Mengendalikan Emosi

May 09, 2018
Awan Rimbawan

#10

Jika ada orang yg berbuat kesalahan dan membuat saya marah, maka saya punya dua pilihan:
.
1. Melampiaskan emosi saya dan menuntut orang itu untuk berubah.
2. Belajar arti sabar dan kasih sayang. Sehingga saya bisa meningkatkan diri saya.
.
Kira2 Allah lebih suka saya melakukan yang mana?
.
Jika saya mengambil pilihan no:1 maka saya akan melatih sifat emosional saya menjadi lebih kuat.
Saya akan berlatih mengembangkan sifat emosional saya lewat satu hal. Lalu lewat hal lain…
Tak terasa waktu berlalu…satu tahun… dua tahun… 5 tahun… bertahun2 latihannya.
.
Apa yang saya latih, itulah yg akan menjadi kuat.
Sehingga tanpa sadar saya akan menjadi orang berumur yang punya sifat emosional meledak2.
Saya tidak bisa mengendalikannya lagi, karena sudah sedemikian kuatnya.
Sifat emosional itulah yang akan memiliki diri saya.
.
Bagaimana dengan menuntut orang lain untuk berubah?
Hehehe… jangankan merubah orang lain…
Merubah diri sendiri aja sulit πŸ˜€
.
Badan sendiri, pikiran sendiri, dibawa2 kemana2… coba deh dirubah.
Ga usah yg susah2… coba bangun lebih pagi dari biasanya… bisa merubah diri sendiri?
.
Kalau merubah diri sendiri aja susah, bagaimana bisa menuntut orang lain untuk berubah?
.
Yang ada adalah frustrasi, karena apa yang saya tuntut tidak tercapai.
.
Bagaimana jika saya mengambil pilihan no:2 ?
Bukannya ini susah?
.
Memang lebih susah, tetapi semua ada ilmunya.
.
Jalannya akan lebih simple kalau saya mau menggali lebih dalam lagi tentang pertanyaan ini:
– saya berasal dari mana?
– saat ini apa tugas saya?
– tujuan saya kemana?
.
Salah satu guru saya menyampaikan… orang yang tidak bisa sabar, itu karena mikirnya hanya dunia ini. Tetapi kalau dia berpikir tentang akhirat yang abadi, maka apa yang terjadi di dunia ini sangatlah sebentar.
.
Sabar bukan berarti memendam emosi.
Tetapi memahami dengan seksama, apakah hal tersebut layak untuk dipertikaikan atau tidak?
.
Apakah hal itu pantas untuk menghabiskan waktu hidup saya yg sebentar ini?
Pantas untuk menguras emosi saya?
Pantas untuk mengguncang jiwa saya?
Pantas untuk merusak hubungan saya dengan orang2 di sekitar saya karena terpengaruh dengan hal itu?
.
Ataukah saya bisa menggunakan waktu, pikiran, emosi untuk hal2 lain yang lebih produktif?
.
Sabar dan kasih sayang bukanlah kelemahan.
Justru itu adalah jalur penghubung kita dengan Yang Maha Sabar… Yang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi…
.
Kalau kita sudah terhubung dengan Yang Maha… apa sih yg gak dikasih buat kita? πŸ™‚

β€œDemi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran
dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
.
Wallahu ‘alam Bishawab…
Semua ilmu hanyalah milikNya…

————–
Pesan sponsor: gimana progress tahajudnya bro/sist? πŸ™‚

Facebook Comments

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 6 =