KMM TDA Sept 2018

September 10, 2018
Awan Rimbawan

Lelaki itu duduk di depanku…
Sesekali dia menyeruput Mocacchino hangat di tengah2 obrolan kita berdua.

Belum terlalu tua… masih di bawah 40an.
Tetapi di matanya terpantul berbagai macam cerita kehidupan.

Dia pernah mengambil jalan yang salah.
Namun kuasa Allah menjadikan dia punya keinginan kembali ke jalan yang benar.

Yang aku salutkan pada dirinya adalah begitu hormatnya pada sosok bernama ibu.

“Saya tanpa ibu, bukan apa2 mas…”

“Saya banting tulang kerja sampai malam sering gak tidur… tetapi di akhir tahun cuman untung 100jt-an”

“Namun di tahun kedua setelah mengikut kata2 ibu, semuanya berubah. Ibu bilang bisnis jangan sampai mengambil hak orang lain walau sekecil apapun. Jangan sampai menunda2 pembayaran ke yang berhak.”

“Alhamdulillah setelah mengikuti kata2 ibu, di tahun berikutnya profit bersih 1,3M dalam bentuk cash”

Sambil menerawang…laki2 itu kembali bercerita…

“Pernah suatu ketika saya pergi ke pasar di luar kota dengan dagangan penuh satu mobil…”

“Mobil rentalan, termasuk supir juga. Biaya bensin dan lain2. Biasanya cuman pulang malam gak nginap. Karena buat dagangan saya pasar itu cuman ramai di hari tertentu saja. Kalau tidak laku hari itu, saya terpaksa pulang dan bawa dagangan kembali. Nanti balik ke pasar itu minggu depannya lagi.”

“Saya stand by di pasar dari ba’da subuh. Buat dagangan saya di pasar itu paling2 ramainya dari jam 5 sampai jam 8 saja. Namun… sampai jam 8 belum juga ada pembeli. Padahal biasanya jam 8 sudah dipacking sama pembeli untuk dikirimkan ke luar jawa”

“Terbayang kerugian yang harus saya tanggung kalau sampai enggak laku hari itu. Berarti saya harus pulang ke kota asal tanpa bawa apa2, minggu depan baru bisa balik lagi karena jaraknya jauh hanya bisa seminggu sekali. Tekor di sewa mobil, bayar supir dan bensin. Plus seminggu kedepan gak ada pemasukan apa2 sampai saya kembali ke pasar ini”

“Saya cuman duduk termenung, sampai kemudian kepikiran buat telpon ibu.”

“Assalamualaikum Bu, saya lagi di pasar nih… Dagangan belum ada yang laku satupun. Minta doanya ya bu… ”

“Kata ibu: Oh ya… ini ibu mau sholat Dluha, nanti ibu khususkan doa buat dagangannya.”

“Terima kasih Bu…”

“Habis telpon ibu, saya coba putar2 pasar… sambil berharap ada celah2 buat menawarkan dagangan ke pedagang2 lain. Untung dikit gpp deh, yg penting barang laku. Pikir saya waktu itu”

“Tapi setelah muter2… pedagang2 lain tidak bisa membeli barang saya karena pasar sudah sepi. Mereka tidak mau nanggung resiko bawa pulang barang karena pasar sudah mulai sepi…”

“Waktu itu jam menunjukkan pukul 9. Saya balik ke mobil dengan lemas, karena saya tahu pasar tutup jam 10.”

“Waktu saya lagi melamun… tiba2 ada suara: Ini berapaan?”

“Ternyata ada yg nanya dagangan saya… sigap saya menjawab semua pertanyaannya dengan semangat…”

“Gak disangka2… setelah hampir 1/2 jam tanya harga berbagai macam barang dia bilang: Ya udah mas, ini barangnya turunin semua ya…”

“Hah semua bu? ” Kata saya…

“Iya mas, semua yg ada di isi mobil ini, saya minta totalannya. Saya transfer sekarang pakai internet banking ya…”

“Ternyata…Barang itu diborong, ludes satu mobil!”

“Alhamdulillaah… kata saya dalam hati… sambil menurunkan barang dagangan2 itu.”

“Selesai beres, saya ngomong ke supir saya…”

“Alhamdulillah barang laku… sok mau ditraktir makan di mana aja, saya yang bayar. Kata saya sumringah…”

“Supir saya dengan enteng bilang: Ya iyalah barang laku semua, wong yg ngeborong malaikat.”

“Heh, malaikat gimana? orang yg ngeborong encik-encik udah tua gitu…??”

“Emang boss lupa yah, tadi pagi telpon minta doa sama ibu biar dagangannya laku?”

