisa jualan tas 1200pcs dalam waktu kurang dr 3bln.
Salah satunya gara2 mekanisme mastermind yg harus ngasih progress, dan bisa jadi temen curhat dikala bingung pas mau action.

Yg ane pelajari dari proses tersebut adalah…

1. Usaha itu bukan cuman jalan buat cari uang. Tp terutama, adalah jalan dekat dengan Allah.
Dalam dunia usaha ane jd mengerti bahwa tidak ada yg pasti dan langgeng di dunia ini.
Yang ane dapet, bisa hilang seketika.
Yang ane blm dapet, bisa terwujud dalam waktu sebentar saja.
Denger2 cerita dari pengusaha lain, sesukses apapun bakal bisa rugi juga.
Semuanya mungkin kalau Allah mau.

Sehingga kalau dikasih lebih, tp ga ibadah lebih maka harus mawas diri.
Jangan2 kelebihan itu yg bakal diambil dengan seketika.
Lebih parah lagi kalau dijangkiti dengan kesombongan.
Merasa bahwa keberhasilan ini adalah murni atas usaha sendiri.
Jangan2 bukan hanya diambil, tp bisa2 dihinakan.

Kebalikannya…kalau merasa sedang di dalam kesulitan, tp ga bertambah giat ibadah maka juga perlu waspada.
Karena bisa jadi kesulitan2 itu adalah cara Allah memanggil2 hambanya.
Nah klo dipanggil2 ga dateng, jangan2 nanti lebih keras panggilannya.
Dengan cara ditambah masalah yg lebih berat lagi…lagi…dan lagi…

Pelajaran yang ke 2. Bisnis itu permainan tim.
Bakal berat kalau dijalani sendiri.

Di dalam tim itu ada yg pebih jago dr kita, ada yg setara dengan kita, ada yg skillnya dibawah kita.

Kita perlu berinteraksi dengan semuanya.

Yg lebih jago dari kita adalah mentor, coach, trainer dll.
Perlu didekati buat menimba ilmu dan insight2.

Yg setara dengan kita adalah temen2 seperjalanan.
Interaksi dengan mereka perlu buat saling menyemangati.

Untuk yg pengalamannya masih di bawah kita, itu adalah peluang untuk memberi dan berbagi pengalaman.
Proses ini penting karena bakal mengingatkan… sesusah apapun kondisi, tp selalu ada cara untuk bisa bermanfaat bagi orang lain.
Sehingga dalam diri ini muncul rasa syukur dan mindset berkelimpahan.
Sangat sejalan dengan semangat TDA yang saling memberi dan berbagi.

Namun buat pelajaran nomor 2 ini halangannya adalah: ego
Ego pengen dianggap hebat, akan menghalangi saya bercerita jujur tentang kondisi saat ini. Sehingga orang tidak tahu dan tidak bisa memberikan bantuan.
Ego pengen berhasil dengan usaha sendiri, akan menghalangi saya untuk meminta masukan dari orang2 yg lebih tahu dari saya. Sehingga menahan saya untuk berkembang lewat kolaborasi.
Ego pengen mengalahkan org lain, akan membuat saya minder ketika bertemu dengan org yg lebih hebat. Di saat yg sama, menimbulkan sombong ketika ketemu orang yang kurang dari saya.
Ego pengen selalu sempurna, akan menghalangi saya untuk take action. Semuanya harus nunggu perfect.

Ego-ego tersebut mengisolasi saya dengan orang lain.
Sehingga yg terjadi adalah saya… sendirian… muter2 dipermainkan oleh pemikiran sendiri.

Nah berkaitan dengan ego ini, salah satu cara efektif untuk mempertipisnya adalah dengan membuka diri dan bertemu dengan orang2 baru.
Sowan kepada para guru, menyemangati temen2 seperjalanan, dan juga berbagi kepada rekan2 yg belum tahu.

Beruntung banget… di TDA ketiga hal itu atmosfir tersebut sangat mendukung untuk dilakukan.

Apalagi di acara moslempreneur tanggal 21 nanti…
Banyak suhu bakal dateng, banyak temen2 seperjalanan yg bisa berbagi semangat, dan banyak peluang untuk berbagi skill dan pengalaman kepada orang lain.
Kesempatan untuk bertegur sapa dengan orang2 yg selama ini cuman ketemu di telegram.
Karena tidak ada yang bisa menggantikan silaturahmi secara fisik.

Pertanyaannya, siapkah saya meninggalkan ego saya…
Kemudian take action dengan bertemu para suhu dan rekan2 TDA yang mungkin bisa membuat perbedaan dalam hidup saya?

*SaveTheDate, Moslempreneur 21 April 2018.
*Buruan kontak ke om @david sebelum keabisan tiketnya
*Punya produk bagus tp bingung jualannya? Masih dibuka sponsorship buat yang cari parter bisnis, reseller, atau keagenan. Buruan kontak sist @

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 9 =