Mendingan jadi Part Time Freelancer atau Full Time Freelancer yah?

July 24, 2012
Awan Rimbawan

Kegiatan Freelancer memang sering dianalogikan sebagai kerjaan sampingan. Tetapi sebenarnya Freelancer adalah sebuah profesi yang sangat mungkin dikerjakan secara Full Time sama seperti profesi-profesi yang lain.

Keputusan untuk menjalani Freelance secara Part Time maupun Full Time punya sisi positif dan negatif nya sendiri.

Keuntungan dari pilihan menjadi Part Time Freelancer adalah mengurangi tingkat stress jika usaha ini tidak berjalan seperti yang diharapkan. Kita tahu tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan. Untuk orang yang kurang suka mengambil resiko, Part Time Freelancer bisa dipilih sebagai usaha “iseng-iseng berhadiah” untuk mengetes pasar.

Keuntungan lain sebagai Part Time Freelancer adalah Anda bisa berkonsentrasi pada hal-hal yang sifatnya tidak memberikan keuntungan finansial secara langsung. Misalnya memarketingkan diri Anda sendiri (membangun brand), mengumpulkan network, belajar meningkatkan skill dan lain2.

Nah, sayangnya Part Time Freelancer ini mudah terkena penyakit kehabisan waktu. Jika Anda punya pekerjaan utama, dan pulang ke rumah masih mengerjakan pekerjaan Part Time maka tentu saja akan sangat menyedot waktu Anda. Apalagi jika waktu weekend juga dipakai buat mengerjakan pekerjaan Freelance. Repot juga kan kalau sampai di tempat tidur juga masih harus ngerjain seperti foto di atas ^_^. Kadang hal ini juga membuat pekerjaan yang ditangani cenderung diburu-buru karena terbatasnya waktu yang tersisa.

 Opsi lain adalah memilih menjadi seorang Full Time Freelancer.

Keuntungan dari pilihan ini adalah Anda bisa men-dedikasikan waktu dan energy untuk membangun bisnis Anda sendiri.

Sebagai seorang Freelancer Full Time, Anda juga punya lebih banyak waktu luang di luar pekerjaan dan juga kebebasan penuh untuk menjadwalkannya.

Memang butuh waktu untuk mendapatkan income yang cukup untuk menghidupi seorang Freelancer Full Time. Tekanan untuk mendapatkan level income yang cukup ini juga  yang seringkali membuat Freelancer Full Time berhenti dan kembali ke kehidupan sebelumnya.

Kedua pilihan ini bisa Anda tentukan dengan mengukur beberapa hal.

Yang pertama adalah mengukur persiapan Anda. Apakah Anda mempunyai cadangan finansial yang cukup untuk hidup beberapa bulan ke depan? Apakah Anda sudah punya cukup skill yang bisa Anda jual? Apakah Anda sudah punya klien? Pertanyaan-pertanyaan ini patut Anda ajukan jika Anda mempertimbangkan untuk menjadi Full Time Freelancer. Jika Anda merasa belum siap, Anda bisa memilih “cara aman” menjadi Part Time Freelancer untuk mengembangkan cadangan keuangan, skill dan juga daftar client.

Yang kedua adalah mengukur komitmen. Part Time Freelancer memungkinkan Anda untuk menguji apakah Anda benar-benar menyukai bidang yang Anda kerjakan atau tidak.

Full Time Freelancer di sisi lain membutuhkan komitmen yang serius.  Bisa jadi Anda harus rela “puasa” dan mengencangkan ikat pinggang di awal-awal karir Freelancer Anda.

Jika Anda belum menentukan apakah Anda akan menjadi Part Time atau Full Time Freelancer, ambil waktu yang cukup untuk mempertimbangkannya. Semoga poin-poin di atas bisa Anda jadikan referensi untuk membantu Anda.

So, what is your choice?

Facebook Comments