LAPORAN KEGIATAN TDA BULAN JULY 2020

August 12, 2020
Awan Rimbawan
TDA

 

“Jika belum bisa melakukan yang ideal, jangan ditinggalkan semuanya…”

Itu kalimat yang terngiang2 di bulan july kemarin ketika membersamai kegiatan2 komunitas TanganDiAtas Bandung.

Alhamdulillah, di tengah2 kondisi kesehatan dan bisnis yang tidak menentu ini… member TDA Bandung masih aktif melakukan berbagai kegiatan.

Yang paling baru kemarin adalah TDAQurban.

Lokasinya di atas gunung. Di tempat yang jarang ada qurban. Yang berbeda adalah kali ini pesertanya dibatasi. Dari TDA hanya 20 orang saja. Padahal biasanya bisa ratusan orang member TDA yang datang.

TDAQurban tahun ini sangat menarik bagi saya. Karena dalam mengadakan sebuah acara banyak perhatian dari para member. Perhatian ini muncul dalam bentuk berbagai usulan pendapat. Mulai dari usulan tempat pelaksanaan, pemilihan sapi jawa/sapi madura, pengumpulan dana maupun teknis pelaksanaan di lapangan.

Di sini saya belajar bahwa diskusi mengenai pelaksanaan acara, sebaiknya bukan dipakai untuk memaksakan usulan siapa yang paling benar. Tetapi juga digunakan sebagai bahan latihan untuk bersikap rileks dan lentur.

Sebagaimana di dalam keluarga ada peran seorang ayah dan juga seorang ibu. Ayah yang tegas, keras, visioner. Perlu didampingi oleh ibu yg lembut, penuh kehatian2, memperhatikan perasaan anggota2 keluarga lainnya dan penuh kasih sayang.

Dalam keluarga, jika sang ayah terlalu dominan maka banyak prestasi dicapai, tetapi kemudian banyak korban berjatuhan karena hanya berfokus pada pencapaian. Jika sang ibu terlalu dominan, keadaan nyaman, adem/ayem, tapi tidak ada progress kemajuan.

Ayah dan ibu yg bersedia lentur di dalam sifat keunikan masing2lah yang akan menghasilkan anak2 tangguh sekaligus penuh kasih sayang.

Begitu juga dalam komunitas. Semuanya perlu saling mengisi dan menghormati. Untuk melihat ini bukan hanya tentang pencapaian tetapi proses transformasi individu2 di dalamnya. Sehingga komunitas bisa menjadi tempat belajar yang kemudian menjadi bekal di dalam kehidupan personal dan bisnis2 masing2.

Selain TDA Qurban, saya juga belajar untuk mengapresiasi konsistensi temen2 TDA di dalam membawakan acara Sharing Santai di Telegram.

Sharingnya macam2. Ada yang sharing digital marketing, branding, cara membangun bisnis dari nol, sampai ke masalah kesehatan.

Ternyata Program Sharing Santai di Telegram ini sudah memasuki episode ke #45.

Saya sangat faham, gampang sekali membuat ide program. Tetapi sulit sekali menjaga konsistensinya.

Konsistensi yg tercipta ini besar kemungkinan karena melihat bahwa di dalam sebuah program, yang terpenting bukan hanya terlaksananya program tersebut dengan baik.

Tetapi juga potensi2 silaturrahim yg tercipta.

Program itu hanyalah sebuah wadah, media, momen untuk saling mengenal satu sama lain. Kalau sudah mengenal, maka bermacam2 potensi bisa terwujud.

Orang yg saya temui dan saya layani di dalam komunitas bisa jadi adalah partner bisnis saya di masa depan.

Bisa jadi akan menjadi saudara yg sanggup menyemangati saat saya mungkin sedang terpuruk dalam pengalaman kegagalan. Atau bisa juga jadi supplier yang tepat di masa depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi juga orang2 yg bakal berjasa dalam kisah naik turunnya roda kehidupan saya.

Di dalam pelaksanaan program2 ini…saya belajar bahwa yang namanya sedekah itu bukan hanya berupa uang. Tetapi juga berupa waktu dan kemauan untuk berbagi.

Ketika mengadakan sebuah majlis ilmu, maka panitia pelaksananya pun kemudian mendapatkan pahala dari ilmu yg bermanfaat. Mengalir terus walau maut memisahkan. Ikut bantu menyebarkan flyer kegiatan pun bisa jadi mendapat pahala. Karena kalau belum bisa melakukan yang ideal, jangan ditinggalkan semuanya.

Karena tidak ada balasan dari kebaikan, selain kebaikan… sekecil apapun bisa jadi itu adalah wasilah diturunkannya kemudahan2 di urusan2 yg seharusnya sulit. Atau mungkin kesehatan di kala pandemi sedang menyebar.
Ah entahlah… biar Allah yg memberikan sebaik2 balasan. Kita hanya melaksanakan apa yang bisa kita lakukan.

Selain dari program2 di atas berikut saya sampaikan program2 lain yg berjalan selama bulan July kemarin:

JumaTDAbox
Berbagi nasi box di masjid dan di jalanan.
Alhamdulillah sudah mencapai 2.062 box.
Artinya sudah ada 2.062 orang yang makan nasi tdabox.
Hanya 10 ribu saja bagi yg tertarik untuk berkontribusi.
https://wa.me/6281222888380
Kontak: Ketua Divisi Sosial Kang Angga
Koordinator progam: Kang Ilham

MarkeTDA – 60menit punya bisnis
Program untuk mempertemukan peluang2 bisnis.
Bagi yg belum punya bisnis atau ingin memulai bisnis baru.
Diadakan tiap minggu hari sabtu sore.
Kontak Ketua Divisi Badan Usaha Kang Randy

Kelompok Mentoring Bisnis.
Sementara ini dibuka untuk TDAWarrior (pengurus)
Ada 5 mentor yang dipasangkan dengan 5 kelompok.
Kolaborasi divisi Epik dan Eksternal.
Koordinator Program: Teh Eci

Kerja Sama Eksternal x TDA Bandung
– Kerjasama dengan Lokalate Nutrifood untuk Marketing Business Competion di Kampus2 Bandung
– Kerjasama dengan Klinik Prodia untuk program diskon 10% untuk member TDA Bandung
Kontak kerjasama eksternal: Kang Ipul

KamisAN
Kamis Ask & Share Anything
Curhat, tanya, sharing tentang apa aja.
2 minggu sekali bergantian di group TDA Warrior dan group reg member
Koordinator: (sementara masih Awan)

MENDOAN – Mentoring Dan Silaturrahim Online
2 pekan sekali via Zoom/Google Meet.
Alhamdulillah sudah mencapai episode ke #4
Formatnya dibuka dengan ayat quran, kemudian ada materi dari salah satu member.
Kemudian juga update2 kabar dari member2 yg lain, dilanjutkan dengan diskusi dan ngobrol santai.
Undang salah satu suhu buat webinar.
Moderator Kang Naufal dan Kang Deden.

Haturnuhun aku ucapkan terima kasih atas kerja sama, doa dan dukungannya…

Aku tutup dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, untuk memohon doa dan dukungannya agar acara2 TDA Bandung di bulan Agustus ini lancar terlaksana 🙂

Salam,
Awan
Pelayan TDA Bandung 🙂

Facebook Comments