“Ooooh ternyata… supir saya denger waktu saya telpon sama ibu. Saya sendiri kelupaan karena setelah telpon ibu dilanjut putar2 pasar dan menawarkan dagangan ke pedagang2 yang lain”

“Masya Allah… saya bilang… saya bener2 lupa…”

“Ternyata memang bener… saya tanpa doa ibu, tidak akan jadi apa2…”

Itu adalah sepenggal cerita yang saya dapatkan bersama laki2 itu. Dia tidak mau disebutkan namanya. Tetapi saya banyak belajar dari dia yang merupakan member TDA jadul.

Dia juga bercerita, dulu waktu masuk TDA… dipikirnya komunitas bisnis ya tempatnya jualan… cari2 peluang dngan nawar2in dagangan ke member2 yg lain…

Ternyata di TDA beda banget… TDA bukan tempat jualan. TDA adalah tempat belajar dan mendapatkan saudara-saudara baru…

Dia bilang: “Di TDA orangnya gak pelit ilmu… welcome banget buat member baru kalau ingin belajar sama yang sudah duluan usaha. Bahkan saya belajar ke jalan yang bener juga dari para ustad2 yang “nyamar” jadi pengusaha di TDA.”

Tetapi buat para member yg baru masuk TDA gimana caranya biar bisa kenal member2 lain?

Gimana bisa tahu bahwa si A jago SEO, si B jualan kenceng dengan penguasaan marketplace, si C paham tentang kerjasama syariah, dll…?

Salah satunya adalah dengan cara datang di acara besok. Pembukaan dan sosialisasi KMM.

KMM: Kelompok Master Mind, adalah sebuah kelompok yang memungkinkan anggotanya mengenal satu sama lain.

Di dalam KMM, kita akan bersama2 membangun sikap saling support diantara anggota kelompoknya. Sharing tentang progress, saling bantu berpikir buat mensolusikan kesulitan yg sedang dihadapi, berbagi mimpi dan target2, juga kira2 gimana how-to nya.

Di acara besok, Insya Allah akan disharing juga member2 yang sudah berpengalaman di bisnisnya masing2.

Nantinya kelompok master mind bisa request untuk silaturahmi kepada para member2 berpengalaman, yang welcome untuk berbagi ilmu.

Ada yang bilang… “Entrepreneurship is a lonely path”, tetapi tidak begitu di TDA. Karena di TDA… semua bisa jadi saudara… and with brothers and sisters among you, you’ll never walk alone 😉

Alhamdulillah Epik juga sudah melobby pihak Bandung Techno Park agar bisa berkumpul dengan nyaman. Kalau acara2 Epik sebelumnya di amphiteater yang cocok untuk menyampaikan materi, tapi kursinya fix dan ga cocok buat kelompok2… maka untuk acara besok sudah disiapkan ruang khusus di mana kursinya bisa dipindah2 dan berkelompok2. Cocok buat simulasi bagaimana cara melakukan KMM.

Lho kok bisa gratis pakai ruangan amphiteater dan juga ruang kayak gini?

Mau tahu rahasianya…?

Pak Kiki Sudiana… salah satu petinggi di Bandung Techno Park adalah temen KMM saya ketika awal saya gabung TDA. Alhamdulillah dapet banyak ilmu dan pencerahan dari beliau selama KMM sampai dengan sekarang 🙂

Jadi siapa yang datang besok?

Mohon konfirmasi ke @bagasulistya 0878 2527 6121
Soalnya kursi di ruangan itu terbatas… Juga karena keterbatasan jumldivisi epik ga belum bisa memfasilitasi kalau terlalu banyak yang mau ikut KMM. Soalnya member divisi Epik kan juga terbatas 😀

Acaranya gratiss… ga usah bayar… Cukup bawa cemilan aja buat teman2 di sebelahnya.
Siapa cepat, dia dapat… kontak ke @bagasulistya 0878 2527 6121 sambil bilang mau bawa cemilan apa buat besok 😀

Boleh juga klo mau ajakin temen2 yg minat buat satu kelompok di KMM, tapi sekali lagi Div Epik gak menjamin kalau kursinya masih available. Jadi yg mau datang pliss konfirm ke @bagasulistya 0878 2527 6121 sambil sebutin passwordnya: nama cemilan yg mau dibawa besok 😀

PS: KMM punya beberapa kepanjangan:
1. Kelompok Master Mind
2. Ketemu Mastah Mastah
3. Kelompok Makan-makan
4. Kelompok Menonton Movie
5. (you choose ^_^)

Facebook Comments