Menuntut Ilmu Sampai Negeri China?

March 18, 2017
Awan Rimbawan

Kira-kira…kenapa yah… Nabi Muhammad itu bersabda buat menuntut ilmu sampai negeri China?

Bukannya di negeri China itu ga ada muslimnya?

Trus kalau ga ada muslimnya kan berarti banyak makanan haram dong?

Alat2 masaknya buat makanan itu gimana?

Trus di sana kan ga ada masjid juga…

Kalau nanti saya pergi ke Cina trus saya kebawa pergaulan di sana gimana?

Trus kalau saya ditawarin makan babi gimana?

Di sana kan pemimpinnya bukan muslim…trus saya harus ngikutin pemimpin yg non muslim dong?

Loh kan bukan saya yang milih?

Loh kan saya memilih pergi ke sana, berarti sama halnya saya memilih untuk punya pemimpin yang non muslim dong?

Trus… kenapa Nabi menganjurkan saya buat menuntut ilmu sampai ke negeri China?

Apakah Nabi gak tau bahwa di sana ga ada muslimnya?

Apakah Nabi engga tau kalau di sana saya bisa terbawa arus pergaulan di sana?

Apakah Nabi engga tau… kalau saya belajar di negeri China, yang dipelajari itu bukan kitab Al Quran ?

Di sana saya bakal di suruh baca buku lain dong, bukan Al Quran?

Trus kenapa ?

Hmm…
hmm….

Mungkin… karena Nabi tahu… bahwa seorang muslim perlu maju, perlu berkembang…
Untuk bisa berkembang, seseorang perlu bersedia merendahkan hati untuk belajar di tempat lain…

Mungkin beliau punya keyakinan bahwa di manapun muslim berada, di lingkungan seperti apapun dia punya pilihan yang jelas dan tegas tentang apa yang dia mau lakukan.

Bukan lingkungan ancur yg menentukan, tapi pilihan tiap2 individu lah yang menentukan kehancuran dan kebangkitan dirinya.

Mungkin juga beliau tahu bahwa dengan belajar di pusat peradaban lain, maka seorang muslim bisa jadi penggerak pusat peradaban yang baru.

Atau mungkin Nabi tahu bahwa ilmu Allah melingkupi segala sesuatu, Dia bagi2kan kepada seluruh makhluk. Tugas seorang muslim adalah belajar dari semua sumber apa2 yang bakal bermanfaat buat hidupnya.

Bisa jadi beliau berpikir, bahwa muslim akan terlihat ketika dia bergaul justru di lingkungan yang lebih plural, dengan membawa pesan2 kebaikan untuk lingkungan di mana dia berada.

Atau mungkin Nabi tahu, di dalam buku selain kitab suci Al Quran juga ada ilmu Allah. Emang ada ilmu yang engga berasal dari Dia?

Mungkin beliau menyadari bahwa agar bisa melihat diri dengan lebih baik, seseorang perlu melihat dari luar lingkaran sosialnya.

Agar seseorang tahu, bahwa di lingkungan lain…yang nama Islam tidak pernah disebut… banyak sekali nilai2 islam yang diterapkan, bahkan lebih dalam daripada di lingkungan yang nama Allah di sebut setiap hari.

Atau karena Nabi tahu bahwa beragama itu bukan sekedar mempunyai sekumpulan belief lalu menjalankan ritual kebiasaan. Tetapi lebih dari itu beragama adalah fakta yang di dapat dari mengalami Tuhan lewat apa yang Dia ciptakan. Fakta yang di dapat dari pengalaman2 individu yang menciptakan keyakinan yang tak tergoyahkan.

Bisa jadi juga Nabi ingin membuat seorang muslim mengalami…bahwa…Allah tidak hanya ada di Masjid dan lingkungan yang menyebut dengan jelas namanya…Tetapi juga ada di tempat yang bahkan tidak pernah menyebut namaNya…mengalami bahwa Allah dan rahmatNya…tulus tak memilih dan melingkupi segala sesuatu…

Tapi bisa jadi juga gw salah mengartikan 😀
Nah menurut loe kenapa tuh Nabi ngomong gitu?

*Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap, di situlah wajah Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui* QS Al Baqoroh 115

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 8 =