Mindset Langka dan Mindset Berlimpah tentang Uang

June 09, 2021
Awan Rimbawan

Apa itu Mindset? Mindset bagi saya seperti kacamata.

Fungsi dari kacamata adalah memudahkan kita untuk melihat dunia.
Sehingga kita bisa lebih mudah bergerak menuju tujuan.

Misalnya saja kacamata hitam, cocok dipakai di kondisi terik matahari.
Agar kita tidak silau, sehingga bisa bergerak menuju tujuan dengan lebih nyaman.

Namun kacamata hitam, tidak cocok dipakai di dalam ruangan yang teduh.
Sudah sepantasnya kita copot kacamata hitam tersebut agar kita bisa bergerak dengan lebih mudah di dalam ruangan.

Ada juga kacamata baca.
Gunanya adalah dipakai oleh orang-orang yang matanya rabun dekat.
Sehingga dengan menggunakan kacamata baca, maka orang yang pandangannya kabur ketika melihat tulisan pada jarak dekat menjadi lebih jelas.

Namun kacamata baca tidak cocok dipakai oleh orang dengan mata normal.
Karena kacamata baca itu malah akan membuat pandangannya menjadi kabur.

Jadi kacamata adalah sesuatu yang bisa dipakai dan dilepas sesuai dengan kebutuhan.

Kacamata bukan tentang benar/salah.
Tetapi disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi dan tujuan yang ingin dicapai.

Mindset juga seperti itu.

Kita tidak bicara tentang benar/salah.
Tetapi kita patut mempertanyakan apakah mindset ini cocok dipakai dalam mencapai tujuan saya, atau malah menghalangi?

Setelah menyadari bahwa mindset bisa dicopot/dipasang, maka jika mindset yang sekarang saya pakai akan membantu saya mencapai tujuan maka akan terus saya pakai.

Tapi jika mindset tersebut tidak cocok/menghalangi maka saya akan melepaskannya. Kemudian mengganti dengan mindset lain yang akan mendukung pencapaian tujuan saya.

Bagaimana cara mengganti mindset yang akan membantu kita mencapai tujuan? Nah sebelum kita bisa mengganti mindset, kita perlu menyadari mindset-mindset apa yang kita pakai sekarang.

Mindset/Pertanyaan/Permasalahan Yang Umum Terkait Dengan Uang

Contoh Mindset Yang Umum Dipakai.
– Uang itu susah di dapat.
– Uang itu keluarnya gampang banget.
– Uang itu sesuatu yang terbatas.
– Setelah menikah dan punya anak banyak sekali kebutuhan yg berkaitan dengan uang. Uang tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Dari pertanyaan-pertanyaan yang terkait perasaan yang berhubungan dengan uang diantaranya yang umum adalah seperti ini:
– Rasanya uang itu kalau pas lagi banyak hati jadi senang, tapi kalau pas lagi sedikit hati jadi khawatir tegang.
– Gimana ya caranya biar kondisi perasaan bisa stabil dan tidak naik turun tergantung dengan jumlah uang yg dimiliki?
– Bagaimana ya uang ini bisa bertahan lama bareng sama aku? Kok kayaknya baru pegang sebentar saja sudah lepas lagi…
– Gimana caranya agar kita tidak terlalu terikat dengan uang?
– Kenapa uang jadi sumber masalah?
– Kenapa kita dipandang rendah oleh orang-orang di sekeliling kita jika tidak punya uang?
– Bagaimana menyikapi perasaan takut tidak cukup dengan uang yang sekarang ini dimiliki?
– Ketika ngerasa punya uang sedikit lebih banyak dari biasanya maka tidak terlalu peduli dalam membelanjakan atau menyimpannya.
Tetapi saat teringat tentang goal besar yang butuh uang besar, jadi stress sendiri. Bagaimana menyikapinya?
– Bagaimana memanage keuangan jika kita adalah seorang ibu rumah tangga?
– Bagaimana supaya tabungan ga dikorek-korek kalau uang pegangan sudah menipis?

Yuk kita bahas satu persatu terkait dengan mindset-mindset dan pertanyaan2 yang muncul seperti di atas.

Mindset Langka VS Mindset Berlimpah.

Mindset Langka memandang bahwa sesuatu itu:
– terbatas jumlahnya
– harus diperebutkan lewat kompetisi
– kalau hilang maka sulit untuk mendapatkan kembali

Mindset berlimpah memandang bahwa sesuatu itu:
– jumlahnya tidak terbatas
– bisa diciptakan
– jika hilang/habis pasti akan ada penggantinya

Kedua mindset ini sama-sama bisa kita pakai saat kita memandang uang.

Mana yang benar?
Memandang uang sebagai sesuatu yang langka.
Ataukah memandang uang sebagai sesuatu yang berlimpah.

Ingat di awal saya tidak berbicara mengenai benar / salah 🙂

Saya berbicara mindset mana yang efektif dalam hidup yang ingin kita jalani.
Mindset mana yang mendekatkan kepada tujuan.
Mindset mana yang menjauhkan kepada tujuan.
Masing-masing dari kita perlu merasakan dan memilih, sesuai dengan kondisi masing2.

Tiap mindset akan menghasilkan kumpulan perasaan dan tindakan yang berbeda-beda.

Misalnya jika saya memilih mindset uang itu langka:
– karena langka jadi susah di dapat
– karena langka jadi kalau dikeluarkan maka susah untuk didapat lagi
– karena langka jadi uang itu harus diperebutkan dalam sebuah kompetisi

Maka kumpulan perasaan dan tindakan yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
– rasa cemas kalau nanti ada kebutuhan mendadak
– rasa khawatir kalau kalah berkompetisi dengan orang lain, mungkin juga muncul dendam
– rasa minder dan iri kalau ada orang yang mempunyai lebih
– cenderung memilih tindakan2 yang cepat, jalan pintas tanpa berpikir efek jangka panjang
– sedih jika ada pengeluaran tiba-tiba
– jika terjadi sesuatu di luar rencana, maka saya akan menyalahkan, menghakimi orang lain di sekitar saya
– pelit, berat untuk bersedekah

Sebaliknya untuk mindset bahwa uang itu berlimpah:
– karena berlimpah jadi uang itu gampang didapat
– karena berlimpah maka jika dikeluarkan maka nanti juga akan mudah didapat lagi
– karena berlimpah maka bisa diciptakan lewat kerjasama dan kreativitas

Maka kumpulan perasaan dan tindakan yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
– Memiliki ketenangan dalam berkreasi dan mencipta
– Bebas untuk berkontribusi
– Mudah bersedekah
– Damai dalam menyikapi naik turunnya kondisi keuangan
– Percaya bahwa dalam setiap tugas, pasti ada fasilitas.
Masak udah dikasih tugas sama Tuhan Yang Maha Kaya, masak ga dikasih fasilitas apa2
– Jika terjadi sesuatu di luar rencana anggaran, percaya bahwa jika itu kebutuhan pasti nanti akan dicukupi.
Kemudian fokus ke action-action apa yang bisa dilakukan saat ini.
– Maksimal dalam ikhtiar dan ikhlas terhadap hasilnya.

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *